Vous êtes sur la page 1sur 24

33

BAB 3

PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. DATA UMUM KELUARGA


A. Kepala keluarga
Nama kepala keluarga : Tn. S
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 35 Tahun
Alamat : Tangkiling
Pekerjaan : Teknisi Orangutan
Pendidikan : Tamat SMA
Agama : Islam
Suku/ bangsa : Jawa/ Indonesia
B. Daftar Anggota Keluarga

No. Nama Jenis Hubungan dengan (Umur) Pendidikan Pekerjaan


kelamin kepala keluarga
1. Ny. T P Istri 39 Tahun SMA IRT
2. An.A L Anak 9 Tahun SD Belum
bekerja
3. An. Z P Anak 3 Tahun Belum Belum
Sekolah bekerja

C. Genogram 3 (Tiga) Generasi

Keterangan:
= Laki-laki
= Perempuan
= Hubungan Keluarga = Meninggal dunia
= Tinggal serumah = Pasien

33
34

D. Tipe Keluarga

Keluarga Tn. S adalah tipe keluarga inti, dimana keluarga tersebut terdiri

dari ayah, ibu dan dua orang anak.

E. Latar Belakang Keluarga

1. Latar Belakang Budaya Keluarga Dan Anggota Keluarga

Keluarga Tn. S adalah suku dayak, di dalam keluarga apabila ada anggota

keluarga yang sakit anggota keluarga yang lain juga ikut menjenguk sama-

sama dan membantu merawat memenuhi kebutuhan anggota keluarganya

ketika ada waktu.

2. Bahasa Yang Digunakan

Bahasa yang digunakan keluarga sehari-hari apabila suami dan istri juga

anggota keluarga yang lain menggunakan bahasa dayak dan kadang-kadang

dengan anaknya yang kecil menggunakan bahasa indonesi.

3. Pengaruh Budaya Terhadap Kesehatan Keluarga

Di dalam keluarga Tn.S ada budaya yang mempengaruhi kesehatan anggota

keluarga yang lainnya dan keluarga memiliki pandangan positif terhadap

pengobatan herbal, sehingga membuat keluarga jarang kontrol ke Puskesmas

dan kontrol apabila pengobatan herbalnya sudah tidak berjalan.

F. Identifikasi Agama

Keluarga mengatakan bahwa mereka menganut agama Islam dan

menjalankan kewajiban sholat lima waktu, semua aktivitas yang dilakukan tidak

boleh bertentangan dengan ajaran agama islam, tetapi keluarga tidak fanatik

dengan agama lain menurut mereka semua ajaran agama adalah baik semua
35

adalah tergantung kepercayaan kita masing-masing lagi. Keluarga sholat pada

waktu jamnya sholat lima waktu.

G. Status Kelas Sosial

Tn. S mengatakan penghasilannya mampu mencukupi kebutuhan sehari-

hari, untuk tabungan, untuk anak yang pertama sekolah dan persiapan untuk anak

yang kedua nantinya.

H. Rekreasi Keluarga dan Pemanfaatan Waktu Luang

Keluarga mempunyai kebiasaan rutin untuk berekreasi keluar kota 1 kali

setahun dan liburan ke tempat keluarga yang kristen apabila natalan tiba, biasanya

pada saat suami libur dan anak yang pertama libur sekolah.

II. TAHAP PERKEMBANGAN DAN SEJARAH KELUARGA

1. Tahap Perkembangan danTugas Perkembangan Keluarga Saat Ini

Tahap perkembangan dan tugas keluarga saat ini adalah keluarga dengan

anak usia sekolah yaitu:

(1) Memenuhi kebutuhan anggota keluarga misalnya kebutuhan tempat

tinggal, privasi dan rasa aman.

(2) Membantu anak untuk bersosialisasi

(3) Beradaptasi dengan anak yang baru lahir sementara kebutuhan anak

yang lain (tua) juga harus terpenuhi.

(4) Mempertahankan hubungan yang sehat, baik di dalam maupun di luar

keluarga. (keluarga lain, maupun lingkungan sekitar)

(5) Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak (biasanya

keluarga mempunyai tingkat kerepotan yang tinggi).


36

(6) Pembagian tanggung jawab anggota keluarga.

(7) Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan

dan perkembangan anak.

2. Tahap Perkembangan Yang Belum Terpenuhi

Tidak ada tahap perkembangan dalam keluarga yang belum terpenuhi.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti

(1) Keluarga Tn. S tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan.

(2) Ny.T menderita penyakit hipertensi

(3) Dalam keluarga Tn. S biasanya menggunakan sumber pelayanan

kesehatan keluarga yaitu puskesmas setelah menggunakan obat herbal

yang di buat oleh keluarga berdasarkan pengetahuannya.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya

 Riwayat kesehatan pada Ny. T mengetahui bahwa dirinya menderita

penyakit hipertensi dan gastritis.

 Catatan di buku status pasien jarang sekali berkunjung ke Puskesmas.

III. DATA LINGKUNGAN

1. Karakteristik Rumah (Disertai Denah Rumah dan Lingkungan Sekitar

Rumah)

(1) Jarak fasilitas kesehatan dengan rumah Tn. S dekat saja, apabila tidak ada

kendaraan bermotor dapat berjalan kaki menuju Puskesmas.

(2) Rumah Tn. S dengan kamar tidur ada 2, dapur 1 dilengkapi dengan meja

makan dan peralatan yang lainnya.


37

(3) Tipe bangunan rumah semi permanen yaitu dapur dengan kondisi

menggunakan dinding kayu dan lantai menggunakan kayu.

(4) Jumlah jendela ada diruang tamu 2, dimasing-masing kamar ada 1 dan

dapur tidak ada jendela, keadaan ventilasi kurang baik karena kurangnya

pencahayaan di dalam rumah.

(5) Keadaan pengaturan alat rumah tangga kurang baik, karena tidak ada

lemari tempat penyimpanan barang-barangnya sehingga kelihatan

berantakan.

Sumber air minum yang digunakan keluarga dari air pompa dan WC

mempunyai Septik tank >5 M.

(6) Kebiasaan menggunakan air untuk masak dari air pompa/sumur.

Denah Rumah dan lingkungan rumah:

Kebun Sayur

Kamar 1 Kamar 2 Ruang


Dapur

Ruang Tamu dan Ruang Klrga

WC
Halaman
Rumah

Kandang Ayam dan Bebek


38

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas

Keluarga Tn.S mengatakan tetangga mereka baik-baik orangnya ketika ada

anggota keluarga yang sakit dan dimintai tolong untuk membantu mengantar

ke Puskesmas tetangga bersedia menolong.

3. Mobilitas Geografis Keluarga

Keluarga Tn. S menggunakan fasilitas sepeda motor untuk kegiatan sehari-

harinya, berangkat kerja dan mengantar anak sekolah.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

Keluarga Tn.S mengatakan jarang bisa berkumpul dengan keluarga besarnya

karena jauh dari anggota keluarga yang lain dan untuk interaksi dengan

masyarakat di Kompleknya cukup baik karena istrinya juga ikut aktif dalam

kegiatan pengajian ibu-ibu.

5. Sistem Pendukung Keluarga

Keluarga yang berperan dalam memperhatikan kesehatan anggota keluarganya

dan bertanggung jawab atas biayanya yaitu suami dan istri saling membantu

dalam hal tersebut

IV. STRUKTUR KELUARGA

1. Pola Komunikasi Keluarga

Ketika ada masalah kesehatan keluarga selalu mengambil keputusan bersama

atas musyawarah dan mufakat, saling terbuka antara yang satu dengan yang

lainnya serta cara keluarga menegur anggota keluarga yang lainnya dengan

cara komunikasi yang baik (lemah lembut).


39

2. Struktur Kekuatan Keluarga

Keluarga Tn.S saling menghargai satu sama lain, saling membantu serta saling

mendukung, keluarga Tn.S mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Struktur Peran

Sebagai pengambil keputusan dalam keluarga Tn.S adalah suami dan anggota

keluarga berperan sebagai mestinya dan menjalankan perannya masing-masing.

4. Nilai-nilai Keluarga

Keluarga mempunyai nilai norma dengan ajaran agama mereka sendiri.

V. FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi Afektif

Keluarga mampu mendidik tentang informasi kesehatan pada anggota

keluarga yang lainnya dan bersikap baik antara anggota keluarganya dan

memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat.

2. Fungsi Sosialisasi

Keluarga memanfaatkan sosialisasinya dengan masyarakat lainnya yaitu

menerima ajaran agama yang dianut sesuai kepercayaan.

3. Fungsi Perawatan Kesehatan

 Keluarga mengatakan membuat pengobatan herbal apabila ada yang sakit

dan juga mencari pertolongan ke tempat Kesehatan apabila sakit.

 Pasien mengatakan kemaren sore makan ikan asin

 Pasien mengatakan jarang kontrol ke Puskesmas

 Keluarga mengatakan apabila ada anggota keluarga yang sakit akan di

bawa periksa ke Puskesmas apabila merasakan keluhan saja.


40

b. Fungsi Reproduksi

Tn. S mempunyai 2 orang anak dan pasangan ini termasuk pasangan usia

subur, dimana usia Tn. S adalah 35 Tahun dan usia Ny. T 39 tahun.

VI. PEMERIKASAAN FISIK

Penampilan Umum:
 Ny. T menggunakan baju tidur saat kunjungan rumah.
Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital:
 TD: 140/90 mmHg
 N: 88x/Menit
 RR: 22x/Menit
 Suhu: 36°C
Keluhan yang dirasakan saat ini:
 Pasien mengatakan sering pusing
 Pasien mengatakan tengkuk dan leher terasa kaku dan sakit
Pemeriksaan Fisik:
 Kepala:
 Rambut : Rambut bersih
 Mata : Tidak ada kelainan.
 Telinga : Telinga bersih, pendengaran cukup baik dan tidak ada penyakit
 Hidung : Bersih, penciuman masih normal
 Mulut : Mulut bersih.
 Leher: Tidak ada pembentukan kelenjar gondok.
 Dada:
 Paru-paru:
Inspeksi:simetris, tidak ada retraksi, tidak ada luka
Palpasi: tidak ada nyeri tekan
Perkusi: suara sonor
Auskultasi: tidak terdengar suara wheezing
 Jantung
Inspeksi: tidak ada kelainan
Palpasi: tidak ada nyeri tekan
Perkusi: suara sonor
Auskultasi: tidak ada suara tambahan.
 Abdomen:
Inspeksi: tidak ada kelainan
Palpasi: tidak ada nyeri tekan
Perkusi: suara sonor
Auskultasi: peristaltik normal
 Ekstremitas:
Atas: Kadang- kadang terasa nyeri dan keju linu pada tangan kanan
41

Bawah
 Genetalia: Tidak terkaji
Pemeriksaan Penunjang
TTV:
 TD: 140/90 mmHg
 N: 88x/Menit
 RR: 22x/Menit
 Suhu: 36°C
Pasien mengatakan tengkuk dan leher terasa sakit
Terapi:
Hari Tanggal: Selasa 02 Desember 2014
Amlodipin 5 mg 1x1
Vitamin B 12 3x1

VII.HARAPAN KELUARGA
Keluarga Tn. S mengharapkan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari

termasuk untuk kebutuhan berobat Ny.T dan untuk memperbaiki rumah serta

biaya anak sekolah.


42

VIII. ANALISA DATA


No. DATA SUBJEKTIF MASALAH PENYEBAB
DAN OBJEKTIF
1. DS: Gangguan Ketidakmampuan keluarga
rasa Nyaman merawat anggota keluarga
 Pasien mengatakan nyeri yang sakit.
sering pusing
 Pasien mengatakan
tengkuk dan leher
terasi kaku dan sakit.
 Pasien mengatakan
kemaren sore makan
ikan asin.

DO:

 TTV Ny. T:
TD: 140/90 mmHg
N: 80 x/ Menit
RR: 24 x/ Menit
S: 36,1° C
 Riwayat Hipertensi
 Pasien jarang kontrol
ke Puskesmas
2. DS: Resiko Ketidakmampuan keluarga
 Ny. T mengatakan terjadinya memanfaatkan fasilitas
tahu bahwa dirinya komplikasi pelayanan kesehatan di
ada penyakit tekanan hipertensi sekitarnya bagi anggota
darah tinggi, dan keluarga.
penyakit maag.
 Keluarga mengatakan
jarang sekali
memeriksa kesehatan
atau kontrol rutin ke
Puskesmas.
 Keluarga yang sakit
akan di bawa periksa
ke dokter apabila
sudah merasakan
keluhan saja.
 Ny. T mengatakan
obat yang dari
43

Puskesmas tadi belum


diminum
 Ny. T mengatakan
obatnya nanti
diminum setelah
menunggu reaksi dari
obat herbal yang
diminumnya tadi.
DO:
 Obat yang dari
Puskesmas tadi pagi
belum diminum.
 Catatan di buku status
pasien jarang sekali
berkunjung ke
Puskesmas.
 TTV Ny. T:
TD: 140/90 mmHg
N: 80 x/ Menit
RR: 24 x/ Menit
S: 36,1° C
3. DS: Kurangnya Ketidakmampuan keluarga
- Ny.T mengatakan motivasi mengambil keputusan dalam
bahwa dia sudah dalam merawat keluarga yang sakit
mengalami tekanan keluarga.
± 6 tahun. Dan
selama ini tidak
ada kontrol karena
merasa sehat-sehat
saja.
- Ny. T mengatakan
bahwa dirinya
dalam keadaan
sehat saja tidak ada
masalah yang
serius hanya saja
mengalami
kelumpuhan.
- Ny.T mengatakan
dia sudah lama
berobat tapi belum
juga bisa sembuh.
DO:
Berdasarkan hasil
pemeriksaan tanda-
tanda vital
44

didiapatkan: TD:
140/90 mmHg
N: 80 x/ Menit
RR: 24 x/ Menit
- S: 36,1° C.

IX. MASALAH KEPERAWATAN KELUARGA


a. Diagnosa Keperawatan Keluarga
No. Kriteria Perhitungan Pembenaran
1. Sifat masalah: 3/3 x1 = 1 Sakit kepala (rasa pusing)
Aktual sering dirasakan oleh pasien,
Skor = 3 m as al a h s ud ah t e rj adi ,
Bobot = 1 apabila keadaan tidak
segera diatasi maka akan
menimbulkan komplikasi
seperti penyakit jantung,
gagal ginjal dan gangguan
penglihatan.
2. Kemungkinan 2/2x 2=2 Sumber dan tindakan untuk
masalah Untuk di mengurangi sakit kepala
ubah : tersedia.
Mudah
Skor = 2
Bobot = 2
3. Potensial masalah 2/3 x1 = 0,6 Karena peran serta keluarga
untuk dicegah dalam perawatan bagi anggota
Cukup keluarganya sangatlah
Skor = 2 dibutuhkan.
Bobot = 1
4. Menonjolnya 2/2x1=1 Keluarga merasakan masalah
masalah: tetapi kesadaran untuk
Masalah berat harus memanfaatkan fasilitas
segera ditangani kesehatan kurang.
Skor 2
Bobot 1
Total 4,6
45

b. Diagnosa Keperawatan Keluarga


No Kriteria Perhitungan Pembenaran
1 Sifat Masalah 2/ 3 x 1=0,6 Memanfaatkan fasilitas kesehatan
Ancaman Kesehatan sangatlah penting, bila keadaan
Skor 2 tersebut tidak diatasi keluarga akan
Bobot 1 sulit mengenal masalah kesehatan
keluarganya.
2 Kemungkinan 2/2x 2=2 Penyediaan sarana kesehatan
masalah untuk terdekat memang ada, tetapi
diubah: keluarga kurang memanfaatkan
Mudah fasilitas yang ada.
Skor 2
Bobot 2
3 Potensial masalah 1/3x 1=0,3 Peran serta keluarga dalam
untuk dicegah: memenuhi kebutuhan kesehatan
Tinggi anggota keluarganya sangat kurang.
Skor 1
Bobot 1
4 Mononjolnya 2/2x 1= 1 Keluarga merasakan masalah tetapi
masalah: kesadaran untuk memanfaatkan
Masalah berat, fasilitas kesehatan kurang.
harus segera di
tangani
Skor 2
Bobot 1
Total 3,9

c. Diagnosa Keperawatan Keluarga


No Kriteria Perhitungan Pembenaran
1 Sifat Masalah 1. Masalah sedang dialami
2. Tn.N dan Keluarga tidak
Skala mengetahui dan paham mengenai
3/ 3 x 1 = 1
cara perawatan strokei dirumah.
Aktual : 3
3. Tn.N tidak meminumobat dan
sudah lama tidak kontrol.
2 Kemungkinan 1. Pengetahuan Keluarga tentang
masalah dapat perawatan dan penanganan stroke
dirubah : masih sangat minim.
1/ 2 x 2 = 1
2. Keluarga tidak melakukan
Skala
tindakan apapun saat gejala stroke
46

Sebagian : 1 Tn.A muncul dan tidak pernah


mengajarkan Tn.A untuk melatih
bergerak
3 Potensial masalah 1/ 3 x 1 = 4/3 Keluarga Tidak mengetahui
untuk dicegah :
tentang penanganan mampu
Skala dengan baik tetapi keluarga
mampu membawa Tn.N untuk
Rendah: 1
pergi ke Puskesmas terdekat jika
sedang sakit.
4 Menonjolnya 2/2x1=1 Tn.A mengalami kelumpuhan pada
Masalah: kaki dan tangan kirinya.

Skala

Berat Segera
ditangani : 2
TOTAL 3 1/3
SKORE

X. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA SESUAI


PRIORITAS
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit.
2. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi
anggota keluarga.
3. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam merawat keluarga
yang sakit berhubungan dengan Kurangnya motivasi dalam keluarga.
47
48

XI. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


No Diagnosa Keperawatan Tujuan Tujuan Khusus Evaluasi Intervensi
Keluarga Umum Kriteria Standar
1 Gangguan rasa nyaman Setelah Setelah dilakukan Verbal dan Keluarga dan klien 1. Lakukan kunjungan
nyeri berhubungan dengan dilakukan kunjungan rumah non verbal bisa mengetahui dan pertama untuk
ketidakmampuan keluarga tindakan sebanyak 4 x memahami tentang: melengkapi data.
merawat anggota keluarga keperawatan, diharapkan:  Tanda-tanda 2. BHSP dengan
yang sakit. klien tidak  Keluarga dan hipertensi Pasien dan
mengalami pasien mampu  cara mengurangi keluarga.
nyeri/sakit 3. Ukur TTV anggota
menjelaskan rasa sakit pada
kepala keluarga.
tanda-tanda kepala
4. Tanyakan keluhan
hipertensi.  bisa menyebutkan apakah sakit kepala
 Keluarga dan salah satu obat masih ada.
pasien bisa sakit kepala. 5. Diskusikan
menyebutkan cara  Klien minum obat beberapa hal yang
mengurangi rasa anti hipertensi: sudah dibicarakan
sakit pada kepala.  Amlodipin 5 mg pada pertemuan di
 Keluarga dan 1x1 Puskesmas tadi.
pasien bisa  Vitamin B 12 6. Gali pengetahuan
menyebutkan 3x1 keluarga mengenai
salah satu obat tanda-tanda
sakit kepala. hipertensi
 Pasien mau 7. Jelaskan mengenai
minum obat cara mengurangi
rasa sakit/nyeri
43
49

kepala.
8. Jelaskan tentang
jenis obat yang
aman untuk
diminum.
9. Kolaborasi
pemberian obat anti
hipertensi yaitu
amlodipin 5 mg
1x1, Vitamin B 12
3x1.
10. Jelaskan aturan
minum obat yang
benar.
11. Beri
kesempatan kepada
keluarga untuk
bertanya seputar
hipertensi.
2 Resiko terjadinya Setelah Setelah dilakukan Verbal Keluarga mengetahui 1. Observasi adanya
komplikasi hipertensi dilakukan kunjungan rumah dan memahami: resiko komplikasi
berhubungan dengan tindakan sebanyak 4 x  Tentang hipertensi pada hipertensi
ketidakmampuan keluarga keperawatan, diharapkan:  Tanda dan gejala 2. Gali pengetahuan
memanfaatkan fasilitas resiko  Keluarga dan hipertensi keluarga mengenai
pelayanan kesehatan di terjadinya pasien mampu  Faktor penyebab hipertensi
sekitarnya bagi anggota komplikasi hipertensi
menjelaskan arti 3. Jelaskan mengenai
keluarga. pada pasien
hipertensi  Pencegahan dan pengertian, tanda
bisa komplikasi
50

dikurangi.  Keluarga dan hipertensi dan gejala,


pasien mampu penyebab,
mengenal tanda pencegahan dan
dan gejala akibat komplikasi
hepertensi hipertensi.
 Keluarga dan 4. Anjurkan pada
pasien mampu klien untuk sering
faktor penyebab berobat/ kontrol ke
hipertensi Puskesmas.
 Keluarga dan 5. Beri kesempatan
pasien mampu kepada keluarga
mencegah dan untuk bertanya 44
mengetahui resiko 6. Mengulang topik
terjadinya yang sudah
komplikasi akibat didiskusikan.
dari hipertensi

Ketidakmampuan Setelah di Setelah dilakukan Verbal 1. Keluarga Mampu 1. Kaji pemahaman


3. keluarga mengambil (kognitif) menyebutkan keluarga tentang
lakukan 4 penyuluhan selama
keputusan dalam merawat kali 1x45 menit, di penyebab tekanan penyakit stroke.
keluarga yang sakit kunjungan harapkan keluarga darah tinggi dan 2. Kaji motivasi
rumah mampu : faktor resiko yang keluarga dalam
keluarga Ny. menyebabkan merawat keluarga
T mampu 1. Mampu tekanan darah yang sakit.
mengambil penyebab stroke tinggi. 3. Kaji bagaimana
keputusan dan Faktor 2. Keluarga mampu pengambilan
51

untuk resiko yang menyebutkan Tanda keputusan dalam


merawat, menyebabkan dan gejala tekanan keluarga.
berobat stroke. darah tinggi. 4. Lakukan
secara 2. Mampu 3. Keluarga mampu pengukuran tekanan
teratur dan menyebutkan menyebutkan darah.
benar. Tanda dan pengobatan dan 5. Jelaskan dan
Gejala stroke. perawatan tekanan diskusikan dengan
3. Menyebutkan darah tinggi. keluarga tentang
pengobatan dan 4. Keluarga Mampu penyebab stroke dan
perawatan mengambil faktor resiko yang
stroke. keputusan dalam menyebabkan stroke.
4. Mampu berobat 6. Jelaskan dan
mengambil diskusikan dengan
keputusan dalam keluarga tentang
berobat. tanda dan gejala
stroke
7. Jelaskan dan
diskusikan dengan
keluarga bagaimana
pengobatan dan
perawatan stroke.
8. Berikan kesempatan
keluarga
menentukan sikap
dan rencana
selanjutnya dalam
pengobatan.
52

XII.IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN


No Hari/Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi
1 Selasa 02 Desember 2014 1. Melakukan kunjungan pertama untuk S: Pasien mengatakan sakit kepalanya
melengkapi data. masih terasa dan tengkuk masih terasa
Jam: 16. 00 WIB 2. Melakukan BHSP dengan pasien dan keluarga tegang.
Tn.S
3. Mengukur TTV anggota keluarga yaitu Ny. T. O: Pasien tampak lemah dan pucat, TTV
TD: 140/90 mmHg, N: 88x/Menit, RR: pasien TD: 140/90 mmHg, N: 88x/Menit,
22x/Menit, Suhu: 36°C RR: 22x/Menit, Suhu: 36°C. Obat yang
4. Menanyakan keluhan apakah sakit kepala diberikan di PKM tadi tidak ada diminum
masih ada. dan masih utuh.
5. Jelaskan mengenai cara mengurangi rasa A: Masalah Belum teratasi
sakit/nyeri kepala. P: Lanjutkan Intervensi
6. Mendiskusikan beberapa hal yang sudah
dibicarakan pada pertemuan di Puskesmas tadi.
7. Berkolaborasi pemberian obat anti hipertensi
yaitu amlodipin 5 mg 1x1, B 12 3x1
8. Menjelaskan aturan minum obat yang benar.
2 Rabu 03 Desember 2014 1. Melakukan kunjungan kedua untuk pembinaan S: Pasien mengatakan sakit kepalanya
2. Menanyakan apakah keluhan pasien Ny. T sudah tidak lagi.
Jam: 16.00 WIB masih ada
3. Mengukur TTV Ny. T TD: 140/90 mmHg, N: O: Pasien tampak lebih sehat dari
78 x/Menit, S: 35,8°C, RR: 24x/Menit. kemaren dan obat yang diberikan di PKM
4. Mengukur TTV Tn. S TD: 120/80 mmHg, N: kemaren ada diminum sesuai petunjuk
80x/ Menit, S: 36°C, RR: 20x/Menit. dokter. TTV Ny. T TD: 140/90 mmHg,
5. Menjelaskan aturan minum obat yang benar. N: 78 x/Menit, S: 35,8°C, RR:
53

24x/Menit.
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
3 Kamis 04 Desember 2014 1. Melakukan kunjungan ketiga untuk pembinaan S: Pasien mengatakan tidak ada keluhan
2. Menanyakan apakah keluhan pasien Ny. T lagi setelah minum obat teratur.
Jam: 16.00 WIB masih ada O: Pasien tampak sehat dan mampu
3. Mengukur TTV Ny. T TD: 130/80 mmHg, N: melakukan aktivitasnya sehari-hari
70 x/Menit, S: 36°C, RR: 22x/Menit. sebagai ibu rumah tangga
A: masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
4 Jum`at 05 Desember 2014 1. Melakukan kunjungan keempat untuk S: Pasien mengatakan mengetahui bahwa
pembinaan dirinya memang ada riwayat hipertensi
11.0 IB 2. Menggali pengetahuan keluarga mengenai dan mengetahui apa itu hipertensi.
hipertensi dan tanda-tanda hipertensi.
3. Memberikan kesempatan kepada keluarga O: Pasien dapat menjawab pertanyaan
untuk bertanya seputar hipertensi. seputar hipertensi.

A: Masalah teratasi sebagian

P: Lanjutkan intervensi
5 Sabtu 06 Desember 2014 1. Melakukan kunjungan kelima untuk S: Pasien mengatakan tidak ada tanda
pembinaan dan gejala yang dirasakan komplikasi
12.00 WIB 2. Mengobservasi adanya resiko komplikasi dari hipertensi yang dideritanya.
pada hipertensi pada Ny. T
3. Memberikan kesempatan kepada keluarga O: Pasien tampak sehat dan dapat
untuk bertanya seputar hipertensi. melakukan aktivitasnya dengan baik.
54

A: Masalah teratasi sebagian

P: lanjutkan intervensi
6 Selasa 09 Desember 2014 1. Memberikan Pendidikan kesehatan pada S: Keluarga dan pasien mengatakan
Keluarga Tn. S mengenai pengertian, tanda mengerti tentang hipertensi yang telah di
11.0 IB (Ujian) dan gejala, penyebab, pencegahan dan akibat jelaskan
komplikasi hipertensi.
2. Menganjurkan pada klien untuk sering berobat/ O: keluarga dan pasien mampu
kontrol ke Puskesmas. menjawab dan bertanya seputar
3. Memberi kesempatan kepada keluarga untuk hipertensi
bertanya
4. Mengulang topik yang sudah didiskusikan A: Masalah teratasi

P: Hentikan Intervensi

Implementasi Diagnosa Keperawatan Keluarga 2

No Hari/ Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi


1 Selasa 30 Desember 2014 1. Mengkaji pemahaman keluarga tentang penyakit S: Keluarga dan pasien
stroke. Pemahanan keluarga masih kurang tentang
Pukul 12.00 WIB mengatakan “Kalau tidak
penyakit stroke.
2. Mengkaji motivasi keluarga dalam merawat keluarga salah penyakit stroke adalah
yang sakit. Motivasi dalam keluarga Tn.N kurang
penyakit lumpuh, tetapi orang
dengan alasan tidak adawaktu dan tidak ada biaya.
3. Mengkaji bagaimana pengambilan keputusan dalam tua kami sehat-sehat saja
keluarga.
masih bisa melakukan
4. Melakukan pengukuran tekanan darah.
55

5. Menjelaskan dan diskusikan dengan keluarga tentang aktivitas sehari-hari.


penyebab stroke dan faktor resiko yang menyebabkan
stroke. Penyebab stroke yaitu trombosis (bekuan
O:
cairan didalam pembuluh darah otak), Embolisme
cerebral ( bekuan darah atau material lainnya), dan - Motivasi keluarga kurang di
iskemia (penurunan aliran darah ke otak), Faktor karenakan disibukkan dengan
resiko yaitu hipertensi, kolestrol, obesitas pekerjaan.
(kegemukan), diabetes meilitus, penyalahgunaan obat - Ny. T sering di tinggal senri
dan konsumsi alkohol. di rumah
6. Menjelaskan dan diskusikan dengan keluarga tentang - Ketika kunjungan Ny. T
tanda dan gejala stroke. Tanda dan gejalanya yaitu sendiri di rumah dan hanya di
kelemahan mendadak, kehilangan kemampuan temani anaknya yang
berbicara secara tiba-tiba atau sulit memahami berlainan rumah.
perkataan, kehilangan penglihatan mendadak pada - Ny. T dapat menyebutkan 2
mata, sakit kepala hebat mendadak, kesulitan tanda dan gejala stroke.
menelan, dll. - Ny. T dapat menyebutkan 3
7. Menjelaskan dan diskusikan dengan keluarga bagaimana pencegahan
bagaimana pengobatan dan perawatan stroke yaitu stroke.
menghindari stress, olah raga teratur, menghentikan - Hasil pengukuran tekanan
kebiasaan merokok, diet rendah garam dan lemak, darah 140/70 mmHg.
kontrol secara teratur. - CC dan keluarga masih saja
8. Memberikan kesempatan keluarga menentukan sikap
tidak mau kontrok ke
dan rencan a selanjutnya dalam pengobatan.
puskesmas.

O: Masalah teratasi sebagian


56

P: Lanjutkan intervensi 4,7 dan 8

48