Vous êtes sur la page 1sur 1

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bahasa medisnya disebut
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh
virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah
kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan
perdarahan-perdarahan.
Virus dengue akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk
aedes aegypti dan kemudian akan bereaksi dengan antibodi dan terbentuklah
kompleks virus antibody, dalam sirkulasi akan mengaktivasi sistem
komplement. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a, dua
peptida yang berdaya untuk melepaskan histamin dan merupakan mediator
kuat sebagai faktor meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah dan
menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.
Salah satu masalah utama penyakit menular di berbagai belahan
dunia adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Selama satu dekade angka
kejadian atau incidence rate (IR) DBD meningkat dengan pesat diseluruh
dunia. Diperkirakan 50 juta orang terinfeksi DBD setiap tahunnya dan 2,5
miliar (1/5 penduduk dunia) orang tinggal di daerah endemik DBD. Penyakit
ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil,
Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia.
Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014, Pada tahun 2014
jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 100.347 kasus dengan jumlah
kematian sebanyak 907 orang (IR/Angka kesakitan= 39,8 per 100.000
penduduk dan CFR/angka kematian= 0,9%). Dibandingkan tahun 2013 dengan
kasus sebanyak 112.511 serta IR 45,85 terjadi penurunan kasus pada tahun
2014. Target Renstra Kementerian Kesehatan untuk angka kesakitan DBD
tahun 2014 sebesar ≤ 51 per 100.000 penduduk, dengan demikian Indonesia
telah mencapai target Renstra 2014. (Sutarjo US, 2015).