Vous êtes sur la page 1sur 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anggaran merupakan hal yang penting dalam menjalankan sebuah
perkumpulan, organisasi bahkan hingga suatu Negara sekalipun. Istilah anggaran
biasanya banyak dipakai untuk urusan Negara dan lembaga-lembaganya. Secara
etimologis, anggaran berasal dari kata “anggar” atau “kira-kira” atau perhitungan
jumlahnya pengeluaran atau belanja yang akan dikeluarkan oleh Negara. Pada
sebuah perusahaan juga menggunakan anggaran atau biasanya sering
menggunakan istilah modal, yang akan dipergunakan untuk keperluan perusahan
dalam satu periode tertentu.
Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam
bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan
perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang. Oleh
karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter, maka
anggaran seringkali disebut juga dengan rencana keuangan. Dalam anggaran,
satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting dalam arti segala
kegiatan akan dikuantifikasikan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur
pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan. Penganggaran
merupakan komitmen resmi manajemen yang terkait dengan harapan manajemen
tentang pendapatan, biaya dan beragam transaksi keuangan dalam jangka waktu
tertentu di masa yang akan datang.
Anggaran suatu perusahaan yang kita ketahui pasti memiliki fungsi
sebagai modal kerja dan berjalannya suatu perusahaan. Sesungguhnya bahwa
anggaran pada suatu perusahaan adalah merupakan suatu alat manajemen untuk
menentukan berjalannya unit-unit yang berada pada perusahaan. Anggaran
sebagai suatu alat menajemen melalui fungsi-fungsi anggaran yaitu fungsi
perencanaan (Planning), fungsi koordinasi (Coordination), dan fungsi
pengawasan (Controling). Jadi anggaran merupakan peralatan manajemen suatu
perusahaan, yang mana fungsi anggaran yang menjadi suatu peralatan manajemen.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian anggaran ?
2. Bagaiman fungsi anggaran ?
3. Bagaimana anggaran sebagai peralatan manajemen ?s
4. Bagaimana anggaran sebagai alat manajemen perbankan ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui Pengertian Anggaran
2. Untuk mengetahui Fungsi Anggaran
3. Untuk mengetahui bagaimana Anggaran Sebagai Peralatan
Manajemen
4. Untuk mengetahui bagaimana Anggaran Sebagai Alat Manajemen
Perbankan

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Anggaran
Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam
bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan
perusahaan untuk jangka waktu ( periode) tertentu di masa yang akan datang.
Oleh karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit moneter, maka
anggaran seringkali disebut juga dengan rencana keuangan. Dalam anggaran,
satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting dalam arti segala
kegiatan akan dikuantifikasikan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur
pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan.
Penganggaran merupakan komitmen resmi manajemen yang terkait
dengan harapan manajemen tentang pendapatan, biaya dan beragam transaksi
keuangan dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang. Glenn A
Welsch mendefenisikan anggaran sebagai berikut: "Profit planning and control
may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for
accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of
management".
Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar
manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi
bila anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi
fungsi perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan
dan bidang bidang organisasional didalam badan usaha.
Anggaran merupakan dokumen yang berusaha untuk mendamaikan
prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan yang
diproyeksikan. Anggaran menggabungkan suatu pengumuman dari aktivitas
organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang ditentukan dengan
informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau untuk
mencapai tujuan tersebut. Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang
dinyatakan secara kuatitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan
ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu satu tahun.

3
Penganggaran merupakan perencanaan keuangan perusahaan yang dipakai
sebagai dasar pengendalian (pengawasan) keuangan perusahaan untuk periode
yang akan datang. Anggaran merupakan suatu rencana jangka pendek yang
disusun berdasarkan rencana kegiatan jangka panjang yang telah ditetapkan dalam
proses penyusunan program. Dimana anggaran disusun oleh manajemen untuk
jangka waktu satu tahun, yang nantinya akan membawa perusahaan kepada
kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang ditentukan.
B. Fungsi Anggaran
Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu
manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan
juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang
telah ditetapkan.
1. Dalam Bidang Perencanaan(Planning)
Berikut adalah fungsi perencanaan anggaran perusahaan :
a) Mendasarkan kegiatan-kegiatan pada penyelidikan-penyelidikan studi
dan penelitian-penelitian. Budget bermanfaat untuk membantu manajer
meneliti, mempelari masalah-masalah yang berhubungan dengan
kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sebelum
merencanakan kegiatan, manajer mengadakan penelitian dan
pengamatan-pengamatan terlebih dahulu. Kebiasaan membuat
rencana-rencana akan menguntungkan semua kegiatan. Terutama
kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan financial,
tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan,
penjualan , sales promotion, pengembangan produk, expansi dan lain-
lain.
b) Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan dalam menentukan
arah/kegiatan yang paling menguntungkan. Budget yang disusun untuk
waktu panjang, akan sangat membantu dalam mengerahkan secara
tepat tenaga-tenaga kepala bagian, salesman, kepala cabang dan semua
tenaga operasional. Untuk membantu atau menunjang kebijaksanaan-
kebijaksanaan perusahaan.

4
c) Menentukan tujuan-tujuan perusahaan. Manajemen yang dapat
menentukan tujuannya secara jelas dan logis ( dapat dilaksanakan)
adalah manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi
oleh beberapa faktor. Budget dapat membantu manajemen dalam
memilih : mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak.
d) Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia. Seorang
majikan yang baik tidak akan pernah mengabaikan atau tidak
mempedulikan kesejahteraan pegawainya. Perencanaan kebutuhan
tenaga kerja yang baik akan mengakibatkan dapat dihindarkannya
kelebihan dan kekurangan tenaga kerja. Tanpa rencana tentang
kebutuhan tenaga kerja, mengakibatkan terpaksa diberhentikannya
sebagian buruh yang berlebihan.
e) Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif. Dengan
disusunnya perencanaan yang terperinci, dapat dihindarkan biaya-
biaya yang timbul karena kapasitas yang berlebihan. Pemakaian alat-
alat fisik yang efektif dan ekonomis akan membantu/menyokong
tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.
2. Dalam Bidang Koordinasi (Coordination)
a) Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan.
Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan
perusahaan ini adalah yang terpenting. Seringkali terjadi kasus di mana
manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun
mendatang. Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa
makin lama semakin tidak mampu mengatasinya. Penyusunan rencana
yang terperinci (beruapa budget) membantu manajer mengatasi
masalah itu, sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara
kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.
b) Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha.
Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend
keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada
keadaan dunia usaha pada umumnya. Karena itu dengan disusunnya

5
budget, dapat dinilai apakah rencana ter sebut sesuai denagn keadaan
dunia usaha yang akan dihadapi.
c) Menempatkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang
menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program
perusahaan. Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus
mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling
menguntungkan atau yang paling sesuai dengan program perusahaan.
Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang,
sedangkan bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya
penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang . Tanpa
perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu
jauh di atas kemampuan penjualan atau produksi.
d) Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Setelah
rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-
kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.
3. Dalam Bidang Pengawasan
a) Untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran.
Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang paling
menguntungkan. Kegiatan tersebut tidak hanya direncanakan saja,
tetapi di dalam peleksanaannya harus diadakan pengawasan agar betul-
betul seperti yang direncanakan. Beberapa kegiatan dan pengeluaran
sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan promosi penjualan, kadang-
kadang mengeluarkan terlalu banyak biaya tanpa menghasilkan
kenaikan penjualan yang sepadan. Atau kegiatan produksi yang terlalu
jauh menyimpang dari rencana sehingga harga pokok per unit produk
demikian tinggi.
b) Untuk pencegahan secara umum pemborosan-pemborosan, sebetulnya
ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan budget.
Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi
pemborosan-pemborosan.

6
C. Anggaran Sebagai Peralatan Manajemen
1. Anggaran Sebagai Sistem Perencanaan Terpadu
Anggaran atau lengkapnya business budget adalah slah satu bentuk
dari berbagai rencana yang mungkin disusun, meskipun tidak Setiap rencana
dapat disebut sebagai anggaran. Demikian juga halnya dalam memilih karier
masing-masing, perlu diperhatikan apa dan seberapa besar minat, kemamuan
fisik dan intelektual, danadan waktu yang tersedia, sehingga dapat memilih
sekolah-sekolah serta jenis-jenis latihan yang diperlukan untuk mendukung
pengembanan karier itu. Contoh ini adalah rencana, atau hasil melakukan,
tetapi tidak dapat disebut sebagai anggaran. Business budget, orang sering
menerjemahkannya menjadi anggaran perusahaan, adalah rencana tentang
kegiatan perusahaan. Rencana ini mencakup berbagai kegiatan operasional
yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
2. Anggaran Pendekatan Sistem
Anggaran dapat dianggap sebagai sistem yang memiliki kekhususan
tersendiri atausebagai suatu sub sistem yang memerlukan hubungan
(interface) dengan sub sistem lain yang ada dalam perusahaan itu. Hal ini
dapat dianalogikan dengan manusia sebagai makhluk biologis yang
berbudaya. Demikian juga dengan anggaran. Anggaran dapat dianggap
sebagai sistem yang otonom karena mempunyai sasaran serta cara- cara kerja
tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan berbeda dengan sasaran serta
cara kerja sistem lain yang ada dalam perusahaan, tetapi sekaligus juga dapat
dianggap sebagaisuatu subsistem, yakni bagian dari sistem lain yang lebih
besar
3. Anggaran dan Penganggaran
Business Budget adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis
dari pada pelaksanaan manajemen didalam perencanaan, koordinasi dan
pengawasan. Business budget harus bersifat formal yang di susun dengan
sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis. Business budget juga
harus bersifat sistematis yang disusun dengan berurutan dan berdasarkan
logika. Setiap manajer dihadapkan pada suatu tanggung jawab untuk

7
mengambil keputusan. Sehingga Business Budget merupakan suatu hasil
pengambilan keputusan berdasarkan beberapa asumsi tertentu. Keputusan
yang diambil oleh manajer tersebut merupakan pelaksanaan fungsi manajer
dari segi perencanaan, koordinasi dan pengawasan.
4. Anggaran Komprehensif dan Anggaran Parsial
Di dalam praktek sering kali perusahaan dapat memilih diantara dua
alternatif dipandang dari segi ruang lingkup ataupun intensitas
penyusunannya. Alternatif pertama menyusun angaran dengan ruang lingkup
yang menyeluruh. Anggaran jenis ini disebut budget komprehensif, karena
jenis kegiatan yang cakupnya meliputi seluruh aktivitas perusahaan bidang
marketing, produksi, keuangan, personalian dan tertib administrasi. Anggaran
yang baik seharusnya mencakup semua aktivitas ini. Tetapi dalam
kenyataannya sering kali perusahaan dengan sengaja tidakmemilih cara ini
karena sebagai pertimbangan praktis. Sedangkan anggaran parsial merupakan
anggaran yang disusun dengan ruang lingkup yang terbatas atau dalam ruang
lingkup yang sempit
5. Anggaran dan Fungsi Manajer
Fayol, seorang ahli di bidang manajemen mengatakan bahwa peranan
Business Manajer pada dasarnya terdiri dari 6 (enam) bidang yakni: teknis
(berproduksi), komersil (jual, beli dan pertukaran), financial (mencari dan
menggunakan modal), keamanan (perlindungan terhadap orang dan barang),
accounting (catatan administrasi dan keuangan) dan managerial, planning,
organization, command, coordination dan control. Fayol mendasarkan
pendapatnya ini pada hubungan manajemendengan manusia sehingga dasar
pokok dari manajemen adalah unsur manusianya, bukan tanah atau bahan
mentah.
6. Anggaran Fixed dan Anggaran Continous
Berdasarkan fleksibilitasnya, budget dapat di kelompokkan menjadi 2
macam yaitu:
a) Fixed Budget (Anggaran Fixed). Anggaran Fixed adalah anggaran
yang disusun untuk periode waktu tertentu dimana volumenya sudah

8
tertentu dan berdasarkan volumenya tersebut direncanakan revenue,
cost dan expenses. Dalam anggaran fied tidak diadakan revisi secara
periodik. Penyusunan anggaran dengan cara ini sangat jarang
dilaksanakan oleh perusahan-perusahaan. Cara ini mungkin baru
dipakai oleh perusahaan dalam penyusunan anggaran tidak berubah
sama sekali.
b) Continuous Budget (Anggaran kontinyu). Anggaran Kontinyu Disusun
untuk periode tertentu, volume tertentu dan berdasarkan volume
tersebut diperkirakan besarnya Revenue, Cost dan Expenses. Untuk
mengetahui apakah asumsi-asumsi dasar masih dapat dipakai atau
tidak, maka secaraperiodik dilakukan penilaian kembali (Reviewing).
Ditambahkan anggaran untuk satu triwulan pada peiode anggaran
berikutnya dengan menggunakan data-data yang paling akhir dimiliki.
7. Anggaran Dalam Dimensi Waktu
Pada dasarnya dimensi waktu dalam anggaran dapat dibagi menjadi 3
yaitu:
a) Yang menyangkut masa lalu
b) Yang menyangkut masa sekarang
c) Yang menyangkut masa yang akan dating
Ketiga dimensi waktu ini saling berhubungan dan saling
mempengaruhi, biasanya pasa suatu waktu dalam perusahaan tidak hanya
dilaksanakan satu macam kegiatan, melainkan beberapa kegiatan. Masing-
masing kegiatan tersebut dimulai dan berakhirnya tidak bersamaan.
8. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijaksanaan Manajer
Dalam Pelaksanaan
Faktor-faktor tersebut antara lain:
a) Produk
b) Pasar
c) Kebijaksanaan produksi
d) Rencana produksi
e) Rencana penelitian dan pengambangan

9
f) Organisasi
g) Finansial
D. Anggaran Sebagai Alat Manajemen Perbankan
1. Anggaran Sebagai Alat Organizing
Perencanaan yang jelas untuk setiap jenis kegiatan usaha yang akan
ditempuh oleh suatu bank pada waktu-waktu yang akan dating, akan sangat
membantu bagi manajemen bank yang bersangkutan didalam menyusun
organisasinya. Hal ini dikarenakan alasan sebagai berikut:
a) Rencana kerja yang jelas, akan sangat membantu dalam menentukan
bentuk, sifat, maupun struktur organisasi bank yang bersangkutan.
Dalam konteks ini, anggaran akan membantuk manajemen untuk
memperoleh struktur organisasi yang efektif dan efisien.
b) Rencana kerja yang jelas akan membantu akan memudahkan
manajemen dalam menyusun uraian tugas (job description), dan garis
kewenangan dan tanggung jawab (line of authority and responsibility)
yang berorientasi pada sasaran yang akan dicapai oleh masing-masing
bank. Setelah job description dan line of authority and responsibility
disusun dengan baik dan ditetapkan, maka pihak manajemen akan
lebih mudah memilih dan menetapkan kualitas dan kuntitas personalia
yang akan menduduki masing-masing posisi dan jabatan dalam
struktur organisasi bank. Disinilah peran anggaran akan kelihatan
kembali, dimana anggaran akan membantu pihak manajemen agar
terhindar dari kesalahan dalam memilih personalia baik pada tahapan
recruitment maupun pada tahapan training dan pacement. Akhirnya,
dengan adanya anggaran, akan dapat diperoleh the right man in the
right place.
c) Rencana yang jelas memungkinkan bank untuk mengatur Span of
Control organsisasi sedemikian rupa, sehingga beban organisasi dan
masing-masing individu dapat ditentukan secara proporsional, dengan
kata lain, tidak ada bagian yang over loaded sedangkan dibagian yang
lain terlalu ringan atau over laping

10
2. Anggaran Sebagai Alat Communicating Atau Coordinating
Perbankan dikelola dalam berbagai unit kerja yang berlainan, oleh
karena itu antara satu bagian dengan bagian yang lain, harus ada komunikasi
dan koordinasi yang aktif, serta terorganisir dalam suatu mekanisme
anggaran. Pertanyaannya adalah “ Bagaimana fungsi koordinasi dari anggaran
tersebut akan dapat memainkan peranannya di dalam membantu manajemen
untuk melaksanakan fungsi-fungsinya?”
Jawaban pertama adalah fungsi koordinasi akan terlihat dan tercipta
akibat adanya motivasi para pelaksana di dalam pencapaian target usaha yang
tak mungkin akan tercapai tanpa kerja sama dengan unit kerja yang lain.
Kebutuhan akan kerja sama ini akan mendorong timbulnya komunikasi antara
unit-unit kerja yang bersangkutan. Dengan adanya koordinasi dan komunikasi
akan sangat membantu masing-masing pihak di dalam memecahkan
permasalahan.
Kedua, fungsi koordinasi dan komunikasi akan timbul karena sifat-
sifat jasa perbankan itu sendiri saling terkait. Misalnya kredit, mau tidak mau
bank yang bersangkutan harus memiliki dana yang mencukupi, atau
sebaliknya bank perlu mencari dana apabila ada penyaluran pada earning
asset.
Peranan anggaran dalam kegiatan koordinasi sebenarnya mudah
terlihat sejak awal dari penyusunan anggaran yaitu dalam bentuk
perusumasan volume atau target usaha serta pembagian wewenang dan
tanggung jawab masing-masing unit kerja. Selanjutnya fungsi koordinasi dari
anggaran yaitu dalam menjaga tingkat performance masing-masing unit kerja
pada porsi yang telah direncanakan agar tidak terjadi overcapacity di satu sisi
dan undercapacity di sisi yang lain. Pada akhirnya, ketika melakukan evaluasi
akan terlihat init-unit kerja yang mengalami favorable variance atau
unfavorable variance.

11
3. Anggaran Sebagai Alat Directing Atau Actuating
Anggaran yang sudah ditetapkan selanjutnya akan mempunyai
kekuatan formal atau kekuatan yuridis bagi anggota manajemen bank yang
bersangkutan untuk dilaksanakan. Anggaran akan menjadi alat dan wewenang
bagi anggota manajemen untuk mencapai sasaran yang hendak dicapai. Jadi,
anggaran yang sudah ditetapkan secara formal akan menjadi sumber
timbulnya keputusan yang akan dilakukan oleh setiap tingkat manajemen,
baik keputusan yang bersifat strategis maupun keputusan yang bersifat teknis.
Di sisi lain, anggaran juga bermanfaat bagi manajemen bank dalam
menyusun kebijakan strategis dan taktis, dalam proropsi yang sesuai dengan
tingkat manajemen tertentu. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika
dikatakan bahwa anggaran merupakan kekuatan manajemen untuk
melaksanakan wewenangnya.
4. Anggaran Sebagai Alat Pengukuran Performance
Anggaran sebagai alat pengukuran performance bank dapat diartikan
sebagai anggaran akan menjadi patokan (standard) yang akan dipakai sebagai
alat untuk mengukur sejauh mana unit-unit kerja bank berhasil atau gagal
dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. Besar kecilnya keberhasilan
atau kegagalan dari masing-masing unit kerja akan diukur dari besar kecilnya
tingkat variance antara anggaran dengan realisasi kerja.
Daya ketepatan anggaran sebagai alat pengukur performance suatu
unit kerja sangat tergantung dari ketepatan penyusunan (kualitas) anggaran.
Maka, penyusunan anggaran harus dilakukan secermat mungkin. Di samping
itu agar vaiditas anggaran terjaga, maka anggaran harus dievaluasi kembali,
bahkan jika perlu, dilakukan berbagai adjusment.pengukuran performance
dari suatu unit kerja melalui naggaran, setidaknya akan memberikan manfaat
bagi bank sebagai suatu entity dan bagi masing-masing pribadi manajemen
yang bersangkutan. Berbagai manfaat yang setidaknya dapat diperoleh adalah
sebagai berikut:
a) Mengetahui evisiensi satu unit kerja
b) Mengetahui berbagai kebijakan didalam merealisir suatu anggaran

12
c) Mengukur prestasi kerja masing-masing manajemen untuk tujuan
promosi, kenaikan gaji, mutasi dan lain-lain.
d) Sebagai umpan balik untuk segala bentuk perbaikan operasi bank yang
bersangkutan.
5. Anggaran Sebagai Alat Pengawasan
Sebelum masuk dalam peran anggaran sebagai alat pengawasan, perlu
dijabarkan terlebih dahulu tujuan dari pengawasan itu sendiri, yakni:
a) Untuk penjagaan dan pengamanan harta milik bank
b) Untuk mendorong dicapainya efisiensi kerja yang baik
c) Untuk mendorong dipatuhinya kebijakan yang telah ditetapkan
d) Untuk memperoleh adanya administrasi keuangan yang tepat waktu,
tepat guna dan teliti.

13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan melihat uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Anggaran
dapat memberikan pedoman yang berguna baik bagi manajemen puncak maupun
manajemen menengah. Anggaran yang disusun dengan baik akan membuat
bawahan menyadari bahwa manajemen memiliki pemahaman yang baik tentang
operasi perusahaan dan bawahan akan mendapatkan pedoman yang jelas dalam
melaksanakan tugasnya. Disamping itu, penyusunan anggaran memungkinkan
perusahaan untuk melakukan penyesuaian sehingga kinerja perusahaan dapat
lebih baik.
Penganggaran dapat memperbaiki koordinasi kerja intern perusahaan.
Sistem anggaran memberikan ilustrasi operasi perusahaan secara keseluruhan.
oleh karenanya system anggaran memungkinkan para manajer divisi untuk
melihat hubungan antarbagian (divisi). Jadi,anggaran merupakan alat manajemen
yang berguna untuk membantu menjalankan fungsi dalam perusahaan. Melalui
manajer,anggaran dapat diolah menjadi informasi yang sangat berguna bagi
manajemen perusahaan.

14
DAFTAR PUSTAKA

www.ronyastrajingga.blogspot.co.id
Adisaputro, Gunawan dan Asri, Marwan. 2010. Anggaran Perusahaan Buku.
Fakultas Ekonomi UGM. Yogyakarta
Munandar, M. 2001. Budgeting. Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja,
Pengawasan Kerja. Edisi 1. Cetakan 14. BPFE.Yogyakarta.
Welsch, Hilton, Gordon. 2000. Anggaran Perencanaan dan Pengendalian Laba.
Diterjemahkan oleh Purwatiningsih dan Maudy Warouw. Buku Satu.
Salemba Empat. Jakarta.

15