Vous êtes sur la page 1sur 30

Keperawatan Medikal Bedah Program Profesi NERS

Ruangan : CVCU Tanggal masuk : 25/1/ 2018


Kamar :- Tanggal pengkajian : 29/1/2018
Waktu : 15.00 WITA
I. IDENTITAS
A. Klien
Nama initial : Tn.H
Tempat tanggal lahir : Enrekang, 05/07/1960
Jenis kelamin : laki-laki
Status perkawinan : kawin
Jumlah anak :5
Agama/suku : Islam/Bugis
Warga Negara : indonesia
Bahasa yang digunakan : Indonesia
Pendidikan : SLTP
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Soppeng
B. Penanggung Jawab
Nama : Ny. D
Alamat : Soppeng
Hubungan dengan klien : Istri
II. DATA MEDIK
A. Dikirim oleh : UGD PJT
B. Diagnosa medis : ST elevasi miokard infark luforh inferior onset 12 jam
Killip I
C. Saat masuk : ST elevasi miokard infark luforh inferior onset 12 jam
Killip I
D. Saat pengkajian : ST elevasi miokard infark luforh inferior onset 12 jam
Killip I
III. KEADAAN UMUM
A. Keadaan Sakit : Klien berbaring lemah
Penggunaan alat medik : Terpasang terapi IV NaCl 0.9 % 500 cc/24 jam
B. Keluhan utama : Nyeri Dada
Dirasakan 6 jam SMRS, nyeri dirasakan saat istirahat setelah pasien minum kopi disertai
dengan keringat dingin dan sesak napas, nyeri dirasakan seperti tertekan di dada tembus
ke belakang. Mual dan muntah (-)
Pengkajian nyeri
P : saat bernapas
Q : tertusu-tusuk tembus belakang
R : Bagian Dada
S : skala 3
T: hilang timbul
C. Tanda – tanda vital:
1. Kesadaran :
Kualitatif : compos mentis
Kuantitatif : skala coma scale : 15 E: 4 M:6 V: 5
Kesimpulan : tidak ada gangguan
Tremor : negatif
2. Tekanan darah : 135/85 mmHg
Kesimpulan : Hipertensi
3. Suhu : 36,20 C axilla
4. Nadi : 61x/menit
5. Pernafasan : 23 x/menit
Irama : Teratur
Jenis : perut
D. Pengukuran:
1. Lingkar lengan : 27 cm
2. Lingkar kulit tricep : -
3. Tinggi badan : 158 cm
4. Berat badan : 56 kg

E. Genogram

KET:

: laki-laki

: perempuan
: tinggal bersama

: pasien
X : meninggal

IV. Pengkajian Pola Kesehatan


A. Kajian Persepsi Kesehatan – Pemeliharaan Kesehatan
Riwayat penyakit yang pernah di alami :
Abortus/transfuse/reaksi allergi.
Kapan : -
Catatan : -
Kapan :-
Catatan :-

Riwayat kesehatan sekarang :


1. Data subyektif :
a. Keadaan sebelum sakit : tidak ada gangguan kesehatan
b. Keadaan sejak sakit/ sakit saat ini : Klien mengeluh nyeri dada dan sesak
napas
2. Data objektif :
Observasi :
Kebersihan rambut : bersih
Kulit : berisih
Kebersihan kulit : bersih
Hyegiene rongga mulut : bersih
Kebersihan hyegiene : bersih
Kebersihan anus : bersih
Tanda/scar vaksinasi : BCG
CACAR
Kesimpulan :
Tidak ada tanda – tanda infeksi
B. KAJIAN NUTRISI METABOLIK
1. Data Subyektif
a. Keadaan sebelum sakit :
Makan teratur, porsi dihabiskan (1 porsi) + 3 kali sehari
b. Keadaan sejak sakit :
Porsi dihabiskan 3 kali sehari
2. Data obyektif
a. Observasi :
Klien nampak lemas
b. PemeriksaanFisik :
Keadaan rambut : bersih
Hidrasi kulit : mukosa lembab
Palpebrae : normal
Sclera : normal
Hidung : normal
Rongga mulut : normal
Gigi geligi :
Kemampuan mengunyah keras : mampu
Lidah : normal
Pharing : normal
Kelenjar getah bening : normal
Konjungtiva : normal
Gusi : bersih
Gigi palsu : tidak ada
Tonsil : normal
Larynx : normal
Kelenjar tyroid : normal
ABDOMEN
Inspeksi Bentuk : simetris
Bayangan vena : tidak ada
Benjolanmassa : tidak ada
Auskultasi : Peristaltik : 15 X/menit
Palpasi tanda nyeri umum : tidak ada
Massa : tidak ada
Hidrasi kulit : tidak ada
Nyeri tekan : tidak ada
Hepar : tidak teraba
Lien : tidak teraba
Ascietas : negatif
Lingkar perut : 79 cm
Kulit :
Spider Nevi : negatif Urenaria
Fros : negatif
Edema : negatif
Ichterik : negatif
Tanda radang : negatif
Lesi : negatif
Lain-lain
Kesimpulan
Tidak ada gangguan
c. Terapi
1. Aspilet 80gr/24 jam oral
2. Clopidogrel 75mg/24 jam oral
3. Atorvastelin 40gr/24 jam oral
4. Captopril 125 mg/8 jam oral
5. Lansoprazole 10 mg/24 jam
6. Cedocard 1 mg/jam syrimpamp

C. KAJIAN POLA ELIMINASI


1. Data Subyektif :
a. Keadaan sebelum sakit :
BAK : 3- 5 kali sehari
BAB : 1-2 kali sehari
b. Keadaan sejak sakit :
BAK : 4– 6kali sehari
BAB : 1 kali sehari
2. Data Obyektif
a. Observasi :
BAK : jumlah air kemih 1400 ml dalam 1 kali BAK, warna kuning muda
b. Pemeriksaan Fisik
Peristaltik usus : 15 X/ menit
Palpasi supra pubic kandung kemih : penuh
Nyeri ketuk ginjal kiri : negatif
Nyeri ketuk ginjal kanan : negatif
Mulut Urethra
Anus : tidak ada kelainan
Peradangan : negatif
Fissure : negatif
Hemorrhoid : negatif
Prolapsus Recti : negatif
Fistula Ani : negatif
Massa Tumor : negatif

D. KAJIAN POLA AKTIVITAS DAN LATIHAN


1. Data Subjektif
a. Keadaan Sebelum sakit :
Klien mengatakan melakukan aktifitas sehari-hari dengan berwiraswasta
b. Keadaan sejak sakit :
Aktivitas tidak semuanya dibantu oleh keluarga
2. Data Objektif
a. Observasi
Aktivitas harian
Makan : dibantu sebagian
Mandi : dibantu
Kerapian : dibantu
Buang air besar : dibantu
Buang air kecil : dibantu
Mobilisasi ditempat tidur : sering mengubah posisi
Ambulasi : kursi roda
Postur tubuh : tidak ada kelainan
Anggota gerak yang cacat : tidak ada kelainan
Gaya jalan :-
Fixasi :-
Tracheostomi :-
b. PemeriksaanFisik
Troraks dan pernapasan :
Inspeksi
bentuk Thoraks : simetris
Stridor : negatif
Dyspnea d’effort : negatif
Syanosis : negatif
Palpasi Vocal Fremitus : tidak dikaji
Perkusi : Sonor
Batuk : tidak ada
Batas paru hepar : normal
Auskultasi :
Suara nafas : vesikuler
Suara Ucapan : vesikuler
Suara tambahan :-
Jantung
Inspeksi
Klien menggunakan alat pacu jantung : Negatif
Palpasi Ictus cordis
Thrill : Negatif
Auskultasi
Bunyi jantung : S1/S2 tunggal
Mur-mur : negatfi
Bruit Aorta : negatif
A.Renalis : negatif
A.Femoris : negatif
Nyeri dada : negatif
Lengan dan tungkai
Atrofi otot : tidak
Rentang Gerak : normal
Mati sendi : tidak
Kaku sendi : tidak
5 5
Uji kekuatan otot : Kiri
Kanan
5 5

Refleks fisiologi : normal


Refleks patologi : Negatif (kanan dan kiri)
Clubbing Jari-jari : Negatif
Varices Tungkai : Negarif

ColumnaVertebralis
Inspeksi Kelainan bentuk : tidak
Palpasi : Negatif
N III-IV-VI : normal
N.VII : normal
N. XI : normal
Kaku Kuduk : tidak

E. KAJIAN POLA AKTIVITAS


1. Data subjektif
Keadaan Sebelum sakit :
Klien mampu memenuhi seluruh kebutuhan tanpa bantuan
Keadaan sejak sakit :
Sebagian aktivitas dibantu oleh keluarga
2. Data Objektif
Observasi :
Ekspresi wajah mengantuk : Negatif
Banyak menguap : Negatif
Palpebrae inferior berwarna gelap : Negatif
Terapi : tidak ada terapi
G. Kajian Pola Istirahat Dan Tidur
2. Data subjektif
Keadaan Sebelum sakit :
Tidur pada siang hari : 2 jam
Tidur pada malam hari : 8 jam
Keadaan sejak sakit :
Tidur pada siang hari : 1 – 2 jam
Tidur pada malam hari : + 6-7 jam
3. Data Objektif
Observasi :
Ekspresi wajah mengantuk : Negatif
Banyak menguap : Negatif
Hal-hal yang membantu cepat tidur : mematikan lampu

H. Kajian Pola Persepsi Dan Konsep Diri


1. Data subyektif
Keadaan sebelum sakit :
Mampu bersosialisasi dengan tetangga dan teman bekerja. Menjadi kepala keluarga
yang bertanggung jawab
Keadaan saat sakit:
Keluarga klien mengatakan tidak ada perubahan saat sakit dan sebelum sakit
2. Data obyektif
a. Observasi
Kontak mata : bertatap muka saat diajak bicara
Rentang perhatian : memperhatikan lawan bicara
Suara dan tata bicara : mampu berkomunikasi dengan baik
Postur tubuh : normal
b. Pemeriksaan fisik
Kelainan bawaan yang nyata : tidak
Abdomen : normal
Bentuk : simetris
bayangan vena : tidak ada
bayangan massa : tidak ada
kulit :
lesi kulit : tidak ada
penggunaan protese : tidak

J. Kajian Pola Peran Dan Hubungan Dengan Sesama


1. Data subyektif
Sebelum keadaan sakit:
Keluarga klien mengatakan klien mampu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar
rumahnya
Keadaan saat sakit:
Keluarga klien mengatakan klien mampu bersosialisasi dengan pasien sekamarnya.
Keluarga klien mengatakan tidak ada perubahan saat sakit dan sebelum sakit
2. Data obyektif
Observasi :
Kooperatif saat ditanya oleh petugas dan menyampaikan keluhan-keluhan dengan baik
pada petugas kesehatan.

K. KAJIAN POLA REPRODUKSI - SEKSUALITAS


1. Data subyektif
Keadaan sebelum sakit :-
Keadaan sejak sakit :-
2. Data obyektif
Observasi : -
3. Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan diagnostic
Laboratorium : tidak ada pemeriksaan
b. Terapi : tidak ada terapi
L. KAJIAN MEKANISME KOPING DAN TOLERANSI TERHADAP STRESS
1. Data subyektif
a. Keadaan sebelum sakit : Klien mengatakan bila ada masalah klien bisa
menanganinya
b. Keadaan sejak sakit : Klien mengatakan menyerahkan semua urusan
kepada Allah
2. Data obyektif
a. Observasi
Klien nampak tenang menjalani pengobatan
b. Pemeriksaan fisik
Tekanan darah : berbaring : 109/67 mmhg
duduk : - mmhg
berdiri : - mmhg
Kesimpulan hipotensi ortostik : negatif
HR : 56 X/menit
Kulit terasa hangat

M. KAJIAN POLA SISTEM NILAI KEPERCAYAAN


1. Data subyektif
Keadaan sebelum sakit : tidak dikaji
Keadaan sejak sakit : tidak dikaji
2. Data obyektif
Observasi : tidak dikaji
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan

CK 1796.93 L(<190;P(<167) U/L

CK-MB 221.5 <25 U/L

Troponin I 8.60 <0.01 ng/ml


Klasifikasi data
Data subjektif
- Klien mengeluh nyeri dada
- Klien mengeluh lemah
- Klien mengatakan aktivitas dibantu oleh keluarga
Data objektif
- Klien nampak lemah
- Klien nampak gelisah
- Pengkajian nyeri
 P : saat bernapas
 Q : tertusu-tusuk tembus di belakang
 R : Bagian Dada
 S : skala 3
 T: hilang timbul
- Vital sign
TD : 109/67 mmHg
N : 56 x/menit
P : 20x/menit
S : 36,10C
ANALISA DATA
No DATA ETIOLOGI MASALAH

1 Data subjektif Vaskularisasi terganggu Nyeri akut

- Klien mengeluh nyeri Domain : 12


dada
Aliran darah ke arteri Kelas :1
- Klien mengeluh
terganggu
lemah Kode : 00132
Data objektif

- Klien nampak lemah Iskemia


- Klien nampak nyeri
- Klien nampak gelisah
- Pengkajian nyeri Asam laktat meningkat
 P : saat bernapas
 Q : tertusu-tusuk
tembus belakang nyeri

 R : Bagian Dada
 S : skala 3
 T: hilang timbul
- Vital sign
TD :109/67
mmHg
N : 56 x/menit
P : 20x/menit
S : 36,10C
2 Data subjektif suplai darah ke jaringan tidak Intoleransi aktifitas
adekuat
- Klien mengeluh Domain : 4
lemah
Kelas :4
- Klien mengatakan
kelemaha fisik
dibantu keluarga Kode : 00092
jika beraktivitas
Data objektif
intoleransi aktifitas
- Klien nampak
lemah
- Vital sign :
TD :109/67
mmHg
N : 56 x/menit
P : 20x/menit
S : 36,10C
- Gambaran EKG

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan agens cedera biologis: ST elevasi miocard Infark (STEMI)
2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen
TANGGAL DIAGNOSA TUJUAN DAN HASIL RENCANA TINDAKAN TTD/NAMA
KEPERAWATAN

29/1/2018 Nyeri akut berhubungan Setelah dilakuakan tindakan 1400 Manajemen nyeri
dengan agens cedera biologis: 3x24 jam nyeri hilang dengan 1. Kaji dan catat keluhan nyeri
ST elevasi miocard Infark kriteria hasil : secara komprehensif
(STEMI) termasuk lokasi, lamanya
Kontrol nyeri 1605
instensitas skala nyeri (0-10)
1. 160504 menggunakan 2. Monitor tanda-tanda vital
tindakan pengurangan 3. Anjurkan klien melakukan
(nyeri) tanpa analgetik teknik relaksasi, seperti napas
secara konsisten dalam
2. 160511 Melaporkan nyeri 4. Atur posisi tidur senyaman
yang terkontrol secara mungkin.
konsisten 5. Kolaborasi pemberian obat

2102 Tingkat Nyeri

1. 210201 melaporkan tidak


ada nyeri dari skala 3 ke 0
2. Tidak ada ekspresi nyeri
wajah
29/1/2018 Intoleransi aktifitas Setelah dilakuakan tindakan Manajemen Energi 0180
berhubungan dengan 3x24 jam intoleransi aktivitas
1. observasi adanya
ketidakseimbangan antara teratasi dengan kriteria hasil :
pembatasan klien dalam
suplai dan kebutuhan oksigen
Daya Tahan 0001 melakukan aktivitas
2. Monitori lokasi dan
1. 000102 Aktivitas fisik
sumber ketiak
tidak terganggu
nyamanan/nyeri yang
2. 000118 Tidak ada
dialami pasien selama
kelelahan
aktivitas
Toleransi Terhadap Aktivitas 3. Anjurkan pasien istirahat
0005 dan monitori lamanya
tidur
000508 kemudahan bernafas
4. Bantu pasien dalam
setelah beraktivitas tidak
pemenuhan kebutuhan (
terganggu
memandikan pasien)
Catatan Perkembangan hari I

NO DP WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN NAMA JELAS

I 11.00 1. Mengkaji dan catat keluhan nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, Jannataeni hajar
lamanya instensitas skala nyeri (0-10)
Hasil : klien mengatakan nyeri dirasakan pada area dada hilang timbu ,
skala nyeri 3
2. Monitor tanda-tanda vital :
12.00
Hasil :
TD: 135/85 mmHg
Nadi : 61x/menit
Pernafasan : 23x/i
Suhu : 36,1 °C
3. Anjurkan klien melakukan teknik relaksasi, seperti napas dalam
Hasil : klien mau melakukan teknik napas dalam, dan mengatakan nyeri
12.05 belum hilang namun mampu mebuat klien lebih rileks.

4. Atur posisi tidur senyaman mungkin.


Hasil : Klien nyaman dengan posisi sim kiri dan kanan serta posisi
12.10
semifowler
5. Kolaborasi pemberian obat
Hasil : klien diberikan obat cedocard 1mg/jam menggunakan syrimpam
12.00
II 12.15 1. Megobservasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas Jannataeni hajar
Hasil : Klien dibatasi dalam beraktivitas.
2. Monitori lokasi dan sumber ketidaknyamanan/nyeri yang dialami pasien
12.20 selama aktivitas
Hasil : klien merasa nyeri pada bagian dada
3. Anjurkan pasien istirahat dan monitori lamanya tidur
13.00 Hasil : Pola tidur baik dengan waktu istirahat pada siang hari 4-5 jam dan
malam hari 5-7 jam.
4. Membantu pasien dalam pemenuhan kebutuhan ( memandikan pasien)
08.45 Hasil : Pasien merasa segar dan tenang

Catatan Perkembangan hari I I

NO DP WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN NAMA JELAS

08.15 1. Mengkaji dan catat keluhan nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, Jannataeni hajar
lamanya instensitas skala nyeri (0-10)
Hasil : klien mengatakan nyeri dirasakan pada area dada hilang timbu ,
skala nyeri 3
08.20 2. Monitor tanda-tanda vital :
Hasil :
TD: 138/89 mmHg
Nadi : 79x/menit
Pernafasan : 22x/i
Suhu : 36,9°C
08.30 3. Anjurkan klien melakukan teknik relaksasi, seperti napas dalam
Hasil : klien mau melakukan teknik napas dalam, dan mengatakan nyeri
belum hilang namun mampu mebuat klien lebih rileks.
09.00 4. Atur posisi tidur senyaman mungkin.
Hasil : Klien nyaman dengan posisi sim kiri dan kanan serta posisi
semifowler
09.00 5. Kolaborasi pemberian obat
Hasil : klien diberikan obat cedocard 1mg/jam menggunakan syrimpam

12.00 1. Megobservasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas Jannataeni hajar
Hasil : Klien dibatasi dalam beraktivitas.
2. Monitori lokasi dan sumber ketidaknyamanan/nyeri yang dialami pasien
12.15 selama aktivitas
Hasil : klien merasa nyeri pada bagian dada pada saat beraktivitas
3. Anjurkan pasien istirahat dan monitori lamanya tidur
12.30
Hasil : Pola tidur baik dengan waktu istirahat pada siang hari 4-5 jam dan
malam hari 5-7 jam.
08.50
4. Membantu pasien dalam pemenuhan kebutuhan ( memandikan pasien)
Hasil : Pasien merasa segar dan tenang

Catatan Perkembangan hari II

NO DP WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN NAMA JELAS

11.00 1. Mengkaji dan catat keluhan nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, Jannataeni hajar
lamanya instensitas skala nyeri (0-10)
Hasil : klien mengatakan nyeri dirasakan pada area dada hilang timbu ,
skala nyeri 3
2. Monitor tanda-tanda vital :
12.00
Hasil :
TD: 138/89 mmHg
Nadi : 79x/menit
Pernafasan : 22x/i
Suhu : 36,9°C
3. Anjurkan klien melakukan teknik relaksasi, seperti napas dalam
Hasil : klien mau melakukan teknik napas dalam, dan mengatakan nyeri
12.05
belum hilang namun mampu mebuat klien lebih rileks.
4. Atur posisi tidur senyaman mungkin.
Hasil : Klien nyaman dengan posisi sim kiri dan kanan serta posisi
12.10
semifowler
5. Kolaborasi pemberian obat
Hasil : klien diberikan obat cedocard 1mg/jam menggunakan syrimpam
12.00

12.15 1. Megobservasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas Jannataeni hajar
Hasil : Klien dibatasi dalam beraktivitas.
2. Monitori lokasi dan sumber ketidaknyamanan/nyeri yang dialami pasien
12.20 selama aktivitas
Hasil : klien merasa nyeri pada bagian dada pada saat beraktivitas
3. Anjurkan pasien istirahat dan monitori lamanya tidur
13.00 Hasil : Pola tidur baik dengan waktu istirahat pada siang hari 4-5 jam dan
malam hari 5-7 jam.
4. Membantu pasien dalam pemenuhan kebutuhan ( memandikan pasien)
08.45 Hasil : Pasien merasa segar dan tenang
Catatan Perkembangan hari III

NO DP WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN NAMA JELAS

I 15.00 1. Mengkaji dan catat keluhan nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, Jannataeni hajar
lamanya instensitas skala nyeri (0-10)
Hasil : klien mengatakan nyeri dirasakan pada area dada hilang timbu ,
skala nyeri 2
2. Monitor tanda-tanda vital :
15.10
Hasil :
TD: 138/89 mmHg
Nadi : 79x/menit
Pernafasan : 22x/i
Suhu : 36,9°C
3. Anjurkan klien melakukan teknik relaksasi, seperti napas dalam
Hasil : klien mau melakukan teknik napas dalam, dan mengatakan nyeri
15.20 berkurang
4. Atur posisi tidur senyaman mungkin.
15.30 Hasil : Klien nyaman dengan posisi sim kiri dan kanan serta posisi
semifowler
5. Kolaborasi pemberian obat
16.00 Hasil : klien diberikan obat cedocard 1mg/jam menggunakan syrimpam

II 16.15 1. Megobservasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas Jannataeni hajar
Hasil : Klien dibatasi dalam beraktivitas.
2. Monitori lokasi dan sumber ketidaknyamanan/nyeri yang dialami pasien
16.30 selama aktivitas
Hasil : klien merasa nyeri pada bagian dada pada saat beraktivitas
3. Anjurkan pasien istirahat dan monitori lamanya tidur
16.45 Hasil : Pola tidur baik dengan waktu istirahat pada siang hari 4-5 jam dan
malam hari 5-7 jam.
4. Membantu pasien dalam pemenuhan kebutuhan ( memandikan pasien)
17.00 Hasil : Pasien merasa segar dan tenang
EVALUSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA EVALUASI NAMA JELAS


KEPERAWATAN

1 Nyeri akut berhubungan Subjektif Jannataeni Hajar


dengan agens cedera
- Pasien mengeluh nyeri dada
biologis: ST elevasi miocard
Objektif
Infark (STEMI)
1. Pasien nampak nyeri
2. Pengkajian nyeri
P : saat bernapas

Q : tertusu-tusuk tembus di belakang

R : Bagian Dada

S : skala 3

T: Hilang timbul

3. Vital sign
TD: 138/89 mmHg
Nadi : 79x/menit
Pernafasan : 22x/i
Suhu : 36,9°C
4. Warna kulit tidak sianosis
5. Akral teraba hangat
Assesment
Setelah diberikan tindakan keperawatan pasien akan
menunjukan :
1. melaporkan tidak ada nyeri dari skala 3 ke 0
2. Tidak ada ekspresi nyeri wajah
Planning
Lanjutkan intervensi
1. Kaji dan catat keluhan nyeri secara komprehensif termasuk
lokasi, lamanya instensitas skala nyeri (0-10)
2. Monitor tanda-tanda vital
3. Anjurkan klien melakukan teknik relaksasi, seperti napas
dalam
4. Atur posisi tidur senyaman mungkin.
5. Kolaborasi pemberian obat
2 Intoleransi aktifitas Subjektif
berhubungan dengan
Pasien mengeluh lemah
ketidakseimbangan antara
suplai dan kebutuhan Data objektif
oksigen
1. Pasien nampak lemah
2. Vital sign
TD: 138/89 mmHg
Nadi : 79x/menit
Pernafasan : 22x/i
Suhu : 36,9°C
Assessment

Setelah diberikan tindakan keperawatan pasien menunjukan

a. SaO2: 90%
b. Frekuensi nadi 79x/menit
c. Frekuensi pernafasan 22x.menit
Planning

Lanjutkan intervensi