Vous êtes sur la page 1sur 8

Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian

a. Identitas pasien
Nama : -
Umur : 19 tahun
Jenis kelamin : -
Alamat : -
Pendidikan terakhir : SMP
Pekerjaan : tidak bekerja
Diagnosa : skizofrenia
b. Keluhan utama
Mengamuk tanpa sebab saat dirumah, mengamburkan barang-barang dirumah,
mengancam orang di sekitar, pasien mendengar bisikan-bisikan yang menyuruhnya
untuk marah-marah dan memukul orang lain.
c. Riwayat penyakit sekarang
Berhalusinasi dengan mendengar bisikan-bisikan
d. Riwayat penyakit dahulu
Pada pengkajian ini perlu dikaji apakah pasien pernah menderita penyakit yang sama
yaitu skizofrenia atau penyakit lainnya yang berhubungan dengan kejiwaan serta
dikaji adanya riwayat penyakit terdahulu yang pernah diderita pasien.
e. Riwayat penyakit keluarga
Pada kasus tidak terkaji

Pengkajian Pola Gordon


1. Persepsi dan Penanganan Kesehatan
Pasien dirawat di ruang akut Rumah Sakit Jiwa
2. Nutrisi-Metabolik
Menggambarkan intake makanan, keseimbangan cairan dan elektrolit, nafsu makan,
pola makan, diet, fluktuasi BB dalam 6 bulan terakhir, kesulitan menelan, mual /
muntah, kebutuhan jumlah zat gizi,makanan kesukaam, perubahan pada kulit klien,
misalnya terdapat lesi, kering, bengkak, gatal. Tetapi dikasus tidak terkaji
3. Eliminasi
Menggambarkan pola fungsi eksresi, kandung kemih dan kulit. Pada kasus tidak
terkaji
4. Aktivitas-Latihan
Menggambarkan pola aktivitas sehari hari dan latihan,
5. Tidur-Istirahat
Menggambarkan Pola tidur – istirahat dalam 24 jam serta kualitas dan kuantitas
tidur. Pada pasien
6. Kognitif-Persepsi
Menggambarkan tentang indra khusus (pnglihatan, penciuman, pendengar, perasa,
peraba),Persepsi ketidak nyamanan nyeri (pengkajian nyeri secara
komprehensif),tingkat pengetahuan klien terhadap nyeri dan pengetahuan untuk
mengontrol dan mengatasi nyeri, pasien mendengar bisikan-bisikan yang
menyuruhnya untuk marah-marah dan memukul orang lain
7. Persepsi Diri – Konsep Diri
Menggambarkan sikap terhadap diri dan persepsi terhadap kemampuan, harga
diri, gambaran diri dan perasaan terhadap diri sendiri.).
8. Peran –Hubungan
Menggambarkan Persepsi klien tentang pola hubungan Persepsi klien tentang
peran dan tanggung jawab pasien. Pada pasien dengan kasus motoric delay
biasanya tidak mengalami masalah pada pola peran dan hubungan.
9. Seksualitas –Reproduksi
Menggambarkan Bagaimana respon seksualitas klien, kehidupan seksualitas
klien, kesulitan/ perubahan dalam pemenuhan kebutuhan seksualnya. Pada pasien
tidak terkaji
10. Koping – toleransi stress
Menggambarkan Kemampuan pengendalian stress dan Sumber pendukung.
Pada kasus tidak terkaji.
11. Nilai – Kepercayaan
Menggambarkan Nilai, tujuan dan keyakinan serta Spiritual. Tidak terkaji
2. Analisa Data

No data etiologi problem


1 DS : Gangguan Perilaku
 ibu pasien mengatakan psikosis Kekerasan
pasien mengamuk tanpa
sebab saat dirumah.
Pasien mengamuk
dengan menghamburkan
barang-barang dan
mengancam orang di
sekitar
DO :
 aktifitas motorik gaduh
gelisah
2 DO : Gangguan
 pasien mengatakan presepsi sensori :
selama ini mendengar halusinasi
bisikan – bisikan yang
menyuruhnya untuk
marah- marah dan
memukul orang lain
DS :
 hasil pengkajian
keperawatan didapatkan
: arus pikir inkoheren,
bentuk pikir autistik,
tingkat kesadaran
kulitatif berubah
3. Perencanaan

No. Diagnosa Kriteria Hasil Strategi pelaksanaan


1 Perilaku Selama perawatan diruangan, pasien SP P I :
kekerasan tidak memperlihatkan perilaku 1. Identifikasi penyebab, tanda
kekerasan, dengan kriteria hasil
dan gejala perilaku kekerasan
1 Dapat membina
hubungan saling yang dilakukan dan akibat
percaya perilaku kekerasan
2 Dapat 2. Jelaskan cara mengontrol
mengidentifikasi
perilaku kekerasan : fisik, obat,
penyebab, tanda
dan gejala, verbal dan spritual
bentuk dan akibat 3. Latihan cara mengontrol
PK yang sering perilaku kekerasan secara fisik
dilakukan
: tarik napas dalam dan pukul
3 Dapat
mendemonstrasik kasur dan bantal
an cara 4. Masukkan pada jadwal
mengontrol PK kegiatan untuk latihan fisik
dengan cara :
 Fisik SP P II :
 Social dan 1. Evaluasi kegiatan latihan fisik,
verbal beri pujian
 Spiritual
2. Latih cara mengontrol perilaku
 Minum obat
teratur kekerasan dengan obat (6
4 Dapat benar obat, guna, dosis,
menyebutkan dan frekuensi, cara, kontinuitas
mendemonstrasik
minum obat, akibat jika obat
an cara mencegah
PK yang sesuai tidak diminum sesuai program,
5 Dapat memelih akibat putus obat)
cara mengontrol 3. Masukkan pada jadwal
PK yang efektif
kegiatan untuk latihan fisik dan
dan sesuai
6 Dapat melakukan minum obat
cara yang sudah SP P III
dipilih untuk
1. Evaluasi kegiatan latihan fisik
mengontrl PK
7 Memasukan cara dan obat, serta beri pujian
yang sudah 2. Latih pasien mengontrol
dipilih dalam
perilaku kekerasan secara
kegitan harian
8 Mendapat verbal (3 cara, yaitu :
dukungan dari mengungkapkan, meminta,
keluarga untuk menolak dengan benar)
mengontrol PK
3. Masukan pada jadwal kegiatan
9 Dapat terlibat
dalam kegiatan untuk latihan fisik, minum obat
diruangan dan verbal
SP P IV
1. Evaluasi kegiatan latihan fisik,
obat dan verbal, beri pujian
2. Latih pasien mengontrol
perilaku kekerasan secara
spiritual (2 kegiatan)
3. Masukkan pada jadwal
kegiatan untuk latihan fisik,
minum obat, verbal dan
spritual.
SP K I
1. Diskusikan masalah yang
dirasakan dalam merawat
pasien
2. Jelaskan pengertian, tanda dan
gejala dan proses terjadinya
Perilaku kekerasan (gunakan
booklet)
3. Jelaskan cara merawat pasien
Perilaku kekerasan
4. Latih satu cara merawat PK
dengan melakukan kegiatan
fisik : tarik nafas dalam dan
pukul bantal / kasur
5. Anjurkan untuk membantu
sesuai jadwal kegiatan dan
memberikan pujian
2 Ganguan Setelah dilakukan tindakan SP P I :
presepsi keperawatan selama 3 x 24 jam klien 1. Identifikasi halusinasi : dengan
mampu mengontrol halusinasi
sensori : mendiskusikan isi, frekuensi,
dengan kriteria hasil:
halusinasi 1 Klien dapat waktu terjadi situasi pencetus,
membina perasaan dan respon
hubungan saling 2. Jelaskan cara mengontrol
percaya
halusinasi : hardik, obat,
2 Klien dapat
mengenal bercakap-cakap, melakukan
halusinasinya; kegiatan.
jenis, isi, waktu, 3. Latih cara mengontrol
dan frekuensi
halusinasi dengan menghardik
halusinasi, respon
terhadap 4. Masukan pada jadwal kegiatan
halusinasi, dan untuk latihan menghardik
tindakan yg
SP P II :
sudah dilakukan
1. Evaluasi kegiatan menghardik.
3 Klien
dapat menyebutk Beri pujian
an dan 2. Latih cara mengontrol
mempraktekan
halusinasi dengan obat
cara mengntrol
halusinasi yaitu (jelaskan 6 benar obat, jenis,
dengan guna, dosis, frekuensi,
menghardik, kontinuitas minum obat)
bercakap-cakap
3. Jelaskan pentingnya
dengan orang
lain, terlibat/ penggunaan obat pada
melakukan gangguan jiwa
kegiatan, dan 4. Jelaskan akibat jika obat tidak
minum obat
diminum sesuai program
4 Klien dapat
dukungan 5. Jelaskan akibat putus obat
keluarga dalam 6. Jelaskan cara berobat
mengontrol
7. Masukan pada jadwal kegiatan
halusinasinya
5 Klien kegiatan untuk latihan
dapat minum obat menghardik dan beri pujian.
dengan bantuan SP P III :
minimal
1. Evaluasi kegiatan latihan
6 Mengungkapkan
halusinasi sudah menghardik dan obat. Beri
hilang atau pujian.
terkontrol 2. Latih cara mengontrol
halusinasi dengan bercakap-
cakap ketika halusinasi muncul
3. Masukan pada jadwal kegiatan
untuk latihan menghardik,
minum obat, dan bercakap-
cakap.
SP P IV :
1. Evaluasi kegiatan latihan
menghardik, penggunaan obat
dan bercakap-cakap. Beri
pujian
2. Latih cara mengontrol
halusinasi dengan melakukan
kegiatan harian (mulai 2
kegiatan)
3. Masukkan pada jadwal
kegiatan untuk latihan
menghardik, minum obat,
bercakap-cakap dan kegiatan
harian.
SP K I :
1. Diskusikan masalah yang
dirasakan keluarga dalam
merawat pasien
2. Jelaskan pengertian, tanda dan
gejala serta proses terjadinya
halusinasi (gunakan booklet)
3. Jelaskan cara merawat pasien
dengan halusinasi.
4. Latih cara merawat halusinasi :
hardik
5. Anjurkan membantu
pasiensesuai jadwal dan beri
pujian.

4. Evaluasi
No. Diagnosis Evaluasi Paraf
Keperawatan
1 Perilaku kekerasan S: ibu pasien mengatakan sudah mulai
berkurang mengamuknya dan tidak
mengancam orang di sekitarnya lagi
O: aktifitas motorik sudah mulai tenang
A: Masalah belum teratasi
P: Intervensi dilanjutkan
2 Gangguan presepsi S: pasien mengatakan sudah jarang
sensori : halusinasi mendengar bisikan tetapi kadang masih
terdengar
O: arus pikir koheren
A: Masalah belum teratasi
P: intervensi dilanjutkan