Vous êtes sur la page 1sur 15

APGAR SCORE

2.1. PENGERTIAN APGAR


Apgar score adalah suatu metode penilaian yang digunakan untuk mengkaji
kesehatan neonatus dalam menit pertama setelah lahir sampai 5 menit setelah lahir ,
serta dapat diulang pada menit ke 10 – 15 . Nilai apgar merupakan standart evaluasi
neonatus dan dapat dijadikan sebagai data dasar untuk evaluasi di kemudian hari .
(Adelle , 2002) .
Kata APGAR dipublikasikan pertama kali pada tahun 1952 . Lalu tahun
1962 , Joseph membuat akronim dari kata APGAR tersebut , yaitu Appearance (colour
= warna kulit) , Pulse (heart rate = denyut nadi) , Grimace (refleks terhadap
rangsangan) , Activity (tonus otot) , dan Respiration (usaha bernapas) .
(Sujiyatini , 2011) .

2.2. TUJUAN DILAKUKANNYA APGAR


Hal yang penting diketahui , bahwa penilaian skor ini dibuat untuk menolong
tenaga kesehatan dalam mengkaji kondisi bayi baru lahir secara umum dan
memutuskan untuk melakukan tindakan darurat atau tidak . Penilaian ini bukan sebagai
prediksi terhadap kesehatan bayi atau intelegensi bayi dimasa mendatang . Beberapa
bayi dapat mencapai angka 10 , dan tidak jarang , bayi yang sehat mempunyai skor
yang lebih rendah dari biasanya , terutama pada menit pertama saat baru lahir . Sampai
saat ini , skor apgar masih tetap digunakan , karena , selain ketepatannya , juga karena
cara penerapannya yang sederhana , cepat , dan ringkas . Dan yang terpenting dalam
penentuan skor apgar ini adalah untuk menetukan bayi tersebut asfiksia atau tidak .
(Sujiyatini , 2011) .

2.1. KRITERIA
Lima kriteria Skor Apgar :
Kriteria Nilai 0 Nilai 1 Nilai 2

Appearance seluruhnya biru warna kulit tubuh warna kulit tubuh ,


(warna atau pucat normal merah muda , tangan , dan kaki
kulit) tetapi kepala dan normal merah muda ,
ekstermitas kebiruan tidak ada sianosis
(akrosianosis)
Pulse tidak teraba <100 kali/menit >100 kali/menit
(denyut
jantung)

Grimace tidak ada meringis/menangis meringis/bersin/batuk


(respons respons terhadap lemah ketika di saat stimulasi saluran
refleks) stimulasi stimulasi napas

Activity lemah/tidak ada sedikit gerakan bergerak aktif


(tonus otot)

Respiration tidak ada Lemah, tidak teratur menangis kuat,


(pernapasa pernapasan baik dan
n) teratur

2.1. CARA PENILAIAN APGAR


Skor Apgar dinilai pada menit pertama , menit kelima , dan menit kesepuluh setelah
bayi lahir , untuk mengetahui perkembangan keadaan bayi tersebut . Namun dalam
situasi tertentu , Skor Apgar juga dinilai pada menit ke 10 , 15 , dan 20 , hingga total
skor 10 . (Sujiyatini , 2011).

1. Appearance (warna kulit) :


Menilai kulit bayi . Nilai 2 jika warna kulit seluruh tubuh bayi kemerahan , nilai 1 jika kulit
bayi pucat pada bagian ekstremitas , dan nilai 0 jika kulit bayi pucat pada seluruh badan
(Biru atau putih semua) .
2. Pulse (denyut jantung) :
Untuk mengetahui denyut jantung bayi , dapat dilakukan dengan meraba bagian atas
dada bayi di bagian apeks dengan dua jari atau dengan meletakkan stetoskop pada
dada bayi . Denyut jantung dihitung dalam satu menit , caranya dihitung 15 detik , lalu
hasilnya dikalikan 4 , sehingga didapat hasil total dalam 60 detik . Jantung yang sehat
akan berdenyut di atas 100 kali per menit dan diberi nilai 2 . Nilai 1 diberikan pada bayi
yang frekuensi denyut jantungnya di bawah 100 kali per menit . Sementara bila denyut
jantung tak terdeteksi sama sekali maka nilainya 0 .
3. Grimace (respon reflek) :
Ketika selang suction dimasukkan ke dalam lubang hidung bayi untuk membersihkan
jalan nafasnya , akan terlihat bagaimana reaksi bayi . Jika ia menarik , batuk , ataupun
bersin saat di stimulasi , itu pertanda responnya terhadap rangsangan bagus dan
mendapat nilai 2 . Tapi jika bayi hanya meringis ketika di stimulasi , itu berarti hanya
mendapat nilai 1 . Dan jika bayi tidak ada respon terhadap stimulasi maka diberi nilai 0 .
4. Activity (tonus otot) :
Hal ini dinilai dari gerakan bayi . Bila bayi menggerakkan kedua tangan dan kakinya
secara aktif dan spontan begitu lahir , artinya tonus ototnya bagus dan diberi nilai 2 .
Tapi jika bayi dirangsang ekstermitasnya ditekuk , nilainya hanya 1 . Bayi yang lahir
dalam keadaan lunglai atau terkulai dinilai 0 .
5. Respiration (pernapasan) :
Kemampuan bayi bernafas dinilai dengan mendengarkan tangis bayi . Jika ia langsung
menangis dengan kuat begitu lahir , itu tandanya paru-paru bayi telah matang dan
mampu beradaptasi dengan baik . Berarti nilainya 2 . Sedangkan bayi yang hanya
merintih rintih , nilainya 1 . Nilai 0 diberikan pada bayi yang terlahir tanpa tangis (diam) .
Dan kriteria keberhasilannya adalah sebagai berikut :
1. Hasil skor 7-10 pada menit pertama menunjukan bahwa bayi berada dalam kondisi
baik atau dinyatakan bayi normal.
2. Hasil skor 4-6 dinyatakan bayi asfiksia ringan sedang , sehingga memerlukan
bersihan jalan napas dengan resusitasi dan pemberian oksigen tambahan sampai bayi
dapat bernafas normal .
3. Hasil skor 0-3 dinyatakan bayi asfiksia berat , sehingga memerlukan resusitasi
segera secara aktif dan pemberian oksigen secara terkendali .
2.2. PENATALAKSANAAN PADA BAYI BARU LAHIR
1. Asfiksia berat (nilai APGAR 0-3) :
- Kolaborasi dalam pemberian suction .
- Kolaborasi dalam pemberian O2 .
- Berikan kehangatan pada bayi .
- Observasi denyut jantung , warna kulit , respirasi .
- Berikan injeksi vit K , bila ada indikasi perdarahan .
2. Asfiksia ringan sedang (nilai APGAR 4-6) :
- Kolaborasi dalam pemberian suction .
- Kolaborasi dalam pemberian O2 .
- Observasi respirasi bayi .
- Beri kehangatan pada bayi .
2. Bayi normal (nilai APGAR 7-10) :
- Berikan kehangatan pada bayi .
- Observasi denyut jantung , warna kulit , serta respirasi pada menit selanjutnya
sampai nilai Apgar menjadi 10 .
Pengertian apgar score adalah suatu metode sederhana yang digunakan untuk
menilai keadaan umum bayi sesaat setelah kelahiran (Prawirohardjo: 2002).

Penilaian apgar score perlu untuk mengetahui apakah bayi menderita asfiksia
atau tidak. Yang dinilai adalah frekuensi jantung (Heart rate), usaha nafas (respiratory
effort), tonus otot (muscle tone), warna kulit (colour) dan reaksi terhadap rangsang
(respon to stimuli) yaitu dengan memasukkam kateter ke lubang hidung setelah jalan
nafas dibersihkan (Prawirohardjo: 2002).

Setiap penilaian apgar score diberi angka 0,1,2. Dari hasil penilaian tersebut
dapat diketahui apakah bayi normal (vigorous baby = nilai apgar 7-10), asfiksia ringan
(nilai apgar 4-6), asfiksia berat (nilai apgar 0-3) (Prawirohardjo: 2002).

Setelah bayi lahir kita harus menentukan apgar score padamenit pertama dan
menit kelima.

Ada 5 tanda yang perlu di perhatikan dan masing masing di beri nilai 0, 1 dan 2. Cara
penilaian apgar score:

1. A = Appereance (warna kulit) Seluruh tubuh putih (pucat)/biru Badan merah, kaki
tangan biru Seluruh tubuh kemerah-merahan
2. P = Pulse (detak jantung) Tidak ada < 100/menit >100 /menit
3. G = Grimace (reflek di rangsangan) Tidak ada Sedikit gerakan menyeringai
Bersin / menangis
4. A = activity (tonus otot) Lemah lunglai Ektremitas sedikit flixi Gerakan aktif
ekstermitas, flexi
5. R = respiratory (usaha nafas) Tidak ada Lemah / lambat tidak teratur Baik,
menangis kuat.

Dari 5 tanda tersebut detak jantung merupakan yang paling penting sebab
penting frekuensi jantung menandakan prognosis yang peka, keadaan memburuk jika
frekuensi jantung melemah, meskipun paru telah berkembang.
Derajat nilai maksimal apgar score yaitu 10:

1. 7 - 10 = bayi normal
2. 4 - 6 = bayi asfiksia
3. 0 - 3 = bayi aspiksia berat

Penilaian APGAR Score

Penilaian APGAR Score

APGAR Skor merupakan pemeriksaan pada bayi ketika baru lahir,yang


dilakukan masih dikamar bersalin. Pemeriksan ini secara cpat akan mengevaluasi
keadaan fisikb bayi baru lahir dan sekaligus mengenali ada tanda – tanda darurat yang
memerlukan dilakukannya tindakan segera paa bayi baru lahir.

Tes ini biasanya diberikan pada bayi sebanyak dua kali : pada menit pertama
setelah bayi lahir dan dilakukan kembali pada menit ke-5 setelah bayi lahir. Ketika
penilaian bayi pada menit pertama dan ke-2 memiliki hasil yang rendah,maka penilaian
akan dilakukan lagi pada menit ke-10,namun hal ini jarang terjadi.

Pemeriksaan APGAR ini bertujuan menilai kemampuan laju jantung,


kemampuan bernapas,kekuatan tonus otot (lemah atau aktif), kemampuan refieks dan
warna kulit (kemerahan atau biru).

Cara:

1. Lakukan penilaian Apgar score dengan cara jumlahkan hasil penilaian tanda,
seperti laju jantung, kemampuan bernapas, kekuatan tonus otot, kemampuan
refleks dan warna kulit.
2. Tentukan hasil penilaian, sebagai berikut:

a. Adaptasi baik (bayi normal) : skor 7 – 10


b. Asfiksia ringan - sedang : skor 4 – 6
c. Asfiksia berat : skor 0 – 3

Interpretasi skor
Tes ini umumnya dilakukan pada waktu satu dan lima menit setelah kelahiran, dan
dapat diulangi jika skor masih rendah.

Jumlah skor Interpretasi Catatan


7-10 Bayi normal

Memerlukan tindakan medis segera seperti penyedotan


4-6 Agak rendah lendir yang menyumbat jalan napas, atau pemberian
oksigen untuk membantu bernapas.

0-3 Sangat rendah Memerlukan tindakan medis yang lebih intensif

Jumlah skor rendah pada tes menit pertama dapat menunjukkan bahwa bayi
yang baru lahir ini membutuhkan perhatian medis lebih lanjut tetapi belum tentu
mengindikasikan akan terjadi masalah jangka panjang, khususnya jika terdapat
peningkatan skor pada tes menit kelima. Jika skor Apgar tetap dibawah 3 dalam tes
berikutnya (10, 15, atau 30 menit), maka ada risiko bahwa anak tersebut dapat
mengalami kerusakan syaraf jangka panjang. Juga ada risiko kecil tapi signifikan akan
kerusakan otak. Namun demikian, tujuan tes Apgar adalah untuk menentukan dengan
cepat apakah bayi yang baru lahir tersebut membutuhkan penanganan medis segera;
dan tidak didisain untuk memberikan prediksi jangka panjang akan kesehatan bayi
tersebut.

Tabel nilai APGAR

Skor 0 1 2 Angka

A : Appearance warna Normal,Badan Warna kulit normal ……


color (warna kulit) pucat merah,(ektremitas (marata diseluruh
diseluruh pucat) tubuh) kemerah –
tubuh merahan
atau
kebiru-
biruan

P : Pulse (heart Tidak Dibawah 100 Normal (Diatas ……


rate) ada X/menit 100 X/menit)

G : Grimace (reaksi Tidak Sedikit gerakan Menangis,batuk/ ……


terhadap ada mimic (perubahan bersin
rangsangan) respon mimik wajah
sama hanya ketika
sekali dirangsang)

A : Activity (tonus Tidak Ekstremitas Gerakan aktif, ……


otot) ada dalam keadaan pergerakan
gerakan fleksi dan sedikit
sama pergerakan spontan
sekali

R : Respiration Tidak Lemah,tidak Normal,tanpa ……


(usaha nafas) ada teratur dan usaha bernafas
menangis pelan yang
berlebih,Menangis
kuat

Jumlah ……

Ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab nilai APGAR yang rendah pada bayi
baru lahir, di antaranya adalah:

 Persalinan yang terlalu cepat. Hipoksia (kekurangan oksigen) dapat terjadi


pada persalinan yang terlalu cepat oleh karena kontraksi yang terlalu kuat atau
trauma pada kepala bayi.
 Terjerat tali pusat. Umum dikenal dengan “nuchal cord”, di mana tali pusat
(plasenta/ari-ari) melilit pada leher janin (baik sekali waktu atau beberapa kali)
dan mengganggu aliran darah, maka hipoksia bisa terjadi karena lilitan ini.
 Prolaps tali pusat. Kondisi yang terjadi ketika tali pusat mendahului fetus keluar
dari rahim. Kondisi ini adalah kedarutan obstetri yang membahayakan kehidupan
janin. Namun prolaps tali pusat adalah kasus yang jarang. Ketika fetus juga akan
ikut lahir, sering kali menekan tali pusat dan menimbulkan hipoksia.
 Plasenta previa (placenta preavia). Merupakan kondisi kelainan obstretri di
mana tali pusat terhubung pada dinding rahim yang letaknya dekat atau menutup
leher rahim. Hal ini meningkatkan risiko perdarahan antepartum (vaginal), yang
berujung juga pada hipoksia bagi janin.
 Aspirasi mekonium. Jika mekonium di ada dalam paru-paru fetus, maka bisa
terjadi permasalahan pernapasan. Hal ini dikenal juga sebagai “Sindrom Aspirasi
Mekonium”.
 Beberapa sebab lain bisa berupa obat-obatan yang dikonsumsi ibu sebelum per-
salinan, dan bayi preterm (prematur).

Reflek reflek pada bayi setelah lahir,antara lain :


Refleks penting pada bayi baru lahir adalah refleks Moro, refleks mencucur dan
refleks menghisap:

· Refleks Moro : bila bayi baru lahir dikejutkan, tangan dan kakinya akan terentang ke
depan tubuhnya seperti mencari pegangan, dengan jari-jari terbuka.

· Refleks Mencucur : bila salah satu sudut mulut bayi disentuh, bayi akan
memalingkan kepalanya ke sisi tersebut. Refleks ini membantu bayi baru lahir untuk
menemukan putting.
· Refleks Menghisap : bila suatu benda diletakkan dalam mulut bayi, maka bayi akan
segera menghisapnya.

6 refleks yang wajib ada

Namun sebenarnya ada 6 refleks penting yang harus dmiliki setiap bayi yang baru
lahir,yaitu :
* Refleks melangkah
Bila tubuh bayi dipegang pada bagian bawah ketiaknya dalam posisi tegak (pastikan
kepalanya tertopang dengan baik!), lalu kakinya menyentuh bidang yang datar, secara
otomatis si kecil akan meluruskan tungkainya seolah-olah hendak berdiri. Begitu
tubuhnya dimiringkan ke depan, kakinya akan bergerak seakan-akan ingin melangkah.
* Refleks mencari puting (rooting)
Begitu sudut bibir dan pipi bayi disentuh dengan tangan Anda, si kecil akan langsung
memiringkan kepalanya ke arah datangnya sentuhan dengan mulut yang membuka.
Catatan: Bila pipinya bersentuhan dengan payudara Anda, ia akan langsung
memiringkan kepalanya dan mengarahkan mulutnya untuk mendapat ASI.
* Refleks menghisap
Bila bibirnya disentuh dengan ujung jari Anda, secara otomatis bayi akan membuka
mulutnya dan mulai menghisap.
Catatan: Ketika puting susu masuk ke dalam mulutnya, ia akan langsung menghisap
ASI.
* Refleks menggenggam (babinski)
Kalau jari Anda diletakkan di tengah telapak tangan atau di bawah jari kakinya, secara
otomatis ia akan menekuk dan mengerutkan jari-jarinya seolah-olah ingin
menggenggam atau menjepit dengan erat.
* Refleks moro
Bila Anda memukul keras-keras atau menarik alas tidurnya serta mengangkat dan
menurunkan tubuhnya secara mendadak, maka kedua tangan serta kakinya akan
merentang dan menutup lagi. Bersamaan dengan itu, jemarinya pun menggenggam.
* Refleks leher asimetrik tonik
Refleks ini memang agak sulit terlihat. Meski begitu, bisa Anda amati. Caranya?
Baringkan si kecil, lalu miringkan kepalanya ke kiri misalnya. Nah, tangan kiri bayi Anda
akan segera merentang lurus ke luar, sedangkan tangan kanannya akan menekuk ke
arah kepalanya.
Catatan: Refleks ini paling jelas terlihat saat si kecil berusia 2 bulan, namun akan
menghilang saat usianya 5 bulan.

C. Reflek – Reflek Fisiologis


1. Mata
a. Berkedip atau reflek corneal
Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada pandel atau
obyek kearah kornea, harus menetapkan sepanjang hidup, jika tidak ada maka
menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial.
b. Pupil
Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya, reflek ini harus sepanjang hidup.
c. Glabela
Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata
menutup dengan rapat.
2. Mulut dan tenggorokan
a. Menghisap
Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon
terhadap rangsangan, reflek ini harus tetap ada selama masa bayi, bahkan tanpa
rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur.
b. Muntah
Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, hisapan atau masuknya selang harus
menyebabkan bayi mengalami reflek muntah, reflek ini harus menetap sepanjang
hidup.
c. Rooting
Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi
membalikkan kepala kearah sisi tersebut dan mulai menghisap, harus hilang pada usia
kira – kira 3 -4 bulan
d. Menguap
Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan jumlah udara
inspirasi, harus menetap sepanjang hidup
e.Ekstrusi
Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus
menghilang pada usia 4 bulan
f.Batuk
Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk, reflek ini harus terus ada
sepanjang hidup, biasanya ada setelah hari pertama lahir
3. Ekstrimitas
a. Menggenggam
Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar kaki menyebabkan fleksi
tangan dan jari
b. Babinski
Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas dari tumit dan menyilang bantalan kaki
menyebabkan jari kaki hiperektensi dan haluks dorso fleksi
c. Masa tubuh
(1). Reflek moro
Kejutan atau perubahan tiba – tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan
abduksi ekstrimitas yang tiba –tiba serta mengisap jari dengan jari telunjuk dan ibu jari
membentuk “C” diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstrimitas, kaki dapat fleksi dengan
lemah.
(2). Startle
Suara keras yang tiba – tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan
tetap tergenggam
(3). Tonik leher
Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi, lengan dan kakinya akan
berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi.
(3). Neck – righting
Jika bayi terlentang, kepala dipalingkan ke salah satu sisi, bahu dan batang tubuh
membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis
(4) Inkurvasi batang tubuh (gallant)
Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul
bergerak kea rah sisi yang terstimulasi
ejala
KlinisT A M P
I L A N
0 1 2 N
I L A I A A p p
e a r a n c e
W a r n a k u l i t P u c a t Badan
merahekstremitaskebiruanSeluruh tubuhkemerahan
P P u l s e
D e n y u t j a n t u n g T i d a k
a d a < 1 0 0 > 1 0 0
G G r i m a c e
Reaksi terhadaprangsanganT i d a k a d a M e n y e r i n g a i B e r s i n
/ b a t u k
A A c t i v i t y
K o n t r a k s i o t o t T i d a k a d a Ekstremitassedikit fleksiGerakan
aktif
R R e s p i r a t i o n
Pernafasan Tidak adaLemah /tidak teratur Menangis kuatJumlah
NilaiAPGAR Kerangan :0 – 3 : Asfiksia berat4 – 6 : Asfiksia sedang7 – 10 : Asfiksia
ringan / Normal Nilai APGAR Nilai apgar bukan hanya dipakai untuk menentukan
kapan kita memulaitindakan tetapi lebih banyak kaitannya dalam memantau
kondisi bayi dari waktu ke waktu. Apabila ternyata terjadi penyulit atau gangguan
kondisi vital pada bayi barulahir, maka nilai tampilan dari tiap -tiap menit
kehidupan bayi, dapat dijadikan tolak ukur perkembangan kondisi vital bayi,
dapat dijadikan tolak ukur perkembangan kondisi vital bayi baru lahir sebagai
berikut

Bagaimana kondisi bayi sesaat setelah lahir, menit pertama, menit kelima
dan pada menit-menit selanjutnya?

Apakah kondisi bayi lebih baik pada lima menit pertama atau malah
memburuk, jika dibandingkan dengan menit pertama lahirnya.
1.5.Penatalaksanaan
Apgar score menit 1 : 0 – 31. Memperbaiki Ventilasi paru-paru dengan
memberikan Oksigen secaralangsung dan berulang-ulang.2 . M e l a k u k a n
i n t u b a s i E n d o t r a k c a l d a n s e t e l a h k a t e t e r d i m a s u k k a n k e d a l a m trakua,
O
2
diberikan dengan tekanan tidak lebih dari 30 ml air.3 . M a s s a g e j a n t u n g
d i k e r j a k a n d e n g a n m e l a k u k a n p e n e k a n a n d i a t a s t u l a n g dada
secara teratur 80 – 100 x/menit.Apgar score menit 1 : 4 – 61.Melakukan stimulasi
untuk menimbulkan reflek pernafasan.2 . V e n t i l a s i d a p a t d i k e r j a k a n
d e n g a n c a r a v e n t i l a s i m u l u t k e m u l u t a t a u Ventilasi kantong ke masker.
1.6. Prinsip Dasar Resusitasi
Gambaran umum dan prinsip-prinsip resusitasi telah dijelaskan mulai
dari pendahuluan hingga perlengkapan yang diperlukan untuk resusitasi.
1.7.Langkah Awal Resusitasi
Pelajaran Langkah awal meliputi :

Penentuan apakah neonatus memerlukan resusitasi.

Membuka jalan nafas dan mencegah hipotemi.

Bagimana jika ketuban mengandung mekonium.

Memberikan oksigen aliran bebas.Dalam beberapa detik setelah bayi 5 pertanyaan
harus segera dijawab/ ditentukan.

tengadah. Untuk mempertahankan posisi sedikit tengadah ini, letakkan


gulungankain/ handuk dibawah bahu.
Bersihkan jalan nafasUntuk persalinan dimana ketuban mengandung mekonium :
Bila terdapat mekonium dalam ketuban, petugas yang menolong persalinannharus
menghisap cairan dari mulut, farings dan hidung bayi sebelum bahu dilahirkan,agar
bayi tidak mengalami aspirasi mekonium jika bayi menangis/ bernafas
sesaats e t e l a h l a h i r . K e m u d i a n b a y i d i l a h i r k a n d a n h a r u s s e g e r a
dinilai
“bugar”
atau
“tidak bugar”
(tidak bugar : apneu/ gasping, tonus otot jelek, frekuensi jantung <
100/menit).Jika bayi tidak bugar harus dilakukan pernghisapan mekonium dari
trakea( d e n g a n c a r a l a r i n g o s k o p i d a n i n t u b a s i t r a k e a , k e m u d i a n c a b u t
p i p a e n d o t r a k e a l sambil melakukan penghisapan). Prinsipnya kita harus
membersihkan jalan nafasdulu sebelum memberikan nafas buatan.
Untuk persalinan dimana ketuban tidak mengandung mekonium :
Bila tida ada mekonium, lahirkan bayi kemudian hisap lendir dari mulut bayiterlebih
dahulu, selanjutnya penghisapan dilakukan melalui hidung kiri-kanan.
Janganm e n g h i s a p t e r l a l u d a l a m , t e r l a l u l a m a a t a u t e r l a l u k u a t
( g u n a k a n k e k u a t a n penghisapan – 100 mmHg). Penghisapan terlalu dalam/
lama mengakibatkan bradikardi.Mulut dihisap terlebih dahulu sebelum hidung,
karena penghisapan hidungmerangsang bayi bernafas dan akan terjadi aspirasi jika
farings belum bersih.
Mengeringkan :
Pengeringan membantu mengurangi kehilangan suhu tubuh
d a n j u g a merupakan rangsangan agar bayi bernafas/ menangis . Jika
a d a 2 p e n o l o n g b i s a dilakukan bersama tindakan pembersihan/
pembebasan jalan nafas (posisi sedikit

tengadah, penghisapan sekret). Handuk yang digunakan untuk mengeringkan


harusdiganti dengan yang baru/ masih kering dan hangat sebagai selimut.
Rangsang taktil :
Setelah bayi dibebaskan/ dibersihkan jalan nafasnya dan dikeringkan
tetapapnea/ tidak menangis, berikan rangsang taktil agar bernafas/ menangis.Cara
rangsang yang aman :

menepuk atau menyentil telapak kaki.

Menggosok punggung, perut, atau ekstremitas bayi.
R a n g s a n g a n
b e r b a h a y a A k i b a t y a n g b i s a
t e r j a d i
Menepuk punggungMenekankan rongga dadaMenekankan dada ke perutMendilatasi
sfingter aniKompres dingin, panasMengguncang-guncang tubuhPerlukaanPatah tulang,
pneumothorax, distres nafasPecahnya hati, limpaSfingter ani robek Hipo/
hipertemiKerusakan otak
Pemberian oksigen aliran bebas :
Jika bayi bernafas tapi penilaian warna kulit menunjukkan adanya
sianosissentral (mukosa bibir, lidah kebiruan), berikanlah oksigen aliran bebas 100%
sampaisianosis sentral hilang.S e t e l a h m e n g h a n g a t k a n , m e m p o s i s i k a n ,
m e m b e r s i h k a n j a l a n n a f a s , mengeringkan, memberikan oksigen
b i l a p e r l u , k i t a m e l a k u k a n p e n i l a i a n u n t u k menentukan tindakan lebih
lanjut.Penilaian bayi baru lahir ini meliputi :

Pernafasan :Lihat gerakan dada naik turun, frekuensi dan dalamnya


pernafasan. Nafastersengal-sengal erarti nafas tidak efektif dan perlu tindakan
seperti apneu.

Jika pernafasan telah efektif/ menangis, kita melangkah ke


p e n i l a i a n selanjutnya.

Frekuensi jantung :Frekuensi denyut jantung harus > 100/menit. Cara yang termudah
dan cepata d a l a h m e r a b a p u l s a s i p a d a p a n g k a l t a l i p u s a t . C a r a l a i n
dengan stetoskopmendengarkan denyut jantung. Kerugian cara ini,
k i t a h a r u s m e n g h e n t i k a n ventilasi.Kita menghitung selama 6 detik (hasilnya
dikalikan 10 = frekuensi denyut jantung selama 1 menit). Cara ini tujuannya untuk
tidak membuang waktu. JikaF J ( f r e k u e n s i j a n t u n g ) < 1 0 0 / m e n i t , l a k u k a n
V T P ( v e n t i l a s i t e k a n a n p o s i t i f ) meskipun nafas sudah spontan. Jika FJ >
100/menit kita melangkah ke penilaianselanjutnya.

Warna kulit :Setelah pernafasan dan frekuensi jantung baik, seharusnya kulit
menjadikemerahan.Jika masih ada sianosis sentral, berikan oksigen aliran
bebas 100% hinggasianosisnya hilang. Jika tidak juga hilang (sianosis
sentral yang menetap), cobalakukan VTP + oksigen 100% hingga sianosis sentral
hilang