Vous êtes sur la page 1sur 3

ajian Ilmiah Ruqyah Syar'iyyah [Chapter 1]

21 November 2014 pukul 18:04

Mekanisme Sihir Secara Ilmiah.


Oleh: Nuruddin Al Indunissy

Berdasarkan sebuah penilitian ilmiah [Al Qur’an, The Healing Book] yang ditulis oleh dr. Abdul Daem
Al Kaheel, Turki [beliau penulis lebih dari 30 buku ilmiah tentang the miracle of Al Qur’an]
menyatakan bahwa ada sebuah kekuatan yang tidak diketahui [berupa gelombang frekwensi
getaran yang mampu menembus kedalam Sel – Inti Sel – Kromosom – DNA, bahkan hingga
keruangan genetis manusia yang merupakan ruangan penyimpanan data (informasi utama) dan
merusak atau mengubahnya. Dan mereka mengatakan butuh 20 tahun lagi penelitian untuk
mengetahui “kekuatan” ini, namun mereka yakin hal itu adalah suara dan lawan atau sesuatu yang
bisa menghancurkannya adalah suara juga.

Ayuhal mukminin!

Mereka tidak akan pernah menemukan kekuatan tersebut begitupun solusinya, ketikapun mereka
menemukannya mereka tidak akan kuasa mengatakan kepada dunia karena hal tersebut akan
membunuh teori kedokteran mereka yang nyata-nyata tidak mengakui keberadaan pengaruh dari
alam ghaib. Kekuatan yang dimaksudkan adalah “kekuatan sihir” atau “magical power” yang
ditimbulkan oleh anarkisme syaitan.

Lihat garis merah yang menembus sel – inti sel – kromosom – DNA – Gen – Ruangan Genetis pada
gambar, itu adalah gambaran kekuatan sihir yang mampu merasuk dan mengubah sifat dan
karakteristik (firtrah manusia). Dalam hal ini tentu atas izin Allah [disebabkan oleh kesalahan
manusia yang lalkai dari dzikir dan ketiadaan suara al Qur’an yang menenangkan disana] dan
sesungguhnya tidak sihir ini tidak merubah namun membelenggu, karena Allah telah menetapkan
bahwasannya tidak ada perubahan pada fitrah ("Tidak ada perubahan pada fitrah Allah...”. QS. Ar
Rum: 30).

Mereka menyatakan kami butuh 20 tahun penelitian, dan saya, kami, kita sebagai orang beriman
tentu tidak harus 20 tahun lagi. Manusia hanya butuh beriman kepada Allah yang telah berfirman
dalam surah Al Israa bahwasannya “Al Qur’an itu adalah obat dan rahmat” [QS. Al Isra 82], tidak
ada “suara” yang paling agung dari kalamullah!

Ingat ketika Muadz bin Jabal ra membacakan al Mukminun 114 kepada seorang yang dikuasai
syaitan, lalu serta merta syaitan itu lari dan seorang sahabat yang mengetahui hal ini mengadukan
kepada Rasulullah saw dan beliau membenarkannya. Bahkan Rasulullah saw berkata, “seandainya
ayat itu dibacakan pada sebuah gunung, maka ia akan musnah!!!”

Pantaslah syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata, “Tidak ada satupun penyakit yang akan bertahan
ketika dihadapkan pada Al Qur’an”

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda;

َ ‫َّللا دَا ًء إِ هَّل أَ ْن َز‬


ِ ‫ل ل َ ُه‬
‫شفَا ًء‬ ُ‫ل ه‬ َ ‫مَا أ َ ْن َز‬
"Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga." [Dikutif dari Shahih
Bukhari 5246, dari Abu Hurairah ra]

ُ
‫ج ه‬
‫ل‬ َ ‫ع هز َو‬ ِ‫ن ه‬
َ ‫َّللا‬ ِ ‫صيبَ َدوَا ُء ال هدا ِء بَرَأَ بِ ِإ ْذ‬
ِ ‫ل دَا ٍء َدوَا ٌء َف ِإ َذا أ‬ ُ
ِ ‫لِك‬
"Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan
sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." [Shahih Muslim 4084, dari Jabir ra]

Pertanyaannya adalah sebesar apakah syaitan ini sehingga tidak bisa hancur saat dibacakan al
Qur’an? Seberapa kuatkan penyakit-penyakit jaman sekarang hingga tidak lebur dengan ayat-ayat
yang dahsyat ini? Apakah nilai al Qur’an sudah berkurang?

Ikhwah fiddin rahimahullah..


Alam semesta ini tercipta dengan suara [Allah berfirman kepadanya, ‘Kun Faya Kun”. Kemudian
terjadilah] dan nanti akan dihancurkan pula dengan suara [tiupan malaikat Mingkail]. Tidak berhenti
disini, jika kita analisa al Qur’an pun betuknya suara. Ia difirmankan Allah kepada malaikat Jibril
[dalam bentuk suara/kalamullah], lalu jibril membacakan kepada Rasulullah saw dalam bentuk
suara, lalu Rasulullah saw membacakan kepada sahabat sahabiahnya dalam bentuk suara juga,
dan hingga saat ini al Qur’an masih dalam bentuk suara yang terjaga yang dijaga oleh Al Hafidz
[Allah yang maha menjaga]. Jadi Al Qur’an ini kalamullah [voice of God] yang agung!

ِ‫ة ه‬
‫َّللا‬ ْ ‫خ‬
ِ َ ‫شي‬ ْ ‫ص ِد ًعا ِم‬
َ ‫ن‬ َ ‫ش ًعا ُم َت‬ َ ‫َل لَرَأَ ْي َت ُه‬
ِ ‫خا‬ َ ‫علَى‬
ٍ ‫جب‬ َ ‫ْآن‬ َ ‫لَ ْو أ َ ْنز َْلنَا‬
َ ‫ه َذا ْال ُقر‬
“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan
melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah” [QS Al Hasyr 21]

Lalu kenapa al Qur’an yang dahsyat ini tidak mampu menghancurkan seekor bakteri, penyakit, virus,
jin – or whatever lah – yang padahal mereka adalah mahluk juga?

Jawabannya ada pada Al Qur’an juga, mari kita lihat surah Al Isra 45:

‫َس ُتورًا‬
ْ ‫حجَابًا م‬
ِ ‫خ َر ِة‬
ِ ‫ون بِاآل‬ ِ ‫ك َوبَ ْينَ اله‬
َ ‫ذينَ َّل ُي ْؤ ِم ُن‬ َ ‫ج َع ْلنَا بَ ْي َن‬
َ ‫ْآن‬ َ ‫وَإِ َذا َقر َْأ‬
َ ‫ت ْال ُقر‬
“Dan apabila kamu [Muhammad] membaca Al Qur'an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-
orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tidak terlihat”.

Hijaban mastura, ketika Al Qur’an dibacakan kepada orang-orang yang tidak beriman atau belum
beriman kepada kehidupan akhirat secara kaffah, kepada mereka yang belum merasa butuh akhirat,
kepada mereka yang belum paham akan kemenangan yang besar, kepada jasad yang ingkar
kepada kehidupan akhirat maka Allah akan buatkan dinding yang tidak terlihat.

“Hijaban Mastura” saya gambarkan sebagai 7 garis warna abu diatas yang memblokir atau
menghalang suara al Qur’an untuk masuk dan merasuk kedalam sel dan memusnahkan sihir-sihir
yang membelenggu jiwa manusia.

Apakah jiwa, dimanakah letak sel ini?


Kembali kepada teks-teks ilmiah barat, mereka mengatakan bahwa didalam jantung [qalbu] manusia
itu ada jantung lagi [ada jantung fisik ada jantung spiritual]. Didalam jantung manusia, ada satu unit
sel yang tidak berguna untuk sel itu sendiri juga tidak berguna untuk organ jantung namun ia
berguna untuk seluruh organ tubuh manusia dan ia memiliki “koneksi khusus” dengan otak.

Sampai Bertemu Di Chapter 2..


Sampai bertemu di Kajian Ilmiah Ruqyah Syariyyah lainnya.
Suk