Vous êtes sur la page 1sur 7

TUGAS EVIDANCE BASED MEDICINE

SKENARIO
Tuan A berumur 25 tahun datang ke rumah sakit Yarsi dengan keluhan batuk yang tidak
berkurang sejak 2 minggu yang lalu. Batuk yang dirasakan mula-mula tidak disertai dahak, akan
tetapi sejak 2 hari yang lalu mulai batuk berdahak bahkan sekarang mendadak menjadi sesak
napas. Penderita juga mengalami demam tadi malam. Pasien mengatakan sudah meminum obat
batuk hitam yang dibelinya di warung untuk mengurangi batuknya. Tetapi tidak ada perubahan.
Sebelum pasien merasa batuk-batuk, Tuan A membersihkan rak buku-buku lama ayahnya yang
penuh dengan debu. Tuan A juga mengatakan bahwa dirinya pernah mengalami asma sewaktu
masih kecil.
Dokter melakukan pemeriksaan fisik thorak. Dari auskultasi, didapatkan suara wheezing
terdengar samar. Lain-lain dalam batas normal. Dokter menduga pasien tersebut menderita asma.
Untuk menegakkan diagnosis, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Dokter menjelaskan ada 2 pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaan fraksi exhaled
nitrit oxide dan serum hs-CRP. Setelah dijelaskan, dokter menyarankan untuk melakukan
pemeriksaan fraksi exhaled nitrit oxide dikarenakan caranya mudah dan tidak invasive.
Kemudian, pasien menanyakan kepada dokter tentang keakuratan kedua pemeriksaan tersebut
dalam menegakkan diagnosis asma.

FOREGROUND
Apakah pemeriksaan fraksi exhaled nitrit oxide (FeNO) lebih akurat dibandingkan dengan
pemeriksaan serum hs-CRP ?

PICO
P (Population) : Laki-laki dewasa dengan gejala asma
I (Intervention) : Fraksi exhaled nitrit oxide (FeNO)
C (Comparison) : Serum hs-CRP
O (Outcome) : Efisiensi pemeriksaan penunjang yang lebih akurat untuk menegakkan
diagnosis pada asma

1
PENCARIAN BUKTI ILMIAH
Alamat website : www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed
Kata kunci : Asthma AND fractional exhaled nitric oxide
Type of question : Diagnosis
Limitasi : Januari 2009 – Desember 2013
Hasil Pencarian : 141
Dipilih artikel berjudul: The Fractional Exhaled Nitric Oxide and Serum High Sensitivity C-
Reactive Protein Levels in Cough Variant Asthma and Typical Bronchial
Asthma
Pengarang : Terufumi Shimoda, Yasushi Obase, Reiko Kishikawa, Tomoaki Iwanaga,
Akihiko Miyatake and Soji Kasayama

REVIEW JURNAL
2
Background: Fractional exhaled nitric oxide (FeNO) is known to be a good marker of airway
eosinophilic inflammation in bronchial asthma. Recently, serum high sensitivity C-reactive
protein (hs-CRP) has been shown to be also useful to detect the airway inflammation.

Methods: Newly diagnosed 90 cough variant asthma and 92 bronchial asthma patients were
enrolled. FeNO, serum hs-CRP, pulmonary function tests, bronchial hyperresponsiveness, IgE
and sputum eosinophils ratio were compared. Ninety healthy control subjects were set for FeNO
and serum hs-CRP normal range reference. We have compared the clinical utilities of FeNO and
serum hs-CRP to differentiate bronchial asthma and cough variant asthma.

Results: FeNO was significantly higher in bronchial asthma (92.6 ± 85.5 ppb) than in cough
variant asthma (35.6 ± 43.3; p < 0.001) and both were significantly higher than normal range
(18.0 ± 6.4, p < 0.001, respectively), and in differentiating between the two groups showed a
sensitivity of 0.69 and a specificity of 0.73 at the cutoff value of 28 ppb. Serum hs-CRP did not
differ significantly between bronchial asthma (723 ± 1162 ng_ml) and cough variant asthma (558
± 758) even if both were significantly higher than normal range (345 ± 401, p <
0.01 and p < 0.05 respectively).

Conclusions: FeNO is more useful than serum hs-CRP in differentiating patients with bronchial
asthma from those with cough variant asthma, and healthy persons.

I. APAKAH HASIL DALAM ARTIKEL INI VALID ?


3
A. PETUNJUK PRIMER
1. Adakah perbandingan secara independen dan blind terhadap standar rujukan?

Pada jurnal
ini terdapat adanya perbandingan secara independen yang dapat dilakukan untuk
mendiagnosis asma bronkial tetapi tidak ditemukan adanya blind terhadap standar
rujukan.

2. Apakah sampel pasien mencakup seluruh spectrum yang sesuai dengan setting
praktek klinis dimana uji diagnostic tersebut akan diaplikasikan ? ? Iya, sampel
pasien pada jurnal ini mencakup seluruh spectrum yang sesuai dengan setting
praktek klinis saya dimana uji diagnostic tersebut akan diaplikasikan.

4
B. PETUNJUK SEKUNDER
1. Apakah hasil tes yang sedang dievaluasi mempengaruhi keputusan untuk
menjalankan standar rujukan? Iya, hasil tes yang sedang dievaluasi
mempengaruhi keputusan untuk menjalankan standar rujukan dimana sebelumnya
serum hs-CRP dapat dijadikan marker pada pasien yang mengalami asma bronchial
tapi setelah dilakukan penelitian, FeNO (Fraksi exhaled nitrit oxide) yang lebih baik
sebagai marker untuk mendeteksi asma bronchial.

2. Apakah metoda untuk melaksanakan tes tersebut dideskripsikan cukup rinci


untuk dapat dilakukan replikasi ? iya, pada jurnal ini terdapat metode untuk
melaksanakan tes hs-CRP dan FeNO dideskripsikan cukup rinci untuk dapat
dilakukan replikasi.

5
II. APAKAH HASIL PENELITIAN ?
1. Apakah likelihood rasio hasil tes atau data yang dibutuhkan untuk
penghitungannya ditampilkan ?

Tidak dapat dihitung nilai likelihood ratio dikarenakan data tidak ditampilkan pada
jurnal penelitian.
III. APAKAH HASIL PENELITIAN MEMBANTU TATALAKSANA PASIEN SAYA ?

6
1. Apakah reprodusibilitas dan interpretasi hasil tes memuaskan untuk setting
saya?
Pada interpretasi hasil tes memuaskan untuk setting saya karena dapat digunakan pada
pasien saya tetapi pada jurnal ini tidak menjelaskan available mengenai ketersediaan
alat dan affordable mengenai biaya pemeriksaan. Untuk menilai pre test – probability
tidak dapat dihitung dikarenakan data pada likelihoodnya tidak ditampilkan.

2. Apakah hasilnya dapat diaplikasikan pada pasien saya ?


Hasilnya dapat diaplikasikan pada pasien saya karena jurnal ini sesuai dengan pasien
saya.

3. Apakah hasil tersebut akan mengubah tatalaksana saya ?


Iya, karena pada pemeriksaan fraksi exhaled nitric oxide memiliki sensitivitas dan
spesifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemeriksaan serum hs-CRP

4. Apakah pasien menjadi lebih baik bila menggunakan hasil tes ?


Iya, karena dapat mendeteksi penyakit lebih sensitive dan spesifik pada pemeriksaan
fraksi exhaled nitric oxide