Vous êtes sur la page 1sur 13

D3 MAKALAH ALAT UKUR

ANALOG 1A
EC

Di Susun Oleh :
Nama : Merison
No. BP : 1601041002
Dosen Pembimbing :
Andrizal, S.T.,M.T.

D III Teknik Elektronika

POLITEKNIK NEGERI PADANG

TA 2016/ 2017
Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul ”Alat ukur Analog” ini sesuai dengan petunjuk, kemampuan, serta ilmu
pengetahuaan yang penulis miliki.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bemanfaat khususnya bagi
penulis, umumnya bagi siapa saja yang membacanya.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari teman-teman yang bersifat membangun
sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Padang, 3 Oktober 2016

Merison
DAFTAR ISI

Kata pengantar ............................................................................................ 2


Daftar isi ..................................................................................................... 3
BAB I. Pendahuluan ................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ................................................................................ 4
1.2 Rumusan masalah ........................................................................... 4
1.3 Tujuan ............................................................................................. 5
BAB II. Pembahasan .................................................................................. 6
2.1 Pengertian Alat Ukur analog .......................................................... 6
2.2 Jenis jenis alat ukur analog ............................................................. 7
BAB III. Penutup ........................................................................................ 16
3.1 Kesimpulan ..................................................................................... 16
Daftar Pustaka ............................................................................................ 17
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Banyak sekali alat ukur yang sudah diciptakan manusia baik yang tradisional maupun
yang sudah menjadi produk teknologi modern. Salah satu contohnya adalah alat ukur besaran
massa seperti neraca, mikrometer, jangkasorong, dan multitester
Sebelum memakai Alat ukur tersebut, hal pertama yang harus dipahami dalam suatu
praktikum adalah prinsip kerja serta fungsi dari komponen-komponen.. Selain itu, untuk
memperoleh data yang benar dan akurat di dalam suatu eksperimen diperlukan juga
pengukuran dan penulisan hasil pengukuran dalam satuan yang benar
Oleh sebab itu, Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung
kegiatan praktikum. Praktikan akan terampil dalam praktikum apabila mereka memiliki
keterampilan melakukan pengukuran sesuai prosedur, membaca hasil ukur, menuliskan hasil
pengukuran sesuai aturan yang berlaku, dan dapat melakukan kalibrasi alat ukur serta yang
paling dasar praktikan mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi
nama alat, fungsi alat, komponen-komponen, dan prinsip kerja.

1.1 Rumusan Masalah


1. Apa itu alat pengukuran?
2. Menyebutkan jenis jenis alat ukur?
3. Menyebutkan fungsi dan cara kerja alat pengukuran?

1.2 Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui alat pengukuran analog serta fungsinya.
2. Dapat menyebutkan contoh-contoh alat ukur analaog berdasarkan jenisnya
3. Mengetahui prinsip kerja dan fungsi dari alat ukur tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Alat Ukur


Alat ukur dapat didefinisikan sebagai suatu alat yang dapat mengetahui besarnya nilai
yang digunakan dalam sebuah alat ukur berdasarkan tingkat ketelitian tertentu.
Mengukur pada hakekatnya membandingkan suatu besaran yang belum diketahui
besarannya dengan besaran lain yang diketahui besarnya. Untuk keperluan tersebut diperlukan
alat ukur. Pekerjaan pengukuran, memerlukan alat ukur yang baik. Alat ukur yang baik
setidak-tidaknya mengandung informasi besaran-besaran yang diukur yang sesuai dengan
kondisi senyatanya. Akan tetapi didalam proses pengukuran terdapat kekeliruan-kekeliruan.
Ada 2 kelompok kekeliruan, yaitu kekeliruan sistematik (berkaitan denganalat ukur, metode
pengukuran, dan faktor manusia) dan kekeliruan acak (berkaitan dengan faktor non
teknis/sistematik).Pada prinsipnya memilih alat ukur adalah upaya untuk mendapatkan alat
ukur yang sesuai dengan besaran-besaran yang hendak diketahui nilai besarannya.
Pengukuran adalah suatu cara untuk menentukan besaran pokok dan besaran turunan
dalam suatu objek pengukuran menggunakan alat ukur besaran pokok dan besaran turunan.
Didalam pengukuran suatu objek hendak memperhatikan beberapa tentang tatacara
penggunaan alat ukur serta bagaimana cara pembacaan besaran tersebut. Berikut ini
merupakan beberapa jenis alat ukur besaran serta bagaimana cara pembacaan alat tersebut.

2.2 Jenis Jenis Alat Ukur Analog

A. Alat Ukur Besaran Panjang


a. Jangka Sorong
Jangkasorong adalah alat pengukuran besaran pokok panjang. Jangka sorong memiliki
dua skala besaran pokok panjang yang digunakan yaitu skala dalam sentimeter (cm) dan inci.
Selain untuk mengukur panjang objek, jangka sorong juga dapat mengukur diameter benda
dengan bentuk tabung juga mengukur kedalaman benda tersebut.
Dalam penggunaan jangka sorong perlu diperhatikan bagaimana cara penggunaan jangka
sorong serta bagaimana cara pembacaan jangka sorong tersebut. Berikut bagaiman cara
menggunakan serta membaca jangkasorong :

b. Mikrometer Sekrup
Mikrometer skrup adalah alat ukur panjang dengan skala pengukuran yang lebih kecil
dan lebih teliti daripada jangkasorong. Dengan skala satuan besaran milimeter (mm)
mikrimeter skrup hanya bisa digunakan untuk mengukur panjang benda dibawah 15 cm.
Mikrimeter skrup biasanya digunakan untuk mengukur tebal suatu objek juga digunakan
dalam mengukur diameter bola. Cara dalam mengukur menggunakan mikrometer skrup
adalah sebagai berikut :

Bagian utama micrometer adalah sebuah poros berulir yang terpasang pada sebuah silinder
pemutar yang disebut bidal (selubung luar). Jika selubung luar diputar 1 kali maka rahang
geser dan juga selubung luar maju atau mundur 0,5 mm. Karena selubung luar memiliki 50
skala, maka 1 skala pada selubung luar sama dengan jarak maju atau mundur rahang geser
sejauh 0,5 mm/50 = 0,01 mm. Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti
daripada jangka sorong. Ketelitiannya sampai 0,01 mm.
c. Mistar
Penggaris mempunyai skala terkecilnya 1 mm. Jadi ketelitian mistar adalah 0,05 mm.
Ketelitian ini diperoleh dengan cara setengah dari nilai skala terkecilnya. Fungsi dari
penggaris ini sering kita gunakan untuk mengukur panjang benda dengan panjang kurang dari
30 cm karena penggaris yang tersedia di pasaran hanya 30 cm.

B. Alat Ukur Besaran Massa


a. Neraca

Neraca model ini paling sering digunakan dalam kehidupan sehari - hari. Sering kali dijumpai
pada peralatan memasak. Sering kali terdapat kesalahan pemahaman antara massa dan berat.
Yang lebih cocok digunakan untuk mengukur objek adalah massa karena barat tergantung
dengan gaya tarik bumi dan gaya lainnya yang mungkin berpengaruh. Didalam menggunakan
neraca model ini diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
a. Tempatkan neraca pada tempat datar, stabil, dan tidak terganggu dengan hal lainnya.
b. Pastikan angka yang ditunjukan neraca sebelum pengukuran adalah nol.
c. Tempatkan objek pada tempat pengukuran diatas neraca.
d. Perhatikan angka yang ditunjukan pada neraca. Saat memperhatikan, posisi mata sejajar
dengan tinggi neraca.
e. Tulis hasil pengukuran.

b. Neraca Pegas
Neraca pegas adalah alat ukur besaran massa yang memanfaatkan pegas sebagai pengukur
massa dari suatu objek. Selain untuk mengukur massa, neraca pegas juga dapat digunakan
untuk mengukur gaya dari suatu objek. Dalam menggunakan neraca pegas terdapat beberapa
hal yang perlu diperhatikan :
a. Neraca pegas dikaitkan pada tempat yang stabil, kuat, dan tidak terganggu oleh objek
lainnya.
b. Pastikan sebelum menggunakan neraca pegas bahwa skala awal neraca berada pada angka
nol.
c. Letakan objek yang akan diukur massa bendanya pada pengait di bagian bawahnya.
d. Tentukan massa dari benda dengan cara mengamati angka yang ditunjukan pada neraca
pegas. Pada neraca pegas model diatas setiap garis mempunyai nilai 2 gram.
e. Tulis hasil pengamatan beserta satuan yang digunakan.

C. Alat Ukur Besaran Suhu


a. Termometer Larutan

Thermometer larutan adalah alat ukur suhu dari suatu larutan. Skala yang biasa terdapat pada
thermometer ini adalah Celcius. Thermometer yang biasa digunakan adalah thermometer
raksa atau thermometer alkohol. Cara menggunakan thermometer model ini adalah :
a. Pada saat memegangnya jangan langsung pada tabung tersebut, tapi pegang ujung talinya.
b. Usahakan tidak menyentuh dasar dari wadah larutan karena dapat mempengaruhi
pembacaan thermometer.
c. Pembacaan hasil pengukuran pada saat tidak terjadi lagi pergeseran suhu pada termometer.
d. Pada saat pembacaan thermometer, sejajarkan mata dengan thermometer. Baca secara teliti.
b. Termoemter Ruangan

Thermometer ruangan adalah alat ukur suhu dari suatu ruangan. Cara pembacaannya tidak
jauh berbeda dengan pembacaan thermometer larutan hanya saja thermometer ini tidak boleh
di pegang secara langsung thermometernya.

D. Alat Ukur Besaran Waktu


a. Stopwatch

Stopwatch analog adalah alat ukur waktu dengan menggunakan mekanisme analog
didalamnya. Alat ukur waktu ini mudah dalam penggunaannya cukup dengan menekan
tombol diatas stopwatch untuk memulai mengukur waktu dan tekan kembali saat waktu
pengukuran selesai.

E. Alat Ukur Besaran Listrik


a. AmpereMeter

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk listrik
DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya dipasang berderet
dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan menyisipkan amperemeter
secara langsung ke rangkaian.
b. VoltMeter

Voltmeter adalah alat/perkakas untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian
listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam
rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah
bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan
sebagai anode sedangkan yang di tengah sebagai katode. Umumnya tabung tersebut
berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter).

c. Ohm-Meter

Ohm-meter adalah alat untuk mengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan
mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh
alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk
mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian
dikalibrasikan ke satuan ohm.

d. Multi Tester
Multimeter analog merupakan jenis multimeter / multitester yang menggunakan
display ukur (meter) dengan tipe jarum penunjuk. Sehingga untuk membaca hasil ukur harus
dilakukan dengan cara melihat posisi jarum penunjuk pada meter dan melihat posisi saklar
selektor pada posisi batas ukur kemudian melakukan perhitungan secara manual untuk
mendapatkan hasil ukurnya. Kondisi atau proses pembacaan hasil ukur yang masih manual
inilah yang menyebabkan multimeter / multitester janis ini dinamakan sebagai multimeter
analog. Multimeter analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para
tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini.
Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple.
Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang
memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multimeter digital.
Multimeter analog terdiri dari bagian-bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut:

Cara Menggunakan Multimeter Analog :


Multimeter analog dapat digunakan dengan cara-cara berikut ini:
1. Untuk memulai setiap pengukuran, hendaknya jarum menunjukkan angka nol apabila
kedua penjoloknya dihubungkan. Putarlah penala mekanik apabila jarum belum tepat pada
angka nol (0).
2. Putarlah sakelar pemilih ke arah besaran yang akan diukur, misalnya ke arah DC mA
apabila akan mengukur arus DC, ke arah AC V untuk mengukur tegangan AC, dan ke arah
DC V untuk mengukur tegangan DC.
3. Untuk mengukur tahanan (resistor), sakelar pemilih diarahkan ke sekala ohm dan nolkan
dahulu dengan menggabungkan probe positif dan negatif. Apabila belum menunjukkan angka
nol cocokkan dengan memutar ADJ Ohm.
4. Sambungkan penjolok warna merah ke jolok positif dan penjolok warna hitam ke jolok
negatif.
5. Untuk pengukuran besaran DC, jangan sampai terbalik kutub positif dan negatifnya karena
bisa menyebabkan alat ukurnya rusak.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak alat pengukur
analog yang sering digunakan dalam sehari hari berdasarkan kegunaan atau kebutuhan sang
pengguna. Untuk mengukur sesuatu pastikan terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan
untuk disesuaikan dengan hasil besaran yang dicari berdasarkan satuan yang diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA

http://ipaterpadubyzunaedi.blogspot.co.id/2014/10/pengukuran-serta-alat-ukur-besaran.html
http://dien-elcom.blogspot.co.id/2012/09/macam-alat-ukur-elektronik-dan-fungsinya.html
http://nanokomara.blogspot.co.id/2014/03/makalah-fisika-tentang-alat-ukur.html
Akbar, Reza Maliki. makalah pengukuran listrik. Bandung: 2016.