Vous êtes sur la page 1sur 30

ALAT UKUR TAHANAN

 Pengukuran tahanan untuk arus


searah dilakukan dengan 2 cara :
1. Metode Voltmeter - Ampermeter
2. Menggunakan ohmmeter
 Metode Volt meter – Ampermeter

Pencarian nilai tahanan menggunakan


rumus berikut :

Rx = V / I
 Prosedur pemakaian
1. Hubungkan voltmeter dengan Rx dengan
saklar pada posisi 1. amati ampermeter
2. Pindahkan saklar pada posisi 2. jika
ampermeter tidak berubah, pindahkan posisi
saklar pada posisi 1. amati nilai voltmeter
dan hitung nilai Rx(tahanan tersebut
termasuk dalam tahanan rendah)
3. Jika saat posisi saklar pada posisi 2
pembacaan ampermeter berubah maka
tahanan tersebut termasuk dalam tahanan
tinggi. Rx dihitung dari pembacaan
Ampermeter dan voltmeter sekarang
 Pengukuran dengan Ohm meter
ohmmeter dibagi menjadi 2 jenis :

1. ohmmeter tipe seri

2. ohmmeter tipe shunt


 Ohmmeter tipe seri
Pengaturan jarum penunjuk dilakukan
dengan menghubungsingkat terminal A
dengan terminal B.
Untuk mendapatkan nilai R1 dan R2 dengan
cara :
 Ohmemeter tipe Shunt
ALAT UKUR ARUS BOLAK-BALIK

 Alat ukur dengan pengarah arus


 Alat ukur dengan Thermokople
 Alat ukur dengan besi Putar
 Alat ukur Elektro dinamis
 Alat ukur Induksi
 Alat ukur Elektro statis
 Alat Ukur dengan Pengarah Arus
Prinsip kerja :
Arus bolak-balik di searahkan kemudian
diukur dengan alat ukur arus searah
 Kelemahan :
 Temperatur
 Bentuk gelombang
 Karakteristik frekwensi
 Induksi
Thermocouple
Prinsip kerja :
arus listrik bolak-balik menimbulkan panas
pada salah satu terminal. Perbedaan
panas antara satu terminal dengan
terminal satunya menyebabkan beda
potensial (tegangan)
Keuntungan : dapat mengukur secara teliti
sampai 1 % untuk pengukuran frekuensi
50 MHz ke bawah
 ALAT UKUR BESI PUTAR
Prinsip Kerja :
1. Cara Tolak- menolak
2. Cara tolak dan tarik
 Kelemahan :
 Pengaruh medan magnet luar
 Pengaruh frekwensi
 Pengaruh Histerisi magnetis
 Alat Ukur Elektro dinamis
Prinsip kerja :
seperti galvanometer atau dalam
pengukuran arus searah, bedanya magnet
permanen diganti dengan magnet
kumparan sehingga akan timbul gaya
magnet
 Alat ukur Induksi
 Prinsip Kerja
Arus listrik yang diukur mengalir ke dalam kumparan
akan menghasilkan fluks magnetig. Fluks
magnetig ini yang nanti akan menimbulkan gaya
elektromagnet yang akan menggerakkan jarum
penunjuk.
 Contoh Ampermeter berdasarkan Induksi
 Alat Ukur Elektrostatis
Pinsip Kerja :
Interaksi dua buah elektroda yang
mempunyai beda potensial berbeda
sehingga menimbulkan gaya elektrostatis
yang menggerakkan jarum penunjuk
PENGUKURAN DAYA AKTIF
 Pengukuran daya arus DC

W = IL2R=VVIL-Ia2Ra
W =V I=VVIa-Vv2 /Rv
 Metoda 3 Voltmeter dan 3 Ampermeter

1 R
W (V32  V22  V12 ) W 
2
( I 32  I 22  I 12 )
2R
 Pengukuran daya AC
 pengukuran 1 fasa
pengukuran 1 fasa biasanya hanya memakai
satu wattmeter yang dirangkai seri dan
pararel.

P = V I cosφ
 Pengukuran daya 3 fasa
 Untuk hubung Y

P1+P2 = V1I1+V2I2-V3(I1+I2)
P1+P2 = P3 phasa
 Pengukuran Hubung Δ

P1+P2 = V3I3+V2I2-I1(V2+V3)
P1+P2 = P3 phasa
 Pengukuran daya reaktif
Pengukuran daya reaktif untuk 1 fasa dan 3
fasa

Q  (VI ) 2  W 2

 Pengukuran faktor daya


cos   W /(VI ) utk 1 fasa
cos   W /(VI 3 ) utk 3 fasa
 WATT meter
 Watt meter elektrodinamometer
 Watt meter induksi
 Watt meter thermokople
Ct : thermokople
SEKIAN