Vous êtes sur la page 1sur 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia itu terkenal dengan iklimnya yaitu iklim tropis yang menjadikan

musim di Indonesia itu sendiri hanya terbagi atas 2 musim yaitu musim panas dan

musim hujan. Musim ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Musim

ini juga sangat berpengaruh pada keadaan fisik manusia, misalnya pada saat

musim panas orang-orang akan lebih cepat lelah karena teriknya matahari yang

menyengat. Tapi saat musim penghujan tidak ada yang mengeluhkan tentang

panasnya terik matahari malahan orang-orang kedinginan karena hujan turun.

Musim ini juga dapat berpengaruh di kesehatan tubuh manusia, banyak penyakit

yang perkembangannya bisa menjadi sangat pesat. Penyakit yang saya maksud

adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti malaria , demam berdarah ,

dan tifus. Penyakit ini bisa digolongkan sebagai penyakit berbahaya karena dapat

menimbulkan banyak korban jiwa. Penyakit ini jika tidak ditangani dengan

sungguh-sungguh maka akan menimbulkan masalah yang sangat besar.

1
B. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah

sebagai berikut : “Pengenalan dan pencegahan penyakit oleh nyamuk”.

C. Tujuan penulisan

1. Mengetahui dasar penyakit malaria, demam berdarah dan cikungunya

2. Jenis-jenis malaria, demam berdarah dan cikungunya

3. Gejala penderita malaria, demam berdarah dan cikungunya

4. Cara penanggulangan malaria, demam berdarah dan cikungunya

D. Manfaat penulisan

Dengan dibuatnya makalah ini kami berharap

1. Pembaca dapat mengetahui penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

2. Pembaca dapat mengetahui jenis-jenis dari penyakit yang disebabkan

oleh nyamuk

3. Pembaca dapat mengetahui gejala penderita penyakit malaria, demam

berdarah dan cikungunya

4. Pembaca dapat mengetahui cara penanggulangan penyakit malaria,

demam berdarah dan cikungunya

2
BAB II

ISI

A. Definisi

1. Definisi Malaria

Menurut Dr. Jefrie Sumaiku, malaria adalah “infeksi yang disbabkan oleh

protozoa atau plasmodium yang disebabkan oleh gigitan nyamuk”. Nyamuk yang

membawa penyakit ini adalah nyamuk Anopheles. Penyakit ini sangat

berkembang di iklim tropis terutama pada saat musim hujan karena populasi

nyamuk malaria akan naik secara drastis. Plasmodium yang diinfeksi oleh

nyamuk ini. Setelah digigit oleh nyamuk Anopheles yang membawa plasmodium,

plasmodium akan masuk ke tubuh manusia melalui darah dan menyerang hati

manusia. Penyakit ini sangat berbahaya jika tidak ditindak lanjuti. Malaria sendiri

menyerang dalam 3 tahapan yakni pertama, timbulnya rasa kedinginan dan

seringnya sakit kepala. Penderita akan menggigil selama 15 menit sampai 1 jam

lamanya. Kedua, gejala akan diikuti dengan demam tinggi dan yang terakhir,

penderita mulai berkeringat dan demamnya menurun. Setelah demamnya turun

penderita akan mengalami kelemahan.

2. Definisi Demam Berdarah

Demam berdarah menurut dokter “Jeffrie Sumaiku” adalah penyakit yang

sangat mematikan karena penyakit ini menimbulkan angka kematian yang besar

3
untuk penyakit berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang

dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Umur nyamuk Aedes aegypti hanya 10 hari,

paling lama 3-4 minggu. Bertelur 200-400 butir, dan perindukannya bukan di air

kotor malahan di air jernih yang tidak sering terusik . Virus yang dibawa nyamuk

ini menyebabkan gangguan pada pembulu darah kapiler dan pada sistem

pembekuan darah sehingga mengakibatkan pendarahan. Pertama nyamuk Aedes

aegypti mengigit tubuh manusia, lalu 4 hari kemudian virus akan mereplikai

dirinya secara tepat. Apabila jumlahnya sudah cukup, virus akan memasuki

sirkulasi darah, dan mulai saat itulah yang terinfeksi akan mengalami gejala

panas. Pertama kali orang kena demam berdarah, biasanya ia akan sembuh dengan

istirahat dan minum banyak air, tetapi jika orang terkena untuk kedua kalinya,

akan lebih berbahaya dan dapat menyebabkan kematian

3. Definisi demam chikungunya

Demam chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh alphavirus

yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes Albopictrus dan Aedes Aegypty.

Demam chikungunya sering rancu dengan DBD karena memiliki gejala awal yang

hampir sama. Yang membedakan demam chikungunya dengan demam berdarah

ialah pada chikungunya tidak terjadi perdarahan hebat, rejan maupun kematian.

Dan masa inkubasinya 2-4 hari. Untuk mengetahui dengan pasti cara

membedakannya adalah dengan pemeriksaan laboratorium darah pada demam

hari ke 3. Chkungunya ini adalah penyakit yang berbahaya tapi tidak sampai

menimbulkan kematian, hanya akan merusak sistem pertahanan tubuh selama

beberapa minggu.

4
B. Jenis-jenis

1. Jenis-jenis malaria

Jenis-jenis Malaria digolongkan menjadi 4, yaitu:

 Malaria tertiana, disebabkan oleh Plasmodium vivax, dimana penderita

merasakan demam muncul setiap hari ketiga. Merupakan penyebab kira-

kira 43% kasus malaria pada manusia

 Malaria quartana, disebabkan oleh Plasmodium malariae, penderita

merasakan demam setiap hari keempat. Menyebabkan kira-kira 7%

malaria didunia.

 Malaria tropica, disebabkan oleh Plasmodium falciparum, merupakan

malaria yang paling patogenik dan seringkali berakibat fatal. Jenis

penyakit malaria ini adalah yang terberat, karena dapat menyebabkan

berbagai komplikasi berat seperti cerebral malaria (malaria otak), anemia

berat, syok, gagal ginjal akut, perdarahan, sesak nafas, dll. Penderita

Malaria jenis ini mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala

terserangnya bagian otak, bahkan memasuki fase koma dan kematian

yang mendadak.

 Malaria pernisiosa, disebabkan oleh Plasmodium ovale. Malaria jenis ini

jarang sekali dijumpai.

2. Jenis-jenis demam berdarah

Jenis-jenis demam berdarah ada 3 macam, yaitu :

5
 Demam berdarah (klasik)

Demam berdarah menunjukkan gejala yang umumnya berbeda-

beda tergantung usia pasien. Gejala yang umum terjadi pada bayi dan

anak-anak adalah demam dan munculnya ruam. Sedangkan pada pasien

usia remaja dan dewasa, gejala yang tampak adalah demam tinggi, sakit

kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri pada sendi dan tulang, mual

dan muntah, serta munculnya ruam pada kulit.

 Demam berdarah dengue (hemoragik)

Pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD) biasanya

menunjukkan gejala seperti penderita demam berdarah klasik ditambah

dengan empat gejala utama, yaitu demam tinggi, fenomena hemoragik

atau pendarahan hebat, yang seringkali diikuti oleh pembesaran hati dan

kegagalan sistem sirkulasi darah. Adanya kerusakan pembuluh darah,

pembuluh limfa, pendarahan di bawah kulit yang membuat munculnya

memar kebiruan, trombositopenia dan peningkatan jumlah sel darah merah

juga sering ditemukan pada pasien DBD.

 Sindrom Syok Dengue

Sindrom syok adalah tingkat infeksi virus dengue yang terparah, di

mana pasien akan mengalami sebagian besar atau seluruh gejala yang

terjadi pada penderita demam berdarah klasik dan demam berdarah dengue

disertai dengan kebocoran cairan di luar pembuluh darah, pendarahan

parah, dan syok (mengakibatkan tekanan darah sangat rendah), biasanya

setelah 2-7 hari demam. Tubuh yang dingin, sulit tidur, dan sakit di bagian

6
perut adalah tanda-tanda awal yang umum sebelum terjadinya syok.

Sindrom syok terjadi biasanya pada anak-anak (kadangkala terjadi pada

orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue untuk kedua kalinya. Hal

ini umumnya sangat fatal dan dapat berakibat pada kematian, terutama

pada anak-anak, bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Durasi syok

itu sendiri sangat cepat. Pasien dapat meninggal pada kurun waktu 12-24

jam setelah syok terjadi atau dapat sembuh dengan cepat bila usaha terapi

untuk mengembalikan cairan tubuh dilakukan dengan tepat.

3. Jenis – jenis demam chikungunya

Demam chikungunya ini hanya memiliki satu jenis variasi penyakit saja,

tapi jagan salah dengan penyakit ini karena penyakit ini gejalanya hampir sama

degan DBD, jadi tetap harus berhati-hati dengan penyakit ini.

C. Gejala

1. Gejala penderita malaria

Gejala Malaria dapat dilihat seperti berikut, ada dua jenis gejala malaria.

a. Gejala malaria ringan (Malaria Tanpa Komplikasi)

Meskipun gejala malaria ringan ini dikatakan ringan, namun sipenderita

cukup merasakan siksaan. Gejalanya, demam dan menggigil, disertai sakit kepala,

mual, munta, diare, nyeri otot atau pegal-pegal.

Gejala-gejala yang timbul bervarian tergantung daya tahan tubuh

penderita.

7
Gejala Malaria ini ada tiga stadium berurutan:

1. Stadium dingin (cold stage)

Kedinginan dirasakan kurang lebih 15 menit hingga sampai 1 jam. dimulai

dengan menggigil dan perasaan sangat dingin, gigi gemeretak, denyut nadi cepat

tetapi lemah, bibir dan jari-jari pucat kebiru-biruan (sianotik), kulit kering dan

terkadang disertai muntah.

2. stadium demam (hot stage)

berlangsung lebih dari 2 hingga 4 jam. penderita merasa kepanasan (fever).

muka merah, kulit kering, sakit kepala dan sering kali muntah. nadi menjadi kuat

kembali, merasa sangat haus dan suhu tubuh dapat meningkat hingga 41oc atau

lebih. pada anak-anak, suhu tubuh yang sangat tinggi dapat menimbulkan kejang-

kejang.

3. stadium berkeringat (sweating stage)

berlangsung lebih dar 2 hingga 4 jam. penderita berkeringat sangat banyak.

suhu tubuh kembali turun, kadang-kadang sampai di bawah normal. setelah itu

biasanya penderita beristirahat hingga tertidur. setelah bangun tidur penderita

merasa lemah tetapi tidak ada gejala lain sehingga dapat kembali melakukan

kegiatan sehari-hari.

8
b. gejala malaria berat (malaria dengan komplikasi)

penderita dikatakan menderita malaria berat bila di dalam darahnya

ditemukan parasit malaria melalui pemeriksaan laboratorium sediaan darah tepi

atau rapid diagnostic test (rdt) dan disertai memiliki satu atau beberapa

gejala/komplikasi berikut ini:

- gangguan kesadaran dalam berbagai derajat (mulai dari koma sampai

penurunan kesadaran lebih ringan dengan manifestasi seperti: mengigau, bicara

salah, tidur terus, diam saja, tingkah laku berubah)

- keadaan umum yang sangat lemah (tidak bisa duduk/berdiri)

- kejang-kejang

- panas sangat tinggi

- mata atau tubuh kuning

- tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, turgor dan elastisitas kulit

berkurang, bibir kering, produksi air seni berkurang) perdarahan hidung, gusi atau

saluran pencernaan

- nafas cepat atau sesak nafas

penyebab malaria yang paling utama adalah karena penularan parasit

malaria yang dibawa oleh nyamuk anopheles. tanda-tanda dan gejala malaria yang

9
paling umum adalah deman spesifik dimana tubuh terasa panas, namun penderita

merasakan kedinginan yang amat sangat.

2. Gejala penderita demam berdarah

Gejala Demam Berdarah Dengue adalah sebagai berikut :

1. Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan

antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.

2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik

merah itu tidak hilang.

3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).

4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah

5. Tes Torniquet positif

6. Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas

dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih

dari:

 Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis

kelamin

 Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah

pengobatan

 Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo –

proteinaemia

10
3. Gejala penyakit cikungunya

Gejala-gejala Demam Chikungunya adalah

 Demam mendadak tinggi, disertai menggigil dan muka kemerahan. Panas

tinggi selama 2-4 hari kemudian kembali normal.

 Sakit persendian. Nyeri sendi merupakan keluhan yang sering muncul

sebelum timbul demam dan dapat bermanifestasi berat, sehingga kadang

penderita merasa lumpuh.

 Nyeri otot. Nyeri bisa terjadi pada seluruh otot atau pada otot bagian

kepala dan daerah bahu. Kadang terjadi pembengkakan pada pada otot

sekitar mata kaki.

 Bercak kemerahan ( ruam ) pada kulit. Bercak kemerahan ini terjadi pada

hari pertama demam, tetapi lebih sering pada hari ke 4-5 demam.

 Nyeri kepala: nyeri kepala merupakan keluhan yang sering ditemui.

 Kejang, biasanya pada anak karena panas yang terlalu tinggi, jadi bukan

secara langsung oleh penyakitnya.

 Gejala lain. Gejala lain yang kadang dijumpai adalah pembesaran kelenjar

getah bening di bagian leher.

D. Penanggulangan

1. Penanggulangan Malaria

11
Cara Pencegahan

Biasanya pemerintah melakukan foging (pengasapan) di tempat-tempat endemik

malaria. Namun kita juga bisa melakukan pencegahan seperti berikut:

 Menghindari gigitan nyamuk dengan memakai baju tertutup

 Menggunakan krim anti nyamuk

 Memasang kelambu anti nyamuk

 Jika Anda akan bepergian ke tempat di mana banyak nyamuk malaria

mengancam, konsultasikan dulu dengan dokter

 Jangan keluar rumah setelah senja

 Menyemprotkan obat nyamuk di kamar tidur dan isi rumah

Jangan lupa, jaga kesehatan diri dengan makan makanan bergizi dan olahraga

teratur untuk meningkatkan sistem imun dan mencegah serangan penyakit

malaria.

Cara Pengobatan

Ada tiga faktor yang harus diperhatikan dalam pengobatan malaria yaitu : jenis

plasmodium yang menginfeksi, keadaan klinis pasien (usia dan kehamilan) dan

jenis obat yang cocok untuk plasmodium penginfeksi. Jenis obat tergantung dari

daerah geografis tempat plasmodium tersebut hidup. Hal tersebut disebabkan

12
adanya plasmodium yang sudah resisten terhadap beberapa obat pada daerah

daerah tertentu.

Malaria ringan dapat diberikan obat oral. Sedangkan malaria berat yang

mempunyai gejala klinis perdarahan harus di observasi di rumah sakit dengan

pengobatan intra vena.

2. Penanggulangan Demam Berdarah

Pencegahan

Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa

metode yang tepat, yaitu:

 Lingkungan

Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan mengendalikan vektor

nyamuk, antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-

kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum

burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air,

mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, dan

perbaikan desain rumah.

 Kimiawi

Pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian

bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik

nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida.

13
Selain itu oleh karena nyamuk Aedes aktif di siang hari beberapa tindakan

pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan senyawa anti nyamuk

yang mengandung DEET, pikaridin, atau minyak lemon eucalyptus, serta gunakan

pakaian tertutup untuk dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk bila sedang

beraktivitas di luar rumah. Selain itu, segeralah berobat bila muncul gejala-gejala

penyakit demam berdarah sebelum berkembang menjadi semakin parah.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama

terhadap penderita demam berdarah yaitu:

1. Memberikan minum sebanyak mungkin.

2. Kompres agar panasnya turun.

3. Memberikan obat penurun panas.

4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa

ke rumah sakit atau puskesmas.

5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah

parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

3. Penanggulangan chikungunya

Perorangan

Jangan biarkan jentik-jentik nyamuk berkembang biak. Lakukan Pemberantasan

Sarang Nyamuk (PSN) dengan melaksanakan 3M (menguras, mentup dan

14
mengubur) minimal seminggu sekali atau meaburkan larvasida (seperti bubuk

abate) atau menebarkan ikan pemakan jentik (tempalo). Sedapat mungkin lindungi

diri dari gigitan nyamuk terutama pada siang hari, misalnya dengan mengunakan

obat gosok (repellent), pemakaian kelambu dan pemasangan kawat kasa pada

ventilasi rumah.

Kelompok /Masyarakat

Secara bersama-sama melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan

dari tempat-tempat perindukan/perkembang biakan nyamuk penular.

15
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Jadi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk itu ada banyak tapi ada beberapa

penyakit yang mematikan seperti: malaria, Demam berdarah, dan demam

chikungunya. Malaria disebabkan oleh inveksi plasmodium yang disebabkan oleh

nyamuk Anopheles, demam berdarah disebabkan oleh inveksi virus dengue yang

dibawa oleh nyamuk Aedes Ayegpty, dan demam chikungunya adalah penyakit

yang disebabkan oleh inveksi virus alpha oleh nyamuk Aedes Ayegpty. Malaria

terbagi atas 4 yaitu malaria quartana, malaria tropika, malaria tertiana, dan

malaria pernisiosia, dan DBD terbagi atas 3 yaitu Klasik, Hemoragik, dan

syndrom syok dengue. Pencegahan dapat kita lakukan yaitu dengan

mengendalikan lingkungan disekitar kita agar terbebas dari nyamuk-nyamuk

berbahaya.

B. Saran

Saran saya untuk pembaca adalah mari kita bersama peduli terhadap

linkungan kita karena jika kita tidak memperdulikannya, penyakit yang akan

meraja lela di sana. Perangi penyakit dengan hidup sehat. Salam perubahan.

16