Vous êtes sur la page 1sur 23

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny . S DENGAN GANGGUANSISTEM


PENGINDERAAN “KATARAK”
DI RUANG RAJAWALI III A RSUP Dr. KARIADI SEMARANG

Disusununtukmemenuhitugasindividu
Matakuliah Keperawatan Medikal Bedah II

Disusun oleh :

DEWI FAJARWATI P P.17420113009


DHINAR RETNO P P.17420113010
FERY SETIANINGSIH P.17420113012
HIDAYAH NURHAYATI P.17420113013
IDA ROHMAWARDHANI P.17420113014

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
SEMARANG
2014

i
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.S DENGAN GANGGUANSISTEM
PENGINDERAAN “ KATARAK ”
DI RUANG RAJAWALI III A RSUP Dr.KARIADI SEMARANG

Tanggalpengkajian : 2 Desember 2014


Pukul : 08 :00WIB
Ruang/RS : Ruang Rajawali III A RSUP Dr . Kariadi Semarang

A. BIODATA
1. Biodata Pasien
a. Nama : Ny. S
b. Umur : 59 tahun
c. Jenis Kelamin : Perempuan
d. Agama : Islam
e. Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
f. Status Perkawinan : Kawin
g. Pendidikan : Tamat SD Sederajat
h. Alamat : Semarang
i. Pekerjaan : Ibu rumah tangga
j. Tanggal masuk : 1 Desember 2014 pukul 09:00 WIB
dengan diantar mobil .
k. Diagnosa : Katarak
l. Nomor register : 7872***
m. Ruang : Ruang Rajawali III A RSUP
Dr. Kariadi Semarang

1
2. Biodata Penanggung Jawab
a. Nama : Ny. S
b. Umur : 24 tahun
c. Jenis Kelamin : Perempuan
d. Agama : Islam
e. Suku / bangsa : Jawa / Indonesia
f. Status Perkawinan : Kawin
g. Pendidikan : SMA / Sederajat
h. Alamat : Semarang
i. Pekerjaan : Swasta
j. Hubungan dengan klien : Cucu

B. RIWAYAT KEPERAWATAN
1. Keluhan Utama
Klien mengatakan pandangan kabur , perlahan –lahan semakin
lama semakin tertutup kabut asap. Mata kanan lebih tebal kabut asapnya
dari pada yang kiri .

2. Riwayat Keperawatan Sekarang


Klien mengatakan sejak bulan Desember tahun 2014 mengalami
penurunan penglihatan pada mata kanan . Terdapat kabut asap yang
tumbuh pada tepi pupil bagian kanan semakin lama semakin menebal ,
disusul adanya kabut asap pada mata bagian kiri . Kabut asap semakin
lama semakin menuju ke tepi . Pandangan mata kanan sepenuhnya kabur .
Klien mengetahui penyakitnya dan penurunan fungsi penglihatan , akan
tetapi Klien enggan memeriksakan diri ke Puskesmas/RS terdekat
dikarenakan ketiadaan biaya . Pada bulan Oktober 2014 klien mengetahui
adanya program jaminan kesehatan daerah dari pemerintah , kemudian
klien mendaftarkan diri sebagai peserta jaminan kesehatan dari pemerintah
. Pada tanggal 4 November 2014 pasien memeriksakan TIO di Poli Mata
RSUP Dr. Kariadi Semarang . Didapatkan hasil TIO OD : 9/7,5 dan TIO

2
OS : 7/7,5. Pada tanggal 24 November 2014 klien memeriksakan diri
kembali di Poli Mata RSUP Dr.Kariadi Semarang dan dirumuskan
diagnosa okuli dextra katarak senelis matur dan diagnosa okuli sinistra
katarak senelis immatur . Pada tanggal 28 November 2014 , klien meminta
rujukan dari Puskesmas Gunung Pati untuk di rujuk ke RSUP Dr.Kariadi
Semarang . Pada tanggal 1 Desember 2014 pukul 09:00 WIB klien tiba di
IGD RS Dr.Kariadi Semarang di terima oleh petugas Dafid. Di IGD
dilakukan anamnesis dan pengukuran tanda – tanda vital . Didapatkan
tekanan darah : 130/80 mmHg , nadi : 80 x/menit , frekuensi pernafasan :
20 x/menit , dan suhu 36,2 °C . Tinggi badan : 170 cm dan berat badan :
55 Kg . Kemudian pada pukul 12 : 50 WIB pasien dipindahkan dari IGD
menuju Ruang Rawat Inap Rajawali III A dengan DPJP dr. Wisnu Sadasih
Sp.M dan PPJP Perawat Yuni Retnowati , AMK . Di Ruang Rajawali III A
diberikan tindakan keperawatan berupa orientasi ruangan dan pendidikan
kesehatan “Tehnik 6 langkah cuci tangan” .

3. RiwayatKeperawatanDahulu
Klien mengatakan tiga bulan yang lalu mengalami nyeri pada
kedua kaki karena kelelahan selama satu hari . Nyeri tersebut hilang
setelah meminum jamu .

4. RiwayatKesehatanKeluarga
Klien mengatakan bahwa belum ada keluarga yang mengalami
sakit seperti yang dialami Ny.S . Didalam keluarga belum pernah ada
riwayat penyakit kronis (TBC,DM,Penyakit Jantung, Epilepsi , Hepatitis),
penyakit menular , dan penyakit herediter.

3
C. POLA FUNGSI

1. Pola Persepsi dan Tata Laksana Hidup Sehat


Keluarga klien mengatakan apabila terjadi masalah kesehatan
diatasi dengan meminum jamu. Fasilitas pelayanan kesehatan yang
digunakan Jamkesda/ BPJS Kesehatan .

2. Pola Nutrisi dan Metabolisme


a. Sebelum Sakit
Sebelum sakit, pola makan klien teratur 3x sehari dengan menu
bervariasi (nasi,sayur:opor,bayam,lodeh,kacang,dsb,dan lauk:tempe
goreng,telur dadar, gorengan ,dll) tercukupi . Klien jarang mengkonsumsi
buah . Porsi sekali makan adalah 1 piring penuh . Setiap hari minum air
putih kurang lebih 2,5 liter. Pasien tidak memiliki kebiasaan
mengkonsumsi alkohol .
Observasi nutrisi :
A: TB = 170 cm , BB = 55 Kg
B: Hb = - g/dl (n= 14-18g/dl)
C: Turgor kulit lembab, rambut beruban , bersih, konjungtiva
tidak anemis, dan sklera tidak ikterik.
D: 1 piring penuh (nasi,sayur: opor,
bayam,lodeh,kacang,dsb,dan lauk:tempe goreng,telur dadar,
ayam goreng ,dll)

b. Pada Waktu Sakit


Klien mengatakan dapat makan dengan lahap.Klien mengkonsumsi
makanan dari Rumah Sakit sebanyak satu piring penuh dari menu yang
disediakan ( nasi , sayur sop , prekedel tahu dan kering tempe). Jumlah air
yang dikonsumsi secara oral kurang lebih 1500 cc per hari .

4
Observasi nutrisi :
A: TB = 170 cm , BB = 55 Kg
B: Hb = - g/dl (n= 14-18g/dl)
C: Turgor kulit lembab, rambut beruban , bersih, konjungtiva
tidak anemis, dan sklera tidak ikterik.
D: Satupiring penuh dari menu yang disediakan ( nasi , sayur
sop , prekedel tahu dan kering tempe ).

3. Pola Eliminasi
Eliminasi Uri :
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan BAK 5x sehari dengan volume 250cc / BAK.
Warna urin yang dikeluarkan bening , bau khas amoniak dan pada saat
BAK tidak mengalami kesulitan maupun nyeri . Klien mengatakan dapat
melakukan BAK di kamar mandi secara mandiri.

b. Pada Waktu Sakit


Klien mengatakan .BAK 5x per hari dengan volume 250 cc /BAK.
Warna urin yang dikeluarkan bening , bau khas amoniak dan pada saat
BAK tidak mengalami kesulitan maupun nyeri.Klien mengatakan dapat
melakukan BAK di kamar mandi secara mandiri .

Eliminasi Alvi :
a. Sebelum Sakit
Klien mengatakan BAB 2x per hari . Warna feces kuning , bau
khas, dan konsistensi feces lunak mengapung diatas air . Berat feces
±300 – 500 gr . Tidak ada darah maupun lendir. Pasien mengatakan
dapat melakukan BAB di kamar mandi secara mandiri.

5
b. Pada Waktu Sakit
Klien mengatakan BAB 2x per hari . Warna feces kuning , bau
khas, dan konsistensi feces lunak mengapung diatas air . Berat feces
±300 – 500 gr . Tidak ada darah maupun lendir. Klien mengatakan dapat
melakukan BAB di kamar mandi secara mandiri.

4. Pola Tidur dan Istirahat


a. Sebelum sakit
Klien mengatakan pola istirahat dan tidur klien teratur. Tidur
pukul 20:00 WIB dan bangun pukul04:30 WIB . Kualitas tidur nyenyak.
Pasien mengatakan tidak biasa tidur siang . Sebelum tidur, pasien
merapikan tempat tidur .

b. Pada waktu sakit


Klien mengatakan pola istirahat dan tidur klien teratur. Tidur
pukul 20:00 WIB dan bangun pukul04:30 WIB . Kualitas tidur nyenyak.
Pasien mengatakan bisa tidur siang dari pukul 13:00 WIB – 15:00 WIB .
Sebelum tidur, pasien merapikan tempat tidur .

5. Pola Aktivitas dan Latihan


a. Sebelum sakit
Klien mengatakan dapat melakukan aktivitas makan ,
mengenakan pakaian , mandi , dan melakukan BAB dan BAK secara
mandiri tanpa bantuan orang lain .

b. Setelah Sakit
Klien mengatakan dapat melakukan aktivitas makan ,
mengenakan pakaian , mandi , dan melakukan BAB dan BAK secara
mandiri tanpa bantuan orang lain .

6
6. Pola Hubungan dan Peran
a. Sebelum sakit
Klien merasa dirinya sebagai seorang wanita yang dapat berkarya
dan mandiri . Klien menyadari dirinya sebagai seseorang yang hidup
sendiri tanpa suami dan anak . Klien mengatakan hubungan klien
dengan saudara – saudanya baik .

b. Setelah Sakit
Klien merasa dirinya sebagai seorang wanita yang dapat berkarya
dan mandiri . Klien menyadari dirinya sebagai seseorang yang hidup
sendiri tanpa suami dan anak . Klien mengatakan hubungan klien
dengan saudara – saudanya baik . Klien merasa sungkan ketika
merepotkan saudaranya . Keluarga klien mengatakan klien dapat
berkomunikasi dengan baik dengan pasien lainnya .

7. Pola Sensori dan Kognitif


a. Sebelum sakit
Orientasi klien baik, pendengaran dan pemahaman baik.. Persepsi
baik tentang bau . Pasien dapat memberikan respon rasa senang ,
terharu, dan sebagainya .

b. Setelah Sakit
Orientasi klien masih baik, pendengaran dan pemahaman baik.
Persepsi baik tentang bau . Pasien dapat memberikan respon rasa senang
, terharu, dan sebagainya.

7
8. Pola Persepsi dan Konsep Diri
a. Sebelum sakit
Body image :Klien merasa sebagai seorang yang dapat
berkomunikasi dengan baik .
Self ideal :Klien memiliki semangat tinggi .
Self esteem : Klien nyaman dengan kondisi dilingkungannya ,
percaya diri .
Role : Klien merasa dirinya sebagai seorang wanita yang
mandiri .
Identity : Klien dapat mengenali dirinya dengan baik dan
memahami kondisinya.

b. Setelah Sakit
Body image :Klientidak malu dengan kondisi saat ini . Klien
merasa sebagai seorang wanita yang dapat terbuka
dapat berkomunikasi dengan baik .
Self ideal :Klien berharap kondisi penglihatannya segera
membaik .
Self esteem : Klien nyaman dengan kondisi dilingkungannya ,
percaya diri .
Role : Klien merasa dirinya sebagai seorang wanita yang
mandiri .
Identity : Klien mengatakan bisa memahami kondisi
penyakit yang dialaminya ,beliau mengetahui
tentang program pengobatan dan bisa merespon
tindakan terapi yang dilakukan misalnya obat tetes
mata .

8
9. Pola Seksual dan Reproduksi
a. Sebelum sakit
Klien adalah seorang wanita yang berusia 59 tahun yang tak
berputra. Klien mengatakan tiga kali hendak memiliki putra akan tetapi
terjadi abortus komplitus . Suami Ny.S telah meninggal ± 5 tahun yang
lalu , sehingga klien tidak dapat melakukan hubungan pasutri .

b. Setelah Sakit
Klien adalah seorang wanita yang berusia 59 tahun yang tak
berputra. Suami Ny.S telah meninggal ± 5 tahun yang lalu , sehingga
klien tidak dapat melakukan hubungan pasutri . Klien mengatakan meras
sedih karena tak memiliki putra , sehingga disaat sakit seperti sekarang
klien sendirian .

10. Pola Mekanisme/Penanggulangan Stress dan Koping


a. Sebelum sakit
Klien mengatakan nyaman dengan suasana ditempat kerja . Klien
mengatakan tidak merasa stress saat di tempat kerja .

b. Setelah Sakit
Klien mengatakan merasa bosan berada di RS. Klien suka berjalan
dan menghampiri pasien lain ketika merasa bosan . Klien ingin segera
sembuh .

11. Pola Tata Nilai dan Kepercayaan


a. Sebelum sakit
Klien beragama Islam , taat beribadah menjalankan sholat 5 waktu.
b. Setelah Sakit
Klien mengatakan melaksanakan sholat 5 waktu seperti hari biasa,
klien dapat berwudhu secara mandiri .

9
D. PEMERIKSAAN FISIK
1. System Pernafasan
a. Batuk ( tidak ) , sputum ( tidak ), warna ( tidak ) , komposisi ( tidak ) ,
bau ( tidak ), frekwensi( tidak ) , waktu( tidak ), nyeri saat batuk
(tidak).
b. Bentuk dada saat tidak bergerak (simetris)
c. Bentuk dada saat bergerak
Frekwensi 20 x/min
( normal )
d. Pergerakan dada (sama )
e. Otot bantu pernafasan (tidak ada )
f. Tractile Fremitus (simetris)

g. Suara nafas
Normal (vesikuler)
Abnormal (tidak ada )
Vokal resonan (bronchofoni)
h. Alat bantu pernafasan (tidak ada )

2. System Cardiovaskuler
a. Nadi (ada),Frekwensi 83 x/min (regular )
b. Tekanan darah 120/80 mmHg
c. Bunyi jantung S1 dan S2 terdengar, murmur (tidak)
d. CTR (42%), Syncope (tidak) , Palpitasi (tidak)
e. Edema (tidak)
f. JVP (5 cm H2O), Pembesaran KGB (tidak)
g. Nyeri dada (tidak) .

10
3. System Persarafan
a. Kesadaran
GCS E = 4, V= 5, M=6 , GCS Total =15
b. Kejang (tidak)
c. Reflek
Reflek tendon :
Bicep reflek (positif)
Tricep reflek(positif)
Reflek patella (positif)
Reflek Achilles (positif)
Reflek patologis :
Babinsky reflek (negatif)
Brudsinsky refleks I (negatif)
Brudsinsky refleks II (negatif)
Chadock refleks (negatif)

Reflek superficial:
Refleks dinding perut(negatif)
d. Saraf Cranial
SC.I ( )
SC.II (normal )
SC.III (normal )
SC.IV (normal )
SC.V (normal )
SC.VI (normal )
SC.VII (normal )
SC.VIII (normal )
SC.IX (normal )
SC.X (normal )
SC.XI (normal )

11
SC.XII (normal )
e. Parise/plegia/paralise (tidak)
f. Koordinasi gerak (ya)

4. System Pengindraan
a. Penglihatan
Bentuk (normal)
VOD (1/300) , VOS (6/12) pupil (isokor) , diameter 3 mm ,
refleks cahaya : OD = (negatif) , OS = (positif, kurang cemerlang)
Buta warna (tidak)
Tekanan Intra Okuler : OD = 8/5,5 , OS = 7/5,5 .
Gerakan bola mata (normal)
Lapang pandang : menyempit
Lensa : OD = keruh merata , OS = keruh tak merata .
b. Penciuman
Bentuk(simetris)
Kelainan penciuman (tidak)
Polip (tidak)
c. Pendengaran
Aurikel (normal)
Membran timpani (terang)
Otoerhoe (tidak)
Tinitus (tidak)
Gangguan pendengaran (tidak).

5. System Perkemihan
a. (normal)
b. Produksi urine 1800 ml/hari , frekwensi 3 x/hari , warna (jernih ) , bau
(khas amoniak) .

12
6. System Pencernaan
a. Mulut
Selaput lender (lembab)
Bibir sianosis (tidak)
Tonsil (T0)
Tenggorokan (normal)
Pembesaran kelenjar thyroid (tidak)
Gigi (utuh ) , caries (tidak)
Lidah kotor (tidak) , tremor (tidak) , simetris (tidak) , hyperemia
(tidak)
b. Abdominal (normal)
Nyeri tekan (tidak)
Tegang (tidak)
Ada masa ( tidak )
Kembung (tidak)
Bising usus (ya) frekwensi 6 x/menit
Flatus (ya)
Asites (tidak)
Hepatomegali (tidak)
Pembesaran linen (tidak)
c. Bowel
BAB (ya)

7. System Muskuloskeletal
a. ROM (bebas)
b. Kekuatan otot (5)
c. Fraktur (tidak)
d. Dislokasi (tidak)
e. Haematom (tidak)
f. Lordosis (tidak)
g. Skoliosis (tidak)

13
h. Kifosis (tidak)

8. System Integumen
a. Kulit (kering)
b. Acral(hangat)
c. Turgor( tidak elastis)
d. Refile time (< 3 sekon)
e. Perdarahan kulit
Petechiae (tidak)
Ekimosa (tidak)
Test rumple leed (tidak)
f. Kelainan vaskuler
Cherry angioma (tidak)
Spider angioma (tidak)
Spider nevi (tidak)
Venous star (tidak)
g. Lesi kulit
Lesi kulit primer (tidak)
Lesi kulit sekunder (tidak)

9. System Reproduksi
a. Bentuk (normal)
b. Bersih (ya)

10. System Endocrin


a. Faktor alergi (tidak)
b. Imunisasi (tidak)

14
E. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1. Laborat :-

2. Radiology :-

F. PROGRAM TERAPI
a. Tindakan OD ECCE (Ekstraksi Capsular Cataract Extraction) :
mengambil lensa katarak yang matur
b. Tindakan IOL (Intra Okular Lens) : mengganti lensa yang diambil
karena katarak
c. Biometri IOL : Mengukur lensa yang akan ditanam setelah operasi
katarak .

15
G. DAFTAR MASALAH

No Tanggal/Jam Data Fokus Masalah Tanggal Ttd.Perawat


Keperawatan Teratasi

1. 2 Desember DS: Resiko cedera


2014 berhubungan dengan
 Pasien
tekanan intra okuler
08.00 mengatakan
pandangan kabur
seperti kabut, sulit
melihat benda
pada jarak jauh,
kesulitan
melakukan
aktivitas.

DO:

 Tekanan Intra
Okuler : OD =
8/5,5 , OS = 7/5,5

 Visus :

VOD = (1/300) ,
VOS = (6/12)

 Lensa : OD =
keruh merata ,
OS = keruh tak
merata .

16
2 2 Desember DS : Ketakutan
2014 berhubungan dengan
 Pasien
kehilangan pandangan
08.10 mengatakan
komplit.
merasa sering
gelisah, takut
tidak berhasil
menjalankan
operasinya, dan
sering
menanyakan
keadaannya.

 DO :

Pasien terlihat
pucat, produksi
keringat
meningkat.

Nadi meningkat :
101 x / menit

Frekuensi nafas
meningkat :

28 x / menit

Tekanan darah
meningkat :

130 / 80 mmhg

17
H. PERENCANAAN

No Tanggal/Jam Diagnosa Tujuan Intervensi Ttd.Perawat


Keperawatan
1 2 Desember Resiko Setelah dilakukan  Sediakan
cedera tindakan lingkungan
2014
berhubungan keperawatan selama yang aman
dengan 1 x 24 jam klien untuk pasien.
08.00
tekanan intra resiko cedera dapat
okuler. dihilangkan dengan  Beri pasien
posisi
kriteria hasil :
bersandar,
 Pandangan pasien kepala tinggi
jelas, ketajaman atau miring
penglihatan sesuai
normal keinginan
pasien
 Mampu melakukan
aktivitas secara  Pasang side rail
mandiri tempat tidur
 Tekanan Intra  Sediakan tempat
tidur yang
Okuler :
aman dan
OD = 5,5 / 5,5 , bersih
 Ambulasi
OS = 5,5 / 5,5 dengan
bantuan.
 Visus :
 Siapkan pasien
VOD = (1 / 20) , untuk
menjalankan
VOS = (1 / 20 ) pemeriksaan
biometri dan
 Lensa : operasi.
OD = jernih ,

OS = jernih.

18
2 2 Desember Ketakutan Setelah dilakukan  Gunakan
tindakan pendekatan
2014 berhubungan
keperawatan selama yang tenang dan
dengan 1 x 24 jam ketakutan meyakinkan
08.10
dapat teratasi dengan  Jelaskan semua
kehilangan
kriteria hasil : prosedur,
pandangan  Pasien tidak termasuk
komplit. merasa gelisah. sensasi
diperkirakan
 Pasien siap
akan dialami
menghadapi
setelah operasi
operasi
 Pasien merasa  Berikan
informasi
rileks dan
faktual tentang
tenang
diagnosis,
 Nadi = 80 x pengobatan, dan
menit prognosa
Frekuensi nafas  Dorong pasien
= 22 x / menit untuk
Tekanan darah berkomunikasi
= 120 / 80 dengan pasien
mmhg lain
 Anjurkan pasien
tentang
penggunaan
teknik relaksasi.

19
I. IMPLEMENTASI TINDAKAN KEPERAWATAN
No Tanggal/Jam Diagnosa Tindakan Respon Ttd.Perawat
Keperawatan
1 2 Desember Resiko cedera  Menyediakan  Pasien
2014 berhubungan lingkungan yang mengatakan
dengan tekanan aman untuk merasa
08.20
intra okuler. pasien. nyaman,pasien
tidak tampak
gelisah
 Memberikan
pasien posisi  Posisi pasien semi
bersandar, kepala fowler dan
tinggi atau miring bersandar di bed.
sesuai keinginan
pasien

 Memasang side  Pasien terpasang


rail tempat tidur side rail di kanan-
kiri bed

 Menyediakan  Tempat tidur


tempat tidur yang pasien bersih dan
aman dan bersih aman dengan
terpasang side rail

 Memberi bulasi  Pasien mengerti


dengan bantuan. (kamar
mandi,meja,pintu
keluar,nurse
stastion)

 Menyiapkan  Pasien bersedia


pasien untuk untuk
menjalankan menjalankan
pemeriksaan pemeriksaan
biometri dan biometri dan
operasi. operasi.

20
2 2 Desember Ketakutan
 Pasien bersedia
2014 berhubungan  Menggunakan
mengungkapkan
pendekatan yang
dengan ketakutannya
08.45 tenang dan
kehilangan meyakinkan
pandangan  Mendorong pasien  Pasien mau
untuk berkomunikasi
komplit. berkomunikasi dengan pasien
dengan pasien lain lain yang
terdekat dari
bednya.
 Menganjurkan  Pasien
pasien tentang menghirup
penggunaan napas dalam dan
teknik relaksasi menahan selama
3 detik
kemudian
mengeluarkan
nya selama tiga
kali,saat merasa
ketakutan.

J. CATATAN PERKEMBANGAN

Diagnosa Subyektif , obyektif , Assesment , Planning Nama


Tanggal/Jam Keperawatan (SOAP) Perawat
Resiko cedera S : Pandangan pasien masih kabur, ketajaman
3 Desember berhubungan dengan penglihatan berkurang
2014 tekanan intra okuler. O : Pasien mampu melakukan aktivitas secara
08.00 mandiri
Tekanan Intra Okuler :
OD = 8 / 5,5 ,

OS = 7 / 5,5

21
Visus :

VOD = (1 / 300) , VOS = (6 / 12 )

Lensa :

OD = keruh merata

OS = keruh tak merata


A : Masalah belum teratasi
P:
Diskusikan dengan klien dan dokter mengenai
jadwal operasi klien
Siapkan klien untuk menjalankan operasi OD
OCCE dan tindakan IOL
Lakukan pengkajian ulang post operasi katarak
Berikan asuhan keperawatan yang dibutuhkan
oleh klien post operasi katarak
Lakukan evaluasi

Ketakutan berhubungan S : Pasien tidak merasa gelisah dan siap


menghadapi operasi, serta pasien merasa
dengan kehilangan
rileks dan tenang.
pandangan komplit. O : Nadi = 80 x menit
3 Desember
2014 Frekuensi nafas = 22 x / menit
08.10 Tekanan darah = 120 / 80 mmHg
A : Masalah teratasi
P:-

22