Vous êtes sur la page 1sur 23

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Disusun Oleh:

DETARIANI

NIM. I4052171006

STASE KOMUNITAS KELUARGA

PROGRAM PROFESI NERS

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2018

1
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Pengkajian Tanggal :26 Mei 2017


Pukul : 10.45 WIB

I. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Tn. M
2. Usia : 54 tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Petani
5. Alamat : Parit Husein
a. RT / RW : 31/04
b. Kelurahan / Desa : Punggur Kecil
c. Kecamatan : Sui. Kakap
d. Kabupaten : Kubu Raya
6. No HP/ Telepon :085252325833
7. Komposisi Keluarga :

No. Nama Jenis Hubungan Umur Pendidikan Pekerjaan Status


Kelamin dengang KK Terakhir Kesehata
n
1. Ny. A P Istri 51 SD IRT Sehat
2. Ny. F P Anak 27 SMA IRT Sehat
3. An. S P Cucu 4 Belum Sekolah Belum Bekerja Sehat
4. An. K P Cucu 2,1 Belum Sekolah Belum Bekerja Sehat
5.
6.

2
Genogram

Keterangan:

: Klien
: Laki laki
: Perempuan
X : Meninggal Dunia
: Tinggal Serumah
X : Laki-laki Meninggal

X : Perempuan Meninggal

8. Tipe Keluarga : Extended Family, yang terdiri dari keluarga


inti ditambahkan dengan cucu

9. Budaya
a. Kewarganegaraan : Indonesia
b. Suku Bangsa : Bugis
c. Bahasa yang digunakan : Melayu
d. Kebiasaan dalam hal DIIT : Tidak ada
e. Pantangan : Kacang-kacangan
f. Makanan yang dikonsumsi : Nasi, sayur, ikan, ayam, telur

3
g. Aktivitas kebudayaan : Keluarga biasa mengikuti kegiatan hari
besar seperti syukuran dan tolak bala.

10. Agama : Islam


a. Riwayat penyakit yang menyebabkan klien merasa kurang nyaman saat
beribadah : Tn.M mengatakan kegiatan ibadah mulai
terganggu saat merasakan nyeri pada kakinya
b. Kegiatan rutin keagamaan di rumah : Tn.M mengatakan biasanya
melaksanakan sholat berjamaah dan saat puasa melaksanakan tadarus
dirumah bersama istri dan anak

11. Status sosial ekonomi keluarga :


a. Penghasilan keluarga tiap bulan : Rp1.000.0000,- - Rp 2.000.000,-
(tidak tetap)
b. Penghasilan anggota keluarga :
 Ny.F : Rp 500.000,- - Rp 1.000.000,-
c. Sumber dana untuk biaya perawatan kesehatan: Tn.M mengatakan dana
untuk berobat biasanya hasil dari pekerjaan.
d. Sumber pendapatan per bulan : Tn.M bekerja di sawah milik orang
lain dan mendapatkan upah perbulan
e. Tabungan/Asuransi : Tn.M mengunakan asuransi BPJS
12. Aktivitas rekreasi keluarga :
a. Rekreasi yang digunakan di dalam rumah : Tn.M mengatakan biasanya
hanya menonton TV dan bermain bersama cucu
b. Rekreasi yang digunakan di luar rumah : Tn.M mengatakan jarang keluar
rumah untuk berekreasi kecuali saat lebaran Tn.M dan keluarga
mengunjungi rumah saudara yang ada di Pontianak..

4
II. Riwayat Tahap Perkembangan
1. Tahap Perkembangan Keluarga :
Saat ini keluarga berada pada tahap keluarga usia lanjut. Tn.M berkewajiban
untuk mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan,
mempertahankan keakraban suami/istri dan saling merawat, mempertahankan
hubungan dengan anak dan sosial masyarakat.

2. Tahap Keluarga yang Belum Terpenuhi :


Tugas perkembangan keluarga yang tidak terpenuhi tidak dapat terkaji
dengan jelas karena keluarga Tn.M sedang menjalani tugas perkembangan
tersebut

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti :


a. Tn M : Tn.M mengatakan ada memiliki penyakit asam urat dan
asma sejak umur 30 tahunan lebih. Nyeri pada kaki saat malam hari dan
tidak pernah dibawa berobat karena Tn.M takut dengan jarum. Dan
kadang mengalami sesak
b. Ny. A : Ny.A mengatakan tidak ada memiliki penyakit tetapi
sering mengeluh nyeri pada betis dan sering sakit kepala
c. Ny.F : Ny.F mengatakan memiliki penyakit darah tinggi. Namun
akhir-akhir ini tekanan darah Ny.F dalam ambang normal

4. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya :


Tn.M mengatakan sudah sejak lama menderita asma dan terkadang sesak.

III. Keadaan Lingkungan


1. Karakterisitik rumah :
a. Luas Rumah
Luas rumah dengan Lebar 10 M, Panjang 20 M, terdiri dari teras, ruang
tamu, 4 kamar tidur, dapur, kamar mandi+wc.

5
b. Tipe Bangunan
Semi permanen, lantai papan, dinding semen, dan atap seng
.
c. Ventilasi
Ventilasi terdapat di depan pintu masuk rumah, diatas jendela
ruang tamu dan kamar sehingga sirkulasi udaranya baik.Pencahayaan
cahaya matahari rumahterang, dan kondisi rumah rapi.
d. Kebersihan Ruang
Ruangan tampak bersih, perabot rumah tersusun rapi, dan masak
menggunakan kompor gas. Di ruang dapur menggunakan alas papan.
e. Sumber Air :
 Untuk masak dan minum menggunakan air hujan.
 Untuk mandi dan mencuci menggunakan air sungai.

f. Sistem Pembuangan
 Pembuangan Sampah
Sampah rumah tangga dibuang dan dibakar dipenampungan
sampah terbuka disamping rumah. Terdapat penampungan sampah
sementara dengan keadaan terbuka dan jarak pembuangan
sampah<5m di samping rumah.
 Pembuangan Limbah
Pembuangan limbah tinja ke septic tank yang berjarak <10 meter
dari rumah.

g. Sistem Drainase Air


Di samping rumah sistem aliran pembuangan air limbah ke got
masih terlihat lancar dan bersih meskipun air paritnya air comberan.

h. Penggunaan Jamban
Kebiasaan keluarga BAB dan BAK menggunakan jamban/WC
dengan jenis jamban leher angsa (WC jongkok). Pembuangan air limbah
ke got dengan kondisi saluran pembuangan lancar.

6
i. Pengetahuan keluarga mengenal masalah kesehatan berkaitan
dengan lingkungan
Tn.M mengetahui tentang penyakit yang berkaitan dengan
lingkungan seperti DBD.

j. Denah Rumah
Teras

Kamar Ruang Tamu

kamar

Kamar Kamar

Ruang
Makan Dapur

Kamar mandi+WC

2. Karakteristik komunitas
Keluarga Tn.M tinggal berdekatan dengan tetangga disekitar rumahnya.
Jaraknya sekitar 2-3 meter, sebagian besar tetangga Tn.M beragama Islam
yang terdiri dari suku melayu, bugis dan madura.
3. Interaksi dengan komunitas:

7
Interaksi keluarga Tn.M dengan tetangga sekitar berhubungan baik, tidak
ada konflik diantaranya.
4. Sistem pendukung keluarga:
Tn.M mengatakan keluarga saling mendukung satu sama lain. Saat Tn.M
sakit, Ny.A membantu merawatnya dan Ny.F juga membantu pekerjaan
Ny.A jika Ny.A merawat Tn.M.
IV. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
Tn.M jarang berkomunikasi dengan keluarga karena kesehariannya
dihabiskan untuk bekerja dan sampai dirumah langsung beristirahat. Tetapi
jika ada masalah dan ada sesuatu hal Tn.M dan keluarga membicarakannya
dan mencari jalan keluar
2. Struktur PeranMasing-masing Anggota Keluarga
Tn.M berperan sebagai kepala keluarga, tulang punggung keluarga,
seorang ayah, suami dan kakek. Ny.A berperan sebagai istri, ibu dan nenek.
3. Norma Keluarga
Tn.M mengatakan sesuai dengan agama yang dianut dan norma yang
ada, Tn.M percaya bahwa apa yang sudah terjadi dan saat ini terjadi sudah di
atur oleh Allah swt, dan berusaha untuk menjadi hamba Allah yang taat akan
agama dan aturan

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Keluarga memiliki prinsip untuk saling menghormati dan menghargai
agar tercipta keharmonisan dirumah. Dan keluarga juga saling menyayangi
dan jika ada waktu luang keluarga berkumpul menonton tv sambil bercerita
2. Fungsi Sosial
Tn.M mengatakan istri, anak serta cucunya setiap hari bersosialisasi
dengan tetangga-tetangga, dan jika ada kegiatan pengajian anak dan istri
Tn.M mengikuti kegiatan tersebut.
3. Fungsi Keperawatan Kesehatan

8
Tn.M tidak mengetahui tentang penyakit yang dideritanya yaitu asam
urat. Tn.M hanya mendengar dari tetangga jika keluhannya selama ini adalah
keluhan penyakit asam urat. Tn.M juga tidak mau berobat karena takut
dengan jarum suntik. Setiap kali Tn.M merasa sakit pada kakinya, Tn.M
hanya meminta urut dengan istrinya menggunakan minyak urut.
4. Fungsi reproduksi
Fungsi reproduksi keluarga Tn.M baik

5. Fungsi Ekonomi
Tn.M bekerja sebagai petani dan berpenghasilan tidak tetap, sekitar
Rp.1.000.000.- hingga Rp.2.000.000,- perbulan. Terkadang dibawah 1
juta. Ny.A biasanya menjual makanan kecil Rp.500.000,- hingga Rp.
1.000.000,-
VI. Stress dan Koping Keluarga
1. Stressor yang Dimiliki
Tn.m mengatakan khawatir jika penyakit asam uratnya semakin parah
dan tidak bisa sembuh tetapi Tn.m juga takut untuk berobat.
2. Kemampuan Keluarga Berespon TerhadapStressor
Tn.m mengatakan jika penyakitnya kambuh hanya mencoba menarik
napas dengan normal dan hanya bisa berdoa kepada Allah untuk
menyembuhkannya. Karena penyakit datang dari Allah, dan pasti Allah dapat
menyembuhkannya.
3. Strategi Koping yang dilakukan
Tn.M mengatakan ia dan keluarga selalu berbicara dahulu jika ada
masalah dan saling membantu dalam menyelesaikan masalah dan mencari
jalan keluar
4. Strategi Adaptasi yang Disfungsi
Tidak ada masalah dalam menghadapi masalah keluaraga

VII. Pemeriksaan fisik


Tabel pengkajian fisik keluarga
No. Komponen
1. Kepala Tn. M: Kepala simetris, tidak terdapat lesi, tidak teraba

9
massa abnormal, tidak ada nyeri tekan, kulit kepala bersih,
rambut ikal.
Ny. A: Kepala simetris, tidak terdapat lesi, tidak teraba
massa abnormal, tidak ada nyeri tekan, kulit kepala bersih,
rambut lurus.
Ny. F: Kepala simetris, tidak terdapat lesi, tidak teraba
massa abnormal, tidak ada nyeri tekan, kulit kepala bersih,
rambut lurus.
An. S: Kepala simetris, tidak terdapat lesi, tidak teraba
massa abnormal, tidak ada nyeri tekan, kulit kepala bersih,
rambut lurus.
An. K: Kepala simetris, tidak terdapat lesi, tidak teraba
massa abnormal, tidak ada nyeri tekan, kulit kepala bersih,
rambut lurus.

2. Mata Tn. M: Mata simetris, tidak ada selaput lendir dan katarak,
lapang pandang normal, tidak ada massa abnormal, sklera
tidak ikterik, tidak ada gangguan penglihatan
Ny. A: Mata simetris, tidak ada selaput lendir dan katarak,
lapang pandang normal, tidak ada massa abnormal, sklera
tidak ikterik, tidak ada gangguan penglihatan
Ny. F: Mata simetris, tidak ada selaput lender dan katarak,
lapang pandang normal, tidak ada massa abnormal, sklera
tidak ikterik, tidak ada gangguan penglihatan
An. S: Mata simetris, tidak ada selaput lendir dan katarak,
lapang pandang normal, tidak ada massa abnormal, sklera
tidak ikterik, tidak ada gangguan penglihatan
An. K: Mata simetris, tidak ada selaput lendir dan katarak,
lapang pandang normal, tidak ada massa abnormal, sklera
tidak ikterik, tidak ada gangguan penglihatan

3. Telinga Tn. M: Telinga tampak simetris, tidak ada massa

10
abnormal, serumen normal
Ny. A: Telinga tampak simetris, tidak ada massa
abnormal, serumen normal
Ny. F: Telinga tampak simetris, tidak ada massa abnormal,
serumen normal
An. S: Telinga tampak simetris, tidak ada massa abnormal,
serumen normal
An. K: Telinga tampak simetris, tidak ada massa
abnormal, serumen normal

4. Hidung Tn. M: Simetris, tidak ada polip, tidak ada akumulasi


sekret, tidak ada nyeri tekan, tidak teraba massa abnormal.
Ny. A: Simetris, tidak ada polip, tidak ada akumulasi
sekret, tidak ada nyeri tekan, tidak teraba massa abnormal.
Ny. F: Simetris, tidak ada polip, tidak ada akumulasi
sekret, tidak ada nyeri tekan, tidak teraba massa abnormal.
An. S: Simetris, tidak ada polip, tidak ada akumulasi
sekret, tidak ada nyeri tekan, tidak teraba massa abnormal.
An. K: Simetris, tidak ada polip, tidak ada akumulasi
sekret, tidak ada nyeri tekan, tidak teraba massa abnormal.

5. Mulut Tn. M: Mulut tampak bersih, simetris, mukosa bibir


lembab, tidak ada massaa abnormal, gigi tidak utuh
Ny. A: Mulut tampak bersih, simetris, mukosa bibir
lembab, tidak ada massaa abnormal, gigi utuh
Ny. F: Mulut tampak bersih, simetris, mukosa bibir
lembab, tidak ada massaa abnormal
An. S: Mulut tampak bersih, simetris, mukosa bibir
lembab, tidak ada massaa abnormal
An. K Mulut tampak bersih, simetris, mukosa bibir
lembab, tidak ada massaa abnormal

11
6 Leher dan Tn. M: tidak terdapat pembengkakan kelenjar tiroid, tidak
tenggorokan teraba massa abnormal, ada reflek menelan
Ny. A: tidak terdapat pembengkakan kelenjar tiroid, tidak
teraba massa abnormal, ada reflek menelan
Ny. F: tidak terdapat pembengkakan kelenjar tiroid, tidak
teraba massa abnormal, ada reflek menelan
An. S: tidak terdapat pembengkakan kelenjar tiroid, tidak
teraba massa abnormal, ada reflek menelan
An. K: tidak terdapat pembengkakan kelenjar tiroid, tidak
teraba massa abnormal, ada reflek menelan

7 Dada dan paru Tn. M: dada tampak simetris, pengembangan paru


simetris,tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal, tidak
ada nyeri tekan, taktil fremitus teraba simetris, suara nafas
vesikuler, suara jantung S1S2 reguler
Ny. A: dada tampak simetris, pengembangan paru
simetris,tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal, tidak
ada nyeri tekan, taktil fremitus teraba simetris, suara nafas
vesikuler, suara jantung S1S2 reguler
Ny. F: dada tampak simetris, pengembangan paru
simetris,tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal, tidak
ada nyeri tekan, taktil fremitus teraba simetris, suara nafas
vesikuler, suara jantung S1S2 reguler
An. S: dada tampak simetris, pengembangan paru
simetris,tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal, tidak
ada nyeri tekan, taktil fremitus teraba simetris, suara nafas
vesikuler, suara jantung S1S2 reguler
An. K: dada tampak simetris, pengembangan paru
simetris,tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal, tidak
ada nyeri tekan, taktil fremitus teraba simetris, suara nafas
vesikuler, suara jantung S1S2 reguler

12
8. Abdomen Tn. M : Abdomen tampak simetris, tidak ada lesi, tidak
ada nyeri tekan, bising usus 13 x/m, tidak teraba massa
abnormal, tidak ada distensi abdomen
Ny. A: Abdomen tampak simetris, tidak ada lesi, tidak ada
nyeri tekan, bising usus 8 x/m, tidak teraba massa
abnormal, tidak ada distensi abdomen
Ny. F : Abdomen tampak simetris, tidak ada lesi, tidak ada
nyeri tekan, bising usus 18 x/m, tidak teraba massa
abnormal, tidak ada distensi abdomen
An. S: Abdomen tampak simetris, tidak ada lesi, tidak ada
nyeri tekan, bising usus 11 x/m, tidak teraba massa
abnormal, tidak ada distensi abdomen
An. K: Abdomen tampak simetris, tidak ada leesi, tidak
ada nyeri tekan, bising usus 22 x/m, tidak teraba massa
abnormal, tidak ada distensi abdomen

9. Ekstremitas Tn. M: Pergerakan ekstremitas bebas, tidak ada nyeri


tekan, tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal, tampak
sedikit edema pada kaki kanan
Ny. A: Pergerakan ekstremitas bebas, tidak ada nyeri
tekan, tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal
Ny. F: Pergerakan ekstremitas bebas, tidak ada nyeri
tekan, tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal
An. S: Pergerakan ekstremitas bebas, tidak ada nyeri
tekan, tidak ada lesi, tidak teraba massa abnormal
An. K: Pergerakan ekstremitas bebas, tidak ada nyeri
tekan, terdapat luka gores di kaki kanan,ukuran luka ±3
cm , tidak teraba massa abnormal

10. Tanda vital Tn. M


TD : 110/100 mmHg
Nadi : 80 x/menit

13
Suhu : 36,4 ̊ C
RR : 22 x/menit
Gout : 8,2 mg/dL
Ny. A
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 76 x/menit
Suhu : 36,7 ̊ C
RR : 17 x/menit
GDS : 116 mg/dL
Ny.F
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 72 x/menit
Suhu : 36,7 ̊ C
RR : 18 x/menit
An. S
Nadi : 84 x/menit
Suhu : 36,6 ̊ C
RR : 20 x/menit
An. K
Nadi : 90 x/menit
Suhu : 36,9 ̊ C
RR : 23 x/menit

VIII. Harapan Keluarga


Tn.M mengatakan harapannya yaitu agar selalu diberi kesehatan dan tetap
menjadi keluarga yang harmonis.

14
IX. Perencanaan
1. Defisiensi Pengetahuan b/d ketidak mampuan keluarga untuk mengatasi
masalah

No. Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah (bobot 1) 3/3 x 1 1 Tn. M tidak mengetahui mengenai
1. Actual (3) asma
2. Resiko tinggi (2)
3. Potensial (1)
2 Kemungkinan masalah 0/2 x 2 0 Memberikan Tn.M informasi yang
dapat diubah (bobot2) tepat
1. Tinggi (2)
2. Sedang (1)
3. Rendah (0)
3 Potensi untuk mencegah 2/3 x 1 2/3 Pencegahan biasa dilakukan
masalah(bobot 1) dengan mengatur pola hidup
1. Mudah (3) sehari-hari dengan baik.
2. Cukup (2)
3. Tidak dapat (1)
4 Menonjolnya 2/2 x 1 2 Tn. M bisa menerima keadaannya
masalah(bobot 1) saat ini.
Masalah dirasakan dan
perlupenanganan segera (2)
2. Masalah dirasakan, tidak
perlu di tangani segera (1)
3. Masalah tidak di rasakan (0)
TOTAL SKOR 2 2/3

15
2. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga
dalam mengidentifikasi masalah

No. Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah (bobot 1) 3/3x1 1 Tn.M tidak mampu
1. Actual (3) mempertahankan gaya hidup sehat
2. Resiko tinggi (2) sehingga masalah terjadi
3. Potensial (1)
2 Kemungkinan masalah 1/2x2 1 Istri Tn.M tampak peduli kepada
dapat diubah (bobot 2) Tn.M
1. Tinggi (2)
2. Sedang (1)
3. Rendah (0)
3 Potensi untuk mencegah 3/3x1 1 Pengetahuan dalam pencegahan
masalah (bobot 1) dan penanganan yang tepat dapat
1. Mudah (3) mempermudah mengatasi masalah
2. Cukup (2) Tn.M
3. Tidak dapat (1)
4 Menonjolnya masalah 1/2x1 1/2 Tn.M hanya butuh mngenali
(bobot 1) masalah dan penanganan yang
Masalah dirasakan dan perlu tepat saat masalah muncul
penanganan segera (2)
2. Masalah dirasakan, tidak
perlu di tangani segera (1)
3. Masalah tidak di rasakan (0)
TOTAL SKOR 3 1/2

16
a. Analisa Data
Data Etiologi Masalah
DS: ketidakmampuan keluarga Defisiensi
 Tn. M mengatakan memiliki mengenal karakteristik pengetahuan
riwayat sesak penyakit dan
 Tn. M dan keluarga mengatakan perawatannya
bahwa tidak mengerti cara
menangani Tn.M saat sesak
datang.
DO:
TTV:
TD: 110/100 mmHg
Nadi : 80x/menit
Suhu : 36,4 ̊ C
RR : 22x/menit
Gout : 8,3 mg/Dl

DS:
Defisiensi
 Klien mengatakan tidak tau harus apa Ketidakmampuan keluarga
dalam mengidentifikasi pengetahuan
saat pusing dan nyeri datang
masalah
 Klien mengatakan tidak tahu
pentingnya menjaga pola makan dan
pola hidup sehat
DO:
 Klien dan keluarga tampak bingung
 Klien dan keluarga tampak bertanya-
tanya

17
18
X. Diagnosa
1) Defisiensi pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga untuk mengatasi masalah
XI.Intervensi
No. Diagnosa Tujuan Kriteria Standar Intervensi
keperawatan Umum Khusus
1. Defisiensi Setelah  Setelah dilakukan Verbal  Pengertian 1. Berikan pengetahuan keluarga
Pengetahuan b/d dilakukan kunjungan Klien dapat penyakit asma tentang pengertian penyakit
ketidakmampuan kunjungan selama 30 menit, menyebutkan dengan  Penyebab asma, penyebab, tanda dan
keluarga untuk keperawatan, keluarga dapat jelas dan benar penyakit asma gejala, penanganan,
mengatasi masalah Tn. M dan mengetahui  Tanda dan gejala pencegahan, dan komplikasi
keluarga informasi Verbal asma asma
mengetahui mengenai asma Klien  Faktor yang 2. Diskusikan bersama tentang
informasi  Pada akhir memperhatikan mempengarahi asma
mengenai asma pertemuan dengan baik setelah peningkatan asma 3. Berikan bimbingan dengan
keluarga penyuluhan  Komplikasi pendidikan kesehatan yang
diadakan evaluasi dilaksanakan penyakit asma disampaikan secara verbal
sewaktu-waktu  Penatalaksanaan presentasi
Verbal asma 4. Dengarkan dengan seksama
Klien memberikan  Pencegahan asma sanggahan yang diajukan

19
respon baik setelah asma keluarga
penyuluhan  Dapat memahami 5. Tanggapi pertanyaan dengan
dilaksanakn dan mengetahui sabar
dari penkes yang 6. Bimbing keluarga untuk
diberikan mengulangi penjelasan yang
sudah diberikan
7. Berikan pujian bila keluarga
menjawab dengan baik dan
benar
8. Berikan dorongan kepada
keluarga dan Tn.J untuk
membuat keputusan
9. Berikan pujian terhadap
keputusan yang baik dan
benar sebaliknya beri koreksi
atas keputusan keliru
10. Jelaskan manfaat evaluasi
sewaktu-waktu benar jika
11. Jelaskan bahwa diskusi akan

20
dilanjutkan sesuai dengan
keputusan yang telah dibuat
keluarga

21
XII. Implementasi
No.
Tgl Diagnosa Implementasi
Dx
30 mei 1 Kurang pengetahuan  Menggunakan pendekatan yang
2017 berhubungan dengan menenangkan
11.40 ketidakmampuan mengenal  Mengkaji pengetahuan keluarga tentang
WIB masalah kesehatan penyakit asma
keluarga.  Menjelaskan pengertian, penyebab,
tanda dan gejala asma
 Menjelaskan bagaimana cara
managemen dan pencegahan asma
 Mendiskusikan perubahan gaya hidup
yang mungkin diperlukan untuk
mencegah kambuhnya penyakit.
1 Juni 1 Kurang pengetahuan  Menggunakan pendekatan yang
2017 keluarga mengenai penyakit menenangkan
11.40 asma berhubungan dengan  Mengkaji ulang pengetahuan keluarga
WIB ketidakmampuan mengenal tentang penyakit asmq
masalah kesehatan  Menjelaskan pengertian, penyebab,
keluarga. tanda dan gejala asma
 Menjelaskan bagaimana cara
managemen dan pencegah asma
 Mendiskusikan perubahan gaya hidup
yang mungkin diperlukan untuk
mencegah kambuhnya penyakit.

XIII. Evaluasi
No.
Tgl Diagnosa Evaluasi
Dx
30 mei 1 Kurang pengetahuan S:Tn.M dan keluarga mengatakan ama
2017 berhubungan dengan adalah sesak yang timbulakibat

22
ketidakmampuan mengenal sempitnya saluran pernapasan
masalah kesehatan keluarga. O:Tn.M dan keluarga tampak memahami
yang telah dijelaskan
Tn.M dan keluarga tidak bertanya saat
diberikan penyuluhan
Tn.M dan keluarga kooperatif saat
diajak berdiskusi
A: Masalah teratasi sebagian.
P : Lanjutkan intervensi.
 Gunakan pendekatan yang
menenangkan
 Kaji ulang pengetahuan keluarga
tentang penyakit asma
 Jelaskan pengertian, penyebab, tanda
dan gejala asma
 Jelaskan bagaimana cara perawatan
dan pencegahan berulang asma
 Diskusikan perubahan gaya hidup yang
mungkin diperlukan untuk mencegah
kambuhnya penyakit.

1 Juni 2 Kurang pengetahuan S: Tn.M dan keluarga mengatakan


2017 berhubungan dengan penyakit asma dapat disebabkan
ketidakmampuan mengenal karena faktor cuaca dan kondisi fisik
masalah kesehatan keluarga. yang kurang baik.
O: Tn.M dan keluarga tampak lebih
memahami yang telah dijelaskan.
Tn.M dan keluarga dapat menjawab
pertanyaan yang diberikan
A: Masalah teratasi.
P : Hentikan intervensi.

23