Vous êtes sur la page 1sur 5

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN VARISELA

I. PENGKAJIAN
a. Anamnesa
 Nama :
 Umur : Rentan pada anak-anak usia sekolah dan dewasa.
 Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
b. Keluhan Utama : Lesi kulit (macula,paula,vesikula,pustule, krusta) pada seluruh
tubuh ,mukosa vagina dan mulut.
c. Riwayat Penyakit
 Riwayat Penyakit Sekarang: demam, mialgia, anoreksia, gatal-gatal,
macula,papula,vesikula,pustule,krusta, nyeri , kadang-kadang nyeri
abdomen ringan, hiperpigmentasi, wajah tampak meringis, Ansietas.
 Riwayat Penyakit Dahulu : Apakah dahulu pernah terserang Virus
Varisela Zoster.
 Riwayat Penyakit Keluarga : apakah ada anggota keluarga yang terserang
varisela
d. ADL
 Akitivitas : Pasien cenderung kurang beraktivitas akibat menghindari
pecahnya vesikel, mislgia
 Istirahat : walaupun di anjurkan untuk tirah baring tapi pila istirahat pasien
akan terganggu akibat nyeri.
 Nutrisi : Anoreksia, penurunan BB (apabila lesinya pada mukosa mulut)
 Eliminasi :
e. Pemeriksaan Fisik
 B1(breathing) :-
 B2(blood) : Demam, Lesi kulit (macula,paula,vesikula,pustule, krusta)
pada seluruh tubuh dan mucosa mulut,mucosa vagina, hiperpigmentasi
 B3(brain) : Nyeri.
 B4(Blader) :-
 B5(Bowel) :Anoreksia, penurunan BB
 B6(Bone) :Mialgia
f. Analisa Data
Data Subjektif :
 Demam
 Anoreksia,
 Mialgia
 Nyeri

Data Objektif :

 Peningkatan Suhu tubuh >37,5ºc


 Penurunan BB
 Lesi kulit (macula,paula,vesikula,pustule, krusta)
 Hiperpigmentasi.
 Ansietas
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hipertermi b.d Penyakit ditandai dengan Demam, Peningkatan Suhu tubuh >37ºc.
2. Kerusakan integritas kulit b.d factor interna;perubahan pimentasi ditandai dengan
: lesi kulit, hipopigmentasi, hiperpigmentasi, krusta.
3. Nyeri b.d egens cedera ;biologis.
4. Defisist pengetahuan b.d kurangnya informasi.
III. INTERVENSI
1. Hipertermi b.d penyakit yang ditandai dengan Demam, Peningkatan Suhu tubuh
>37ºc.
 Goal :
Suhu tubuh pasien menurun
 Objektiv :
Penyakit akan pulih
 Outcomes :
Selama 3x24 jam perawatan pasien tidak akan mengalami demam, suhu
tubuh pasien menurun< 37ºc.
 Intervensi :
1) Jelaskan kepada pasaien penyebab peningkatan suhu tubuh.
R/. meningkatkan pengetahuan pasien sehingga pasien lebih
kooperatif.
2) Monitoring suhu tubuh pasien.
R/. peningkatan suhu tubuh yang berkelanjutan pada pasien varisela
akan memberikan komplikasi pada kondisi penyakit yang lebih
parah .
3) Beri kompres dingin di kepala dan aksila.
R/. Memberikan respon dingin pada pusat pengatur panas dan
pembuluh darah besar.
4) Pertahankan asupan cairan minimal 2.500ml sehari.
R/.Selain sebagai pemenuhan hidrasi tubuh, juga akan meningkatkan
pengeluaran panas tubuh melalui sitem perkemihan, maka panas
tubuh juga dapat keluar melalui urine.
5) Kolaborasi pemberian antipiretik
R/. Antipiretik digunakan untuk menurunkan panas tubuh dan
memberikan perasaan nyaman pada pasien.
2. Kerusakan integritas kulit b.d factor interna; perubahan pimentasi
 Goal : Klien menunjukan tidak adanya kerusakan integritas kulit.
 Objektif : Klien menunjukan tidak adanya perubahan pigmentasi pada kulit.
 Outcomes : Selama 3x 24 jam perawatan pasien pasien tidak akan mengalami
lesi kulit, hipopigmentasi, hiperpigmentasi, krusta.
 Intervensi ;
1) Jelaskan kepada pasien proses penyakit yang menyebabkan kerusakan
integritas kulit.
R/. menambah pengetahuan pasien dan kefektifan selama perawatan.
2) Bantu pasien dalam melakukan tindakan hygiene dan kenyamanan.
R/. untuk meningkatkan kewnyamanan dan kesejahtraan.
3) Gunankan kasur busa, penyangga atau peralatan lain
R/. untuk mencegah kerusakan kulit.
4) Kolaborasi pemberian salep kulit acyclovir, antibiotic.
R/. obat anti bakteri dan antivirus untuk mempercepat peoses
penyembuhan.
IV. IMPLEMENTASI
Implementasi dilakukan sengan mengacu pada intervensi keperawatan yang telah
ditetapkan atau dibuat.
V. EVALUASI.
Evaluasi keperawatan dilakukan untuk menilai apakah masalah keperawatan sudah
teratasi, tidak teratasi atau teratasi sebagian dengan mengacu pada criteria evaluasi.
DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin Arif, Kumala Sari. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan System Integumen.
Penerbit Salemba. Jakarta

Nelson E,Waldo.2000. Ilmu Kesehatan Anak. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta

Price. Silvia Anderson. 2006. Patofisiologi(Konsep Klinis Proses Penyakit). Penerbit


Buku Kedokteran EGC. Jakarta

DR.Radji Maksum. 2010. Imunologi Dan Virology.Ed.1.PT.ISFI Penerbitan.Jakarta Barat

Nanda. 2012. Diagnosa Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta