Vous êtes sur la page 1sur 3

REVIEW PAPER YANG BERKAITAN DENGAN E-LEARNING

Judul : “ Peranan Teknologi Informasi Dalam Pengembangan E-Learning Pada Fakultas Mipa
Di Indonesia ”

Penulis : Gerardu Polla

Institusi : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Bina Nusantara University

Tahun : Desember 2010

A. Identifikasi Masalah

Dari review paper yang telah penulis baca, didapat permasalahan pembelajaran dalam fakultas
MIPA yang masih konvensional sedangkan jumlah fakultas tersebut di beberapa perguruan
Indonesia masih terbilang jarang dan memiliki jumlah peserta didik yang sedikit. Sedangkan setiap
mahasiswa dalam fakultas tersebut tidak semuanya mahasiswa regular yang bisa hadir selalu di
kelas setiap saat karena ada juga yang kuliah sambil bekerja, yang tentunya menjadi factor
penghambatan untuk pembelajaran yang masih konvensional. Dari permasalahan diatas tentunya
membuat kelas beserta fasilitas yang telah dianggarkan terbuang percuma karena jarangnya
dipakai dalam kegiatan pembelajaran dan lagi kemajuan teknologi yang tambah hari semakin
pesat, serta memiliki fitur yang semakain canggih memungkinkan seseorang bisa berinteraksi
kapan dan dimana saja.

B. Analisa Metodologi
Dari analisa yang telah dilakukan, bahwa di dalam paper tersebut mengutip dari beberapa
cendekiawan dimana peranan teknologi yang bisa merubah aktifitas biasa ke dalam suatu aktifitas
digital. Salah satunya yaitu menurut Kartajaya (1998) yang menambahkan satu fenomena C, yaitu
Change terhadap strategi bisnis, sedangkan menurut Kenichi Ohmae dalam bukunya The Mind of
Strategist yang hanya menyebutkan tiga unsur C, antara lain Customer, Company dan Competitor.
Dalam era globalisasi saat ini, unsur Change dapat mengubah situasi pasar dan di era revolusi
informasi ini, tak pelak yang dimaksudkan sebagai unsur Change adalah peranan TI yang semakin
besar dan telah menjadi katalisator untuk mengubah
cara manusia beraktivitas. Dalam bidang Pendidikan Kurniawan (2000) menambahkan, unsur
Change di sini memberi arti dan kesempatan seluas-luasnya bagi peranan TI untuk menciptakan
budaya belajar mandiri bagi mahasiswa.

Saat ini telah cukup banyak institusi pendidikan yang telah mempergunakan TI sebagai
pendukung sistem belajar mengajarnya, namun dengan tingkat peranan TI berbeda-beda. Secara
umum signifikansi peranan TI dalam pendidikan dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu peranan
pendukung (pelengkap) dan peranan utama. Untuk kategori pertama, TI digunakan sebatas
melayani
mahasiswa untuk mendapatkan bahan ajar digital seperti yang telah diajarkan di kelas oleh
dosennya.
Untuk kategori ini, perkuliahan tetap diadakan dalam kelas seperti biasa, tetapi sebagian atau
seluruh
bahan ajar dapat diambil melalui Internet. Contoh kategori ini cukup banyak dan mencakup banyak
universitas di seluruh dunia yang memanfaatkan Internet sebagai diseminator pengetahuannya
dalam
bentuk dokumen digital. Bila di masa lalu sebagian besar dalam bentuk teks biasa, maka mulai
banyak
universitas yang menyediakan versi multimedianya dalam bentuk video, misalnya fasilitas Lecture
on
Demand (LOD) di Fakultas Ilkom NUS (http://www.nus.edu.sg).

Pada kategori kedua, TI benar-benar dapat berfungsi sebagai pengganti proses belajarmengajar
yang ada. Perkuliahan secara fisik (tatap muka langsung) bisa dikatakan tidak ada,
mahasiswa belajar sendiri melalui bahan-bahan kuliah digital yang sudah disiapkan sebelumnya.
Dosen dan mahasiswa berhubungan melalui fasilitas TI seperti E-mail, Newsgroup, dsb sehingga
dapat dikatakan pertemuan secara fisik antara dosen dan mahasiswa tidak ada/sangat minim. Inilah
yang akan dalam paper tersebut sebagai Universitas Maya (Virtual University). Sebagai
contoh tak sedikit pula universitas besar dunia yang sudah mulai melirik pendekatan ini untuk
menjaring mahasiswanya. University of Illinois at Urbana-Champaign (UIUC,
http://www.uiuc.edu)
misalnya, mempunyai program kuliah jarak jauh untuk Master of Computer Science dengan
menggunakan streaming video.

Dari perkembangan fitur-fitur teknologi yang telah ada, dapat dijadikan sebagai pengganti bahan
ajar yang tadinya konvensional berubah menjadi digital. Diantaranya adalah :

C. Hasil

Dengan pesatnya teknologi saat ini bidang IT tidak hanya dikenal dalam dunia perkomputeran
saja, tetapi sudah ke berbagai bidang kehidupan IT ini sebagai pendukung aktivitas setiap manusia,
salah satunya bidang Pendidikan sebagai bahan pengajaran. Dengan kemampuan IT yang semakin
lengkap, murah, lebih baik, lebih cepat, efektif serta efisien telah dapat menciptakan budaya belajar
mandiri yang sangat berguna bagi negara-negara berkembang dengan membangun Universitas
Maya demi kepentingan layanan pendidikan seluruh warganya. TI tersebut sangat diperlukan bagi
Proses Belajar Mengajar di Fakultas MIPA sehingga mampu mencetak SDM yang banyak dan
menarik peminat agar dapat mencetak generasi selanjutnya bagi pengembangan ilmu-ilmu dasar
di Indonesia.

D. Penutup

Dari perkembangan teknologi yang ada, tentunya kemajuan ini sangat berguna sekali ke berbagai
bidang terutama pada pendidikan. Dengan e-learning diharapkan tidak menjadi alasan seseorang
untuk tidak belajar. Hal ini tentunya harus diterapkan di beberapa universitas agar semakin
meningkat motivasi semangat anak didiknya gar terus belajar dimanapun mereka berada.