Vous êtes sur la page 1sur 6

LAPORAN PERFORMA MESIN

PENGUJIAN DESIBEL ATAU PENGUKURAN KEBISINGAN


KENDARAAN MEGAPRO

DISUSUN OLEH:
Rahmad Yudha Pratama
15050423003

FAKULTAS TEKNIK
D3 TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Tujuan
1. Mahasiswa agar tau cara pengukuran kebisingan suatu kendaraan
2. Mahasiswa dapat menggunakan atau mengoprasikan alat untuk mengukur
kebisingan suatu kendaraan
3. Mahasiswa dapat mengerti setiap langkah – langkah pengoprasian alat pengukur
kebisingan

B. Manfaat
1. Mahasiswa dapat menganalisa suatu kendaraan apakah kendaraan itu layak atau
tidak
2. Mahasiswa bisa dapat mempraktekan di lingkungan luar

C. Alat
1. Tiedown

2. Dyno Test Rostock Diamond

3. 1 unit PC

4. Blower
5. Data konsul

6. Sound level meter

D. Bahan
1. 1 unit sepeda motor megapro

E. K3 dalam praktikum
1. Diharap mahasiswa tidak bercada pada saat praktikum
2. Pada sat motor sudah naik posisikan tegak lurus dan pasangkan tiedown dengan
kencang
3. Pasangkan blower agar mesin tidak over heating
4. Mengeset posisi sound meter pada standar yang ada
5. Pada saat pengujian tidak ada yang boleh berbicara karena sound level meter
sangat sensitif
6. Catat hasil yang ada
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Definisi knalpot
Knalpot adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai saluran
pembuangan hasil pembakaran yang ada di ruang bakar. Semakin bertambahnya
zaman knalpot memiliki fungsi lain yaitu sebagai peredam dikarenakan pada saat
langkah pembakaran mesin dapat menghasilkan suara yang bising yang keluar dari
sluran pembuangan, maka disain knalpot di setiap cc akan berbeda – beda. Knalpot
sendiri dapat meningkatkan peforma mesin sekitar 10% - 30% tenaga menurut
arismunandar 1988

Knalpot atau muffler dibedakan menjadi 3 yaitu

1. Reactive muffler

Reactive muffler biasanya terdiri dari beberapa segmen pipa yang


tersambung dengan sejumlah ruang. Konstruksi yang demikian menyebabkan
membentuk sejumlah antarmuka di dalam muffler yang mana masing-masing
segmen di kedua sisi antarmuka memiliki nilai impedansi yang berbeda.
Keadaan ini menyebabkan terjadinya pemantulan yang berulang-ulang sehingga
fraksi energi gelombang yang diteruskan semakin berkurang.

2. Absorptive muffler

Absortive muffler terdiri atas material penyerap yang berserat dan


berpori dimana dapat menurunkan level bising dendan mengubah energi bunyi
menjadi energi panas yang disebabkan adanya gesekan partikel gas yang
berisolasi dengan material bunyi.

3. Combination muffler

Beberapa muffler mengkombinasikan unsur reactive dan absorptive


untuk memperluas bentang serapan bising pada spektrumnya.

B. Standar kebisingan knalpot


Standart kebisingan knalpot motor tercantum dalam UU LLAJ No. 2
Tahun 2009 Pasal 48 ayat 3b yang mengacu pada peraturan mentri lingkungan
hidup No. 7 Tahun 2009, yaitu tingkat kebisingan knalpot motor yang berkapasitas
mesin dari 80 cc maksimal kebisingan knalpotnya 80 db (desibel). Untuk motor
berkapasitas 80 – 175 cc dan diatas 175 cc maksimal kebisingan yaitu 90 db.
Peraturan ini mengacu pada standar global ECE (economic Comission for Europe)-
R-41-01.
BAB III
Pelaksanaan

A. Standart operasional praktikum


1. Mempersiapkan alat dan bahan
2. Memasang sepeda motor di atas alat dynotest
3. Naikan kendaraan ke dynotest
4. Meletakan alat sound level meter menggunakan standart SAE J11167
 Meletakan sound level meter pada sudut 450
 Beri jarak 50 cm dari knalpot
 Memposisikanmembelakangi kenalpot
5. Pesisi pengendara menaiki tetapi menyamping
6. Nyalakan PC dan programnya kemudian set kendaraan
7. Setelah itu mencari RPM maksimum kendaraan
8. Setelah selesai mendapatkan RPM maksimum di bagi 2 ini bertujuan untuk
pengetesan sound level meter pada RPM yang di bagi dua
9. Setelah itu lakukan pengetesan kebisingan dengan RPM yang telah di tentukan.
Pengetesan ini akan di lakukan 3 kali agar hasil yang di peroleh akurat
10. Setelah mendapatkan hasil semuanya maka akan di rata – rata
11. Setelah itu mahasiswa menganalisa dari hasil yang di dapat

B. Hasil praktikum
RPM maksimum = 12000/2
= 6000

Percobaan Hasil (DL)


1 89,1
2 87,6
3 88
Rata - rata 88,5
BAB IV

Penutup

Kesimpulan & saran

Kesimpulan dari hasil praktek ini didapatkan bahwa untuk standar kebisingan
dari kendaraan ini ialah masih layak berjalan di luar dikarenakan mendapatkan hasil rata – rata
suara knalpot ialah 88,5 db yang standar yang di tetapkan dalam undang – undang yang
menyebutkan untuk kendaraan yang memiliki cc 80 harus tikat kebisingan 80 db dan cc 80 –
175 tingkat kebisingan sampai 90 db. Maka dari itu untuk kendaraan megapro ini masih layak
yang memiliki cc 150.