Vous êtes sur la page 1sur 28

ASUHAN KEPERAWATAN

BAYI BARU LAHIR NY. S

RSIA MUTIARA HATI

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 3 :
DESI SAFITRI
DINDI ANGGARA
INDRY YANRI AZIZAH
NAPILA WATI
REZA FITRIANI FADILLAH

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


(STIKes) MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,yang telah
memberikan rahmat-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Askep ini tepat pada waktunya. Askep ini memuat tentang “ASUHAN
KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR Ny.S RSIA Mutiara Hati”

Askep ini pasti tidak lepas dari kesalahan dan Penulis menyadari dalam
penyusunan Askep ini masih belum sempurna, oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dalam
penyusunan Askep ini. Semoga Askep ini berguna bagi para pembaca, terutama
mahasiswa-mahasiswi STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung dengan
sebagaimana mestinya.

Pringsewu, 14 Desember 2017

Kelompok 3

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................i
KATA PENGANTAR......................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................4
B. Tujuan...............................................................................................5

BAB II PEMBAHASA
A Pengertian..........................................................................................6
B. Etiologi.............................................................................................7
C. Klasifikasi........................................................................................7
D. Tanda dan gejala..............................................................................12
E. Patofisiologi.....................................................................................13
F. Faktor Bayi Baru Lahir Resiko Tinggi ...........................................13
G. Penatalaksanaan...............................................................................15
H. Pemeriksaan penunjang...................................................................16

BAB III TINJAUAN KASUS


A. Biodata.............................................................................................17
B. Riwayat persalinan...........................................................................18
C. Riwayat Penyakit Kelamin...............................................................18
D. Kebiasaan waktu hamil....................................................................19
E. Pemeriksaan Fisik.............................................................................19
F. Refleks..............................................................................................20
G. Kebutuhan sehari-hari......................................................................20
H. Pengobatan/Terapi ...........................................................................21
I. Data focus..........................................................................................21
J. Analisa data.......................................................................................22
K. Prioritas masalah .............................................................................23
L. Diagnosa Keperawatan.....................................................................23
M. Intervensi Keperawatan...................................................................23
N. Implementasi Keperawatan..............................................................26

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................28

DAFTAR PUSTAKA

iii
iv
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pada beberapa jam setelah bayi dilahirkan atau beberapa hari setelah
dilahirkan, perubahan fisiologis yang hebat yang penting bagi kesehatan
dan ketahanan hidup, terjadi pada bayi baru lahir. Selain perubahan
fisiologis bayi tersebut, bayi baru lahir harus beradaptasi dengan
bermacam-macam cara yang berbeda terhadap lingkungan yang benar-
benar baru meliputi : Pernapasan, Sirkulasi darah , System imun,
Pengaturan suhu-metabolisme, Sistem neurologis, System gastrointestinal,
Fungsi ginjal dan sekresi urine, Fungsi hati.

Oleh karena itu, pengetahuan tentang dasar fisiologis untuk melakukan


pengkajian lengkap bayi baru lahir selama jam-jam dan hari-hari pertama
setelah dilahirkan sangatlaah penting. Suatu pengkajian yang lengkap akan
mencakup beberapa area yang berbeda yang mungkin saling tumpang
tindih. Area tersebut meliputi fisik, neurologis, usia gestasi, dan
pengkajian perilaku. Pengkajian fisik yang sering harus dilakukan ketika
bayi dirawat di rumah sakit atau di rumah bersalin. Hal ini penting
dilakukan untuk menentukan apakah dan seberapa baik bayi baru lahir
dapat mengatasi transisi fisiologis dari kehidupan intrauterus dan
kehidupan ekstrauterus. Selain itu, pengkajian neurologis, usia gestasi, dan
perilaku harus dilakukan sebelum bayi bari lahir pulang dari rumah sakit
sehingga berbagai masalah actual dan potensial pada area-area tersebut
dapat ditemukan sedini mungkin dalam kehidupan bayi baru lahir (Reeder
S. J., 2011)hlm: 71.

5
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Agar Mahasiswa mampu memahami dan berfikir skematis tentang
proses Asuhan Neonatus Bayi Baru Lahir Normal dan Bayi Baru
Lahir Bermasalah untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

2. Tujuan Khusu
a. Agar mahasiswa/i mampu melakukan pengkajian pada bayi baru
lahir
b. Agar mahasiwa/i mampu merumuskan diagnose keperawatan pada
bayi baru lahir
c. Agar mahasiswa/i mampu menyusun rencana keperawatan pada
bayi baru lahir
d. Agar mahasiswa/i mampu melakukan tindakan keperawatan pada
bayi baru lahir
e. Agar mahasiswa/i mampu melaksanakan evaluasi terhadap
tindakan yang sudahdirencanakan.

BAB II
LANDASAN TEORI

6
A. Pengertian
Bayi baru lahir mengalami perubahan fisiologis yang sangat hebat. Perubahan
yang komplek ini harus terjadi pada jangka waktu yang tepat bagi bayi baru
lahir untuk dapat bertahan hidup dan berkembang sercara normal. Bayi baru
lahir harus melewati beberapa fase selama trassisi kehidupan di luar uterus.
Masa trassisi kehidupan dimulai saat lahirnya yaitu ketika bayi dirangsang
oleh kontraksi uterus dan perubahan tekanan akibat pecahnya ketuban, pada
saat lahir dan pernafasan harus di mulai.( Reedar, 2011, hal : 71)

Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir
dengan umur kehamilan 37-42 minggu,lahir melalui jalan lahir dengan
presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat, nafas secara
spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram serta harus dapat
melakukan penyesuaian diri dari kehidupan intrauterin ke kehidupan
ekstrauteri (Marlyn dongoes,1999).

Masa bayi baru lahir (neonatal) adaalah masa 28 hari pertama kehidupan
manusia. Pada masa ini terjadi proses penyesuaian system tubuh bayi dari
kehidupan intra uteri ke kehidupan ekstra uteri. Masa ini adalah masa yang
perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang ekstra karena pada masa ini
terdapat mortalitas paling tinggi (llyasjumiarni,1994 hal:1).
Neonatus adalah bayi dari umur 4 minggu,lahir biasanya dengan cara gestasi
38-42 minggu (Ilyas Jumiarni,1994 hal:23).
Kesimpulan :
bayi baru lahir(neonatus), adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir
dengan umur kehamilan 37-42 minggu dan mengalami perubahan fisiologis
bayi dalam 28 hari pertama kehidupannya. Bayi baru lahir harus melewati
beberapa fase selama trassisi kehidupan di luar uterus. Masa trassisi
kehidupan dimulai saat lahirnya yaitu ketika bayi dirangsang oleh kontraksi
uterus dan perubahan tekanan akibat pecahnya ketuban, pada saat lahir dan
pernafasan harus di mulai.

B. Etiologi

7
Beberapa istilah yang berkaitan dengan umur kehamilan dan berat janin yang
dilahirkan sebagai berikut :
1. Abortus ; umur hamil sebelum 28 minggu dengan berat janin < 1000 gram
2. Persalinan premature : kelahiran bayi sebelum kehamilan berumur 28 – 36
minggu dengan berat janin 2,499 gr
3. Persalinan Aterm : persalinan antara umur 37 – 42 minggu dengan berat
janin 2,500 - 4000 gr
4. persalinan serotinus : persalinann yang lebih dari 42 minggu
5. Persalinan presipitatus : persalinan cepat kurang dari 3 jam

C. Klasifikasi
Bayi baru lahir mengalami perubahan fisiologis yang sangat hebat. Perubahan
yang kompleks ini harus terjadi pada jangka waktu yang tepat bagi bayi baru
lahir untuk dapat bertahan hidup dan berkembang secara normal. Bayi baru
lahir harus melewati beberapa fase selama beradaptasi dengan kehidupan di
luar uterus. Masa transisi kehidupan dimulai saat dilahirkan yaitu ketika janin
dirangsang oleh kontraksi uterus dan perubahan tekanan akibat pecahnya
ketuban. Pada saat lahir, pernapasan harus dimulai. Kondisi ini memicu
perubahan fungsi system organ dan proses metabolik. Perubahan yang
signifikan terjadi pada area berikut:
 Pernapasan
 Sirkulasi
 System imun
 Pengaturan suhu: metabolism
 Sistem neurologis
 System gastrointestinal
 Fungsi ginjal dan sekresi urine
 Fungsi hati
Fase akhir masa transisi adalah pengaturan kembali proses metabolik lebih
lanjut untuk mencapai suatu kondisi yang stabil dan dapat
mempertahankan hidup. Kondisi ini meliputi perubahan saturasi oksigen
darah, penurunan enzim, pengurangan asodosis respiratori pascanatal, dan
pemulihan jaringan neurologis akibat trauma persalinan dan kelahiran
(Reeder, 2011) hlm : 71.
1. Perubahan pernafasan
Sebelum bayi dilahirkan, kebutuhan oksigen janin dipengaruhi oleh
plasenta, oleh karena itu paru-paru janin tidak perlu berfungsi sebagai

8
organ respirasi dan perkembangan struktur paru-paru berlangsung
secara kontinu sepanjang kehidupan janin dan masa kanak-kanak awal.
Saluran mulai terbentuk pada cabang bronchial sekitar usia 17 minggu,
dan kantong udara primitive mulai terbentuk. Pada usia 26 minggu
terjadi suatu vaskularisasi yang adekuat.Janin cukup bulan yang
normal siap untuk mulai pernafasan efektif pada saat lahir (Reeder S.
J., 2011)hlm : 71.
2. Sistem imun
Pada system imunolgi terdapat beberapa jenis imunologi (suatu protein
yang mengandung zat antibody)diantaranya adalah
imunoglobulingmma G(Ig G) Pada neonatus hanya terdapat Ig G
dibentuk banyak pada bulan ke 2 setelah bayi dilahirkan. Ig G Pada
janin berasal dari ibunya melalui
plasenta.Apabilaterjadiinfeksipadajanin yang dapatmelaluiplasenta,
reaksiimunologidapatterjadidenganpembentukansel plasma dan anti
bodi gamma A,Gdan M(Ilyas Jumiarni,1994) hlm : 51.
3. Pengaturan suhu tubuh
Bayi baru lahir dilahirkan ke lingkungan yang lebih dingin dari pada
lingkungan uterus yang biasa dialaminya. Karena peruahan kondisi
llingkungan yang cepat ini, suhu bayi baru lahir dapat turun beberapa
derajat setelah dilahirkan.
Kehilangan panas. Evaporasi, konduksi, konveksi, dan radiasi merupakan
empat cara yang menyebabkan bayi baru lahir dapat kehilangan panas
dilingkungannya. Kehilangan panas melalui evaporasi juga terjadi dari
paru pada saat bayi baru lahir mengalami takipnea atau jika kelembapan
rendah. Kehilangan panas melalui konduksi meliputi transfer panas dari
suatu benda yang lebih hangat ke benda yang lebih dingin melalui kontak
langsung. Melalui konveksi transfer panas adalah dari tubuh ke udara
sekelilingnya. Suhu bayi baru lahir dipengaruhi oleh aliran udara
dilingkungan, seperti yang dibebaskan oleh terpasangnya alat pedingin
ruangan. Radiasi terjadi ketika panas ditrasfer dari benda yang hangat

9
kebenda yang lebih dingin saat benda tersebut tidak kontak secara
langsung.
Produksi Panas. untuk memelihara suhu normal saat dipanjankan pada
lingkungan yang dingin, bayi baru lahir meningkatkan laju produksi
panasnya dalam upaya mengganti panas yang hilang. Bayi baru lahir
jarang sekali menggigil, tetapi kemungkinan terdapat peningkatan aktivitas
otot volunter. Mekanisme primer produksi panas pada bayi baru lahir
adalah termogenesis bukan menggigil. Cara ini terdiri atas reaksi kimia
yang terjadi lemak coklat yang memecah trigliserida menjadi gliserol dan
asam lemak sehingga mengghasilkan panas. sel-sel lemak coklat
mengandung banyak lemak vakuola kecil yang berbeda dengan vakuola
lemak putih yang besar dan tunggal. Simpanan lemak coklat ditemukan
antara daerah skapula, daerah belakang leher, aksila, mediastium, da
sekitar ginjal dan adrenal.
Penyimpanan Panas. penyimpan panas tubuh pada bayi baru lahir terjadi
melalui mekanisme vasokontriksi perifer dan mengambil posisi fleksi atau
posisi janin. Posisi tersebut mengurangi area permukaan yang dapat
menyebabkan kehilangan panas.
Pengaruh Stres Dingin pada Bayi Baru Lahir Penigkatan laju metabolik
dihubungkan dengan termogenesis bukan mengigil yang menyebabkan
peningkatan konsumsi oksigen dan kalori. Untuk mengganti kehilangan
panas selama penurunan suhu sebesar 3,50C, bayi baru lahir membutuhkan
peningkatan konsumsi oksigen sebesar 100% selama lebih 11/2jam. Bahkan
bayi abru lahir cukup bulan yang aktif sekalipun dapat mengalami
hipotermia. Stres dingin dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal
bagi seorang bayi baru lahir yang memiliki masalah metabolisme atau
oksigenisasi (Reeder S. J., 2011)hlm : 76.

4. Sistem neurologi
Pada saat lahir system persarafan belum terintegrasi dengan sempurna
namun sudah cukup berkembang untuk bertahan dalam kehidupan
ekstrauerin. Kebanyakan fungsi neurologis berupa ferleks primitive.

10
System saraf otonom sangat penting selama transisi, karena saraf ini
merangsang respirasi awal, membantu mempertahankan keseimbangan
asam-basa, dan membantu mengatur seimbangan control suhu.
Mielinisasi system saraf mengikuti hukum perkembangan sefalokaudal
proksimal (kepala ke jari kaki-pusat ke perifer) dan berhubungan erat
dengan kemempuan keterampilan motoric halus dan kasar yang tampak.
Myelin diperlukan untuk transmisi cepat dan efisien pada sebagian implus
saraf sepanjang jalur neural. Traktus yang mengalami mielinisasi paling
awal adalah traktus sensoris, serebral, dan ekstrapiramidal. Saraf ini
menyebabkan pengindraan tajam, pengecap, pembau, dan pendengaran
pada bayi baru lahir, begitu juga persepsi nyeri. Semua saraf kranial sudah
ada dan mengalami mielinisasi, kecuali saraf optikus ddnolfaktorius
(Bobak, 2005)
5. Sistem gastrointestinal
Bayi baru lahir cukup bulan mampu menelan, mencerna, memetabolisme
dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana, serta mengemulsi
lemak. Kecuali amylase pancreas, krakteristik enzim dan cairan
pencernaan bahkan sudah ditemukan pada bayi yang berat badan lahirnya
rendah. Adapun beberapa perubahan fisiologis pada system cerna antara
lain:
a. Pada pencernaan
Keasaman lambung bayi pada saat lahir pada umumnya sama dengan
keasaman lambung orang dewasa, tetapi akan menurun dalam satu
minggu dan tetap rendah selama dua sampai tiga bulan. Penurunan
keasaman lambung ini dapat menimbulkan “kolik”. Bayi yang
mengalami kolik kidak dapat tidur, menangis dan tampak distress di
antara waktu makan, gejala ini akan hilang setelah bayi berusia 3
bulan.
Kapasitas lambung bayi baru lahir kurang lebih 30cc. waktu
pengosongan lambung pun juga bervariasi antara 2-3 jam. Beberapa
factor seperti waktu pemberian makan dan volume makan, jenis dan
suhu makanan serta stress psikis dapat mempengaruhi waktu
pengosongan lambung (Bobak, 2005).

11
b. Pada eliminasi BAB
Bayi lahir dengan bagian bawah yang penuh meconium. Meconium
dibentuk selama janin dalam kandungan berasal dari cairan amnion
dan unsur-unsurnya, dari sekresi usus dan dari sel-sel mukosa.
Meconium berwarna hijau kehitaman konsistensinya kental, dan
mengandung darah samar. Meconium pertama keluar steril, tetapi
setelah beberapa jam mengandung bakteri. Sekitar 69%bayi normal
yang cukup bulan mengeluarkan meconium dalam 12 jam pertama
kehidupannya(Bobak, 2005).
6. Fungsi ginjal dan sekresi urine
Dalam 24 jam kelahiran, 92% bayi baru lahir yang sehat berkemih, tetapi
berkemih pertama dapat terjadi setelah dilahirkan dan tidak bias diamati.
Seiring dengan asupan cairan meningkat, frekuensi berkemih meningkat
dari 2-6x pada hari pertama dan ke dua 5-20x per 24 jam pada hari
berikutnya (Reeder S. J., 2011)hlm : 78.

7. Fungsi hati.
Selama kehidupan janin hati memiliki peran penting dalam pembentukan
darah. Di perkirakan bahwa fungsi ini berlanjut sampai derajat tertentu
setelah lahir. Selanjutnya pada periode neonatus hati memproduksi zat-zat
penting untuk koagulasi darah. Jika asupan wanita adekuat selama
kehamilan maka kadar besi yang cukup di simpan pada bayi baru lahir
untuk memasok kebutuhan pada bulan-bulan pertama kehidupan. (Reeder,
2011)hlm : 78.

D. Tanda dan gejala


1. Mata
Berkedip atau reflek corneal
Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada
pandel atau obyek kearah kornea, harus menetapkan sepanjang hidup, jika
tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial.
2. Pupil

12
Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya, reflek ini harus
sepanjang hidup.
3. Glabela
Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan
mata menutup dengan rapat.
4. Mulut dan tenggorokan
a. Menghisap
Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral
sebagai respon terhadap rangsangan, reflek ini harus tetap ada selama
masa bayi, bahkan tanpa rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur.
b. Menguap
Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan
jumlah udara inspirasi, harus menetap sepanjang hidup

E. Patofisiologi
Segera setelah lahir, BBL harus beradaptasi dari keadaan yang sangat
tergantung menjadi mandiri secara fisiologis. Banyak perubahan yang akan
dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna (dalam
kandungan Ibu)yang hangat dan segala kebutuhannya terpenuhi (O2 dan
nutrisi) ke lingkungan eksterna (diluar kandungan ibu) yang dingin dan segala
kebutuhannya memerlukan bantuan orang lain untuk memenuhinya.Saat ini
bayi tersebut harus mendapat oksigen melalui sistem sirkulasi pernafasannya
sendiri yang baru, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankan kadar
gula yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit.Periode
adaptasi terhadap kehidupan di luar rahim disebut Periode Transisi. Periode
ini berlangsung hingga 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk beberapa
sistem tubuh. Transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada sistem
pernafasan dan sirkulasi, sistem termoregulasi, dan dalam kemampuan
mengambil menggunakan glukosa.

F. Faktor Bayi Baru Lahir Resiko Tinggi


1. Asfiksia neonatorum

13
Asfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi tidak dapat segera
bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh
hipoksia janin dalam uterus dan hipoksia ini berhubungan dengan faktor-
faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan, atau segera setelah bayi
lahir. Akibat-akibat asfiksia akan bertambah buruk apabila penanganan
bayi tidak dilakukan secara sempurna. Tindakan yang akan dikerjakan
pada bayi bertujuan mempertahankan kelangsungan hidupnya dan
membatasi gejala-gejala lanjut yang mungkin timbul ( llyasjumiarni,
1994 ) hlm : 77.
2. Infeksi neonatorum
Inkfesi Neonatorum atau Sepsis adalah infeksi bakteri umum generalisata
yang biasanya terjadi pada bulan pertama kehidupan. yang menyebar ke
seluruh tubuh bayi baru lahir.Sepsis adalah sindrom yang dikarakteristikan
oleh tanda-tanda klinis dan gejala-gejala infeksi yang parah yang dapat
berkembang ke arah septisemia dan syok septik. (Doenges, Marylyn E.
2000,). Septisemia menunjukkan munculnya infeksi sistemik pada darah
yang disebabkan oleh penggandaan mikroorganisme secara cepat dan zat-
zat racunnya yang dapat mengakibatkan perubahan psikologis yang sangat
besar. Sepsis merupakan respon tubuh terhadap infeksi yang menyebar
melalui darah dan jaringan lain. Sepsis terjadi pada kurang dari 1% bayi
baru lahir tetapi merupakan penyebab dari 30% kematian pada bayi baru
lahir. Infeksi bakteri 5 kali lebih sering terjadi pada bayi baru lahir yang
berat badannya kurang dari 2,75 kg dan 2 kali lebih sering menyerang bayi
laki-laki. Pada lebih dari 50% kasus, sepsis mulai timbul dalam waktu 6
jam setelah bayi lahir, tetapi kebanyakan muncul dalam waktu 72 jam
setelah lahir.Sepsis yang baru timbul dalam waktu 4 hari atau lebih
kemungkinan disebabkan oleh infeksi nosokomial (infeksi yang didapat di
rumah sakit).
3. Hipoglikemia
Istilah hipoglikemia merujuk pada kadar glukosa yang rendah.
Hipoglikemia sesaat pada awal kehidupan neonates cukup bulan
merupakan hal yang wajar, sering didapatkan dan terjadi pada hamper

14
seluruh bayi baru lahir. Hal ini akan normal dengan sendirinya dan
bukanlah sesuatu yang patologis karena kadar glukosa darah meningkat
secara spontan dalam 2-3 jam. Dalam situasi dimana kadarglukosa darah
yang rendah karena belum mendapat asupan makanan (ASI belum ada)
terjadi respon ketogenik yaitu metabolism dari asam lemak menjadi
badan keton. Otak bayi dengan kemampuannya akan memanfaatkan
badan keton untuk menghemat glukosa bagi otak dan melindungi fungsi
neurologis bayi.

F. Penatalaksanaan
1. Pencegahan Infeksi
a. Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan
bayi
b. Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum
dimandikan
c. Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan, terutama klem,
gunting, penghisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah
didesinfeksi tingkat tinggi atau steril.
d. Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang digunakan
untuk bayi, sudah dalam keadaan bersih. Demikin pula dengan
timbangan, pita pengukur, termometer, stetoskop.
e. Memberikan vitamin KUntuk mencegah terjadinya perdarahan karena
defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir normal atau cukup bulan
perlu di beri vitamin K per oral 1 mg / hari selama 3 hari, dan bayi
beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 – 1 mg
IM.
f. Memberikan obat tetes atau salep mata :
1)Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit
menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama
persalinan, yaitu pemberian obat mata eritromisin 0.5 % atau

15
tetrasiklin 1 %, sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam
setelah bayi lahir.
2) Perawatan mata harus segera dikerjakan, tindakan ini dapat
dikerjakan setelah bayi selesai dengan perawatan tali pusat Yang
lazim dipakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan
langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah lahir.
(Reeder,2003)hlm : 121

G. Pemeriksaan penunjang
1. Sel Darah Putih 18000/mm3, Neutropil meningkat sampai 23.000-
24.000/mm hari pertama setelah lahir (menurun bila ada sepsis)
2. Hemoglobin 14,5 - 22,5g/dl
3. Hematokrit 44% - 72% (peningkatan 65% atau lebih menandakan
polisitemia, penurunan kadar gula menunjukan anemia/hemoraghi
prenatal)
4. Essai Inhibisi guthriel tes untuk adanya metabolit fenillalanin,
menandakan fenil ketonuria
5. Bilirubin total 6 mg/dl pada hari pertama kehidupan 8 mg/dl 1 - 2 hari dan
12 mg/dl pada 3 - 5 hari.
6. Detrosik:Tetes glukosa selama 4 - 6 jam pertama setelah kelahiran rata-rata
40-50 mg/dl,meningkat 60 -70 mg/dl pada hari ke 3.
7. SDM 5 – 7,5 juta/mm3 . (Bobak, 2004).

16
BAB III
TINJAUAN KASUS

No Register : 012956 Ruang/kamar :Perinatologi


Tanggal masuk : 09-12-2017 Tanggal pengkajian : 12-12-2017
Pengkajian

A. Biodata
1. Identitas
a. Nama : By. Siti Rohayani
b. Tanggal lahir : 10-12-2017
c. Jam : 08:10 pm
d. Jenis kelamin : Perempuan
e. Berat badan : 3900 gram

2. Identitas ibu 3. Identitas Ayah


a. Nama : Ny. Siti Rohayani Nama : Tn. Anas Sutoyo
b. Umur : 24 th Umur : 36 th
c. Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
d. Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
e. Suku/bangsa : Indonesia Suku/bangsa: Indonesia
f. Golongan darah :A Golongan darah: -
g. Alamat : Pare Rejo Alamat: Pare Rejo
h. Agama : Islam Agama: Islam

B. Riwayat persalinan
1. G. 2 P. 1 A. 0
2. Lamanya persalinan :
Kala I : 8 jam menit
Kala II : 1 jam menit
Kala III : 30 menit
Jumlah : 9 jam 30menit
3. Keadaan air ketuban: jernih

17
4. Waktu pecahnya ketuban: - (23.00 jam) 8 jam
5. Jenis persalinan: SC
6. Llilitan tali pusat : tidak ada
7. Ditolong oleh : dr.Budi
8. Komplikasi :
Ibu : ( - )
Bayi: ( - )
9. Resusitasi
a. Penghisapan lender : ya rangsangan : ya
b. Ambu :tidak lamanya :tidak
c. Massae jantung : tidak Lamanya : tidak
d. Intubasi indotraceal : tidak
e. Oksigen : tidak
f. Therapy : tidak
g. Keterangan : tidak

C. Riwayat Penyakit Kelamin


1. Perdarahan : (-)
2. Preeklamsi : (-)
3. Eklamsia : (-)
4. Penyakit kehamilan : (-)
5. Lain-lain : Tisak ada

D. Kebiasaan waktu hamil


1. Makanan : Bubur kacang ijo
2. Obat - obatan : (-)
3. Merokok : Tidak
4. Lain_lain : Tidaka ada

E. Pemeriksaan Fisik
1. APGAR Score
No APGAR Menit Ke I Menit ke II
1 Frekuensi jantung 1 2
2 Usaha nafas 2 2
3 Tonus otot 2 2
4 Warna kulit 2 2
5 Reaksi terhadap rangsangan 2 2
Jumlah 9 10

2. Keadaan umum
1. Tanda-tanda vital
a. Suhu : 37,5 c
b. Pernafasan : 40 x/m

18
2. Antropometri
a. Bb sekarang : 3900 gr
b. Panjang badan : 50 cm
c. Lingkar Lengan : 34 cm
d. Lingkar dada : 32 cm
e. LILA : 13 cm

3. head to toe
a. Kepala
Bersih dan tidak ada kelainan
b. Mata
Bata simestris antara kanan dan kiri
c. Mulut
Bersih
d. Hidung
lubang hidung ada dan kedua hidung simetris
e. Telinga
Simetris kanan kiri
f. Leher
Kelenjar tiroid tidak ada pembesaran
g. Dada
Bisa mengempis dan mengembang
h. Abdomen
Bentuk bulat dan lonjong bising usus ada tali pusat masih basah
i. Punggung : Tidak ada tonjolan
j. Ekremitas : Pergerakan baik, jari kanan dan kiri lengkap
k. Genetalia : labiya mayora menutupi labiya minora
l. Anus : mempunyai lubang

F. Refleks
1. Morro : Ada respon
2. Rooting : Ada respon
3. Plantar : AdA respon

19
4. Sucking : Ada respon tapi belom kuat
5. Tonic neck : Ada respon

G. Kebutuhan sehari-hari
1. Nutrisi
ASI : frekuensi 12 x/ hari, jumlah 30 cc setiap kali pemberian
Susu tambahan : Tidak ada
2. Eliminasi
BAB : Meconium x/hari, warna kosistensi
BAK : -
3. Istirahat tidur
12 jam/hari, bayi diselimuti dan dibedong

H. Pengobatan/Terapi
1. Bersihkan jalan napas
2. Berikan kehangatan bayi dengan membedong bayi
3. Ganti tali pusat bayi

I. Data focus
1. Ds : -
Do :
- Bayi Ny. N.S lahir 1 jam yang lalu.
- Nadi 156x/menit, RR 34x/menit, BB 3900 gram, PB 51 cm. Tampak
adanya tarikan dada atau retraksi dada.
2. Ds : -
Do :
- Suhu bayiNy. N.S 37,5 C.
- BayiNy. N.S tampak menggigil dan gemetaran atau tremor.
- Akral dingin

3. Ds : -
Do :

20
- Talipusat masih basah, warnaputih,Kassa penutup tali pusat basah dank
otor
- Bayi Ny..S belum dimandikan.

J. Analisa data
No Symtomp Etiologi Problem
1 Ds : - Gangguan Resiko tinggi pola
Do :
jalan nafas pernafasan tidak efektif
Bayi Ny. N.S lahir 1 jam
yang lalu.
Nadi 156x/menit, RR
34x/menit, BB 3900
gram, PB 51 cm. Tampak
adanya tarikan
dada atau retraksi dada.

2 Ds : - Usia ekstrem Resikotinggi


Do : hypotermi.
Suhu bayiNy. N.S 37,5
C.
BayiNy. N.S
tampak menggigil dan
gemetaran atau tremor.
Akral dingin.

21
3 Ds : - Terputusnyak Resiko tinggi
Do : Infeksi tali pusat
ontinuitas
Talipusat masih basah,
jaringan.
warnaputih,Kassa
penutup tali pusat basah
dank otor.
Bayi Ny..S belum
dimandikan.

K. Prioritas masalah
1. Resiko tinggi pola nafas tidak efektif
2. Resiko tinggi hypotermi
3. Resiko tinggi infeksi tali pusat

L. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko tinggi pola nafas tidak efektif berhubungan dengan gangguan jalan
nafas.
2. Resiko tinggi hypotermi berhubungan dengan usia ekstrem.
3. Resiko tinggi infeksi tali pusat berhubungan dengan terputusnya
kontinuitas jaringan

M. Intervensi Keperawatan
No Tanggal Diagnosa Tujuan Intervensi Keperawatan
Intervensi Rasionalisasi
Keperawatan
1 12-12- Resiko tinggi Setelah -.Observasi -pernafasan cuping
2017 pola nafas dilakukan adanya hidung dan retraksi
tidak efektif tindakan pernafasan dada dapat memicu
berhubungan keperawata cuping hidung, gagal nafas
dengan n 1x24 jam, retraksi dada. -. Bayi dapat
gangguan diharapkan -.Observasi mengkurap abila
jalan nafas pola nafas pernafasan posisi tidur berada
bayi Ny.S mendengkur. pada posisi yang

22
kembali -.Auskultasi tidak tepat
efektif. bunyi -. Krekels / ronchi
Krekels/Ronchi. merupakan bunyi
-.Bersihkan jalan nafas tidak normal
nafas (hisap naso -. Jalan nafas yang
faring secara tersumbat dapat
perlahan). menyebabkan gagal
-.Observasi nafas
warna kulit -. Bayi yang
terhadap kekurangan O2
sianosis. akan menimbulkan
-.Tempatkan warna kebiru-
bayi pada posisi biruan pada tubuh
Trendelemburg bayi
yang
dimodifikasi
pada sudut 10
derajat.
2 13-12- Resiko tinggi Setelah -Ukur suhu inti -. Suhutubuh bayi
2017 hypotermi dilakukan neonatus. normal (36- 37ºc)
-Menggunakan
berhubungan tindakan -Pantau suhu
pakaianhangat/
dengan usia keperawata kulit secara
selimut dapat
ekstrem. n 2x24 jam, continue.
mempertahankan
diharapkan -Atur suhu
suhu tubuh
suhu tubuh ruangan.
-Dekapan ibu
bayi Ny. S -Keringkan
membuat bayi
dapat kepala bayi dan
merasa lebih
dipertahank tubuh kemudian
nyaman
an dalam pakaikan baju -. Baby oil dapat
batas dan popok serta memberikan rasa
normal dibedong dengan hangat terhadap

23
dengan selimut hangat. tubuh bayi
lingkungan -Anjurkan
termonetral. kepada Ibu untuk
sering mendekap
bayinya.
-Kaji suhu tubuh
bayi.
-Berikan baby
oil/minyak kayu
putih kepada
bayi (perut dan
punggung)
setelah bayi
dimandikan.
3 14-12- Resiko tinggi Setelah -Pantau tanda – -Tanda- tanda
2017 infeksi tali dilakukan tanda infeksi infeksi (tumor.
pusat tindakan pada tali pusat. Rubor, kalor, dolor,
berhubungan keperawata - Balut tali pusat fungsialesa)
-Kassa kering
dengan n 1x24 jam, dengan kassa
menyerap cairan
terputusnya diharapkan kering.
dan mempermudah
kontinuitas infeksi -Pertahankan
proses pengeringan
jaringan. tidak penutup tali
tali pusat
terjadi. pusat tetap
-Memcuci tangan
kering.
akan mengurangi
-Observasi kulit
kontaminasi bakteri
dan tali pusat -Membantu untuk
setiap hari untuk meminimalisasi
tanda – tanda kotaminasi bakteri
kemerahan,
adanya cairan.
-Cuci tangan

24
sebelum dan
sesudah merawat
bayi.
-Ajarkan tekhnik
mencuci tangan
yang tepat pada
Ibu sebelum
memegang/mera
wat bayi.

O. Implementasi Keperawatan
No Tanggal Implementasi Evaluasi
1 12-12-2017 Pukul 08.30 wib pukul 09. 15 wib
 Mengobservasi adanya S:
pernafasan cuping hidung, Ny. S mengatakan bayi
retraksi dada dan pernafasan tidak sesak dan dapat
mendengkur. menyusu dengan baik.
Pukul 08.40 wib O:
 Mengauskultasi suara paru. Bayi tampak tenang, tidak
Pukul 09.00 wib sesak, RR=36x/menit.
 Membersihkan jalan nafas Tidak ada tanda – tanda
dan lendir sedikit – sedikit. hypoksia.
 Mengobservasi warna kulit Kulit hangat dan
terhadap sianosis. kemerahan.
A:
- Masalah teratasi sebagian.
P:
- Lanjutkan tindakan
keperawatan :

2 13-12-2017 Pukul 09.20 wib Pukul 09.45 wib


 Mengukur suhu inti S:-

25
neonatus. O:
 Memantau suhu kulit Suhu tubuh bayi 36,4 C.
secara continue. Kulit hangat dan
Pukul 09.35 wib
 Mengeringkan tubuh bayi kemerahan.
dan kepala, pakaian, kaos Suhu ruangan netral.
kaki, dan sarung tangan, A:
baju dan popok kemudian Masalah teratasi.
dibedong. P:
Hentikan tindakan
keperawatan.

3 14-12-2017 Pukul 09.50 wib Pukul 10.35 wib


 Mencuci tangan sebelum S:-
dan sesudah merawat bayi. O:
 Mencegah penyebaran dan
Tali pusat bersih dan
kontaminasi terhadap
sedikit mengering.
infeksi.
Pukul 10.00 wib A:
 Mengajarkan tekhnik cuci Masalah teratarsi sebagian
tangan yang tepat pada Ibu P:
sebelum memegang dan Lanjutkan tindakan
merawat bayi. keperawatan.
Pukul 10. 30
 Mengobservasi kulit dan
tali pusat terhadap tanda –
tanda infeksi.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

26
Pada beberapa jam setelah bayi dilahirkan atau beberapa hari setelah
dilahirkan, perubahan fisiologis yang hebat yang penting bagi kesehatan
dan ketahanan hidup, terjadi pada bayi baru lahir. Selain perubahan
fisiologis bayi tersebut, bayi baru lahir harus beradaptasi dengan
bermacam-macam cara yang berbeda terhadap lingkungan yang benar-
benar baru meliputi : Pernapasan, Sirkulasi darah , Sistem imun,
Pengaturan suhu-metabolisme, Sistem neurologis, Sistem gastrointestinal,
Fungsi ginjal dan sekresi urine. Masalah- masalah bayi baru lahir seperti
asfiksia, icterus neonatorum, infeksi neonatorum, hipertermi adalah
masalah masalah yang sering terjadi.Oleh karena itu dibutuhkan peran
perawat untuk memberikan penjelasan kepada keluarga utamanya pada
keluarga kelahiran anak pertama sehingga ibu dan ayah tidak akan cemas
dengan kondisi bayinya.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak, Buku Ajar Maternitas, Edisi 4, Jakarta : EGC. 2004

27
Doengoes, Marilynn, E. Rencana Perawatan Maternal / Bayi. Edisi 2. Jakarta :
EGC. 2001
Manuaba, Ida Bagus Gde, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan, KB untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC. 1998
Mochtar, Rustam. Sinopsis Obstetri. Jilid I. Jakarta : EGC. 1998
Prawirohardjo, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Edisi I, Jilid Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. 2006.
Saifudin Abdul Bahri. 2002. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal
neonatal.YBP_SP.Jakarta
https://aljazuli99.blogspot.com/2014/07/askep-bayi-baru-lahir.html

28