Vous êtes sur la page 1sur 51

BAB III

TINJAUAN KASUS
A. Pengkajian

1. Identitas Umum Keluarga


Identitas Kepala Keluarga
a. Nama : Tn.I
b. Umur : 35 th
c. Jenis Kelamin : Laki-laki
d. Agama : Islam
e. Pendidikan Terakhir : SLTA
f. Pekerjaan : Wiraswasta
g. Alamat : Dukuh VI Sonosewu Ngestiharjo
Kasihan Bantul Yogyakarta
h. Suku/Kebangsaan : Jawa/Indonesia
i. Jumlah anggota keluarga :4
2. Daftar Anggota Keluarga
No Nama Umur Agama L/P Hubungan Pendidikan Pekerjaan Ke
Dengan
KK
1. Ny.I 29 th Islam P Istri SLTA IRT
2. An.S 7 th Islam L Anak SD Pelajar
3. An.T 3 th Islam P Anak - -
4. An.M 2 th Islam L Anak - -

3. Anggota Keluarga Yang Meninggal Dalam 6 Bulan Terakhir


Keluarga Tn.I mengatakan dalam enam bulan terahir tidak ada
anggota keluarga yang meninggal dunia.
4. Tempat tinggal Masing-masing Anggota Keluarga
Keluarga Tn. I mengatakan dirinya berserta istri dan anaknya tinggal
dalam satu rumah.
5. Struktur dan Tipe Keluarga
a. Struktur Keluarga
1) Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga Tn.I berlangsung baik dan
dilakukan tiap hari.biasanya membicarakan tentang masalah
pekerjaan dan sekolah anaknya. Dalam berkomunikasi bahasa
yang digunakan menggunakan bahasa Indonesia dan tidak
mengalami hambatan dalam berkomunikasi.
2) Struktur kekuatan keluarga
Keluarga Tn.I saling menyayangi dan saling mendukung
sebagai kekuatan dan kekompakan dalam membantu
pengobatan dan kebutuhan anak-anaknya.Ny.I mengatakan
setiap ada masalah dalam keluarga selalu dibicarakan secara
bersama-sama, tetapi Ny.I yang paling sering mengambil
keputusan.
3) Struktur peran keluarga
Tn.I sebagai kepala rumah tangga bekerja sebagai
wiraswasta.Ny.I bekerja sebagai ibu rumah tangga.An.S saat
ini masih duduk di bangku kelas satu SD, sedangkan kedua
anaknya masih belum sekolah.
4) Nilai dan norma keluarga
Keluarga Tn.I menerapkan aturan-aturan sesuai dengan
ajaran agama dan mengharapkan anaknya kelak menjadi anak
yang taat dalam menjalankan ibadah dan berharap kelak
menjadi anak yang sukses.
b. Tipe Keluarga
Keluarga Tn.T merupakan tipe keluarga Nuclear Family yaitu
keluarga inti yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak yang tinggal
dalam satu rumah.
6. Tahap Perkembangan Keluarga
a. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini
Tahap perkembangan keluarga saat ini yaitu keluarga dengan
anak usia sekolah: memenuhi kebutuhan sekolah anak,
membimbing anak untuk meningkatkan prestasi sekolah dan
mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sehat.
b. Tugas Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah
memiliki rumah sendiri.

7. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Perawatan Keluarga
1) Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah
Keluarga Tn.I mengatakan An.M terdiagnosa Asma sejak
berumur 5 bulan. Keluarga Tn.I mengatakan bahwa
penyakit asma merupakan suatu masalah dan penyakit
keturunan yang bisa kapan saja kambuh. Keluarga Tn.I
mengatakan bila anaknya kecapekan atau menderita batuk
pilek asmanya langsung kambuh, sedangkan suaminya bila
terlalu kecapekan juga langsung kambuh.Keluarga Tn.I
mengatakan belum tahupengertian, tanda dan gejala,
penyebab, makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan
serta lingkungan yang sehat untuk penderita asma. Jenis
makanan yang dikonsumsi An.M sama dengan anggota
keluarga yang lain. Keluarga Tn.I tampak menggelengkan
kepala saat ditanya tentangpengertian, tanda dan gejala,
penyebab, makananyang dianjurkan dan tidak dianjurkan ,
dan lingkungan yang sehat untuk penderita asma.
2) Ketidakmampuan keluarga dalam mengambil keputusan
Keluarga Tn.I mengatakan An.M tidak diperiksakan ke
pelayanan kesehatan secara rutin, hanya kalau merasa sakit
atau mendapat serangan asma langsung diperiksan ke
dokter dan tidak berani memberikan obat bebas. Berbeda
dengan An.M, keluarga Tn.I mengaku bila Tn.I mendapat
serangan asma tidak langsung periksa ke dokter, melainkan
dengan cara istirahat dan mengolesi minyak di dadanya.
Ny.I mengatakan sering menyarankan periksa ke pelayanan
kesehatan kalau kambuh tetapi Tn.I tidak mau.

3) Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota yang


sakit
Keluarga Tn.I mengatakan An.M paling sering
mengkonsumsi nasi, sayur bayam dengan lauk
telur.Keluarga Tn.I mengatakan An.M paling senang
makan telur.Keluarga Tn.I mengatakan An.M tidak pernah
jajan es, kalaupun jajan ya cuma es krim.Keluarga Tn.I
mengatakan An.M minum obat hanya kalau sakit yaitu
salbuven 3x25 mg. Dan apabila serangan asmanya sudah
sembuh obat salbuven 3x25 mg dari dokter disuruh untuk
berhenti.Obat An.M masih tampak belum habis.Keluarga
Tn.I mengatakan An.M tidak rutin kontrol, terakhir kali
memeriksakan anaknya pada bulan Desember
2011.Keluarga Tn.I mengatakan An.M lebih sering bermain
di rumah dengan kakak-kakaknya dibandingkan dengan
teman-temannya. An.M tampak asyik berlarian kesanan
kemari dengan kakak-kakaknya
4) Ketidakmampuan keluarga menciptakan lingkungan yang
kondusif
Keluarga Tn.I mengatakan Tn.I adalah seorang perokok
aktif dan sering merokok di dalam rumah.Dalam sehari
tidak habis satu bungkus. Disamping itu, keluarga Tn.I juga
mengatakan kebersihan lingkungan sangat mendukung
kesehatan, akan tetapi rumah masih kurang sehat seperti
tidak memiliki ventilasi sehingga terasa pengap, dan juga
tidak memiliki jendela sehingga cahaya matahari tidak
langsung masuk ke rumah.
5) Ketidamampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan
Keluarga Tn.I mengatakan bila ada anggota keluarga yang
sakit langsung periksa ke dokter.Keluarga Tn.I mengatakan
keluarganya belum memiliki Jaminan Kesehatan
Masyarakat (Jamkesmas).
b. Fungsi Biologis
Tn.I berusia 35 tahun dan Ny.E berusia 29 tahun merupakan
usia produktif yang sudah dikaruniai 2 anak laki-laki dan satu
anak perempuan. Keluarga Tn.I mengatakan menggunakan KB
suntik 3 bulan dan tidak ingin menambah momongan lagi
c. Fungsi Ekonomis
Keluarga Tn.I mengatakan dirinya bekerja sebagai ibu rumah
tangga, sedangkan Tn.I membuka usaha jualan pulsa untuk
memenuhi kebutuhan keluarganya.Keluarga Tn.I mengatakan
penghasilan Tn.I tidak menentu.
d. Fungsi Psikologis
Keluarga Tn.I mengatakan walaupun kehidupan keluarganya
kurang mencukupi tetapi masing-masing anggota keluarga
merasa nyaman, saling perhatian, dan saling menyayangi.
e. Fungsi Pendidikan
Keluarga Tn.I mengatakan keluarganya sudah menjalankan
fungsi pendidikan dengan menyekolahkan anaknya yang masih
duduk di bangku kelas satu SD.
f. Fungsi Agama
Keluarga Tn.I mengatakan seluruh anggota keluarganya
beragama Islam.Keluarga Tn.I mengaku jarang mengerjakan
sholat 5 waktu.
g. APGAR keluarga
Hasil pengkajian APGAR keluarga bernilai 7 .Nilai 7-10
mengindisikan bahwa keluarga memiliki fungsi yang baik.
8. Sistim Pendukung Keluarga
Keluarga Tn.I mengatakan jumlah anggota keluarga yang sehat
berjumlah 5 orang.Keluarga Tn.I mengatakan jarak antara rumah
dengan Puskesmas ± 800 meter dan dapat ditempuh dengan sepeda
motor.
9. Genogram
stroke Liver

29 th 35
th asma

7 th 3 th 2 th asma

Keterangan
: laki-laki : klien

: perempuan : garis
pernikahan

: laki-laki meninggal : garis


keturunan

: perempuan meninggal : tinggal


serumah
10. Status Kesehatan Keluarga Inti
a. Status kesehatan anggota keluarga
Pada saat dilakukan pengkajian hari Rabu, 9 Mei 2012
didapatkan data kesehatan:
1) Tn.I
Kepala Tn.I berbertuk mesochepal, rambut lurus, kulit
kepala tidak berketombe, visus 6/6, tidak menggunakan kaca
mata, konjungtiva tampak berwarna merah, sclera tampak
berwarna putih, hidung antara kiri dan kanan simetris, tidak
ada secret yang keluar, murkosa bibir tidak ada stomatitis,
bibir tampak lembab, telinga simetris antara kiri dan kanan,
tidak ada serum yang keluar dari telinga, tampak tato pada leher,
tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid dan limfe. Terlihat
pergerakan dinding dada. Tidak tampak ketinggalan gerak saat
bernafas, tidak teraba nyeri tekan, perkusi terdengar sonor,
auskultasi bunyi nafas terdengar vesikuler. Tidak tampak
edema pada ekstremitas atas dan bawah.Tampak tato pada
tangan kanan.Kekuatan otot tangan kanan 5, tangan kiri 5,
kaki kanan 5, kaki kiri 5.Tn.I pada saat ini dalam keadaan
sehat, tidak dalam kondisi kambuh asmanya. Tanda-tanda
vital saat pengkajian:
TD : 120/80 mmHg TB : 170
cm=1,7 m
Nadi : 80 x/menit BB : 68
Suhu : 36,2°C IMT
68
: = 23,5
(1,7)²

RR : 20 x/menit Status Gizi


Baik

2) Ny.I
Kepala berbertuk mesochepal, rambul lurus, kulit kepala
tidak berketombe, rambut tampak rontok, rambut kering,
visus 6/6 dan tidak menggunakan kaca mata, sclera tampak
berwarna putih, konjungtiwa tampak pucat, tidak tampak
cloasma gravidarum, hidung antara kiri dan kanan simetris,
tidak ada secret yang keluar, mukosa bibir tidak ada
stomatitis, bibir kering, gigi tidak ada yang tanggal, telinga
simetris antara kiri dan kanan, tidak ada serum yang keluar
dari telinga, tidak teraba pembesarn kelenjar tyroid dan limfe,
tidak tampak kelemahan pada kedua anggota gerak. Tanda-
tanda vital saat pengkajian:
TD : 130/80 mmHg TB :148 cm=1,48 m
Nadi : 82 x/menit BB : 57 kg
57
RR : 18 x/menit IMT : (1,48)² = 27,02

Status gizi Obesitas


3) An.S
Kepala : rambut bersih, tidak berketombe, betuk kepala
mesochepal
Mata : bentuk simetris antara kanan dan kiri, konjungtiva
tidak anemis, sclera tidak ikterik, tidak
menggunakan alat bantu seperti kacamata.
Hidung : bentuk simetris, fungsi pembau baik, tidak ada
polip, tidak ada secret.
Telinga : bentuk simetris antara kanan dan kiri, tidak
menggunakan alat bantu dengar
Mulut : membrane mukosa tampak lembab, tidak terdapat
stomatitis, tampak caries gigi bagian atas
Leher : tidak tampak pembesaran kelenjar Tyroid
Dada :
Inspeksi : bentuk dada normo chest
Palpasi : tidak teraba nyeri tekan, tidak ada
ketinggalan gerak, taktil fremitus
kanan=kiri
Perkusi : terdengar sonor
Auskultasi : suara paru terdengar vesikuler,
tidak terdengar suara jantung
taambahan

Ekstremitas :
Atas : anggota gerak lengkap, tidak ada
kelainan
Bawah : anggota gerak lengkap, tidak ada
kelainan
Tanda-tanda vital:
Nadi : 80 x/menit TB : 110
cm
Respirasi : 20 x/menit BB : 17 kg
Suhu : 36,5°C Z score :
17−22,9
= -1,6
26,5−22,9

Status Gizi
Baik (-2 SD s/d +2
SD)
4) An.T
Kepala : rambut bersih, tidak berketombe, betuk kepala
mesochepal
Mata : bentuk simetris antara kanan dan kiri, konjungtiva
tidak anemis, sclera tidak ikterik, tidak
menggunakan alat bantu seperti kacamata.
Hidung : bentuk simetris, fungsi pembau baik, tidak ada
polip, tidak ada secret.
Telinga : bentuk simetris antara kanan dan kiri, tidak
menggunakan alat bantu dengar
Mulut : membrane mukosa tampak lembab, tidak terdapat
stomatitis, tidak tampak caries gigi
Leher : tidak tampak pembesaran kelenjar Tyroid
Dada :
Inspeksi : bentuk dada normo chest
Palpasi : tidak teraba nyeri tekan, tidak ada
ketinggalan gerak, taktil fremitus
kanan=kiri
Perkusi : terdengar sonor
Auskultasi : suara paru terdengar vesikuler,
tidak terdengar suara jantung
taambahan

Ekstremitas :
Atas : anggota gerak lengkap, tidak ada
kelainan
Bawah : anggota gerak lengkap, tidak ada
kelainan

Tanda-tanda vital :
Nadi : 84 x/menit TB : 80 cm
Respirasi : 20 x/menit BB : 11 kg
Suhu : 36°C Z score :
11−13,9
= 1,8
15,5−13,9

Status Gizi
Baik (-2 SD s/d +2
SD)
5) An.M
Kepala : rambut bersih, tidak berketombe, betuk kepala
mesochepal
Mata : bentuk simetris antara kanan dan kiri, konjungtiva
tidak anemis, sclera tidak ikterik, tidak
menggunakan alat bantu seperti kacamata.
Hidung : bentuk simetris, fungsi pembau baik, tidak ada
polip, tidak ada secret.
Telinga : bentuk simetris antara kanan dan kiri, tidak
menggunakan alat bantu dengar
Mulut : membrane mukosa tampak lembab, tidak terdapat
stomatitis, tidak tampak caries gigi
Leher : tidak tampak pembesaran kelenjar Tyroid
Dada :
Inspeksi : bentuk dada normo chest, tidak
sesak nafas
Palpasi : tidak teraba nyeri tekan, tidak ada
ketinggalan gerak, taktil fremitus
kanan=kiri
Perkusi : terdengar sonor
Auskultasi : suara paru terdengar vesikuler,
tidak terdengar suara jantung
tambahan
Ekstremitas :
Atas : anggota gerak lengkap, tidak ada
kelainan
Bawah : anggota gerak lengkap, tidak ada
kelainan
Tanda-tanda vital :
Nadi : 90 x/menit TB : 60 cm
Respirasi : 25 x/menit BB : 10 kg
Suhu : 36°C Z score :
10−12,6
=2
13,9−12,6

Status Gizi
baik (-2 SD s/d +2
SD)

b. Penyakit yang diderita


Keluarga Tn.I mengatakan Tn.I menderita Asma sejak kecil,
sedangkan An.M menderita asma sejak usia 5 bulan.
c. Adakah anggota keluarga yang menderita penyakit keturunan
Keluarga Tn.I mengatakan An.M dan Tn.I menderita asma.
Keluarga Tn.I mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang
menderita penyakit jantung, Dm, maupun Hipertensi.
d. Anggota keluarga yang menderita cacat
Keluarga Tn.I mengtakan di dalam keluaganya tidak ada yang
menderita cacat baik psikis maupun fisik.
e. Adakah anggota keluarga yang berpenyakit kronis/menular
Keluarga Tn.I mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang
menderita penyakit menular seperti kusta, TBC, Hepatitis.
f. Perilaku pencarian pengobatan/pelayanan kesehatan
Keluarga Tn.I mengatakan apabila keluarganya ada yang sakit
langsung periksa ke dokter.Keluarga Tn.I mengatakan
keluarganya tidak rutin periksa ke dokter hanya waktu sakit saja
baru periksa. Keluarga Tn.I mengatakan saat An.M sakit baru
minum obat dan diberikan secara teratur sesuai anjuran
dokter.Keluarga Tn.I mengatakan tidak berani memberikan obat
warung saat keluarganya sakit.

11. Hobby Masing-masing Anggota Keluarga


Keluarga Tn.I mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang
mmempunyai hobby khusus.
12. Hubungan Antar Anggota Keluarga
Keluarga Tn.I mengatakan hubungan dengan suami, anak-anak, dan
anggota keluarga yang lain terjalin harmonis.
13. Anggota Keluarga Yang Berpengaruh Dalam Pengambilan
Keputusan
Keluarga Tn.I mengatakan bila dalam keluarganya ada masalah
diselesaikan dengan jalan musyawarah bersama, tetapi paling banyak
pengambil keputusan diambil oleh ibu.
14. Kebiasaan Anggota Keluarga
a. Kebutuhan Nutrisi dalam keluarga
 Tn.I
Tn.I makan 2 kali/hari , waktu makan teratur, porsi satu
piring penuh. Jenis makanan yang dimakan nasi, sayur, lauk-
pauk.Tn.I tidak memiliki alergi terhadapa makanan.
 Ny.I
Ny.I makan 2 kali/hari mengabiskan satu piring.Ny.I tidak
mempunyai alergi makanan ataupun makanan pantangan.Ny.I
mengatakan setiap hari membeli sayur yang sudah siap untuk
dimakan.Ny.I menyimpan makanan di atas meja dalam
keadaan tertutup dengan tudung saji.
 An.S
Keluarga Tn.I mengatakan An.S makan 3 kali/hari dan
menghabiskan satu piring rata dengan jenis makanan nasi,
sayur, lauk pauk. Keluarga Tn.I mengatakan tidak ada
masalah dengan makan An.S
 An.T
Keluarga Tn.I mengatakan An.T makan 3 kali/hari dan
menghabiskan 3 sendok.Keluarga Tn.I mengatakan An.T
lebih suka ngemil. Keluarga mengatakan An.T susah mkan.
 An.M
Keluarga Tn.I mengatakan An.M makan tiga kali sehari
dengan porsi cukup. Jenis makanan yang dimakan yaitu nasi ,
sayur bayam dan tempe. Ny.I mengatakan An.M paling
sering makan bakso dan lauk telur.Keluarga Tn.I mengatakan
An.M tidak memiliki riwayat alergi makanan ataupun
makanan pantangan. Keluarga mengatakan An.M tidak susah
makan
b. Minum keluarga
Keluarga Tn.I mengatakan secara rutin mengkonsumsi air putih
sebanyak 8 gelas per hari, air putih tersebut diperoleh dari sumur
gali dan direbus hingga masak sebelumya.
c. Pola istirahat
Keluarga ny.I mengatakan An.T dan An.M tidur dari jam 23.00
wib- 06.00 WIB. Keluarga Tn.I mengatakan kedua anaknya yang
kecil-kecil memang sering tidur larut.Ny.I mengatakan An.S dan
An.M sering tidur siang sekitar 2 jam.Keluarga Tn.I mengatakan
kedua An.I dan An.M kalau siang hari dikurung di rumah.
Keluarga mengatakan tidak ada masalah pada pola istirahat
anggota keluarga Tn.I yang lain.
d. Rekreasi
Keluarga Tn.I mengatakan tidak merencanakan waktu khusus
untuk rekreasi karena Tn.I bila ada waktu libur lebih
dimanfaatkan untuk istirahat.
e. Pemanfaatan waktu senggang
Keluarga Tn.I mengatakan waktu senggang di gunakan untuk
istirahat dan nonton televisi bersama suami dan anaknya.
f. Pola eliminasi
Masing-masing anggota keluarga BAB 1x/hari, keluarga Tn. A
tidak mengeluhkan masalah pada pola BAB. BAK masing-
masing anggota keluarga kurang lebih 4 hingga 5 kali/hari.
Keluarga Tn. A tidak ada yang mengeluhkan pada pola BAK.
g. Higine perorangan
Keluarga Tn.I mengatakan semua anggota keluarga mandi 2 kali
sehari, menggunakan sabun mandi, setiap anggota keluarga rutin
menggosok gigi 2 kali sehari pada saat mandi. Kebiasaan
keluarga mencuci rambut 3 kali dalam seminggu.
h. Kebiasaan anggota keluarga yang merugikan kesehatan
Keluarga Tn.I mengatakan Tn.I mempunyai kebiasaaan merokok.
B. FAKTOR SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA
1. Penghasilan
a. Penghasilan utama
Keluarga Tn.I mengatakan sumber penghasilan utama diperoleh
dari Tn.I yang bekerja sebagai wiraswasta dengan penghasilan rata-
rata Rp. 700.000 per bulan.Sedangkan Ny.I bekerja sebagai ibu
rumah tangga.
b. Penghasilan sampingan/tambahan
Keluarga Tn.I mengatakan keluarganya tidak memiliki penghasilan
tambahan
c. Jumlah penghasilan dalam keluarga
Jumlah penghasilan dalam keluarga Rp700.000,00-
Rp1.000.000,00.
2. Pemanfaatan/penggunaan dana keluarga per bulan
a. Biaya kebutuhan pokok : Rp 600.000,00
b. Biaya pendidikan anak : Rp 45.000,00
c. Biaya kesehatan : Rp ……-……….
d. Biaya pakaian : Rp …… -…………
e. Biaya rekreasi : Rp ……-…………
f. Biaya perbaikan rumah : Rp ……-…………
g. Tabungan : Rp 20.000,00
h. Biaya tak terduga : Rp ……-…………

3. Kecukupan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan


sehari-hari
Keluarga Tn.I mengatakan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari dirasa kurang.
4. Pengelolaan keuangan dalam keluarga
Keluarga Tn.I mengatakan pengelolaan keuangan dalam keluarga
dipegang oleh suami. Ny.I mengatakan setiap harinya dijatah
Rp.20.000,00 oleh suami.
5. Keadaan ekonomi
Pendapatan ekonomi keluarga Tn.I sangatlah kurang. Ny.I mengatakan
sudah tidak membeli beras karena sudah mendapat raskin(beras untuk
keluarga miskin) dari pedukuhan, sedangkan untuk biaya sekolah An.S
mendapat dana BOS(Bantuan Operasional Sekolah). Barang-barang
yang dimiliki Keluarga Tn.I adalah sebuah sepeda motor, kulkas, TV,
tabungan.
6. Hubungan anggota keluarga dengan masyarakat
Ny.I mengatakan sebelum mempunyai An.M, rajin ikut kegiatan
PKK.Tetapi semenjak An.M lahir, Ny.I berhenti ikut kegiatan PKK
karena terlalu sibuk mengurusi anak-anak dan rumah tangga.Keluarga
Tn.I mengatakan hubungan keluarga dengan ketua RT, ketua KK
LKMD, ketua RW, dan anggota masyarakat terjalin
harmonis.Keluarga Tn.I mengatakan Tn.I aktif ikut kegiatan
Ronda.Fasilitas untuk pertemuan masyarakat sering dilakukan di
rumah tokoh masyarakat.

7. Pendidikan
No Nama Pendidikan Pendidikan Non Tamat/belum Ket
Anggota Formal Formal tamat/tidak
Keluarga tamat
1. Tn.I SLTA - Tamat -
2. Ny.I SLTA - Tamat -
3. An.S SD - Belum tamat -

8. Budaya
Keluarga Tn.I mengatakan dirinya asli keturunan jawa, sedangkan
suaminya keturunan Tiong Hoa.Keluarga Tn.I mengatakan tidak adat
istiadat dari masing-masing kebudayaan yang bertentangan dengan
kesehatan. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa
Indonesia. Disekitar tempat tinggal Tn.I kebanyakan berasal dari suku
Jawa.
9. Agama/Spiritual Keluarga
Keluarga Tn.I mengaku beragama Islam dan tidak taat
beribadah.Keluarga Tn.I mengatakan tidak ada mitos-mitos ataupun
kepercayaaan yang dapat mempengaruhi kesehatan.

C. FAKTOR RUMAH DAN LINGKUNGAN


1. Rumah
a. Luas pekarangan dan bangunan
Keluarga Tn.I mengatakan tidak memiliki pekarangan. Luas
bangunan rumah 12 m² .
b. Status kepemilikan : numpang tempate saudara
c. Jenis rumah : dipetak-petak
d. Jenis bangunan : permanen
e. Atap rumah : genteng
f. Langit-langit : ternit
g. Lantai rumah : keramik
h. Ventilasi : tidak ada
i. Jendela : tidak mempunyai jendela.
j. Pencahayaan : sinar matahari tidak masuk ke
dalam rumah
k. Penerangan malam hari : sumber penerangan dari lampu PLN
l. Pembagian ruang : - kamar tidur :
- dapur :
- WC :
m. Denah rumah

U
dapur

WC
Sumur gali kamar

2. Perabot rumah
Keluarga Tn.I mengatakan alat-alat masak menggunakan kompor
gas.Keluarga Tn.I mengatakan tempat penyimpanan peralatan dapur
diletakkan di rak kecil.Perabot rumah tangga sudah tertata rapi.

3. Pengelolaan Sampah
Keluarga Tn.I mengatakan cara pembuangan sampah langsung di
tempat pembuangan sampah akhir. Tetapi sebelum di buang di tempat
pembuangan sampah akhir, keluarga Tn.I mengatakan sampah-sampah
di masukkan tempat pembuangan sampah sementara yang terletak di
depan rumah. Jarak tempat pembuangan sampah dengan sumber air
minum ± 2 meter.
4. Sumber Air
Sumber air keluarga Tn.I berasal dari sumur gali. Jarak sumber air
minum dengan bak penampungan limbah (septic tank) ± 6 meter.
Tidak tampak pencemaran air, kualitas air jernih, tidak berwarna, tidak
berbau, dan tidak berasa.

5. Jamban Keluarga
Keluarga Tn.I memiliki jamban keluarga dengan jenis jamban angsa
latrine.Letak jamban berada di luar rumah.Jarak jamban dengan
sumber air minum kurang dari 10 meter dan tidak terawat.
6. Pembuangan air limbah
Jenis air limbah adalah limbah rumah tangga dan di tempatkan pada
bak penampungan limbah. Jarak bak penampungan air limbah dengan
sumber air minum kurangg dari 10 meter.Letak di belakang rumah.
7. Kandang Ternak
Keluarga Tn.I mengatakan tidak memiliki kandang ternak.
8. Kamar mandi
Keluarga Tn.I memiliki kamar mandi sebanyak satu kamar mandi,
terletak di luar rumah, tempat penampungan air menggunakan ember
dengan kondisi terbuka dan dikuras tiap hari.
9. Halaman rumah
Keluarga Tn.I tidak memiliki halaman rumah.
10. Lingkungan rumah
Rumah keluarga Tn.I berada di perbatasan antara kota dengan desa.
Jarak dengan tetangga berhimpitan, suasana ramai, lokasi dekat rumah.
11. Fasilitas sosial, pendidikan dan kesehatan
a. Fasilitas pendidikan : SD
Jarak dari rumah : 2 km
b. Fasilitas perdagangan : warung
Jarak dari rumah : 100 m
c. Fasilitas kesehatan : Puskesmas
Jarak dari rumah : ± 800 m
d. Fasilitas peribadatan : masjid
Jarak dari rumah : ±500 m
e. Fasilitas lainnya : terminal
Jarak dari rumah :± 5 km

D. KESEHATAN IBU DAN ANAK


1. Keluarga Berencana
Keluarga Tn.I merupakan pasangan usia subur. Umur Tn.I saat ini 35
tahun, sedangkan Ny.I berumur 29 tahun.Keluarga Tn.I mengatakan
menjadi aseptor KB dan sebelumnya pernah mendengar KB dari
bidan.Keluarga Tn.I mengatakan jenis alat kontrasepsi yang digunakan
adalah KB suntik.Tempat pemsangan di bidan. Keluarga Tn.I
mengatakan kontrol alat KB secara teratur setiap 1 bulan. Ny.I
mengatakan mengeluhkan sering pusing-pusing akibat dari alat KB
yang digunakan.
2. Balita
a. Kesimpulan hasil pengkajian DDST An.M pada hari Rabu, 9 Mei
2012 adalah normal. Keluarga Tn.I mempunyai 2 balita An.T
berumur 3 tahun dan An.S berumur 2 tahun. Keluarga Tn.I
mengatakan tidak rutin kunjungan ke posyandu. Ny.I mengatakan
waktu An.T dan An.M diperiksan ke bidan status gizinya baik,
tetapi saat diperiksakan ke posyandu balita status gizinya buruk.
Sehingga keluarga Tn.I mengatakan malas untuk memeriksakan
anaknya ke posyaandu balita. Keluarga Tn.I mengatakan bila
anaknya sakit baru periksa. Kedua balita mempunyai KMS dan
diisi oleh bidan dan kader. Pertumbuhan dan perkembangan An.T
sesuai KMS pada bulan Agustus tahun 2011 normal di atas garis
merah, sedangkan An.M pas garis merah. Perhitungan Status Gizi
balita menurut Z score An.I dan An.M tergolong status gizi baik .
Status kesehatan An.T dan An.M saat ini dalam keadaan sehat.
Keluarga Tn.I mengatakan kedua balita sudah diberikan tablet
vitamin A. Keluarga Tn.I mengatakan tidak ada makanan
pantangan pada kedua balita. Keluarga mengatakan tahu tentang
perkembangan anak, tetapi hanya sedikit seperti perkembangan
anak usia 2 tahun sudah bisa berbicara walaupun tidak jelas
b. Status Imunisasi Bayi dan Balita
Keluarga mengatakan kedua balitanya sudah diimunisasi dasar
lengkap

No Nama Umur Status imunisasi K

BCG Polio DPT Hepatitis Campak Lain-


1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 lain
1. An.T 3 th            l
2. An.M 2 th            l
: sudah diberikan
E. RIWAYAT KESEHATAN MENTAL DAN PSIKOSOSIAL
1. Memenuhi kebutuhan jiwa
Keluarga Tn.I menggatakan nyaman berada di tempat tinggalnya saat
ini,dan merasa bahagia dengan kondisi keluarga merasa aman dan tenang.
2. Pemenuhan status social
Keluarga Tn.I mengatakan diterima baik oleh masarakat sekitar, dan
keluarga selalu aktif dalam kegiatan masyarakat.
3. Riwayat kesehatan mental keluarga
Keluarga Tn.I mengatakan dalam anggota keluarganya tidak ada yang
mengalami gangguan jiwa.
4. Gangguan mental pada anggota keluarga
Keluarga Tn.I mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang merasa
bersalah, gagal, kecewa atau tertekan. Keluarga Tn I mengatakan An.S
dan An.T sering bertengkar. Ny.I beranggapan bahwamenurut
kebudayaan Cina kedua anaknya berbeda shio sehingga sering
bertengkar.
5. Penampilan/tingkah laku keluarga yang menonjol
Keluarga Tn.I mengatakan bahwa tidak ada yang menonjol seperti
agresif, ekstrim, peminum alkohol, suka melamun, suka menyendiri,
senang pergi tanpa tujuan, suka menangis tanpa sebab, ataupun suka
mencuri tanpa sengaja.
6. Tanggapan/harapan keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang ada
Keluarga Tn.I berharap dengan adanya petugas kesehatan yang
berkunjung ke rumah dapat membagi ilmu dan pengetahuan bagaimana
merawat anggota keluarga yang menderita asma.
F. PERSEPSI DAN TANGGAPAN KELUARGA TERHADAP
MASALAH
1. Persepsi keluarga terhadap masalah yang dihadapi
Keluarga Tn.I menyadari bahwa ada salah satu anggota keluarga yang
menderita Asma yaitu An.M.Keluarga mengatakan Asma dapat
mengancam jiwa karena dulu ada saudara Tn.I yang meninggal
disebabkan oleh asma.Keluarga beranggapan bahwa asma merupakan
penyakit keturunan yang sewaktu-waktu bisa kambuh dan berbahaya
sehingga harus ditangani segera.
Keluarga Tn.I menyadari bahwa anaknya masih kecil-kecil, sehingga
sangat perlu sekali inormasi tentang kesehatan balita.
Keluarga Tn.I mengatakan tidak ada masalah jika tidak mempunyai
jendela ataupun ventilasi, karena dulu pernah dibuat ventilasi di atas
rumah, tetapi suhu di dalam rumah terasa panas sehingga sekarang
ditutup lagi.
2. Tanggapan/mekanisme coping keluarga terhadap masalah
Keluarga Tn.I mengatakan menerima keadaan An.M yang sakit anemia,
tetapi Ny.I juga berusaha untuk meningkatkan status kesehatan dengan
cara memanfaatkan sumber-sumber kesehatan yang ada.

B. ANALISA DATA
DATA MASALAH PENYEBAB
DS: Ketidakefektifan
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M terdiagnosa Asma Manajemen
sejak berumur 5 bulan. Regimen
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M minum obat hanya Terapeutik
kalau sakit yaitu salbuven 3x25 mg . Dan apabila Asmapada
serangan asmanya sudah sembuh obat salbuven 3x25 An.M di
mg dari dokter disuruh untuk berhenti. keluarga Tn.I
DO:
- Terapi yang sudah diberikan Salbuven 3x25 mg
- Nadi : 90 x/menit, Respirasi :25 x/menit, Suhu : 36 °C
- Status Gizi Baik

DS: Ketidakmampu
- Keluarga Tn.I mengatakan bila anaknya kecapekan atau keluarga Tn
menderita batuk pilek asmanya langsung kambuh, mengenal
sedangkan suaminya bila terlalu kecapekan juga penyakit asm
langsung kambuh. pada An.M
- Keluarga Tn.I mengatakan belum tahupengertian, tanda
dan gejala, penyebab, makanan yang dianjurkan dan
tidak dianjurkan serta lingkungan yang sehat untuk
penderita asma. Jenis makanan yang dikonsumsi An.M
sama dengan anggota keluarga yang lain.

DO:
- KeluargaTn.I tampak menggelengkan kepala saat
ditanya tentangpengertian, tanda dan gejala, penyebab,
makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan, dan
lingkungan yang sehat untuk penderita asma.
DS: Ketidakmampu
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M tidak diperiksakan ke keluarga Tn
pelayanan kesehatan secara rutin, hanya kalau merasa mengambil
sakit atau mendapat serangan asma langsung diperiksan keputusan pa
ke dokter dan tidak berani memberikan obat bebas. An.M
DO: -

DS: Ketidakmampu
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M paling sering keluarga Tn
mengkonsumsi nasi, sayur bayam dengan lauk telur. merawat An.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M paling senang makan yang sakit asma
telur.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M tidak pernah jajan es,
kalaupun jajan ya cuma es krim.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M minum obat hanya
kalau sakit yaitu salbuven 3x25 mg. Dan apabila
serangan asmanya sudah sembuh obat salbuven 3x25
mg dari dokter disuruh untuk berhenti. Keluarga Tn.I
mengatakan An.M tidak rutin kontrol, terakhir kali
memeriksakan anaknya pada bulan Desember 2011.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M lebih sering bermain
di rumah dengan kakak-kakaknya dibandingkan dengan
teman-temannya.
- DO:
- Obat An.M masih tampak belum habis
- An.M tampak asyik berlarian kesanan kemari dengan
kakak-kakaknya
DS: Ketidakmampu
- Keluarga Tn.I mengatakan Tn.I adalah seorang perokok keluarga
aktif dan sering merokok di dalam rumah. Dalam sehari menciptakan
tidak habis satu bungkus. lingkungan ya
- Disamping itu, keluarga Tn.I juga mengatakan kondusif ba
kebersihan lingkungan sangat mendukung kesehatan, An.M
akan tetapi rumah masih kurang sehat seperti tidak
memiliki ventilasi sehingga terasa pengap, dan juga
tidak memiliki jendela sehingga cahaya matahari tidak
langsung masuk ke rumah.
DO:
- Luas bangunan rumah 12 m²
- Ventilasi tidak ada
- Tidak mempunyai jendela
- Sinar matahari tidak masuk ke dalam rumah
DS: Potensial
- Keluarga Tn.I mengatakan kedua balita sudah diberikan peningkatan
tablet vitamin A. tumbuh
- keluarga Tn.I mengatakan tidak ada makanan pantangan kembang balita
pada kedua balita. di keluarga Tn.I
- Keluarga mengatakan kedua balitanya sudah
diimunisasi dasar lengkap

DO:
- Kesimpulan hasil pengkajian DDST An.M pada hari
Rabu, 9 Mei 2012 adalah normal.
- Pertumbuhan dan perkembangan An.T sesuai KMS
normal di atas garis merah, sedangkan An.M pas garis
merah.
- Perhitungan Status Gizi balita menurut Z score An.I dan
An.M tergolong status gizi baik .
- Status kesehatan An.T dan An.M saat ini dalam
keadaan sehat
- Umur An.M = 2 tahun
BB=60 cm
TB=10 kg

DS Risiko
terjadinya TBC
- keluarga Tn.I juga mengatakan kebersihan lingkungan
di keluarga
sangat mendukung kesehatan, akan tetapi rumah masih Tn.M
kurang sehat seperti tidak memiliki ventilasi sehingga
terasa pengap, dan juga tidak memiliki jendela sehingga
cahaya matahari tidak langsung masuk ke rumah.

DO:
- Luas bangunan rumah 12 m²
- Langit-langit tertutupternit
- Ventilasitidak ada
- Jendelatidak mempunyai jendela.
- Pencahayaansinar matahari tidak masuk ke dalam
rumah

C. SKALA PRIORITAS
Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Asmapada An.M di
keluarga Tn.I
NO KRITERIA HITUNGAN SKOR PEMBENARAN

1. Sifat Masalah: 3/3 x1 1 - Keluarga Tn.I


Deficit mengatakan An.M
terdiagnosa Asma
sejak berumur 5
bulan.
- Keluarga Tn.I
mengatakan An.M
minum obat hanya
kalau sakit yaitu
salbuven 3x25 mg.
Dan apabila
serangan asmanya
sudah sembuh obat
salbuven 3x25 mg
dari dokter disuruh
untuk berhenti.
2. Kemungkinan 1/2 x2 1 Factor pendukung:
masalah dapat - Jarak puskesmas
diubah: sebagian dengan rumah ±
800 meter
- ada yang mengantar
An.M ke tempat
pelayanan
kesehatan
- keluarga Tn.I
mempunyai sepeda
motor.
- Pendidikan terakhir
keluarga Tn.I
adalah SMA
sehingga
mempengaruhi
penyerapan
informasi
Factor penghambat:
- sumber dana untuk
kesehatan tidak ada
- keluarga Tn.I
belum memiliki
Jamkesmas

3 Kemungkinan 3/3 x 1 1 - Dengan


masalah dapat mengurangi factor
dicegah:tinggi pencetus serangan
asma seperti
kelelahan,
terhindar dari
batuk pilek, rumah
tidak berdebu,
tidak ada yang
merokok di dalam
rumah diharapkan
Asma tidak
kambuh lagi
- Dengan
mengkonsumsi
makanan yang
sehat untuk
penderita asma,
diharapkan asma
dapat terkontrol

4. Menonjolnya 2/2 x 1 1 Keluarga beranggapan


masalah : masalah bahwa asma
berat, harus merupakan penyakit
segera ditangani keturunan yang
sewaktu-waktu bisa
kambuh dan berbahaya
sehingga harus
ditangani segera

Jumlah 4
NO KRITERIA HITUNGAN SKOR PEMBENARAN

1. Sifat Masalah: 1/3 x 1 1/3 - Status kesehatan


krisis An.T dan An.M
saat ini dalam
keadaan sehat
- Kesimpulan hasil
pengkajian DDST
An.M pada hari
Rabu, 9 Mei 2012
adalah normal
- Perhitungan Status
Gizi balita menurut
Z score An.I dan
An.M tergolong
status gizi baik .
Kemungkinan 1/2 x2 1 Factor pendukung:
- Keluarga
masalah dapat
mengatakan tahu
diubah:sebagian tentang
perkembangan
anak, tetapi hanya
sedikit seperti
perkembangan
anak usia 2 tahun
sudah bisa
berbicara
walaupun tidak
jelas
- Jarak puskesmas
dengan rumah ±
800 meter
- keluarga Tn.I
mempunyai sepeda
motor.
- Pendidikan terakhir
keluarga Tn.I
adalah SMA
sehingga
mempengaruhi
penyerapan
informasi
Factor penghambat
- sumber dana untuk
kesehatan tidak
ada
- keluarga belum
mempunyai
Jamkesmas

Kemungkinan 3/3 x1 1 Dengan motivasi dan


masalah dapat dukungan keluarga
dicegah:tinggi Tn.I untuk rajin ke
Posyandu balita tiap
bulan, diharapkan
status tumbuh kemban
balita lebih meningkat
lagi
Menonjolnya 2/2 x 1 1 Keluarga Tn.I
masalah : menyadari bahwa
anaknya masih kecil-
Merasa ada
kecil, sehingga sangat
masalah dan perlu sekali informasi
segera ditangani tentang kesehatan
balita.

Jumlah 3 1/3
NO KRITERIA HITUNGAN SKOR PEMBENARAN

Sifat Masalah: 2/3 x1 2/3 Rumah yang pengap,


ancaman tidak ada ventilasi udara,
dan tidak dapat jendela
dapat berisiko terjadi
penyakit TBC

Kemungkinan 0x2 0 Factor pendukung


masalah dapat - Saudara Tn.I bila
diubah:sulit datang ke rumah
Tn.I sering
menasehati kapan
mau sehat kalau
rumah seperti ini
seperti tidak ada
jendela, ventilasi,
dan terasa pengap

Factor penghambaat
- sumber dana
keluarga
untukpembangunan
rumah tidak ada
- status kepemilikan
rumah numpang
- kelurga Tn.I belum
tahu bahwa kondisi
rumah tidak ada
ventilasi, jendela,
dan pengap dapat
menyebabkan
timbulnya penyakit
TBC

Kemungkinan 3/3 x1 1 Dengan keluarga


masalah dapat memberi ventilasi di
dicegah:tinggi atas atap, risiko
terjadinya penyakit TBC
dapat dicegah

Menonjolnya 0/2 x1 0 Keluarga Tn.I


masalah : mengatakan tidak ada
Tidak merasa ada masalah jika tidak
maslah mempunyai jendela
ataupun ventilasi, karena
dulu pernah dibuat
ventilasi di atas rumah,
tetapi suhu di dalam
rumah terasa panas
sehingga sekarang
ditutup lagi.

jumlah 3 2/3
D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Asmapada An.M di
keluarga Tn.I berhubungan dengan:
a. Ketidakmampuan keluarga Tn.I mengenal penyakit asma pada An.M
ditandai dengan:
DS:
- Keluarga Tn.I mengatakan bila anaknya kecapekan atau
menderita batuk pilek asmanya langsung kambuh, sedangkan
suaminya bila terlalu kecapekan juga langsung kambuh.
- Keluarga Tn.I mengatakan belum tahupengertian, tanda dan
gejala, penyebab, makanan yang dianjurkan dan tidak
dianjurkan serta lingkungan yang sehat untuk penderita asma.
Jenis makanan yang dikonsumsi An.M sama dengan anggota
keluarga yang lain.

DO:
KeluargaTn.I tampak menggelengkan kepala saat ditanya
tentangpengertian, tanda dan gejala, penyebab, makanan yang
dianjurkan dan tidak dianjurkan, dan lingkungan yang sehat untuk
penderita asma.
b. Ketidakmampuan keluarga Tn.I mengambil keputusan pada An.M
ditandai dengan:
DS:
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M tidak diperiksakan ke pelayanan
kesehatan secara rutin, hanya kalau merasa sakit atau mendapat
serangan asma langsung diperiksan ke dokter dan tidak berani
memberikan obat bebas.
DO:-
c. Ketidakmampuan keluarga Tn.I merawat An.M yang sakit asma
ditandai dengan:
DS:
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M paling sering mengkonsumsi
nasi, sayur bayam dengan lauk telur.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M paling senang makan telur.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M tidak pernah jajan es,
kalaupun jajan ya cuma es krim.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M minum obat hanya kalau sakit
yaitu salbuven 3x25 mg. Dan apabila serangan asmanya sudah
sembuh obat salbuven 3x25 mg dari dokter disuruh untuk
berhenti. Keluarga Tn.I mengatakan An.M tidak rutin kontrol,
terakhir kali memeriksakan anaknya pada bulan Desember
2011.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M lebih sering bermain di
rumah dengan kakak-kakaknya dibandingkan dengan teman-
temannya.
DO:
- Obat An.M masih tampak belum habis
- An.M tampak asyik berlarian kesanan kemari dengan kakak-
kakaknya
d. Ketidakmampuan keluarga menciptakan lingkungan yang kondusif
bagi An.M ditandai dengan:
DS:
- Keluarga Tn.I mengatakan Tn.I adalah seorang perokok aktif
dan sering merokok di dalam rumah. Dalam sehari tidak habis
satu bungkus.
- Disamping itu, keluarga Tn.I juga mengatakan kebersihan
lingkungan sangat mendukung kesehatan, akan tetapi rumah
masih kurang sehat seperti tidak memiliki ventilasi sehingga
terasa pengap, dan juga tidak memiliki jendela sehingga cahaya
matahari tidak langsung masuk ke rumah.
DO:
- Luas bangunan rumah 12 m²
- Ventilasi tidak ada
- Tidak mempunyai jendela
- Sinar matahari tidak masuk ke dalam rumah
2. Risiko terjadinya TBC di keluarga Tn.M ditandai dengan :

DS :
- keluarga Tn.I juga mengatakan kebersihan lingkungan sangat
mendukung kesehatan, akan tetapi rumah masih kurang sehat
seperti tidak memiliki ventilasi sehingga terasa pengap, dan juga
tidak memiliki jendela sehingga cahaya matahari tidak langsung
masuk ke rumah.

DO:
- Luas bangunan rumah 12 m²
- Langit-langit tertutupternit
- Ventilasitidak ada
- Jendelatidak mempunyai jendela.
- Pencahayaansinar matahari tidak masuk ke dalam rumah

3. Potensial peningkatan tumbuh kembang balita di keluarga Tn.I ditandai


dengan:
DS:
- Keluarga Tn.I mengatakan kedua balita sudah diberikan tablet
vitamin A.
- keluarga Tn.I mengatakan tidak ada makanan pantangan pada
kedua balita.
- Keluarga mengatakan kedua balitanya sudah diimunisasi dasar
lengkap

DO:
- Kesimpulan hasil pengkajian DDST An.M pada hari Rabu, 9 Mei
2012 adalah normal.
- Pertumbuhan dan perkembangan An.T sesuai KMS normal di atas
garis merah, sedangkan An.M pas garis merah.
- Perhitungan Status Gizi balita menurut Z score An.I dan An.M
tergolong status gizi baik .
- Status kesehatan An.T dan An.M saat ini dalam keadaan sehat
- Umur An.M = 2 tahun
BB=60 cm
TB=10 kg
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Nama Kepala Keluarga : Tn.I
No Diagnosa Keperawatan Intervensi Implementasi Evaluasi
Tujuan Rencana Tindakan
1. Ketidakefektifan Manajemen Tupan: - Kontrak waktu Rabu, 16 Mei 2012 Kamis, 17 Mei 2012
Regimen Terapeutik Asma pada Keefektifan Manajemen dengan keluarga Jam 20.00 wib Jam 11.30 wib
An.M di keluarga Tn.I Regimen Terapeutik - Beri pendidikan Melakukan kontrak waktu S:
berhubungan dengan: Asma di Keluarga Tn.I kesehatan kepada dengan keluarga - Ny.I mengatakan bahwa”
a. Ketidakmampuan keluarga Tupen 1: keluarga tentang Ttd sekarang saya sudah tahu
Tn.I mengenal penyakit asma Setelah dilakukan asma, leni mbak tentang penyakit
pada An.M ditandai dengan: tindakan keperawatan bagaimanacara asma”.
DS: selama 30 menit merawat Kamis, 17 Mei 2012 - Ny.I mengatakan paham
- Keluarga Tn.I diharapkan keluarga Tn.I penderita asma Jam 10.30 setelah diberikan
mengatakan bila mampu mengenal dan jenis Memberikan pendidikan pendidikan kesehatan
anaknya kecapekan penyakit asma dengan makanan yang kesehatan kepada keluarga tentang tentangg penyakit
atau menderita batuk kriteria hasil: dikonsumsi. tentang asma, bagaimana asma, Mampu menjelaskan
pilek asmanya langsung - Mampu menjelaskan - Evaluasi cara merawat penderita tanda dan gejala, penyebab,
kambuh, sedangkan tentang penyakit pengetahuan asma dan jenis makanan makanan yang dianjurkan
suaminya bila terlalu asma keluarga tentang yang dikonsumsi dan tidak dianjurkan , dan
kecapekan juga - Mampu menjelaskan penyakit asma, Ttd lingkungan yang sehat
langsung kambuh. tanda dan gejala, cara merawat leni untuk penderita asma
- Keluarga Tn.I penyebab, makanan penderita asma dengan benar
mengatakan belum yang dianjurkan dan dan jenis Kamis, 17 Mei 2012
tahupengertian, tanda tidak dianjurkan , dan makanan yang Jam 11.00 wib O:
dan gejala, penyebab, lingkungan yang dikonsumsi Evaluasi pengetahuan - Ny.I tampak mampu
menjelaskan kembali tentangg
makanan yang sehat untuk penderita keluarga tentang penyakit
penyakit asma, Mampu
dianjurkan dan tidak asma asma, cara merawat
menjelaskan tanda dan
dianjurkan. Jenis penderita asma dan jenis
gejala, penyebab, makanan
makanan yang makanan yang dikonsumsi
yang dianjurkan dan tidak
dikonsumsi An.M sama
dianjurkan , dan lingkungan
dengan anggota Ttd
yang sehat untuk penderita
keluarga yang lain. Leni
asma dengan benar
DO: - Ny.I tampak mengangguk
KeluargaTn.I tampak anggukkan kepala
menggelengkan kepala saat - Ny.I tampak antusias
ditanya tentangpengertian, mengikuti pendidikan
tanda dan gejala, penyebab, kesehatan
makanan yang dianjurkan - Ny.A menerima leflet yang
dan tidak dianjurkan , dan diberikan
lingkungan yang sehat
untuk penderita asma. A:
MasalahKetidakefektifan
Manajemen Regimen
Terapeutik Asma pada An.M
di keluarga Tn.I berhubungan
dengan Ketidakmampuan
keluarga Tn.I mengenal
penyakit asma pada An.M
teratasi
P:
Hentikan intervensi
Ttd
leni

b. Ketidakmampuan keluarga Tn.I Tupen 2: - Kontrak waktu Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 17 Mei 2012
mengambil keputusan pada Setelah dilakukan dengan keluarga Jam 20.00 wib Jam 19.00 wib
An.M ditandai dengan: tindakan keperawatan - Diskusikan Kontrak waktu dengan S:
DS: selama 30 menit dengan keluarga keluarga - Ny.I mengatakan akan
- Keluarga Tn.I mengatakan diharapkan keluarga Tn.I pentingnya Ttd membicarakan dengan
An.M tidak diperiksakan mampu mengambil control rutin leni suami untuk rutin control
ke pelayanan kesehatan keputusan dengan - Berikan ke dokter tidak hanya
secara rutin, hanya kalau kriteria hasil: reinforcement Kamis, 17 Mei 2012 sakit
merasa sakit atau mendapat - Keluarga terhadap sikap Jam 18.30 wib
serangan asma langsung mengatakan mau yang positif yang - Diskusikan dengan O:
diperiksan ke dokter dan membawa An.M diungkapkan keluarga pentingnya - Ny.S tampak
tidak berani memberikan rutin control, tidak keluarga untuk control rutin menganggukkan kepala
obat bebas. hanya ketika sakit. rutin periksa - Berikan reinforcement - Tn.S tmpak sedang tidak
DO: - tidak hanya terhadap sikap yang berada di rumah
ketika sakit positif yang
diungkapkan keluarga A:
untuk rutin periksa Masalah Ketidakefektifan
tidak hanya ketika Manajemen Regimen
sakit Terapeutik Asma pada An.M
di keluarga Tn.I berhubungan
Ttd dengan Ketidakmampuan
Leni keluarga Tn.I mengambil
keputusan pada An.M teratasi
P:
Hentikan intervensi
Ttd leni

c. Ketidakmampuan keluarga Tupen 3: - Kontrak waktu Rabu, 16 Mei 2012 Kamis, 17 Mei 2012
Tn.I merawat An.M yang sakit Setelah dilakukan dengan keluarga Jam 20.00 wib Jam 11.30 wib
asma ditandai dengan: tindakan keperawatan - Motivasi keluarga Kontrak waktu dengan S:
DS: selama 2 kali kunjungan untuk menyiapkan keluarga Ny.I mengatakan akan
- Keluarga Tn.I selama satu minggu makanan yang Ttd menyiapakan makanan yang
mengatakan An.M diharapkan keluarga sebaiknya leni sebaiknya dikonsusi oleh
paling sering mampu merawat Ny.I dikonsumsi An.M Kamis, 17 Mei 2012 anaknya.
mengkonsumsi nasi, dengan criteria hasil: - Anjurkan keluarga Jam 10.45 wib Ny.I mengatakan akan lebih
sayur bayam dengan - Keluarga Tn.I untuk memonitor - Motivasi keluarga untuk mengawasi aktivitas anaknya
lauk telur. mampu menyiapkan dan menjaga menyiapkan makanan agar jangan sampai kelelahan.
- Keluarga Tn.I makanan yang harus aktivitas anak yang sebaiknya O:
mengatakan An.M dikonsumsi oleh setiap hari agar dikonsumsi An.M - Wajah Ny.I tampak rileks
paling senang makan penderita asma. jangan sampai - Menganjurkan keluarga - An.M tampak sedang
telur. - An.M mampu kelelahan untuk memonitor mencoret-coret buku dan
- Keluarga Tn.I mengkonsumsi - Mengevaluasi aktivitas anak setiap tidak tampak kelelahan
mengatakan An.M makanan yang boleh apakan An.M hari agar jangan sampai
tidak pernah jajan es, dan tidak boleh bagi makan sesuai yang kelelahan A:
kalaupun jajan ya cuma penderita asma. dianjurkan. Masalah Ketidakefektifan
es krim. - Keluarga mampu Ttd Manajemen Regimen
- Keluarga Tn.I memonitor dan Leni Terapeutik Asma pada An.M
mengatakan An.M menjaga aktivitas di keluarga Tn.I berhubungan
minum obat hanya An.M agar tidak dengan Ketidakmampuan
kalau sakit yaitu kelelahan keluarga Tn.I merawat An.M
salbuven 3x25 mg. Dan yang sakit asma teratasi
apabila serangan sebagian
asmanya sudah sembuh P:
obat salbuven 3x25 mg Lanjutkan intervensi
dari dokter disuruh - Kontrak waktu dengan
untuk berhenti. keluarga
Keluarga Tn.I - Motivasi keluarga untuk
mengatakan An.M menyiapkan makanan yang
tidak rutin kontrol, sebaiknya dikonsumsi
terakhir kali An.M
memeriksakan anaknya - Anjurkan keluarga untuk
pada bulan Desember memonitor dan menjaga
2011. aktivitas anak setiap hari
- Keluarga Tn.I agar jangan sampai
mengatakan An.M kelelahan
lebih sering bermain di - Evaluasi apakah An.M
rumah dengan kakak- makan sesuai yang
kakaknya dibandingkan dianjurkan
dengan teman- Ttd
temannya. leni
DO:
- Obat An.M masih
tampak belum habis
- An.M tampak asyik
berlarian kesanan
kemari dengan kakak-
kakaknya

d. Ketidakmampuan keluarga Rabu, 16 Mei 2012 Kamis,, 17 Mei 2012


mmenciptakan lingkungan Tupen 4: - Kontrak waktu Jam 20.00 wib Jam 11.30 wib
yang kondusif bagi An.M Setelah dilakukan dengan keluarga Kontrak waktu dengan S:
ditandai dengan: tindakan keperawatan - Jelaskan keluarga - Ny.I mengatakan akan
DS: selama 2 kali kunjungan pentingnya rumah Ttd menasehati Tn.I untuk
- Keluarga Tn.I mengatakan selama satu minggu yang sehat untuk leni tidak merokok bila sedang
Tn.I adalah seorang diharapkan keluarga Tn.I penderita asma Kamis, 17 Mei 2012 berada dekat dengan
perokok aktif dan sering mampu menciptakan - Diskusikan dengan Jam 10.50 wib An.M
merokok di dalam rumah. lingkungan yang keluarga tentang - menjelaskan pentingnya - Ny.I mengatakan akan
Dalam sehari tidak habis kondusif bagi An.M penyebab asma rumah yang sehat untuk lebih menjaga rumahnya
satu bungkus. dengan criteria hasil: - Anjurkan keluarga penderita asma lagi supaya terlihat bersih
- Disamping itu, keluarga - Tn.I tidak merokok di selalu - mendiskusikan dengan
Tn.I juga mengatakan dalam rumah membersihkan keluarga tentang O:
kebersihan lingkungan rumah penyebab asma - Perabot rumah tangga
sangat mendukung - Anjurkan Tn.I - menganjurkan keluarga tidak tampak rapi
kesehatan, akan tetapi untuk mengurangi selalu membersihkan - Rumah terasa pengap
rumah masih kurang sehat konsumsi rokok rumah
A:
seperti tidak memiliki atau menyarankan - menganjurkan Tn.I
Masalah Ketidakefektifan
ventilasi sehingga terasa untuk tidak untuk mengurangi
Manajemen Regimen
pengap, dan juga tidak merokok di dalam konsumsi rokok atau
Terapeutik Asma pada An.M
memiliki jendela sehingga rumah menyarankan untuk
di keluarga Tn.I
cahaya matahari tidak - Evaluasi apakah tidak merokok di dalam
berhubungan dengan
langsung masuk ke rumah. Tn.I masih rumah
Ketidakmampuan keluarga
DO: merokok di dalam ttd
mmenciptakan lingkungan
- Luas bangunan rumah 12 rumah atau tidak leni
yang kondusif bagi An.M

teratasi sebagian
- Ventilasi tidak ada
- Tidak mempunyai jendela P:
- Sinar matahari tidak masuk Lanjutkan intervesi
ke dalam rumah - Kontrak waktu dengan
keluarga
- Jelaskan pentingnya
rumah yang sehat untuk
penderita asma
- Diskusikan dengan
keluarga tentang
penyebab asma
- Anjurkan keluarga selalu
membersihkan rumah
- Anjurkan Tn.I untuk
mengurangi konsumsi
rokok atau menyarankan
untuk tidak merokok di
dalam rumah
- Evaluasi apakah Tn.I
masih merokok di dalam
rumah atau tidak
Ttd
leni

No Hari/tanggal Diagnosa keperawatan SOAPIE Pa


1 Jum’at/18 Ketidakefektifan Manajemen Regimen Jam 10.00 wib
Mei 2012 Terapeutik Asma pada An.M di keluarga Tn.I S:
berhubungan dengan Ketidakmampuan - Ny.I mengatakan An.M masih tertidur.
keluarga Tn.I merawat An.M yang sakit
asmaditandai dengan: O:
DS: An.M tampak sedang tidur.
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M paling A:
sering mengkonsumsi nasi, sayur bayam Masalah Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Asma pada An.M di
dengan lauk telur. keluarga Tn.I berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga Tn.I merawat
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M paling An.M yang sakit asma teratasi sebagian
senang makan telur. P:
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M tidak - Kontrak waktu dengan keluarga
pernah jajan es, kalaupun jajan ya cuma es - Motivasi keluarga untuk menyiapkan makanan yang sebaiknya dikonsumsi
krim. An.M
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M minum - Anjurkan keluarga untuk memonitor dan menjaga aktivitas anak setiap hari
obat hanya kalau sakit yaitu salbuven 3x25 agar jangan sampai kelelahan
mg. Dan apabila serangan asmanya sudah - Evaluasi apakah An.M makan sesuai yang dianjurkan
sembuh obat salbuven 3x25 mg dari dokter
disuruh untuk berhenti. Keluarga Tn.I I:
mengatakan An.M tidak rutin kontrol, Jam 10.00 wib Tt
terakhir kali memeriksakan anaknya pada - Kontrak waktu dengan keluarga Le
bulan Desember 2011. - Memotivasi keluarga untuk menyiapkan makanan yang sebaiknya
- Keluarga Tn.I mengatakan An.M lebih dikonsumsi An.M
sering bermain di rumah dengan kakak- - Menganjurkan keluarga untuk memonitor dan menjaga aktivitas anak setiap
kakaknya dibandingkan dengan teman- hari agar jangan sampai kelelahan
temannya. - Mengevaluasi apakah An.M makan sesuai yang dianjurkan
DO:
E:
- Obat An.M masih tampak belum habis Tt
Jam 11.00 wib.
- An.M tampak asyik berlarian kesanan Le
S:
kemari dengan kakak-kakaknya
- Ny.I mengatakan sudah menyiapkan sayur bayam, lauk tempe, dan buah
jeruk bagi keluarganya khususnya An.M.
- Ny.I mengatakan dari tadi pagi tidak meminum es krim
- Ny.I mengatakan An.M sudah makan 1 kkali dan menghabiskan satu porsi

O:
- Di meja makan tampak sayur bayam, lauk tempe, dan buah jeruk
- An.M tampak sedang tidur

A:
Masalah Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Asma pada An.M
di keluarga Tn.I berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga Tn.I merawat
An.M yang sakit asma teratasi
P:
Hentikan intervensi

2 Jum’at/18 Ketidakefektifan Manajemen Regimen Jam 10.00 wib


Mei 2012 Terapeutik Asma pada An.M di keluarga Tn.I S:
berhubungan dengan ketidakmampuan Ny.I mengatakan sudah rumahnya belum memiliki ventilasi
keluarga mmenciptakan lingkungan yang O:
kondusif bagi An.M ditandai dengan: Rumah masih terasa pengap
DS: A:
- Keluarga Tn.I mengatakan Tn.I adalah Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Asma pada An.M di keluarga
seorang perokok aktif dan sering Tn.I berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga mmenciptakan lingkungan
merokok di dalam rumah. Dalam sehari yang kondusif bagi An.M teratasi sebagian
tidak habis satu bungkus. P:
- Disamping itu, keluarga Tn.I juga - Kontrak waktu dengan keluarga
mengatakan kebersihan lingkungan - Jelaskan pentingnya rumah yang sehat untuk penderita asma
sangat mendukung kesehatan, akan - Diskusikan dengan keluarga tentang penyebab asma
tetapi rumah masih kurang sehat seperti - Anjurkan keluarga selalu membersihkan rumah
tidak memiliki ventilasi sehingga terasa - Anjurkan Tn.I untuk mengurangi konsumsi rokok atau menyarankan untuk
pengap, dan juga tidak memiliki jendela tidak di dalam rumah
sehingga cahaya matahari tidak - Evaluasi apakah Tn.I masih merokok di dalam rumah atau tidak
langsung masuk ke rumah.
I: Tt
DO: Jam 10.15 WIB Le
- Luas bangunan rumah 12 m² - Kontrak waktu dengan keluarga
- Ventilasi tidak ada - Menjelaskan pentingnya rumah yang sehat untuk penderita asma
- Tidak mempunyai jendela - Mendiskusikan dengan keluarga tentang penyebab asma
- Sinar matahari tidak masuk ke dalam - Menganjurkan keluarga selalu membersihkan rumah
rumah - Menganjurkan Tn.I untuk mengurangi konsumsi rokok atau menyarankan
untuk tidak merokok di dalam rumah
- Mengevaluasi apakah Tn.I masih merokok di dalam rumah atau tidak Tt
le
E:
Jam 11.00 wib
S:
- Ny.I mengatakan suaminya sudah merokok di luar rumah

O:
- perabotan tampak sudah tertata rapi
- rumah tampak pengap
- rumah terasa bebas rokok

A:
Masalah Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Asma pada An.M
di keluarga Tn.I berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga
mmenciptakan lingkungan yang kondusif bagi An.M teratasi
P:
Hentikan intervensi
No Diagnosa Keperawatan Intervensi Implementasi Eval
Tujuan Rencana Tindakan
2. Risiko terjadinya penyakit TBC di keluarga Tn.M Tupan:  Kontrak waktu Rabu, 16 Mei 2012 Kamis,, 17 Mei
ditandai dengan : Tidak terjadi dengan keluarga Jam 20.00 wib Jam 11.30 wib
DS : penyakit TBC di  Jelaskan kepada Kontrak waktu dengan S:
- keluarga Tn.I juga mengatakan kebersihan keluarga Tn.I keluarga Tn.I tentang keluarga - Ny.I men
lingkungan sangat mendukung kesehatan, Tupen: penyebab timbulnya Ttd paham
akan tetapi rumah masih kurang sehat Setelah dilakukan penyakit TBC leni penyebab
seperti tidak memiliki ventilasi sehingga tindakan  Diskusikan dengan Kamis, 16 Mei 2012 penyakit T
terasa pengap, dan juga tidak memiliki keperawatan selama keluarga Tn.I untuk Jam 11.00 wib - Ny.I me
jendela sehingga cahaya matahari tidak 30 menit diharapkan membuat ventilasi - Jelaskan kepada keluarga mendisku
langsung masuk ke rumah. pengetahuan udara ataupun Tn.I tentang penyebab keluargan
keluarga Tn.I jendela timbulnya penyakit TBC membuat
DO: meningkat dengan  Diskusikan dengan O:
- Luas bangunan rumah 12 m² criteria hasil: keluarga Tn.I untuk - Ny.I tamp
- Langit-langit tertutupternit - Mampu membuat ventilasi udara pertanyaan
- Ventilasitidak ada menjelaskan ataupun jendela - Kondisi
- Jendela tidak mempunyai jendela. penyebab Ttd pengap,
- Pencahayaansinar matahari tidak masuk ke terjadinya leni ventilasi
dalam rumah penyakit TBC jendela
- Keluarga tn.I A:
mau membuat Risiko terjadi
ventilasi udara TBC di ke
atau jendela teratasi sebagia
P:Lanjutkan int
 Kontrak w
keluarga
 Jelaskan ke
Tn.I tenta
timbulnya pe
 Diskusikan
keluarga
No Diagnosa Keperawatan Intervensi Implementasi Evaluasi

membuat v
ataupun jend
Tujuan Rencana Tindakan
3. Potensial peningkatan tumbuh kembang balita di Tupan: - Kontrak waktu Kamis, 17 mei 2012 Kamis, 17 Mei 2012
keluarga Tn.I ditandai dengan: Tumbuh kembang dengan keluarga Jam 11.00 wib Jam19.00 wib
DS: balita di keluarga - Kaji pengetahuan Kontrak waktu dengan S:
- Keluarga Tn.I mengatakan kedua balita Tn.I tetap meningkat keluarga tentang keluarga - Ny.I mengatakan
sudah diberikan tablet vitamin A. Tupen: tumbuh kembang Ttd paham tentang tumbuh
- keluarga Tn.I mengatakan tidak ada Setelah dilakukan balita Leni kembang balita
makanan pantangan pada kedua balita. tindakn keperawatan - Beri pendidikan - Ny.I mengatakan
- Keluarga mengatakan kedua balitanya selama 2 kali kesehatan tentang Kamis, 17 mei 2012 bahwa,”ya besok mbak
sudah diimunisasi dasar lengkap kunjungan dalam tumbuh kembang Jam 18.40 wib sya ke posyandu balita
satu minggu balita - Mengkaji pengetahuan
DO: diharapkan - motivasi keluarga keluarga tentang tumbuh O:
- Kesimpulan hasil pengkajian DDST An.M pengetahuan untuk memantau kembang balita - Ny.A tampak antusias
pada hari Rabu, 9 Mei 2012 adalah normal. keluarga Tn.I tumbuh kembang - Memberi pendidikan mengikuti pendidikan
- Pertumbuhan dan perkembangan An.T tentang tumbuh balita kesehatan tentang kesehatan tentang
sesuai KMS normal di atas garis merah, kembang balita - Motivasi keluarga tumbuh kembang balita tumbuh kembang
sedangkan An.M pas garis merah. meningkat dengan untuk mengunjungi - Motivasi keluarga untuk balita
- Perhitungan Status Gizi balita menurut Z criteria hasil: posyandu balita mengunjungi posyandu - Ny.A telah
score An.I dan An.M tergolong status gizi - Mampu setiap bulan balita setiap bulan mendapatkan leaflet
baik . menjelaskan Ttd
- Status kesehatan An.T dan An.M saat ini A:
tubuh kembang leni
dalam keadaan sehat - Potensial peningkatan
pada balita -
- Umur An.M = 2 tahun tumbuh kembang balita di
- Ny.I mau rutin
BB=60 cm keluarga Tn.I teratasi
ke posyandu
TB=10 kg P:
balita tiap
Hentikan intervensi
bulan
Ttd
- Pertumbuhan leni
dan
perkembangan
balita sesuai
dengan
perkembangan
balita