Vous êtes sur la page 1sur 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Mutu adalah faktor yang mendasar dari pelanggan. Mutu adalah penentuan pelanggan
berdasarkan atas pengalaman nyata pelanggan terhadap produk dan jasa pelayanan,
mengukurnya, mengharapkannya, dijanjikan atau tidak, sadar atau hanya dirasakan, operasional
teknik atau subyektif sama sekali dan selalu menggambarkan target yang bergerak dalam pasar
yang kompetitif (Wiyono, 1999).
Berbagai definisi tentang mutu berikut memberikan gambaran bahwa mutu mengandung
pengertian yang luas, sebagai contoh: Juran menyebutkan bahwa mutu produk adalah kecocokan
penggunaan produk untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan; Crosby mendefinisikan
mutu adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang disyaratkan atau
distandarkan; Deming mendefinisikan mutu, bahwa mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan
pasar; Feigenbaum mendefinisikan mutu adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya; Garvin dan
Davis menyebutkan bahwa mutu adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,
manusia/tenaga kerja, proses dan tugas, serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan
pelanggan atau konsumen.
Dari berbagai definisi tersebut diatas memberikan gambaran bahwa mutu memiliki
dimensi yang luas, namun secara keseluruhan definisi tentang mutu menggambarkan sesuatu
yang penting untuk diwujudkan oleh organisasi sebagai bukti kemampuan organisasi memberikan
pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Indikator adalah petunjuk atau tolak ukur atau fenomena yang dapat diukur. Indikator
mutu asuhan kesehatan atau pelayanan kesehatan dapat mengacu pada indikator yang relevan
berkaitan dengan struktur, proses, outcomes. Selanjutnya indikator dispesifikasikan dalam
berbagai kriteria.
Penetapan indikator mutu adalah mutlak diperlukan agar organisasi dapat mengevaluasi
kualitas pelayanan yang diberikan dalam berbagai dimensi serta selanjutnya dapat mengambil
tindak lanjut atas hasil evaluasi yang diperoleh sebagai dasar melakukan upaya-upaya untuk
meningkatkan hasil kearah yang lebih baik.
Mutu asuhan kesehatan suatu organisasi pelayanan kesehatan dapat diukur dengan
memperhatikan atau memantau dan menilai indikator, kriteria, dan standar yang diasumsikan
relevan dan berlaku sesuai dengan aspek-aspek struktur, proses, dan outcome dari organisasi
pelayanan kesehatan tersebut.
Indikator mutu rumah sakit akan mencerminkan mutu pelayanan dari rumah sakit
tersebut. Fungsi dari penetapan indikator tersebut antara lain sebagai alat untuk melaksanakan
manajemen kontrol dan alat untuk mendukung pengambilan ketetapan dalam rangka
perencanaan kegiatan untuk masa yang akan datang.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum

1
Tujuan umum penyusunan kamus indikator mutu Rumah Sakit Balung Jember adalah
untuk memberikan pedoman dalam upaya pengelolaan mutu dan keselamatan pasien di
Rumah Sakit Balung Jember.
2. Tujuan Khusus
a. Menjadi panduan dalam mengontrol mutu pelayanan
b. Mengarahkan upaya-upaya peningkatan mutu lebih spesifik dan terarah
c. Memberikan kemudahan bagi unit kerja dalam memahami indikator mutu yang
dimaksud

C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup kamus indikator ini meliputi jenis dan macam indikator mutu yang telah
ditetapkan melalui keputusan Direktur Rumah Sakit baik pada area manajemen, area klinis
maupun sasaran keselamatan pasien dengan Qey Performa Indicator (QPI) untuk masing-masing
indicator yang dipilih.

BAB II
DEFINISI OPERASIONAL

A. Kamus indikator adalah buku yang berisi tentang berbagai macam indikator mutu pelayanan
yang telah ditetapkan beserta Key Performa Indicator nya baik pada area manajerial, area
klinis maupun sasaran keselamatan pasien.
B. Numerator (pembilang) adalah besaran nilai pembilang dalam rumus indikator kinerja.
C. Denominator (penyebut) adalah besaran nilai pembagi dalam rumus indikator kinerja.
D. Dimensi mutu adalah suatu pandangan dalam menentukan penilaian terhadap jenis dan mutu
pelayanan yang diberikan, berdasarkan standar WHO dilihat dari :
1. Kelayakan
2. Ketersediaan : tingkat perawatan dan pelayanan yang tepat, tersedia sesuai kebutuhan.
3. Kesinambungan (Continuity ) : tingkat perawatan dan pelayanan dikoordinasi antar
disiplin ilmu, antar organisasi sepanjang waktu.

2
4. Ketepatan waktu (timelines): tingkat perawatan dan pelayanan yang diberikan sesuai
waktu yang diperlukan.
5. Keselamatan : tingkat perawatan dan pelayanan dimana risiko intervensi dan risiko di
lingkungan direduksi untuk pasien, keluarga, residen, termasuk petugas kesehatan.
6. Kehormatan dan harga diri: tingkat perawatan dan pelayanan diberikan dengan
mengahargai kebutuhan, harapan dan keinginan individu, dimana individu dilibatkan
dalam ketetapan perawatan dan pelayanan mereka.
7. Manfaat: perawatan dan pelayanan yang diterima pasien bermanfaat.
8. Efektivitas : tingkat perawatan dan pelayanan diberikan sesuai pengetahuan untuk
mencapai outcome yang diinginkan.
9. Efisiensi : hubungan antara outcome (hasil perawatan dan pelayanan) dan sumberdaya
yang digunakan untuk memberikan perawatan dan pelayanan.
10. Efficacy : tingkat perawatan dan pelayanan telah memenuhi harapan atau outcome yang
diinginkan.
E. Metodologi pengumpulan data:
1. Retrospektif : data diambil dari kegiatan yang telah lalu
2. Concurrent : data diambil dari kegiatan yang baru dimulai/ akan dilakukan.
F. Sampel : merupakan jumlah pasien/ individu dari populasi yang akan dimasukkan dalam
analisa.
G. Kriteria :
1. Inklusi : jumlah sampel yang akan diambil, yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan
untuk dianalisa.
2. Eksklusi : jumlah sampel yang tidak memenuhi kriteria untuk dianalisa.
H. Tipe Indikator: indikator yang diukur dapat diambil dari
1. Struktur : mengukur sarana prasarana/ sumber daya
2. Proses : mengukur proses/ kegiatan
3. Outcome : mengukur hasil dari suatu proses/ kegiatan
I. Sumber data : asal atau tempat memperoleh data (primer atau sekunder), atau sumber bahan
nyata/ keterangan yang dapat dijadikan dasar kajian yang berhubungan langsung dengan
persoalan.
J. Pengumpul data: orang yang diberi tanggung jawab untuk mengumpulkan data di setiap
satuan kerja.
K. Periode waktu pelaporan: waktu pelaporan, harian, bulanan, triwulanan, semester atau
tahunan.
L. Tempat pengumpulan data: tempat/ satuan kerja yang mengumpulkan data indikator kinerja
mutu dan keselamatan pasien, adalah semua satuan kerja, sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi yang telah ditetapkan.
M. Target (dalam %) : sasaran (batas ketentuan) yang telah ditetapkan untuk dicapai yang
merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik dan
terukur.

3
BAB III
INDIKATOR MUTU
RUMAH SAKIT BALUNG JEMBER

Indikator Mutu Rumah Sakit Balung Jember terdiri atas 4 Indikator Mutu yaitu:
A. Indikator Mutu Klinis
1. Assesment pasien
2. Pelayanan laboratorium
3. Pelayanan radiologi dan pencitraan diagnostik
4. Prosedur bedah
5. Penggunaan antibiotik dan obat lainnya
6. Kesalahan pengobatan dan KNC
7. Anesthesi dan penggunaan sedasi
8. Penggunaan darah dan produk darah
9. Ketersediaan, isi dan penggunaan catatan medik
10. Pencegahan dan pengendalian infeksi, surveilens dan pelaporan

B. Indikator Mutu Manajemen


1. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat untuk memenuhi kebutuhan pasien
2. Pelaporan yang di wajibkan oleh perundang –undangan
3. Manajemen resiko
4. Manajemen penggunaan sumber daya
5. Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga
6. Harapan dan kepuasan staf
7. Demografi pasien dan diagnosis klinis
8. Manajemen keuangan
9. Pencegahan dan Pengendalian dari kejadian yang dapat menimbulkan masalah bagi
keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf.

C. Indikator Mutu Sasaran Keselamatan Pasien


1. Mengidentifikasi Pasien dengan Benar
2. Meningkatkan komunikasi yang efektif
3. Meningkatkan Keamanan Obat-Obatan yang harus diwaspadai
4. Memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada
pasien yang benar

4
5. Mengurangi resiko infeksi akibat perawatan kesehatan
6. Mengurangi resiko cidera pasien akibat terjatuh

D. Indikator International Library of Measure


1. Pasien stroke mendapatkan edukasi mengenai stroke selama rawat inap
2. Pasien yang mendapatkan luka akibat tekanan/ dekubitus (derajat II) selama masa rawat
inap
3. Jumlah pasien jatuh dengan atau tanpa cidera dalam 1 bulan
4. Ibu melahirkan secara normal/ sectio cesarean (elektif) dengan usia kehamilan ≥ 37
minggu dan < 39 minggu
5. ASI Eksklusif bayi baru lahir selama rawat inap

5
BAB IV
QEY PERFORMA INDIKATOR (QPI)
MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

D. INDIKATOR INTERNATIONAL LIBRARY MEASURE (ILM)


1. Judul Indikator International Library Of Measure
5 (lima) indikator International Library Of Measure yang diterapkan seperti tertera pada
tabel berikut:
Penanggung
No Standar Judul Indikator
Jawab (PJ)
1 I-STK-8 : I-Stroke (I- Pasien stroke yang Kepala unit rawat
STK) diberikan edukasi inap
mengenai stroke
selama rawat inap
2 I-NSC-2 : I-Nursing Pasien yang Tim PPI
Sensitive Care (I- mendapatkan luka
NSC) akibat tekanan/
dekubitus (derajat II)
selama masa rawat
inap
3 I-NSC-4 : I-Nursing Jumlah pasien jatuh Kepala ruang
Sensitive Care (I- dengan atau tanpa rawat inap
NSC) cidera dalam 1 bulan
4 I-PC-1 : I-Perinatal Pasien melahirkan Kepala ruang
Care(I-PC) secara normal/sectio bersalin dan
cesarean (elektif) perinatologi
dengan usia
kehamilan ≥ 37
minggu dan < 39
minggu
5 I-PC-5 : I-Perinatal Inisiasi Menyusui Kepala ruang
Care (I-PC) Dini (IMD) bayi baru bersalin dan
lahir selama rawat perinatologi
inap di Rumah Sakit

6
2. Profil indikator International Library Of Measure
a) I-STK-8 : I-Stroke (I-STK)
Judul Pasien stroke yang diberikan edukasi selama perawatan di
rumah sakit
Aspek Mutu Efektifitas
Tujuan Untuk meningkatkan status kesehatan, mencegah
timbulnya penyakit dan bertambahnya masalah kesehatan
mengenai stroke selama rawat inap kepada pasien
maupun keluarga pasien
Definisi Suatu kegiatan penyampaian informasi atau penyuluhan
Operasional kesehatan kepada pasien atau keluarga selama rawat inap
yang berhubungan dengan stroke dan perawatannya
selama di rumah sakit. Edukasi yang disampaikan
meliputi pengertian stroke, penyebab, gejala, penanganan,
pencegahan, dan perawatan setelah rawat inap atau di
rumah
Kriteria
a. Inklusi seluruh pasien yang sudah terdiagnosis stroke
b. Eksklusi -
Tipe Indikator Proses
Jenis indikator Persentase
Frekuensi 1 bulan
Periode 3 bulan
Analisis
Numerator Jumlah pasien stroke iskemik atau hemoragik (atau
keluarga pasien atau non keluarga) yang diberikan materi
edukasi secara keseluruhan
Denominator Jumlah seluruh pasien stroke iskemik atau hmoragik yang
dipulangkan dengan umur ≥ 18 tahun
Cara Jumlah pasien stroke iskemik atau hemoragik
pengukuran yang diberikan materi edukasi secara keseluruhan x100%
Jumlah seluruh pasien stroke iskemik atau hmoragik yang
dipulangkan dengan umur ≥ 18 tahun
Standar 100%
Sumber data Bukti edukasi rekam medis
Target sampel □ ≥ 640, jumlah sampel 128
dan ukuran □ 320-639, jumlah sampel 20% dari total populasi
sampel (n) □ 64-319, jumlah sampel 64
□ < 64, jumlah sampel 100% populasi
Tempat Rekam Medis dan rawat inap
pengambilan

7
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap pasien stroke iskemik atau hemoragik (atau
rencana analisis keluarga pasien atau non keluarga) yang diberikan materi
edukasi secara keseluruhan. Untuk bulan berikutnya
analisa akan dilakukan pula terhadap kecenderungan
kenaikan atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Ruang rekam medic dan rawat inap
bagaimana
hasil-hasil data
akan
disebarluaskan
pada staf
Unit Pelaksana Rawat inap

b) I-NSC-2: I-Nursing Sensitive Care (I-NSC)


Judul Angka kejadian luka tekan (dekubitus) derajat II pada
pasien yang dirawat di rumah sakit
Aspek Mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya kejadian luka tekan (dekubitus) derajat II
yang terjadi selama perawatan di rumah sakit
Definisi Luka tekan yang terjadi pada pasien yang berisiko (tirah
Operasional baring) selama dalam perawatan di rumah sakit yang
ditandai dengan hilangnya sebagian lapisan epidermis
dan/atau dermis dengan ciri-ciri luka supervisial, abrasi,
bula
Kriteria
a. Inklusi Semua pasien yang tirah baring selama perawatan di
rumah sakit
b. Eksklusi MRS sudah mengalami borok tekan
Tipe Indikator outcome
Jenis Persentase
indikator
Frekuensi 1 bulan
Periode 3 bulan
Analisis
Numerator Jumlah pasien yang mengalami luka tekan derajat II
Denominator Jumlah seluruh pasien yang tirah baring

8
Cara Jumlah pasien yang mengalami borok tekan
pengukuran derajat IIx 100%
Jumlah seluruh pasien yang tirah baring
Standar 5%
Sumber data Laporan kejadian
Target sampel □ ≥ 640, jumlah sampel 128
dan ukuran □ 320-639, jumlah sampel 20% dari total populasi
sampel (n) □ 64-319, jumlah sampel 64
□ < 64, jumlah sampel 100% populasi
Tempat Unit rawat inap
pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap angka kejadian borok tekan (dekubitus)
rencana derajad II pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Untuk
analisis bulan berikutnya analisa akan dilakukan pula terhadap
kecenderungan kenaikan atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Rawat inap
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluas-
kan pada staf
Unit Rawat inap
Pelaksana
c) I-NSC-4: I-Nursing Sensitive Care (I-NSC)
Judul Jumlah pasien jatuh dengan atau tanpa cidera dalam 1
(satu) bulan
Aspek Mutu Keselamatan pasien
Tujuan Tergambarnya pelayanan keperawatan yang aman bagi
pasien
Definisi Kejadian pasien jatuh adalah kejadian pasien jatuh selama
Operasional dirawat baik akibat jatuh dari tempat tidur, di kamar
mandi, dsb, yang berakibat kecacatan atau kematian
Kriteria
a. Inklusi Semua pasien jatuh dengan atau tanpa cidera di rumah
sakit
b. Eksklusi pasien yang dirawat dalam 1 bulan

9
Tipe Indikator outcome
Jenis Persentase
indikator
Frekuensi 1 bulan
Periode 1 bulan
Analisis
Numerator Jumlah pasien jatuh dengan atau tanpa cidera
Denominator Jumlah pasien yang dirawat dalam bulan tersebut
Cara Jumlah pasien jatuh dengan atau tanpa cidera x 100%
pengukuran Jumlah pasien yang dirawat dalam bulan tersebut
Standar 0%
Sumber data Laporan insiden keselamatan pasien
Target sampel □ ≥ 640, jumlah sampel 128
dan ukuran □ 320-639, jumlah sampel 20% dari total populasi
sampel (n) □ 64-319, jumlah sampel 64
□ < 64, jumlah sampel 100% populasi
Tempat Unit rawat inap
pengambilan
data
Metodologi Concurent
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap pasien jatuh dengan atau tanpa cidera yang
rencana dirawat di rumah sakit. Untuk bulan berikutnya analisa
analisis akan dilakukan pula terhadap kecenderungan kenaikan
atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Rawat inap
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluas-
kan pada staf
Unit Rawat inap
Pelaksana

d) I-PC-1: I-Perinatal Care (I-PC)


Judul Angka pasien dengan persalinan normal elektif dan sectio
caesaria elektif pad usia kehamilan ≥ 37 minggu dan < 39
minggu
Aspek Mutu

10
Tujuan Tersedianya data pencatatan dan pelaporan pasien dengan
persalinan normal elektif dan sectio caesaria elektif pada
usia kehamilan ≥ 37 minggu dan < 39 minggu
Definisi Angka pasien dengan persalinan normal elektif dn sectio
Operasional caesaria elektif pada usia kehamilan ≥ 37 minggu dan <
39 minggu
Kriteria
a. Inklusi Pasien dengan persalinan normal elektif dan sectio
caesaria elektif
b. Eksklusi Seluruh pasien yang menjalani persalinan di rumah sakit
Tipe Indikator Outcome
Jenis indikator Persentase
Frekuensi 1 bulan
Periode 1 bulan
Analisis
Numerator Jumlah pasien dengan persalinan normal elektif dan sectio
caesaria elektif pada usia kehamilan ≥ 37 minggu dan <
39 minggu
Denominator Jumlah seluruh pasien yang menjalani persalinan di
rumah sakit
Cara Jumlah pasien dengan persalinan normal elektif
pengukuran dan sectio caesaria elektif pada usia
kehamilan ≥ 37 minggu dan < 39 minggu 100%
Jumlah seluruh pasien yang menjalani persalinan di
rumah sakit
Standar 100%
Sumber data Rekam medis
Target sampel □ ≥ 640, jumlah sampel 128
dan ukuran □ 320-639, jumlah sampel 20% dari total populasi
sampel (n) □ 64-319, jumlah sampel 64
□ < 64, jumlah sampel 100% populasi
Tempat Ruang Bersalin
pengambilan
data
Metodologi Restrospektif
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap pasien dengan persalinan normal elektif dan
rencana sectio caesaria elektif pada usia kehamilan ≥ 37 minggu
analisis dan < 39 minggu di rumah sakit. Untuk bulan berikutnya
analisa akan dilakukan pula terhadap kecenderungan
kenaikan atau penurunan angka capaian

11
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Ruang Bersalin
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluaskan
pada staf
Unit Ruang bersalin
Pelaksana

e) I-PC-5: I-Perinatal Care (I-PC)


Judul Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada bayi baru lahir selama
rawat inap di Rumah Sakit
Aspek Mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya upaya rumah sakit untuk melaksanakan
program inisiasi menyusui dini sebagai salah satu
menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi baru lahir
Definisi Permulaan bayi menyusu pertama kali pada jam-jam
Operasional pertama setelah bayi lahir normal (pervaginam) hidup
yaitu antara 5 – 10 menit
Kriteria
a. Inklusi Seluruh bayi yang lahir pervagina) hidup, AS ≥ 7
b. Eksklusi Ibu dengan komplikasi, BBLR
Tipe Indikator Outcome
Jenis indikator Persentase
Frekuensi 1 bulan
Periode 3 bulan
Analisis
Numerator Jumlah bayi dilakukan IMD
Denominator Jumlah seluruh bayi lahir hidup pervaginam
Cara Jumlah bayi dilakukan IMD x 100%
pengukuran Jumlah seluruh bayi lahir hidup pervaginam
Standar 100%
Sumber data Rekam medik
Target sampel □ ≥ 640, jumlah sampel 128
dan ukuran □ 320-639, jumlah sampel 20% dari total populasi
sampel (n) □ 64-319, jumlah sampel 64
□ < 64, jumlah sampel 100% populasi
Tempat Ruang Bersalin
pengambilan
data
Metodologi Restrospektif
pengambilan
data
Mohon Setelah data dikumpulkan selama satu bulan oleh PIC,

12
dijelaskan penanggung jawab pelayanan akan melakukan analisis
mengenai data terhadap Inisiasi menyusui dini (IMD) pada bayi
rencana baru lahir di rumah sakit. Untuk bulan berikutnya analisa
analisis akan dilakukan pula terhadap kecenderungan kenaikan
atau penurunan angka capaian
Mohon Data berupa grafik akan dipasang di papan pengumuman
dijelaskan Ruang Bersalin
bagaimana
hasil-hasil
data akan
disebarluaskan
pada staf
Unit Kamar bersalin
Pelaksana

BAB VI

13
PENUTUP

Pemenuhan tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan yang bermutu tinggi
harus menjadi prioritas dalam pengelolaan pelayanan kesehatan.
Keterjaminan mutu dan keselamatan pasien akan member kontribusi yang dominan terhadap
kepercayaan masyarakat yang berdampak pada eksistensi institusi ditengah persaiangan global.
Keberadaan indikator klinik mutu pelayanan dan keselamatan pasien rumah sakit
bermanfaat untuk mengukur mutu pelayanan di rumah sakit. Oleh karena itu, keberhasilan dalam
memperthankan mutu seta upaya yang terus- menerus dalam meningkatkan mutu pelayanan dan
keselamatan pasien harus terus dilaksanakan. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan upaya
yang terpadu dari semua komponen terlibat dalam pelayanan baik langsung maupu tidak
langsung. Dalam hal ini diperlukan komitmen pimpinan rumah sakit dan seluruh staf serta
karyawan untuk turut bertanggung jawab dalam rangka mewujudkan mutu pelayanan yang
berkualitas serta aman.

Plt. Direktur
Rumah Sakit Balung Jember

drg. Nur Cahyohadi,MARS


NIP.19640912 199203 1 007

DAFTAR PUSTAKA

Joint Commission International. 2012, Joint Commission International Accreditation Standard


for Hospitals (including Standards for Academic Medical Center Hospitals), 4th Ed, USA.

14
KARS. 2011. Standar Akreditasi Rmah Sakit. Jakarta
Menkes RI. 2008. Standar Pelayanan Minial Rumah Sakit. Jakarta

15