Vous êtes sur la page 1sur 10

Artikel Penelitian

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN


PERNAPASAN PADA JURU PARKIR FAKULTAS KEDOKTERAN UMI
MAKASSAR

A. TENRI ARUNG

Kedokteran Okupasi, Bagian Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran

Universitas Muslim Indonesia

ABSTRAK

Latar Belakang: Menurut WHO, ISPA merupakan peringkat keempat dari 15 juta penyebab
pada setiap tahunnya. Jumlah tiap tahun kejadian ISPA di Indonesia 150.000 kasus atau dapat
dikatakan seorang meninggal tiap 5 menitnya.Berdasarkan DEPKES (2006) juga menemukan
bahwa 20-30% kematian disebabkan oleh ISPA. Faktor penting yang mempengaruhi ISPA
adalah pencemaran udara. Adanya pencemaran udara di lingkungan rumah akan merusak
mekanisme pertahanan paru-paru sehingga mempermudah timbulnya gangguan pernapasan.
Tingginya tingkat pencemaran udara menyebabkan ISPA memiliki angka yang paling banyak
diderita oleh masyarakat dibandingkan penyakit lainnya. Selain faktor tersebut, peningkatan
penyebaran penyakit ISPA juga dikarenakan oleh perubahan iklim serta rendahnya
kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat dalam masyarakat.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross
sectional melalui proses walk through survey. Data yang dikumpulkan meliputi kebiasaan
responden, data faktor individu dalam peranan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut.

Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan diagnosis memiliki riwayat infeksi saluran
pernapasan akut. Distribusi sampel penelitian berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan,

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 1
Artikel Penelitian

didapatkan kedua juru parkir mengeluh pernah mengalami batuk dan sesak yang berulang. Umur
termuda dalam penelitian ini 24 tahun, yang juga mengalami keluhan yang sama.

Hasil: Prevalensi terjadinya ISPA adalah 50 % terjadi pada juru parkir di Puskesmas Maccini
Sawah Makassar. Faktor yang dominan adalah faktor fisik berupa bising yang berasal dari mobil
ataupun motor, faktor kimia berupa debu dan asap kendaraan.

Kesimpulan: Faktor kimia dan perilaku pekerja merupakan faktor yang sangat mendukung
adanya keluhan batuk dan sesak pada pekerja juru parkir, hal ini disebabkan pekerja terus-
menerus terpapar bahan-bahan kimia yakni debu dan asap kendaraan dan tidak menggunakan
masker.

Latar Belakang
Perwujudan kualitas lingkungan yang yang tidak berbahaya maupun yang
sehat merupakan bagian pokok di bidang membahayakan kesehatan tubuh manusia.
kesehatan. Udara sebagai komponen
lingkungan yang penting dalam kehidupan Pencemaran udara biasanya terjadi di
perlu dipelihara dan ditingkatkan kota-kota besar dan juga daerah padat
kualitasnya sehingga dapat memberikan industri yang menghasilkan gas-gas yang
daya dukungan bagi mahluk hidup untuk mengandung zat di atas batas kewajaran.
hidup secara optimal.1 Rusaknya ata semakin sempitnya lahan hijau
Udara merupakan media lingkungan atau pepohonan di suatu daerah juga dapat
yang merupakan kebutuhan dasar manusia memperburuk kualitas udara di tempat
perlu mendapatkan perhatian yang serius, tersebut. Semakin banyak kendaraan
hal ini pula menjadi kebijakan bermotor dan alat-alat industri yang
Pembangunan Kesehatan Indonesia 2010 mengeluarkan gas yang mencemarkan
dimana program pengendalian pencemaran lingkungan akan semakin parah pula
udara merupakan salah satu dari sepuluh pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu
program unggulan.1,2 diperlukan peran serta pemerintah,
Pencemaran udara adalah suatu pengusaha dan masyarakat untuk dapat
kondisi di mana kualitas udara menjadi menyelesaikan permasalahan pencemaran
rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik udara yang terjadi.3

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 2
Artikel Penelitian

Secara umum, terdapat 2 sumber Karbon Monoksida Asap kendaraan


pencemaran udara, yaitu pencemaran akibat merupakan sumber utama bagi karbon
sumber alamiah, seperti letusan gunung monoksida di berbagai perkotaan. Data
berapi, dan yang berasal dari kegiatan mengungkapkan bahwa 60% pencemaran
manusia, seperti yang berasal dari udara di Jakarta disebabkan karena benda
transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain. Di bergerak atau transportasi umum yang
dunia, dikenal 6 jenis zat pencemar udara berbahan bakar solar terutama berasal dari
utama yang berasal dari kegiatan manusia, Metromini. Formasi CO merupakan fungsi
yaitu Karbon monoksida (CO), oksida sulfur dari rasio kebutuhan udara dan bahan bakar
(SOx), oksida nitrogen (NOx), partikulat, dalam proses pembakaran di dalam ruang
hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia, bakar mesin diesel. Percampuran yang baik
termask ozon. Di Indonesia, kurang lebih antara udara dan bahan bakar terutama yang
70% pencemaran udara disebabkan oleh terjadi pada mesin-mesin yang
emisi kendaraan bermotor. Kendaraan menggunakan Turbocharge merupakan salah
bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya satu strategi untuk meminimalkan emisi CO.
yang dapat menimbulkan dampak negatif, Karbon monoksida yang meningkat di
baik terhadap kesehatan manusia berbagai perkotaan dapat mengakibatkan
maupun terhadap lingkungan, seperti turunnya berat janin dan meningkatkan
timbal/timah hitam (Pb), oksida nitrogen jumlah kematian bayi serta kerusakan otak.
(NOx), hidrokarbon (HC), karbon Karena itu strategi penurunan kadar karbon
monoksida (CO), dan oksida fotokimia monoksida akan tergantung pada
(Ox). Kendaraan bermotor menyumbang pengendalian emisi seperti pengggunaan
hampir 100% timbal, 13-44% suspended bahan katalis yang mengubah bahan karbon
particulate matter (SPM), 71-89% monoksida menjadi karbon dioksida dan
hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir penggunaan bahan bakar terbarukan yang
seluruh karbon monoksida (CO) ke udara rendah polusi bagi kendaraan bermotor.3
Jakarta. Sumber utama debu berasal dari
Nitrogen Dioksida (NO2) bersifat
pembakaran sampah rumah tangga, di mana
racun terutama terhadap paru. Kadar NO2
mencakup 41% dari sumber debu. 3
yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat
mematikan sebagian besar binatang

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 3
Artikel Penelitian

percobaan dan 90% dari kematian tersebut Meskipun di alam terdapat dalam jumlah
disebabkan oleh gejala pembengkakan paru kecil tetapi lapisan ozon sangat berguna
(edema pulmonari). Kadar NO2 sebesar 800 untuk melindungi bumi dari radiasi
ppm akan mengakibatkan 100% kematian ultraviolet (UV-B). Ozon terbentuk di udara
pada binatang-binatang yang diuji dalam pada ketinggian 30km dimana radiasi UV
waktu 29 menit atau kurang. Percobaan matahari dengan panjang gelombang 242
dengan pemakaian NO2 dengan kadar 5 nm secara perlahan memecah molekul
ppm selama 10 menit terhadap manusia oksigen (O2) menjadi atom oksigen,
mengakibatkan kesulitan dalam bernafas. 3 tergantung dari jumlah molekul O2 atom-
atom oksigen secara cepat membentuk ozon.
Sulfur Oksida (SOx) Pencemaran Ozon menyerap radiasi sinar matahari
oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dengan kuat di daerah panjang gelombang
dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak 240-320 nm.3
berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan
Selain polusi udara faktor fisik
Sulfur trioksida (SO3), yang keduanya
lainnya yaitu kebisingan yg juga dapat dapat
disebut sulfur oksida (SOx). Pengaruh utama
mengganggu kesehatan dan kenyamanan
polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi
lingkungan. Kebisingan adalah bunyi yang
sistem pernafasan. Beberapa penelitian
didengar sebagai rangsangn-rangsangan
menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan
pada telinga oleh getaran-getaran melalui
terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau
media elastis, dan manakala bunyi-bunyi
lebih, bahkan pada beberapa individu yang
tersebut tidak dikehendaki.
sensitif iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm.
SO2 dianggap pencemar yang berbahaya Berdasarkan Kepmenaker,
bagi kesehatan terutama terhadap orang tua kebisingan adalah suara yang tidak
dan penderita yang mengalami penyakit dikehendaki yang bersumber dari alat-alat,
khronis pada sistem pernafasan proses produksi yang pada tingkat tertentu
kadiovaskular. 3 dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan
Ozon (O3) merupakan salah satu zat pendengaran.2,4
pengoksidasi yang sangat kuat setelah fluor,
Sumber bising ialah sumber bunyi
oksigen dan oksigen fluorida (OF2).
yang kehadirannya dianggap mengganggu

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 4
Artikel Penelitian

pendengaran baik dari sumber bergerak tersumbat 74 responden (61,75%), flu 50


maupun tidak bergerak. Umumnya sumber (41,7%), demam berulang 27 (22,5%),
kebisingan dapat berasal dari kegiatan bersin 68 (56,7%), mendengkur 11 (9,2%),
industri, perdagangan, pembangunan, alat sesak napas 8 (6,7%), dada sesak 16 (3,3%)
pembangkit tenaga, alat pengangkut dan dan batuk 63 (52,5%).5
kegiatan rumah tangga.
Penelitian oleh Meo, persentase
Faktor fisik berikutnya adalah penurunan Peak Expiratory Flow Rate
penerangan ditempat kerja yang merupakan (PEFR) pada pekerja tekstil terkait dengan
jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja periode paparan. Paling menonjol adalah
yang diperlukan untuk melaksakan kegiatan lebih dari 50% penurunan PEFR pada
secara efektif. Penerangan dapat berasal dai pekerja yang terpapar debu untuk jangka
cahaya alami dan buatan. Penerangan adalah waktu lebih dari 8 tahun. Paparan debu telah
penting sebagai suatu faktor keselamatan lama dikaitkan dengan berbagai efek
dalam lingkungan fisik pekerja. Beberapa kesehatan yang merugikan, termasuk batuk
penyelidikan mengenai hubungan antara kering, malaise, kronis bronchitis ,
produktivitas dengan penerangan telah sesaknapas, nyeri dada, konjungtivitis,
memperlihatkan, bahwa penerangan yang rhinitis, dermatitis, asma, alergi, sakit
cukup dan diatur sesuai dengan jenis kepala, sinus hidung karsinoma,dan defisit
pekerjaan dapat menghasilkan produksi fungsi paru.6
maksimal dan penekanan biaya.
Penelitian lainnya oleh Osman dan
Berdasarkan peraturan pemerintah (1999)
Pala tahun 2009, menunjukkan bahwa
tentang persyarataan kesehatan lingkungan
paparan debu mempengaruhi fungsi
kerja.
pernafasan pekerja. Dilaporkan bahwa 176
Penelitian Chirdan etal.tahun 2004 di pekerja (53,7%) mengalami hidung
Nigeria, dari 120 pekerja pada saat tersumbatsaat bekerja, 141 (43,0%)
penelitian terdapat 75 responden (62,5%) mengalami mata merah, 135 (41,2%)
memiliki gejala-gejala gangguan pada mengalami gatal pada mata dan 78 (23,8%)
pernapasan, banyak yang memiliki lebih dari mengalami pilek. Keluhan gatal pada mata,
satu gejala pada responden. Hidung kemerahan pada mata, rinorea, hidung

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 5
Artikel Penelitian

tersumbat dan pilek lebih sering di antara perjalanan penyakit, insiden, maupun
pekerja yang bekerja selama sepuluh tahun prognosis penyakit.
atau lebih, dari mereka yang bekerja kurang
Bahan yang digunakan pada survei ini
dari sepuluh tahun.7
adalah checklist yang di buat. Checklist ini
Metode dibuat berdasarkan informasi yang
diperlukan daripada tujuan survei ini
Metode penelitian menggunakan metode
dilakukan. Pada survei ini, informasi yang
penelitian deskriptif dengan pendekatan
diperlukan adalah ada tidaknya faktor
cross sectional melalui proses walk through
hazard, alat kerja apa yang digunakan, alat
survey. Data yang dikumpulkan meliputi
pelindung diri yang digunakan, ketersediaan
kebiasaan responden , data faktor individu
obat P3K di tempat kerja, keluhan atau
adanya keluhan batuk.
penyakit yang dialami pekerja dan upaya
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pengetahuan mengenai K3 kepada Juru
dengan diagnosis memiliki riwayat infeksi Parkir.
saluran pernapasan akut. Distribusi sampel
Peralatan yang diperlukan untuk melakukan
penelitian berdasarkan jenis pekerjaan yang
walk through survey antara lain:
dilakukan, didapatkan kedua juru parkir
mengeluh pernah mengalami batuk dan - Alat tulis menulis: Berfungsi sebagai
sesak yang berulang. Umur termuda dalam media untuk pencatatan selama survei
penelitian ini 40 tahun, yang juga jalan sepintas.
mengalami keluhan yang sama. Akan tetapi - Kamera digital: Berfungsi sebagai alat
penelitian pada studi cross sectional terdapat untuk memotret kegiatan dan
beberapa kelemahan yaitu kurangnya jumlah lingkungan mebel
kasus yang didapatkan, berat-ringannya - Check List: Berfungsi sebagai alat untuk
kasus yang sulit ditentukan karena mendapatkan data primer
keterbatasan sarana pemeriksaan, dan mengenai survey jalan sepintas yang
kurangnya waktu yang didapatkan untuk dilakukan.
melanjutkan survey. Selain itu, penelitian
Cara survey yang dilakukan adalah dengan
dengan studi ini tidak menggambarkan
menggunakan Walk Through Survey. Teknik

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 6
Artikel Penelitian

Walk Through Survey juga dikenali sebagai pengendalian, pemenuhan peraturan


Occupational Health Hazards. Untuk perundangan dan sebagainya.
melakukan survei ini, dapat dimulai dengan
Survey dilakukan di Puskesmas Maccini
mengetahui tentang manejemen perencanaan
Sawah Makassar, dengan jadwal survey
yang benar, berdiskusi tentang tujuan
selama 1 minggu ( 13 September hingga 16
melakukan survey, dan menerima keluhan-
September 2016 ), yaitu :
keluhan baru yang releven.

Bahaya apa dan dalam situasi yang No. Tanggal Kegiatan


bagaimana bahaya dapat timbul, merupakan
sebagai hasil dari penyelenggaraan kegiatan - Melapor ke bagian
1. 7 Agustus K3 RS Ibnu Sina
Walk Through Survey. Mengenal bahaya, 2017 - Pengarahan
sumber bahaya dan lamanya paparan bahaya kegiatan
- Pembuatan
terhadap pekerja.
proposal walk
2. 8 Agustus
through survey
Pihak okupasi kesehatan dapat kemudian 2017
- Walk through
merekomendasikan monitoring survei untuk survey
- Pembuatan
memperoleh kadar kuantitas eksposur atau
laporan Walk
kesehatan okupasi mengenai risk 3. 9 Agustus
through survey
2017
assessment. - Pembuatan status
okupasi
Walk Through Survey ini adalah bertujuan
4. 10 Agustus - Pembuatan jurnal
untuk memahami proses produksi, denah 2017 okupasi
tempat kerja dan lingkungannya secara
umum. Selain itu, mendengarkan pandangan - Presentasi laporan
5. 11 Agustus
walk through
pekerja dan pengawas tentang K3, 2017
survey
memahami pekerjaan dan tugas-tugas
pekerja, mengantisipasi dan mengenal
potensi bahaya yang ada dan mungkin akan Hasil
timbul di tempat kerja atau pada petugas dan Pada penelitian ini diambil sampel
menginventarisir upaya-upaya K3 yang telah pada juru parkir di rumah sakit islam faisal
dilakukan mencakup kebijakan K3, upaya makassar dan dari perhitungan sampel

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 7
Artikel Penelitian

didapatkan sampel sebanyak 2 (total jumlah Penelitian yang dilakukan Yusnabeti


pekerja). dkk, pada industri tekstil di Bogor, hasilyang
Dari rencana waktu yang telah ditetapkan, didapat konsentrasi (PM10) 50,3 μg/m3– 80
terkumpul data yang didapatkan dari check μg/m3 dengan rata-rata 70,6 μg/m3 untuk
list yang dibuat. Dari hasil check list pengukuran 24 jam. Jumlah pekerja yang
diperoleh kedua juru parkir mengeluh mengalami ISPA 43 orang (43,9%). Hasil
pernah mengalami batuk dan sesak yang penelitian ini menunjukkan ada hubungan
berulang. antara pemakaian alat pelindung diri dengan
Prevalensi terjadinya ISPA adalah 50 % kejadian ISPA.8
terjadi pada juru parkir di Puskesmas
Keterbatasan Penelitian
Maccini Sawah Makassar. Faktor yang
dominan adalah faktor fisik berupa bising Penelitian ini tentunya tidak terlepas dari
yang berasal dari mobil ataupun motor, keterbatasan, adapun keterbatasan dari
faktor kimia berupa debu dan asap penelitian ini adalah checklist yang dibuat
kendaraan. hanya menentukan hubungan penyakit
akibat kerja tapi tidak dapat menentukan
Berdasarkan data yang telah didapatkan,
insidens, berat ringannya penyakit, dan
ditemukan : Faktor kimia merupakan faktor
prognosis penyakit. Demikian pula untuk
yang sangat mendukung adanya keluhan
survey menilai faktor psikososial akibat
batuk dan sesak pada juru parkir, hal ini
kerja, diagnosisnya hanya bersifat subjektif,
disebabkan pekerja terus-menerus terpapar
tidak dapat diketahui kapan stressor muncul.
bahan-bahan kimia yakni debu dan asap
kendaraan. Keterbatasan lainnya adalah tidak dilakukan
pemeriksaan yang menyeluruh terhadap
Kejadian tersebut juga didukung oleh
seluruh responden, karena keterbatasan
perilaku pekerja yang tidak secara rutin
sarana pemeriksaan, dan keterbatasaan
menggunakan APD berupa masker pada saat
waktu penelitian, karena untuk menganalisa
melakukan pekerjaan sebagai penghalang faktor terjadinya kasus penyakit nyeri
masunknya debu pada hidung dan personal punggung bawah perlu diketahui riwayat
hygiene pekerja yang buruk. penyakit terdahulu dan riwayat pekerjaan di
tempat lain yang mungkin berhubungan

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 8
Artikel Penelitian

dengan keluhan yang dirasakan sekarang. DAFTAR PUSTAKA


Selain itu checklist yang hanya terfokus
1. Basti A. M, 2014, Kadar Debu Total
pada faktor penyebab penyakit akibat kerja,
Dan Gejala ISPA Ringan Pada Pekerja
tidak memenuhi semua poin-poin yang
Departemen Pemintalan Di Industri
diperlukan untuk mendiagnosis penyakit
Tekstil PT. Unitex, Tbk Bogor. Skripsi
dari keluhan yang dirasakan. Perlu
Fakultas Kedokteran Dan Ilmu
penelitian yang lebih mendalam dan
Kesehatan Universitas Islam Negeri
pemeriksaan yang lebih lengkap untuk dapat
Syarif Hidayatullah. Jakarta.
menilai secara keseluruhan penyebab dari
2. Kamal K. Penerapan Kesehatan Kerja
keluhan yang dirasakan oleh pekerja.
Praktis Bagi Dokter dan Manajemen
Akhirnya kami berasumsi bahwa bila Perusahaan. Program Studi Magister
terdapat gejala kecenderungan nyeri Kedokteran Kerja Fakultas Kedoteran
musculoskeletal dan mental-emosional pada Universitas Indonesia, Jakarta; Balai
responden dengan hasil survey diagnosis Penerbit Fakultas Kedokteran
nyeri dan penyakit akibat kerja tidak Universitas Indonesia, 2011
menunjukkan nilai yang berarti , maka tidak 3. Polusi Udara available on :
menutup kemungkinan keluhan yang http://pollutiononmyearth.weebly.com/
dirasakan pasien juga karena kontrribusi dari pencemaran-udara.html
faktor individu dan faktor lingkungan lain, 4. Firmansyah, F., 2010. Pengaruh
selain lingkungan tempat kerja. Intensitas Penerangan Terhadap
Kelelahan Mata Pada Tenaga Kerja di
Penelitian ini juga tidak mengklasifikan
Bagian Pengepakan PT. Ikapharmindo
berat ringannya penyakit , berdasarkan
Putramas Jakarta Timur.Skripsi :
keluhan dari pekerja, juga tidak dapat
Universitas Sebelas Maret
menentukan penatatalaksanaan yang tepat
5. Technology Planning and Management
Untuk mencegah keluhan dari pekerja, juga
Corporation Canterbury Hall. Final RoC
tidak dapat menentukan penatalaksanaan
Background Document for Wood
yang tepat untuk mencegah atau mengurangi
Dust.Durham: 2000.
keluhan yang dirasakan atau akan dirasakan
nanti di masa yang akan datang.

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 9
Artikel Penelitian

6. Tarlo, Cullinan, Nemery. Occupational


and Environmental Lung Diseases,
Diseases from Work, Home, Outdoor
and Other Exposures. England: John
Wiley & Sons Ltd; 2010.
7. Chirdan.O. O, Akosu, T.J. Respiratory
Symptoms in Workers at Katako Wood
Market, Jos, Plateau State, Nigeria,
Journal of Community Medicine &
Primary Health Care. 2004;16(2):30-33
8. Meo .A.S. Effects Of Duration Of
Exposure To Wood Dust On Peak
Expiratory Flow Rate AmongWorkers
In Small Scale Wood Industrie,
International Journal of Occupational
Medicine and Environmental Health.
2004;17(4):451-455.
9. Berry, Cherie. A Guide to Occupational
Exposure to Wood, Wood Dust and
Combustible Dust Hazards. N.C. North
California: Department of Labour
Occupational Safety and Health
Division; 2010.
10. Yusnabeti, Wulandari, Luciana. PM10
dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut
Pada Pekerja Industri Mebel. Makara,
Kesehatan, Juni; 2010; Vol.14, No.1:25-
30.

HUBUNGAN ASAP KENDARAAN DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA JURU PARKIR PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Page 10