Vous êtes sur la page 1sur 4

Jaras reseptor kulit berada dalam kulit.

Jaras viseral berhubungan dengan persepsi


keadaan intern. Pada organ sensorik kulit terdapat empat jaras yaitu rasa raba/
tekan, dingin, panas, dan rasa sakit. Kulit mengandung berbagai ujung sensorik
termasuk ujung syaraf telanjang atau tidak bermielin(selaput). Pelebaran syaraf
terminal dan ujung yang berselubung ditemukan pada jaringan fibrosa berakhir
sekitar folikel rambut.

Pada pemeriksaan histologis, kulit hanya mengandung syaraf telanjang yang


berfungsi sebagai mekanoreseptor yang memberikan respon terhadap rangsangan
raba. Ujung syaraf sekitar folikel rambut menerima rasa raba dan gerakan rambut
yang menimbulkan perasaan (raba taktil) . Rasa sentuhan disebabkan rangsangan
pada ujung syaraf pada kulit berbeda-beda menurut ujung syaraf yang dirancang .
panas, dingin, dan sakit ditimbulkan karena tekanan dalam rasa dari suatu benda
misalnya mengenai otot dan tulang.

Indra raba terdapat di dalam kulit disamping itu juga sebagai pelepas panas
yang ada pada tubuh. Kulit mempunyai banyak ujung-ujung syaraf rasa raba yang
menerima rangsangan dari luar, diteruskan ke pusat saraf di otak. Reseptor –
reseptor tersebar luas pada lapisan epitel dan jaringan ikat tubuh manusia. Di
dalam kulit terdapat tempat- tempat tertentu yang sensitif terhadap panas dan sakit.

MODALITAS RASA KULIT

Rasa mekanik, suhu, dan rasa nyeri berbeda dengan alat indra lain yang
reseptornya bergabung dengan satu atau dua organ tertentu. Masing masing
modalitas rasa ini berdiri sendiri secara terpisah dan tersebar dari seluruh bagian
tubuh. Serat aferen tidak membentuk berkas saraf khusus tetapi tersebar pada
banyak saraf perifer dan jaringan saraf di pusat dengan demikian modalitas rasa ini
tidak membentuk alat indra tertentu yang khas.

RASA MEKANIK

Beberapa modalitas(kualitas) rasa tekan, rasa raba, rasa getar, dan rasa geli
berada di setiap bagian tubuh tertentu dengan menggunakan aestesiometer dapat
mengetahui bagian kulit yang paling peka. Titik tekan lebih padat dibandingkan
dengan kulit lain. Hal ini merupakan manifestasi adanya reseptor tekan pada kulit
dibawahnya.

1. Ambang diskriminasi spasial (ADS) merupakan kemampuan untuk


membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang terpisah yaitu
ambang diskriminasi spasial suksesif(pengganti) dan ambang diskriminasi
spasial stimultan. ADS suksesif lebih kecil dibandingkan ADS simultan.
Hal ini disebabkan ADS suksesif dihantarkan pada saraf yang sama
sedangkan ADS simultan(bersamaan)diantarkan oleh dua saraf yang
hubungannya dengan korteks sensoris melalui serat yang berbeda.
2. Reseptor raba :merupakan pengindra yang kecepatan dan reseptor akar
rambut bila pada punggung tangan diraba akan timbul rasa raba. Hanya jika
rambut itu bergerak, intensitas yang ditimbulkan oleh gerakan rambut
berbading langsung dengan kecepatan gerak rambut.
3. Reseptor getar: Rangsangan berbetuk gelombang sikuyang kuatnya sama
dan beberapa kali lebih kuat dari rangsangan ambang. Menghasilkan satu
impuls saja dan reseptor ini sangat cepat beradaptasi. Reseptor getar ini
merupakan reseptor perceptan struktur yang mempunyai sifat sesuai dengan
badan pacini.
4. Reseptor geli: melalui ujung saraf bebas yang merupakan ujung saraf
pengindra, ambang rangsangan hanya dapat mengetahui adanya rangsangan
untuk reseptor. Rangangan mekanik ringan bergerak seperti gerkan serangga
kecil di kulit. Gatal ditimbulkan oleh rangsangan frekuensi rendah yang
berulang pada serabut serabut saraf kulit dengan rangsangan lemah yang
dihasilkan oelh sesuatu yang bergerak pada kulit. Distribusi rasa gatal terjadi
pada kulit, maka membran mukosa tertentu dan rasa nyeri biasanya terjadi
nerulang ulang.

RASA SUHU

Kulit mempunya dua submodalitas yaitu rasa dingin dan rasa panas.
Reseptor ini berfungsi mengindra rasa dingin/panas dan refleks pengaturan suhu
tubuh. Reseptor ini dibantu oleh resptor dalam sistem saraf pusat dengan
pengukuran waktu reaksi dapat dinyatakan kecepatan rasa dinginlebih cepat
dibandingkan kecepatan hantaran rasa panas.

Rasa suhu kulit tetap(statis) bila seseorang berada dalam air hangat mula-
mula akan timbul rasa hangat, kemudian rasa hangat tidak dirasakan lagi dan bila
keluar dari air , rasa hangat akan kembali. Hal ini karena tubuh secara penuh
beradaptasi dengan suhu kulit yang baru. Adaptasi penuh ini hanya terjadi pada
suhu netral (suhu nyaman). Rasa hangat yang mantap akan dirasakan diatas 36
derajat C dan rasa dingin dirasakan pada suhu 17 derajat C.

Rasa suhu kulit yang berubah. Terdapat tiga parameter tertentu yaitu suhu
awal, kecepatan perubahan suhu,dan luas kulit yang terpapar terhadap rangsangan
suhu. Pada suhu kulit yang rendah ambang rasa hangat tinggi. Sedangkan ambang
rasa dingin meningkat. Kecepatan perubahan suhu berpengaruh terhadap timbulnya
rasa panas atau dingin. Luasnya daerah kulit yang terpapar juga berpengaruh pada
timbulnya rasa panas/dingin.

Titik titik rasa dingin dan panas. Permukaan kulit yang peka terhadap rasa
panas dan dingin berlokasi pada titik titik tertentu. Kepadatan titik titik rasa suhu
lebih rendah dibanding titik rasa raba/ tekan. Titik rasa dingin lebih banyak
dbandingkan rasa panas. Kulit wajah merupakan daerah yang paling peka terhadap
rasa suhu dan kepadatan titik titik rasa dingin yang palingtinggi

Sifat reseptor suhu:

A. Selalu mengeluarkan impulspada suhu kulit yang konstan dan frekuensinya


bergantung pada suhu kulit itu sendiri.
B. Pada penurunan/peningkatan suhu akan terjadi perubahan frekuensi impuls.
C. Tidak peka terhadap rangsangan lain
D. Ambang rangsang tidak sesuai dengan kepekaan rasa suhu manusia terhadap
rangsangan tubuh di kulit.
E. Mempunyai daerah reseptif yang sempit. Setiap serat eferan hanya
menyarafi satu atau beberapa titik rasa suhu saja.

RASA PROPRIOSEPSI

Rasa propiosepsi berasal dari dalam tubuh, disebut juga rasa dalam. Rasa ini
tidak terdapat pada kulit tetapi bagian yang lebih dalam, misalnya otot, tendo, dan
sendi. Informasi propriosepsi dihantarkan ke medula spinalis melalui kolom dorsal
dan masuk ke dalam serebelum. Sebagian berjalan ke laminikulus medial, talamus,
dan sebagian lagi ke korteks. Impuls berasal dari kumparan