Vous êtes sur la page 1sur 4

Dengan membuat perubahan ini dengan anggaran, perusahaan akan memiliki alat untuk

membandingkan kinerja aktual untuk dianggarkan pada berbagai tingkatan aktivitas.


Kelebihan Anggaran Fleksibel
Karena anggaran fleksibel restrukturisasi itu sendiri didasarkan pada tingkat aktivitas, itu
adalah alat yang baik untuk mengevaluasi kinerja manajer - anggaran erat harus
menyelaraskan harapan di sejumlah tingkat aktivitas. Ini juga merupakan alat perencanaan
useul bagi manajer, yang dapat menggunakannya untuk model hasil keuangan mungkin
pada berbagai tingkat aktivitas yang berbeda.
Kekurangan Anggaran Fleksibel
Meskipun anggaran fleksibel adalah alat yang baik, bisa sulit untuk merumuskan dan
mengelola. Satu masalah dengan formulasi adalah bahwa biaya banyak yang tidak
sepenuhnya variabel, bukannya memiliki komponen biaya tetap yang harus dimasukkan ke
dalam rumus anggaran fleksibel. Masalah lainnya adalah bahwa banyak waktu dapat
menghabiskan biaya mengembangkan langkah, yang merupakan waktu yang lebih dari staf
akuntansi yang khas telah tersedia, terutama ketika di tengah-tengah menciptakan standar
anggaran. Akibatnya, anggaran fleksibel cenderung untuk menyertakan hanya sejumlah kecil
dari biaya langkah, serta biaya variabel yang tetap biaya komponen tidak sepenuhnya
diakui.
Mengingat cukup banyak waktu yang diperlukan untuk mempertahankan anggaran fleksibel,
beberapa organisasi malah dapat memilih untuk menghilangkan anggaran mereka
sepenuhnya, mendukung penggunaan jarak pendek peramalan tanpa penggunaan setiap
jenis standar (fleksibel atau sebaliknya).

Contoh Anggaran Fleksibel


Perusahaan ABC memiliki anggaran sebesar $ 10 juta pendapatan dan biaya $ 4 juta dari
barang yang dijual. Dari $ 4 juta dalam biaya proyek yang dianggarkan pokok penjualan, $ 1
juta tetap, dan $ 3 juta bervariasi secara langsung dengan pendapatan. Dengan demikian,
bagian variabel dari beban pokok penjualan adalah 30% dari pendapatan. Setelah periode
anggaran telah selesai, ABC menemukan bahwa penjualan sebenarnya $ 9 juta. Jika
menggunakan anggaran fleksibel, bagian tetap dari harga pokok penjualan masih akan $ 1
juta, namun bagian variabel akan turun menjadi $ 2,7 juta, karena selalu 30% dari
pendapatan. Hasilnya adalah bahwa anggaran fleksibel menghasilkan biaya yang
dianggarkan pokok penjualan sebesar $ 3,7 juta pada tingkat pendapatan $ 9 juta, bukan $ 4
juta yang akan tercantum dalam anggaran statis.
Similar Ketentuan
Sebuah anggaran fleksibel juga dikenal sebagai anggaran fleksibel.
Persiapan Anggaran Keuangan:
1) Anggaran kas
Anggaran kas adalah anggaran yang memerinci taksiran penerimaan dan pengeluaran
uang tunai dalam suatu kurun masa yang akan datang sebagai alat untuk memelihara
likuiditas. Dalam rangka manajemen kas, kekurangan uang tunai diantisipasi dan harus
diambil keputusan sebelumnya untuk mencari sumber dana dan mendapatkan suntikan
tunai guna mencukupi kewajiban tunai. Kelebihan uang tunai diantisipasi untuk
keperluan investasi setengah tunai yang mudah dicairkan bila diperlukan sewaktu-waktu.

2) Anggaran neracca.
Anggaran neraca adalah anggaran yang memerinci taksiran keadaan aktiva atau asset dan
pasiva atau kewajiban serta kekayaan bersih dalam suatu kurun masa yang akan datang.
Dalam manajemen keuangan anggaran neraca digunakan untuk memelihara struktur
keuangan yang seimbang di antara aktiva dan pasiva dan di antara modal sendiri dan
modal pinjaman, demi kredibilitas dan kelangsungan hidup lembaga dalam jangka
panjang.

3) Anggaran untuk pengeluaran modal


Pengeluaran untuk pembelian barang modal sering juga disebut budget barang modal.
Pembuatan budget barang modal merupakan proses perencanaan dan pengendalian
pengeluaran strategis (jangka panjang) dan taktis (jangka pendek) untuk pemuasan dan
penciutan investasi atau aset tetap.

Anggaran Fleksibel/Flexible Budget


Anggaran fleksibel merupakan anggaran yang bersifat dinamis, dimana didalamnya memuat
anggaran dari beberapa aktivitas. Lazimnya, penyusunan anggaran fleksibel selalu dikaitkan
dengan overhead pabrik, dan biaya overhead pabrik itu sendiri meliputi overhead pabrik
variabel dan overhead pabrik tetap.

Mengapa anggaran fleksibel tidak banyak dikaitkan dengan biaya bahan langsung dan biaya
tenaga kerja langsung, jawabannya karena biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja
langsung adalah jenis biaya variabel dan tidak ada unsur biaya tetap apalagi semi variabel,
jadi dalam perhitungannya sangat sederhana.

Anggaran Statis
Pada perusahaan yang menggunakan anggaran sebagai alat pengendalian pengeluaran maka
keberadaan anggaran menjadi sangat urgent. Anggaran Statis merupakan anggaran yang
direncanakan untuk membiayai sejumlah aktivitas tertentu dimana cakrawala waktu yang
digunakan hanya suatu saat tertentu saja. Berdasarkan aktivitas terpilih dimana aktivitas ini
bisa dihitung dari jam kerja langsung, jam mesin atau lain sebagainya, kemudian ditentukan
anggarannya.

Diistilahkan statis karena anggaran itu tidak terbuka peluang untuk dirubah kembali karena
sekali sudah ditetapkan maka secara definitif sudah berlaku dan tidak boleh direvisi lagi.
Evaluasi terhadap anggaran dapat dilakukan dengan membandingkannya terhadap realisasi
setelah periode anggaran selesai.
Persiapan Anggaran Operasional :
1) Anggaran penjualan
adalah "Anggaran yang menerangkan secara terperinci tentang penjualan perusahaan
dimasa datang dimana didalamnya ada rencana tentang jenis barang, jumlah, harga,
waktu serta tempat penjualan barang.
2) Anggaran produksi
Anggaran produksi adalah anggaran penjualan yang disesuaikan terhadap perubahan
persediaan. Penyusunan anggaran produksi tergantung pada anggaran penjualan.
Dalam kondisi pasar persaingan sempurna, anggaran penjualan merupakan acuan
utama untuk menyusun anggaran produksi.
3) Anggaran pembelian bahan bahan baku langsung.
Pengertian anggaran ini ialah: anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci
jumlah unit bahan mentah yang diperlukan untuk penyelenggaraan proses produksi
secara periode yang akan datang, sebagai dasar untuk penyusunan budget pembelian
bahan mentah dan budget biaya bahan mentah
pembelian (dalam unit) dapat di hitung sebagai berikut.
Pembelian = bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk produksi + bahan baku
langsung yang diinginkan dalam persediaan akhir – bahan baku langsung dalam
persediaan awal
4) Anggaran tenaga kerja langsung
Secara struktural, anggaran tenaga kerja harus sesuai dengan struktur rencana
tahunan, oleh karena itu anggaran ini harus menunjukkan biaya dan jam kerja
langsung menurut tanggung jawab, menurut waktu, dan menurut produk.
5) Anggran overhead
anggaran biaya yang berisikan biaya-biaya selain dari biaya bahan baku dan tenaga
kerja, yang ada pada proses produksi di perusahaan.
6) Anggaran beban penjualan dan administrasi
Adalah Menguraikan pengeluaran yang di rencanakan untuk aktivitas non produksi,
beban penjualan dan adminitrasi dapat di bagi dalam komponen tetap dan variable.
7) Anggaran persediaan akhir barang jadi
Anggaran persediaan akhir barang jadi memberikan informasi yang dibutuhkan untuk
neraca dan juga bertindak sebagai input penting untuk persiapan anggaran harga
pokok penjualan.
8) Anggaran harga pokok penjualan
Anggaran harga pokok penjualan mengungkapkan harga yang diharapkan untuk
barang yang akan di jual.