Vous êtes sur la page 1sur 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DEMAM THYPOID

DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

OLEH KELOMPOK 10 :

Asriadi Fadli Gusti Sofyan Cahyadi


Defria Subekti Sony
Emelda Sari Muhammad Zihni Akbar
Ria Asihai Mutiara Nisa Ariani
Nur’ilmi Nahdiah
Muthia Nurhafizah Maria Olpah
Kristalili

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI S.1 KEPERAWATAN

BANJARMASIN, 2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN


DALAM RANGKA PENDIDIKAN KSEHATAN
DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
Topik : Penyakit Thypoid/Tipes
Sub Topik : Penjelasan Tentang Penyakit Thypoid/Tipes
Sasaran : Mahasiswa/ mahasiswi UM Banjarmasin
Hari/Tanggal : Senin, 06 Maret 2017
Waktu : 08.00-09.30 Wita
Tempat : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Penyuluh : Mahasiswa UM Banjarmasin

I. ANALISIS SITUASI
Peserta hadir pukul 07.30 wita. Peserta adalah mahasiswa/mahasiswi UM Banjarmasin
Jumlah peserta diperkirakan ± 20 orang.

II. TUJUAN UMUM (TIU)


Setelah mendapatkan penjelasan tentang penyakit tipes selama 15 menit, diharapkan
mahasiswa/mahasiswi dapat mengerti dan memahami tentang penyakit tipes dengan tepat
secara keseluruhan.

III. TUJUAN KHUSUS (TIK)


Setelah mendapatkan penjelasan tentang penykit tipes, diharapkan mahasiswa/mahasiswi
mampu :
 Menjelaskan pengertian penyakit tipes
 Menjelaskan penyebab timbulnya penyakit tipes
 Memahami cara pencegahan terkena penyakit tipes

IV. MATERI
 Pengertian Tipes
 Penyebab timbulnya penyakit tipes
 Cara mencegah terkena penyakit tipes

V. PROSES PENYULUHAN

TAHAP WAKTU PENYULUH PESERTA


 Mengucapkan  Menjawab salam
salam  Mendengarkan dan
Pendahuluan 3 menit
 Menyampaikan bersedia untuk diberikan
maksud dan tujuan penyuluhan
 Pengertian  Mendengar dan
penyakit Tipes memperhatikan
 Penyebab penjelasan dari penyuluh
Penyampaian timbulnya penyakit  Menanyakan hal yang
15 menit
Materi tipes belum dimengerti
 Cara mencegah
terkena penyakit
tipes
Diskusi 10 menit Tanya jawab Bertanya

Menanyakan kembali Menjawab pertanyaan


Evaluasi 3 menit materi yang disampaikan

Menyimpulkan materi Mendengarkan dan


Kesimpulan 2 menit yang telah disampaikan memperhatikan

VI. METODE
 Ceramah
 Diskusi ( Tanya Jawab)

VII. MEDIA
 LCD
 Leaflet
 Laptop

VIII. KRITERIA EVALUASI


1. Evaluasi Struktur
 Peserta hadir di tempat penyuluhan
 Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di UM Banjarmasin
 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya

2. Evaluasi Proses
 Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
 Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
 Peserta mampu menjawab saat penyuluh menanyakan kembali tentang materi
penyuluhan
 Peserta menanyakan hal yang belum dimengerti

3. Evaluasi Hasil
 Peserta mengerti tentang penyuluhan
 Jumlah peserta hadir dalam penyuluhan ± 20 orang

IX. PENGORGANISASIAN
Moderator : Nahdiah
Penyuluh : Ria Asihai
Fasilitator : Gusti Sofyan Cahyadi
Observer : Sony

MATERI

1. PENGERTIAN THYPOID/TIPES

Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang
pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi
A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan
septikemia (tidak menyerang usus). Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan,
setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk
ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di
sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian
menimbulkan berbagai gejala klinis.
Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi
dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena
berhubungan dengan usus pada perut.

2. GEJALA THYPOID/TIPES

Gejala yang dialami penderita Tipes dapat diuraikan menjadi berikut ini :

a. Panas badan yang semakin hari bertambah tinggi, terutama pada sore dan malam hari.
Terjadi selama 7-10 hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan continue.
Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi
mulai menurun lagi.
b. Pada fase awal timbul gejala lemah, sakit kepala, infeksi tenggorokan, rasa tidak enak
di perut, sembelit atau terkadang sulit buang air besar, dan diare.

c. Pada keadaan yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun.

3. CARA MENCEGAH THYPOID/TIPES

Penyakit Tipes dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar
dengan kuman Tipes, Salmonella typhosa, kotoran, atau air kencing dari penderita Tipes.
Bila anda sering menderita penyakit ini kemungkinan besar makanan atau minuman yang
Anda konsumsi tercemar bakterinya. Hindari jajanan di pinggir jalan terlebih dahulu.
Atau telur ayam yang dimasak setengah matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang
mengandung bakteri Tipes.
Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada Vaksin
Tipes atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan dapat melindungi
seseorang dalam waktu 3 tahun. Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut.
Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam/24 jam, olah
raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam. Bagi orang yang pernah mengalami
penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan
lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita Tipes.
Hindarilah makanan yang tidak bersih. Cucilah tangan sebelum makan. Bagi
penderita carrier (tidak menderita penyakit ini, namun dapat menyebarkan bakterinya)
tetap mengkonsumsi obat.

4. PENGOBATAN TYHPOID/TIPES

Penyakit ini tidak terlalu parah, namun sangat dapat menganggu aktifitas kita.
Yang sangat dibutuhkan adalah istirahat total selama beberapa minggu bahkan bulan.
Bagi orang yang sangat aktif, hal ini sangat menderita. Anda terasa tidak bisa apa-apa
( setidaknya ini yang saya rasakan ketika menderita penyakit ini). Yang perlu diperhatikan
pasca terkena Tipes adalah pola makan yang benar. Misalnya harus lunak, ya terapkan
makan lunak sampai batas yang telah ditentukan dokter, kemudian makanan yang
berminyak, pedas, asam, spicy hindari. Kurangi kegiatan yang terlalu menguras tenaga.
Kemudian untuk menjaga stamina bisa diberikan Kapsul Tapak ( sesuai ketentuan dokter)
Liman 3 x 2 Kaps/hr, Kaps Daun sendok 3 x 2 Kaps.hr, dan Patikan Kebo 3 x 1 Kaps/hr.
(untuk membantu mempercepat penyembuhan luka diusus akibat Typus).

Pengobatan pada penderita ini meliputi tirah baring, diet rendah serat – tinggi
kalori dan protein, obat-obatan berupa antibiotika (dijelaskan pada paragraf berikutnya),
serta pengobatan terhadap komplikasi yang mungkin timbul. Obat untuk penyakit Types
adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg
diberikan selama 7 – 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep
yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama
3-4 hari minum obat. Obat harus diminum sampai habis ( 7 – 10 hari ). Bila tidak, maka
bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh
kembali.

DAFTAR PUSTAKA

1. Jevuska. 2008. Demam Tifoid (Typhoid Fever),


<http://www.jevuska.com/2008/05/10-/demam-tifoidtyphoid- fever, tanggal akses: 26
September 2009>.
2. Simanjuntak, C H. 1990. Masalah Demam Tifoid di Indonesia. Cermin Dunia Kedokteran
No.60