Vous êtes sur la page 1sur 20

LBM 3

Step 1

 Analisis unit cost


Berkaitan dengan pemasaran dan penarifan kesehatan. Analisis tentang kesehatan di RS,
salah satu penentu biaya yang akan dikeluarkan untuk pelayanan kesehatan.

 Marketting
Kegiatan manusia yang diadakan untuk kepuasan keinginan dan kebutuhan melalui cara
pertukaran ( take and give ).
Manajemen pemasaran : POAC- E ( Planning, Organizing, Actuating, Controlling,
Evaluation )

 Diversivikasi produk
Usaha dari RS/ perusahaan untuk mengusahakan produk yang sejenis yang mempunyai
inovasi dari produk sebelumnya.

 Riset pemasaran
Kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan sistematis dari perumusan
masalah, penelitian, pengumpulan data dan interpretasi. Untuk masukan kpd manajemen
dlm rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah.
Dapat digunakan untuk pembuatan strategi pemasaran yang baru.

 The power of mouth


Stategi pemasaran yang dilakukan oleh konsumen ( pasien ), kemudian pasien
menceritakan/ memberitahukan kpd kerabat agar mendapatkan pelayanan yang bagus.

Step 2

1. Apa tujuan dari manajemen pemasaran?


2. Bagaimana cara mengelola/ proses manajemen pemasaran?
3. Jelaskan hubungan antara SDM RS dan pemasaran?
4. Apa tujuan dan manfaat dari riset pemasaran?
5. Apa saja manfaat dari analisis unit cost?
6. Bagaimana langkah strategi promosi?
7. Bagaimana cara memperbaiki kuantitas SDM melalui system rekruitmen dan
pengembangan dan retensi staf?
8. Apa tujuan SDM?
9. Apa saja unsur- unsur manajemen pemasaran?
10. Bagaimana konsep pembauran pemasaran?
11. Apa fungsi dan manfaat manajemen pemasaran?

Step 3

1. Apa tujuan dari manajemen pemasaran?


Tujuanya adalah:
a. Memahami pelanggan sehingga produk yang kita miliki cocok dengan
pelanggan dan dapat terjual dengan sendirinya
b. Konsumen dapat mengetahui detail produk yang dimiliki
c. Agar organisasi dapat menjelaskan hal2 yang berkaitan dengan pemasaran

2. Apa saja unsur- unsur manajemen pemasaran?


Ada 5m + 1I:
- Man : SDM, missal: petugas pemasaran yang cukup dan terlatih
- Money : sumber daya keuangan, jumlahnya hrs cukup dan teat sasaran
- Material : menyebar booklet dengan sponsor, dokumentasi kegiatan
- Methode : cara prosedur pemasaran
- Machine : Alat yang dapat mengembangkan pemasaran (video, kaset, gambar)
- Market : pasien/ pengunjung RS
- Information : Mengetahui informasi tentang karakteristik penduduk, segmen pasar

Manajemen pemasaran di RS:

- Service : pelayanan RS
- Professional : reputasi dokter, paramedic
- Quality : mutu RS
Ketiganya merupakan ciri RS yang mmbedakan dengan institusi sejenis. Juga
dukungan ilmu dan teknologi yang mempengaruhi mutu RS.

Manajemen RS:

6M + 1I + P + Q + S

3. Apa fungsi dan manfaat manajemen pemasaran?


Manfaat :
a. Menciptakan suasana kompetitif antar RS
b. Meningkatkan fasilitas RS
c. Mencegah duplikasi agar pelayanan RS tidak sama dg RS lain
d. Meningkatkan profesionalisme

Fungsi:
a. Menambah cost RS

4. Bagaimana cara mengelola/ proses manajemen pemasaran?


5. Apa tujuan dibentuknya manajemen SDM?
Agar visi dan misi organisasi tercapai melalui kinerja SDM.

6. Jelaskan hubungan antara SDM RS dan pemasaran?


Marketing : internal dan eksternal.
Strategi perebut pasar adalah internal marketing. Dimana bagaimana membuat semua
karyawan yang terlibat dalam pelayanan dapat memberi performa yang lebih baik dalam
berinteraksi dengan pelanggan sehingga membantu pemasaran.

Cara pemasaran:
Internal dengan meningkatkan pelayanan kesehatan RS
Survey ke pasien dengan penyebaran kuesioner agar dapat di evaluasi dan diperbaiki
Internal: di pasang di dinding RS ( cuci tangan )
Eksternal : media massa (radio,TV), dapat memberi info tarif yang jelas, seminar untuk
orang awam, kerjasama dengan perusahaan
Kendala: kesenjangan harapan klien dan persepsi manajemen, kesenjangan manajemen
dengan kualitas jasa, kesenjangan kualitas jasa dan penyampaian jasa.

7. Apa tujuan dan manfaat dari riset pemasaran?


Tujuan dan manfaat:
- Mendapatkan informasi secara akurat sehingga dapat menjelaskan secara objektif
tentang apa yang akan dipasarkan
- Membantu manajer menghubungkan antara variable konsumen dan lingkungan
- Perumusan strategi pemasaran untuk merebut peluang pasar yang ada

8. Apa saja manfaat dari analisis unit cost?


- Mampu membantu manajemen dalam menilai kesehatan keuangan RS, shg menjadi
dasar perencanaan pada masa yang akan datang
- Memberi masukan tariff baru dari penghitungan unit cost
- Menjadi alat bargaining dalam pengajuan kerjasama dengan pihak ketiga
- Menjadi dasar kinerja dan penyusunan anggaran RS

9. Bagaimana konsep pembauran pemasaran?


Ada 4 konsep:
1. Produk
- Ragam
- Kualitas
- Desain
- Merk
- Kemasan
- Layanan
2. Promosi
- Iklan
- Hubungan masyarakat
3. Harga
- Diskon
- Daftar harga
- Kredit
4. Tempat
- Cakupan
- Transportasi

Keempatnya dapat menentukan pelanggan dan sasaran.

10. Bagaimana langkah strategi promosi?


a. Strategi inti
b. Strategi dasar
c. Posisi strategis

Menurut sifat promosi:


A. Informatif
B. Edukatif : penjelasan fungsi RS
C. Preskriptif
D. Preparatif : membantu pasien mengambil keputusan

Materi promosi:

- Does :
o Menyampaikan informasi : media cetak, brosur, TV tentang lokasi RS,
jenis dan kapasitas RS, layanan, fasilitas, sarana prasarana, akreditasi
- Doesn’t :
o Tidak boleh memberikan materi apabila kebenaran blm terbukti
o Membandingkan dg institusi lain
o Memuji diri sendiri
o Tidak boleh menjamin
o Menyesatkan pasien

Strategi:
- Jasa:
o Pemasaran internal: pelayanan internal dari SDM, menggambarkan
kontak antara penyedia jasa dan pasien
o Mengikat langganan: menentukan situasi lingkungan dg penyesuaian
dg klien
o Mengelola bukti : mendorong klien agar memperhatikan benda yang
berwujud sbg patokan kualitas jasa

11. Bagaimana cara memperbaiki kuantitas SDM melalui system rekruitmen dan
pengembangan dan retensi staf?
a. POAC- E
Planning: SDM merencanakan RS tentang apa yang dibutuhkan ( kuantitas )
b. Penerimaan: SDM sesuai spesifikasi atau tidak, mau terikat kontrak atau tidak,
syarat2 masuk
c. Pengembangan : mandatory training agar seluruh staf memiliki kemampuan minimal
yang sama, pelatihan
d. Pembudayaan: missal budaya Islam visi, misi, motto, tag line
e. Pendayagunaan: right man in the right place, menempatkan di tempat yang sesuai
kemampuan
f. Pelihara : ruangan yang nyaman, kesejahteraan terjamin (internal marketing),
penaikan jabatan
g. Pensiun

Step 4

Manajemen
Pemasaran RS

Riset pemasaran

Internal marketing Eksternal marketing

6M+I+S+P+Q

SDM Analisis unit cost Tarif Pasien


Step 7

1. Apa tujuan dari manajemen pemasaran?


2. Apa saja unsur- unsur manajemen pemasaran?
Unsur manajemen pemsaran :
M1 : MAN : SUMBER DAYA MANUSIA
- Petugas pemasaran yang cukup dan terlatih
- Terutama para manajer harus merupakan pemasar yang canggih
- Perlu pelatihan pemasarana RS yang khusus, agar kemampuan yang dapat
diandalkan
- Seluruh petugas RS hendaklah mengerti pemasaran dan menjadi pemasar yang
relevan
- Pembinaan petugas harus secara bertahap dan terus menerus dilaksanakan
M2 : MONEY : SUMBER DAYA KEUANGAN
- Jumlah cukup dan tepat sasaran
- Nilai uang yang dikeluarkan harus disadari bahwa belum tentu sebanding dengan
pekerjaan yang dikerjakan
- Pengeluaran harus secara tertatru diupayakan nilai kwantitatif dalam mengukur
hasilnya
M3 : MATERIAL : BAHAN
- BOOKLET dapat dibuat bersama dengan sponsor agar lebih murah
- Dokumentasi kegiatan
M4 : METHOD : CARA ATAU PROSEDUR
- Jadikanlah prosedur ini sebagai penuntun bukan sebagai pembatas
- Kembangkan dan evaluasi prosedur secara berkala
- Usahakan kegiatan penting dilengkapai dengan prosedur dan kembangkan secara
bertahap
M5 : MACHINE : ALAT
- Usahakan agar tetap berfungsi dengan lancer
- Kembangkan alat yang relevan seperti : video, kaset, gambar
- Termasuk kendaraan usahakan tampil dengan baik dan mempunyai cirri khas
yang mudah diingat.

I : INFORMATION : INFORMASI
- Potensi dasar
- Karakteristik penduduk
- Segmen pasar dan pangsa pasar
- Cavtive market
- Forecasting pemanfaatan
Banyak atau sedikitnya unsure diatas tergantung kepada:
1. Fungsi manajemen yang dilakukan
2. Program yang akan dilakukan .
3. Fungsi pemasaran.
3. Apa fungsi dan manfaat manajemen pemasaran?
Manajemen Pemasaran
Manejemn pemasaran merupakan implemnetasi fungsi manajemen yang diarahkan tidak
hanya pemanfaatan orang lain untuk mencapai tujuan organsisi, namun lebih kepada
fungsi manajemen untuk merubah keinginan menjadi kebutuhan, sehingga orang dengan
secara ikhlas bersedia menukarkan sejumlah uangnya dengan brang pruksi kita, Fungsi
pemasaran ini merupakan aktivitas yang dilakukan, antara lain ; Fungsi manajemen untuk
merubah keinginan menjadi kebutuhan.
Merchandising
Merupakan kebijaksanaan produsen untuk berusaha mendekatkan hasil-hasil
produksinya kepada konsumen akhir. Termasuk didalamnya pengembangan produk
yang sangat berpengaruh besar terhadap calon pembeli, mutu yang memadai,
ukuran, daya tarik dan lainnya. Fungsi ini meliputi fungsi penjualan dan
pembelian. Dekatkan hasil produksipada konsumen
Buying
Sebagai fungsi pembelian perusahaan mengutamakan penggunaan bahan baku yang
mutunya terbaik agar yang dihasilkan tidak mengecewakan pembeli. pembelian
Selling
Fungsi penjualan dianggap cukup penting karena mengadakan pemasaran barang,
tentu perusahaan akan mencari kesempatan pasar untuk dapat mempengaruhi
permintaan dengan berbagai kegiatan penjualan. Mempengaruhi permintaan
Grading
Fungsi penyelidikan fisik, akan melakukan kegiatan-kegiatan pengangkutan,
penyimpanan yang merupakan bagian pula dalam kegiatan pemasaran. Kelancaran
arus barang-barang dan jasa akan ditemukan oleh bagian ini. Yang termasuk dalam
kategori ini adalah pengangkutan. Pengangkutan yang dimaksudkan adalah sarana
yang memindahklan barang secara fisik dari suatu tempat ke tempat lain, sehingga
akan menambah nilai suatu barang. kegiatan pengangkutan, penyimpanan
Storage
Lembaga-lembaga yang ada dalam antara produsen dengan konsumen bertugas
memindahkan barang sampai ke tangan konsumen. Gudang yang termasuk kategori
pentelidikan fisik punya manfaat yang penting dalam fungsi pemasaran. Gudang dapat
menciptakan kegunaan waktu seperti yang dilakukan oleh produsen, pedagang besar,
pengecer dan juga seperti yang dilakukan perusahaan yang khusus melakukan
penyimpanan, sehingga setiap ada permintaan dapat dipenuhi. Fungsi fasilitas
penunjang, merupakan bagian yang penting pula dalam kegiatan pemasaran.
Karena tanpa bagian penunjang arus barang tentu akan terganggu Penyimpanan,
sehingga setiap ada permintaan dapat dipenuhi

Financing
Fungsi ini tentu sangat penting dan selalu ada dalam setiap perusahaan. Sebagaiman
tugasnya menyediakan inventori untuk berjaga-jaga bila ada permintaan yangt
meningkat dan mendadak. Disamping itu sangat diperlukan untuk membiayai bagian
perantara, antara lain;
- pemberian kredit pada konsumen
- Pembayaran dimuka untuk pihak produsen dan distributor.
Komunikasi
Yang dimaksudkan adalah komunikasi pemasaran. Komunikasi merupakan
pertukaran informasi dua arah antara pihak-pihak yang terlibat dalam pemasaran.
Misalnya pelayanan perusahaan kepada pembeli. pertukaran informasi
Penanggung Risiko
Banyak dihadapi bila dihadapkan dengan perencanaan produk dan apakah produk
tersebut diterima oleh masyarakat konsumen, juga risiko dalam hal
mempertahankan persediaan untuk bias mengantisipasi permintaan konsumen atau
calon konsumen. Persediaan terlalu banyak tentu akan menyebabkan biaya meningkat,
juga persediaan yang kurang akan menimbulkan kehilangan calon pembeli atau
konsumen tetap. Risiko seperti inilah yang sering terjadi dimana perusahaan belum tentu
dapat memnuhi permintaan pasar secata terus menerus dalam pemasarannya. Selain
risiko yang timbul dalam pasar, juga fluktuasi harga dapat terjadi dalam pasar
yang kompetitif. Risiko yang disebabkan bencana perusahaan dapat
mengasuransikannya sehingga risiko tidak merugikan perusahaan.
sumber : manajemen pemasaran fk unsoed

4. Bagaimana cara mengelola/ proses manajemen pemasaran?


Sumber : Analisis Unit cost Riesty Labrianty Universitas Indonesia 2009

5. Apa tujuan dibentuknya manajemen SDM?


Tujuan Managemen Sumber Daya Manusia (MSDM) bisa kita perhatikan seperti berikut
ini:

Tujuan Sosial - Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki tujuan sosial yaitu
perusahaan mampu bertangung-jawab secara etis dan sosial terhadap suatu tantangan dan
keutuhan masyarakta dengan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan
Tujuan Organisasional - Tujuan organisasional Manajemen Sumber Daya Manusia
adalah sasaran-sasaran formal yang disusun guna membantu perusahaan dalam
pencapaian tujuannya
Tujuan Fungsional - Tujuan fungsional manajemen sumber daya manusia merupakan
tujuan untuk memperhatannkan kontribusi departemen SDM dalam tingkat yang sesuai
kebutuhan perusahaan
Tujuan Individual - Tujuan individual dalam manejemen sumber daya manusia adalah
tujuan yang bersifat pribadi dari tiap-tiap anggota perusahaan yang bermaksud untuk
mencapai melalui kegiatannya didalam organisasi perusahaan.
Sumber :

6. Jelaskan hubungan antara SDM RS dan pemasaran?

konsep-konsep utama pemasaran meliputi segmentasi, pentargetan,


pemromosian, kebutuhan, keinginan, permintaan, penawaran, merek, nilai dan
keputusan, pertukaran, transaksi, jejaring dan hubungan, jalur pemasaran, rantai
suplai, persaingan, lingkungan pemasaran, dan program pemasaran. Dari
kerangka pemasaran tersebut seperti segmentasi, pentargetan, dan pemosisian
plus 4P (product, price, place, dan promotion) dapat digunakan untuk
menganalisis dan menyusun perencanaan pemasaran. Dengan demikian
diharapkan tujuan pemasaran yang berupa pencapaian target penjualan produk
(barang dan jasa), menciptakan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen dan
pelanggan, dan meningkatkan mutu dan standar hidup masyarakat dapat
tercapai. Lalu apa dan bagaimana peranan sumberdaya manusia (SDM) agar
tujuan atau keberhasilan pemasaran dapat tercapai?

Pemasaran sebagai suatu proses tidak mungkin mengabaikan penggunaan


sumberdaya manusia (karyawan manajemen dan non-manajemen) yang
bermutu. Hal ini berkait dengan pemahaman tentang arti, dimensi, dan praktek
pemasaran yang selain mengandung konsep ekonomi dan antropologi, juga
tidak lepas dari konsep sosiologi dan psikologi. Misalnya bagaimana lewat survei
pasar dapat diketahui segmen pasar yang tepat dan perilaku pasarnya. Untuk itu
perlu digunakan pengetahuan antropologi, sosiologi dan psikologi. Begitu pula
untuk memuaskan kebutuhan konsumen dan pelanggan dibutuhkan
pengetahuan dan ketrampilan memromosikan produk. Kemudian ketika akan
memromosikan produk maka sebelumnya diperlukan koordinasi antara manajer
departemen produksi, pemasaran, dan departemen finansial. Semakin baik
koordinasi semakin terpenuhinya produk yang dibutuhkan konsumen atau
pelanggan. Koordinasi itu sendiri baru bisa berhasil efektif jika mutu
kepemimpinan manajer dan etos kerja karyawannya tinggi. Selain itu perusahaan
anda harus memiliki SDM yang menguasai pengetahuan dan ketrampilan
teknologi baru, sistem informasi, dan jejaring pemasaran baru.

Beberapa hal yang sangat menjadi perhatian dalam keberlanjutan pemasaraan


adalah SDM yang mampu memahami karakteristik pasar termasuk dinamika
perilaku konsumen dan pelanggan; mengamati perilaku pesaing; mengelola
hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal; dan
memromosikan produk dengan efektif dan efisien. Keberhasilan para karyawan
dengan potensi SDM tersebut akan mampu menghindari kemarjinalan
perusahaan dalam kegiatan pemasaran. Untuk itu pelatihan dan pengembangan
SDM di bidang pemasaran, perilaku konsumen-pelanggan, komunikasi, dan
promosi tidak saja diberikan bagi mereka yang berada pada departemen
pemasaran dan produksi tetapi juga kepada semua karyawan. Hal ini karena
pemasaran sebagai suatu sistem tidak dipandang sebagai kegiatan parsial
perusahaan melainkan sebagai kegiatan terpadu. Dengan demikian pemahaman
konsep pemasaran sebagai salah satu ideologi keberhasilan perusahaan lama
kelamaan terinternalisasi dengan baik. Dan inilah sebagai modal manusia yang
sangat penting peranannya dalam mencapai keberhasilan pemasaran.
Sumber : Philip Kotler dalam bukunya (According to Kotler; 2005)
7. Apa tujuan dan manfaat dari riset pemasaran?

Riset Pemasaran atau Marketing Research adalah salah satu kegiatan penelitian di bidang
pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan
penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, dan interpretasi hasil penelitian. Riset
Pemasaran dapat bermanfaat sebagai masukan bagi pihak manajemen dalam rangka
identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah.

Menurut American Marketing Association (AMA), pengertian riset pemasaran lebih ditekankan
pada perannya dalam memberikan informasi di tiap tahapan riset.

Marketing research is the function which links the consumer, customer, and public to the
marketer through information – information used to identify and define marketing opportunities
and problems; generate, refine, and evaluate marketing actions; monitor marketing
performance; and improve our understanding of marketing as a process.

Riset pemasaran adalah sebuah fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan
publik dengan pihak pemasar melalui informasi. Informasi yang didapat dari riset
pemasaran akan digunakan oleh pihak pemasar untuk:

1. Mengidentifikasi peluang dan masalah dalam pemasaran;


2. Mendapatkan, memperbaiki, dan mengevaluasi kegiatan pemasaran;
3. Memonitor kinerja pemasaran;
4. Meningkatkan pemahaman kita terhadap pemasaran sebagai sebuah proses.

Riset pemasaran memberikan informasi kepada pemasar untuk digunakan pada 4 (empat)
tahapan pemasaran, yaitu: tahap perencanaan pemasaran (marketing planning), tahap
pelaksanaan dan penyelesaian masalah (marketing actions), tahap evaluasi kinerja
pemasaran (marketing performance evaluation), dan tahap penyempurnaan strategi
pemasaran (marketing strategy refinement).

Sumber : riset pemasaran managemen rumah sakit 2013

8. Apa saja manfaat dari analisis unit cost?


Manfaat Unit Cost :
 Membantu manajemen dalam menilai kesehatan keuangan rumah sakit melalui
tinjauan positioning biaya terhadap tarif rumah sakit saat ini, sehingga dapat menjadi
dasar perencanaan pendanaan RS di masa depan.
 Memberi masukan/acuan dalam mengusulkan tarif baru berdasar perhitungan
biaya per unit (unit cost)
 Bila dikuasai dan diterapkan dengan baik, hasil analisis unit cost ini dapat
menjadi alat bargaining dalam pengajuan kerjasama terhadap pihak ketiga (Lembaga
Asuransi Kesehatan dll).
 Out put dari analisis unit cost ini dapat juga dijadikan dasar negosiasi mengenai
subsidi atas pelayanan rumah sakit kepada pasien tidak mampu/Gakin (Jamkesmas, PT
Askes dll),
 Membantu proses penyusunan pola tarif baru berdasarkan perhitungan biaya per
unit (unit cost).
 Membantu dalam proses inventarisasi aset dan dalam menyusun strategi keuangan
ke depan,
 Laporan unit cost yang ada dapat dijadikan dasar dalam penilaian kinerja dan
dasar dalam penyusunan anggaran rumah sakit maupun subsidi pemerintah ke rumah
sakit
 Unit cost akan menjadi dasar bargaining power/alat advocacy dalam negosiasi
dengan stakeholder terkait (pengajuan usulan pembiayaan maupun pengajuan subsidi
anggaran).
Sumber : analisis unit cost Anis 2013

9. Bagaimana konsep pembauran pemasaran?


Sumber:
10. Bagaimana langkah strategi promosi?
Beberapa strategi pemasaran jasa yang dapat dilakukan yaitu :
1. Pemasaran intern.
Dalam bisnis jasa, kualitas jasa tidak dapat dipisahkan dari mutu yang menyediakan jasa.
Dengan demikian kontak antara si penyedia jasa dengan kliennya sangatlah diperlukan.
Pemasaran intern ialah menerapkan teori dan praktek pemasaran terhapad orang yang
melayani langganannya, jadi harus dipekerjakan dan dipelihara tenaga kerja yang terbaik
serta mereka harus bekerja sebaik mungkin
2. Memikat langganan.
Pada perusahaan jasa selera klien secara individual pada kunjungan yang pertama sangat
diperhatikan. Untuk itu, satu kunci strategi bagi pengusaha-pengusaha jasa adalah
menentukan situasi lingkungan dengan didasari oleh penyesuaian dengan klien dan
standarisasi harus dilakukan.
3. Mengelola bukti berarti mengelola peralatan yang menghasilkan jasa.
Jasa biasanya sulit di nilai dibandingkan dengan barang yang berwujud. Sifat tidak
berwujud dari jasa, mendorong klien untuk memperhatikan benda berwujud yaitu yang
memberikan layanan (petugasnya) sebagai patokan terhadap kualitas jasa tersebut. Untuk
itu, perlu diupayakan sedemikian rupa agar petugas memberikan jasa yang memuaskan
klien.
4. Membuat jasa berwujud.
Istilah berwujud mempunyai dua arti yaitu tidak dapat diraba dan tidak dapat diamati.
Dengan demikian keuntungan biasanya dapat diperoleh dengan membuat jasa menadi
lebih berwujud. Misalnya, seorang petugas rumah sakit membuat klien lebih mudah
memahami apa yang diberikan oleh pihak rumah sakit dengan direlevankan melalui kata-
kata berwujud, misalnya “anda berada dalam tangan yang tepat bersama kami”.
5. Menyeimbangkan permintaan dan penawaran.
Karena jasa adalah performan, maka jasa sifatnya tidak dapat disimpan (digudangkan).
Sehingga, salah satu masalah krusial yang sulit dihadapi oleh pengusaha jasa ialah
bagaimana menyeimbangkan antara permintaan dan penawaran. Untuk itu perlu dirubah
pola permintaan dan penawaran jasanya dengan cara: memperbanyak jenis penawaran.
Permenkes RI. No. 159 b/MENKES/Per/1988

Dalam melaksanakan pemasaran pelayanan kesehatan di rumah sakit guna menciptakan image
positif masyarakat, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Kepuasan klien lebih baik dari pada memberikan pelayanan. Hal ini sangat
mendasar sekali, karena bila fokus yang berlebihan ditujukan pada layanan klien
akan melupakan focus utama yaitu dapat memuaskan klien, baik di dalam maupun
di luar organisasi.
2. Kemudahan bagi klien dalam bekerja sama dengan para petugas rumah sakit.
Dengan demikian tidak ada kata tidak berhasil/gagal bila didapatkan klien yang
sulit diajak bekerja sama.
3. Menumbuhkan motivasi dengan umpan balik dari klien (bersikap terbuka bila di
kritik klien). Dengan demikian kita dapat mengetahui seberapa baik hasil kerja
kita.
4. Menjaga kesinambungan hubungan dengan klien.
5. Komitmen dan dukungan yang kuat dari system yang ada dan jajaran pimpinan
guna mendukung peran pemasaran.
Permenkes RI. No. 159 b/MENKES/Per/1988

11. Bagaimana cara memperbaiki kuantitas SDM melalui system rekruitmen dan
pengembangan dan retensi staf?
Kelompok tenaga kerja yang bekerja di RS, yang merupakan unsur terpenting dalam
institusi
2. Kriteria

Ada 3 kelompok besar yaitu:

a. Kelompok Profesional adalah kelp yg bertugas mengupayakan penyembuhan


pasien (dokter,perawat, bidan,apoteker,asist apoteker, nutrisionis,radiografer, analist
dll )

b. Kelompok Manajer adalah kelp yg bertugas mengatur/koordinasikan pelayanan


(struktural dan Ka Instalasi )

c. Kelompok Pekarya adalah yang bertugas membantu terselenggaranya kegiatan RS


(tk cuci,parkir,keamanan,kebersihan)

sumber : sop rekruitmen rumah sakit daerah 2010