Vous êtes sur la page 1sur 3

Dalil Ruh Nabi Isa adalah Malaikat Jibril…

Ada sebagian orang berpendapat, bahwa ruh yang bersemayam didalam tubuh Nabi
Isa, sejatinya adalah malaikat Jibril (Ruhul Qudus)…

Mari kita perhatikan Hadits berikut ini :

Dari Umar juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi RasuluLLAH SAW
suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat
putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh
dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia
duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya
(RasuluLLAH SAW) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang
Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak
ada ILAAH ( yang disembah) selain ALLAH, dan bahwa Nabi Muhammad Utusan
ALLAH, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi
haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang
bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian Dia bertanya lagi: “ Beritahukan
Aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada ALLAH,
malaikat-malaikat-NYA, kitab-kitabNYA, rasul-rasul-NYA dan hari akhir dan engkau
beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian Dia berkata: “ anda
benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu Beliau
bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada ALLAH seakan-akan engkau
melihatNYA, jika engkau tidak melihatNYA maka DIA melihat engkau” . Kemudian
dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”.
Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia
berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang
hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan
dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan
bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian
beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata:
“ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang
datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim
dalam Kitabul Iman)

Sekarang coba perhatikan Hadits diatas pada bagian yang dicetak tebal, yakni ketika
Jibril bertanya tentang Kiamat, maka Nabi menjawab : Yang ditanya tidak lebih
tahu dari yang bertanya, maka disimpulkan bahwa Jibril lebih tahu mengenai hari
Kiamat dibandingkan Nabi Muhammad. Lalu kita hubungkan dengan ayat berikut :

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan tentang hari kiamat. Karena
itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang
lurus.” (QS. Az-Zukhruf (43) ayat 61)

Dijelaskan bahwa Nabi Isa lah yang memberitahukan tentang masa hari Kiamat
secara global, bukan memberitahukan secara detail waktu tepatnya, karena itu hanya
ALLAH yang tahu.

Sementara Jibril dalam Hadits di atas, memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat.
Lalu siapakah Nabi Isa dan siapakah Jibril ?
Jibril adalah Malaikat Pembawa Wahyu, sebagian besar Nabi ALLAH menerima
Wahyu dari Malaikat Jibril setelah Para Nabi itu dipandang cukup usia untuk
menerima wahyu . Hal berbeda dengan Nabi Isa, yang pada masa kecilnya sudah
mengaku sebagai Nabi menerima Wahyu. Nash berikut menjelaskan :

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya.


Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang
amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun , ayahmu sekali-kali bukanlah seorang
penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina”.

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan
berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan”. Berkata Isa: “Sesungguhnya
aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku
seorang nabi. (QS. Maryam (19) ayat 27-30)

Dalam ayat diatas tanpa menunggu waktu dewasa, dan dalam keadaan masih bocah,
Isa bisa menjelaskan status ke-nabiannya dan pemberian wahyu kepadanya.

Lalu apakah Jibril telah memberikan Wahyu kepada Nabi Isa semenjak Beliau
masih Bayi? Atau apakah Isa itu adalah Jibril itu sendiri?

Simak baik baik apakah tugas Jibril kepada Maryam?

Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk
memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (QS. Maryam (19) ayat 19)

Jibril datang untuk memberikan anak. Dan disinilah terjadi proses pembuahan janin
dari Ruhul Qudus (Jibril) kepada Maryam dengan cara Jibril menghembuskan Ruh
Nya kepada Maryam, sehingga bersemayamlah Jibril di rahim Maryam sebagai ‘Isa
(Sumber : @israel pardede, diskusi Grup Facebook NAZWAR SYAMSU (Review
buku-buku NS)).

Pendapat ini juga sekaligus mempertemukan, dua argument yang berbeda tentang
Nabi Isa, yaitu antara mereka yang yakin Nabi Isa telah wafat di bumi dengan
mereka yang percaya Nabi Isa diangkat ALLAH ke langit…

Karena sesungguhnya, jasad (tubuh) Nabi Isa yang berasal dari proses
Parthenogenese telah diwafatkan oleh ALLAH, dan ruhnya yang merupakan Ruhul
Qudus (Jibril) telah kembali ke “langit” tempat asalnya…

WaLlahu a’lamu bishshawab

Note : Kemungkinan terjadinya, proses yang lain

Untuk dipahami sel telur (pada wanita selalu X, yang merupakan pecahan dari
kromosom XX, ciri sel somatik pada wanita), dan sel sperma (pada pria ada yang
X dan ada yang Y, pecahan dari kromosom XY. ciri sel somatik pada pria). Sel
telur dan Sel Sperma adalah sel-sel kelamin pada manusia yang bersifat haploid
(n)…
Lalu dari mana partenogenesis bisa terjadi pada manusia secara alami ?

Jika dari sel somatik wanita yang diploid (XX), maka yang muncul adalah individu
wanita.

Yaitu melalui proses dari sel telur yang haploid (X), menggandakan diri sehingga
menjadi diploid (XX), yang muncul adalah individu wanita.

Adapun Nabi Isa AS adalah pria, yang berarti adanya kromosom Y dalam sel
somatiknya (yakni XY), jadi tidak mungkin dari partenogenesis…

Yang lebih logis adalah, adanya campur tangan Allah dengan cara merubah sel
telur yang haploid itu (yakni X) digandakan menjadi diploid (XX), kemudian
merubahnya menjadi diploid (XY), sehingga berkembang menjadi individu pria
(Nabi Isa AS)…

Apakah perubahan dari diploid (XX) menjadi diploid (XY), dipengaruhi dari
makanan yang di makan oleh Siti Maryam ?

Sebagaimana informasi dari Al Qur’an :

⸴ ൭〼 ൭ㄠㄴ㔮 吠㌰㤴ㄴ ㌰䁰縉Ꝙҵ ҈ㄴ ҵҵ ㄴ ҵㄠ 뛈ᢘ穰穰래촰 穰ҵ ㄴ ҵㄠ 뛈穰ҵҵѿ 〼㤴ꋰꈐ 〼ҵ ꍠ 뛈ҳꍠ ᳸縉Ѽ㤴ꋰ҈Ѽҵ縉ꍠ҈ㄴꝘ 뛈ѿꝘ㔮 뛈穰ꍠ҈ҳҴ
Ѽ ꋰㄴꈐ ㄴ ᢘDㄴꝘ
 ൭ㄠ ᢘ뛈〼穰ҵ 㔮 ㄴ〼 ㄴ㌰㤴ㄴ㤴ㄴ 縉뛈ҳҵ ൭ҵㄮ뛈ㄴ㱄ҵ

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan
mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya
pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia
dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: `Hai Maryam dari mana kamu
memperoleh (makanan) ini?` Maryam menjawab: `Makanan itu dari sisi Allah`.
Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab
(QS. Ali Imran (3) ayat 37)…

Sumber :
http://filsafat.kompasiana.com/2012/01/15/misteri-penciptaan-isa-parthenogenese-dan
-ruh-jibril/