Vous êtes sur la page 1sur 13

POST TES

1a. Sebutkan macam-macam fraktur kepala (3)

 Fraktur linear
 Fraktur impresi (depressed)
 Fraktur Diastasis - sutura

b. Sebutkan definisi fraktur

 Diskontinuitas dari korteks tulang

c. Apa saja yang dinilai pada foto polos kasus fraktur

 Pemanjangan, Pemendekan, Angulasi, Alignment, Rotasi,


Displacement/Pergeseran fragment Distal, Aposisi

2a. Apa saja yang dinilai pada CT scan berkaitan dengan kasus trauma kepala?

 done

b.Sebutkan gambaran perdarahan pada CT scan kepala dengan gambaran singkatnya?

 Subgaleal hematom : pada ruang galea aponeurotika


 Epidural hematom : lesi hiperdens bentuk bikonveks, coup-side
 Subdural hematom: lesi hiperdens bentuk cresent, counter coup
 Subarachnoid hematom: mengisi kavum subarachnoid
 Intrecerebral : Edema perifokal, peningkatan tekanan intra kranial.

c. Apa saja gambaran peningkatan TIK pada CT Scan

 Obliterasi sulci, herniasi, midline shifting, desakan ventrikel

3a. Pada kasus trauma tulang belakang apa saja yang penting dinilai (2)

 Kompresi dan listesis.

b. Pada kasus trauma pelvis sebutkan dua garis yang menentukan dan gambarkan garis tersebut.

 Shenton line, ilioiscial line, ileopectineal line.


4a. Apa saja yang perlu dinilai pada kasus trauma toraks?

 Fraktur tulang dada, benda asing, kelainan mediastinum, apakah ada


pneumothorax/ hemothorax.

b. Deskripsikan kelainan berikut: hematotoraks, pneumohematotoraks dan kontusio pulmonum

 Hemotoraks : perselubungan homogen pada seluruh lapang paru, air fluid level +
 Kontusio pulmonum: kesuraman inhomogen local pada paru yang membaik
seiring waktu, bisa terdapat fraktur.
 Pneumotoraks: udara dalam rongga pleura, bayangan udara (avascular pattern).

5a. Proyeksi apa yang diperlukan pada kasus gawat abdomen.

 BNO abdomen – proyeksi supine, erect, LLD


 CT-scan/MRI
 FAST

b. Deskripsikan gambaran ileus obstruktif, ileus paralitik, peritonitis dan pneumoperitoneum


pada foto polos abdomen

 Ileus obstruktif : Herring bone appearance, stepladder, multiple air fluid level
 Ileus paralitik : air fluid level sedikit tapi panjang-panjang
 Peritonitis : properitoneal fat line tidak terlihat
 Pneumoperitoneum : Riggler sign
6a. Apa saja yang perlu dinilai pada foto polos abdomen

 Psoas line, properitoneal fat line, distribusi udara, kontur ginjal, lesi opaq,
struktur tulang vertebrae, kelainan yang tampak

b. Sebutkan gambaran foto toraks dari atelektasis, pneumonia dan efusi pleura

 Atelektasis : trachea bergesar ke arah lesi, sela iga menyempit,


 Pneumonia : air bronchogram, kesuraman homogeny
 Efusi pleura : trachea terdorong ke sisi yang sehat

c. Sebutkan gambaran foto toraks cardiomegali (pembesaran ventrikel dan atrium kiri-kanan).

 LVH : batas jantung kiri bergeser ke arah latero caudal


 RVH : batas jantung kanan kearah laterao cranial
 LAH : pinggang jantung melebar
 RAH : batas jantung kanan ke lateral kanan membentuk double contour

7a. Pada kasus trauma abdomen, apa itu FAST dan apa saja yang dinilai?

 Focused Assessment with Sonography in Trauma (FAST)

b. Sebutkan persiapan USG abdomen beserta tujuannya.

 persiapan 4-6 jam  lihat Gall Bladder


 minum air putih banyak, tahan pipis  VU, prostat (laki2), kandungan
(perempuan)

8a. Sebutkan persiapan IVP dan sebutkan fase pemeriksaan IVP

 diet lunak, puasa 8 jam, cek ureum creatinine, laksansia

b. Apa saja yang dinilai dari pemeriksaan IVP dan grading hidronefrosis pada IVP.

 Persiapan: Diet lunak, puasa 8jam, laksansia, cek ureum dan kreatinin.
 Indikasi: renal agenesis renal hipertensi, poliuria, bph, hidronefrosis,
pyelonefrosis, anomaly congenital ureter dan pelvis renal dupleks, kidney ektopi,
horseshoe kidney, malrotasi.
 Yang dinilai: fungsi sekresi dan ekskresi ke-2 ginjal, pcs ke-2 ginjal, tanda
obtruksi ureter dekstra sinistra, permukaan vesika urinaria, kontur, ukuran,
letak ginjal, pengisisan PCS, pelebaran PCS kanan kiri, ureter kanan kiri, VU,
post miksi/post pengisian kateter.
c. Sebutkan macam pemeriksaan traktus urinarius

 IVP, RPG, APG, Uretrografi, Uretrosistografi, Sistografi, Bipoler Uretrografi,


Miksi Sisto uretrografi

9a Sebutkan fraktur Colles dan Smith

 Colles : berbentuk bayonet atau garpu, merupakan fraktur radius bagian distal
(1 inci dari ujung distal) dengan angulasi fragmen distal ke posterior, dapat
bersifat kominutif dan disertai fraktur processus styloideus ulnae.
 Smith : berbentuk seperti sekop kebun, merupakan fraktur radius bagian distal
dengan angulasi atau dislokasi fragmen distal ke volar

Gambar 1 Fraktur Colles Gambar 2 Fraktur Smith

b. Sebutkan pembagian Le Fort Fracture

 Le Fort I : Garis Fraktur berjalan dari sepanjang maksila bagian bawah sampai
dengan bawah rongga hidung. (maxilla)
 Le Fort II : Garis fraktur melalui tulang hidung dan diteruskan ke tulang
lakrimalis, dasar orbita, pinggir infraorbita dan menyeberang ke bagian atas dari
sinus maksilaris juga kea rah lamina pterogoid sampai ke fossa pterigo palatine.
(Pyramid) floating maxilla (maksila yang melayang)
 Le Fort III : Garis Fraktur melalui sutura nasofrontal diteruskan sepanjang
ethmoid junction melalui fissure orbitalis superior melintang kea rah dinding
lateral ke orbita, sutura zigomatikum frontal dan sutura temporo-zigomatikum.
10a. Apa indikasi, waktu pelaksanaan, dan prosedur pemeriksaan HSG?

 Indikasi : infertilitas, kuretase, kongenital, patent tuba


 Waktu perlaksanaan : 9-12 hari setelah hari pertama haid

b. Apa indiksai MRI brain, kelebihan MRI, dan kontra indiksai MRI?

 Indikasi MRI : iskemik atau infark, anomaly vascular, perdarahan, infeksi, tumor,
trauma, kelainan neurodegenerative, inflamasi, kelainan kongenital, kejang, nyeri
kepala, neuropati kranial,

 Kelebihan MRI :
o Tidak memakai sinar X

o Tidak merusak kesehatan pada penggunaan yang tepat

o Banyak pemeriksaan yang dapat dikerjakan tanpa memerlukan zat


kontras

o Disamping gambar informasi yang jelas mri dapat menunjukkan


parameter biologi

o Potongan yang dihasilkan 3d axial coronal sagittal dan dapat dibuat


banyak potongan dalam satu waktu

 Kontra Indikasi MRI


o Benda asing pasca trauma
o Katup jantung mekanik.
o Implant, plate and screw, prostetik yang mengandung metal.
o Pacemaker,implant gigi yang diperbuat dari besi
o Aksesori seperti kunci, perhiasan

11. a. pattern kelainan tr uri tr GI dengan kontras

 indentasi, filling defect, add shadow

b. grading vesikoureteral refluks

 Grade I : VU ke ureter
 Grade II: VU ke PCS tanpa pelebaran
 Grade III : VU ke PCS dengan pelebaran ringan
 Grade IV : VU ke PCS dengan pelebaran sedang
 Grade V : VU ke PCS dengan pelebaran berat + ureter tortus
12.a. Sebutkan pemeriksaan tr urinarius dan tr GI dengan kontras

 Traktus urinarius : IVP, RPG, APG, uretrosistografi, uretrografi, sistografi, bipoler


uretrosistografi, miksi sistouretrografi
 Traktus GI : esofagografi, barium meal (OMD), colon in loop, appendikografi, follow
through, lopografi

b. Sebutkan CT number pada

 udara: -100 s/d 1000 HU


 lemak : -1 s/d 11 HU
 cairan : 0-30 HU
 parenkim otak : 40-50 HU
 perdarahan : 60-70 HU
 tulang : 100-1000 HU

13 a. Sebutkan perbedaan antara atelektasis, pneumonia dan efusi pleura (sela iga, diafragma,
trakea-mediastinum)

Sela iga, Diafragma, Trakea-mediastinum

- Atelektasis: menyempit, tidak dapat dinilai, tertarik ke ipsilateral

- Pneumonia: normal, tidak ada kelainan, tidak ada kelainan

- Efusi pleura: Tidak dapat dinilai, terdorong ke kontralateral

b. Deskripsikan kelainan berikut: hematotoraks, kontusio pulmonum, pneumotoraks

 Hemotoraks: perselubungan homogen pada seluruh lapang paru, air fluid level +
 Kontusio pulmonum: kesuraman inhomogen local pada paru yang membaik
seiring waktu, bisa terdapat fraktur.
 Pneumotoraks: udara dalam rongga pleura, bayangan udara (avascular pattern).

14. Sebutkan singkatan FAST , tujuannya dan apa saja yang dinilai

 FAST: Focused Assesment Sonography For Trauma.


 Tujuan: untuk mengetahui +/_ cairan/ udara di:
- Daerah anatomis potensial (pericardium, pleural space, kantung
Morrison)
- Daerah anatomis tertentu (pelvis,posterior inferior thorax, recessus
splenorenal)
 Yang dinilai: fossa hepatorenal, Fosa spleno-renal, Pelvic, Pericardium
15 a. Sebutkan persiapan USG abdomen beserta tujuannya

 Puasa 6-8jam untuk periksa kantung empedu dan salurannya


 Minum banyak, tahan pipis untuk periksa vesika urinary, prostat, kandungan.

b. Sebutkan gambaran USG kolelitiasis, kolesistitis, hidronefrosis severe kanan, apendicitis


acute dan sistitis

 Kolelitiasis: gambaran lesi hiperekoik dengan acustik shadow.


 Kolesistitis: pelebaran dinding kantung empedu.
 Hidronefrosis severe kanan: pada ren kanan didapatkan gambaran pembesaran
kaliks dan disertai dengan penipisan korteks dir en itu sendiri
 App akut: edema apendik, sel target, lesi tubuler ujung buntu.
 Cystitis: penebalan dinding vesika urinaria.

16. a. Sebutkan grading hidronefrosis berdasarkan IVP dan USG

 Ivp: Cupping, Blunting, Flattening, Rounding, Balloning


 Usg: I: dilatasi pelvis tanpa dilatasi kaliks
II: dilatasi pelvis dan kaliks tanpa penipisan korteks.
III: dilatasi pelvis dan kaliks sedang di tambah blunting atau flattening
tambah penipisan korteks ringan
IV: dialtasi pelvis dan korteks berat ditambah ballooning ditambah atrofi
ginjal.

b. Sebutkan persiapan IVP, indikasi dan apa saja yang dinilai pada IVP

 Persiapan: Diet lunak, puasa 8jam, laksansia, cek ureum dan kreatinin.
 Indikasi: renal agenesis renal hipertensi, poliuria, bph, hidronefrosis,
pyelonefrosis, anomaly congenital ureter dan pelvis renal dupleks, kidney ektopi,
horseshoe kidney, malrotasi.
 Yang dinilai: fungsi sekresi dan ekskresi ke-2 ginjal, pcs ke-2 ginjal, tanda
obtruksi ureter dekstra sinistra, permukaan vesika urinaria, kontur, ukuran,
letak ginjal, pengisisan PCS, pelebaran PCS kanan kiri, ureter kanan kiri, VU,
post miksi/post pengisian kateter.

17. a.Sebutkan prosedur bipoler uretrosistografi (BUS) dan micti sistoureterografi (MCU)

-Bipolar Uretrosistografi

 -Dengan foley kateter,masukan kontras ke dalam VU sampai batas kenyamanan


pasien.
 -Ambil foto AP,oblique bila diperlukan
 -Dengan foley 12-14 masukan dalam uretra hingga balon sampai pada meatus
(fossa naviculare).
- Micti sistoureterografi

 -VU harus terisi penuh hingga pasien yakin akan miksi bila dimasukan kateter
 Laki: posisi oblique 45o untuk menilai uretra.
 -Wanita: AP
 Kateter double-double kateter

b. Sebutkan gambaran khas dari spondilitis TB (2)

-Gibbus dan abses paravertebra.

18. a. Sebutkan indikasi MRI lumbal dan potongan standar yang dilakukan serta grading dari
herniasi diskus

------

b. Sebutkan apa saja yang dinilai pada usg kehamilan 4mg, 6mg, 12mg, 30mg.

 4 minggu  Gestasional sac dinilai secara transvaginal dan ditemukan anekoik


double ring
 6 minggu Gestasional sac dinilai secara transabdominal dan ditemukan anekoik
double ring
 12 minggu  Fetal pole  CRL (Crown Rump Length)
o Yolk sac
o Denyut Jantung Janin  color doppler (+). Vaskularisasi
 30 minggu  organ janin, taksiran berat badan, panjang badan, dan posisi janin.

-USG abdomen

19a. Apa saja yang dinilai pada fraktur tulang panjang

- posisi,aligment,angulasi,rotasi,pemanjangan,pemendekan,displacement/fragment
distal.

b. Apa yang perlu dinilai pada fraktur tulang belakang

- Kompresi dan listesis

20. Sebutkan apa saja yang perlu dinilai pada CT trauma kepala beserta gambarannya

1. Sulcus fissure cisterna melihat gambaran obliterasi atau darah


2. Lesi hiper/ hipodens pada inter atau ekstra cerebral.
3. Midline shifting
4. Kelainan ventrikel 3, 4, ventrikel lateral melihat adanya gambaran darah, tumor,
dan hidrosefalus.
5. Pons dan cerebellum.
6. Tulang
21. a. Sebutkan pattern kelainan pada traktus gastointenstinal dan traktus urinarius dengan
kontras

o Filling defect
o Indentasi
o Adding shadow

b. Sebutkan grading vesikoureteral refluks

1. VU ke ureter
2. VU ke pcs tanpa pelebaran pcs
3. VU ke pcs dengan pelebaran Ringan
4. VU ke pcs dengan pelebaran Sedang
5. VU ke pcs dengan pelebaran Berat

22. sebutkan grading dari herniasi diskus ?

 Grade 1 : Degenerasi diskus


 Grade 2 : Prolaps diskus
 Grade 3 : Ekstrusi diskus
 Grade 4 : sequestration (diskus yang meleleh)

POST TEST (4)

1.

a. Sebutkan definisi fraktur

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan/atau tulang rawan yang
umumnya disebabkan oleh rudapaksa.

b. Apa saja yang dinilai pada foto polos kasus fraktur

a. Kedudukan (tulang panjang): posisi, kesejajaran(alignment), angulasi, rotasi,


pemanjangan, pemendekan, displacement.
b. Soft tissue
c. Sendi

2.

a. Apa saja yang dinilai pada CT scan berkaitan dengan kasus trauma kepala?

a. Sulci fissura cisterna

b. Lesi hipo/hiperdens dan intra/ ekstra cerebral

c. Midline shiffting
d. Ventrikel lateral, 3,4 (darah, tumor, hidrocephalus)

e. Pons dan cereblum

f. Tulang-tulang

b. Sebutkan macam gambaran perdarahan pada CT scan kepala dengan gambaran


singkatnya?

a. Epidural hemorhrage: bikonvek

b. Subdural hematom: bikonkav (crescent mark)

c. Subarachnoid hemorrhage:

d. Intracerebral hemorrhage:

3.

a. Sebutkan syarat foto toraks? (4)

a. Identitas pasien

b. Foto thorax simetris

c. Foto thorax ketajaman cukup

d. Semua bagian thorax masuk

e. Tidak ada artefact

f. Tidak goyang

g. Inspirasi maksimal

b. Sebutkan gambaran foto toraks dari atelektasis, pneumonia dan efusi pleura

a. Atelektasis: tarikan ke ipsilateral pada alat-alat sekitarnya dari sisi lesi lesi.
Sudut costofrenikus normal.

b. Pneumonia: tidak diikuti dengan adanya dorongan/ tarikan. Sudut


costofrenikus normal.

c. Efusi pleura: penumpukan cairan antara jaringan pleura dan di dalam dada
(dorongannya ke kontra lateral). Sudut costofrenicus tumpul.

4.

a. Proyeksi apa yang diperlukan pada kasus gawat abdomen.

FAST (Fokus assesment sonografi for trauma), plain foto abdomen, CT-Scan/ MRI
b. Deskripsikan gambaran ileus obstruktif, ileus paralitik, peritonitis dan
pneumoperitoneum pada foto polos abdomen

a. Ileus obstruktif: hearing bone app, stepladder sign, multiple airfluid lvl

b. Ileus paralitik: airfuild level sedikit tapi panjang-panjang

c. Peritonitis: properotoneal fat line tidak terlihat

d. Pneumoperitoneum: riggler sign

5.

a. Apa saja yang perlu dinilai pada foto polos abdomen

Peritoneal fat line, psoas line, traktus urinarius, lien, hepar, distribusi udara, (adanya
massa, fecal material, batu), tulang punggung dan tulang pelvis

b. Sebutkan gambaran foto toraks cardiomegali (pembesaran ventrikel dan atrium kiri-
kanan).

a. Ventrikel kiri: membesar kearah laterocaudal

b. Ventrikel kanan: membesar kearah laterocranial

c. Atrium kiri: membesar mendorong ke lateral

d. Atrium kanan: membuat double counter dan menghilangkan pinggang jantung

6.

a. Pada kasus trauma abdomen, apa itu FAST dan apa saja yang dinilai?

b. Sebutkan persiapan USG abdomen beserta tujuannya.

Puasa 6 jam untuk melihat galbladder

Tahan miksi/ banyak minum untuk melihat VU, rahim, prostat

c. Sebutkan gambaran USG dari kolelitiasis, hidronefrosis moderate kanan, dan


nefrolitiasis kanan

7.

a. Sebutkan persiapan IVP dan sebutkan fase pemeriksaan IVP

b. Apa saja yang dinilai dari pemeriksaan IVP dan grading hidronefrosis pada IVP.

8.
a. Apa indikasi, waktu pelaksanaan, dan prosedur pemeriksaan HSG?

Indikasi: kongenital, kuretase, infertil, liat potensi (tuba, uterus, canalis cervisis), liat
IUD di cavum uteri.

Waktu pelaksanaan: 9-12 setelah hari pertama haid. Jika haid tidak teratur, dilakukan
pemeriksaan 3-4 hari setelah haid selesai.

Prosedur pemeriksaan HSG:

a. Informconsent

b. Persiapkan pasien (rektum dalam keadaan kosong diberikan laksansia, tidak


diperkenankan coitus terlebih dahulu sejak hari pertama haid)

c. Dilakukan pembuatan foto polos posisi litotomi dengan atau tanpa florecein
untuk mengetahui adanya tumor.

d. Dipasang spekulum, portio dijepit, dimasukan kontras melalui canula

e. Pemasukan media kontras (steril memakai iodin)

f. Dilakukan pemotretan saat kontras masuk ke tuba dan saat peritoneal spil
dengan posisi supine dan oblik kiri kanan

g. Bersihkan kembali dan cabut spekulum

b. Apa indiksai MRI brain, kelebihan MRI, dan kontra indiksai MRI?

Indikasi: tumor, stroke/ CVD hemorhagik atau non hemorhagik, penyakit demyelinisasi
(multiple sclerosis), kelainan vaskuler seperti aneurisma, AVM maupun stenosis,
infeksi metastase.

Kelebihan: tidak memakai sinar X, tidak merusak kesehatan pada penggunaannya yang
tepat, banyak dapat dikerjakan tanpa menggunakan zat kontras, dapat menunjukkan
parameter biologik, potongan yang dihasilkan 3 dimensi.

KI: jika memakai alat pacu jantung di badannya, kehamilan trimester pertama, pasien
mempunyai protase, pasien penyakit jantung atau epilepsi boleh tetapi harus diawasi
dokter, pasien tidak boleh memakai alat-alat yang memakai mengandung besi, pasien
dengan klostrofobia.

9.

a. Sebutkan macam pemeriksaan traktus urinarius

a. Foto polos abdomen

b. USG

c. Urografi intra vena (UIV)


d. Isotop renografi

e. CT scan

f. MRI

g. Angiografi

b. Sebutkan macam pemeriksaan GI tract dan indikasinya

a. Oesofagografi: infeksi oesofagus, trauma, neoplasia, metabolik (hiatal hernia,


achalasia, atresia oesophagus, spasme oescophagus, striktur oesophagus,
divertikula oesophagus, varises oesophagus, oescophagitis).

b. Barium meal (OMD):

c. Entroklisis: dapat sampai caecum (pakai NGT)

d. Follow throgh: Upper GI dan usus halus (tidak pakai NGT)

e. Lopografi: striktur ani

f. Colon in loop (CIL): curiga perforasi, infeksi, trauma, neoplasia, metabolik


(kolitis, neoplasma benigna, neoplasma maligna, divertikel, polip, invaginasi,
ileus obstruksi letak rendah (volvulus), tumor intrabdominal di luar kolon
(tumor ekstralumen).

g. Apendicogram: untuk memeriksa kelainan di appendiks

10.

a. Sebutkan gambaran pneumotoraks, hidropneumotoraks dan hematotoraks pada foto


dada

a. Pneumotoraks

b. Hidropneumotoraks

c. hematotoraks

b. Apa saja gambaran peningkatan TIK pada CT scan

Herniasi, midline shiffting, obliterasi sulci, pendesakan ventrikel