Vous êtes sur la page 1sur 6

ABSTRAK

Hama adalah semua jenis binatang yang merugikan dan mengganggu tanaman yang
sedang dibudidayakan oleh manusia dan bukan tumbuhan liar yang ada di alam. Hewan ini
bisa menyebabkan kerusakan dan kemudian ada beberapa hewan yang bisa menyebabkan
penyakit tertentu pada tanaman. Jika diklasifikasikan maka hama akan digolongkan kepada
beberapa jenis.
Diantaranya adalah:
Jenis Molusca; diantaranya adalah bekicot, siput, dan sejenisnya.
Jenis Aves; semisal burung, ayam (jika itu memang menganggu/memakan tanaman
Jenis serangga; merupakan jenis yang paling banyak, misalkan belalang, ulat, wereng,
kumbang dan lain sebagainya.
Jenis Mamalia; tikus adalah salahsatu contoh yang banyak ditemui.
untuk penanggulangannya tentunya dengan cara yang tepat, yaitu dengan metode
PHT, dan alangkah baiknya menggunakan jenis pestisida nabati/organik agar dikemudian
hari tidak akan merusak struktur tanah dan kandungan unsur hara dalam tanah.
Cara lainnya (termasuk dalam cara PHT) adalah dengan memanfaatkan hewan
predator (musuh alami) seperti tikus untuk ular, kemudian burung untuk belalang, dan
perdator lainnya, tentunya dalam waktu yang tepat, jelasnya, jika pada sebelum tanaman
berbuah/biji maka biarkan burung mendekati tanaman kita namun jika musim berbuah atau
setelah keluar butir padi (untuk padi) dan burung sekiranya membahayakan maka gunakanlah
metode yang bisa menakuti burung menghinggapi tanaman kita.

Yang harus diingat dalam metode PHT adalah dengan pengontrolan yang teratur, sehingga
kita dapat mensiasati metode apa yang akan diterapkan dalam menangani hama tersebut.

Pengertian Penyakit Tumbuhan

Sedangkan penyakit adalah sebuah kondisi yang mengakibatkan tanaman tidak bisa
tumbuh dengan normal, dikarenakan adanya gangguan pada organ tanaman yang disebabkan
oleh mikroorganisme pengnggu, hama, virus atau kondisi tanah yang kekurangan unsur-unsur
yang dibutuhkan tanaman.Diantaranya jenis-jenis penyakit:

Penyakit layu, penyakit ini bisa menyerang jenis tanaman apapun, kebanyakan
disebabkan oleh bakteri meskipun ada beberpa sebab lainnya, lihat juga kondisi kesuburan
tanah. Penyakit layu ini dengan ciri-ciri tanaman tidak segar dan cepat menguning belum
pada waktunya dan jika tidak ditangani akan menyebabkan kematian pada tanaman.
Penyakit hawar daun; bisa diidentifikasikan dengan tepi daun yang terdapat bercak-
bercak, penyakit ini biasanya disebabkan oleh jamur.

Penyakit busuk daun, penyakit ini juga biasanya disebabkan oleh jamur, ciri-cirinya
adalah timbul bercak pada daun hingga terlihat nampak pucar, kemudian menyebabkan
kebusukan pada daun.

Penyakit tungro, peyakit ini menyebabkan tanaman kurang subur dan pertumbuhan
terhambat sehingga tumbuhan menjadi kerdil dan tidak wajar, hal ini biasanya disebabkan
oleh virus yang disebarkan oleh wereng.
BAB ! PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan

mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur).

Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan

memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan

beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.

Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur

disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi

mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh

tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang

terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya

terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Untuk membasmi hama dan penyakit,

sering kali manusia menggunakan oat – obatan anti hama. Pestisida yang

digunakan untuk membasmi serangga disebut insektisida. Adapun pestisida yang

digunakan untuk membasmi jamur disebut fungsida.

Pembasmi hama dan penyakit menggunakan pestisida dan obat harus secara

hati – hati dan tepat guna. Pengunaan pertisida yang berlebihan dan tidak tepat

justru dapat menimbulkan bahaya yang lebih besat. Hal itu disebabkan karena

pestisida dapat menimbulkan kekebalan pada hama dan penyakit. Oleh karena itu

pengguna obat – obatan anti hama dan penyakit hendaknya diusahakan seminimal

dan sebijak mungkin.

Secara alamiah, sesungguhnya hama mempunyai musuh yang dapat

mengendalikannya. Namun, karena ulah manusia, sering kali musuh alamiah hama
hilang. Akibat hama tersebut merajalela. Salah satu contoh kasus yang sering terjadi

adalah hama tikus. Sesungguhnya, secara ilmiah, tikus mempunyai musuh yang

memamngsanya. Musuh alami tikus ini dapat mengendalikan jumlah populasi tikus.

Musuhnya tikus itu ialah Ular, Burung hantu, dan elang. Sayangnya binatang –

binatang tersebut ditangkapi oleh manusia sehingga tikus tidak lagi memiliki

pemangsa alami. Akibatnya, jumlah tikus menjadi sangat banyak dan menjadi hama

pertanian.

Topik 1 : jenis jenis hama pengganggu tanaman


Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga
pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. Hama yang menyerang tumbuhan
antara lain tikus, walang sangit, wereng, tungau, dan ulat.

1. Tikus

Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Hal ini
diesbabkan tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan
kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi. Masa reproduksi yang
relative singkat menyebabkan tikus cepat bertambah banyak. Potensi
perkembangbiakan tikus sangat tergantung dari makanan yang tersedia. Tikus
sangat aktif di malam hari.

Tikus menyerang berbagai tumbuhan. Bagian tumbuhan yang disarang tidak


hanya biji – bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. Yang membuat para tikus kuat
memakan biji – bijian sehingga merugikan para petani adalah gigi serinya yang kuat
dan tajam, sehingga tikus mudah untuk memakan biji – bijian. Tikus membuat
lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak.
Apabila keadaan sawah itu rusak maka berarti sawah tersebut diserang tikus.

2. Wereng
Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tumbuhan

berlubang – lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati

3. Walang Sangit

Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakansalah satu hama yang juga


meresahkan petani. Hewan ini jika diganggu, akan meloncat dan terbang sambil
mengeluarkan bau. Serangga ini berwarnahijau kemerah- merahan.

Walang sangit menghisab butir – butir padi yang masih cair. Biji yang sudah diisap akan
menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman

4. Ulat

Kupu – kupu merupakan serangga yang memiliki sayap yang indah dan
benareka ragam. Kupu – kupu meletakkan telurnya dibawah daun dan jika menetas
menjadi larva. Kita bisa sebut larva kupu – kupu sebagai ulat. Pada fase ini, ulat aktif
memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari. Daun yang
dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.

Topik 2 : kerugian yang di timbulkan oleh hama


Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur
disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi
mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh
tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang
terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya
terganggu dan dapat menyebabkan kematian.

Topik 3 : cara pengendalian hama

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak


maupun dengan pergiliran tanaman. Pergiliran tanaman dilakukan untuk
memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau
tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan.

b. Pengandalian hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng,


misalnya laba – laba predator Lycosa Pseudoannulata, kepik Microvelia
douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis, kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea
nigrofasciata, dan Synarmonia octomaculata.

c. Pengandalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida, dilakukan apabila


cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. Penggunaan insektisida diusahakan
sedemikan rupa sehingga efektif, efisien, dan aman bagi lingkungan.

Topik 4 : solusi tepat mengatasi hama

Penggunaan pestisida sintetis membutuhkan kecermatan, baik mengenai


pilihan pestisida yang aman maupun petunjuk pemakaiannya. Hasil pemantauan
rutin dapat digunakan untuk mengetahui Janis hama dan penyakit yang menyerang,
dan menentukan jenis pestisida yang sesuai sasaran. Pemantauan juga bermanfaat
agar penyemprotan tidak terlambat dengan menggunakan dosis dan waktu yang
tepat sehingga pengendalian hama dan penyakit dapat berhasil.

Topik 5 : penggunaan pestisida


Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida harus memperhatikan jenis
hama dan penyakit yang ada, populasi, serta tahap pengembangan hama tersebut.
Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan hal -– hal berikut.

a) Pestisida biologi disesuaikan dengan jenis hama yang menyerang.

b) Pestisida harus selektif, yaitu untuk hama atau penyakit yang menyerang jenis
tanaman tertentu.

c) Formulasi pertisida harus sesuai. Misalnya untuk hama yang masuk ke dalam
bunga kurang cocok jika digunakan penyemprotan, namun lebig efektif jika
berbentuk kabut sehingga lebih mudak untuk masuk ke dalam bunga.

d) Pestisida sistemik (masuk ke jaringan tumbuhan) atau kontak bersentuhan


dengan hama, disesuaikan dengan tahap perkembangan hama. Pada fase
dewasa, kutu putih mungkin sulit dikendalikan dengan perstisida kontak karena
tubuhnya memiliki lapisan luar yang dapat melindunginya dari semprotan
langsung. Pestisida sistemik akan lebih efektif karena larva yang baru menetas
dan makan daun akan meti karena bahan aktif yanga ada dalam tumbuhan akan
meracuni hama tersebut.
KESIMPULAN

Tumbuhan adalah salah satu jenis makhluk hidup yang memiliki peran sangat penting
bagi kehidupan manusia pada khususnya. Tumbuhan sangat berfungsi bagi kelangsungan
hidup manusia, sebab hasil dari tumbuhan dapat dijadikan sebagai bahan makanan dimana
makanan merupakan salah satu sumber energy bagi manusia. Jadi bisa dibayangkan, betapa
pentingnya tumbuhan bagi manusia

Mengingat fungsi tumbuhan sangat penting, maka dari itu manusia harus bisa
menghimbau dan menjaga semua tumbuhannya agar tidak terserang oleh penyakit. Penyakit
pada tumbuhan bisa menyerang kapan saja dan dimana saja, oleh sebab itu harus selalu siap
siaga untuk menjaga tumbuhannya agar tetap sehat dan dapat menghasilkan bahan pangan
yang bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk mendapatkan energy.
Penyakit pada tumbuhan adalah gangguan yang terjadi atau yang menyerang
tanaman yang disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang meliputi bakteri, virus, jamur,
protozoa, cacing, tikus, dan lain lain. Semua penyakit pada tumbuhan dapat diantisipasi
dengan menggunakan berbagai macam pupuk dan jenis obat obatan yang lainnya.