Vous êtes sur la page 1sur 17

AJAKLAH KELUARGAMU KE SURGA

Ust Adi Hidayat, Lc, MA

Surga untuk satu keluarga?


Surga yang mana?
Landasan, Argumen, keyakinan (Dalil)?

1. QS. Ath Thuur (52): 21


Kerja sama dalam keluarga

2. QS. An nisaa’ (4): 9


3. QS. Al Baqarah (2): 25

Disini tidak disebutkan spesifik surganya, maka Allah memperkenankan kita untuk memilih
surga yang hendak dituju oleh satu keluarga.
Note: TENTUKANLAH VISI/SURGA yang ingin ditempati oleh satu keluarga, lalu
TUNGGANGI AMALANNYA

4. QS. Ali ‘Imran (3): 133


Kaidah tafsir:
 Jika di dalam Alquran dan Hadist terdapat kata yang khusus: itu menunjukkan
kekhususannya
 Jika di dalam Alquran dan Hadist terdapat kata yang umum: maka itu menunjukkan
keumumannya

Tingkatan dan kespesifikan Surga dalam Al-quran:


1. Surga yang bersama Nabi: VVIP
2. Taman Surga: VIP
3. Surga seluas langit-bumi: Bisnis
4. Surga yang tidak disebutkan kespesifikannya/tingkat terendah: Ekonomi
Masing-masing surga ini terdapat tingkatan dari Firdaus-rendah.

Note: Jika Surga yang disebutkan di Quran tidak menunjukkan secara spesifik surga yang
dimaksudkan, berarti kata tersebut UMUM sehingga kita berpeluang untuk memilih secara
SPESIFIK surga yang mau dituju.

PENJELASAN TINGKATAN SURGA


1. Surga bersama Nabi
“siapa yang mencintai sunnahku maka dia sungguh telah mencintaiku, dan siapa yang
mencintaiku maka akan bersamaku dia di surga”. HR. .......................
a. QS. Ali ‘Imran(3): 31
Ikuti Rasulullah
Serius mencinta Allah
b. QS. Al Qiyaamah (75): 22-23
Wajah mereka berbinar luar biasa di hari akhir
Melihat Allah SWT tanpa hijab

c. QS. Al baqarah (2): 152


Allah ingat kita jk kita ingat Allah
Ingat Allah sebelum ia memanggil mk Allah ingat kita sebelum kita memanggil Allah
Ingat Allah hny ketika Allah memanggil bgtpn Allah
dst...
d. QS Al Hasyr (59): 7
Apa yang diikuti dari Nabi? masih ruang lingkup LUAS
Apa yang dituntun oleh Rasulullah (semuanya yang melekat pada Nabi) ikutilah, dan
semua yang dilarang oleh Rasulullah maka tinggalkanlah

e. QS. Al Ahzab (33): 21


Yang lebih SPESIFIK?
Allah menjawab: Rasulullah adalah sosok uswatun hasanah: suri tauladan yang baik

: ada 2 versi USWAH dan ISWAH


 Uswah: riwayat Khafus , dari ‘asyiq
 Iswah: Riwayat Khalun atau Waras , dari Nafiyah
Ibnu Abbas (keponakan Maymunah) saat usia 4-5 tahun begadang untuk meneladani cara
tidur hingga bangunnya Rasulullah SAW dan menunaikan Tahajjudnya. Ibnu Abbas RA
mengatakan:
Rasulullah bangun itu duduk dulu, kemudian mengusap bekas ngantuknya, setelah itu
membaca “Alhamdulillahilladzi ahyana ba’dama amatama wa illaihinnusyuur”, dan
dilanjukan membaca 10 ayat terakhir dalam QS ALI IMRAN: 191-200.

QS ALI IMRAN: 191-200.


Tahajud Nabi
 Al Bukhari No. 2013

 Hadist Muslim No. 765

 HR Muslim No. 749


TELADAN: INVESTASI SAHABAT NABI UNTUK BERSAMA NABI DI SURGA
a) Abbas (Paman Nabi).
Beliau mempunyai anak pertama, Fuddair, dan anak kedua, Abdullah. Beliau pebisnis. Kesibukan
Abbas tak menghalanginya dalam mendapatkan peluang untuk membersamai nabi di dunia dan
akhirat beserta keluarganya.
Beliau menjadikan anaknya untuk menggantikan dirinya jika beliau tak sempat menghadiri ta’lim
Nabi (sebagai rekaman untuk dirinya, dan investasi akhirat), bahkan anaknya bernama Abdullah
bin Abbas ketika masih sangat kecil (masih merangkak) telah ia investasikan dalam ta’lim Nabi.
Ketika Rasulullah SAW wafat, Abbas telah hafal 200 hadist dan anaknya (usia 13 tahun) hafal 2000
hadist.
b) Ummar bin Khattab
Abdullah bin Umar dibuatkan kamar oleh Umar (dalam rumahnya) persis didepan rumah Nabi,
jendela kamarnya langsung menghadap ke rumah Nabi, sehingga anak Umar, Abdullah akan bisa
melihat Nabi sejak nabi keluar dari rumah. Jadilah hadist yang didapati Abdullah bin Ummar lebih
banyak dari Abdullah bin Abbas
c) Malika RA(ha)
Seorang ibu dan janda, yang menyerahkan anaknya kepada Rasulullah yang masih berusia 10 tahun
untuk dijadikan pembantu di rumah Rasulullah. Anak ini bernama Anas bin Malik.
Ketika Rasulullah wafat, orang-orang bertanya kepada Anas mengenai apa yang pernah ia dengar
selama membantu Nabi? Lalu anas berkata “saya tidak pernah mendengar satu kalimatpun saat
membantu Nabi sampai beliau wafatnya kecuali satu saja, “Yaa Anas, apa yang bisa saya bantu?” ”
d) Abu hurairah (Abd Syam)
Beliau dari persia, mu’alaf dari kristen, sehingga ganti nama menjadi Abdurrahman. Beliau masuk
islam 3 tahun sebelum nabi wafat. Ia tidak puas dengan keyakinan lamanya, lalu mendengar ada
Nabi di Madinnah dan mulailah kehidupannya yang bercahaya. Ia terpukai dengan kharisma Nabi.
Walaupun Abdurrahman terlambat masuk islam dibanding para sahabat yang lain, beliau akhirnya
berfikir untuk mengumpulkan amalan Nabi sebanyak-banyaknya agar dapat membersamai Nabi lagi
di surga nanti.
Beliau memperhatikan Nabi mulai dari Nabi keluar dari rumahnya, bagaimana cara Nabi berjalan,
menoleh, beraktivitas, dan semuanya diikuti dan dicatat oleh Abdurrahman ini. Sehingga
perjumpaan selama 3 tahun bersama Nabi ini, Abdurrahman mampu menghapal 7000 hadist.
Beliau langsung mempraktikkan pola hidup Nabi seketika itu juga.
Hingga ketika Nabi mengatakan untuk berkasih-sayang jangankan kepada manusia namun
pada hewan sekalipun, maka ketika Abdurrahman kembali tiba-tiba melihat seekor anak kucing
liar langsung membawanya pulang dan merawatnya dengan sepenuh hati dan penuh kasih sayang.
Kucing liar dalam bahasa arab disebut Hurrah/Hurratun, jk kucing rumahan Kiptun (diserap dalam
bahasa Inggris Kitty), dan anak kucing liar disebut Hurairah. Abdurrahman selalu membawa kucing
ini, hingga suatu hari ketika beliau berjumpa dengan Rasulullah dan menyembunyikan kucing
tersebut di dalam jubahnya, nampaklah oleh Rasulullah tindakannya itu dan Rasullah mengatakan
“Anta Abu Hurairah”

Ibnu Majah No. 3221 dari Jabir bin Abdullah berkata, “saya sering kali melihat Rasulullah berkurban
menghadapakan hewan kurbannya ke arah kiblat, lalu mengatakan “Ya Allah, mohon terima qurban ini
dari Muhammad, dari seluruh keluarga besar Muhammad, dan dari ummat Muhammad SAW yang elama
hidupnya sampai wafat belum sempat berqurban” ....... ”
Rasulullah berkurban rata-rata 100 hewan. Namun kehidupan beliau sangat sederhana. Kata ‘Aisyah
“ketika saya bangun tangan saya terkena tangan Nabi, saya bangun dan melihat Nabi dalam keadaan
sedang menunaikan shalat (tahajud), kaki Nabi bengkak, sampai ketika beliau salam dengan tersedu-sedu
‘Aisyah bertanya, Ya Rasulullah kenapa sampai begini, menuaikan shalat sunnah sampai kaki anda
bengkak, bukankah anda sudah dijamin masuk surga oleh Allah, bukankah anda dijaga dari kesalahan.
Kata Nabi, “apakah boleh aku menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah dengan semua jaminan
kebaikan itu”. Riwayat ini menunjukkan rumah Rasulullah sangat sederhana sekali.

Rasulullah miskin atau kaya? Rasulullah kaya dalam hal akhirat dan miskin dalam hal dunia.

2. Surga level Taman Surga


Minimal memperoleh surga ini, karena didunia sudah tinggal di taman, taman permata
jikunir.
Dalil?
1) QS. Al Baqarah (2): 25

Kelebihan dari surga ini: jk surga di bawah level (2) ini yang melayani para ahli surga
adalah para pelayan surga (Bidadari untuk laki-laki dan pangeran surga untuk
perempuan), maka di surga level ini tidak ada yang melayani melainkan langsung yang
mewujudkan segala keinginan adalah Allah SWT.

2) QS. Adz Dzaariyaat (51): 15 – 23

Maksudnya untuk sebagian orang-orang yang bertaqwa, tidak semua.


Amalan pertama:
 Sedikit tidurnya (Bahasa Quran).
Urusan dunia sedikit, yaitu: sedikit bicara, sedikit makan dsb, sedangkan
urusan akhirat ia double menjadi sedikit-sedikit (mis: sedikit-sedikit ia tahajjud,
sedikit-sedikit puasa, sedikit-sedikit ia beristighfar).
 Mulai atur waktu ibadah sekeluarga, atur bangun paginya, subuhnya, dan
semuanya dengan disiplin untuk memperoleh surga ini.

Amalan kedua:
 Perbanyak istighfar menjelang fajhr
Malam itu dibagi menjadi 3 waktu.
 Muqaddimatul lail (awal malam), yaitu Isya’
 Pertengahan malam sampai menjelang akhir. Waktu ini digunakan untuk
tahajjud dan qiyamul lail.
 Waktu Sahr (tunggalnya saharun, jamaknya Asahaarun). Aktivitas yang
dilakukan diwaktu sahar disebut sahur
Jenis shalat malam:
 Qiyamul lail: shalat sunnah setelah Isya’ & sunnahnya tanpa didahului oleh
tidur (dalil QS Al Muzzammil (73): 6-20)
 Tahajjud: shalat sunnah setelah Isya’& Sunnahnya yang diawali tidur (dalil QS.
Al Israa’ (17): 79-81)
Amalan ketiga:
 Banyak sedekah dengan harta
At thirmidzi 2915, hadist ini berisi tentang di akhirat nanti akan ada orang-orang yang
akan memakai jubah kehormatan dan mahkota yang sangat indah yaitu para penghafal
Quran, hafizh Quran. Pada hari itu Quran langsung yang berbicara untuk memohon
kepada Allah agar membedakan penampilan penghafal quran dengan yang bukan
penghafal Quran. Dijelaskan dalam QS Fathiir (35): 30-33
Ada kisah Imam Ahmad bin Hanbal, ibunya kala itu single parent namun
senantiasa menjaga anaknya dengan penuh usaha agar anaknya menjadi anak yang
diridhoi oleh Allah, Subuh dibangunkan lalu digendong oleh sang Ibunda ke masjid
untuk jamaah kemudian diambil lagi setelah selesai, begitupun ke ta’lim-ta’lim.
Cerita yang sama dari Imam Syafi’I, beliau adalah gurunya Imam Ahmad, ibunya
juga single parent kala membesarkannya, beliau lahir di Gaza. Saat itu pusat ilmu ada di
Makkah, beliau digendong ibundanya ke makkah untuk dapat menuntut ilmu di sana.
Abdullah bin Abdi umi maktum, saking inginnya mengejar surga bersama Nabi.
Rumahnya sangat jauh dari masjid, masjid hanya beralas tanah, atap hanya dari pelepah
kurma, dan sangat sederhana. Beliau bertanya kepada Rasulullah untuk diringankan
shalat shubuh di rumah saja. Rasulullah menjawab, apakah kamu dengar adzan? Selama
kau masih mendengarkan adzan, cepat tunaikan ke masjid. Abdullah bin Abdi umi
maktum ini adalah seorang yang buta, jarak rumah ke masjid sangat jauh, dan tiada
penuntun. LIHAT, jika nabi meminta sesuatu yang melebihi kewajaran akal manusia
awam maka ada pahala yang luar biasa di dalamnya. Sejak peristiwa ini, yang adzan
shubuh adalah Abdullah bin Abdi umi maktum, yakni pada saat ramadhan adzan
dilaksanakan dua kali, pertama oleh Abdullah bin Abdi umi maktum sebagai peringatan,
dan yang kedua oleh Bilal bin Rabbah untuk adzan Shubuh. Dan untuk mengabadikan
peristiwa ini di masjid Madinnah adzannya dua kali hingga saat ini.

3. Surga level langit-bumi


a. QS Ali ‘Imran (3): 133 - 134
4. Surga level terakhir yang tidak spesifik disebutkan
a. Hadits Al Bukhari Kitabbusiam No.1, berisikan
“seorang arab Badui datang kepada Nabi menyampaikan, “ya Rasulullah, tolong
ajarkan kepada saya amalan yang ringan jangan berat-berat tapi bisa
memasukkan saya ke surga”. Maka kata Nabi “Cukup kau kerjakan yang Fardhu
saja, tidak perlu mengerjakan yang sunnah”, maka kata orang itu “Wallahi, saya
akan tunggangi yang fardu itu tanpa pernah mengerjakan yang sunnahnya”. Ia
pergi. Lalu kata Nabi, “dia akan masuk surga kalau dia benar perkataannya” .”

QS. Al Maa’idah (5): 101

END