Vous êtes sur la page 1sur 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Mutu adalah faktor yang mendasar dari pelanggan. Mutu adalah penentuan pelanggan
berdasarkan atas pengalaman nyata pelanggan terhadap produk dan jasa pelayanan,
mengukurnya, mengharapkannya, dijanjikan atau tidak, sadar atau hanya dirasakan, operasional
teknik atau subyektif sama sekali dan selalu menggambarkan target yang bergerak dalam pasar
yang kompetitif (Wiyono, 1999).
Berbagai definisi tentang mutu berikut memberikan gambaran bahwa mutu mengandung
pengertian yang luas, sebagai contoh: Juran menyebutkan bahwa mutu produk adalah kecocokan
penggunaan produk untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan; Crosby mendefinisikan
mutu adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang disyaratkan atau
distandarkan; Deming mendefinisikan mutu, bahwa mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan
pasar; Feigenbaum mendefinisikan mutu adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya; Garvin dan
Davis menyebutkan bahwa mutu adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,
manusia/tenaga kerja, proses dan tugas, serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan
pelanggan atau konsumen.
Dari berbagai definisi tersebut diatas memberikan gambaran bahwa mutu memiliki
dimensi yang luas, namun secara keseluruhan definisi tentang mutu menggambarkan sesuatu
yang penting untuk diwujudkan oleh organisasi sebagai bukti kemampuan organisasi memberikan
pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Indikator adalah petunjuk atau tolak ukur atau fenomena yang dapat diukur. Indikator
mutu asuhan kesehatan atau pelayanan kesehatan dapat mengacu pada indikator yang relevan
berkaitan dengan struktur, proses, outcomes. Selanjutnya indikator dispesifikasikan dalam
berbagai kriteria.
Penetapan indikator mutu adalah mutlak diperlukan agar organisasi dapat mengevaluasi
kualitas pelayanan yang diberikan dalam berbagai dimensi serta selanjutnya dapat mengambil
tindak lanjut atas hasil evaluasi yang diperoleh sebagai dasar melakukan upaya-upaya untuk
meningkatkan hasil kearah yang lebih baik.
Mutu asuhan kesehatan suatu organisasi pelayanan kesehatan dapat diukur dengan
memperhatikan atau memantau dan menilai indikator, kriteria, dan standar yang diasumsikan
relevan dan berlaku sesuai dengan aspek-aspek struktur, proses, dan outcome dari organisasi
pelayanan kesehatan tersebut.
Indikator mutu rumah sakit akan mencerminkan mutu pelayanan dari rumah sakit
tersebut. Fungsi dari penetapan indikator tersebut antara lain sebagai alat untuk melaksanakan
manajemen kontrol dan alat untuk mendukung pengambilan ketetapan dalam rangka
perencanaan kegiatan untuk masa yang akan datang.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum

1
Tujuan umum penyusunan kamus indikator mutu Rumah Sakit Balung Jember adalah
untuk memberikan pedoman dalam upaya pengelolaan mutu dan keselamatan pasien di
Rumah Sakit Balung Jember.
2. Tujuan Khusus
a. Menjadi panduan dalam mengontrol mutu pelayanan
b. Mengarahkan upaya-upaya peningkatan mutu lebih spesifik dan terarah
c. Memberikan kemudahan bagi unit kerja dalam memahami indikator mutu yang
dimaksud

C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup kamus indikator ini meliputi jenis dan macam indikator mutu yang telah
ditetapkan melalui keputusan Direktur Rumah Sakit baik pada area manajemen, area klinis
maupun sasaran keselamatan pasien dengan Qey Performa Indicator (QPI) untuk masing-masing
indicator yang dipilih.

BAB II
DEFINISI OPERASIONAL

A. Kamus indikator adalah buku yang berisi tentang berbagai macam indikator mutu pelayanan
yang telah ditetapkan beserta Key Performa Indicator nya baik pada area manajerial, area
klinis maupun sasaran keselamatan pasien.
B. Numerator (pembilang) adalah besaran nilai pembilang dalam rumus indikator kinerja.
C. Denominator (penyebut) adalah besaran nilai pembagi dalam rumus indikator kinerja.
D. Dimensi mutu adalah suatu pandangan dalam menentukan penilaian terhadap jenis dan mutu
pelayanan yang diberikan, berdasarkan standar WHO dilihat dari :
1. Kelayakan
2. Ketersediaan : tingkat perawatan dan pelayanan yang tepat, tersedia sesuai kebutuhan.
3. Kesinambungan (Continuity ) : tingkat perawatan dan pelayanan dikoordinasi antar
disiplin ilmu, antar organisasi sepanjang waktu.

2
4. Ketepatan waktu (timelines): tingkat perawatan dan pelayanan yang diberikan sesuai
waktu yang diperlukan.
5. Keselamatan : tingkat perawatan dan pelayanan dimana risiko intervensi dan risiko di
lingkungan direduksi untuk pasien, keluarga, residen, termasuk petugas kesehatan.
6. Kehormatan dan harga diri: tingkat perawatan dan pelayanan diberikan dengan
mengahargai kebutuhan, harapan dan keinginan individu, dimana individu dilibatkan
dalam ketetapan perawatan dan pelayanan mereka.
7. Manfaat: perawatan dan pelayanan yang diterima pasien bermanfaat.
8. Efektivitas : tingkat perawatan dan pelayanan diberikan sesuai pengetahuan untuk
mencapai outcome yang diinginkan.
9. Efisiensi : hubungan antara outcome (hasil perawatan dan pelayanan) dan sumberdaya
yang digunakan untuk memberikan perawatan dan pelayanan.
10. Efficacy : tingkat perawatan dan pelayanan telah memenuhi harapan atau outcome yang
diinginkan.
E. Metodologi pengumpulan data:
1. Retrospektif : data diambil dari kegiatan yang telah lalu
2. Concurrent : data diambil dari kegiatan yang baru dimulai/ akan dilakukan.
F. Sampel : merupakan jumlah pasien/ individu dari populasi yang akan dimasukkan dalam
analisa.
G. Kriteria :
1. Inklusi : jumlah sampel yang akan diambil, yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan
untuk dianalisa.
2. Eksklusi : jumlah sampel yang tidak memenuhi kriteria untuk dianalisa.
H. Tipe Indikator: indikator yang diukur dapat diambil dari
1. Struktur : mengukur sarana prasarana/ sumber daya
2. Proses : mengukur proses/ kegiatan
3. Outcome : mengukur hasil dari suatu proses/ kegiatan
I. Sumber data : asal atau tempat memperoleh data (primer atau sekunder), atau sumber bahan
nyata/ keterangan yang dapat dijadikan dasar kajian yang berhubungan langsung dengan
persoalan.
J. Pengumpul data: orang yang diberi tanggung jawab untuk mengumpulkan data di setiap
satuan kerja.
K. Periode waktu pelaporan: waktu pelaporan, harian, bulanan, triwulanan, semester atau
tahunan.
L. Tempat pengumpulan data: tempat/ satuan kerja yang mengumpulkan data indikator kinerja
mutu dan keselamatan pasien, adalah semua satuan kerja, sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi yang telah ditetapkan.
M. Target (dalam %) : sasaran (batas ketentuan) yang telah ditetapkan untuk dicapai yang
merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik dan
terukur.

3
BAB III
INDIKATOR MUTU
RUMAH SAKIT BALUNG JEMBER

Indikator Mutu Rumah Sakit Balung Jember terdiri atas 4 Indikator Mutu yaitu:
A. Indikator Mutu Klinis
1. Assesment pasien
2. Pelayanan laboratorium
3. Pelayanan radiologi dan pencitraan diagnostik
4. Prosedur bedah
5. Penggunaan antibiotik dan obat lainnya
6. Kesalahan pengobatan dan KNC
7. Anesthesi dan penggunaan sedasi
8. Penggunaan darah dan produk darah
9. Ketersediaan, isi dan penggunaan catatan medik
10. Pencegahan dan pengendalian infeksi, surveilens dan pelaporan

B. Indikator Mutu Manajemen


1. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat untuk memenuhi kebutuhan pasien
2. Pelaporan yang di wajibkan oleh perundang –undangan
3. Manajemen resiko
4. Manajemen penggunaan sumber daya
5. Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga
6. Harapan dan kepuasan staf
7. Demografi pasien dan diagnosis klinis
8. Manajemen keuangan
9. Pencegahan dan Pengendalian dari kejadian yang dapat menimbulkan masalah bagi
keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf.

C. Indikator Mutu Sasaran Keselamatan Pasien


1. Mengidentifikasi Pasien dengan Benar
2. Meningkatkan komunikasi yang efektif
3. Meningkatkan Keamanan Obat-Obatan yang harus diwaspadai

4
4. Memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada
pasien yang benar
5. Mengurangi resiko infeksi akibat perawatan kesehatan
6. Mengurangi resiko cidera pasien akibat terjatuh

D. Indikator International Library of Measure


1. Pasien stroke mendapatkan edukasi mengenai stroke selama rawat inap
2. Pasien yang mendapatkan luka akibat tekanan/ dekubitus (derajat II) selama masa rawat
inap
3. Jumlah pasien jatuh dengan atau tanpa cidera dalam 1 bulan
4. Ibu melahirkan secara normal/ sectio cesarean (elektif) dengan usia kehamilan ≥ 37
minggu dan < 39 minggu
5. ASI Eksklusif bayi baru lahir selama rawat inap

5
BAB IV
QEY PERFORMA INDIKATOR (QPI)
MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

A. INDIKATOR AREA MANAJEMEN (IAM)


1. Judul Indikator Area Manajerial
9 (sembilan) indikator mutu manajerial yang ditetapkan seperti pada tabel berikut:
Penanggung Jawab
No Indikator Judul Indikator
(PJ)
1 Pengadaan rutin alat Resep terlayani Kepala unit
medis dan obat farmasi
2 Pengadaan rutin Ketepatan waktu Bagian keuangan
peralatan kesehatan dan pelaporan dan dan perpajakan
obat kepatuhan terhadap
regulasi perpajakan
dan kebijakan
perusahaan
3 Manajemen risiko Menghidupkan Bagian umum
genset saat listrik
PLN mati mendadak
4 Manajemen Kelengkapan laporan Direktur
penggunaan sumber akuntabilitas kinerja
daya manusia
5 Harapan dan kepuasan Survei kepuasan Kepala unit bagian
pasien dan keluarga pasien pemasaran
pasien
6 Harapan dan kepuasan Angka kepuasan Bagian umum
staf karyawan
7 Demografi dan Pembuatan 10 Kepala unit rekam
diagnosis klinis pasien laporan penyakit medis
terbesar
8 Manajemen keuangan Ketepatan waktu Bagian keuangan
pelaporan keuangan dan perpajakan
9 Pencegahan dan Ketaatan Tim PPI
pengendalian dari penggunaan alat
kejadian yang dapat pelindung diri
menimbulkan masalah petugas
bagi keselamatan

6
pasien, keluarga pasien
dan staf

2. Profil Indikator Area Manajemen (IAM)


a) IAM 1: Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat
Judul Resep terlayani
Aspek Mutu Efektivitas dan Efisiensi
Tujuan Tercipta efektivitas dan efisiensi pelayanan farmasi
Dasar Standar akreditasi
pemikiran
Definisi Kegiatan melayani dan menyediakan obat untuk resep
Operasional yang masuk ke farmasi
Kriteria
a. Inklusi Semua resep permintaan obat
b. Eksklusi -
Tipe Indikator Struktur
Jenis Persentase
indikator
Frekuensi 1 bulan
Periode 3 bulan
Analisis
Numerator Jumlah resep/ permintaan obat yang bisa dilayani di
farmasi
Denominator Jumlah semua resep/ permintaan obat yang masuk ke unit
farmasi
Cara Jumlah resep/ permintaan obat yang bisa
dilayani di farmasi x100%
pengukuran
Jumlah semua resep/ permintaan obat yang masuk ke unit
farmasi
Standar 95%
Sumber data Data pembelian obat luar gudang dan data obat yang tidak
terlayani
Target sampel □ ≥ 640, jumlah sampel 128
dan ukuran □ 320-639, jumlah sampel 20% dari total populasi
sampel (n): □ 64-319, jumlah sampel 64
□ < 64, jumlah sampel 100% populasi

Tempat Instalasi farmasi


pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis

7
mengenai data terhadap resep/ permintaan obat yang bisa dilayani di
rencana farmasi. Untuk bulan berikutnya analisa akan dilakukan
analisis pula terhadap kecenderungan kenaikan atau penurunan
angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Instalasi Farmasi
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluas-
kan pada staf
Unit Kepala unit farmasi
Pelaksana

b) IAM 2: Pelaporan yang diwajibkan oleh perundang-undangan


Judul Ketepatan waktu pelaporan perpajakan dan kepatuhan
terhadap regulasi perpajakan dan kebijakan perusahaan
Aspek Mutu Efektivitas dan Efisiensi
Tujuan Tergambarnya ketepatan waktu pelaporan dan kepatuhan
terhadap regulasi perpajakan dan kebijakan Rumah Sakit
di Rumah Sakit Balung
Definisi Ketepatan waktu dan kepatuhan pelaporan perpajakan
Operasional sesuai dengan “Peraturan Perpajakan” yang berlaku
Kriteria
a. Inklusi Semua laporan perpajakan di Rumah Sakit Balung
b. Eksklusi -
Tipe Indikator Proses
Jenis Persentase
indikator
Frekuensi Tiap bulan dan tahun
Periode 1 tahun
Analisis
Numerator Jumlah laporan keuangan yang tepat dan patuh sesuai
dengan regulasi yang berlaku ke dirjen pajak
Denominator Jumlah total laporan keuangan yang disampaikan ke
Dirjen pajak
Cara Jumlah laporan keuangan yang tepat dan patuh
sesuai dengan regulasi yang berlaku ke dirjen
pengukuran
pajak x100%
Jumlah total laporan keuangan yang disampaikan
ke Dirjen pajak
Target sampel 1 kasus dalam setahun
dan ukuran
sampel (n)
Tempat Bagian Akuntansi Keuangan dan Pajak

8
pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Standar 100% tepat
Sumber data Laporan AR (Account Representatif)
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap laporan keuangan yang tepat dan patuh
sesuai dengan regulasi yang berlaku ke dirjen pajak.
rencana
Untuk bulan berikutnya analisa akan dilakukan pula
analisis
terhadap kecenderungan kenaikan atau penurunan angka
capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Bagian Akuntansi Keuangan dan Pajak
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluas-
kan pada staf
Unit Bagian Akuntansi Keuangan dan Pajak
Pelaksana

c) IAM 3: Manajemen Risiko


Judul Menghidupkan genset saat listrik PLN mati mendadak
Aspek Mutu Efektivitas, efisiensi dan kesinambungan pelayanan
Tujuan Tergambarnya kecepatan pelayanan menghidupkan genset
saat listrik PLN mati mendadak
Definisi Lamanya petugas menghidupkan genset saat listrik PLN
Operasional mati mendadak maksimal 5 menit
Kriteria
a. Inklusi Semua faktor risiko yang teridentifikasi
b. Eksklusi -
Tipe Indikator Proses
Jenis indikator Rate Based
Frekuensi 1 bulan
Periode 3 bulan
Analisis
Numerator Jumlah waktu yang diperlukan untuk menghidupkan
genset dalam 1 bulan (jumlah menghidupkan genset ≤ 5

9
menit/ bulan)
Denominator Banyaknya kejadian listrik PLN mati mendadak dalam 1
bulan
Cara -
pengukuran
Standar Maksimal 5 menit
Sumber data Buku laporan listrik PLN mati mendadak
Target sampel 1 kasus dalam sebulan
dan ukuran
sampel (n)
Tempat Bagian Rumah Tangga/ Teknisi
pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah dilakukan identifikasi Jumlah waktu yang
dijelaskan diperlukan untuk menghidupkan genset dalam 1 bulan
mengenai (jumlah menghidupkan genset ≤ 5 menit/ bulan). Untuk
rencana bulan berikutnya analisa akan dilakukan pula terhadap
analisis kecenderungan kenaikan atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa uraian naskah dari prioritas masalah yang
dijelaskan ditetapkan dan rekomendasi serta tindaklanjutnya yang
bagaimana akan disebarluaskan ke seluruh unit
hasil-hasil
data akan
disebarluaskan
pada staf
Unit Bagian Rumah Tangga/ Teknisi
Pelaksana

d) IAM 4: manajemen penggunaan sumber daya manusia


Judul Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja
Aspek Mutu Efektivitas dan efisiensi
Tujuan Tergambarnya kepedulian administrasi rumah sakit dalam
menunjukkan akuntabilitas kinerja pelayanan
Definisi Akuntabilitas kinerja adalah perwujudan kewajiban
Operasional rumah sakit untuk mempertanggungjawabkan
keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi
dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan

10
melalui pertanggungjawaban secara periodik. Laporan
akuntabilitas kinerja yang lengkap adalah laporan kinerja
yang memuat pencapaian indikator-indikator yang ada
pada SPM, indikator-indikator kinerja yang lain yang
dipersyaratkan oleh pemerintah daerah.
Laporan akuntabilitas kinerja minimal 3 bulan sekali.
Kriteria
a. Inklusi Jumlah BOR di ICU
b. Eksklusi -
Tipe Indikator Outcome
Jenis indikator Persentase
Frekuensi 1 tahun
Periode 3 tahun
Analisis
Numerator Laporan akuntabilitas kinerja yang lengkap dan dilakukan
minimal 3 bulan dalam satu tahun
Denominator Jumlah laporan akuntabilitas yang seharusnya disusun
dalam satu tahun
Cara Laporan akuntabilitas kinerja yang lengkap
dan dilakukan minimal 3 bulan dalam satu tahun x 100%
pengukuran Jumlah laporan akuntabilitas yang seharusnya disusun
dalam satu tahun
Standar 100%
Sumber data Bagian Tata Usaha
Target sampel -
dan ukuran
sampel (n)
Tempat ICU
pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap Laporan akuntabilitas kinerja yang lengkap
rencana dan dilakukan minimal 3 bulan dalam satu tahun. Untuk
analisis bulan berikutnya analisa akan dilakukan pula terhadap
kecenderungan kenaikan atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Instalasi Rawat Intensif dan ruang ICU
bagaimana

11
hasil-hasil
data akan
disebarluaskan
pada staf
Unit Direktur
Pelaksana

e) IAM 5: Harapan, kepuasan pasien dan keluarga pasien

12
Judul Indeks kepuasan pasien dan keluarga pasien
Aspek Mutu Kepuasan pasien dan keluarga pasien
Tujuan Tergambarnya tingkat kepuasan pasien dan
keluarga pasien terhadap sistem yang berlaku di
Rumah Sakit Balung
Definisi Kepuasan pasien dan keluarga pasien adalah
Operasional pernyataan puas oleh pasien dan keluarga pasien
terhadap sistem yang berlaku di Rumah Sakit
Balung
Kriteria
a. Inklusi Semua pasien dan keluarganya yang mendapatkan
pelayanan di Rumah Sakit Balung
b. Eksklusi Pasien dan keluarganya yang tidak bersedia
menjadi responden
Tipe Indikator Outcome
Jenis indikator Rate based
Frekuensi 1 tahun sekali
Numerator Jumlah kumulatif hasil penilaian pasien dan
keluarga pasien yang mengatakan lebih baik saat
disurvey
Denominator Jumlah total pasien dan keluarga pasien yang
disurvey
Cara pengukuran Jumlah kumulatif hasil penilaian pasien
dan keluarga pasien yang mengatakan
lebih baik saat disurvey x 100%
Jumlah total pasien dan keluarga pasien
yang disurvey
Standar 70%
Sumber data Hasil survey kepuasan pasien dan keluarga pasien
Target sampel dan 150
ukuran sampel
(n)
Tempat Seluruh unit rawat inap dan rawat jalan
pengambilan data
Metodologi Concurent
pengambilan data
Mohon dijelaskan Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh
mengenai rencana PIC, penanggung jawab pelayanan akan melakukan
analisis analisis data terhadap Tingkat kepuasan pasien dan
keluarga. Untuk bulan berikutnya analisa akan
dilakukan pula terhadap kecenderungan kenaikan
atau penurunan angka capaian
Mohon dijelaskan Data berupa grafik akan dipasang di papan
bagaimana hasil- pengumuman Instalasi
hasil data akan
disebarluas-kan 13
pada staf
Unit Pelaksana Bagian pemasaran
f) IAM 6: Harapan dan Kepuasan Staf
Judul Indeks Kepuasan Karyawan
Aspek Mutu Kepuasan karyawan
Tujuan Tergambarnya tingkat kepuasan karyawan terhadap
sistem yang berlaku di Rumah Sakit Balung
Definisi Kepuasan karyawan adalah pernyataan puas oleh
Operasional karyawan terhadap sistem yang berlaku di Rumah Sakit
Balung
Kriteria
a. Inklusi Semua karyawan yang bekerja di Rumah Sakit Balung
Jember
b. Eksklusi Karyawan yang tidak bersedia menjadi responden
Tipe Indikator Outcome
Jenis Prosentase
indikator
Frekuensi 1 tahun sekali
Numerator Jumlah kumulatif hasil penilaian karyawan yang
mengatakan lebih baik (untuk karyawan lama) dan
memberi nilai ≥ 7 (untuk karyawan baru) saat disurvey
Denominator Jumlah total karyawan yang disurvey
Cara Jumlah kumulatif hasil penilaian karyawan saat disurvey
Jumlah total karyawan yang disurvey
pengukuran
Standar 70%
Sumber data Hasil survey kepuasan karyawan
Target sampel □ ≥ 640, jumlah sampel 128
dan ukuran □ 320-639, jumlah sampel 20% dari total populasi
sampel (n) □ 64-319, jumlah sampel 64
□ < 64, jumlah sampel 100% populasi
Tempat Komite Medik
pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap Tingkat kepuasan karyawan. Untuk bulan
rencana berikutnya analisa akan dilakukan pula terhadap
analisis kecenderungan kenaikan atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Komite Medik
bagaimana
hasil-hasil
data akan

14
disebarluas-
kan pada staf
Unit Bagian Kepegawaian
Pelaksana

g) IAM 7: Demografi pasien dan diagnosis klinis


Judul Pembuatan 10 laporan penyakit terbesar
Aspek Mutu Manfaat
Tujuan Untuk mengetahui penyakit terbesar yang dirawat di
rumah sakit
Definisi Laporan jumlah 10 besar penyakit terbanyak yang dirawat
Operasional di rumah sakit baik rawat inap maupun rawat jalan
berdasarkan ICD X
Kriteria
a. Inklusi Laporan 10 besar penyakit
b. Eksklusi -
Tipe Indikator Outcome
Jenis indikator Data demografi
Frekuensi 1 bulan
Periode 3 bulan
Analisis
Numerator Jumlah 10 besar penyakit berdasarkan kode ICD X
Denominator -
Cara -
pengukuran
Standar -
Sumber data Rekam Medik
Target sampel -
dan ukuran
sampel (n)
Tempat Instalasi Rekam Medik
pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap laporan 10 besar penyakit. Untuk bulan
rencana berikutnya analisa akan dilakukan pula terhadap
analisis kecenderungan kenaikan atau penurunan

15
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Instalasi Rekam Medik
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluaskan
pada staf
Unit Unit Rekam Medik
Pelaksana

h) IAM 8: Manajemen Keuangan


Judul Ketepatan waktu pelaporan keuangan
Aspek Mutu Efektivitas dan Efisiensi
Tujuan Tergambarnya tingkat disiplin pengelolaan keuangan
Rumah Sakit
Definisi Laporan keuangan meliputi realisasi anggaran dan arus
Operasional kas.
Laporan keuangan sudah ditandatangani oleh direksi
tanggal 20 setiap bulan berikutnya.
Kriteria
a. Inklusi Laporan keuangan yang diselesaikan dan sudah
ditandatangani direksi
b. Eksklusi -
Tipe Indikator Outcome
Jenis indikator Persentase
Frekuensi 1 bulan
Periode 3 bulan
Analisis
Numerator Laporan keuangan yang diselesaikan dan sudah
ditandatangani direksi sebelum tanggal 20 setiap bulan
berikutnya bernilai 100%, yang lebih dari tanggal 20
bernilai 0%
Denominator -
Cara -
pengukuran
Standar 100%
Sumber data Tanggal selesai laporan keuangan
Target sampel -
dan ukuran
sampel (n)
Tempat Bidang Keuangan
pengambilan

16
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap laporan keuangan yang diselesaikan dan
rencana sudah ditandatangani direksi. Untuk bulan berikutnya
analisis analisa akan dilakukan pula terhadap kecenderungan
kenaikan atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Bidang keuangan
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluaskan
pada staf
Unit Bagian keuangan
Pelaksana

i) IAM 9: Pencegahan dan Pengendalian dari kejadian yang dapat menimbulkan


masalah bagi keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf.
Judul Ketaatan penggunaan Alat Pelindung Diri petugas
Aspek Mutu Efektivitas, efisiensi dan keselamatan karyawan
Tujuan Tergambar ketaatan petugas dalam menggunakan alat
pelindung diri dalam melakukan kegiatan/pelayanan
sesuai dengan standar APD yang sudah dipersyaratkan
Definisi Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat-alat yang harus
Operasional digunakan dalam bekerja untuk melindungi petugas dari
risiko-risiko kerja
Kriteria
a. Inklusi APD
b. Eksklusi -
Tipe Indikator Proses
Jenis indikator Persentase
Frekuensi 1 bulan pengumpulan data periode analisis 3 bulan
Numerator Jumlah petugas di unit pelayanan dikurangi petugas yang
tidak menggunakan APD sesuai standar saat bekerja
Denominator Total jumlah petugas di unit pelayanan
Cara Jumlah petugas di unit pelayanan dikurangi
petugas yang tidak menggunakan APD sesuai
pengukuran standar saat bekerja x 100%

17
Total jumlah petugas di unit pelayanan
Standar 100%
Sumber data Hasil survey
Target sampel -
dan ukuran
sampel (n)
Tempat Unit rawat inap dan rawat jalan
pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap petugas yang menggunakan APD. Untuk
rencana bulan berikutnya analisa akan dilakukan pula terhadap
analisis kecenderungan kenaikan atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Instalasi
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluaskan
pada staf
Unit Tim PPI
Pelaksana

BAB VI
PENUTUP

Pemenuhan tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan yang bermutu tinggi
harus menjadi prioritas dalam pengelolaan pelayanan kesehatan.
Keterjaminan mutu dan keselamatan pasien akan member kontribusi yang dominan terhadap
kepercayaan masyarakat yang berdampak pada eksistensi institusi ditengah persaiangan global.
Keberadaan indikator klinik mutu pelayanan dan keselamatan pasien rumah sakit
bermanfaat untuk mengukur mutu pelayanan di rumah sakit. Oleh karena itu, keberhasilan dalam
memperthankan mutu seta upaya yang terus- menerus dalam meningkatkan mutu pelayanan dan
keselamatan pasien harus terus dilaksanakan. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan upaya
yang terpadu dari semua komponen terlibat dalam pelayanan baik langsung maupu tidak

18
langsung. Dalam hal ini diperlukan komitmen pimpinan rumah sakit dan seluruh staf serta
karyawan untuk turut bertanggung jawab dalam rangka mewujudkan mutu pelayanan yang
berkualitas serta aman.

Plt. Direktur
Rumah Sakit Balung Jember

drg. Nur Cahyohadi,MARS


NIP.19640912 199203 1 007

DAFTAR PUSTAKA

Joint Commission International. 2012, Joint Commission International Accreditation Standard


for Hospitals (including Standards for Academic Medical Center Hospitals), 4th Ed, USA.
KARS. 2011. Standar Akreditasi Rmah Sakit. Jakarta
Menkes RI. 2008. Standar Pelayanan Minial Rumah Sakit. Jakarta

19