Vous êtes sur la page 1sur 16

KOMUNIKASI DALAM KESEHATAN

OLEH :
KELOMPOK 8

I PUTU ADITYA WARDANA P07120015088


NI LUH PUTU AYUMI PARAMITHA S. P07120015101
NI PUTU YUNI KUMALA DEWI P07120015115

POLTEKKES KEMENKES DENPASAR


JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-
Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah tentang “Komunikasi dalam Kesehatan” ini
dengan baik dan tepat waktu.
Makalah mengenai konsep teori keperawatan ini kami susun guna memenuhi tugas
mata kuliah Promosi Kesehatan yang diberikan oleh Bapak Ketut Sudiantara, A.Per.Pen.,
S.kep.,Ns., M.Kes. selaku dosen mata kuliah Promosi Kesehatan.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini banyak terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna, sehingga kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun
untuk menjadi lebih baik. Kami berharap agar makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan mengenai konsep Promosi Kesehatan.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih.
Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Denpasar, 19 September 2016

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i

DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii

BAB I ......................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2

1.3 Tujuan Masalah ........................................................................................................... 2

1.4 Manfaat penulisan ....................................................................................................... 3

BAB II........................................................................................................................................ 4

PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 4

2.1 Pengertian Komunikasi............................................................................................ 4

2.2 Proses Komunikasi .................................................................................................. 4

2.3 Dasar-Dasar Komunikasi ......................................................................................... 5

2.4 Hambatan dalam Komunikasi ................................................................................. 6

2.5 Bentuk Komunikasi ................................................................................................. 6

2.6 Pengajaran sebagai Komunikasi .............................................................................. 8

2.7 Komunikasi dalam Pendidikan Kesehatan .............................................................. 9

BAB III .................................................................................................................................... 11

PENUTUP................................................................................................................................ 11

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 13

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manusia adalah makhluk social. Ia hanya dapat hidup berkembang
dan berperan sebagai manusia dengan berhubungan dan bekerja sama
dengan manusia lain. Salah satu cara terpenting untuk berhubungan dan
bekerja sama dengan manusia adalah komunikasi.
Komunikasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan.
Komunikasi dibuat untuk menyebarluaskan pesan kepada publik,
mempengaruhi khalayak dan menggambarkan kebudayaan pada
masyarakat. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi
yang kuat di masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan berinteraksi yang
bersifat antarpribadi, dipenuhi melalui kegiatan komunikasi interpersonal
atau antarpribadi. Setiap orang selalu berupaya memahami setiap peristiwa
yang dialaminya. Orang memberikan makna terhadap apa yang terjadi di
dalam dirinya sendiri atau lingkungan sekitarnya. Terkadang makna yang
diberikan itu sangat jelas dan mudah dipahami orang lain, namun terkadang
makna itu buram, tidak dapat dipahami dan bahkan bertentangan dengan
makna sebelumnya. Dengan memahami komunikasi maka orang dapat
menafsirkan peristiwa secara lebih fleksibel dan bermanfaat.Sedangkan
kebutuhan untuk berkomunikasi secara publik dengan orang banyak,
dipenuhi melalui aktivitas komunikasi massa.
Komunikasi massa adalah proses penyampaian informasi kepada
khalayak massa dengan menggunakan saluran-saluran media massa. Jadi
komunikasi massa tidak sama dengan media massa. Media massa hanyalah
salah satu faktor yang membentuk proses komunikasi massa tersebut, yaitu
sebagai alat atau saluran.
Komunikasi kesehatan menjadi semakin populer dalam upaya
promosi kesehatan selama 20 tahun terakhir. Contoh, komunikasi kesehatan
memegang peranan utama atau pengontribusi dalam pemenuhan 219 dari

1
300 tujuan khusus dalam Health People 2010. Apabila digunakan secara
tepat komunikasi kesehatan dapat mempengaruhi sikap, persepsi,
kesadaran, pengetahuan, dan norma sosial, yang kesemuanya berperan
sebagai prekursor pada perubahan perilaku. Komunikasi kesehatan sangat
efektif dalam mempengaruhi perilaku karena didasarkan pada psikologi
sosial, pendidikan kesehatan, komunikasi massa, dan pemasaran untuk
mengembangkan dan menyampaikan promosi kesehatan dan pesan
pencegahan. Apabila digunakan secara tepat komunikasi kesehatan dapat
mempengaruhi sikap, persepsi, kesadaran, pengetahuan, dan norma sosial,
yang kesemuanya berperan sebagai prekursor pada perubahan perilaku.
Komunikasi kesehatan sangat efektif dalam mempengaruhi perilaku karena
didasarkan pada psikologi sosial, pendidikan kesehatan, komunikasi massa,
dan pemasaran untuk mengembangkan dan menyampaikan promosi
kesehatan dan pesan pencegahan
Dengan demikian komunikasi menjadi unsur penting dalam
berlangsungnya kehidupan suatu masyarakat. Selain merupakan kebutuhan,
aktivitas komunikasi sekaligus merupakan unsur pembentuk suatu
masyarakat. Sebab tidak mungkin manusia hidup di suatu lingkungan tanpa
berkomunikasi satu sama lain.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apakah pengertian komunikasi ?
1.2.2 Bagaimanakah proses komunikasi ?
1.2.3 Apa sajakah dasar-dasar komunikasi ?
1.2.4 Apa sajakah hambatan dalam komunikasi ?
1.2.5 Apa sajakah bentuk komunikasi ?
1.2.6 Bagaimanakah pengajaran sebagai komunikasi ?
1.2.7 Bagaimanakah komunikasi dalam kesehatan ?

1.3 Tujuan Masalah


1.3.1 untuk mengetahui dan memahami pengertian komunikasi
1.3.2 untuk mengetahui dan memahami proses komunikasi

2
1.3.3 untuk mengetahui dan memahami dasar-dasar komunikasi
1.3.4 untuk mengetahui dan memahami hambatan dalam komunikasi
1.3.5 untuk mengetahui dan memahami bentuk komunikasi
1.3.6 untuk mengetahui dan memahami pegajaran sebagai komunikasi
1.3.7 untuk mengetahui dan memahami komunikasi dalam kesehatan

1.4 Manfaat penulisan


1) Manfaat Teoritis
Secara teoretis, makalah ini diharapkan mampu menjadi referensi atau
masukan terhadap pembelajaran mengenai komunikasi dalam
kesehatan.
2) Secara praktis, makalah ini diharapkan mampu menjadi pembelajaran
bagi para mahasiswa keperawatan mengenai komunikasi dalam
kesehatan agar dapat terlaksana dengan baik.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi


Suatu proses ketika individu sebagai komunikator mengalihkan
rangsangan dalam bentuk lambang bahsa, atau gerak untuk mengubah tingkah
laku individu yang lain atau komunikan (hovland). Secara sederhana,
komunikasi diartikan sebagai suatu pengiriman dan penerimaan pesan atau
berita melalui suatu media antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang
dimaksud dapat dipahami.

2.2 Proses Komunikasi


1. Reference, stimulus yang memotivasi seseorang untuk
berkomunikasi dengan orang lain. Dapat berupa pengalaman, ide
atau tindakan.

2. Pengirim/sumber/encoder, disebut juga komunikator. Bisa


perorangan atau kelompok.

3. Pesan/berita, informasi yang dikirimkan. Dapat berupa kata-kata,


gerakan tubuh atau ekspresi wajah.

4. Media/saluran, alat atau sarana yang dipilih pengirim untuk


menyampaikan pesan pada penerima/sasaran.

5. Penerima/sasran/decoder, kepada siapa pesan yang ingin


disampaikan tersebut dituju.

6. Umpan balik/feedback/respons, reaksi dari sasaran terhadap pesan


yang disampaikan.

4
2.3 Dasar-Dasar Komunikasi
1. Niat (intention)

Penguasaan materi yang matang dapat menambah rasa percaya diri


pada komunikator.

2. Minat (attention)

Komunikator harus dapat membaca situasi dan memperhatikan orang


yang akan diajak berkomunikasi agar sesuatu yang disampaikan
menarik bagi sasran sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima
oleh sasaran dengan baik.

3. Pandangan (perception)

Sumber memperhatikan siapa, latar belakang pendidikan, tingkat sosial


dan pekerjaan dari sasaran untuk berusaha menyamakan persepsi.

4. Lekat (retention )

 pesan yang disampaikan dapat terus diingat dan dapat


digunakan sewakrtu-waktu oleh sasaran, dengan cara : pesan
menarik, cara penyampaian dan kata-kata yang baik, ekspresi
wajah dan intonasi yang membuat klien nyaman.

 Penyebab/alsan sasaran lupa pesan yang disampaikan

- Alasan psikologis, kurang/tidak suka terhadap pesan yang


disampaikan

- Ingatan/fading, pesan tidak dipergunakan dalam waktu yang


lama

- Blocking, bnayak pesan-pesan yang baru, sedangkan pesan


yang lama belum melekat secara mantap.

5. Keterlibatan(participation).

Partisipasi/melibatkan sasaran dalam menyampaikan pesan.

5
2.4 Hambatan dalam Komunikasi
1. Keterbatasan waktu, pesan yang disampaikan tergesa-gesa atau kurang
lengkap dan terperinci sehingga tidak memenuhi persyaratan
komunikasi.

2. Jarak Psikologis

o Disebabkan adanya perbedaan status sosial, sumber


merasa minder atau kurang percaya diri dan sulit
berkomunikasi dengan sasaran yang memiliki status
kedudukan lebih tinggi.

o Sikap mengiyakan sasaran, sikap mengiyakan terhadap


apa yang disampaikan oleh sumber walaupun
sebetulnya belum memahami.

3. Adanya penilaian diri, langsung menilai atau menarik kesimpulan


sebelum seluruh pesan didengar atau diterima dengan baik.

4. Lingkungan yang tidak mendukung, termasuk cuaca atau suhu, keadaan


ribut dan lain sebagainya.

5. Keadaan komunikator, misal ;emosi (senang, sedih, ada masalah) dan


keadaan fisik

2.5 Bentuk Komunikasi


1. Komunikasi verbal

 Kejelasan dan keringkasan, dapat dicapai dengan :

- Bicara perlahan dan pengucapan yang jelas

- Penggunaan contoh

6
- Pengulangan bagian pesan yang penting

 Kosa kata

- Pesan yang diucapkan dapat dipahami penerima membuat


komunikasi lebih efektif

- Istilah dan ungkapan yang tidak dapat ditelaah penerima


dapat menggagalkan komunikasi

 Makna denotative dan konotatif

- Makna denotative , bahasa yang digunakan secara


bersama/umum

- Makna konotatif, bahasa yang merefleksikan bayangan .


Misal : serius ‘kritis’

 Kecepatan

- Tidak berbicara dengan cepat sehingga kata-kata tidak jelas

- Jeda, untuk menekankan hal tertentu

- Pemberian waktu pada pendengar untuk memahami kata

- Memikirkan apa yang akan dikatakan sebelum


mengatakannya

- Mencari isyarat non verbal dari pendengar yang


mengakibatkan kebingungan

 Waktu dan relevansi, waktu yang tepat dan pesan yang


penting/relevan berkenaan dengan minat dan kebutuhan
penerima

7
 Humor

- Membantu melepaskan ketegangan berhubungan dengan


stress

- Mengurangi kecemasan dan meningkatkan toleransi

2. Komunikasi non verbal

 Penampilan personal

- Karakteristik fisik, rambut, warna kulit, BB dsb

- Penampilan fisik, kepribadian dan konsep diri

 Intonasi, intonasi dipengaruhi oleh emosi

 Ekpresi wajah

- Ekpresi wajah menjadi dasar untuk penilaian interpersonal

- Kontak mata

 Postur dan gaya berjalan, merefleksikan gerakan tubuh, emosi,


konsep diri dan kesehatan fisik

 Gerakan tubuh, digunakan untuk menunjukkan suatu ide yang


sulit atau tidak nyaman jika digambarkan dalam kata-kata

 Sentuhan, digunakan dengan batasan normal sosial yang kuat.

2.6 Pengajaran sebagai Komunikasi


Perbandingan istilah yang digunakan dalam pengajaran dan
komunikasi :

Komunikasi Pengajaran

Referen Pemikiran yang Kebutuhan untuk


mendorong untuk memberi sesorang
berkomunikasi informasi

8
Sender Orang yang Pendidik
menyampaikan
pesan

Variabel Pengetahuan, Isi pengajaran,


interpersonal emosi, pendekatan
(sender) sosiokultural pengajaran dan
pengalaman mendidik

Pesan Informasi yang Materi yang


disampaikan diberikan/disampaikan

Saluran Metode yang Metode yang


digunakan digunakan

Penerima pesan Kepada siapa Peserta didik


pesan itu
disampaikan

Variabel Pengetahuan, Keinginan dan


interpersonal emosi, kemampuan belajar
(Penerima pesan) sosiokultural

respons Informasi yang Penentuan tujuan


membantu pemebelajaran apakah
penilaian bahwa tercapai atau tidak
pesan yang
disampaikan telah
diterima

2.7 Komunikasi dalam Pendidikan Kesehatan


1. Peran komunikasi dalam pendidikan kesehatan

 Mengkodisikan faktor predisposisi

9
- Petugas kesehatan sebagai sumber informasi harus mampu
berkomunikas dengan sasaran didik.

- Transfer pengetahuan dari petugas kesehatan ke pasien

 Menggambarkan hubungan interaksi perawat-pasien

- Hubungan timbale balik/komunikasi dua arah, perawat


sebagai sumber informasi mentransfer

- Pengetahuan dank lien memahami informasi yang diterima


sebagai hasil belajar

2. Strategi komunikasi dalam pendidikan kesehatan

 Komunikasi meupakan kegiatan yang terus-menerus, tidak


pernah berakhir dan bermula

 Terjadi proses interaktif anatara komunikator (perawat) dan


komunikan (pasien) sehingga sehingga terjadi umpan balik (feed
back).

Pendidikan Kesehatan Sebagai Proses Perubahan Perilaku

1. Tujuan pendidikan kesehatan mengubah perilaku individu, kelompok


dan masyarakat menuju hal-hal yang positif secara terencana melalui
proses belajar.

2. Perubahan perilaku mencakup 3 ranah perilaku yaitu pengetahuan,sikap


dan ketarmpilan melalui proses pendidikan kesehatan (perilaku sehat).
Perilaku sehat dapat berupa emosi positif, pengatahuan baik, pikiran
sehat, keinginan yang realistic, dan lain sebagainya yang selanjutnya
perilaku tersebut diaplikasikan secara nyata oleh tiap-tiap individu
dalam lingkungan keluarga, kelompok dan masyarakat.

10
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan
Secara sederhana, komunikasi diartikan sebagai suatu pengiriman
dan penerimaan pesan atau berita melalui suatu media antara dua orang atau
lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Peran komunikasi dalam pendidikan kesehatan

 Mengkodisikan faktor predisposisi

- Petugas kesehatan sebagai sumber informasi harus mampu


berkomunikas dengan sasaran didik.

- Transfer pengetahuan dari petugas kesehatan ke pasien

 Menggambarkan hubungan interaksi perawat-pasien

- Hubungan timbale balik/komunikasi dua arah, perawat


sebagai sumber informasi mentransfer

- Pengetahuan dank lien memahami informasi yang diterima


sebagai hasil belajar

Strategi komunikasi dalam pendidikan kesehatan

 Komunikasi meupakan kegiatan yang terus-menerus, tidak


pernah berakhir dan bermula

 Terjadi proses interaktif anatara komunikator (perawat) dan


komunikan (pasien) sehingga sehingga terjadi umpan balik (feed
back).

11
3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini,diharapkan ada kritik dan saran
yang dapat membangun sehingga kami dapat menyempurnakan makalah
kami. Seluruh perawat agar meningkatkan pemahamannya terhadap
berbagai cara komunikasi dalam kesehatan sehingga dapat
dikembangkan dalam tatanan layanan keperawatan.

12
DAFTAR PUSTAKA
Alo, Lilliweri. 2008. Dasar – Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bensley, J., R., & Brookins-Fisher, J. 2009. Metode Pendidikan Kesehatan


Masyarakat. Jakarta: EGC.
Jufri. M.Si, Drs. Muhammad. 2012. Komunikasi Kesehatan. Palu (Modul Pembelajaran
Jurusan Ilmu Komunikasi)
Iqbal, Wahid. 2007. Promosi Kesehatan: Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam
Pendidikan. Yogyakarta : Graha Ilmu
Doc.Slide.2015.Makalah Komunikasi Kesehatan. Alvailable
http://dokumen.tips/documents/makalah-komunikasi-kesehatan-
562155db5c098.html#. Diakses pada tanggal 19 September 2016

13