Vous êtes sur la page 1sur 17

FORM PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. Data Umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. A
2. Alamat dan telepon : Dusun Sumberjo RT 4 RW 2
3. Pekerjaan kepala keluarga :
a. PNS/BUMN/TNI/Polri
b. Karyawan Swasta
c. Petani
d. Buruh
e. Wir
4. Pendidikan kepala keluarga :
a. SD tidak tamat
b. SD
c. SLTP
d. SLTA
e. Akademi/PT
5. Komposisi keluarga dan genogram
Jenis Hub dg
No Nama umur Pendidikan
kelamin KK
1 Tn. A L KK 38 SMP
2 Ny. W P Istri 33 SD
3 Nn. I P Anak 20 S1
4 Nn. A P Anak 16 SMA
5 Sdr. K L Anak 13 SD
Genogram

v v

v v v

v v
Keterangan :
: laki-laki v : perempuan : hubungan suami istri
: hubungan anak : tinggal satu rumah
6. Tipe keluarga :
a. Inti (nuclear)
b. Besar (extended)
c. Campuran (Blended)
d. Ayah/Ibu + anak (single parent)
e. Dewasa sendiri (single adult)
f. Lansia
g. Lain-lain, sebutkan ...........................
7. Suku bangsa :
a. Sunda
b. Jawa
c. lain-lain, sebutkan .............................
8. Agama :
a. Islam
b. Protestan
c. Katholik
d. Hindu
e. Budha
9. Status sosial ekonomi keluarga :
a. Pra Keluarga Sejahtera (Pra KS)
b. KS I
c. KS II
d. KS III
e. KS III Plus
Keterangan : anggota keluarga yang mencari nafkah : Kepala Keluarga.
Sedangkan penghasilan keluarga dalam sebulan tidak tetap, antara 800-900
ribu/bulan. KK bekerja sebagai karyawan swasta. Harta benda di rumah yang
dimiliki adalah 1 sepeda motor, 1 TV, 1 kulkas, 2 lemari, 2 bed tidur , dan 1 magic
com. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan adalah kebutuhan pangan bulanan,
listrik dan biaya bulanan sekolah anaknya.
10. Aktifitas rekreasi keluarga : klien mengatakan bahwa jika ada waktu libur panjang,
keluarga biasanya akan pergi jalan-jalan untuk refreshing di taman atau tempat wisata
yang terjangkau.
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
11. Tahap perkembangan keluarga saat ini
a. Keluarga pemula
b. Keluarga mengasuh anak
c. Keluarga dengan anak usia prasekolah
d. Keluarga dengan anak usia sekolah
e. Keluarga dengan anak remaja
f. Keluarga dengan anak dewasa
g. Keluarga usia pertengahan
h. Keluarga usia lanjut
12. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :
Tahap perkembangan keluarga yang sudah terpenuhi
13. Riwayat keluarga inti :
Keluarga mengatakan bahwa pernikahan keduanya adalah yang pertama. Pernikahan
ayah dan ibu adalah 10 tahun yang lalu, Tn. A menikah ketika usia 31 dan Ny.W
ketika usia 25 tahun. Riwayat pernikahan ayah dan ibu sebelum menikah adalah
single.
14. Riwayat keluarga sebelumnya :
Saat ini : Tn.A mengatakan kondisi kesehatan istri dan anaknya saat ini sehat-sehat
saja. Tn. A dan istri tidak punya penyakit seperti Hipertensi atau Gula. Untuk anak-
anaknya Ny.W mengatakan bahwa anaknya hanya pernah menglami sakit flu atau
demam biasa.
15. Riwayat keluarga sebelumnya :
Tn.A mengatakan orang tuanya meninggal namun tidak tahu karena sakit apa.

III. Pengkajian lingkungan


16. Karakteristik rumah
̵
Luas rumah 8x4 m2
̵
Tipe rumah : lantai keramik
̵
Kepemilikan : milik sendiri
̵
Jumlah dan rasio kamar/rungan: terdiri dari 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 kamar
madi, dapur, dan teras.
̵
Ventilasi/jendela: terdapat 1 jendela besar di ruang tamu
̵
Septic tank: ada
̵
Sumber air minum: air sumur
̵ Kamar madi/WC: MCK di kamar mandi sendiri
̵
Sampah : diambil rutin oleh petugas kebersihan desa
̵ Kebersihan lingkungan: cukup bersih di bagian ruang tamu, namun cahaya tidak
begitu masuk karena kepadatan area sekitar. Cahaya hanya masuk melalui
jendela depan rumah dan pintu belakang menuju dapur.
Denah :

Halaman

KM

Dapur

Ruang Tamu

Kamar

Halaman

17. Karakteristik tetangga dan komunitas RW :


Warga di RW2 ini termasuk warga yang tidak begitu aktif di kegiatan PKK dani
dasawisma maupun kegiatan pengajian rutin desa. Sekitar sebulan yang lalu
beberapa warga RW 2 terkena DBD sehingga di rumah sakit.
18. Mobilitas geografis keluarga :
Keluarga tidak pernah pindah tempat tinggal selama 25 tahun terkahir. Selama ini
jika bepergian keluarga menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi.
19. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
Keluarga Tn.A sesekali hadir pada acara pengajian desa dan juga istrinya sering
mengikuti PKK.

IV. Struktur keluarga


20. Sistim pendukung keluarga :
Apabila ada masalah yang terjadi dengan keluarga, Tn.A memilih menyelesaikan
dengan berdiskusi dan meminta pertimbangan dari istrinya, bila tidak dapat teratasi
maka akan meminta saran pada saudara kandungnya.
21. Pola komunikasi keluarga :
Pola komunikasi dengan keluarga adalah terbuka dan masing-masing keluarga
dapat menyampaikan pendapatnya dengan terbuka namun tetap sopan.
22. Struktur kekuatan keluarga :
Ayah adalah pemegang kendali dalam keluarga dan pengambil keputusan adalah
ayah dibantu ibu. Terkadang jika memerlukan keputusan mendadak ibu akan
memegang alih pengambil keputusan.
23. Struktur peran :
Ayah berperan sebagai pencari nafkah. Sedangkan anaknya berperan sebagai
pelajar. Ibu berperan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti memasak,
mencuci pakaian, dan bersih-bersih. Selain itu ibu juga berperan untuk mengontrol
anak-anak selama dirumah.
24. Nilai atau norma keluarga :
Nilai dan norma dalam kelaurga yang dianut disesuaikan dengan nilai dan norma
yang dianut oleh masyarakat sekitarnya. Nilai dan norma terkait kesehatan adalah
keluarga akan memeriksakan diri ke tenaga kesehatan ketika merasa sakit parah
saja. Jika menderita sakit ringan keluarga membeli obat di apotek/warung sekitar.

V. Fungsi keluarga
25. Fungsi afektif :
Orang tua mengajarkan agar sesama anggota keluarga harus saling menghargai
dan menghormati serta bersikap santun dan ramah. Ajaran ini juga berlaku kepada
anggota keluarga yang lainnya.
26. Fungsi sosialisasi :
̵ Terkadang ada konflik kecil dalam keluarga antara anak pertama dengan orang
tua. Kondisi tersebut diakibatkan karena kurangnya komunikasi antara kedua
belah pihak.
̵ Pengambil keputusan yang paling dominan adalah ayah
̵ Kegiatan di waktu senggang: tidak ada
̵ Partisipasi dalam kegiatan sosial : Hampir tidak ada
27. Fungsi perawatan kesehatan :
̵ Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah kesehatan
keluarga: keluarga Tn. A mengetahui tentang DBD dan pencegahannya namun
dalam prakteknya pencegahan DBD seperti 3M tidak dilakukan karena alasan
kesibukan anggota keluarga.
̵ Kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan: jika ada anggota kelaurga
yang muncul gejala kesehatan yang tidak nyaman akan coba dibelikan obat
warung kemudian akan dibawa ke pelayanan kesehatan jika dirasa tidak dapat
diatasi dengan obat-obatan warung.
̵ Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit: menurut Tn. A. jika
terdapat keluarga yang sakit maka yang akan merawat keluarga yang sakit
adalah Ny. T dengan membelikan obat di warung dan perawatan di rumah
seadanya, jika sakit makin parah maka dibawa ke pelayanan kesehatan.
̵ Kemampuan keluarga untuk memelihara rumah yang sehat: selama ini yang
menjaga kebersihan rumah adalah ibu. Ibu rutin untuk mencuci baju, memasak,
menyapu, dan membuang sampah, sedangkan anak bertugas untuk mengepell
dan membersihkan kendaraan. Ayah bertuigas untuk menguras dan menggosok
kamar madi setiap 1-2 minggu sekali.
̵ Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat : keluarga
belum mendaftarkan diri menggunakan BPJS dikarenakan terbentur masalah
biaya.
28. Fungsi reproduksi :
Tn. A mengatakan sudah merasa cukup dengan anak 2sekarang ini dan tidak ingin
menambah lagi. Ibu sudah menggunakan KB suntik untuk mencegah kehamilan.
29. Fungsi ekonomi :
Keluarga mengatakan selama ini kondisi ekonominya hanya cukup untuk
makansehari-hari dan transportasi. Oleh karena itu, pemanfaatan keuangan
seefisien mungkin dan seminimal mungkin.

VI. Stress dan koping keluarga


30. Stressor jangka pendek dan panjang
Tidak ada stressor jangka pendek maupun jangka panjang.
31. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor :
Keluarga mengatakan akan bermusyawarah jika ada pertengakaran maupun
perselisihan dan berusaha untuk menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dan
meilih jalan tengah suatu masalah.
32. Strategi koping yang digunakan :
Tn.A maupun Ny.W akan saling membuka diri dan bercerita, bila tidak dapat teratasi
maka akan meminta saran dari keluarga kandung.
33. Strategi adaptasi disfungsional :
Tidak ada
VII. Pemeriksaan fisik
Nama Hasil Pemeriksaan Fisik
Tn. A Keadaan umum : baik
Kesadaran : CM, GCS 456
TTV : TD : 130/90 mmHg, Nadi : 88 x/m, RR : 20 x/m, S : 37,20C
Ny. W Keadaan umum : baik
Kesadaran : CM, GCS 456
TTV : TD : 110/70 mmHg, Nadi : 80 x/m, RR : 20 x/m, S : 36,90C
Nn. I Keadaan umum : baik
Kesadaran : CM, GCS 456
TTV : TD : 110/60 mmHg, Nadi : 84 x/m, RR : 20 x/m, S : 370C
Nn. A Keadaan umum : baik
Kesadaran : CM, GCS 456
TTV : TD : 120/80 mmHg, Nadi : 88 x/m, RR : 20 x/m, S : 37,10C
Sdr. K Keadaan umum : baik
Kesadaran : CM, GCS 456
TTV : TD : 120/80 mmHg, Nadi : 84 x/m, RR : 20 x/m, S : 36,50C

VIII. Harapan keluarga


Keluarga berharap jika keluarga tetap rukun dan bahagia serta keluarga tetap sehat
dan tidak ada yang sakit.
ANALISA DATA

NO. DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH


KEPERAWATAN
1. DS : KK menganggap Ketidakefektifan
- Tn.A mengatakan kondisi keluarganya saat ini Pemeliharaan
kesehatan istri dan anaknya saat dalam kondisi sehat – Kesehatan
ini sehat-sehat saja. sehat saja
- Tn. A dan istri tidak punya
penyakit seperti Hipertensi atau KK mengatakan bahwa
Gula. anaknya hanya pernah
- Tn. A. mengatakan bahwa menglami sakit flu atau
anaknya hanya pernah menglami demam biasa.
sakit flu atau demam biasa.
- Tn A. mengatakan sekitar sebulan Tn. A. mengatakan
yang lalu beberapa warga RW 2 keluarganya akan
terkena DBD sehingga di rumah memeriksakan diri ke
sakit. tenaga kesehatan ketika
- Ny. W mengatakan sering merasa sakit parah saja.
mengikuti PKK dan ke pengajian Jika menderita sakit
- Tn. A. mengatakan keluarganya ringan keluarga
akan memeriksakan diri ke tenaga membeli obat di
kesehatan ketika merasa sakit apotek/warung sekitar.
parah saja. Jika menderita sakit
ringan keluarga membeli obat di Tn. A mengatakan
apotek/warung sekitar. mengetahui tentang
- Tn. A mengatakan mengetahui DBD dan
tentang DBD dan pencegahannya pencegahannya namun
namun dalam prakteknya dalam prakteknya
pencegahan DBD seperti 3M tidak pencegahan DBD
dilakukan karena alasan seperti 3M tidak
kesibukan anggota keluarga. dilakukan karena alasan
- Tn. A mengatakan selama ini yang kesibukan anggota
menjaga kebersihan rumah adalah keluarga. Selain itu
ibu. Ibu rutin untuk mencuci baju, sekitar sebulan yang
memasak, menyapu, dan lalu beberapa warga
membuang sampah, sedangkan RW 2 terkena DBD
anak bertugas untuk mengepell sehingga di rumah sakit.
dan membersihkan kendaraan.
Ayah bertuigas untuk menguras Ketidakefektifan
dan menggosok kamar madi Pemeliharaan
setiap 1-2 minggu sekali. Kesehatan
DO :
- Keluarga Tn. A mengetahui
tentang DBD dan pencegahannya
namun dalam prakteknya
pencegahan DBD seperti 3M tidak
dilakukan karena alasan
kesibukan anggota keluarga.
- Di dalam keluarga Tn. A terdapat
pembagian tugas yang jelas,
namun belum melakukan
pencegahan DBD
DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
No. Tanggal Muncul Diagnosa Keperawatan
1. 23 April 2015 Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan
RENCANAASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

No Diagnose Keperawatan Tujuan Rencana Intervensi


1. Ketidakefektifan pemeliharaan TUM : 1. Berikan materi KIE tentang
kesehatan Keluarga mampu meningkatkan perilaku  Mekanisme penularan DBD
pencegahan DBD  Pemutusan mata rantai penularan DB
 Karakteristik vector
 Perilaku menggantung baju
TUK 1 :  Gantian air minum hewan ternak setiap hari
Pengetahuan keluarga meningkat 80%  Gunakan obat nyamuk (bakar, elektrik,
tentang pencegahan DBD lotion)
 Gunakan selimut saat tidur
2. Anjurkankeluarga untuk melakukan perilaku 3M
dalam sehari-hari
TUK 2:
3. Gali pengetahuan anggota keluarga tentang ovitrap
Perilaku keluarga meningkat 80% terhadap
4. Edukasi anggota keluarga tentang ovitrap dan cara
pencegahan DBD melakukan ovitrap
5. Ajarkan anggota keluarga cara membuat ovitrap
TUK 3: 6. Anjurkan anggota keluarga untuk menempatkan
Keluarga dapat menjelaskan kegunaan dan ovitrap pada tempat yang tepat
fungsi ovitrap 7. Evaluasi pemahaman dan kemampuan anggota
keluarga dalam penempatan ovitrap
TUK 4:
Keluarga dapat membuat ovitrap dan
mengimplementasikan penempatan ovitrap
yang tepat
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Tgl No. Dx Jam Tindakan Keperawatan EVALUASI Tanda
Kep tangan
6 Mei 1 09.30  Memperkenalkan diri dengan sopan S:
2015  Membuat kontrak waktu dengan pasien  Klien mengatakan mengerti tentang informasi yang
 Menjelaskan tujuan pertemuan disampaikan
 Berdiskusi tentang :  Klien mengatakan mengerti tentang mekanisme
 Mekanisme penularan DBD penularan DBD, pemutusan mata rantai penularan DBD,
 Pemutusan mata rantai penularan DBD karateristik vector, perilaku menggantung baju,
 Karakteristik vector mengganti air minum hewan ternak setiap hari,
 Perilaku menggantung baju menggunakn obat nyamuk (bakar, elektrik, lotion),
 Mengganti air minum hewan ternak setiap hari menggunakan selimut saat tidur
 Menggunakan obat nyamuk (bakar, elektrik, lotion)  Klien mengatakan akan perilaku 3M dalam sehari-hari
 Menggunakan selimut saat tidur
 Menganjurkan keluarga untuk melakukan perilaku 3M O:
dalam sehari-hari  Klien kooperatif dalam diskusi
 Menanyakan kembali tentang hal-hal yang belum  Klien aktif bertanya
dimengerti  Klien mendengarkan penjelasan dengan baik
 Membuat kontrak dengan klien untuk pertemuan
berikutnya A: Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan dan diberikan pendidikan kesehatan


berkala mengenai DBD, perilaku 3M

12 Mei 1 10.00  Membuat kontrak waktu dengan anggota keluarga S:


2015  Mananyakan kembali pemahaman anggota keluarga  anggota keluarga mengatakan sudah melakukan 3M
untuk mencegah DBD  anggota keluarga mengatakan sudah memahami
 Melakukan observasi 3M plus disekitar rumah penjelasan tentang ovitrap
 Menanyakan pengetahuan anggota keluarga tentang  anggota keluarga menuetujui untuk membuat ovitrap
ovitrap dipertemuan selanjutnya
 Menjelaskan tentang pengertian, kegunaan, cara kerja,
dan cara membuat ovitrap O:
 Menanyakan kembali penjelasan yang telah diberikan  anggota keluarga dapat menyebutkan kegunaan ovitrap
kepada anggoa keluarga dan cara pembuatannya
 Melakukan kontrak waktu kepada anggota keluarga  di dalam rumah masih terlihat ada gantungan baju
untuk mempraktekkan cara membuat ovitrap  tidak terdapat jentik nyamuk di bak kamar mandi, dan
tempat penampungan air lainnya

A:
Masalah belum teratasi

P:
intervensi dilanjutkan dengan praktik pembuatan ovitrap
dan monitoring perubahan perilaku keluarga untuk
mencegah DBD

15 Mei 1 14.00 1. Membuat Ovitrap: S:


2015 J. Menjelaskan pengertian ovitrap  anggota keluarga mengatakan sudah memahami
K. Menjelaskan bahan-bahan pembuatan ovitrap penjelasan tentang ovitrap dan cara pembuatan,
L. Menjelaskan kegunaan ovitrap mengganti serta penempatan
M. Menjelaskan penempatan ovitrap  anggota keluarga mengatakan sudah memahami cara
N. Menjelaskan cara dan waktu mengganti ovitrap mengobservasi jentik
O. Menjelaskan cara membuang air ovitrap O:
P. Memperagakan cara pembuatan ovitrap dan  anggota keluarga dapat mempraktekkan cara
penempatan bersama dengan keluarga pembuatan ovitrap
2. Memonitoring Ovitrap dan jentik:  anggota keluarga dapat mempraktekkan cara observasi
Q. Menjelaskan waktu observasi jentik dan ovitrap jentik
R. Menjelaskan tempat-tempat observasi jentik  tidak terdapat jentik nyamuk di bak kamar mandi, dan
S. Mempraktekkan cara observasi jentik bersama tempat penampungan air lainnya
keluarga
 Membuat kontrak waktu untuk dilakukan monitoring A:
jentik dan ovitrap Masalah belum teratasi

P:
intervensi dilanjutkan dengan mengevaluasi penggunaan
ovitrap dan observasi jentik

19 Mei 1 14.00 1. Monitoring Ovitrap S:


2015  Menanyakan apakah ovitrap sudah digunakan atau  anggota keluarga mengatakan belum meletakkan
belum ovitrap didekat gantungan baju
 Menanyakan apakah ovitrap sudah diletakkan di  anggota keluarga mengatakan menguras bak mandi jika
tempat yang gelap dan didekat gantungan baju sudah terlihat kotor
 Menanyakan apakah ovitrap sudah diganti air dan  anggota keluarga mengatakan belum melakukan
kertas saring tindakan PHBS untuk mencegah penyakit DB
 Menanyakan apakah telur-telur yang ada pada
ovitrap sudah dibuang dengan benar (ditempat O:
yang panas)  anggota keluarga tidak meletakkan ovitrap di dekat
 Mengobservasi ovitrap yang ada pada keluarga gantungan baju
2. Monitoring 3M plus dan Jentik  anggota keluarga tampak masih belum paham tentang
 Menanyakan apakah sudah menguras bak mandi ovitrap
secara rutin  anggota keluarga menguras bak mandi 1 kali seminggu
 Menanyakan apakah sudah menutup tempat  tidak terdapat jentik nyamuk di bak kamar mandi, dan
penampungan air yang ada di rumah tempat penampungan air lainnya
 Menanyakan apakah sudah mengubur barang –
barang bekas yang berisiko menjadi tempat A:
penampungan air Masalah belum teratasi
 Menanyakan apakah keluarga rutin memantau
jentik yang ada di rumah P:
3. Menanyakan apakah keluarga melakukan PHBS di intervensi dilanjutkan dengan mengevaluasi penggunaan
rumah untuk mencegah penyakit DB ovitrap dan observasi jentik
 Tidak tidur siang
 Memakai lotion
 Menggunakan obat nyamuk (bakar, semprot, dan
elektrik)
 Memasang kelambu
 Tidak menggantung baju
22 Mei 1 14.00 1. Monitoring Ovitrap S:
2015  Menanyakan apakah ovitrap sudah digunakan atau  anggota keluarga mengatakan sudah meletakkan
belum ovitrap didekat gantungan baju tetapi belum mengganti
 Menanyakan apakah ovitrap sudah diletakkan di air dan kertas saring
tempat yang gelap dan didekat gantungan baju  anggota keluarga mengatakan menguras bak mandi jika
 Menanyakan apakah ovitrap sudah diganti air dan sudah terlihat kotor
kertas saring  anggota keluarga mengatakan sudah mengerti dan
 Menanyakan apakah telur-telur yang ada pada akan melakukan tindakan PHBS untuk mencegah
ovitrap sudah dibuang dengan benar (ditempat penyakit DB
yang panas) O:
 Mengobservasi ovitrap yang ada pada keluarga  anggota keluarga tidak meletakkan ovitrap di dekat
2. Monitoring 3M plus dan Jentik gantungan baju
 Menanyakan apakah sudah menguras bak mandi  anggota keluarga tampak masih belum paham tentang
secara rutin ovitrap
 Menanyakan apakah sudah menutup tempat  anggota keluarga menguras bak mandi 1 kali seminggu
penampungan air yang ada di rumah  tidak terdapat jentik nyamuk di bak kamar mandi, dan
 Menanyakan apakah sudah mengubur barang – tempat penampungan air lainnya
barang bekas yang berisiko menjadi tempat  keluarga belum melakukan 3M plus
penampungan air
 Menanyakan apakah keluarga rutin memantau A:
jentik yang ada di rumah Masalah belum teratasi
3. Menanyakan apakah keluarga melakukan PHBS di
rumah untuk mencegah penyakit DB P:
 Tidak tidur siang intervensi dilanjutkan dengan mengevaluasi penggunaan
 Memakai lotion ovitrap dan observasi jentik
 Menggunakan obat nyamuk (bakar, semprot, dan
elektrik)
 Memasang kelambu
 Tidak menggantung baju
26 Mei 1 14.00 1. Monitoring Ovitrap S:
2015  Menanyakan apakah ovitrap sudah digunakan atau  anggota keluarga mengatakan sudah meletakkan
belum ovitrap didekat gantungan baju tetapi belum mengganti
 Menanyakan apakah ovitrap sudah diletakkan di air dan kertas saring
tempat yang gelap dan didekat gantungan baju  anggota keluarga mengatakan menguras bak mandi jika
 Menanyakan apakah ovitrap sudah diganti air dan sudah terlihat kotor
kertas saring  anggota keluarga mengatakan sudah mengerti dan
 Menanyakan apakah telur-telur yang ada pada akan melakukan tindakan PHBS untuk mencegah
ovitrap sudah dibuang dengan benar (ditempat penyakit DB
yang panas) O:
 Mengobservasi ovitrap yang ada pada keluarga  anggota keluarga tidak meletakkan ovitrap di dekat
2. Monitoring 3M plus dan Jentik gantungan baju
 Menanyakan apakah sudah menguras bak mandi  anggota keluarga tampak masih belum paham tentang
secara rutin ovitrap
 Menanyakan apakah sudah menutup tempat  anggota keluarga menguras bak mandi 1 kali seminggu
penampungan air yang ada di rumah  tidak terdapat jentik nyamuk di bak kamar mandi, dan
 Menanyakan apakah sudah mengubur barang – tempat penampungan air lainnya
barang bekas yang berisiko menjadi tempat  keluarga sudah melakukan 3M plus
penampungan air
 Menanyakan apakah keluarga rutin memantau A:
jentik yang ada di rumah Masalah belum teratasi
3. Menanyakan apakah keluarga melakukan PHBS di
rumah untuk mencegah penyakit DB P:
 Tidak tidur siang intervensi dilanjutkan dengan mengevaluasi penggunaan
 Memakai lotion ovitrap dan observasi jentik
 Menggunakan obat nyamuk (bakar, semprot, dan
elektrik)
 Memasang kelambu
 Tidak menggantung baju
1 Juni 1 14.00 1. Monitoring Ovitrap S:
2015  Menanyakan apakah ovitrap sudah digunakan atau  anggota keluarga mengatakan meletakkan ovitrap
belum didekat gantungan baju dan rutin mengganti air dan
 Menanyakan apakah ovitrap sudah diletakkan di kertas saring
tempat yang gelap dan didekat gantungan baju  anggota keluarga mengatakan menguras bak mandi 2
 Menanyakan apakah ovitrap sudah diganti air dan kali seminggu
kertas saring  anggota keluarga mengatakan melakukan tindakan
 Menanyakan apakah telur-telur yang ada pada PHBS untuk mencegah penyakit DB
ovitrap sudah dibuang dengan benar (ditempat O:
yang panas)  anggota keluarga meletakkan ovitrap di dekat
 Mengobservasi ovitrap yang ada pada keluarga gantungan baju
2. Monitoring 3M plus dan Jentik  anggota keluarga sudah paham tentang ovitrap
 Menanyakan apakah sudah menguras bak mandi  anggota keluarga menguras bak mandi 2 kali seminggu
secara rutin  tidak terdapat jentik nyamuk di bak kamar mandi, dan
 Menanyakan apakah sudah menutup tempat tempat penampungan air lainnya
penampungan air yang ada di rumah  keluarga sudah melakukan 3M plus
 Menanyakan apakah sudah mengubur barang –
barang bekas yang berisiko menjadi tempat A:
penampungan air Masalah teratasi
 Menanyakan apakah keluarga rutin memantau
jentik yang ada di rumah P:
3. Menanyakan apakah keluarga melakukan PHBS di Intervensi dihentikan
rumah untuk mencegah penyakit DB
 Tidak tidur siang
 Memakai lotion
 Menggunakan obat nyamuk (bakar, semprot, dan
elektrik)
 Memasang kelambu
 Tidak menggantung baju