Vous êtes sur la page 1sur 5

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISA FARMASI KUANTITATIF LANJUTAN

Disusun Oleh :

1. Silvia Rostriyani (1601012066)


2. Rara Musfira Siregar (1601012057)
3. Sindi Amelia (1601012067)
4. Sri Delima Br. Munthe (1601012068)
5. Tiur Mauli Rolentina Siburian (1601012069)
6. Nurmawati (1601012052)
7. Sri Herlina (16010194)
8. Krispina Damayanti Simorangkir (1601012033)
9. Nora Siska Sinaga (1601012047)
10. Ponara Br. Ginting (1601012088)

FAKULTAS FARMASI DAN KESEHATAN UMUM


INSTITUT KESEHATAN HELVETIA
2018
PENGENCERAN VITAMIN C

A. Teori Pendukung
Pengenceran yaitu suatu cara atau metode yang diterapkan pada suatu
senyawa dengan jalan menambahkan pelarut yang bersifat netral, lazim dipakai
yaitu aquadest dalam jumlah tertentu. Penambahan pelarut dalam suatu senyawa
dan berakibat menurunnya kadar kepekatan atau tingkat konsentrasi dari senyawa
yang dilarutkan/diencerkan (Brady,1999).
Dalam pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu sering dihasilkan
konsentrasi yang tidak kita inginkan. Untuk mengetahui konsentrasi yang
sebenarnya perlu dilakukan standarisasi.standarisasi sering dilakukan dengan
titrasi. Zat-zat yang didalam jumlah yang relative besar disebut pelarut (Baroroh,
2004).
Dalam kimia, pengenceran diartikan pencampuran yang bersifat homogen
antara zat terlarut dan pelarut dalam larutan. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di
dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih
banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven (Gunawan,
2004.)
Larutan didefinisikan sebagai campuran yang homogen antara 2 macam zat
ataupun lebih. Larutan terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Umumnya zat terlarut
jumlahnya lebih sedikit dibanding pelarut. Sedangkan pelarut bisa berupa air
ataupun cairan organik seperti metanol, etanol, aseton dan lain-lain.
Pengenceran pada prinsipnya hanya menambahkan pelarut saja, sehingga
jumlah mol zat terlarut sebelum pengenceran sama dengan jumlah mol zat terlarut
sesudah pengenceran. Dengan kata lain jumlah mmol zat terlarut sebelum
pengenceran sama dengan jumlah mmol zat terlarut sesudah penegenceran atau
jumlah gr zat terlarut sebelum pengenceran sama dengan jumlah gr zat terlarut
sesudah pengenceran.
Rumus sederhana pengenceran sebagai berikut :
N1V1 = N2V2
N1 = Molaritas larutan sebelum pelarutan
V1 = Volume larutan sebelum pelarutan
N2 = Molaritas larutan sesudah pelarutan
V2 = Volume Molaritas larutan sesudah pelarutan

Prinsip Cara Mengencerkan


1. Lakukan perhitungan pengenceran
2. Masukan larutan pekat ke llabuabu takar (dengan pemipetan)
3. Tambahkan pelarut sampai leher labu takar
4. Gojok hingga homogen
5. Tambahkan pelarut sampai batas
6. Tutup dan gojok lagi

B. Alat dan Bahan


1. Alat
 Labu ukur 250mL, 50mL, 25mL
 Gelas ukur 10mL
 Erlenmeyer
 Pipet skala 2,5mL dan 7,5mL
 Bola aspirator
 Pipet volume 5mL
2. Bahan
 Vitacimin

C. Prosedur Kerja
1. Ambil vitamin c 500mg, kemudian masukkan dalam lumpang
dan gerus ad halus
2. Ambil vitamin c dari lumpang, kemudian timbang sebanyak
250mg, kemudian masukkan dalam labu ukur 250mL
3. Kemudian diencerkan dengan konsentrasi 50ppm, 100ppm,
150ppm, dan 200ppm.
D. Perhitungan Bahan
Bobot vitamin c = 500mg/ 0,25 L = 2000 ppm
Konsentrasi yang diinginkan 1000 ppm maka :
N1.V1 = N2.V2
2000 ppm . 500 mg = 1000 ppm . x
x = 250 mg

konsentrasi 1000 ppm di encerkan menjadi 50 ppm, 100 ppm,


150 ppm, dan 200 ppm dalam labu 25mL dan 50mL.

1. Labu 25 mL
a. Konsentrasi 50 ppm
N1.V1 = N2.V2
1000 ppm . V1 = 50 ppm . 25mL
V1 = 1,25mL
b. Konsentrasi 100 ppm
N1.V1 = N2.V2
1000 ppm . V1 = 100 ppm . 25mL
V1 = 2,5mL
c. Konsentrasi 150 ppm
N1.V1 = N2.V2
1000 ppm . V1 = 150 ppm . 25mL
V1 = 3,75mL
d. Konsentrasi 200 ppm
N1.V1 = N2.V2
1000 ppm . V1 = 200 ppm . 25mL
V1 = 5mL
2. Labu 50 mL
a. Konsentrasi 50 ppm
N1.V1 = N2.V2
1000 ppm . V1 = 50 ppm . 50mL
V1 = 2,5mL
b. Konsentrasi 100 ppm
N1.V1 = N2.V2
1000 ppm . V1 = 100 ppm . 50mL
V1 = 5mL
c. Konsentrasi 150 ppm
N1.V1 = N2.V2
1000 ppm . V1 = 150 ppm . 50mL
V1 = 7,5mL
d. Konsentrasi 200 ppm
N1.V1 = N2.V2
1000 ppm . V1 = 200 ppm . 50mL
V1 = 10mL

D. Lampiran