Vous êtes sur la page 1sur 29

TUGAS MATA KULIAH KEPERAWATAN KELUARGA

“ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KASUS A”


Dosen Pengajar : Kurnia Rachmawati, Ners, MNSc.

Disusun Oleh:
KELOMPOK I
AGENG LUHUR CAESAR NIM. 1610913410019
ANGGEREANI ABDULLAH NIM. 1610913420001
NOOR FITRI ARIANI NIM. 1610913420003
DYCI MARANTIKA NIM. 1610913420006
FITRIA PUSPASARI NIM. 1610913420008

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2017

0
LEMBAR PENGESAHAN
TUGAS MATA KULIAH KEPERAWATAN KELUARGA
“ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KASUS A”

Disusun oleh: KELOMPOK I

AGENG LUHUR CAESAR NIM. 1610913410019


ANGGEREANI ABDULLAH NIM. 1610913420001
NOOR FITRI ARIANI NIM. 1610913420003
DYCI MARANTIKA NIM. 1610913420006
FITRIA PUSPASARI NIM. 1610913420008

BANJARBARU, DESEMBER 2017

MENGETAHUI,
DOSEN PENGAJAR

KURNIA RACHMAWATI, NERS, MNSC.

1
Kasus A

Keluarga Tn. J  tinggal di Kelurahan  Suka Maju. Sebagai kepala keluarga, Tn. J

bekerja sebagai buruh Bengkel Las dengan penghasilan bulanan berkisar Rp. 1

juta. Pendidikan terakhir Tn. J adalah lulus SD. Tn. J memiliki seorang istri, yaitu

Ny. L. Mereka memiliki 6 orang anak dan 2 orang cucu. Tn. J dan Ny. L tinggal

serumah dengan 3 orang anaknya yaitu anak ke 3 (perempuan, 28 tahun), 5 (laki­

laki, 22 tahun) dan 6 (laki­laki, 17 tahun) serta 2 orang cucu (laki­laki,4 tahun dan

perempuan, 3 tahun). Anak ke 1 (perempuan, 32 tahun), 2 (laki­laki, 30 tahun),

dan 4 (perempuan, 24 tahun) telah menikah dan tidak tinggal serumah dengan Tn.

J. Anak ke  3 telah  bercerai,  tidak  bekerja  dan sehari­hari mengasuh    2 orang

anaknya. Anak ke 5 bekerja serabutan. Anak ke 6 masih duduk di bangku SMK.

Tn. J dan Ny. M mengatakan bahwa  pendidikan anak merupakan hal penting, Ny.

M merasa sedih karena tidak dapat menyekolahkan anak­anaknya, dari anak ke­1

sampai   ke­5   sampai   selesai   SMP   dan   sekarang   kesulitan   membayar   sekolah

anaknya yang ke­6.

Keluarga Tn. J bersuku Jawa. Agama yang dianut oleh seluruh anggota keluarga

adalah Islam. Anak Tn. J yang tidak tinggal serumah sering datang ke rumah Tn.

J.   Tn.   J   mengaku   senang   jika   anak­anak   dan   keluarga   nya   berkumpul   di

rumahnya. Hanya saja, anak Tn. J yang pertama sangat jarang pulang ke rumah

karena tinggal di luar kota. Tn. J terkadang mengharapkan anak tersebut pulang.

Keluarga   Tn.   J   sangat   jarang   melakukan   rekreasi   walaupun   sekedar   ke   taman

kota. Ny M dan cucu­cucunya menghabiskan waktu dengan menonton TV dan

mendengarkan radio di rumah. 

2
Keluarga Tn. J tinggal di rumah sewa permanen berukuran 4 m x 4 m. Rumah Tn.

J tidak memiliki kamar hanya ruangan yang diberi sekat antar ruang. Terdapat

satu sekat ruang tidur. Ruang keluarga dan dapur menyatu. Penerangan di rumah

Tn.   J   cukup   dengan   menggunakan   penerangan   lampu   listrik   di   malam   hari.

Ventilasi   ruangan   kurang   karena   di   dalam   rumah   hanya   terdapat   jendela   di

ruangan depan, bagian yang lain tertutup tembok. Kebersihan ruangan kurang,

barang­barang berserakan di lantai dan tidak tertata rapi. Lantai terbuat dari bahan

semen   tidak   dilapisi   keramik.   Sumber   air   berasal   dari   air   sumur.   Keluarga

mempunyai   tempat   pembungan   tinja   berupa   WC   angsa   dengan   septi   tank   di

belakang rumah. Sampah dan limbah keluarga dibuang dengan cara di bakar di

belakang rumah.

Keluarga   Tn.   J   tinggal   di   perkampungan,   mayoritas   tetangga   bekerja   sebagai

pedagang,   penjual   makanan   dan   pekerja   swasta.   Hubungan   dengan   tetangga

jarang   dilakukan   oleh   Ny.   M,   ia   hanya   berada   di   dalam   rumah   dan   anggota

keluarga lain sibuk bekerja. Tetangga juga jarang berkunjung ke rumah Ny. M.

Jalan utama akses ke rumah Tn. J beraspal, mudah dijangkau dengan kendaraan

roda dua maupun empat. Rumah Tn. J berjarak 5 km dari Puskesmas Pembantu,

dan 15 km dari Puskesmas Induk. Terdapat sekolah, pasar, dan toko di di daerah

perkampungan tersebut. Keluarga Tn. J pernah pindah tempat tinggal. Sebelum

tinggal di Suka Maju, keluarga ini tinggal di Desa Suka Makmur, karena alasan

ekonomi keluarga Tn. J pindah ke Suka Maju atas saran kerabat di Suka Makmur.

Tn. J telah tinggal di Suka Makmur sejak 2 tahun yang lalu. Sejak kaki kiri Ny. M

diamputasi karena ulkus diabetikum Ny. M tidak pernah keluar rumah dan hanya

melihat ke luar jendela rumah.

3
Ny. M menderita diabetes mellitus sejak tahun 2013. Ny. M mengatakan tidak tau

pasti apakah ada keluarga lainnya yang menderita diabetes mellitus, sehingga Ny.

M tidak tahu pasti apa yang menyebabkan dia terkena diabetes mellitus. Ny. M

pernah   menjalani   amputasi   tungkai   bawah   sebelah   kiri   pada   bulan   November

2014.   Kejadiaanya   diawali   pada   saat   Ny.   M   berjalan   di   pekarangan   rumah,

kakinya menginjak paku, dan menimbulkan luka. Luka tersebut tidak pernah di

bawa ke pelayanan kesehatan karena Ny. M menganggap luka itu kecil sehingga

dapat sembuh sendiri. Namun luka tersebut tak kunjung sembuh, justru bertambah

parah, melebar ke bagian atas tungkai, berbau tak sedap dan berwarna kehitaman.

Akhirnya Ny. M membawa ke rumah sakit dan akhirnya harus menjalani amputasi

tungkai bawah. Ny. M mengatakan dahulu dirinya sangat suka makan dan banyak

jika dengan sayur hijau seperti daun ubi sehingga dahulu Ny. M memiliki tubuh

yang gemuk. Saat ini, Ny. M mengeluhkan  batuk produktif dan kadang batuk

berdarah   sejak   1   bulan   yang   lalu.   Sulit   untuk   mengeluarkan   dahak,   sering

berkeringat jika batuk dan sulit untuk beristirahat.

Selama ini yang merawat Ny. M adalah anak­anaknya, Ny. M tidak pernah ke

fasilitas   kesehatan   setalah   kakinya   diamputasi   karena   tidak   ada   keluarga   yang

membawanya. Tidak ada kendaraan bermotor yang dapat digunakan ke fasilitas

kesehatan.   Selain   itu,   Keluarga   Ny.   M   tidak   membawa   ke   fasilitas   kesehatan

terdekat karena asuransi kesehatan (BPJS) Ny. M belum diaktifkan sejak bulan

Mei 2015. Ny. M mengatakan dirinya merasa sakit hati dengan keadaannya yang

sekarang yang sakit, tidak normal dan semakin kurus. Ny. M merasa sungkan

karena kondisinya yang sekarang akan membebani suami dan anak­anaknya, dan

lebih memilih waktu yang tepat untuk menceritakan perasaanya. 

4
Tn. J mengatakan bahwa dia dalam kondisi sehat. Kadang merasa capek karena

pekerjaan  yang banyak  di bengkel.  Jika merasa  sakit,  Tn. J  mengatakan  lebih

senang pergi ke tukang pijat daripada ke Puskesmas yang hanya diberi obat. Tn. J

mengatakan sejak istrinya menderita amputasi, beban hidup menjadi bertambah,

karena harus merawat istrinya. Tapi Tn. J dapat memahami hal tersebut sebagai

bagian   dari   tanggung   jawabnya.   Tn.   J   merasa   bahwa   istrinya   menjadi   lebih

pemarah setelah di amputasi. Tn. J berharap kondisi Ny. M membaik meskipun

sudah diamputasi. Tn. J ingin memberikan yang terbaik bagi keluarganya, tapi

karena factor ekonomi yang terbatas, Tn. J hanya bisa pasrah. Tn. J mengatakan ia

selalu berdoa agar anak dan cucunya selalu sehat dan mempunyai masa depan

yang lebih baik darinya. 

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. J

A. PENGKAJIAN
DATA UMUM
1. Nama kepala keluarga : Tn. J
2. Alamat : Kelurahan Suka Maju
3. Komposisi keluarga

Jenis Hubungan
No Nama Umur Pendidikan Pekerjaan
Kelamin dgn KK
1. Tn. j ♂ KK - th SD Buruh Bengkel las
2. Ny. M ♀ istri - th SD Ibu rumah tangga
3. An. 3 ♀ Anak 28 th SD Tidak bekerja
SD

5
4. An. 5 ♂ Anak 22 th SMP Bekerja Serabutan
5. An. 6 ♂ Anak 17 th - Pelajar
6. Cu. 1 ♂ Cucu 4 th - Tidak bekerja
7. Cu. 2 ♀ Cucu 3 th Tidak bekerja

Genogram

Tn. J Ny.
M

22 17
28

30
32 24

22 th
28
th

Keterangan:

6
: Laki-laki

: Perempuan

: yang tinggal serumah

Ny.
M : Anggota keluarga yang sakit

: Bercerai

4. Tipe keluarga
Keluarga Tn. J merupakan tipe extended family (keluarga inti) yang
terdiri dari suami, istri, tiga orang anak dan 2 orang cucu.
5. Suku
 Tn. J dan Ny. M sama-sama bersuku bangsa Jawa.
 Asal daerah/ suku dari masng-masing anggota keluarga adalah
Jawa.
 Hubungan sosial keluarga dari etnis yang sama.
 Rekreasi dalam keluarga Tn. J jarang dilakukan hanya
menonton TV dan mendengarkan radio dirumah.
 Pendidikan keluarga pada Tn. J semua anggota keluarga
lulusan terakhir SD kecuali anak ke-6 masih duduk di bangku
SMK. Sedangkan 2 cucu Tn. J belum bersekolah.
 Struktur kekuatan keluarga banyak dipengaruhi oleh budaya
tradisional.
 Pelayanan dan praktek kesehatan yang biasa digunakan oleh
keluarga menggunakan pelayanan kesehatan tradisional.
6. Agama
 Keluarga Tn. J adalah keluarga yang menganut agama islam.

7
 Tidak ada perbedaan keyakinan.
7. Status Kelas sosial (berdasarkan pekerjaan, pendidikan dan
pendapatan)
 Status ekonomi keluarga rendah
 Tn. J bekerja sebagai pencari nafkah bekerja sebagai buruh
Bengkel Las dengan penghasilan perbulan berkisar Rp. 1 Juta.
 Yang memberi bantuan untuk memenuhi kebutuhan adalah An.
5 bekerja sebagai pekerja serabutan.
8. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga mengisi waktu luang sehari-hari dengan menonton TV dan
mendengarkan radio di rumah.

TAHAP PERKEMBANGAN DAN SEJARAH KELUARGA


9. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga Tn. J berada pada tahap keluarga
dengan anak dewasa atau pelepasan (Lounching center families). Tn. J
dan Ny. M tinggal dengan 3 orang anak, 2 anak dewasa dan 1 anak
remaja. Tn. J juga tinggal dengan 2 orang cucu yang masih balita.
10. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tugas-tugas perkembangan tahap ini telah dilaksanakan oleh keluarga
Tn. J dengan baik. Tidak ada tugas perkembangan yang belum
terpenuhi yaitu, memperluas siklus keluarga dgn memasukkan anggota
keluarga baru yang dapat melalui perkawinan anak-anaknya,
membantu anak untuk hidup mandiri, berperan suami istri kakek dan
nenek.
11. Riwayat keluarga inti
Ny.   M   menderita   diabetes   mellitus   sejak   tahun   2013.   Ny.   M

mengatakan   tidak   tau   pasti   apakah   ada   keluarga   lainnya   yang

menderita diabetes mellitus, sehingga Ny. M tidak tahu pasti apa yang

menyebabkan dia terkena diabetes mellitus. Ny. M  pernah  menjalani

8
amputasi   tungkai   bawah   sebelah   kiri   pada   bulan   November   2014.

Kejadiaanya diawali pada saat Ny. M berjalan di pekarangan rumah,

kakinya menginjak paku, dan menimbulkan luka. Luka tersebut tidak

pernah di bawa ke pelayanan kesehatan karena Ny. M menganggap

luka itu kecil sehingga dapat sembuh sendiri. Namun luka tersebut tak

kunjung   sembuh,   justru   bertambah   parah,   melebar   ke   bagian   atas

tungkai, berbau tak sedap dan berwarna kehitaman. Akhirnya Ny. M

membawa   ke   rumah   sakit   dan   akhirnya   harus   menjalani   amputasi

tungkai bawah. Ny. M mengatakan dahulu dirinya sangat suka makan

dan banyak jika dengan sayur hijau seperti daun ubi sehingga dahulu

Ny.  M  memiliki  tubuh   yang  gemuk.   Saat  ini,   Ny.  M  mengeluhkan

batuk produktif dan kadang batuk berdarah sejak 1 bulan yang lalu.

Sulit   untuk   mengeluarkan   dahak,   sering   berkeringat   jika   batuk   dan

sulit untuk beristirahat.
12. Riwayat keluarga sebelumnya (pihak istri dan suami)
-

LINGKUNGAN
13. Karakteristik rumah
 Keluarga Tn. J tinggal di rumah sewa permanen berukuran 4 m

x 4 m. 

 Rumah Tn. J tidak memiliki kamar hanya ruangan yang diberi

sekat   antar   ruang.   Terdapat   satu   sekat   ruang   tidur.   Ruang

keluarga dan dapur menyatu. 

 Penerangan   di   rumah   Tn.   J   cukup   dengan   menggunakan

penerangan lampu listrik di malam hari. 

9
 Ventilasi ruangan kurang karena di dalam rumah hanya terdapat

jendela di ruangan depan, bagian yang lain tertutup tembok. 

 Kebersihan ruangan kurang, barang­barang berserakan di lantai

dan tidak tertata  rapi. Lantai  terbuat dari bahan semen tidak

dilapisi keramik. Sumber air berasal dari air sumur. 

 Keluarga   mempunyai   tempat   pembungan   tinja   berupa   WC

angsa dengan septi tank di belakang rumah. 

 Sampah dan limbah keluarga dibuang dengan cara di bakar di

belakang rumah.
14. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
 Keluarga Tn. J tinggal di perkampungan, mayoritas tetangga 

bekerja sebagai pedagang, penjual makanan dan pekerja 

swasta.

 Jalan utama kelurahan Suka Maju beraspal mudah dijangkau 

dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

 Terdapat sekolah, pasar dan toko di daerah perkampungan 

tersebut.

 Terdapat puskesmas pembantu yang berjarak 5 km dan 

puskesmas induk yang berjarak 15 km.
15. Mobilitas geografis keluarga
Jalan utama akses ke rumah Tn. J beraspal, mudah dijangkau dengan

kendaraan roda dua maupun empat. Rumah Tn. J berjarak 5 km dari

Puskesmas   Pembantu,   dan   15   km   dari   Puskesmas   Induk.   Terdapat

sekolah, pasar, dan toko di di daerah perkampungan tersebut. Keluarga

Tn. J pernah pindah tempat tinggal. Sebelum tinggal di Suka Maju,

keluarga   ini   tinggal   di  Desa  Suka  Makmur,  karena   alasan   ekonomi

10
keluarga   Tn.   J   pindah   ke   Suka   Maju   atas   saran   kerabat   di   Suka

Makmur. Tn. J telah tinggal di Suka Makmur sejak 2 tahun yang lalu.
16. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Hubungan   dengan   tetangga   jarang   dilakukan   oleh   Ny.   M,   ia   hanya

berada di dalam rumah dan anggota keluarga lain sibuk bekerja. Ny. M

tidak   pernah   keluar   rumah   dan   hanya   melihat   ke   luar   jendela

rumah.Tetangga juga jarang berkunjung ke rumah Ny. M.  

SRUKTUR KELUARGA
17. Pola Komunikasi Keluarga

18. Struktur Kekuatan Keluarga
 Tn. J sebagai pembuat keputusan dalam keluarga
19. Struktur Peran (formal dan informal)
 Tn. J berperan sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah bagi
keluarganya. An.5 ikut membantu mencari nafkah dengan
bekerja sebagai pekerja serabutan.
20. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga Tn. J mengatakan lebih senang pergi ke tukang pijat daripada
ke puskesmas yang hanya diberi obat. Keluarga Tn. J tidak mengetahui
tentang kesehatan pada keluarganya dan percaya sakitnya dapat
sembuh dengan sendirinya. Keluarga Tn. J tidak menggunakan fasilitas
kesehatan yang ada dilingkungannya kecuali sakit parah. Keluarga
kurang menjaga kebersihan rumah dan tidak tahu bagaimana rumah
sehat.

FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi afektif
 Anggota keluarga saling menyayangi, mencintai dan saling
memiliki. Anggota keluarga saling mendukung. Tn. J

11
memahami keadaan istrinya sebagai bagian dari tanggung
jawabnya. Tn. J ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga.
Tn. J selalu berdoa agar anak dan cucunya selalu sehat dan
mempunyai masa depan yang lebih baik dari dirinya.
 Anak Tn. J yang telah menikah dan tidak tinggal serumah
sering datang ke rumah Tn. J. Tn. J mengaku senang jika anak-
anak dan keluarganya berkumppul di rumahnya. Hanya saja,
anak Tn. J yang pertama sangat jarang pulang kerumah karena
tinggal di luar kota.
b. Fungsi sosialisasi
Tn. J dan Ny. M belum mampu menjalankan fungsi sosialisasi karena
Ny. M jarang melakukan hubungan dengan tetangga dan
lingkungannya. Tn. J dan Ny. M juga tidak mengikuti kegiatan
perkumpulan rutin RT, kerja bakti, yasinan dan tahlilan serta arisan
ibu-ibu. Keluarga kurang mampu berinteraksi sesuai dengan nilai dan
norma yang ada di masyarakat.
c. Fungsi perawatan kesehatan (keyakinan-keyakinan, nilai-nilai dan
perilaku keluarga)
 Keluarga tidak menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di
lingkunganya.
 Keluarga tidak mengetahui kondisi kesehatan anggota
keluarganya.
 Keluarga membiarkan anggotanya yang sakit dengan pemikiran
akan sembuh dengan sendirinya.
 Keluarga mengetahui sumber-sumber bergizi seperti sayuran
hijau tapi diet keluarga masih belum memadai karena
menyukai makan berlebih.
 Anggota lebih memilih kesehatan tradisional seperti tukang
pijat karena di puskesmas hanya diberikan obat.

Penapisan masalah berdasarkan 5 tugas perawatan kesehatan:

12
1). Mengenal masalah kesehatan
Pada dasarnya keluarga belum mengenal masalah kesehatan
tentang DM dan penyakit lainnya. Keluarga Tn. J belum tahu
tentang cara penanganan penyakit DM serta keluarga belum
mengetahui tentang bahaya DM.
2). Memutuskan untuk merawat
Keluarga belum dapat mengambil keputusan untuk merawat
anggota keluarganya yang sakit. Perawatan yang pernah diberikan
hanya setelah kondisi keluarga cukup parah.
3). Mampu merawat
Kemampuan keluarga merawat anggota keluarganya yang sakit
masih sangat terbatas, belum sampai pada upaya perawatan
penyakit pada anggota keluarga.
4). Modifikasi lingkungan
Lingkungan kurang mendukung untuk penyelesaian masalah
kesehatan, seperti ventilasi yang kurang, pencahayaan yang
kurang, dan kebersihan rumah yang kurang.
5). Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
Cara memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tidak optimal.
Keluarga tidak datang ke Puskesmas pembantu dan Puskemas
induk terdekat jika ada anggota keluarga yang dianggap sakit,
hanya ke tukang pijat tradisional. Keluarga hanya datang ke
Pelayanan kesehatan saat anggota keluarga memiliki penyakit yang
serius.
d. Fungsi reproduksi
Keluarga Tn. J memiliki 6 orang anak dan 2 orang cucu, anak pertama
berusia 32 tahun telah menikah, anak kedua berusia 30 tahun telah
menikah, anak ketiga berusia 28 tahun bercerai dan memiliki anak
berusia 4 tahun dan 3 tahun, anak keempat berusia 24 tahun (dewasa),
anak kelima berusia 22 tahun (dewasa) dan anak keenam berusia 17
tahun (remaja).

13
e. Fungsi ekonomi
Keluarga Tn. J secara ekonomi kurang mampu memenuhi kebutuhan
hidup keluarga sehari-hari. Keluarga Bpk. T belum mempunyai
tabungan untuk persiapan masa depan.

STRESS DAN KOPING KELUARGA


a. Stressor jangka pendek dan jangka panjang
1). Stresor jangka pendek : masalah yang sering dihadapi keluarga Tn.
J adalah jika ada anggota keluarga yang sakit.
2). Stresor jangka panjang : masalah yang dihadapi keluarga Tn. J
yaitu tindakan amputasi pada Ny. M.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor
Keluarga memberikan respon pada stresor dengan pasrah dan selalu
berdoa agar keluarganya selalu sehat dan memiliki masa depan yang
lebih baik.
c. Strategi koping yang digunakan
Bila ada permasalahan, Tn. J yang merasa bertanggung jawab.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Jika ada masalah sejauh ini tidak pernah muncul strategi yang
fungsional dalam keluarga Tn. J.
PEMERIKSAAN FISIK KELUARGA
No. Komponen Tn. J Ny. M An. 3 An. 5 An. 6 Cu. 1 Cu. 2
1. Kepala - - - - - - -
2. Mata - - - - - - -
3. Hidung - - - - - - -
4. Telinga - - - - - - -
5. Mulut - - - - -
6. Leher dan - - - - - - -
tenggorokan
7. Dada - Batuk - - - - -
produktif
berdarah
8. Abdomen - - - - - - -
9. Ekstrimitas Atas - - - - - - -
10. Ekstrimitas - Amputasi - - - - -
Bawah pada kaki

14
kiri
11. Kulit - Luka - - - - -
amputasi
pada kaki
kiri
12. Kuku - - - - - - -
13. Suhu Tubuh - - - - - - -
14. Berat Badan - Kurus - - - - -
15. Tinggi Badan - - - - - - -
16. Tekanan Darah - - - - - - -

HARAPAN KELUARGA
Tn. J berharap kondisi Ny. M membaik meskipun sudah diamputasi dan

berharap agar keluarganya selalu sehat dan mempunyai masa depan yang

lebih   baik   darinya.   Tn.   J   ingin   selalu   memberikan   yang   terbaik   bagi

keluarganya.

B. ANALISA DATA
NO. DATA ETIOLOGI MASALAH
1. DS: Sekresi yang Ketidakefektifan
 Ny. M mengatakan batuk tertahan bersihan jalan
an kadang batuk berdarah nafas
sejak 1 bulan yang lalu.
 Ny. M mengatakan sulit
untuk mengeluarkan
dahak.
DO:
 Batuk yang tidak efektif
 Sputum dalam jumlah
yang berlebihan

2. DS: Gangguan citra Harga diri

15
 Ny, M mengatakan dirinya tubuh rendah
merasa sakit hati dengan situasional
keadaannya sekarang yang
sakit, tidak normaldan
semakin kurus.
 Ny. M mengatakan hanya
berdiam diri di rumah.
DO:
 Ny. M meremehkan
kemampuan menghadapi
situasi.
 Ny. Mberperilaku tidak
selaras dengan nilai.
 Ketidakberdayaan pada
Ny. M.
 Ungkapan negatif tentang
diri Ny. M.

3. DS: Gangguan Hambatan


 Ny. M mengatakan konsep diri interaksi sosial
hubungan dengan tetangga
jarang dilakukan, ia hanya
berada di dalam rumah.
 Ny. M mengatakan
tetangga juga jarang
berkunjung ke rumahnya.
 Ny. M mengatakan setelah
sakit diabetikum, tidak
pernah keluar rumah dan
hanya melihat ke luar
jendela rumah.
DO:
 Ny. M menagalami

16
disfungsi interaksi dengan
orang lain.
 Ny. M mengalami
gangguan fungsi sosial.

4. DS: Sumber daya Ketidakefektifan


 Ny. M mengatakan tidak tidak cukup pemeliharaan
mengetahui ada tidaknya (finansial) kesehatan
riwayat penyakit diabetes
mellitus pada keluarganya.
 Ny. M mengatakan tidak
pernah memeriksakan luka
ke pelayanan kesehatan.
 Ny. M mengatakan setelah
diamputasi juga tidak
pernah ke pelayanan
kesehatan.
 Tn. J mengatakan lebih
senang ke tukang pijat dari
pada ke puskesmas.

DO:
 Keluarga klien kurang
pengetahuan tentang
praktik kesehatan dasar.
 Pola perilaku keluarga
klien kurang mencari
bantuan kesehatan.

5. DS: Gangguan Gangguan


 Ny. M mengatakan finansial proses keluarga
kakinya diamputasi karena keluarga

17
luka diabetes mellitus.
 Ny. M mengatakan saat
ini batuk dan kadang
berdarah sejak satu bulan
yang lalu.
 Ny.   M   mengatakan   merasa
sungkan   karena   kondisinya

yang   sekarang   akan

membebani suami dan anak­

anaknya.
 Tn.   J   mengatakan   sejak
istrinya   diamputasi,   beban

hidup   menjadi   bertambah,

karena   harus   merawat

istrinya.
 Tn.   J   mengatakan     bahwa
istrinya   menjadi   lebih

pemarah setelah di amputasi.

DO:
 Keluarga klien mengalami
perubahan dalam keluhan
somatik.
 Keluarga klien mengalami
perubahan dalam
kepuasan terhadap
keluarga.
 Keluarga klien mengalami
perubahan dalam resolusi
konflik di dalam keluarga.
 Keluarga klien mengalami
perubahan dalam tugas

18
yang telah ditetapkan.

6. Faktor resiko: - Resiko


 Gangguan status ketidakstabilan
kesehatan fisik pada Ny. kadar glukosa
M. darah
 Asupan diet Ny. M yang
sangat suka makan
banyak.
 Pemantauan glukosa darah
yang tidak edekuat pada
Ny. M.
 Ny. M dan kelurga tidak
mematuhi
rencana.penatalaksanaan/
rencana tindakan untuk
diabetes mellitus, seperti
tidak ke pelayanan
kesehatan lagi setelah
diamputasi.
 Ny. M dan keluarga
kurang pengetahuan
tentang manajemen
penyakit.

C. DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG MUNCUL


1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada Ny. M berhubungan
dengan sekresi yang tertahan
2. Harga diri rendah situasional pada Ny. L berhubungan dengan
gangguan citra tubuh

19
3. Hambatan interaksi sosial pada Ny.M berhubungan dengan
gangguan konsep diri
4. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pada Keluarga Tn. J
berhubungan dengan sumber daya tidak cukup
5. Gangguan proses keluarga Tn. J berhubungan dengan gangguan
finansial dan pergeseran pada status kesehatan anggota keluarga
6. Resiko ketidakstabilan kadar gula darah pada Ny. M dengan faktor
risiko kurang pengetahuan tentang manajemen penyakit dan pemantau
glukosa darah tidak adekuat.

D. SKALA PRIORITAS MASALAH


1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada Ny. M berhubungan
dengan sekresi yang tertahan

KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN

1. Sifat masalah Masalah ini merupakan masalah


 Aktual: 3 1 3/3 x 1 = 1 aktual / telah terjadi
berdasarkan data-data yang ada.
2. Kemungkinan Masalah sebagian dapat diubah
masalah dapat karena meski keluarga belum
diubah 2 1/2 x 2 = 1 mengenal masalah namun Tn. J
 Sebagian: 1 sebagai kepala keluarga
memahami tanggung jawab,
dan banyak terdapat fasilitas
kesehatan di sekitar rumah
yaitu Puskesmas. Kendalanya
tidak ada keluarga yang
membawa dan tidak ada
kendraan bermotor.
3. Kemungkinan Masalah telah aktual, batuk
masalah dapat berlangsung 1 bulan dan batuk
dicegah 2 2/3 x 1 = 2/3 berdarah. Keluarga tidak
 Cukup : 2 terbiasa berobat ke pelayanan
kesehatan Puskesmas. Tetapi
Puskesmas ada disekitar rumah.
Dengan berobat ke Puskesmas
dan memdapatkan obat dapat
mencegah semakin parah
penyakit.
4.Menonjolnya Masalah sudah aktual sehingga
masalah 1 2/2 x 1 = 1 perlu ditangani segera, apabila
 Perlu segera tidak ditangani akan semakin
ditangani: 2 parah. Tn. J ingin Ny. M segera
membaik.
Skor 3 2/3

20
2. Harga diri rendah situasional pada Ny. L berhubungan dengan gangguan
citra tubuh

KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN

1. Sifat masalah Masalah ini merupakan masalah


 Aktual: 3 1 3/3 x 1 = 1 aktual / telah terjadi
berdasarkan data-data yang ada.
2. Kemungkinan Masalah sebagian dapat diubah
masalah dapat karena gangguan citra tubuh
diubah 2 1/2 x 2 = 1 yang terjadi pada Ny. M
 Sebagian: 1
3. Kemungkinan Masalah cukup dapat diubah
masalah dapat karena masalah sudah terjadi
dicegah 2 2/3 x 1 = 2/3 dan berlangsung lama.
 Cukup : 2
4. Menonjolnya Masalah sudah aktual sehingga
masalah 1 2/2 x 1 = 1 perlu ditangani segera. Tn. J
 Perlu segera merasa bahwa istrinya menjadi
ditangani: 2 lebih pemarah setelah di
amputasi. Tn. J ingin Ny. M
membaik keadaannya.
Skor 3 2/3

3. Hambatan interaksi sosial pada Ny.M berhubungan dengan gangguan


konsep diri

KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN

1. Sifat masalah Masalah ini merupakan masalah


 Aktual: 3 1 3/3 x 1 = 1 aktual / telah terjadi
berdasarkan data-data yang ada.
2. Kemungkinan Masalah sebagian dapat diubah
masalah dapat karena sosialisasi di rumah baik
diubah 2 1/2 x 2 = 1 dan tinggal di daerah
 Sebagian: 1 perkampungan. Tetapi konsep
gangguan konsep diri Ny. M
sudah berlangsung cukup lama
sekitar 2 tahun.
3. Kemungkinan Masalah cukup dapat diubah
masalah dapat karena masalah sudah terjadi
dicegah 2 2/3 x 1 = 2/3 dan berlangsung lama yaitu 2

21
 Cukup : 2 tahun.
4. Menonjolnya Masalah sudah aktual sehingga
masalah 1 2/2 x 1 = 1 perlu ditangani segera. Tn. J
 Perlu segera ingin istrinya semakin
ditangani: 2 membaik.
Skor 3 2/3

4. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pada Keluarga Tn. J


berhubungan dengan sumber daya tidak cukup

KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN

1. Sifat masalah Masalah ini merupakan masalah


 Aktual: 3 1 3/3 x 1 = 1 aktual / telah terjadi
berdasarkan data-data yang ada.
2. Kemungkinan Masalah dapat diubah karena
masalah dapat ada terdapat fasilitas kesehatan
diubah 2 2/2 x 2 = 2 di sekitar rumah yaitu
 Mudah: 2 Puskesmas pembantu dan
Puskesmas Induk. Tn. J ingin
memberikan yang terbaik bagi
keluarganya.
3. Kemungkinan Masalah Cukup dapat diubah
masalah dapat karena ada terdapat fasilitas
dicegah 2 2/3 x 1 = 2/3 kesehatan di sekitar rumah
 Cukup : 2 yaitu Puskesmas pembantu dan
Puskesmas Induk. Tn. J ingin
memberikan yang terbaik bagi
keluarganya dan memahami
tanggung jawabnya sebagai
kepala keluarga. Kendala
keluarga kesulitan ekonomi.

4. Menonjolnya Masalah sudah aktual sehingga


masalah 1 2/2 x 1 = 1 perlu ditangani segera. Tn. J
 Perlu segera ingin istrinya semakin
ditangani: 2 membaik.
Skor 4 2/3

5. Gangguan proses keluarga Tn. J berhubungan dengan gangguan finansial


dan pergeseran pada status kesehatan anggota keluarga.

KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN

1. Sifat masalah Masalah ini merupakan masalah


 Aktual: 3 1 3/3 x 1 = 1 aktual / telah terjadi
berdasarkan data-data yang ada.
2. Kemungkinan Masalah sebagian dapat diubah
masalah dapat karena kesulitan ekonomi,
diubah 2 1/2 x 2 = 1 pergeseran status kesehatan

22
 Sebagian: 1 pada anggota keluarga,
perubahan interaksi dengan
komunitas.
3. Kemungkinan Masalah cukup dapat diubah
masalah dapat karena masalah sudah terjadi
dicegah 2 2/3 x 1 = 2/3 dan berlangsung lama.
 Cukup : 2
4. Menonjolnya Masalah sudah aktual sehingga
masalah 1 2/2 x 1 = 1 perlu ditangani segera. Tn. J
 Perlu segera ingin memberikan yang terbaik
ditangani: 2 untuk keluarganya.

Skor 3 2/3

6. Resiko ketidakstabilan kadar gula darah pada Ny. M dengan faktor


risiko kurang pengetahuan tentang manajemen penyakit dan
pemantau glukosa darah tidak adekuat.

KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN

1. Sifat Masalah ini merupakan masalah


masalah 1 2/3 x 1 = 2/3 resiko / ancaman / dan yang
 Risiko: 2 mungkin terjadi pada pasien
karena tidak pernah kontrol ke
pelayanan kesehatan
2. Kemungkinan Masalah sebagian dapat diubah
masalah dapat karena meski keluarga belum
diubah 2 1/2 x 2 = 2 memahami masalah kesehatan
 Sebagian: 1 namun Tn. J Sebagai kepala
keluarga memahami tanggung
jawab terhadap Ny. M dan ingin
istrinya membaik. Fasilitas
kesehatan di sekitar rumah
yaitu Puskesmas pembantu dan
Puskesmas Induk. Kendalanya
tidak ada keluarga yang
membawa dan tidak ada
kendaraan bermotor.
3. Kemungkinan Masalah cukup dapat dicegah
masalah dapat karena meski keluarga belum
dicegah 1 2/3 x 1 = 2/3 memahami masalah kesehatan
 Cukup: 2 namun Tn. J Sebagai kepala
keluarga memahami tanggung
jawab terhadap Ny. M dan ingin
istrinya membaik, tetapi Ny. M
telah lama menderita Diabetes
Mellitus dan tidak pernah
kontrol gula darah ke pelayanan
kesehatan . Apabila sudah
menderita penyakit diabetes
mellitus maka memerlukan
pengobatan selama hidupnya.
4. Menonjolnya Meskipun masalah masih risiko

23
masalah 1 2/2 x 1 = 1 tetapi komplikasi penyakit
segera: 2 sudah pernah terjadi sehingga
perlu ditangani segera agar
tidak terjadi kompplikasi yang
lebih banyak.
Skor 4 1/3

E. PERUMUSAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA


BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH
1. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pada Keluarga Tn. J
berhubungan dengan sumber daya tidak cukup
2. Resiko ketidakstabilan kadar gula darah pada Ny. M dengan faktor risiko
kurang pengetahuan tentang manajemen penyakit dan pemantau glukosa
darah tidak adekuat.
3. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada Ny. M berhubungan dengan
sekresi yang tertahan
4. Harga diri rendah situasional pada Ny. L berhubungan dengan gangguan
citra tubuh
5. Hambatan interaksi sosial pada Ny.M berhubungan dengan gangguan
konsep diri
6. Gangguan proses keluarga Tn. J berhubungan dengan gangguan finansial
dan pergeseran pada status kesehatan anggota keluarga

24
F. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA (NCP)
No Diagnosa Kriteria Hasil (NOC) Intervensi (NIC)
1. Ketidakefektifan Pengaturan Psikososial: Peningkatan Kesadaran Diri (5390)
pemeliharaan Perubahan Kehidupan (1305) 1) Dukung pasien untuk mengenal
kesehatan (00099) Kriteria hasil: dan mendiskusikan perasaannya
Domain 2. Promosi Setelah dilakukan 2 kali 2) Bantu pasien untuk
Kesehatan kunjungan rumah mengidentifikasi nilai yang
Kelas 2. Manajemen  Menetapkan tujuan yang berkontribusi pada konsep diri
Kesehatan realistis (2), meningkat 3) Bantu pasien mengidentifikasi
Definisi: menjadi (4) perasaan yang biasa dirasakan
Ketidakmampuan  Menjaga harga diri (1), mengenai dirinya
mengidentifikasi, meningkat menjadi (3) 4) Berbagi observasi atau pemikiran
mengelola, dan/atau  Mempertahankan tentang perilaku atau respon
mencari bantuan produktifitas (1), meningkat pasien
untuk menjadi (2) 5) Bantu pasien untuk
mempertahankan  Melaporkan perasaan berguna mengidentifikasi dampak dari
kesehatan. (1), meningkat menjadi (4) penyakit pada konsep diri
Batasan  Verbalisasi optimisme 6) Verbalisasikan penolakan pasien
Karakteristik: mengenai saat ini (1), terhadap realitas yang tepat
 Ketidakmampuan meningkat menjadi (3) 7) Konfrontasikan ambivalensi
bertanggung  Verbalisasi optimisme perasaan pasien (marah atau
jawab untuk mengenai masa depan (2), depresi)
memenuhi praktik meningkat menjadi (4) 8) Bantu pasien untuk
kesehatan dasar mengidentifikasi hal yang positif
 Melaporkam perasaan
 Kurang dukungan mengenai diri
diberdayakan (1), meningkat
social 9) Bantu pasien/keluarga untuk
menjadi (3)
 Kurang mengidentifikasi alasan
 Identifikasi strategi dari
pengetahuan peningkatan/perbaikanbantu
berbagai koping (1),
tentang praktik pasien untuk memeriksa kembali
meningkat menjadi(3)
kesehatan dasar persepsi negative mengenai diri
 Menggunakan strategi koping 10) Bantu pasien mengidentifikasi
 Pola perilaku yang efektif (1), meningkat
kurang mencari sumber motivasi
menjadi (3) 11) Bantu pasien untuk
bantuan kesehatan  Menggunakan strategi
 Tidak mengidentifikasi perilaku yang
manajemen finansial yang merusak diri
menunjukan efektif (1), meningkat
minat pada Bantuan Sumber
menjadi (2) Keuangan/Pendapatan (7380)
perbaikan
perilaku sehat 1) Tentukan penggunaan system
 Tidak perawatan kesehatan oleh pasien
menunjukkan saat ini dan dampak keuangan
perilaku adaktif dari penggunanya
terhadap 2) Rancang rencana perawatan
perubahan untuk mendorong pasien/keluarga
lingkungan mengakses tingkat perawatan
yang tepat dengan cara yang
paling hemat
3) Informasikan pasien pada layanan
yang tersedia melalui program-
program negara
4) Rujuk pasien yang mungkin
memenuhi persyaratan untuk
program pembiayaan negara

25
5) Informasikan pasien akan sumber
yang tersedia dan bantu dalam
mengakses sumber-sumber
tersebut (program bantuan obat-
obatan, program bantuan daerah)
2. Resiko Pengetahuan Manajemen Pengajaran Proses Penyakit (5602)
Ketidakstabilan Diabetes (1820) 1) Kaji tingkat pengetahuan
kadar gula darah Setelah dilakukan 2 kali pasien terkait dengan proses
Domain.2. Nutrisi kunjungan rumah penyakit yang spesifik
Kelas.4. Metabolisme Kriteria hasil: pengetahuan 2) Kenali pengetahuan pasien
Definisi: tentang mengenai kondisinya
Kerentanan terhadap  Faktor – faktor penyebab dan 3) Jelaskan tanda dan gejala yang
variasi kadar faktor yang berkontribusi (2), umum dari penyakit, sesuai
glukosa/gula darah meningkat menjadi (3) kebutuhan
dari rentang normal,  Tanda dan gejala awal 4) Identifikasi kemungkinan
yang dapat penyakit (2), meningkat penyebab, sesuai kebutuhan
mengganggu menjadi (4) 5) Berikan informasi pada pasien
kesehatan.  Peran diet dalam mengontrol mengenai kondisinya, sesuai
Faktor resiko: kadar glukosa darah (1), kebutuhan
A. Gangguan status meningkat menjadi (3) 6) Diskusikan perubahan gaya
kesehatan fisik  Pentingnya menjaga kadar hidup yang mungkin
B. Kurang glukosa darah dalam kisaran diperlukan untuk mencegah
pengetahuan target (1), meningkat menjadi komplikasi di masa yang akan
tentang (3) datang dan / mengontrol proses
manajemen  Tindakan yang diambil dalam penyakit
penyakit mengatasi kadar glukosa 7) Beri ketenangan terkait kondisi
C. Pemantauan darah (2), meningkat menjadi pasien, sesuai kebutuhan
glukosa darah (3) 8) Beri informasi kepada keluarga
tidak adekuat  Tahu kapan untuk / orang yang penting bagi
D. Rata – rata mendapatkan bantuan dari pasien mengenai
aktivitas harian seorang profesional kesehatan perkembangan pasien , sesuai
kurang dari yang (1), meningkat menjadi (3) kebutuhan
dianjurkan Kontrol resiko (1902) 9) Diskusikan pilihan terapi /
menurut jenis Kriteria hasil: penanganan
kelamin dan usia. Setelah dilakukan 2 kali
10) Edukasi pasien mengenai
E. kunjungan rumah
tindakan untuk mengontrol /
 Mengidentifikasi faktor resiko
meminimalkan gejala, sesuai
(1) meningkat menjadi (3)
kebutuhan
 Mengenali faktor resiko
11) Edukasi pasien mengenai tanda
individu (1), meningkat
dan gejala yang harus
menjadi (3)
dilakukan kepada petugas
 Mengenali kemampuan untuk kesehatan, sesuai kebutuhan
merubah perilaku (1),
meningkat menjadi (3) Peningkatan keterlibatan keluarga
 Memodifikasi gaya hidup (7110)
untuk mengurangi resiko (1), 1) Bangun hubungan pribadi
meningkat menjadi (4) dengan pasien dan anggota
 Menggunakan fasilitas keluarga yang akan terlibat
kesehatan yang sesuai dengan dalam perawatan
kebutuhan (2), meningkat 2) Identifikasi kemampuan
menjadi (4) anggota keluarga untuk terlibat

26
dalam perawatan pasien
3) Tentukan sumber daya fisik,
emosional, dan edukasi dari
pemberi perawatan utama
4) Identifikasi harapan anggota
keluarga untuk pasien
5) Dorong anggota keluarga dan
pasien untuk membantu dalam
mengembangkan rencana
perawatan, termasuk hasil yang
diharapkan dan pelaksanaan
rencana perawatan.
6) Beri dukungan yang diperlukan
bagi keluarga untuk membuat
keputusan
7) Tentukan tingkat
ketergantungan pasien pada
anggota keluarga , yang sesuai
untuk usia dan penyakit
8) Dorong untuk fokus pada setiap
aspek positif dari situasi pasien.

DAFTAR PUSTAKA

27
Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds.). (2014). NANDA International Nursing
Diagnoses: Definitions & Classification, 2015–2017. Oxford: Wiley Blackwell.
NANDA.2015. Nursing Interventions Classification (NIC). Alih Bahasa Bulechek,
Gloria M, dkk.Editor Bahasa Indonesia Intansari Nurjannah dan Roxsana.
Indonesia: CV. Mocomedia.
NANDA.2015. Nursing outcomes Classification (NOC). Alih Bahasa Moorhead, Sue,
dkk.Editor Bahasa Indonesia Intansari Nurjannah dan Roxsana. Indonesia: CV.
Mocomedia.
Nurjannah, Intansari, 2016, ISDA Intan’s Screening Diagnoses Assesment. Yogyakarta,
CV. Mocomedia.

28