Vous êtes sur la page 1sur 9

PENGALAMAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN TINDAKAN PEMBERIAN

CAIRAN PADA PASIEN GASTROENTERITIS DI RUANG IGD RSUD KOTA

SURAKARTA

Disusun Oleh :

PRIYANTI SRIYANDA RIHI KADJI

S15083

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

STIKES KUSUMA HUSADA

SURAKARTA

2018
PEDOMAN WAWANCARA

Peneliti : Selamat siang bu

Partisipan : Selamat siang juga dek

Peniliti : Terima kasih atas waktu yang di berikan, sebelumnya saya ingin

memperkenalkan diri, saya Priyanti Sriyanda mahasiswa S1

Keperawatan dari STIKES KUSUMA HUSADA

SURAKARTA.Hmmmm disini saya ingin melakukan penelitian tentang

pengalaman perawat dalam melakukan tindakan resusitasi cairan pada

pasien gastroenteritis di ruang IGD RSUD Kota Surakarta .Ee…dimana

dalam penelitian ini saya menggunakan metode wawancara sehingga

nanti saya akan memberikan beberapa pertanyaan dan akan di jawab

oleh ibu,eee dan sebelum saya memberikan pertanyaan saya akan

menjelaskan sedikit tentang isi dalam pertanyaan saya sehingga ibu

memahami apa yang saya tanyakan nanti,ii…sebelumnya saya ingin

kontrak waktu dulu mungkin kurang lebih 20-30 menit jika ibu bersedia

untuk di wawancara sebelumnya untuk menandatangani surat

persetujuan menjadi partisipan.

Partisipan : Baik dek,saya bersedia untuk di wawancarai


Peneliti : Ya,baik bu.Bisa langsung saja ya bu ya?

Partisipan : Nggih.

Peneliti : Disini sebelum saya bertanya, seperti yang di awal tadi saya bilang

bahwa sebelum saya memberikan pertanyaan saya akan menjelaskan

terlebih dahulu maksud dari pertanyaan saya Ee... disini mungkin

pertanyaan saya tentang peran perawat ya buk, dimana peran perawat itu

terdiri dari: care giver, client advocate, conselor,educator, coordinator,

dan consultan. Ee.. kalau care giver adalah peran perawat sebagai pemberi

asuhan keperawatan sesuai dengan proses keperawatan. Kemudian client

advocad adalah perawat bertanggung jawab untuk membantu klien dan

keluarga mempertahankan dan melindungi hak-hak klien. Conselor adalah

perawat dalam menginterprestasikan suatu informasi dan perawat juga

harus memberikan konseling kepada klien dan keluarga, mengidentifikasi

perubahan pola interaksi klien terhadap sehat sakitnya. Educator adalah

perawat membantu klien meningkatkan pengetahuan dalam upaya

meningkatkan kesehatan, peran ini dapat dilakukan secara spontan maupun

disiapkan. Eee.... terus untuk berikutnya koordinator adalah merencanakan

dan mengorganisasikan pelayanan dari semua anggota timkes.

Collaborator, perawat berkerjasama dengan klien, keluarga, dan timkes

yang lain dalam memberikan pelayanan kesehatan kepda klien. Peran


terakhir sebagai consultan perawat memberikan informasi sesuai dengan

permintaan klien dan keluarga.

Peneliti : Hmmmm disini pertanyaan pertama saya tentang bagaimanakah

pengalaman ibu dalam melakukan peran perawat sebagai care giver pada

pasien gostroenteritis di ruang IGD RSUD Kota Surakarta?

Pertisipan : Itu yah saat apa saat pasien dateng langsung kita anamnesa, melakukan

pengkajian, pemeriksaan fisik dan juga antropometrinya berat badan dan

tinggi badan. Kemudian nanti dianalisi datanya untuk menentukan masalah

utama pasien dan apa namanya merumuskan diagnosanya nah habis itu

baru dilakukan intervensi. Rata-rata sih kalau pasien GE ini kan disertai

dehidrasi nggih dari sedang sampe berat jadi pada umumnya sih tindakan

awal itu perawat berkolaborasi dengan dokter tindakan awal saya dengan

dokter untuk obatnya,hmm untuk pemberian cairan seringnya melalui infus

karena biasanya pasien GE kalau di kasih makan atau minum kan malah

dimuntahin jadi sudah pasti di infus nggih.

Peneliti : Baik bu, hmm tadi kan ibu mengatakan peran perawat memberikan asuhan

keperawatan sesuai dengan proses keperawatan nggih, disini saya ingin

tanya proses keperawatan yang tadi ibu bilang bahwa melakukan

pengkajian sampe evaluasi, kalo pada pasien GE pengkajian yang

dilakukan bagaimana, apa aja yang dikaji seperti itu, terus sampe

evaluasinya seperti apa bu?


Partisipan : Untuk pasien GE biasanya kalo memang ee... kita lihat dulu pasiennya

lemas nggak bisa di ajak ngobrol yah kita tanya-tanya sama keluarganya

diarenya dari kapan BAB nya encer nggak ada lendir atau darah nggak, kita

kaji juga turgor kulitnya biasa itu bibirnya kering terus apa sih matanya itu

nggih kayak cekung gitu, ditimbang berat badan dan tinggi badan ee.. dan

bandingin BB sebelum sakit dan saat sakit TTVnya juga diukur semua

nggih terus apalagi yah,, eee kita kaji torgor kulitnya,hmm biasanya

bibirnya kering, ee... anu matanya itu nggih cekung gitu, pokok e

semuanya lah kita kaji, lah dari situ kita baru bisa nentuin diagnosa kepnya

hmm dengan analisis semua datanya nggih, biasanya sih kita lihat masalah

yang paling utama dehidrasi, rata-rata sih kekurangan cairan tubuh jadi

langsung saja kita kolaborasi sama dokter untuk pemasangan infus, terus

kolaborasi dengan ahli gizi untuk nutrisinya itu pasti nggih, kalo kita disini

biasane setelah 1 sampe 2 jam selesai siinfus terus kita evaluasi disitu kita

lihat KU pasiennya udah baik belom, turgornya apa udah bagus kalo

memang belom intervensi dilanjutkan. Hmm gitu dek. Yah kan anu dek

kita memberikan tindakan keperawatan mulai dari mengkaji sampe

evaluasi.

Peneliti : Untuk pertanyaan selanjutnya, bagaimanakah pengalaman ibu dalam

melakukan peran perawat sebagai client advocad pada pasien

gastroenteritis?
Partisipan : Kadang memang kan pasien dan keluarga mungkin dapat informasi

tentang penyakit ataupun pengobatan dari luar atau mungkin dari media

dan bisa juga mungkin informasinya tidak benar. Hmm ini kan GE nya ada

disertai gejala sepreti dehidrasi, demam, terus tinjanya terdapat darah atau

lendir biasasnya dianjurkan untuk pemeriksaan laboratorium seperti

pemeriksan darah atau tinja eee pasien kan kadang mungkin takut atau

malu karena dia nggak paham tentang tindakan yang akan dilakukan

sehingga menolak. Biasanya aku ngasih tau pasien tentang tujuan

pemeriksaan pada pasien juga bantu pasien mungkin ee.. untuk nentuin

keputusan mau apa nggak dilakukan tindakan medis. Kalaopun pasiennya

masih ngak mau kita nggak maksa karena itu haknya pasien nggih.

Peneliti : Pertanyaan berikutnya, hmm bagaimanakah pengalaman ibu dalam

melakukan peran perawat sebagai conselor pada pasien gastroenteritis?

Partisipan : Hmm, biasanya yah aku sih ngasih nggih, jadi anu kayak kita ngasih

penyuluhan nggih hmm contohnya pencegahan diare dengan mencuci

tangan sebelum makan, hmm ngasih tau untuk nggak jajan sembarangan

nanti kita lihat apakah anaknya sebelum makan udah nyuci tangan ngak.

Gitu dek.

Peneliti : Bagaimanakah pengalaman ibu dalam melakukan peran perawat sebagai

educator pada pasien gastroenteritis?

Partisipan :Yah kan saat pasien dirawat itu bukan hanya tindakan keperawatan dan

tindakan medis yang diberikan tapi kita juga bertugas untuk meningkatkan
pengetahuan pasien tentang penyakit, disini kita bisa memberikan eee

penkes bisa kita jelasin dengan interaksi langsung, pengalaman saya selama

ini ee... jelasin denga interaksi langsung untuk nyiapin materi jarang i dek.

Peneliti : Bagaimakah pengalaman ibu dalam melakukan peran perawat sebagai

coordinator pada pasien gastroenteritis?

Partisipan: kita sebagai perawat dalam bekerja memberikan asuhan keperawatan kita

punya tanggung jawab yah agar pelayanan kepada pasien sesuai dengan

standar, apalagi kalu perawat itu yang paling sering dan paling lama

bersama pasien sehinga kita lebih tau kondisi pasien, seperti contoh dalam

pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan lab maka disitu perawat

yang harus berperan dalam mengkoordinir, trus perawat juga harus selalu

berkoordinasi dengan pasien dan keluarganya dalam setiap proses

keperawatan dan keseluruhan itu yah kita setiap shif kan ada katim terus di

ruangan juga karu dan karu yang nanti mengkoordinir secara keseluruhan

dan mengevaluasi.

Peneliti : Bagaimakah pengalaman ibu dalam melakukan peran perawat sebagai

colaborator pada pasien gastroenteritis?

Partisipan : Hmmm yang namanya kita dalam memberikan pelayanan kesehatan yah

kita nggak bisa bekerja sendiri dek kita harus berkolaborasi dan ee...

membangun kerjasama baik sesama perawat, nakes yang lain kita juga eee

bekerja sama dengan pasien dan keluarga. Kalu pengalaman saya ee..
misalkan yah anu dek dalam pemberian nutrisi yah harus dengan ahli gizi

seperti itu dek.

Peneliti : Bagaimana pengalaman ibu dalam melakukan peran perawat sebagai

consultan pada pasien gastroenteritis?

Pertisipan : Konsultan itu apa hmm jadi saat pasien dan keluarga mungkin nggak

paham tentang suatu tindakan yang diberikan terus mereka nanya nggih

sebagai perawat yah kita untuk memberitahukan sesuai dengan yang di

tanyakan sama pasien, disini kan pasien GE hampir tiap hari ada nggih jadi

kan biasanya kalu pasien yang dehidrasi berat terus demam gitu, trus

tinjanya diserta darah atau lendir biasanya dianjurkan untuk pemeriksaan

analisis tinja, terus kalo belum bisa juga biasanya pada pasien lansia itu

agak susah yah untuk menentukan penyebab diare nya nggih, jadi itu

dokter nyaranin untuk pemeriksaan analisis tinja, eee keluarganya anu

nanya jadi yah saya jelasin kalo apa namanya hmm untuk apa untuk

mengetahui penyebab diare dek.

Peneliti : Hmm selanjutnya, disini saya ingin tanyakan tentang faktor yang

menghambat dalam melakukan tindakan gastroenteritis pada pasien

gastroenteritis?

Partisipan : Oh faktor yang menghambat jangankan untuk resusitasi untuk tindakan lain

pun banyak itu dek faktor yang menghambat, hehe disini fokus ke

resusitasi cairan nggih, itu sih paling kalu pasien bayi kadang saat infus

tuh venanya nggak kelihatan, terus pada lansia biasanya juga vena kan
kayak bercabang gitu apa namanya mmm venanya keriting. Aaa terus kalau

bayi atau anak-anak kan rewel yah buat makan sama minum juga susah i

malah muntah gitu.

Peneliti : Bagaimana pengalaman ibu dalam melakukan peran perawat sebagai

discharge planing pada pasien gastroenteritis?

Partisipan : Hmm apa namanya klu discharge planing saya sih setiap pasien pulang

saya memberikan discharge planing contohnya membrikan obat uttuk

dibawah pulang dan menjelaskan prosedur mengkomsusmsi obat, dan juga

mengingatkan pasien untuk nanti hmm kebersihan dan lain-lain, seperti

cuci tangan dengan benar sebelum makan dan berikan dengan

menggunakan bahasa yang baik dan dimengerti oleh pasien dan

keluarganya gitu dek.

Peneliti : Baik bu, sekian wawancara dari saya, terima kasih atas waktu yang telah

diberikan dan trima kasih atas partisipasinya sehingga wawancara ini bisa

berjalan denga baik dan lancar. Dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Wasalamu’alaikum wr wb.

Partisipan : Yah, sama-sama.