Vous êtes sur la page 1sur 26

BAB III

KAJIAN TEORI

A. Tinjauan Kondisi Riil


Meteorologi merupakan keadaan atmosfer berlangsung dinamis
dan terus menerus. Keadaan atmosfer ini selajutnya lebih kita kenal
sebagai cuaca sehingga cuaca adalah gambaran keadaan atmosfer (udara)
pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada
jangka waktu yang singkat. Cuaca terbentuk dari gabungan unsur cuaca
dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Banyak sekali
faktor dan unsur yang akan selalu mempengaruhi kondisi cuaca tertentu.
Cuaca senantiasa berubah menurut ruang dan waktu sehingga
kebedaaran unsur pemicu dari keadaan cuaca tersebut haruslah terus
dipantau untuk kebaikan dan aktifitas manusia sehari-hari. Terkadang
kedinamisan cuaca yang berlangsung cepat dan pada luasan yang tidak
luas namun pengaruh yang ditinggalkannya sangat berbahaya. Seperti
bencana banjir bandang yang terjadi pada pertengahan bulan Juli 2012 di
daerah Limau Manis-Padang. Tingginya curah hujan pada daerah hulu
sungai Batang Kuranji telah mampu menjadikan suatu musibah merupa
banjir bandang yang banyak memakan korban dan kerugian material yang
besar.
Cuaca ekstrim biasa kita kenal dengan cuaca buruk karena
pengaruh yang ditimbulknnya. Kebanyakan bersifat lokal yang
bersifat mengganggu aktifitas dan keberadaannya akan menimbulkan
kerugian. Kejadian cuaca ekstrim lokal menjadikan cukup sulit
mengetahui dengan pasti kejadian hujan yang terjadi pada saat bencana.
Untuk melengkapi analisa studi bencana tersebut, maka perlu kiranya
dilakukan kajian pemanfaatan data pendukung parameter meteorologi
berupa data yang diambil dari Taman Alat yang ada di BMKG Padang
panjang.
Agar dapat mengetahui data estimasi curah hujan dan dapat
membandingan hasil pencitraan dari Taman Alat maka penulis mengambil
contoh pada tahun 2017 saja.
B. Tinjauan Literatur

1. Pengertian Meteorologi

Meteolrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan gejala-


gejalanya, yang terkait dengan komponen bumi yang berupa gas atau
biasa disebut udara.
Sering kali kita bingung dan tidak menemukan alasan kenapa cuaca
tiba-tiba berubah, dari panas menjadi hujan, atau kenapa turun salju, dan
sebagainya. Cuaca dan iklim sangat berpengaruhi bagi kehidupan manusia.
Contohnya saja petani menentukan musim panen dengan melihat cuaca
dan klim, pengetahuan ini sudah diketahui oleh nenek moyang kita sejak
lama. Namun, banyak yang tidak dapat menjelaskan haltersebut secara
ilmiah. Dengan adanya ilmu meteorologi, hal itu dapat dijelaskan secara
logis menggunakan statistik. Gejala-gejala alam lainnya seperti puting
beliung, angin topan, dan sebagai juga aan dipelajari pada program studi
Meteorologi. Tidak hanya mempelajari mengapa bencana alam tersebut
terjadi, namun juga hanya mempelajari apa yang dapat dilakukan oleh
manusia untuk menanggulangi dan meminimalisir damak dari bencana
alam tersebut.
Lalu bagaimana keterkaitan ilmu meteorologi dengan ilmu-ilmu
lainnya. Tentu saja banyak sekali, minsalnya dengan imu Arsitektur.
Dengan pengetahuan para ahli meteorologi, maka para arsitek di dapat
mendesain bangunan-bangunan sesuai dengan kondisi iklimnya. Di Eropa
sebagai contoh, karena sering terjadi salju bahkan badai, maka bangunan-
bangunan atapnya dibuat dengan kemiringin yang besar agar salju yang
tidak sempat menumpuk diatas tetapi cepat meluncur kebawah. Contoh
lainnya adalah desain rumah Jepang. Ternyata penggunaan bahan baku
kayu sebagi bahan utama rumah-rumah di Jepang juga di sesuaikan dengan
kondisi iklim dan cuaca disana. Karena sering terjadi gempa, maka
material terbaik yang dapat digunakan adalah kayu, karena kayu
cenderung akan lebih lentur.

Menurut .......... Dari segi kegunaannya meteorologi dapat dibagi menjadi :

1. Meteorologi Pertanian (Agrometeorologi) yaitu aplikasi meteorologi


didalam bidang pertanian dan kehutanan. Dalam pertanian lebih
mengutamakan unsur iklim (rerata cuaca) dari pada unsur cuaca. Iklim
mempengaruhi produksi pangan, karena itu aplikasi klimatologi dalam
pertanian sangat penting karena mengingat tiap jenis tanaman pada
berbagai tingkat pertubuhan memerlukan kondisi cuaca yang berbeda.
2. Meteorologi Penerbangan (Aeronatik) yaitu aplikasi meteorologi
dalam dunia penerbangan. Informasi cuaca yang diperlukan adalah
biasanya meliputi berita cuaca untuk lepas landas (take off), cuaca
ketika pesawat akan mendarat (landing) dan cuaca sepanjang jalur
penerbangan. Dari peta cuaca dapat dipelajari keadaan cuaca sepanjang
jalur penerbangan. Salah satu kondisi cuaca yang sangat berbahaya
dalam penerbangan adalah munculnya awan Cumulonimbus (Cb).
Awan jenis ini sangat berbaya dan ganas, karena didalamnya terdapat
hujan deras, badai atau batu es (hailstones), selain itu pesawat yang
terbang dibawh awan Cb dapat diangkat masuk kedalam awan
sehingga pilot mendapat kesulitan untuk mengendalikan pesawatnya.
Awan jenis ini disebut “Jalur Maut” bagi dunia penerbangan dan harus
dihindari.
3. Meteorologi Sinoptik, mempelajari gejala cuaca yang pengamatan
unsur cuacanya dilakukan secara simultan (bersamaan) dan meliputi
daerah yang luas. Kajian ini dipakai untuk meramalkan kondisi cuaca
yang lalu dan sekarang. Pengamatan sinoptik dilakukan setiap 6 jam
yaitu pada jam 00.00, 06.00, 12.00, 18.00 waktu universal. Data cuaca
disetiap daerah kemudian dikirim kekantor pusat Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta, yang kemudian dikirim
ke negara-negara lain untuk dipakai sebagai dasar peramalan cuaca
Sinoptik. Observes unsur cuaca dilakukan secara teratur (reguler) oleh
lebih dari 700 stasiun yang tersebar dipermukaan bumi.
4. Hidrometeorologi yaitu aplikasi meteorologi dalam bidang
penampangan air (water supplay) seperti bendungan (waduk) air,
irigasi, dan lain-lain. Hidrometeorologi juga dapat didefenisikan
sebagai studi (kajian) proses fisis atmosfer yang mempengaruhi
sumber air dibumi, bidang ini diminati oleh ahli hidrologi.
5. Meteorologi bangunan yaitu aplikasi meteorologi dalam bidang
arsitektur, agar estetikanya lebih indah dan bangunannya terasa lebih
nyaman. Pentingnya pengaruh cuaca terhadap bangunan, sekarang
direalisasikan oleh sebagian besar ahli arsitektur. Seorang arsitek dapat
menyiapakan rancang bangunan dengan mengetahui factor
fundamental seperti : (a) bangunan yang dibutuhkan. (b) lokasi
bangunan. (c) perkiraan biaya, tetapi sangat tidak menguntungkan jika
hal itu tidak didukung oleh pengetahuan meteorologi yang memadai.
Aspek estetika tentu tidak boleh diabaikan, tetapi dalam hal ini antara
seni dan meteorologi harus dipadukan. Idealnya seorang arsitek
sebaiknya mengetahui temperature udara, radiasi matahari,
kelembaban udara dan kecepatan angin, ditambah dengan pengetahuan
analisis frekuensi dan hubungan antar perubahan iklim tersebut.
6. Meteorologi kedokteran yaitu aplikasi meteorologi dalam bidang
kedokteran yang dikaitkan dengan kesehatan manusia. Hubungan iklim
dan penyakit sangat rumit. Kerjasama penelitian antara ahli
meteorologi dan ahli kedokteran sangat diperlukan untuk menentukan
peranan iklim sebagai penyebab penyakit khusus. Banyak penyakit
yang berkaitan dengan iklim atau musim tertentu, terutama dengan
temperatur dan kelembaban udara.
7. Aplikasi Meteorologi dalam bidang lain
a. Meteorologi lingkungan dan pencemaran udara studi pencemaran
udara memerlukan koordinasi berbagai disiplin ilmu. Cara zat
pencemaran udara memerlukan koordinasi berbagai disiplin ilmu.
Cara zat pencemar dari sumbernya masuk keatmosfer termasuk
bidang rekayasa. Bagaimana zat pencemar mempengaruhi makhluk
hidup termasuk bidang biologi dan kedokteran. Proses bagaimana
zat pencemar dari sumbernya sampai pada organisme dan struktur
termasuk bidang meteorologi. Konsentrasi zat pencemar di
atmosfer ditentukan oleh faktor meteorologist seperti stabilitas
udara, arah dan kecepatan angin, dan tinggi campuran.
b. Meteorologi modifikasi cuaca dapat diartikan sebagai awan secara
buatan atas usaha manusia
c. Meteorologi Maritim yaitu aplikasi meteorologi dalam bidang
maritim dan kelautan
d. Meteorologi Engenering yaitu aplikasi meteorologi dalam bidang
rekayasa atau teknik.
2. Arti dan Manfaat Klimatologi
Sebelum menjelaskan arti dan manfaat klimatologi akan lebih baik
apabila dijelaskan terlebih dahulu tentang cuaca dan iklim. Cuaca adalah
kondisi fisis udara sesaat pada suatu tempat dimuka bumi., sedangkan
iklim adalah kondisi fisis udara rata-rata pada suatu tempat dalam kurun
waktu tertentu (umumnya kurun waktu standar yang ditetapkan minimal
30 tahun).
Dari kedua defenisi ini jelas antara cuaca dan iklim, dimana cuaca
adalah bagian kondisi fisis udara sesaat tetapi iklim adalah adalah rata-rata
kondisi fisis udara dalam kurun waktu yang cukup panjang.
Sedangkan ilmu yang berkaitan dengan iklim adalah klimatologi, jadi
klimatologi sebenarnya adalah ilmu yang mempelajari kondis cuaca rata-
rata dalam suatu kurun waktu tertentu. Oleh sebab itu dalam kaitannya
dengan iklim terdapat istilah pada suatu tempat beriklim basah., sedang,
dan kering (melihat karakteristik tingkat kebasahannya yang berkaitan
dengan kondisi hujan yang akan turun) iklim tropik, sub tropik, dan kutub
(melihat posisi geografis) dan masih banyak lagi hal-hal dalam kaitannya
dengan kondisi fisis lainnya.
Klimatologi adalah alat untuk mempelajari kondisi fisis udara pada
suatu tempat misalnya curah hujan, suhu udara, angin yang tertiup, lama
penyuryaan, tekanan udara, penguapan udara dan kelengasan / kelembaban
udara. Dalam mempelajari kondisi iklim ini umumnya berkaitan dengan
pengumpulan data pengamatan dari stasiun cuaca yang dikumpulkan mula-
mula tiap-tiap jam, tiap-tiap hari, tiap-tiap bulan hingga tiap-tiap tahun.
Dengan mempelajari kondis iklim dari berbagai unsur cuaca tersebut,
maka kondisi karakteristik fisi udara pada suatu tempat akan dapat
diketahui.
Informasi iklim sangat berguna bagi kegiatan pembangunan mitigasi
bencana berupa informasi daerah potensi rawan banjir dan longsor dilihat
dari jumlah hujannya, prakiraaan untuk mengetahui debit air danau dan
sungai dalam hal ketersediaan air untuk pebangkit, informasi iklim untuk
perencanaan pola tanam dan ketahanan pangan, kebakaran hutan.
Informasi iklim juga berguna bagi bidang kesehatan dalam hal informasi
penyebaran penyakit pada musim tertentu, informasi iklim ini juga bisa
sebagai data dukung penulisan ilmiah bagi mahasiswa an peneliti.
3. Arti dan Kegunaan Prakiraan Cuaca
Sebagai telah didefenesikan bahwa cuaca merupakan kondisi udara
sesaat yan umumnya paling lama adalah satu hari , maka prakiraan cuaca
adalah suatu informasi kondisi udara yang akan terjadi untuk waktu yang
mendatang (hari mendatang dan paling lama 5 hari untuk daerah lintang
sedang dan 2 hari untuk daerah tropis). Sebagai bagian informasi kondisi
udara dalam kurun waktu yang pendek maka arti prakiraan cuaca sebagai
bahan untuk melihat kondisi udara dalam 2 hari mendatang dan yang
paling penting kondsii hari pertamanya, sedangkan hari kedua umumnya
ketepatan prakiraan akan semakin rendah. Faktor penentu kesalahan
terletak pada model penyusunan prakiraan cuaca itu sendiri.
Kegunaan prakiraan cuaca atau manfaat prakiraan cuaca umumnya
berkaitan dengan segala kegiatan operasional seperti pengangkutan barang
dalam suatu jarak tempuh harian, pemupukan tanaman atau pemetikan
hasil atau segala kegiatan manusia dalam jangka waktu yang sangat
pendek atau antisipasi akan munculnya kondisi cuaca jangka pendek dari
hasil kegiatan angin badai puting beliung, hujan badai (hujan dengan
intensitas tinggi), badai guntur, suhu tinggi yang kesemuanya akan
berdampak terhadap longsor, banjir dan kebakaran.
Sehingga arti dan kegunaan prakiraan cuaca umumnya akan
memberikan informasi kondisi udara untuk hari mendatang dan apabila
kita sudah mengetahui informasi tersebut akan lebih baik dipersiapkan
antisipasi untuk tidak menimbulkan kerugian moril maupun material yang
lebih tinggi. Pertanian umumnya akan sangat baik untuk mendukung
kegiatan penanaman tanaman baru, pemupukan, hasil panen,
pengangkutan barang dan bongkar muat barang. Untuk tranfortasi seperti,
jadwal penerbangan dan pelayaran dan aktifitas sehari-hari.

4. Pengertian Taman Meteorologi


Taman Meteorologi adalah tempat pengamatan cuaca harian berupa
lapangan dengan luas tertentu yang berisi alat-alat meteorologi untuk
pengamatan dan diambil datanya untuk diolah dan dikirim ke BMKG
Medan unruk dipergunakan dengan berbagai keperluan yang berhubungan
dengan cuaca seperti untuk penerbangan, pelayaran, kelautan, pertanian,
perikanan, dan ramalan cuaca harian. Pengambilan dilakukan 5 kali sehari
pagi siang dan sore, dengan mengamati datanya dan dikirim langsung
berdasarkan pengkodean melalui jasa satelit VSAT ke BMKG Medan
yang sering juga disebut SYNOP (Synoptic). Kajian ini dipakai untuk
meramalkan kondisi cuaca yang lalu dan sekarang. Alat-alat yang ada pada
taman meteorologi dan cara kerjanya adalah :
a. Pias Cambell Stokes
Alat ini digunakan untuk mengukur lamanya penyinaran matahari
(duration of sunshine) dalam kurun waktu sehari. Dinyatakan dalam satuan
jam sampai nilai persepuluhan atau bisa juga dalam persen (%).
Pengukuran lamanya penyinaran matahari bersinar terang / langsung yang
sampai kepermukaan bumi, dimulai terbitnya matahari terbenam.
Gambar 1. Cambell stokes (BMKG Padang Panjang. 2018)

1) Bagian-bagian dari Cambell stokes


 Bola gelas dengan jari-jari 10-15 cm yang merupakan lensa
cembung
 (Konvek) sehingga lensa ini bersifat mengumpulkan sinar
matahari yang datang, dan berkumpul menjadi suatu titik api
(focus)
 Mangkuk penompang bola gelasyang digunakan juga tempat
penyisipan pias sehingga berada dititik api lensa (focus)
 Pengatur letak pias, sehingga dapat disetel menurut lintang
setempat.
 Tiga buah sekrup yang terletak pada setiap kaki, digunakan
untuk menyetel alat agar kedudukannya horizontal.

Ada tiga macam pias yang digunakan selama satu tahun :

a. Pias Lengkung Panjang dipasang, antara tanggal 12 April s/d 2


september.

Gambar 1. 1. Pias Lengkung Panjang (BMKG Padang Panjang.


2018)
b. Pias Lurus dipasng antara tanggal 01 Maret s/d 11 April dan tanggal 03
September s/d 14 Oktober.

Gambar 1. 2. Pias Lurus (BMKG Padang Panjang. 2018)

c. Pias Lengkung Pendek, dipasang tanggal 15 Oktober s/d 29 februari

Gambar 1. 3. Pias Lengkung Pendek (BMKG Padang Panjang. 2018)

2) Prinsip kerja
Lamanya penyinaran matahari dicatat dengan cara memusatkan /
memfokuskan sinar yang datang tersebut tepat mengenai pias khusus yang
dibuat untuk alat tersebut dan akan meninggalkan jejak pias yang terbakar
selama sehari.
Jika matahari bersinar sepanjang hari mengenai alat ini maka akan
didapat jejak pias yang terbakar dan tidak terputus. Jika didapat jejak pias
yang terputus-putus pertanda sinar matahari tersebut terhalang oleh awan,
hujan dan sebab lainnya yang menghambat sinar matahari tersebut sampai
kealat ini.

3) Cara pembacaan pengamatan pias


Untuk menentukan lamanya penyinaran matahari dalam jam dan
persen ditempuh dengan petunjuk sebagai berikut :
Amati pias yang terbakar dari jam 06.00 s/d jam 18.00 setempat.
 Apabila pias terbakar penuh selama satu jam misal dari jam
06.00 s/d 07.00 maka diberi nilai 10. Apabila pias terbakar
separuh selama satu jam maka diberi nilai 5.
 Jumlah penyinara satu hari adalah jumlah pias yang terbakar
ari jam 06.00 s/d jam 18.00
 Rata-rata persen penyinaran matahari secara klimatologis
adalah pengamatan dari jam 08.00 sampai jam 16.00 waktu
setempat.
 Jejak pembakran harus sejajar dengan garis tengah pias.

4) Hasil Pembacaan Pias


Untuk pembacaan pias yang sudah terbakar digunakan mistar yang
khusus untuk membaca pias campblle stoke. Bila tidak ada mistar, di baca
dengan penglihatan biasa dengan teliti dan akurat.
b. Petunjuk Teknis Pembacaan Penakar Hujan

Gambar 2. Penakar Hujan (BMKG Padang Panjang. 2018)

Salah satu alat pengukur intensitas curah hujan type Hellman, dimana
type ini menggunakan jam khusus sebagai penentu waktu (menit, jam) dan
pias sebagai alat perekam intensitas curah hujan oleh pena berupa grafik
selama waktu 24 jam antara jam 07.00 s/d 07.00 hari berikutnya.

Pias yang digunakan adalah pias harian dengan type P.23 yang
dipasang setiap jam 07.00 pagi dan diangkat jam 07.00 hari berikutnya,
dan setelah diangkat harus dilengkapi dengan catatan tanggal saat
pengangkatan, nama stasiun.Adapun pias tersebut terdiri dari scala waktu
dan scala intensitas curah hujan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemasangan pias.

1. Jarum disetting tepat pada angka 0 dan 10. Mata pena harus disettel
tepat pada angka 0, jika pena akan turun secara otomatis jika curah
hujan mencapai 10 mm.
2. Tinta yang digunakan tinta standar yang bersifat higroskopis sehingga
jejak pena yang terekam pada Dias jelas dapat dibaca
c. Penguapan Panci Terbuka

Gambar 3. Panci Terbuka dan Hook Gauge (BMKG Padang Panjang.


2018)
Penguapan adalah peristiwa paubahannya air menjadi uap yang
bergerak dari permukaan tanah atau air ke udara. Untuk keperluan
klimatologi maka data penguapan perlu diamati dan dicatat.

 Sebagai alat pencatattan penguapan ( evaporimeter ) yang dipakai


Stasiun Geofisika Padang Panjang adalah Panci Penguapan type A.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan adalah suhu, kecepatan
angin, kelembaban udara, intensitas radiasi matahari. jenis permukaan
benda dan unsur yang terkandung didalamnya

Alat ini berbentuk panci bundar yang berdiameter 122 cm dan tinggi
25.4 m dan dilengkapi dengan peralatan :
 Hook Gauge yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi
permukaan air dalam panci (mm).
 Still Well yaitu suatu alat untuk meletakan Hook Gauge.
Floating thermometer berguna untuk mencatat suhu maximum dan
minimum air yang terjadi selama 24 jam. Panci penguapan ini diletakan
pada taman alat-alat dan pengamatan dilakukan satu kali sehari yaitu pada
jam 07.00 waktu setempat setelah panci diisi air.
Untuk mengetahui besar penguapan yang terjadi selama 24 jam ialah
dengan rumus untuk contoh sebagai berikut :
Penguapan = Beda Tinggi Air = Curah Hujan

d. Teknis Pengamatan Arah dan Kecepatan Angin


Arah dan kecepatan angin sangat penting diamati karena berguna bagi
kepentingan meteorologi dan klimatologi. Untuk kepentingan meteorologi
pengamatan dilakukan pada ketinggian 10 m diatas tanah ( permukaan
bumi ).
Untuk kepentingan klimatologi pengamatan dilakukan pada
ketinggian 2 m diatas permukaan bumi.
Sebagai alat pengukur arah dan kecepatan angin menggunakan
anemometar dan anemograf yang dipasang pada taman alat dan satuan dari
kecepatan angin adalah m/det atau krn/jam dan untuk arah angin ialah
derajat atau arah mata angin.
1. Teknis Pengamatan Cup Counter Anemometer ( 0.200 ).
Pengamatan arah dan kecepatan angin dilakukan dengan alat
anemometer setiap jam 07.00 waktu setempat.
2. Kecepatan angin
Untuk mendapat besar kecepatan angin rata-rata ( win run ) hari ini
adalah dengan cara besar pembacaan coumter (km) hari ini dikurang
besar pembacaan counter kemarin yang mana hasilnya dari km/Jam
diubah menjadi m/det.
3. Arah angin diamati dengn Win Vane yang ada pada anemometer
dengan
ketinggian 10 m, dimana alat ini bergerak menuruti darimana arah
angin ini bergerak menuruti darimana arah angin itu berhembus. Arah
angin dapat dinyatakan dengan mata angin atau dinyatakan dengan
derajat (00-3600) yang diukur dengan arah jarum jam dan dimulai dari
titik utara. Win Vane ini dihubungkan dengan recorder yang akan
merekam arah angin pada kertas pias. Juga dapat diketahui secara
manual dengan menggunakan scala beaufort.
e. Teknis Pengamatan Suhu Udara

Gambar 4. Sangkar Temperatur (BMKG Padang Panjang. 2018)

Untuk mengetahui keadaan suhu atau temperatur suatu benda atau


keadaan harus diukur atau diamati, sebagai alat pengukur suhu /
temperatur tersebut digunakan alat thermometer dan Thermohigrograph.
Dan sebagai ukuran atau satuan dari suhu / ternperatur adalah derajat
celcius (0C), d erajat Reamur (0F) dan derajat Kelvin (0K) dengan
perbandingan sebagai berikut :

t°C=(9/5t+32) °F=4/5t °R=(t+273)°K

t 0R = (5/4 t +32) °F=5/4t 0C=(5/4t+273)0K

t 0K = (9/5 t - 273) +32) 0


F= 4/5 ( t - 273) 0R= ( t-273 ) 0C

1) Thermometer.
Thermometer dibuat berbagai bentuk sesuai dengan kegunaanya
seperti :
a. Thermometer Udara ( bola basah dan bola kering)
Jenis thermometer ini digunakan untuk pengamatan suhu
udara yang ditempatkan vertical dalam sangkar meteorologi di
taman alat.
Thermometer Bola Kering digunakan untuk mengukur
suhu udara yang sebenamya,sedangkan Thermometer Bola Basah
digunakan untuk mengukur suhu udara jenuh oleh uap air. Melalui
pembacaan Thermometer bola kering dan Thermometer Bola
Basah, RH dapat hitung.

b. Thermometer Maximum dan Minimum.


Thermometer Maximum seperti Thermometer bola kering
yang pipa kapilemya ada celah yang sempit yang berguna apabila
suhu udara turun maka permukaan air raksa dalam pipa kapiler
tetap karena terjadi pemutusan air raksa pada celah sempit dalam
pipa kapiler, sehingga ujung kolom air raksa
menunjukan suhu udara maximum yang pemah dicapai dalam 24
jam yang lalu.
Pengamatan thermometer maximum ini dilakukan l kali
sehari pada jam 18.00 waktu setempat dan suhu maximum hanya
terjadi satu kali dalam sehari sekitar jam 12.00 - 14.00 GMT.
Setelah diamati maka thermometer dikembalikan pada
posisi awal setelah diayunkan 2 kali dengan memegang ujung
thermometer. Bentuk thermometer ini dapat dilihat pada gambar
diatas.
Themometer Minimum dipergunakan untuk mengukur suhu
udara terendah yang terjadi selama 24 jam. Thermometer ini berisi
alkohol karena alkohol mempunyai titik beku yang rendah ( -97 °C
), didalam kolom alkohol ini memuai dan indeks tetap pada
tempatnya. Dan ujung teratas indeks yang merupakan suhu
minimum dalam sehari.
2) Nisbi
Nisbi Adalah perbandingan massa uap air yang ada didalam satuan
volume udara dengan massa uap air yang diperlukan untuk
menjenuhkan satu satuan volume udara itu pada suhu yang sama.

f. Barometer Digital

Gambar 5. Barometer Digital (BMKG Padang Panjang. 2018)

Barometer merupakan alat yang digunakan untuk menentukan nilai


tekanan udara di permukaan bumi dengan satuan milihar (mb).
Barometer telah lama digunakan untuk mengukur pola cuaca. Tekanan
udara dari tinggi dan rendah yang bergerak di seluruh dunia berguna
dalam menentukan atau memprediksi seperti apakah cuaca pada waktu
tertentu dan pada tanggal tertentu. Hal tersebut merupakan penggunaan
yang paling dasar dari barometer, perangkat ini juga membantu
menentukan apakah akan panas atau dingin, atau menentukan surah
hujan pada setiap tanggal tertentu.
Modern ini, stasiun cuaca tidak lagi menggunakan barometer
konvensional seperti barometer air atau raksa. Hal ini dikarenakan
untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, efektif serta efisien
dipergunakanlah barometer digital.
Prinsip Kerja

Meskipun tampak sederhana dengan manfaatnya yang luar bisa,


untuk menciptakan barometer tak semudah dibayangkan. Prosesnya
panjang hingga mencapai paripurna dalam keakuratan mengukur
tekanan udara dan prakiraan cuaca.
Bagan barometer raksa
Terlebih prinsip kerja dari barometer raksa mengacu pada konsep
fisika tentang fluida terutama bersangkutan dengan tekanan, hukum
kontinuitas dan manometer.
Sebuah barometer raksa memiliki tabung kaca dengan ketinggian
minimal 84 cm, ditutup pada salah satu ujungnya, dengan reservoir
merkuri mengisi penuh, dan terbuka di pangkalnya. Berat merkuri
menciptakan vakum di bagian atas tabung. Merkuri dalam tabung
menyesuaikan sampai berat merkuri dalam kolom tabung
menghasilkan tekanan atmosfer bekerja pada reservoir.Barometer
bekerja dengan menyeimbangkan berat merkuri dalam tabung gelas
terhadap tekanan atmosfer sama seperti satu set timbangan. Jika berat
merkuri kurang dari tekanan atmosfer, tingkat merkuri dalam tabung
gelas naik. Jika berat merkuri lebih dari tekanan atmosfer, tingkat
merkuri jatuh/turun.
Tekanan atmosfer pada dasarnya adalah berat udara di atmosfer di
atas reservoir, sehingga tingkat merkuri terus berubah sampai berat
merkuri dalam tabung gelas persis sama dengan berat udara di atas
reservoir.
Torricelli mencatat bahwa ketinggian air raksa dalam barometer
berubah sedikit setiap hari dan menyimpulkan bahwa ini dikarenakan
terjadi perubahan tekanan di atmosfer.
Desain barometer merkuri yang menimbulkan ekspresi tekanan
atmosfir dalam inci atau milimeter atau kaki: tekanan dikutip tingkat
tinggi merkuri dalam kolom vertikal. Biasanya, tekanan atmosfer
diukur antara 26,5-31,5 inci Hg. Prinsipnya tekanan atmosfer normal
(1 atm) adalah setara dengan 760 milimeter air raksa.
5. Prosedur Pengambilan Data Cuaca (SYNOP)
a. Pada waktu serah terima dari dinas operasional sebelumnya, cek
semua peralatan dan tanda tangani log book. Jika ada peralatan
yang dalam kondisi rusak maka pengamatan alternatif dengan
visual dan manual, sedangkan peralatan yang rusak dilaporkan
kepada atasan langsung pada kesempatan pertama.
b. Pengamatan tepat pada minus 10 jam pengamatan lakukan
langkah-langkah sebagai berikut :
1. Amati keadaan cuaca / present weather (Lihat intruksi :
Met/108/kode synop/2000).
2. Amati Visibility / RVR (yang ada sarana).
3. Baca Thermometer BK / BB
4. Baca Thermometer Minimum (setting pada jam 00.00 utc)
5. Baca Thermometer maximum (setting pada jam 12.00)
6. Amati panci penguapan
7. Ganti pias Hellman / normalkan kembali jarum jam pada titik
nol
8. Ganti pias Camble stokes (jam : 12.00 Z)
9. Baca anemometer / skala beaufort
10. Keadaan cuaca agar lebih besar sandinya lebih dahulu
dicantumkan
11. Buat Speci jika terjadi perubahan cuaca yang bermakna diluar
jam-jam pengamatan antara lain jika terjadi hujan, dan
perubahan angin lebih dari 20 Knot
12. Perhatikan pengisian pengenal data hujan dilaporkan pada 2
seksi atau 1 seksi saja. Minsalnya : hujan 3 jam yang lalu dan
hujan 6 jam yang lalu. Khususnya jam-jampenting dilaporkan
pada seksi 6
13. Perhatikan pengisian data jumlah curah hujan apakah jumlah
curah hujan tersebut untuk 6 jam yang lalu atau 3 jam yang
lalu, dan disesuaikan dengan sandi pengenal data hujannya.
14. Perhatikan jenis awan yang berpengaruh dan penyandian
banyak jenis dan tinggi awan
15. Baca Barometer / Barograph
16. Disandi keseluruhan unsur-unsur diatas kedalam buku synop
17. Cek kembali berita synop yang telah disandi
18. Chek waktu pengiriman tepat pada jam pengiriman synop. Dan
harus dikirimkan ke SCC dan BMKG wilayah I Medan
19. Sis log book untuk menyerahkan tugas operasional pada
petugas berikutnya
20. Log book synop yang sudah di isi disalin pada bbuku log book
klimatologi
21. Kirimkan data klimatologi ke BMKG wilayah I pada tanggal 2
berikutnya
22. Petugas teknik mesin listrik (genset) harus dinas stand by
selama 24 jam untuk menjaga bila terjadi gangguan aliran
listrik dari PLN, karena sering menjadi alsan kendala dalam
pengiriman data ke SCC dan RCC BMKG wilayah I Medan.

Pengamatan

ME48 via
Pengolahan
megasoft Waktu Pengamatan

07.00 ; 10.00 ;
Pengesahan 13.00 ; 16.00 ;
19.00 (WIB)
Cmss 172.19.1.1

Gambar 6. Skema Pengamatan Synop (BMKG Padang Panjang,


2018)
c. Pengolahan data
Tabel penguapan
 Hitung beda ketinggian menggunakan rumus yang ada
pada teori dasar
 Hitung jumlah penguapan menggunakan rumus pada teori
dasar

Tabel Camble Stock

 Lama penyinaran adalah (jumlah semua pias yang terbaca)


/ 10 (1 jam = 10 )
 Hitung total dengan cara (jumlah pias yang terbaca dari
jam 08.00 sampai jam 16.00) / 8
 Hitung rata-rata menggunakan cara (jumlah pias yang
terbaca dari jam 08.00 sampai jam 16.00) / 8 x 100.
Hasilnya dalam persen

Tabel Temperatur

 Hitung rata-rata dengan rumus (jumlah suhu yang terbaca


pada setiap jam pengamatan) / 3
 Isi tabel pembacaan peristiwa cuaca khusus (lihat tabel)

Tabel Nisbi

 Berdasarkan BB BK pada tiap-tiap jam pengamatan cari


nisbi (lihat tabel nisbi)
 Hitung rata-rata menggunakan rumus (yang terbaca pada
jam pengamatan / 3)
6. Hasil dan Pembahasan

GRAFIK TEMPERATUR
PERIODE DESEMBER 2017
30.0
25.0
Temperatur ◦C

20.0 TEMPERATUR °C
Rata-rata
15.0
10.0 TEMPERATUR °C
5.0 maximum
0.0 TEMPERATUR °C
1 3 5 7 9 1113151719212325272931 minimum
Tanggal

Grafik 1. Temperatur Periode Desember 2017

Temperatur Rata-Rata pada bulan Desember 2017 mencapai 21.8 0C.


Untuk Temperatur Maksimum mencapai 27.8 0C yang terjadi pada tanggal
0
19 Desember 2017 dan Temperatur Maksimum Rata-rata mencapai 26.0
C .Sedangkan Temperatur Minimum 17.4 0C yang terjadi pada tanggal 12
dan 18 Desembar 2017 dan Temperatur Minimum Rata-rata 19.4 0C.

Kelembapan Rata-Rata/Hari %
120
100
Kelembaban %

80
60
40 Kelembapan Rata-
20 Rata/Hari %
0
1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31
Tanggal

Grafik 2.Kelembapan Rata-rata periode Desember 2017


Kelembaban Rata-rata yang terukur pada bulan Desember 2017
mencapai 89.9 %. Kelembaban Rata-rata Maximum yang terjadi mencapai
98.0 % pada tanggal 3 Desember 2017 sedangkan Kelembaban Rata-rata
Minimum yang terjadi hingga 82.0 % pada tanggal 11 dan 12 Desember
2017.

Tekanan Rata-Rata/Hari mb
934.0
933.0
932.0
Tekanan (mb)

931.0
930.0
929.0 Tekanan Rata-
Rata/Hari mb
928.0
927.0
926.0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31
Tanggal

Grafik 3. Tekanan Rata-rata pada Desember 2017


Tekanan Rata-rata yang terukur pada bulan Desember 2017 mencapai
930.7 mb.Tekanan Rata-rata Maximum yang terjadi mencapai 933.1 mb
pada tanggal 9 Desember 2017 sedangkan Tekanan Rata-rata Minimum
yang terjadi hingga 928.4 mb pada tanggal 1 Desember 2017.

Kec. Angin Rata-rata


10
9
8
Kecepatan m/s

7
6
5
4 Kec. Rata-rata
3
2
1
0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31
Tanggal

Grafik 4. Kecepatan angin rata-rata periode desember 2017


Kecepatan Angin Rata-rata yang terukur pada bulan Desember 2017
mencapai 4.8 m/s. Kecepatan Angin Rata-rata Maximum yang terjadi
mencapai 9 m/s pada tanggal 3 dan 26 Desember 2017 sedangkan
Kecepatan Angin Rata-rata Minimum yang terjadi hingga 2 m/s pada
tanggal 9,15 dan 16 Desember 2017.

Curah Hujan Rata-Rata/Hari (mm)


140.0
120.0
Curah Hujam

100.0
80.0
60.0 Curah Hujan Rata-
40.0 Rata/Hari (mm)
20.0
0.0
1 3 5 7 9 1113151719212325272931
Tanggal

Grafik 5. Curah hujan rata-rata periode Desember 2017


Curah Hujan Rata-rata yang terukur pada bulan Desember 2017
mencapai 21.5 mm. Curah Hujan Rata-rata Maximum yang terjadi
mencapai 122.0 mm pada tanggal 22 Desember 2017 sedangkan Curah
Hujan Rata-rata Minimum yang terjadi hingga 1 mm pada tanggal 9
Desember 2017.

Penyinaran /Hari (%)


8.0
Intensitas %

6.0
4.0
Penyinaran /Hari
2.0
(%)
0.0
1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31
Tanggal

Grafik 6. Penyinaran Matahari periode Desember 2017


Penyinaran Matahari yang terukur pada bulan Desember 2017
mencapai 2.4 mm. Penyinaran Matahari Maximum yang terjadi mencapai
7.0 mm pada tanggal 13 Desember 2017 sedangkan Penyinaran Matahari
Minimum yang terjadi hingga 0.4 mm pada tanggal 2 dan 29 Desember
2017.

Penguapan /Hari (mm)


30.00

25.00
Penguapan (mm)

20.00

15.00
Penguapan /Hari
10.00 (mm)
5.00

0.00
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31
Tanggal

Grafik 7. Penguapan Air pada periode Desember 2017


Penguapan yang terukur pada bulan Desember 2017 mencapai 3.92
mm. Penguapan Maximum yang terjadi mencapai 28.04 mm pada tanggal
1 Desember 2017 sedangkan Penguapan Minimum yang terjadi hingga
0.30 mm pada tanggal 15 Desember 2017.