Vous êtes sur la page 1sur 14

1.

Pengertian Manajemen
Manajemen adalah suatu metode / teknik / proses untuk mencapai suatu tujuan ter
tentu dengan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif melalui tindakan-
tindakan, di antaranya adalah :

· Perencanaan (planning)
· Pengorganisasian (organizing)
· Pelaksanaan (actuating)
· Pengawasan (controlling)

2. Pengertian Proyek
Proyek adalah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dibatasi oleh waktu
dan sumber daya yang terbatas.

3. Sumber Daya

Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam
manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat
tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada
manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh
karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk
mencapai tujuan.

Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang
merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur
dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat
(tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan
secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan
untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta
berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia
usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya
juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab
materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang
dikehendaki.

Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan


keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. Sedangkan metode adalah
suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat
dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan
berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan
penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik,
sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai
pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama
dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan)


produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang
yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses
kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan
hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat
dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya
beli (kemampuan) konsumen.

4. Pengertian Manajemen Proyek

Manajemen Proyek Konstruksi” adalah suatu cara/metode untuk mencapai suatu hasil
dalam bentuk bangunan / infrastruktur yang dibatasi oleh waktu dengan menggunakan
sumber daya yang ada secara efektif melalui tindakan-tindakan perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling).

5. Fungsi Manajemen Proyek

1) Fungsi perencanaan
Berupa tindakan pengambilan keputusan yang mengandung data / informasi, asum
si maupun fakta kegiatan yang akan dipilih dan akan dilakukan pada masa mendatang.

Bentuk tindakan tersebut antara lain :


a. Menetapkan tujuan dan sasaran usaha.
b. Menyusun rencana induk jangka panjang dan pendek.
c. Menyumbangkan strategi dan prosedur operasi.
d. Menyiapkan pendanaan serta standard kualitas yang diharapkan.

Manfaat dari fungsi perencanaan di atas adalah sebagai alat pengawas maupun
pengendali kegiatan, atau pedoman pelaksana kegiatan, serta sarana untuk memilih dan
menetapkan kegiatan yang diperlukan.

2) Fungsi organisasi
Berupa tindakan-tindakan guna mempersatukan kumpulan kegiatan manusia, yang
mempunyai pekerjaan masing-masing, saling berhubungan satu sama lain dengan tata
cara
tertentu dan berinteraksi dengan lingkungannya dalam rangka mendukung tercapai
tujuan. Tindakan berupa antara lain :
a. Menetapkan daftar penugasan.
b. Menyusun lingkup kegiatan.
c..Menyusun struktur kegiatan.
d.Menyusun daftar personil organisasi berikut lingkup tugasnya.
Manfaat dari fungsi organisasi adalah merupakan pedoman pelakasanaan fungsi, di
mana pembagian tugas serta hubungan tanggung jawab serta delegasi kewenangan
terlihat jelas.

3) Fungsi pelaksanaan
Berupa tindakan untuk menyelaraskan seluruh anggota organisasi dalam kegiatan
pelaksanaan, serta agar seluruh anggota organisasi dapat bekerja sama dalam pencapaian
tujuan bersama. Tindakan tersebut antara lain :
a.Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan.
b.Mendistribusikan tugas, wewenang dan tanggung jawab.
c.Memberikan pengarahan penugasan dan motivasi.
Manfaat dari fungsi pelaksanaan ini adalah terciptakannya keseimbangan tugas, hak
dan kewajiban masing-
masing bagian dalam organisasi, dan mendorong tercapainya efisiensi serta
kebersamaan dalam bekerjasama untuk tujuan bersama.

4) Fungsi pengendalian
Berupa tindakan pengukuran kualitas penampilan, dan penganalisaan serta pengevaluasian
penampilan yang diikuti dengan tindakan perbaikan yang harus diambil terhadap
penyimpangan yang terjadi (diluar batas toleransi). Tindakan-
tindakan tersebut meliputi antara lain :
a.Mengukur kualitas hasil.
b. Membandingkan hasil terhadap standard kualitas.
c. Mengevaluasi penyimpangan yang terjadi.
d. Memberikan saran-saran perbaikan.
e. Menyusun laporan kegiatan.
Manfaat dari fungsi pengendalian adalah memperkecil kemungkinan kesalahan yang
terjadi segi kualitas, kuantitas, biaya maupun waktu.
6. Perencanaan (waktu/scheduling, biaya, metoda, mutu, alokasi sdm)
 Penentuan tujuan proyek dan kebutuhan-kebutuhan untuk mencapai tujuan
tersebut.
 Mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan
itu dan bagaimana urutan pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut
 Organisasi proyek dirancang untuk menentukan departemen-departemen yang
ada, subkontraktor yang diperlukan dan manajer-manajer yang bertanggung jawab
terhadap aktivitas pekerjaan yang ada.
 Jadwal untuk setiap aktivitas. Kapan aktivitas dimulai dan kapan aktivitas harus
sudah selesai.
 Mempersiapkan Anggaran dan sumberdaya yang diperlukan untuk melaksanakan
setiap aktivitas
 Mengestimasi waktu, biaya dan performansi penyelesaian proyek.

7. Tujuan Penjadwalan
 Menunjukkan hubungan tiap kegiatan lainnya dan terhadap keseluruhan proyek.
 Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan.
 Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan.
 Membantu penggunaan tenaga kerja, uang dan sumber daya lainnya dengan cara
hal-hal kritis pada proyek

8. Pengendalian Proyek
Manajemen adalah proses kegiatan dari seorang pimpinan yang harus dilakukan dengan
mempergunakan cara-cara pemikiran yang ilmiah maupun praktis untuk mencapai tujuan
yang sudah ditetapkan dengan melalui kerja sama orang-orang lain sebagai sumber
tenaga kerja, serta memanfaatkan sumber-sumber lainnya dan waktu yang tersedia
dengan cara yang tepat.
9. Jenis – Jenis Metode / Teknik Penjadwalan
 Bar Chart

 Kurva S
Kurva s adalah sebuah ghrafik yang dikembangkan oleh Warren T. Hanumm atas
dasar pengamatan terhadap sejumlah besar proyek sejak awal hingga akhir
proyek. Kurva S dapat menunjukan kemajuan proyek berdasarkan kegiatan,
waktu dan bobot pekerjaan yang direpresentasikan sebagai persentase kumulatif
dari seluruh kegiatan proyek. Visualisasi Kurva S dapat memberikan informasi
mengenai kemajuan proyek dengan membandingkannya terhadap jadwal rencana.
Dari sinilah diketahui apakah ada keterlambatan atau percepatan jadwal proyek.
Indikasi tersebut dapat menjadi informasi awal guna melakukan tindakan koreksi
dalam proses pengendalian jadwal. Tetapi informasi tersebut tidak detail dan
hanya terbatas untuk menilai kemajuan proyek. Perbaikan lebih lanjut dapat
menggunakan metode lain hyang dikombinasikan, misal dengan metode bagan
balok yang dapat digeser –geser dan network plaining dengan memperbaharui
suber daya maupun waktu pada masing – masing kegiatan.
Untuk membuat kurva S, jumlah persentase kumulatif bobot masing – masing
kegiatan pada suatu periode diantara durasi proyek diplotkanterhadap sumbu
vertikal sehingga bila hasilnya dihubungkan dengan garis, akan membentuk kurva
S. Bentuk demikian terjadi karena volume kegiatan pada bagian awal biasanya
masih sedikit, kemudian pada pertengahan meningkat dalam jumlah cukup besar,
lalu pada akhir proyek volume kegiatan kembali mengecil.
Untuk menentukan bobot pekerjaan, pendekatan yang dilakukan dapat berupa
perhitungan persentase berdasarkan biaya per item pekerjaan / kegiatan dibagi
nilai anggaran, karena satuan biaya dapat dijadikan bentuk persentase sehingga
lebih mudah untuk menghitungnya.
 Network Diagram
Dengan activity network diagram dapat dilakukan analisis terhadap jadwal waktu
penyelesaian proyek, masalah yang mungkin timbul jika terjadi
kelambatan, probability selesainya proyek, biaya yang diperlukan dalam rangka
mempercepat penyelesaian proyek, dan sebagainya.
Terdapat beberapa versi activity network diagram, namun yang luas
pemakaiannya adalah:
 CPM (critical path method), merupakan teknik pertama activity network
diagram yang diperkenalkan pertama kali tahun 1957 oleh M. R. Walker
dari DuPont Company and J. E. Kelley, Jr. dari Remington Rand
Univac. [1]
 PERT (program evaluation and review technique), yang diperkenalkan
tahun 1958 oleh U.S. Navy Special Projects Office.
 PDM (precedence diagram method), yang dikembangkan oleh J. W.
Fondahl dari Stanford University pada awal dekade 1960-an.

Perbedaan mendasar antara CPM dan PERT adalah terletak pada perkiraan waktu,
CPM menaksir waktu dengan cara pasti (deterministic) sedangkan PERT dengan
cara kemungkinan (probabilistic). Metode ketiga, PDM, memiliki jaringan kerja
yang lebih sederhana karena kegiatan atau tugas-tugas digambarkan
pada node (simpul atau sambungan jalur), bukan pada garis panah seperti pada
CPM dan PERT. Metode menggambarkan kegiatan pada node disebut metode
diagram AON (activity on node), sedangkan metode menggambarkan kegiatan
pada garis panah disebut metode diagram AOA (activity on arrow) atau arrow
diagramming method (ADM).

Ada dua metode untuk menggambarkan activity network diagram yaitu:

Activity on arrow (AOA), yang mana kegiatan digambarkan pada garis panah
(arrow) dalam hal ini node merupakan suatu peristiwa (event).

Activity on node (AON), yang mana kegiatan digambarkan pada node dalam hal
ini garis panah (arrow) merupakan hubungan logis antar kegiatan.

n = Event number

x = Duration time

A = Activity name

ES = Earliest start time

LS = Latest start time

EF = Earliest finish time

LF = Latest finish time

(a) Hubungan Peristiwa Kegiatan pada Activity (b) Hubungan Peristiwa Kegiatan pada Activity
On Arrow On Node

Gambar 1. Pendekatan dalam Menggambarkan Activity Network Diagram

Menggambarkan diagram AOA sedikit lebih sulit dari diagram AON, begitupun pembaca
yang belum berpengalaman akan lebih mudah memahami diagram AON ketimbang
diagram AOA karena jaringan diagram AON memfokuskan pada kegiatan atau tugas-
tugas (tasks) sementara diagram AOA pada peristiwa (event).
Untuk menggambarkan hubungan antar kegiatan dalam diagram AOA didasarkan pada
hubungan kegiatan yang mendahului (predecessor) atau hubungan kegiatan yang
mengikuti (successor) atau keduanya sekaligus sebagai kontrol.

Tabel 1

Beberapa ketergantungan antar kegiatan

AOA/CPM AON/PDM Keterangan

(a) Kegiatan B dimulai setelah kegiatan A selesai

A predecessor B, B successor A

(b) Kegiatan B dan C dapat dimulai setelah kegiatan A selesai

A predecessor B dan C, B dan


C successor A

(c) Kegiatan C dan D dapat dimulai setelah kegiatan A dan B selesai

A dan B predecessor C dan D, C


dan D successor A dan B

(d) Hubungan ketergantungan dengan memakai dummy pada AOA

A dan B menjadi predecessor C


karena ada kegiatan dummy dari B
ke C di AOA
10. Perencanaan Penjadwalan AOA (Activity On Arrow)
 Konsep AOA

11. Perhitungan Float (total float, free float, independent float, hubungan AOA dengan
Barchart
 Free float adalah banyaknya delay yang dapat ditugaskan untuk setiap satu
kegiatan tanpa menunda kegiatan selanjutnya. Free float, FFij, untuk aktivitas (i,j)
adalah:

𝐹𝐹𝑖𝑗 = 𝐸𝑗 − 𝐸𝑖 − 𝐷𝑖𝑗

 Independent float adalah banyaknya delay yang dapat ditugaskan untuk setiap
satu kegiatan tanpa menunda kegiatan selanjutnya atau membatasi penjadwalan
kegiatan sebelumnya. Independen float, IFij, untuk kegiatan (i,j) dihitung sebagai
berikut:

0
𝐼𝐹𝑖𝑗 = {𝐸 − 𝐿 − 𝐷
𝑗 𝑖 𝑖𝑗

 Total float adalah maksimum banyaknya delay yang dapat ditugaskan untuk
setiap kegiatan tanpa menunda keseluruhan proyek. Total Float, TFij, untuk setiap
kegiatan (i,j) dihitung sebagai berikut:

𝑇𝐹𝑖𝑗 = 𝐿𝑗 − 𝐸𝑖 − 𝐷𝑖𝑗

Secara grafis, ketiga macam float time dan slack time diilustrasikan pada contoh
Gambar 5 berikut.
Gambar 5. Ilustrasi Contoh Float Time dan Slack Time

12. Perencanaan Jadwal Metode Lintasan Kritis


 Earliest Event Time (EET)
Cara menentukan earliest event time (EET) pada setiap node adalah dengan
menggunakan perhitungan ke muka (forward), yaitu: kita mengawali perhitungan
dari node nomor 1 dengan anggapan waktu mulai sama dengan nol, selanjutnya
bergerak dalam jaringan untuk menghitung:
 EET yang terjadi, Ei,
 Waktu mulai tercepat atau earliest start (ES), dan
 Waktu selesai tercepat atau earliest finish (EF)

Untuk setiap kegiatan dalam jaringan sampai perhitungan berakhir di node terakhir.
Berikut metode perhitungannya:

(i) Jadikan EET yang terjadi pada permulaan proyek sama dengan nol, artinya,
E1 = 0.
(ii) ES untuk setiap kegiatan (i,j) adalah sama dengan Ei untuk peristiwa
sebelumnya, artinya,
ESij = Ei.
(iii) EF untuk setiap kegiatan (i,j) adalah sama dengan ES ditambah durasi
kegiatan. Artinya,
EFij = ESij + Dij,
atau
EFij = Ei + Dij.
(iv) EET untuk peristiwa j adalah maksimum EF dari semua kegiatan yang
berakhir ke dalam peristiwa tersebut. Artinya,
Ej = maxi {EFij untuk semua predecessor (i,j)}
Ej = maxi {Ei + Dij}

 Latest Event Time (LET)


Untuk menentukan latest event time (LET) pada setiap node adalah dengan
menggunakan perhitungan ke belakang (backward), yaitu: perhitungan waktu
mulai terlama atau latest start (LS) dan waktu selesai terlama atau latest
finish (LF) untuk setiap kegiatan dalam jaringan yang dimulai dari node terakhir
dengan Ln sama dengan En pada node terakhir (yang kita ketahui dari
perhitungan ke muka) sampai perhitungan berakhir di node nomor 1. Berikut
metode perhitungannya:

(i) Untuk peristiwa terakhir anggap


En = Ln.
Ingat bahwa semua ES telah dihitung pada tahap perhitungan ke muka.
(ii) LF untuk setiap kegiatan (i,j) adalah sama dengan LET dari
peristiwa j,
LFij = Lj.
(iii) LS untuk setiap kegiatan (i,j) adalah sama dengan LF dikurangi
durasi kegiatan. Artinya,
atau,
LSij = LFij – Dij,
atau
LSij = Lj – Dij.

(iv) LET untuk peristiwa i adalah minimum LS dari semua kegiatan yang
berasal dari peristiwa tersebut. Artinya,
Li = minj {LSij untuk semua successor (i,j)}
Li = minj {LFij – Dij}
Li = minj {Lj – Dij}
TUGAS I

TEKNIK PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK KONSTRUKSI

Disusun Oleh:
Mikhael Caesar Eka Putra
051.12.056

Dosen Pembimbing:
Ir. Susianti Winoto, MT.

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2017