Vous êtes sur la page 1sur 5

ANALISIS PENERAPAN KINERJA MAQASID SYARIAH PADA PT. BANK PANIN SYARIAH Tbk TAHUN 2015

Laporan Field Study Akuntansi dan Manajemen Keuangan Syariah

Dosen Pengampu:

Veni Soraya Dewi, M.Si.

ANALISIS PENERAPAN KINERJA MAQASID SYARIAH PADA PT. BANK PANIN SYARIAH Tbk TAHUN 2015 Laporan Field Study

Disusun Oleh :

Lisya’diah Ma’rifataini

NPM. 14.0102.0084

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM STUDI AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG JUNI 2018

2

Statement of Authorship

Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menyatakan bahwa saya/kami menggunakannya.

Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”

Nama NPM Mata Ajaran Judul Makalah/Tugas Tanggal Dosen

: Lisya’diah Ma’rifataini : 14.0102.0084

: Akuntansi dan Manajemen Keuangan Syariah

: Penerapan Maqosid Syariah Pada Bank X Tahun 2015 : 21 Januari 2018

: Veni Soraya Dewi, M.Si.

3

A. PENDAHULUAN

Perkembangan perekonomian makro yang semakin ke arah global berdampak pada perekonomian negara yang semakin maju dan berkembangan. Perkembangan perekonomian saat ini ditandai dengan adanya perkembangan perbankan syariah, baik dalam skala global maupun skala nasional. Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (UU RI No. 21 tahun 2008). Perbankan yang berbasis syariah dimana yang bertujuan menghilangkan sistem bunga akhir-akhir ini menunjukkan adanya minat yang semakin besar (Najib, 2016). Bank Syariah mulai dikembangkan sebagai solusi atas ketidakmampuan sistem ekonomi yang sedang berjalan selama ini dalam menghadapi permasalahan ekonomi yang semakin banyak dan komplek.

Di Indonesia sendiri, perkembangan perbankan syariah dimulai sejak tahun 2008 dimana bertepatan dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah. Perkembangan bank syariah semakin pesat setalah adanya regulasi yang memperbolehkan bank konvensional membuka unit kerja yang berbasis syariah. Berikut adalah data perkembangan bank syariah di Indonesia baik yang berupa Badan Usaha Syariah, Unit Usaha Syariah, dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah selama 2008 sampai 2015:

Tabel 1 Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia

LKS

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

BUS

6

11

11

11

11

12

12

UUS

25

23

24

24

23

22

22

BPRS

138

138

150

155

158

163

163

Total

169

172

185

190

192

197

197

Sumber: data statistik perbankan syariah (www.ojk.go.id)

4

Perkembangan tersebut menujukkan adanya minat yang besar tehadap perbankan syariah oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, hal tersebut dapat dikatakan pula sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah yang beperasional sesuai prinsip-prinsip islami (halal). Bank syariah merupakan subsistem ekonomi Islam yang bertujuan mencapai maqasid syariah dengan cara mewujudkan keadilan dan keseimbangan masyarakat (Sudrajat dan Sodiq, 2015). Berdasarkan pernyataan tersebut, maka sudah seharusnya bank syariah menjunjung tinggi tujuan sosial, mempromosikan nilai-nilai Islam kepada seluruh stakeholder, memberikan kontribusi kesejahteraan sosial, mendukung keberlangsungan ekonomi, dan berusaha mengentaskan kemiskinan. Selain itu, dalam perbankan syariah pencapaian maqasid syariah juga harus berlandasrakan pada Sharia Enterprise Theory (SET), dimana dalam konsep teori tersebut dikatakan bahwa perusahaan memiliki tanggungjawab utama kepada Allah (akuntabilitas vertikal) yang kemudian dijabarkan lagi pada bentu pertanggungjawaban kepada manusia (akuntabilitas horizontal). Dengan adanya pencapaian yang sesuai dengan syariah islam serta aplikasi SET yang tepat, maka hal tersebut akan membawa kemaslahatan bagi stockholders, stakeholders, masyarakat dan lingkungannya. Namun, Mohammad and Shahwan (2013) berpendapat bahwa pada kenyataannya, banyak kritik yang ditujukan kepada bank syariah yang cenderung berorentasi pada keuntungan bukan berdasarkan tujuan sosial jika dilihat dari perspektif maqasid syariah. Sedangkan menurut Badreldin (2009) selama ini masih banyak pengukuran kinerja bank syariah dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan yang mengadopsi dari pengukuran kinerja bank konvensional. Berdasarkan alasan tersebut, maka penting dilakukan penilaian kinerja bank syariah berdasarkan maqasid syariah guna melihat seberapa dalam penerapan maqasid syariah dan SET dalam operasional perbankan.

5

  • B. TINJAUAN PUSTAKA

    • 1. Syariah Enterpris Theory

    • 2. Maqosid

    • 3. Lima Aspek Maqosid

  • C. PEMBAHASAN

  • D. KESIMPULAN

  • DAFTAR PUSTAKA

    Menurut () makosit merupakan ......... Ada lima aspek dalam makosit yaitu 1)

    ...

    2)

    ...

    3)

    ....

    4)

    ....

    5)

    ....

    Dalam penelitian ini menggunakan syariah enterpese theory, dimana Syariah Enterpise t merupakan ........

    Dianalisis