Vous êtes sur la page 1sur 3

Zimmerman et al.

(2011) menekankanpentingnya sanitasi dan desinfeksi


dalamkandang dan linkungan orangutang di kebunbinatang. Pencucian lantai
kandang dengandetergen dan pemberian desinfektan merupakanlangkah penting
untuk mengurangi patogenpenyebab penyakit. Faktor kebersihan
kandang,kualitas makanan dan minuman menjadipenting untuk dijaga agar
orangutan terhindardari penyakit gangguan pencernaan karenainfeksi bakteri
enterik patogen. Dalam kasusini tidak ada informasi mengenai kualitasmakanan,
praktek sanitasi, dan desinfeksi yangdilakukan, dan lingkungan orangutan
yangtelah diambil sampelnya, tetapi analisis ini dapatdijadikan bahan evaluasi
lebih lanjut

Campy-lobacter sp, dan Klebsiella pneumonia yangmenyebabkan timbulnya


gejala batuk, halitosis,serta adanya leleran hidung dan cairan eksudatdi dalam
rongga kantong hawa (Lawson et al.,2006). Rahmi et al. (2014) melaporkan
hasilmonitoring sampel feses pelepasliaranorangutan di Cagar Alam Pinus
Jantho, Aceh.Hasil isolasi dari sampel tersebut diketahuibakteri dari genus
Salmonela sp. dan Shigellasp., serta E.coli. Iverson dan Cornelly
(1981)melaporkan kasus yang diduga tuberkulosispada orangutan ternyata
terisolasi bakteriAcinetobacter calcoaceticus. Bakteri tersebut mampu
menyebabkan bronchopneumoniafibrinosa dan airsacculitis.
Mycobacteriumtuberculosis dilaporkan dapat diisolasi dari hatidan dikonfirmasi
dengan teknik deteksi reaksipolimerasi berantai pada orangutan yangdipelihara
di Kebun Binatang Yongin, Cina, olehShin et al. (1995

Campy-lobacter sp, dan Klebsiella pneumonia yangmenyebabkan timbulnya


gejala batuk, halitosis,serta adanya leleran hidung dan cairan eksudatdi dalam
rongga kantong hawa (Lawson et al.,2006). Rahmi et al. (2014) melaporkan
hasilmonitoring sampel feses pelepasliaranorangutan di Cagar Alam Pinus
Jantho, Aceh.Hasil isolasi dari sampel tersebut diketahuibakteri dari genus
Salmonela sp. dan Shigellasp., serta E.coli. Iverson dan Cornelly
(1981)melaporkan kasus yang diduga tuberkulosispada orangutan ternyata
terisolasi bakteriAcinetobacter calcoaceticus. Bakteri tersebut mampu
menyebabkan bronchopneumoniafibrinosa dan airsacculitis.
Mycobacteriumtuberculosis dilaporkan dapat diisolasi dari hatidan dikonfirmasi
dengan teknik deteksi reaksipolimerasi berantai pada orangutan yangdipelihara
di Kebun Binatang Yongin, Cina, olehShin et al. (1995

Campy-lobacter sp, dan Klebsiella pneumonia yangmenyebabkan timbulnya


gejala batuk, halitosis,serta adanya leleran hidung dan cairan eksudatdi dalam
rongga kantong hawa (Lawson et al.,2006). Rahmi et al. (2014) melaporkan
hasilmonitoring sampel feses pelepasliaranorangutan di Cagar Alam Pinus
Jantho, Aceh.Hasil isolasi dari sampel tersebut diketahuibakteri dari genus
Salmonela sp. dan Shigellasp., serta E.coli. Iverson dan Cornelly
(1981)melaporkan kasus yang diduga tuberkulosispada orangutan ternyata
terisolasi bakteriAcinetobacter calcoaceticus. Bakteri tersebut mampu
menyebabkan bronchopneumoniafibrinosa dan airsacculitis.
Mycobacteriumtuberculosis dilaporkan dapat diisolasi dari hatidan dikonfirmasi
dengan teknik deteksi reaksipolimerasi berantai pada orangutan yangdipelihara
di Kebun Binatang Yongin, Cina, olehShin et al. (1995

Campy-lobacter sp, dan Klebsiella pneumonia yangmenyebabkan timbulnya


gejala batuk, halitosis,serta adanya leleran hidung dan cairan eksudatdi dalam
rongga kantong hawa (Lawson et al.,2006). Rahmi et al. (2014) melaporkan
hasilmonitoring sampel feses pelepasliaranorangutan di Cagar Alam Pinus
Jantho, Aceh.Hasil isolasi dari sampel tersebut diketahuibakteri dari genus
Salmonela sp. dan Shigellasp., serta E.coli. Iverson dan Cornelly
(1981)melaporkan kasus yang diduga tuberkulosispada orangutan ternyata
terisolasi bakteriAcinetobacter calcoaceticus. Bakteri tersebut mampu
menyebabkan bronchopneumoniafibrinosa dan airsacculitis.
Mycobacteriumtuberculosis dilaporkan dapat diisolasi dari hatidan dikonfirmasi
dengan teknik deteksi reaksipolimerasi berantai pada orangutan yangdipelihara
di Kebun Binatang Yongin, Cina, olehShin et al. (1995

Campy-lobacter sp, dan Klebsiella pneumonia yangmenyebabkan timbulnya


gejala batuk, halitosis,serta adanya leleran hidung dan cairan eksudatdi dalam
rongga kantong hawa (Lawson et al.,2006). Rahmi et al. (2014) melaporkan
hasilmonitoring sampel feses pelepasliaranorangutan di Cagar Alam Pinus
Jantho, Aceh.Hasil isolasi dari sampel tersebut diketahuibakteri dari genus
Salmonela sp. dan Shigellasp., serta E.coli. Iverson dan Cornelly
(1981)melaporkan kasus yang diduga tuberkulosispada orangutan ternyata
terisolasi bakteriAcinetobacter calcoaceticus. Bakteri tersebut mampu
menyebabkan bronchopneumoniafibrinosa dan airsacculitis.
Mycobacteriumtuberculosis dilaporkan dapat diisolasi dari hatidan dikonfirmasi
dengan teknik deteksi reaksipolimerasi berantai pada orangutan yangdipelihara
di Kebun Binatang Yongin, Cina, olehShin et al. (1995