Vous êtes sur la page 1sur 10

ANATOMI FISIOLOGI PENGINDERAAN

v INDRA PENGLIHATAN

Indra penglihatan yang terletak pada mata (organ visus) yang terdiri dari organ okuli assesoria (alat
bantu mata) dan oculus (bola mata). Saraf indra penglihatan , saraf optikus (urat saraf kranial kedua),
muncul dari sel-sel ganglion dalam rentina, bergabung untuk membentuk saraf optikus.

1. Organ Okuli Assesoria

Organ okuli assesoria (alat antu mata), terdapat disekitar bola mata yang sangat erat hubungannya
dengan mata yang terdiri dari:

* Kavum orbitan, merupakan rongga mat yang bentuknya seperti kerucut dengan puncaknya
mengarah kedepan , dan kedalam mata. Dinding rongga mata dibentuk oleh tulang: os frontalis, os
zigomatikum, os sfenoidal, os etmoidal, os palatum, dan os lakrimal. Rongga bola mata ini berisi jaringan
lemak, otot, fasia, saraf, pembuluh darah, dan apparatus lakrimalis.

* Supersilium (alis mata) merupakan batas orbitan dan potongan kulit tebal yang melengkung,
ditumbuhi oleh bulu pendek yang berfungsi sebagai kosmetik atau alat kecantikan dan sebagai pelindung
mata dari sinar matahari yang sangat terik.

* Palpebral (kelopak mata), merupakan batas orbitan dan potongan kulit tebal yang terletak di depan
bulbus okuli. Kelopak mata terdiri dari 2 bagian kelopak mata atas dan kelopak bawah. Fungsinya adalah
pelindung mata sewaktu-waktu kalau ada gangguan pada mata (menutup dan membuka mata).

* Apparatus lakrimalis (air mata). Air mata dihasilkan oleh kelenjar lakrimalis superior dan inferior.
Melalui duktus ekskretorius lakrimalis masuk ke dalam sakus konjungtiva. Melalui duktus nasolakrimalis
terus ke meatus nasalis inferior.

* Muskulus okuli (otot mata) merupakan otot ekstrinsik mata, terdiri dari 7 buah otot, 6 buah di
antaranya melekat dengan os kavum orbitalis, 1 buah mengangkat kelopak mata ke atas.

Ø Muskulus levator palpebralis superior inferior, fungsinya mengangkat kelopak mata.

Ø Muskulus orbicularis okuli (otot lingkar mata), fungsinya untuk menutup mata.

Ø Muskulus rektus okuli inferor (otot disekitar mata), fungsinya untuk menutup mata.

Ø Muskulus rektus okuli medial (otot di sekitar mata), fungsinya mengerakkan mata dalam(bola mata).

Ø Muskulus obliques okuli inferior, fungsinya menggerakkan bola mata ke bawah dan ke dalam.

Ø Muskulus obliques okuli superior, fungsinya memutar mta ke atas, ke bawah, dan keluar.
2. Organ Oculus

Oculus (mata) meliputi bola mata (bulbus okuli). Nervus optikus saraf otak II, merupakan saraf otak
yang menghubungkan bulbus okuli dengan otak dan merupakan bagian penting dari organ visus. Oculus
terdiri dari:

· Turnika okuli yang terdiri dari:

1. Kornea merupakan selaput yang tembus cahaya, melalui kornea kita dapat melihat membrane pupil
dan iris. Kornea tidak mengandung pembuluh darah peralihan, antara kornea ke sclera disebut sclera
corneal junction.

2. Sclera, merupakan lapisan fibrosa yang merupakan bagian depan sclera tertutup oleh kantong
konjungtiva.

· Turnika vaskulosa okuli

Turnika vaskulosa okuli merupakan lapisan tengah dan sangat peka oleh rangsangan pembuluh darah.
Lapisan ini menurut letaknya terbagi atas 3 bagian yaitu:

1. Koroid merupakan selaput yang tipis dan lembab merupakan bagian belakang tunika vaskulosa
yang berfungsi memberikan nutrisi pada turnika.

2. Korpus siliaris, merupakan lapisan yang tebal, terbentang mulai dariora serata sampai ke iris.
Bentuk keseluruhan seperti cicin yang berfungsi untuk terjadinya akomodasi. Pada proses melihat,
muskulus siliaris harus berkontraks.Iiris, merupakan bagian terdepan turnika vaskulosa oskuli, bewarna
karena mengandung pigmen, berbentuk bulat seperti piring dengan penampang 12 mm, tebal 12 mm, di
tengah terletak bagian berlubang yang disebut pupil.

3. Pupil berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata. Pada iris terdapat 2 buah otot:
muskulus stingter pupila pada pinggir iris, dan muskulus dilatatorpupila terdapat agak kr pangkal iris dan
banyak mengandung pembuluh darah dan sangat mudah terkena radang, bisa menjalar ke korpus siliaris.

· Turnika nervosa

Turnika nervosa merupakan lapisan terdalam bola mata, disebut rentina. Rentina dibagi atas 3 bagian:

1. Pars optika rentina, dimulai dari kutub belakang bola mata sampai di depan khatulistiwa bola mata.

2. Pars siliaris, merupakan lapisan yang dilapisi bagian dalam korpus siliar.

3. Pars iridika melapisi bagian permukaan balakang iris.

Fisiologi Penglihatan
Indera penglihatan menerima ransangan berkas-berkas cahaya pada rentina dengan perantaraan
serabut nervus optikus, menghantarkan rangsangan ini ke pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan.
Cahaya yang jatuh ke mata menimbulkan bayangan yang letaknyadifokuskan pada rentina. Bayangan itu
akan membiasakan cahaya dan memfokuskan bayangan pada rentina bersatu menangkap sebuah titik
bayangan yang difokuskan. Organ sensorik kompleks yang mempunyai fungsi optikal untuk melihat dan
saraf untuk tranduksi sinar. Apratus optic mata membentuk dan mempertahankan ketajaman focus
dalam objek dalam rentina.

v Indra penciuman

1. Hidung

Organ penciuman terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian luar (hidung luar/nasal external) terletak di bagian
tengah wajah, dan bagian dalam (cavum nasi), yang di bagi lagi oleh sebuah sekat (septum nasi) menjadi
rongga hidung kanan dan kiri.

Hidung luar/nasal external berbentuk pyramid, dimana sudut atas atau atapnya berhubungan
langsung dengan dahi (pada bagian apex). Bagian dasarnya terdapat 2 buah lubang hidung (nares) yang
dipisahkan oleh sebuah sekat yang berjalan dari depan sapai kebelakang rongga hidung (septum antero-
posterior). Disekitar/pinggir lubang hidung terdapat sejumlah rambut (vibrissae) yang berfungsi
menahan atau menyaring kotoran atau debu-debu yang masuk ke hidung bersama udara pernafasan.

Rangka hidung bagian luar terdiri dari tulang dan tulang rawan yang ditutupi oleh kulitdan dibagian
rongga hidung dilapisi oleh membrane mukosa. Rangka tulang rawan terdapat pada septum dan ala nasi
yang dapat menggerakkan atau mengembang-kempiskan hidung bagian ujung hidung.

Cavum nasi (rongga hidung), pintu bagian depan disebut nares/ nostril, sedangkan pintu/lubang bagian
belakang yang berhubungan dengan pharynx disebut choane. Dibelakang nostril rongga hidung agak
mengembung yang disebut vestibulum/ala nasi yang masih dilapisi oleh kulit dimana tubuh sejumlah
rambut dan kelenjar sebaceosus. Tiap rongga hidung bagian atas dan dibelakang vestibulum dibagi 2
bagian, yaitu daerah penciuman/ olfactory region (terdiri dari concha nasalis superior dan septum) dan
daerah pernafasan/respiratory region, yang merupakan bagian sisanya dari rongga hidung.

2. Fungsi Hidung

Fungsi dari hidung antara lain:

· Pengatur udara pernafasan

Sel epitel hidung yang selalu basah (lembab) berperan penting dalam mempertahankan keseimbangan
suhu udara yang masuk ke hidung agar sama mempertahankan suhu tubuh, baik itu udara panas/kering
maupun dingin, ia dapat menstabilkan suhunya. Bila hidung gagal mempertahankan kestabilan tersebut,
maka akan menyebabkan timbulnya beberapa penyakit, misalnya radang tenggorokan (pharyngitis),
asma bronkiale dan sebagainya.
· Penciuman

Organ penciuman terdapat pada membrane mukosa pada bagian atas dari ronnga hidung (daerah
penciuman). Organ penciuman dapat mengenali banyak macam bau. Rangsangan bau yang ditrima nasal
olfactorius akan diteruskan ke otak untuk dikenali jenis atau sumber yang menyebabkan bau.

Jika produksi cairan hidung (kelenjar mucous atau serous) berlebihan dan membrane mukosa terlihat
udema (bengkak), maka fungsi penciuman akan berkurang pada keadaan-keadaan ini, seperti disaat
influenza.

v INDERA PENDENGARAN

Indera pendengaran merupakan bagian dari organ sensori khusus yang mampu mendeteksi berbegai
stimulus bunyi. Organ yang berperan sebagai indra pendengaran adalah telinga. Didalam kehidupan
sehari-hari pendengaran sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, khususnya didalam
berkomunikasi.

1. Telinga

Struktur telinga dibagi tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

1) Telinga luar

Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikula) dan saluran telinga luar (meatus auditorius
eksternus). Daun telinga terletak di dua sisi kepala setinggi mata yang tersusun oleh tulang rawan atau
kartilago dan otot kecil yang dilapisi oleh kulit sehingga menjadi tinggi, keras, dan lentur. Daun telinga
berfungsi mengumpulkan gelombang suara untuk diteruskan kesaluran telinga luar yang selanjutnyanke
gendang telinga.

Saluran telinga luar merupakan lintasan yang sempit, panjangnya sekitar 2,5 cm dari daun telinga ke
membrane timpani. Saluran ini tidak beraturan dan dilapisi oleh kulit yang mengandung kelenjar khusus,
glandulaseruminosa yang menghasilkan serumen. Serumaen berfungsi untuk melindungi kulit dari
bakteri, menangkap benda asing yang masuk ke telinga. Batas telinga luar dengan telinga tengah adalah
membrane timpani atau gendang telinga yang berbentuk kerucut dengan diameter sekitar 1 cm.
membrane timpani berfungsi melindungi organ telinga tengah dan mengantar fibrasi suara dari telinga
luar ke tulang tung pendengaran (osikel). kekuatan getaran suara mempengaruhi tegangan, ukuran dan
ketebalan membrane timpani.

2) Telinga tengah

Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dalam bagian petrosus tulang temporal. Rongga
tersebut dilalui oleh tiga tulang kecil yaitu meleus, inkus dan stapes yang membentang dari membrane
timpani ke foramen ovale. Sesuai denagn namanya tulang meleus berbentuknya seperti palu dan
menempel pada membrane timpani. Tulang inkus menghubungkan meleus dengan stapes dan tulang
stapes melekat pada jendela oval di pintu masuk telinga dalam. Tulang stapes disokong oleh otot
stapedius yang berperan menstabilkan hubungan antara hubungan stapes dengan jendela oval dan
mengatur hantaran suara. Fungsi tulang-tulang pendengaran adalah mengarahkan getaran dari
membrane timpani ke fenestra vestibule yang merupakan pemisah antara telinga tengah dengan telinga
dalam.

3) Telinga dalam atau labirin

Telingan dalam atau labirin mengandung organ-organ yang sensitive untuk pendengaran, keseimbangan
dan saraf kranial ke delapan. Telinga dalam berisi cairan dan berada pada petrosa tulang temporal.
Telinga dalam tersusun atas dua bagian yaitu labirin tulang dan labirin membranosa.

a. Labirin tulang

Labirin tulang merupakan ruang berisikan cairan menyerupai cairan serebrospinalis yang disebut cairan
perilimf. Labirin tulang tersusun atas vestibula, kanalis semisirkularis dan koklea. Vestibula
menghubungkan koklea dengan kanalis semisirkularis. Saluran semisirkularis merupakan tiga saluran
yang berisi cairan yang berfungsi menjaga keseimbangan pada saat kepala digerakkan. Saluran ini
mengandung sel-sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan cairan untuk disampaikan pesan
otak sehingga terjadi proses keseimbangan. Koklea berbentuk eperti rumah siput didalamnya terdapat
duktus koklearis yang berisi cairan endolimf dan banyak reseptor pendengaran. Oklea bagian labirin
dibagi atas tiga ruangan (skala) yaitu bagian atas disebut skala vestibule, bagian tengah disebut skala
media dan pada bagian dasar disebut skala timpani.

b. Labirin membranosa

Labirin membranosa terendam dalam cairan perilimf dan mengandung cairan endolimf. Kedua cairan
tersebut terdapat keseimbangan yang tepat dalam telingadalam sehingga pengaturan keseimbangan
keseimbangan tetap terjaga. Labirin membranosa tersusun atas utrikulus, sakulus dan kanalis
semisirkulis, duktus koklearis dan organ korti.

2. Fungsi Pendengaran

Proses mendengara ditimbulkan oleh getaran atmosfer yang dikenal sebagai gelombang suara yang
kecepatan dan volumenya berbeda-beda. Gelombang suara bergerak melalui rongga telinga luar (auris
eksternal) yang menyebabkan membrane timpani bergetar. Getaran-getaran tersebut diteruskan menuju
inkus dan stapes melalui meleus yang terkait pada membrane tersebut. Karena getaran yang kemudian
disalurkan ke fenestra vestibuler menuju perilimfe yang getaran ini dialihkan melalui membrane menuju
endolimfe dalam saluran koklea dan rangsangan mencapai ujung-ujung akhir saraf dalam organ korti
selanjutnya dihantarkan menuju otak.

Perasaan pendengaran ditafsirkan otak sebagai suara yang enak atau tidak enak, gelombang suara
menimbulkan bunyi. Tingkatan suara biasa 80-90 desibel dan tingkatan maksimum kegaduhan 130
desibel.
Suara dihasilakan oleh benda yang bergetar dalam medium fisik (udara, air, dan benda padat), tidak
dapat didengar melalui hampa udara. Penghantaran sura, telinga mengubah gelombang suara dari dunia
luar menjadi potensial aksi dalam nervus koklearis. Gelombang diubah oleh gendang telinga dan tulang-
tulang pendengaran menjadi gerakan papan kaki stapes. Gerakan ini menimbulkan gelombang pada
cairan telinga tengah.

Refleksi gendang yaitu apabila otot telinga tengah berkontraksi , menarik manubrium maleoolusnke
dalam dan papan kaki stapes keluar. Suara akan menimbulkan refleks kontraksi otot dan merangsang
reseptor pendengaran.

Pengantaran tulang dan udara:

1. Penghsntsrsn gelombang suara ke cairan telinga dalam melalui membrane timpani dan tulang
pendengar.

2. Gelombang suara mrnimbulkan getaran pada membrane timpani yang menutup jendela bundar
(penglihatan udara).

3. Hantaran tulang tranmisi getaran dari tulang-tulang tengkorak ke cairan telinga dalam.

Gelombang jalan yaitu papan kaki stapes menimbulkan serangkaian gelombang pada perilimfe dalam
skala vestibuli. Apabila bergerak ke arah koklea, tinggi gelombang suara dengan nada tinggi dan suara
rendah gelombang memuncak pada apeks dinding tulang dari skala vestibuli, membrane basilaris tidak
dalam keadaan tegang.

v INDERA PENGECAP

Lidah merupakan bagian dari organ sensori khusus yang mampu mendeteksi berbagai rasa. Orgsn ysng
berperan dalam indra pengecapan yaitu lidah. Lidah terletak pada dasar mulut, ujung serta tepi lidah
bersentuhan dengan gigi yang terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir yang dapat
digerakkan ke segala arah.

Lidah terbagi menjadi:

1. Raduks lingua (pangkal lidah)

2. Dorsum lingua (punggung lidah)

3. Apeks lingua (ujung lidah).

Makanan dapat dirasakan ika makanan tersebut dalam bentuk cair dan harus bersentuhan dengan ujung
saraf lidah yang mampu meneruma rangsangan yang berbeda-bedamdan menimbulkan kesan rasayang
berbeda pula. Lidah memiliki pensarafan yang majemuk dari saraf hipoglosusm(saraf otak XII) dan
dipersarafi juga oleh saraf kranial VII (nervus fasialis) dan saraf IX (glosofaringeus) yang membawa implus
saraf. Kelenjar ludah mengeluarkan saliva kira-kira ½ liter dalam 24 jam untuk mengolah enzim amylase,
sebagai katalisator dalam perubahan karbohidrat menjadi monosakarida dan disakarida.
Fungsi indera pengecap adalah untuk merasakan arti makanan yang enak atau tidak enak dan sebagai
alat refleks. Dengan adanya rasa asam, asin, pahit, manis, dan sebagainya, maka getah cerna akan keluar.

Sensasi pengecapan dasar

* Rasa asam, dikecap pada sepanjang tepi lidah. Intensitas dari rasa asam hampir sebanding dengan
logaritma dari konsentrasi ion hydrogen, yaitu semakin asam semakin kuat sensasi bentuk.

* Rasa asin, dikecap pada lingua anterior. Kualitas rasa asin berbeda antara garam dengan garam yang
lain. Kation membentuk rasa asin, anion juga berperan membentuk rasa asin walaupun sedikit.

* Rasa manis, dikecap pada ujung lidah. Rasa manis tidak dibentuk oleh satu sensasi kimia saja
misalnya gula, glikol, aldehit, keton, amida, dan asam amino. Kebanyakan substansi yang membentuk
rasa manis adalah substansi kimia organik.

* Rasa pahit, dikecap pada dorsum lingua. Substansi yang membentuk rasa pahit hampir seluruhnya
merupakan substansi organik; substansi organic rantai panjang yang mengandung nitrogen dan alcohol
yang meliputi banyak zat yang digunakan dalam obat-obatan.

v INDERA KULIT(SENTUHAN)

Kulit merupakan organ tubuh yang paling besar yaitu sekitar 15-20 persen dari berat badan. Kulit
mempunyai tiga lapisan yaitu epidermis, dermis, dan subkutaneus.

1. Epidermis

Epidermis merupakan lapisan tipis pada bagian terluar kulit dan langsung berhubungan dengan dunia
luar yang tersusun atas sel-sel tanduk (keraronosit) dan sel melanosit. Epidermis memiliki beberapa
lapisan paling luar yaitu stratum korneum, stratum lusidum, stratum malpigi, stratum granulosum, dan
stratum germanativum sedangkan tipe selnya adalah keratinosit, melanosit, merkel, dan sel Langerhans.

a. Lapisan-lapisan epidermis

* Stratum korneum, merupakan lapisan paling luar yang terdiri dari lapisan sel tanduk, gepeng, kering,
dan tidak berinti. Pada lapisan ini terdapat sel-sel mati dengan yang baru atau desqumation.

* Stratum lusidum, lapiasan ini ditemukan pada kulit yang tebal seperti pada telapak tangan dan
telapak kaki. Lapisan ini sangat gepeng dan bening yang berfungsi sebagai bantalan dan proteksi trauma.

* Stratum granulosum, merupakan lapisan-lapisan dengan sel-sel yang bergranula keratohialin yang
merupakan precursor pembentukan keratin. Keratin merupakan protei keras yang berfungsi melindungi
terhadap kehilangan kelembapan kulit. Fungsi lapisan ini adalah proteksi benda asing, kuman, dan bahan
kimia yang masuk dalam tubuh.

* Stratum spinosum, adalah lapisan sel spina atau tanduk, karena sel-selnya dibentuk oleh tonjolan
yang menyerupai spina yang berfungsi menahan gesekan dan tekanan dari luar.
* Stratum germinativum atau stratum basalis, merupakan lapisan dasar pada epidermis dan
lapisannya mempunyai intisel sehingga dapat terjadi pembenahan sel yang cepat dan sel-sel
barundidorong masuknke lapisan berikutnya.

b. Sel-sel epidermis

* Keratinosit, merupakan sel-sel tanduk dan menyusun terbesar dari epidermis. Keratinosit
menghasilkan keratin yang merupakan lapisan berier tertular dari kulit untuk melindungi dari kuman
pathogen, serta kehilangan cairan dalam pengerasan rambut dan kuku.

* Melanosit, merupakan pigmen epidermen yang memproduksi melanosom yang mengandung


melanin (pigmen pada kulit). Warna kulit dihasilkan oleh epmpat pigmen yaitu karotionoid untuk warna
kuning, melanin untuk warna coklat, oksigenasi hemoglobin pada kapiler menimbulkan warna merah
dan penurunan hemoglobin pada venula menimbulkan warna biru.

* Sel merkel, merupakan sel yang berada pada lapisan basal, yaitu reseptor mekanik atau sentuh pada
telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Ø Sel Langerhans, merupakan sel yang membentuk bintang yang berada menyebar diantara keratinosit
di epidermal. Sel ini berasal dari sumsum tulang kemudian bermigrasi ke epidermis. Sel Langerhans
berfungsi berperan dalam reaksi immune pada kulit.

1. Lapisan dermis,

Lapisan dermis tebalnya kira-kira sekitar 1-4 mm yang berada dibawah epidermis. Lapisan ini tersusun
dari fibroblast, makrofag, mast sel dan limfosit untuk meningkatkan penyembuhan luka dan lapisan ini
terdapat limfatik kulit, vaskuler dan jaringan saraf.Lappsan dermis dibagi menjadi dua bagian yaitu
papilla dermis dan reticular dermis. Papilla dermis mengandung banyak kolagen, pembuluh darah,
kelenjar keringat dan elastin yang berhubungan langsung dengan epidermis. Sedangkan lapisan retikuler
mengandung jarinagan ikat yang lebih tebal, sel-sel fibrosa, sel histiosit,

pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf, kelenjar sebesea, sel lemak dan otot penegak rambut.
Lapidan ini membentuk jaringan kompleks serabut sensori yang sensitive terhadap nyeri, sentuhan, dan
suhu. Ada empat tipe utama dari sensasi yaitu nyeri, sentuhan, panas dan dingin. Rasa nyeri dapat
disebabkan oleh fisik, kimia, stimulus mekanik.

2. Lapisan subkutaneus,
Lapisan subkutaneus, merupakan lapisan khusus dari jaringan konektive atau disebut lapisan adipose
karena mengandung lemak. Jaringan subkuteneus adalah untuk simpanan lemak, pencegahan trauma
dan pengaturan suhu.

Kelenjar-kelenjar pada kulit

Kulit mempunyai kelenjar-kelenjar seperti kelenjar keringat, kelenjar sebesea dan kelenjar mamae.

1. Kelenjar kerinagt dibagi menjadi dua bagian yaitu kelenjar keringat ekrin dan apokrin. Kelenjar
keringat ekrin mensekresi air dan memnbantu pendinginan evaporative tubuh untuk mempertahankan
suhu tubuh yang kelenjar ini terdapat pada seluruh tubuh, khususnya lebih banyak pasa area tangan,
telapak kaki dan dahi. Sedangkan kelenjar apokrin merupakan kelenjar keringat khusus seperti pada
aksila, areola payudara dan anogenital. Kelenjar ini memproduksi cairan yang tidak berbau dan akan
berbau jika berhubungan dengan bakteri.

2. Kelenjar sebasea, menghasilkan sebum yang merupakan campuran lemak, zat lilin, minyak dan
pecahan sel yang berfungsi pelembut kulit dan bersifat bakterisid. Kelenjar ini bermuara pada folikael
rambut pada area glans penis, labium minus dan kelenjar pada kelompak mata.

3. Kelenjar mamae, merupakan kelenjar apokrin yang termodifikasi yang khusus menghasilkan susu.
Kelenjar ini berperan dalam proses menyusui.

· Fungsi kulit

Kulit berperan penting dalam perlindungan terhadap ancaman dari luar tubuh, homeostastis, sensasi,
pengaturan suhu, keseibangan cairan, produksi vitamin D, respons imun dan fungsi komunikasi.

1. Mekanisme Sensasi

Salah satu fungsi kulit adalah merasakan adanya berbagai jenis sensasi. Sensasi merupakan kesiagaan
terhadap stimulus baik yang berada dari dalam maupun dari luar. Masing-masing sensasi memounyai
kekhususan tersendiri sehingga setiap sensasi dapat dibedakan satu dengan yang lainnya, keadaan
tersebut disebut modalitas. Satu saraf sensori hanya membawa satu modalitas.

Prose mekanisme dimulai dengan adanya stimulus, tranduksi, konduksi/inplus dan integrasi. Timulus
akan diterima oleh ujung-ujung saraf yang melekat reseptor, dimana setiap ujung saraf tersebut melekat
satu reseptor. Terdapat empat bentuk sensasi pada kulit yaitu raba-tekan, dingin, hangat dan nyeri.
Adanya reseptor pada kulit stimulus dari dalam dan luar akan dideteksi sesuai dengan jenisnya yang
berupa sensasi. Reseptor-reseptor tersebut mampu mengubah energy menjadi potensial aksi pada saraf
sensorik. Potensial aksi dibangkitkan oleh adanya deporlarisasi yaitu perubahan muatan ion pada intra
dan ekstrasel secara cepat.