Vous êtes sur la page 1sur 23

I.

Pengkajian
A. BIODATA

Nama Klien : Tn.S

Usia : 51 Tahun

Satus Perkawinan : Menikah

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agma : Islam

Suku/Bangsa : Kutai

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Swasta

Alamat : Jalan Gunung Bayan RT.02, Muara Pahu Kutai Barat

Masuk Rumah Sakit : Jum’at, 19 januari 2018 jam : 11.20 WITA

No.Register : 9125

Ruangan : Punai Lt.3 Dewasa

Diagnosa Medis/Klinis : Anemia

B. RIWAYAT KEPERAWATAN
1. Keluhan Utama :
a. Saat Masuk (19 Januari 2018, jam : 11.20 WITA)

Mimisan

b. Saat Mengkaji (23 Januari 2018, jam : 15.00 WITA)

Pasien pusing

2. Riwayat Kesehatan
a. Sekarang :
Pasien mengatakan awalnya pasien tidak merasakan apa-apa, pada saat pasien
ingin makan merasa pusing, namun pasien tidak terlalu menghiraukan dan tetap
melanjutkan makannya. Lalu di sela-sela makannya pasien tiba-tiba mengalami
mimisan. Kemudian karena mimisan yang dialami tidak kunjung berhenti,
keluarga pasien langsung membawa pasien ke puskesmas terdekat, beberapa
jam pasien ditangani kemuadian pasien dibawa kerumah sakit terdekat di kita
bangun. Dari hasil pemeriksaan dokter ditemukan pasien mengalami anemia
karena kadar HB nya menurun. Beberapa hari pasien dirawat, kemudian pasien
dirujuk ke RSUD. A.M. parikesit Tenggarong pada tanggal 19 januari 2018
pasien dirawat inap.
b. Masa Lalu :

Pasien mengatakan memiliki riwayat sakit maag

c. Keluarga :

Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit
keturunan
3. Genogram Keluarga

- Pasien anak ke 4 dari 6 bersaudara


- Istri pasien anak ke 5 dari 5 bersaudara
- Pasien memiliki 3 orang anak
- Ibu pasien masih hidup, sedangkan ayahnya sudah meninggal
- Kedua orang tua istri pasien sudah meninggal
- Pasien tinggal satu rumah dengan istri dan ketiga anaknya

C. DATA PSIKOLOGIS

Pasien mengatakan sangat cemas terhadap penyakitnya, dan pasien berharap bisa
segera cepat sembuh dari penyakitnya.

D. DATA SOSIAL

Pasien mengatakan dirumah dapat berinteraksi baik dengan keluarga, tetangga dan
orang-orang di sekitarnya. Selama dirumah sakit pasien mengatakan berinteraksi
dengan baik kepada semua perawat dan dokter. Pasien juga berinteraksi dengan baik
pada pasien-pasien lain.

E. DATA EKONOMI

Pasien mengatakan pembayaran rawat inap selama dirumah sakit menggunakan BPJS
kelas 3

F. DATA BUDAYA

Pasien mengatakan sehari-harinya menggunakan bahsa kutai, dan terkadang


menggunakan bahasa indonesia. Pasien juga mengatakan didalam budaya keluarganya
tidak ada pantangan makanan.

G. DATA SPIRITUAL

Sebelum Sakit : Pasien mengatakan saat dirumah dan sebelum sakit pasien selalu
melakukan ibadah sholat 5 waktu.

Selama Sakit : Pasien mengatakan selama dirumah sakit tidak bisa beribadah seperti
biasnaya, tetapi pasien selalu berdoa minta diberi kesembuhan.

H. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI


1. Nutrisi
a. Dirumah : Pasien mengatakan pada saat dirumah, pasien
makan secara rutin 3x sehari dengan porsi yang cukup.
Pasien juga minum air putih kurang lebih 8 gelas/hari
b. Dirumah Sakit : Pasien mengatakan selama dirumah
sakit, pasien juga makan secara rutin 3x sehari, makanan
yang dimakan hanya makanan yang diberikan dari rumah
sakit. Pasien juga minum air putih kurang lebih 8 gelas
sehari.
2. Eliminasi
a. Dirumah : Pasien mengatakan sebelum sakit pasien rutin
BAB 1-2 x dalam sehari, pasien juga rutin BAK 4-5 x dalam
sehari dan tidak pernah ada masalah.
b. Dirumah sakit : Pasien mengatakan selama sakit pasien juga
rutin BAB 1-2 x dalam sehari. Dengan konsistensi feses
lembek, berwarna coklat-kekuningan, berbentuk dan berbau
khas. Pasien rutin BAK 4-5 x dalam sehari dan tidak pernah
bermasalah.
3. Istirahat dan Tidur
a. Dirumah : Pasien mengatakan sebelum sakit tidur kurang
lebih 8 jam dari jam 22.00–06.00 pagi, dan pada saat siang hari
terkadang pasien tidur selama kurang lebih 3 jam.
b. Dirumah Sakit : Pasien mengatakan selama dirumah sakit pasien tidak
mengalami gangguan tidur. Pasien masih rutin tidur kurang
lebih 8 jam saat malam, dan di siang hari pasien terkadang tidur
selama kurang lebih 3 jam.
4. Aktivitas dan Gerak
a. Dirumah : Pasien mengatakan sebelum sakit pasien bisa
beraktivitas seperti biasa dirumah
b. Dirumah Sakit : Pasien mengatakan selama dirumah sakit
pasien masih bisa beraktivitas seperti biasanya, walaupun
badannya terasa lemas
5. Personal Hygiene
a. Dirumah : Pasien mengatakan dirumah pasien mandi 2x
sehari pagi dan sore
b. Dirumah sakit : Pasien mengatakan selama dirumah sakit
pasien hanya di seka oleh istrinya diatas tempat tidur, rutin 2-
3 kali dalam sehari dengan air dan sabun.

I. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
a. Kesadaran (GCS) : Composmentis
b. Tinggi Badan : 165 CM
c. Berat Badan : 1. Sebelum Sakit : 60 kg

2. Sesudah Sakit : 58 kg
2. Tanda-tanda Vital

TD : 130/80 mmHg RR : 20 x/menit

N : 70 x/menit T : 36.5oC

Skala Nyeri P:

Q: Menusuk

R: Sinus maxilaris sinistra

S: 5

T: Hilang Timbul

3. Kepala

a. Rambut : bentuk kepala simetris, rambut beruban,


pertumbuhan rambut merata, tidak berbau, tidak rontok

b. Kulit kepala : tidak terdapat lesi dikulit kepala, bersih, tidak


berketombe, tidak ada nyeri

c. Wajah : alat indra pada wajah lengkap dan simetris


antara kanan dan kiri, ekspresi wajah tenang namun terkadang
menunjukkan kecemasan

d. Mata

- Konjungtiva : pucat, tidak ada nyeri

- Sklera : sklera tidak ikterik

- Palpabra : tidak ada nyeri dan massa

e. Mulut

- Keadaan : tidak ada lesi, tidak stomatitis, lidah berwarna merah muda,
dan gigi tanggal ada 1

- Caries : tidak ada caries


f. Bibir : simetris, kering namun tidak pecah-pecah, bibir pucat

g. Hidung : hidung simetris, septum ditengah, tidak ada


sekret, terdapat rambut hidung, Terdapat nyeri tekan pada sinus
maxilaris sinistra

h. Telinga : telinga simetris, terdapat serumen, tidak ada


lesi, tidak nyeri tekan

4. Leher

- Kelenjar Thyroid : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada nyeri

- Pembesaran vena jugularis : tidak ada pembesaran vena jugularis

5. Dada

- pernafasan : nafas tidak sesak 20x/menit

- Pengembangan dada : simetris, tidak ada nyeri

- Suara nafas : vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan

6. Abdomen : simetris, tidak nyeri, warna kulit merata, suara peristaltik


15x/menit

7. Genetalia

- Penis : penyebaran rambut pubis merata, tidak ada pembengkakan,


tidak ada nyeri tekan

- Anus : tidak ada pengeluaran darah, tidak ada pembengkakan, tidak


ada lesi, tidak ada nyeri

- Kulit dan kuku : kulit pucat, CRT kembali dalam 3 detik.

8. Ekstremitas :

- Atas : simetris, dapat digerakkan, tidak ada nyeri

- Bawah : simetris, dapat digerakkan, tidak ada nyeri

Tonus otot 5 5 , nadi teraba lemah

5 5
9. Punggung : tidak ada lesi, tidak ada pembengkakan, warna kulit merata, tidak
ada kelainan bentuk seperti lordisis, kifosis, skoliosis

J. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal


HEMATOLOGI
HEMOGLOBIN 8.8 gr/100 ml P 13 W12-P16 W14
2. LEUKOSIT 10.900 /mm3 5.000-10.000
3. GRANULOSIT / HITUNG JENIS 72.6 % 50-70
4. LIMFOSIT / HITUNG JENIS 21.0 % 20-40
5. MONOSIT / HITUNG JENIS 6.4 % 2-8
6. HEMATOKRIT 38 Vol % P40 W37-P48 W43
7. TROMBOSIT 358.00 /mm3 150.000-450.000
SEROLOGI
8. HBSAG SD (BIO LINE) NEGATIF

JENIS HASIL SATUAN NILAI NORMAL


PEMERIKSAAN
KIMIA KLINIK
UREUM 21 mg/dl 10-50
CREATININ O.7 mg/dl 0.5-1.5

Jenis Pemeriksaan : CT Scan Kepala

TS. YTH PEMERIKSAAN MSCT KEPALA TANPA KONTRAS


Tampak lesi hiperdens padat dengan HU 63-73 di sinus maxilaris sinistra tidak tampak
pendesakan dan destruksi dinding sinus

Osteomaetal complek tertutup

Sulkus kortikalis dan fissura sylvii kanan kiri baik

Ventrikel lateral kanan kiri, III dan IV baik

Cisterna perimescenphalic baik

Tak tampak midline shifting

Pons dan cerebellum baik

Kesan :

Susp. Massa di sinus maxillaris sinistra

Usul CT Scan dengan kontra IV

Jenis Pemerikasaan : CT scan kepala dengan kontras

TS. YTH PEMERIKSAAN MSCT KEPALA DENGAN KONTRAS

Tak tampak lesi hipodens atau hiperdens pada parenkim otak

Pada injeksi kontras tak tampak penyangatan patologis

Differensiasi substansia alba dan substansia grisea tampak normal

Sulkus kortikalis dan fissura sylvii tampak normal

Ventrikel lateral kanan-kiri, III dan IV tampak normal

Cisterna perimesencephalic tampak normal

Tak tampak midline shifting

Pons dan cerebellum baik

Pada bone window :


Tampak penebalan mukosa (CT number 65-76 HU) disertai air bubble pada sinus
maksilaris kiri. Pasca injeksi kontras tak tampak enhancement.

Tampak pula penebalan mukosa pada sinus maksilaris kanan

Tak tampak penebalan concha nasi kanan kiri

Tak tampak deviasi septum nasi.

KESAN :

Tak tampak Sol, infark maupun perdarahan pada intrakranial

Tak tampak tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial

Penebalan mukosa disertai air bubble pada sinus maksilaris kiri dan penebalan mukosa
pada sinus

Maksilaris kanan --> gambaran sinusitis kronis

K. PENATALAKSANAAN/TERAPI/DIET

1. Penatalaksanaan : Nacl 0,9% 20 tpm

2. Terapi : - Ceftriaxone 2x1 (inj)

- Asam tranexamat 3x1 (P.O)

- Candesartan 1x8 mg (P.O)

3. Diet : Tinggi Protein

II. Data Fokus

A. Data Subjektif :

1. Pasien mengatakan kepalanya pusing dan badannya terasa lemas

2. Pasien mengatakan sangat cemas terhadap penyakitnya


3. Pasien mengatakan nyeri pada bagian tulang hidung sebelah kiri

B. Data Objektif :

1. Raut wajah cemas

2. TTV : TD: 130/80 mmHg RR:20x/menit

N: 70x/menit T: 36,5

3. Hasil Pemeriksaan fisik hidung : terdapat nyeri tekan pada sinus maksilaris
sinistra

4. P: Sinusitis maxilaris sinistra

Q: Menusuk

R: Sinus maxilaris sinistra

S: 5

T: Hilang Timbul

5. Raut wajah sesekali meringis menahan nyeri

6. Konjungtiva pucat

7. Bibir pucat

8. Nadi teraba lemah

9. Hemoglobin 8,8 gr/100 ml

10. Hematokrit 38 vol %

11. Pasien tampak tegang

12. CRT > 2 dtk (CRT kembali dalam 3 detik)


III. ANALISA DATA

PENGELOMPOKKAN MASALAH PENYEBAB


DATA

DS : pasien mengatakan Perfusi Perifer Tidak Penurunan Konsentrasi


kepalanya pusing dan Efektif Hemoglobin
badannya terasa
lemas

DO : - Konjungtiva pucat

- Bibir pucat

- Nadi teraba lemah

- Hb: 8,8 gr/100 ml

- Hematokrit : 80 vol
%

- CRT > 2 dtk (CRT


kembali dalam 3
detik)

DS : Pasien mengatakan Ansietas Krisis Situasional


sangat cemas terhadap
penyakitnya

DO : - Raut wajah cemas

- Pasien tampak
tegang

DS : Pasien mengatakan Nyeri Akut Agen pencedera


nyeri pada bagian Fisiologis
hidung sebelah kiri
DO : - Hasil pemeriksaan
fisik hidung terdapat
nyeri tekan pada sinus
maxilaris sinistra

- P: sinus maxilaris
sinistra

Q: Menusuk

R: Sinus maxilaris
sinistra

S: 5

T: Hilang timbul

- Raut wajah sesekali


meringis menahan
nyeri

IV. Diagnosa Berdasarkan Berdasarkan Prioritas

1. Perfusi perifer Tidak Efektif b/d Penurunan Konsentrasi Hemoglobin

2. Nyeri Akut b/d Agen Pencedera Fisiologi

3. Asietas b/d Krisis Situasional

V. INTERVENSI KEPERAWATAN
Hari/tanggal/jam
Diagnosa Tujuan Intervensi

Keperawatan
Senin, 22 Perfusi Setelah 1.1 Monitor tanda-
Januari 2018 jaringan dilakukan tanda vital
Jam 15.30 tidak efektif tindakan
b/d 3x24 jam
1.2 Anjurkan pasien
penurunan diharapkan untuk
konsentrasi perfusi tidak mengkonsumsi
hemoglobin efektif dapat nutrisi penambah
d/d : teratasi darah, seperti
DS: Pasien dengan KH: makan yang
mengatakan mengandung zat
kepalanya 1. Klien tidak
besi, asam folat,
menunjukka
pusing dan dan tinggi protein
n tanda-
badannya (bayam, hati,
tanda
terasa lemas telur, tahu, tempe
kekurangan
DO: dll)
darah
-Konjungtiva 2. Klien tidak
pucat 1.3 Anjiurkan pasien
lagi merasa
-Bibir untuk beristirahat
pusing dan
pucat yang cukup
lemas
-Nadi 3. CRT < 2
teraba detik 1.4 Anjurkan minum
lemah air kurang lebih 8
-Hb : gelas per hari
8,8 gr/100
ml

-Hematokrit: 1.5 Monitor


38 CRT
Vol %
-CRT >
2 dtk

Senin, 22 Nyeri akut Setelah 2.1 Lakukan


Januari 2018 b/d agen dilakukan pengkajian
Jam 15.45 pencedera tindakan nyeri, kaji
fisiologis d/d 3x24 jam skala, lokasi
: diharapkan dan kapan
DS: Pasien nyeri akut nyeri terjadi
mengatakan dapat
nyeri pada teratasi 2.2 Ajarkan
bagian dengan KH: penggunaan
tulang tehnik non
1. Pasien dapat
hidung farmakologi (
mengontrol
sebelah kiri Ajarkan
nyeri yang
DO: - Hasil tehnik
dirasakanny
pemeriksaan a relaksasi
fisik hidung : 2. Skala nyeri nafas dalam)
terdapat dari 5
nyeri tekan menjadi 3 2.3 Berikan
pada sinus 3. Ekspresi posisi
maxilaris wajah nyaman,
sinistra tenang sesuai
4. Raut wajah keinginan
- P: sesekali pasien
sinusistis meringis
maxilaris sama sekali 2.4 Dukung
sinistra
istirahat/ tidur
- Q:
yang adekuat
Menusuk
- R: Sinus untuk
maxilaris membantu
sinistra penurunan
- S: 5 nyeri
- T: Hilang
timbul
Senin, 22 Ansietas b/d Setelah 3.1Anjurkan
Januari 2018 krisis dilakukan keluarga
Jam 16.00 situasional tindakan untuk selalu
d/d : 1x24 jam mendampingi
DS: Pasien diharapkan pasien
mengatakan ansietas
sangat cemas dapat 3.2Tanyakan
terhadap teratasi apa yang
penyakitnya dengan KH: menjadi
DO: - penyebab dari
Raut wajah 1. Pasien dapat kecemasan
mengontrol pasien
Cemas kecemasann
ya
- Pasien 2. Pasien tidak
tampak lagi merasa 3.3 Ajarkan
tegang cemas pasien
3. Raut wajah penggunaan
lebih tenang tehnik
relaksasi :
jika pasien
merasa cemas
: Ajarkan
penggunaan
tehnik
relaksasi
nafas dalam

VI. IMPLEMENTASI

HARI ,
NO TINDAKAN EVAlUASI
TGL, JAM
1. |Senin, 22 1.1 Memonitor tanda-tanda S: Pasien mengatakan
Januari vital pusing
O: TD: 120/80 mmHg
2018
N : 77 x/menit
16.30 Wita
RR: 18 x/menit
T : 36,5 ºC
16.40 Wita
S: Pasien mengatakan,
1.2 Menganjurkan pasien
pasien mengerti dengan apa
untukmengonsumsi
yang dianjurkan perawat
nutrisi penmbah darah , O: Psien mengikuti apa
sepertimakanan yang yang dianjurkan oleh
mengandung zat besi, perawat dan memakan
16.55 Wita asam folat dan tinggi makanan yang didapat dari
protein. (Bayam, hati, rumah saki
telur, tempe, dll|)
S: pasien mengatakan akan
17.10 Wita mengikuti apa yang
1.3 Menganjurkan pasien
dianjurkan perawat
untuk beristirahat yang O: Pasien mengatur posisi
cukup duduk yang nyaman untuk
beristirahat

1.4 Menganjurkan pasien S: Pasien mengatakan


untuk minum air ± 8 pasien sangat suka minum

17.25 Wita gelas perhari air putih dan dalam sehari


pasien minum 6-8 gelas
perhari
O: pasien selalu
menghabiskan air minum
yang di berikan dari rumah
sakit maupun yang
1.5 Memonitor CRT pasien disediakan oleh isterinya

S: -
O: CRT kembali dalam
3detik
Senin, 22 2.1. Melakukan S: Pasien Mengatakan nyeri
Januari pengkajian nyeri pada bagian tulang hidung
2018 pada pasien sebelah kiri
18.10 Wita
meliputi, skala,
O: P: sinusistis maxilaris
lokasi, kualitas
sinistra
nyeri, dan kapan Q: Menusuk
R: Sinus Maxilaris
nyeri timbul
sinistra
S: 5
T: Hilang Timbul

18.25 Wita 2.2. S: Pasien mengatakan


Mengajarkarkan sudah mngerti dengan apa
teknik relasksasi
napas dalam pada yang dianjurkan perawat
pasien
O: Pasien terlihat lebih
tenang

18.40 Wita 2.3. Memberikan S:. Pasien mengatakan


posisi nymana sudah nyaman dengan
sesuai keinginan posisinya
pasien
O: Pasieb lebih rileks

18.55 Wita 2.4. Berikan S: Pasien mengatakan,


dukungan pasien tidur ± 8 jam
istirahat/tidur yang perhari
adekuat untuk
O: Pasien lebih segar
membantu
penurunan nyeri
Senin, 22 3.1. Menganjurkan S: Pasien mengatakan
Januari keluarga pasien dirinya merasa diperhatikan
2018 untuk selalu dengan adanya keluarga
19.30 Wita
mendampingi yang selalu yang selalu
pasien mendampinginya
O: Pasien selalu terssenyum
19.45 Wita 3.2. Tanyakan dan S: Pasien mengatakan
dengarkan dengan sangat cemas dengan
penuh perhatian apa penyakiutnya. Pasien
yang menjadi khawatir jika penyakitnya
penyebab dari tidak bisa disembuhkan.
kecemasan pasien Namun pasien percaya
dengan mengikuti semua
prosedur pengobatan yang
diberikan dari rumahsakit,
penyakitnya bisa sembuh
O: Pasien lebih lega
20.00 Wita 3.3. Menganjurkan S: Pasien mengatakan
kepada pasien selalu menggunakan teknik
penggunakan teknik relaksasi napas dalam untuk
relaksasi napas mengurangi rasa cemasnya
dalam jika pasien sesuai anjuran
measa cemas
O: Pasien lebih tenang.
1 Selasa, 23 1.1 Memonitor tanda-tanda S: Pasien mengatakan
Januari vital masih
pusing
2018
O: TD: 110/80 mmHg
16.30 Wita
N : 75 x/i
RR: 20x/i
T : 36,2
S: Pasien mengatakan
16.40 Wita
pasien selalu memakan
1.2 Mengingatkan pasien
makanan tinggi protein
tentang anjuran untuk
yang ia dapatkan dari
mengkonsumsi nutrisi
rumah sakit, pasien tidak
penambah darah,
pernah melupakan apa yang
seperti makanan yang
dianjurkan tentang
mengandung zat besi,
16.55 Wita makanan yang baik
asam folat, dan tinggi
untuknya
protein. (Bayam, hati,
O: Pasien terlihat tubuhnya
telur, tahu, tempe, dll)
lebih segar dari sebelumnya

S: Pasien mengatakan
waktu istirahatnya cukup
17.10 Wita 1.3 Menganjurkan pasien nyaman, pasien
untuk beristirahat yang mengatakan tubuhnya
cukup menjadi lebih segar, karena
selalu mengikuti apa yang
dianjurkan oleh perawat
17.25 Wita O: Pasien lebih tenang dan
segar

S: Pasien mengatakan
1.4 Mengingatkan pasien pasien rajin minum air 8
tentang anjuran untuk gelas dalam sehari, bahkan
minum air kurang lebih terkadang lebih dari 8 gelas
8 gelas per hari per hari
O: Pasien menerapkan apa
yang dianjurkan oleh
perawat
S: -
1.5 Memonitor CRT
O: CRT kembali dalam 2
pasien
detik
2 Selasa, 23 2.1 Melakukan S: Pasien mengatakan nyeri
Januari pengkajian nyeri masih sering timbul
O: P : sinusistis maxilaris
2018 pada pasien
18.10 Wita sinistra
meliputi skala,
Q : Menusuk
lokasi, kualitas R : Sinus maxilaris
nyeri dan kapan sinistra
S:4
nyeri timbul
T : Hilang timbul
18.25 Wita
S: Pasien mengatakan
2.2 Mengajarkan sudah bisa melakukan
tehnik relaksasi tehnik relaksasi nafas
nafas dalam pada dalam sendiri dan pasien
18.40 Wita pasien merasa lebih tenang setelah
melakukannya
O: Pasien tenang

2.3 Memberikan S: Pasien mengatakan


18.55 Wita posisi nyaman sudah nyeman dengan
sesuai keinginan posisi yang diberikan oleh
pasien perawat, pasien juga sudah
bisa mengatur posisi
nyamannya sendiri
O: Pasien rileks dan lebih
2.4 Memberikan
tenang
dukungan
istirahat/tidur yang S: Pasien mengatakan,
adekuat untuk pasien tidak pernah
membantu menunda jam tidurnya,
penurunan nyeri pasien selalu tidur kurang
lebih 8 jam dalam sehari
O: Pasien lebih segar dan
tenang
1 Rabu, 24 1.1 Memonitor tanda-tanda S: Pasien mengatakan
Januari vital pusing berkurang
O: TD: 120/80 mmHg
2018
N : 80 x/i
21.00 Wita
RR: 20 x/i
T : 36

S: -
21.10 Wita 1.5 Memonitor CRT
O: CRT kembali < 2 detik
pasien
2 Rabu, 24 2.1 Melakukan S: Pasien mengatakan nyeri
Januari pengkajian nyeri yang dirasakannya sudah
2018 pada pasien berkurang dan jarang
Jam
meliputi skala, timbul
O: Skala nyeri dari 5
lokasi, kualitas
menjadi 2, nyeri sangat
nyeri dan kapan
jarang timbul
nyeri timbul

VII. EVALUASI KEPERAWATAN

Diagnosa Evaluasi
No. Hari/tanggal/jam
Keperawatan Keperawatan
1 Kamis, 25 Perfusi perifer S: Pasien
Januari 2018 tidak efektif mengatakan pusing
Jam 15.30 berhubungan yang ia alami sudah
dengan mukai berkurang
O: CRT kembali < 2
penurunan
detik, pasien tidak
konsentrasi
lagi terlihat lemas,
hemoglobin
pasien masih
terlihat pucat
A: Masalah perfusi
perifer tidak efektif
teratasi sebagian,
pusing yang dialami
pasien sudah
berkurang, CRT dari
3 detik menjadi < 2
detik, pasien sudah
tidak terlihat lemas,
namun pasien masih
terlihat pucat
P: Lanjutkan semua
Intervensi yang ada
dx. 1
2 Kamis, 25 Nyeri akut S: Pasien
Januari 2018 berhubungan mengatakan nyeri
Jam 15.45
dengan Agen yang dirasakannya
pencedera sudah berkurang
fisiologis dan jarang timbul
O: P: sinusistis
maxilaris sinistra
Q: Terasa nyut-
nyut
R: Sinus
maxilaris sinistra
S: 2
T: Jarang timbul
A: Masalah nyeri
akut teratasi
sebagian pasien
merasa nyeri, nyeri
berkurang dari skala
skala 5 menjadi ,
nyeri jarang timbul
P: Lanjutkan semua
Intervensi yang ada
untuk dx. 2
3 Selasa, 23 Ansietas S: Pasien
Januari 201`8 berhubungan mengatakan tidak
Jam 16.00
dengan krisis merasa cemas lagi,
situasional pasien lebih tenang
O: Pasien dapat
tersenyum dan tidak
terlihat murung
A: Masalah ansietas
teratasi, pasien tidak
merasa cemas,
pasien sudah dapat
mengontrol
kecemasannya
sendiri
P: Hentikan
Intervensi