Vous êtes sur la page 1sur 1

APEL CINTA

Ayat Pemb: Kejadian 29:31-30:24


Sejarah dan budaya yang berdasarkan firman Tuhan, mengungkapkan bahwa Lea dan Rahel
adalah kedua wanita yang luar biasa, yang dipakai Tuhan untuk melahirkan kedua belas suku Israel.
Melalui Yakub yang sebenarnya banyak hal miring pun yang dikisahkan Alkitab tentang dirinya
sampai ia harus berganti nama menjadi “Israel”. Namun, satu hal yang perlu kita ingat bahwa naik-
turunnya kehidupan Yakub, ia tetap berjalan dalam janji Tuhan.
Jika kita simak dengan baik bagaimana kisah ini, Allah dengan kedaulatan-Nya melalui proses
yang panjang untuk membentuk bangsa pilihan-Nya. Lea dan Rahel ada dalam dinamika keluarga
untuk merebut cinta seorang. Namun, sekali lagi bahwa dinamika ini tidak sedikit pun mengubah
rencana Allah. Orang percaya pun harus demikian. Ada banyak hal yang terjadi menerpa dan bahkan
mungkin menggoyang kehidupan berkeluarga, baik dari hal-hal kecil sampai yang besar namun itulah
badai yang harus kita lewati. Badai itu yang akan menguatkan dasar kehidupan setiap keluarga dan
pemakaian-Nya.
1. Nama Adalah Doa (Kej 29:31-35)
Dalam bagian ini Lea berpikir bahwa dengan kehamilannya Yakub akan memberikan perhatian
kepadanya layaknya seorang istri dalam sebuah keluarga. Lea mencoba menarik rasa cinta Yakub
kepadanya dengan anak. Kita bisa melihat bagaimana isi hati Lea dengan nama yang diberikannya
kepada anak-anak Yakub. Setiap nama yang diberikan Lea mempunyai arti tersendiri. Pada akhirnya
setelah kelahiran Yehuda, Lea memfokuskan hatinya kepada Allah dan bersyukur kepada Tuhan.
Pada akhirnya Lea sadar bahwa pengharapan-Nya hanya kepada Allah yang sanggup mengubah
kondisi dan situasi bahkan yang dari tidak mungkin menjadi mungkin.
2. Jangan Membantu Tuhan (Kej 30:1-13)
Rencana Tuhan bagi setiap orang percaya adalah ”menjalaninya”. Tindakan Rahel dan Lea
menunjukkan bahwa mereka mencoba membantu Tuhan padahal salah. Yakub pun ikut terjebak di
dalam dosa ini. Secara tidak langsung Rahel dan Lea telah ikut menjerumuskan Yakub dalam
kesalahan. Kehidupan keluarga kita harus dijaga, oleh sebab itu tidaklah salah jika istri harus menjaga
suami dalam lingkungan yang benar bukan cuek ataupun takut untuk bertindak.
Dari bagian ini dapat kita ambil bahwa, kita tidak bisa melakukan hal yang mendahului
kedaulatan Tuhan sebab hanya Dia yang tahu pasti dan tepat pada waktunya kapan akan bertindak.
Kita tak usah takut atau khawatir dengan kompetisi dalam hidup, isu-isu yang ada dan segala macam
bentuk ancaman juga ajaran yang jelas menyesatkan. Semuanya harus terjadi, namun satu hal pasti
bahwa Tuhan ada di pihak kita.
3. Ambil Keputusan Yang Tepat (Kej 30:14-21)
Di sini kita lihat bagaimana keputusan yang tepat diambil oleh Lea dengan mengizinkannya
mengambil buah Dudaim miliknya yang diberikan Ruben anaknya. Tindakan ini menunjukkan bahwa
kedewasaan rohani Lea dengan tidak lagi menjadikan Rahel sebagai pesaingnya atau kompetitornya
dan memberikan rasa kasih kepada Rahel.
Hari ini kita mengambil keputusan untuk merubah masa depan kita di dalam Tuhan. Tidak ada
kata takdir maupun nasib. Tuhan bekerja dengan hasratnya kepada anak-anakNya. Asal kita mau
dewasa, rendah hati dan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.
4. Allah Tahu Jalan Hidupmu (Kej 30:22-24)
Ketika kita telah dipilih Tuhan, jangan pernah meragukan kuasa dan kedaulatan Tuhan. Tidak
perlu ada rivalitas karena Tuhan bekerja bagi masing-masing pribadi dengan cara-Nya. Jalan dan
rencana Tuhan bagi setiap orang percaya punya jalurnya masing-masing. Tetap memandang Tuhan
dan percaya bahwa apa yang terjadi itu adalah proses bagi kita untuk kemuliaan nama Tuhan. AMIN