Vous êtes sur la page 1sur 1

ISMAIL

F22113058

REDESAIN PASAR TRADISIONAL MALALA

Pasar merupakan salah satu fasilitas untuk masyarakat dalam mempermudah


memperoleh kebutuhan hidup sehari-hari, yang tentunya sangat berpotensi untuk
dikembangkan. selain itu pasar tradisional merupakan ruang publik yang digunakan sebagai
tempat untuk aktivitas berjualan bahan pangan dan makanan yang seharusnya bersih, aman,
nyaman, sehat dan terhindar dari vektor penularan penyakit. Namun sayangnya kebanyakan
kondisi pasar tradisional saat ini kumuh, kotor dan tidak tertata sehingga mendapat perhatian
khusus dari pemerintah kota dan kabupaten dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri
Kesehatan nomor 519 tahun 2008 tentang Pedoman Pasar Sehat.
Untuk menjaga perananan pasar tradisional pemerintah berusaha untuk
meningkatkan kualitas dari pasar tradisional dengan dikeluarkannya undang-undang untuk
standar perancangan pasar tradisional Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112
Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko
Modern dan Standar Nasional Indonesia tentang Pasar Rakyat. Objek perancangan yang dipilih
adaah Pasar Tawangmangu Kota Malang yang dimana pengmbangannya sudah direncanakan
oleh Pemerintah Daerah Kota Malang. Fokus yang diambil adalah penataan tata ruang dan
pengelompokan area dagang sesuai dengan komoditi yang dijual.
Dalam Peraturan Menteri Pedagangan Republik Indonesia nomor
49/MDAG/PER/12/2010 tahun 2010 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
nomor 20 tahun 2012 juga telah membahas tentang standar yang harus dipenuhi oleh pasar
tradisional yang mencangkup kriteria, fasilitas, penataan tapak dan hal yang terkait dengan
kebutuhan ruang pasar tradisional.
Objek perancangan yang dipilih adalah Pasar Tradisional Malala yang baru-baru ini
berpindah lokasi dan belum dilakukan renovasi atau peremajaan sedikitpun. Pasar tersebut
merupakan pasar terbesar yang ada di Kecamatan Dondo dan sudah direncanakan
pembangunannya oleh pemerintah setempat sehingga sangat berpotensi untuk
dikembangkan. Fokus permasalahan perancangan pada pola tata ruang dan pengelompokan
area dagang sesuai dengan dengan komoditi yang dijual serta perancangan tapaknya yang
belum memadai, karena ketiga hal tersebut merupakan aspek utama dan memiliki pengaruh
besar terhadap terwujudnya pasar sehat.