Vous êtes sur la page 1sur 6

FIKKES UNIMUS

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
KEPERAWATAN JIWA

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA NY. S


DENGAN MASALAH UTAMA PERILAKU KEKERSAN
DI RUANG CITRO ANGGODO RUMAH SAKIT JIWA DAERAH
Dr. AMINO GONDO HUTOMO SEMARANG

RUANG RAWAT : UNIT GAWAT DARURAT

I. IDENTITAS KLIEN
1. Inisial : Nn. S
2. Umur : 32 tahun
3. Jenis kelamin : Perempuan
4. Pendidikan : SD
5. Status kawin : kawin
6. Pekerjaan : tidak bekerja
7. Alamat : Ds. Tambah Agung Rt 01 Rw IV tambak room
Pati
8. Informan : Klien, keluarga (adik klien) dan status rekam
medik.
9. Tanggal pengkajian : 28 Juni 2010
10. RM No. : 040560
11. Genogram

1
Keterangan:

: Klien

: Sudah meninggal

: Tinggal serumah

: Mengalami gangguan jiwa

Keluarga mengatakan “Kakek saya dulu juga pernah mengalami gangguan


jiwa, penyakit itu penyakit keturunan ya Pak?”.

II. DATA FOKUS


Keluarga mengatakan:
“Dua belas tahun sebelum masuk rumah sakit, saat ujian cawu II SMP tiba-
tiba pasien marah-marah dan soal ujian disobek kemudian dibuang
Semenjak peristiwa itu dia sering melamun, pendiam, kayak orang bingung
gitu lho,mulai 6 bulan pasien gampang tersinggung bila tidak dituruti
keinginannya kemudian lama-kelamaan dia mondar-mandir tanpa tujuan dan
sering marah-marah tanpa sebab”.
“Saya sekeluarga jadi ikut bingung memikirkan dia, terus akhirnya kami
sekeluarga sepakat untuk membawa dia ke RSJ ini”.
“Kalau dirumah sering ngamuk, marah-marah, bentak-bentak, mengancam
dan memukul serta membanting barang-barang, sering mondar-mandir, dan
tampak gelisah”.

2
“Kalau keinginannya tidak dituruti dia langsung marah dan mau memukul
orang yang melarangnya, dirumah sering begitu Pak, saya jadi kasihan sama
ibu karena ibu sering menjadi sasaran kemarahannya”.
Klien mengatakan:
“Saya jengkel dan marah karena orang-orang semua tidak mau mengerti
saya, mereka tidak menghormati saya, saya dianggap apa ini?”
“Kalau ada yang mencoba melawan saya, menghina saya, akan saya pukul
dan akan saya hajar, mereka belum tahu siapa saya”.
“Pokoknya kalau ada yang menghalangi saya akan saya pukul, aku tendang,
akan aku hajar habis-habisan”.
Ekspresi muka klien tampak tegang, muka kemerahan, suara bergetar,
pandangan mata tajam, nada suara tinggi, berdebat dan tampak memaksakan
kehendaknya.
Aspek Medik
1. Diagnosa medis
Axis I F.20.0, axis II tidak ada diagnosa, axis III tidak ada diagnosa, axis
IV stressor tidak jelas, GAF 40 - 31
2. Terapi mediakmentosa:
Chlorpromazine 50 mg per intravena
Chlorpromazine 2 x 100 mg
Trifluoperazine 2 x 5 mg
Trihexypenidil 2 x 2 mg

III.ANALISA DATA

No DATA MASALAH
1. Subjektif: Perilaku kekerasan
Keluarga mengatakan:
 “Dua belas tahun sebelum masuk rumah sakit,
saat ujian cawu II SMP tiba-tiba pasien marah-
marah dan soal ujian disobek kemudian dibuang
Semenjak peristiwa itu dia sering melamun,

3
pendiam, kayak orang bingung gitu lho,mulai 6
bulan pasien gampang tersinggung bila tidak
dituruti keinginannya kemudian lama-kelamaan
dia mondar-mandir tanpa tujuan dan sering
marah-marah tanpa sebab”.
 “Saya sekeluarga jadi ikut bingung memikirkan
dia, terus akhirnya kami sekeluarga sepakat untuk
membawa dia ke RSJ ini”.
 “Kalau dirumah sering ngamuk, marah-marah,
bentak-bentak, mengancam dan memukul serta
membanting barang-barang, sering mondar-
mandir, dan tampak gelisah”.
 “Kalau keinginannya tidak dituruti dia langsung
marah dan mau memukul orang yang
melarangnya, dirumah sering begitu Pak, saya
jadi kasihan sama ibu karena ibu sering menjadi
sasaran kemarahannya”.
Klien mengatakan:
 “Saya jengkel dan marah karena orang-orang
semua tidak mau mengerti saya, mereka tidak
menghormati saya, saya dianggap apa ini?”
 “Kalau ada yang mencoba melawan saya,
menghina saya, akan saya pukul dan akan saya
hajar, mereka belum tahu siapa saya”.
 “Pokoknya kalau ada yang menghalangi saya
akan saya pukul, aku tendang, akan aku hajar
habis-habisan”.

Objektif:
 Ekspresi muka klien tampak tegang, muka
kemerahan, suara bergetar, pandangan mata tajam,

4
nada suara tinggi, berdebat dan tampak
memaksakan kehendaknya.

2. Subjektif Gangguan konsep


Klien mengatakan: diri: harga diri
 “Saya jengkel dan marah karena orang-orang rendah.
semua tidak mau mengerti saya, mereka tidak
menghormati saya, saya dianggap apa ini?”
 “Kalau ada yang mencoba melawan saya,
menghina saya, akan saya pukul dan akan saya
hajar, mereka belum tahu siapa saya”.
 “Pokoknya kalau ada yang menghalangi saya
akan saya pukul, aku tendang, akan aku hajar
habis-habisan”.

Objektif:
 Ekspresi muka klien tampak tegang, muka
kemerahan, suara bergetar, pandangan mata tajam,
nada suara tinggi, berdebat dan tampak
memaksakan kehendaknya.

IV. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Perilaku kekerasan
2. Gangguan konsep diri harga diri rendah

V. POHON MASALAH

Risiko mencederai orang lain dan lingkungan

5
Perilaku kekerasan

Harga diri rendah

VI. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Risiko mencederai orang lain dan lingkungan
berhubungan dengan perilaku kekerasan.
2. Perilaku kekerasan berhubungan harga diri rendah