Vous êtes sur la page 1sur 4

ANTARA ANAK DAN ORANG TUA

BAB : I
PENDAHULUAN
Anak adalah bagian dari Keluarga. Orang tua diberi kewajiban oleh Tuhan untuk
memelihara, mendidik, dan mendampingi anak – anaknya.
Ada beberapa wujud tanggung jawab orang tua terhadap anak, antara lain :
1. Mengasihi
2. Mencakup kebutuhan jasmani dan rohani
3. Mendidik dan mendapingi.
Anak adalah titipan Tuhan yang harus memperoleh kasih sayang orang tua. Mengasihi
anak bukan berarti memehami semua tuntutan dan permintaan anak, karena keterbatasan
pengalaman dan wawasanya, belum tentu apa yang diminta anak adalah sesuatu yang
memang tepat dibutuhkan. Oleh sebab itu, orang tua harus dengan bijaksana menimbang
terlebih dahuluh apakah tuntutan dan permintaan anak memang patut dipenuhi.
Keluarga adalah tempat tumbuh kembang anak Alkitab mewajibkan orang tua untuk
memelihara anak – anaknya. Pemelihara itu dalam arti mencukupi kebutuhan anak, antara
lain memberikan makan yang cukup, kesehatan yang cukup, perlindungan secara psikologis
berupa rasa aman, nyaman, serta menghormati anak sebagai pribadi, untuk yang memiliki
cita – cita. Keinginan dan impiannya sendiri. Disamping itu, mencukupi kebutuhan rohani
anak diberikan dasar pengenalan yang benar akan Allah. Kebutahan rohani bukan sekedar
pelengkap bagi pertumbuhan anak, melainkan menjadi faktor penentu bagi tumbuh kembang
anak dan pada akhirnya turut menentukan karakter seorang manusia kelak setelah dewasa.

Kitab Ulangan 6 : 4 : 9 mencatat perintah Allah pada tiap orang tua untuk mendidik
anak – anaknya mengenal Tuhan.
1. Sebelum mengajarkan, orang tua harus terlebih dahulu mengasihi Tuhan, “dengan segenap
hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (ay 5).
2. Setalah itu, barulah orang tua mengajarkannya berulang – ulang (ay 6)
3. Membicarakannya ketika duduk, sedang dalam perjalanan, berbaring dan bangun (ay 7)
4. Mengingatkan sebagai tanda pada tangan dan lambang pada dahi (ay 8)
5. Menuliskan pada tiang pintu rumah dan pintu gerbang (ay 9)
Sacara sederhana dapat kita lihat bahwa orangtua bertanggung jawab untuk mengajarkan
anak tentang pengenalan akan Tuhan dan hal ini dilakukan disegala kondisi, situasi dan
tempat.
Pengenalan akan Tuhan akan menjadi modal bagi anak untuk menjalani kehidupannya
dan secara khusus orangtualah yang dimintah memberikan pembekalan tentang ini kepada
anak.
Kitab Amsal 22:6 memncatatat betapa pentingnya mendidik orangtua muda menurut jalan
yang patut baginya. Tiap orangtua mendidik anak – anak menurut bakat dan kemampuan
serta minatnya masing – masing.
Jelaslah bahwa tanngung jawab pendidikan anak bukan hanya merupakan tugas
sekolah dan gereja, melainkan terutama menjadi tugas utama kelurga. Harus diakui bahwa
karakter seorang manusia lebih banyak ditentukan oleh modal pengasuhan dan pendidikan
dalam keluarga. Artinya, baik buruknya seorang anak sangat ditentukan oleh asuhan dan
didikan yang diterima dalam keluarga.

BAB : II
MASALAH DAN PEMBAHASAN

A Masalah
Anak yang berusia 6 tahun yang saya teliti di daerah saya yaitu sipirok – kabupaten
Tapanuli selatan keluarganya berubah dengan anak seusainya yang berada dilingkungan
tempat tinggalnya. Sepanjang yang saya teliti anak ini memiliki sifat penentang kepada siapa
saja, terutama kepada orangtuaanya, seharusnya anak usia 6 tahun merupakan anak yang
masih mudah diatur dan diarahkan.
Ternyata setelah diteliti ternyata anak tersebut kurang kasih sayang dan perhatian dari
orangtuanya, dan anggota keluarga lainnyapun tidak peduli terhadap anak tersebut. Hal ini
juga disebabkan orangtua jarang berada dirumah. Akhiranya anak tersebut kurang peduli
dengan keadaan disekitarnya. Untuk mendapatkan perhatian dari orangtua dan lingkungan
anak tersebut melakukan tindakan – tindakan menentang seperti ; melawan kepada orangtua,
berkelahi dengan teman sebaya, suka usil dan menganggu teman – temannya.
Sementara anak berusia 9 tahaun yang saya teliti tepatnya sudah duduk di kelas SD
memiliki tingkah egois. Dia hanya mementingkan diri sendiri tidak keadaansekitar. Bahkan
orangtua dan saudaranya sendiri bahkan juga kepada orang lain sering bercakap kotor, tidak
ada sopan santun, manja dan semau – maunya kepada orang lain.
Apapun yang dia inginkan harus dipenuhi, misalnya “seperti yang saya lihat
sebenarnya anak tersebut sudah bias mengenakan pakalannya sendiri tetapi karena sikap
manja dan egoisnya untuk mengenakan pakaiannyapun harus kakaknya, bukan hanya itu
untuk mandi pun harus dimandikan itupun harus dirayau – rayu baru mau mandi.
Dia tidak bisa disalakan meskipun salahnya sendiri. Kalau dia marah dia tidak segan – segan
memukul kakaknya, bahkan menjambaknya.
B Pembahasan
Ternyatala setelah diteliti anak berusia 6 tahuun seperti yang diuraikan di atas bersifat
demikian dikarenakan kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua. Dimana bukan
kebetulan anak tersebut memiliki saudara lima orang. Sedangkan orangtua sibuk dengan
pekerjaannya sendiri dan tidak sempat meluangkan waktu bersama – sama dengan anank
tersebut.
Demikian juga anak yang berusia 9 tahun tepatnya kelas 4 SD, setelah diteliti seperti
yang di uraikan diatas bersipat demikian dikarenakan anak tersebut adalah anak bungsu dan
anak serta satunya, sehingga orangtuanya sering memenjakannya, selalu memenuhi
keinginannya, akhirnya anak tersebut menjadi anak yang egois mementingkan diri sendiri,
bertindak sesukah hati, ingin menang sendiri.

KESIMPULAN DAN SARAN

a. Kesimpulan :
Setelah pemaparan diatas penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Setiap tingakah laku anak dimanapun ia berada pasti berbeda, ini dikarenakan adanya faktor
– faktor yang mempengaruhi tingkah laku anak. Yaitu faktor pribadi, keluarga dan
lingkungan sosial.
2. Didikan orangtua sangatlah penting terhadap tingkahlaku anak menuju hidup yang lebih
baik.
3. Tiap orangtua hendaknya menjadi orangtua yang adil dan bijaksana serta tidak memberikan
adil dan bijaksana serta tidak memberikan adil dan bijaksana serta tidak memberikan porsi
cinta yang lebih besar pada anak tertentu sehingga menimbulkan iri hati pada anak yang lain.
4. Orangtua terutama dituntut harus menjadi contoh dalam mewujudkan kasih setia.
5. Orangtua seharusnya bijaksana dalam mendidikan anak. Seperti tertulis dalam 29 : 15.
Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan
ibunya

b. Saran
Jadilah orangtua yang bijaksana dalam mendidik anak., karena anak adalah titipan
Allah yang harus dipertanggung jawabkan dikasihi, mencukupi kebutuhan anak dan mendidik
sehingga hubungan antara anggota keluarga seimbang.

Suami Istri :
Saling mangasihi
Anak – anak :
- Patuh kepada orang tua
- Dijaga orangtua, dan
- Dipertanggung jawabkan kepada Allah

Efesus 6 : 4 “Dan kamu bapak – bapak, janganlah bangkitkan amarah didalam hati
anak – anakmu, tetapi didiklah mereka didalam ajaran dan nasihat Tuhan. Perintah ini
diberikan kepada orangtua agar mereka mengasihihi, mendidik dan memelihara anak – anak
mereka.
Melaksanakan tanggung jawab terhadap anak memang merupakan hal yang tidak
mudah, tetapi dengan berpegang pada hikmat yang dari Allah ( Amsal 9:10) permulaan
hikmat adalah takut akan Tuhan dan mengenal yang maha kudus adalah pengertian. Maka
orangtua dimampukan untuk menjalankanya dengan baik.