Vous êtes sur la page 1sur 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Istilah manajemen berasal dari kata management (bahasa inggris), berasal dari
kata “ to manage “ yang artinya mengurus atu tata laksana. Sehinnga manajemen dapat
di artikan bagaimana cara megatur,membimbing dan memimpin semua orang yang
menjadi bawahannya agar usah yang sedang dikerjaan dapat mrncapai tujuan yang telah
di tetapkan sebelumya sedangkan pengertian umumnya Manajemen adalah proses
merencana, mengorganisasi, mengarahkan, mengorganisasikan serta mengawasi kegiatan
mencapai secara efisien dan efektif tujuan organisasi atau Manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, penarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang
telah di tetapkan (Stoner).
Manajemen merupakan ilmu dan seni di mana terdapat 4 utama fungsi yaitu dalam
manajemen:
Perencanaan (planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (Acuating)
dan Pengawasan (Controling). Selain penjelasan tentang apa yang di maksud pengantar
manajemen dan proses manajemen diatas terdapat juga evolusi teori-teori manajemen
klasik, dan Bagamaina teori manajemen dapat berevolusi.
BAB II
PEMBAHASAN

A. ADMINISTRASI KONTRAK

Kontrak atau Perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih
mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih.

Salah satu pihak disebut PIHAK KESATU dan pihak lainnya disebut PIHAK KEDUA

Sedangkan dalam lingkup lingkup jasa konstruksi, pengertian para pihak adalah :

PIHAK KESATU : Pengguna Jasa

PIHAK KEDUA : Penyedia Jasa

Administrasi Kontrak merupakan upaya pengelolaan atas kontrak dalam periode


pelaksanaannya sehingga
kewajiban dan hak dari masing-masing pihak dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan
yang ada dalam kontrak tersebut.

Dengan demikian administrasi kontrak diperlukan dalam setiap pelaksanaan kontrak.

Bagi kontraktor Administrasi Kontrak diperlukan dalam mengelola kontrak selama


pelaksanaan proyek agar tercapai target pelaksanaan dalam aspek biaya, mutu, an waktu
untuk memperoleh laba, citra yang baik dari perusahaan serta profesionalisme dalam
pelaksanaan pekerjaan.
Dan bagi pengguna jasa Administrasi kontrak diperlukan dalam mengelola kontrak
selama pelaksanaan proyek agar diperoleh hasil pelaksanaan berupa bangunan dan
kelengkapannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam kontrak.

B. KEDUDUKAN KONTRAK DALAM HUBUNGAN KERJA

• Secara Hukum, perjanjian merupakan undang-undang bagi pihak-pihak yang


membuat

• Setiap pihak wajib melaksanakan ketentuan kontrak

• Setiap kesalahan dalam memenuhi ketentuan akan menimbulkan risiko berujud


biaya dan tidak ada kompensasinya

Contohnya :

• Pihak I tidak menyerahkan lahan tepat waktu

• Pihak I tidak membayar tepat waktu

• Pihak II tidak menyerahkan bangunan tepat waktu

• Pihak II tidak memenuhi persyaratan bangunan


Untuk menghindari kerugian karena tidak memenuhi ketentuan, kontraktor harus
:

• Menyelenggarakan mutu pelaksanaan sesuai persyaratan

• Memahami serta menerapkan ketentuan dalam dokumen kontrak

C. PEMAHAMAN ISTILAH

1. Kontrak : suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya
terhadap satu orang atau lebih

2. Provisional Sum : sejumlah biaya yang disediakan dan termasuk dalam kontrak,
untuk pekerjaan yang belum ditentukan

3. Prime Cost : sejumlah biaya yang disediakan dan termasuk dalam kontrak, untuk
pekerjaan yang telah ditentukan, umumnya dikerjakan oleh NSC

4. Nominated Sub Contractor (NSC) : sub kontraktor yang ditunjuk langsung oleh
Pihak I untuk pekerjaan tertentu yang telah ditetapkan

5. Force Majeure : atau keadaan memaksa, adalah kejadian atau peristiwa yang
terjadi diluar kemampuan Pihak I maupun Pihak II yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan kontrak, antara lain berupa :

a. Bencana alam : banjir, gempa bumi, tanah longsor, badai dan lain-lain

b. Huru-hara, perang, pemberontakan, kerusuhan, kekacauan dan lain-lain

c. Kebakaran

d. Keadaan memaksa yang dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah

6. Eskalasi harga : perubahan/kenaikan harga sesuai kondisi pasar

 Klaim : suatu permintaan akan tambahan harga kontrak, atau waktu


pelaksanaan, atau kompensasi atas terjadinya hal-hal yang bukan kesalahan salah
satu pihak dan merugikan pihak tersebut
 Sengketa kontrak : perselisihan/perbedaan pendapat antara Pihak I dan Pihak
II yang tidak dapat disepakati atas hal-hal tentang pelaksanaan kontrak
 Penyelesaian sengketa : upaya mencapai kesepakatan antara dua pihak melalui
musyawarah, atau pengadilan, atau arbitrase
 Arbitrase : peradilan yang dipilih dan ditentukan sendiri secara sukarela oleh
pihak-pihak yang bersengketa
Dokumen Kontrak secara lengkap terdiri atas :

a. Dokumen Tender, meliputi :

- Undangan tender

- Petunjuk kepada peserta tender

- Formulir penawaran dan lampirannya

- Syarat-syarat umum dan khusus

- Speseifikasi Tehnik

- Gambar Tender

- Daftar item dan kuantitas pekerjaan

- Addendum

b. Surat Penunjukan

c. Surat Perjanjian

d. Syarat-syarat Perjanjian

e. Rincian Pekerjaan dan Harga

f. Dokumen lain : Berita Acara Aanwijzing (Risalah Penjelasan),

Berita Acara Klarifikasi, data penyelidikan tanah, dan lain-lain

Kontrak sekurang-kurangnya memuat ketentuan tentang :

1) Para Pihak, menjelaskan tentang :

a. Nama Instansi / Badan Usaha atau Usaha/ Orang Perorangan

b. Nama Wakil / Kuasa atau Sertifikat Keahlian dan ketrampilan bila


Usaha Perorangan

c. Tempat kedudukan dan alamat usaha


2) Rumusan pekerjaan, menguraikan tentang :

a. Pokok-pokok pekerjaan

b. Volume pekerjaan

c. Nilai pekerjaan, dan ketentuan untuk penyesuaian harga

d. Pekerjaan tambah kurang

e. Tata cara penilaian hasil pekerjaan untuk pembayaran

f. Jangka waktu pelaksanaan

3) Pertanggungan

Jenis pertanggungan yang menjadi kewajiban penyedia jasa :

a. Pembayaran uang muka : dengan jaminan uang muka

b. Pelaksanaan pekerjaan : dengan jaminan pelaksanaan

c. Hasil pekerjaan : dengan ditahan sebagian pembayarannya (retensi)

d. Tenaga kerja : dengan asuransi tenaga kerja

e. Tuntutan pihak ketiga : dengan jaminan asuransi

f. Kegagalan bangunan : dengan jaminan asuransi

Dalam pertanggungan diatas dicantumkan :

a. Nilai jaminan / pertanggungan

b. Jangka waktu pertanggungan

c. Prosedur pencairan / pengembalian jaminan

d. Hak & kewajiban masing-masing pihak


Jenis pertanggungan yang menjadi kewajiban Pengguna Jasa:

a. Pengguna Jasa Pemerintah, dengan dokumen ketersediaan anggaran

b. Pengguna Jasa Non Pemerintah, dengan jaminan Bank atau bentuk lain yang
disepakati para pihak

4) Tenaga Ahli, menjelaskan tentang :

a. Persyaratan klasifikasi dan kualifikasi tenaga ahli

b. Prosedur penerimaan dan atau pemberhentian tenaga ahli

c. Jumlah tenaga ahli

5) Kewajiban & Hak masing-masing pihak, meliputi :

a. Kewajiban & Hak Pengguna Jasa

b. Kewajiban & Hak Penyedia Jasa

6) Cara Pembayaran, berisi uraian tentang :

a. Volume fisik pekerjaan yang bisa dibayar

b. Cara/tahapan pembayaran hasil pekerjaan

c. Jangka waktu pembayaran

d. Besarnya potongan retensi, angsuran pengembalian uang muka

e. Denda keterlambatan pembayaran

7) Pekerjaan tambah dan kurang, menjelaskan tentang :

a. Definisi pekerjaan tambah kurang


b. Dasar timbulnya pekerjaan tambah kurang

c. Dampaknya terhadap harga kontrak

d. Dampaknya terhadap waktu pelaksanaan

e. Cara pembayaran pekerjaan tambah

8) Ketentuan mengenai cidera janji (wan prestasi)

a. Bentuk cidera janji

• oleh Penyedia Jasa :

i. tidak menyelesaikan pekerjaan

ii. tidak menyerahkan hasil pekerjaan

• oleh Pengguna Jasa

i. terlambat serahkan lahan, sarana pelaksanaan

ii. terlambat membayar

iii. tidak membayar

b. Bila satu pihak cidera janji, pihak lainnya mendapat kompensasi berupa antara lain:

i. perpanjangan waktu

ii. penggantian biaya

iii. pemberian ganti rugi

iv. perbaikan hasil pekerjaan


9) Penyelesaian perselisihan

Dalam hal penyelesaian perselisihan kontrak, didalamnya memuat ketentuan :

a. penyelesaian menggunakan lembaga peradilan, yaitu melalui pengadilan sesuai


Hukum Acara Perdata, atau Pengadilan Niaga

b. penyelesaian menggunakan alternatif penyelesaian sengketa, yaitu melalui upaya


mediasi atau konsiliasi, atau arbitrase

10) Ketentuan mengenai pengakhiran/pemutusan kontrak, menguraikan tentang :

a. bentuk pemutusan yang disepakati, atau pemutusan sepihak

b. kewajiban dan hak masing-masing pihak sebagai konsekuensi dari adanya


pemutusan kontrak

11) Ketentuan mengenai keadaan memaksa (force majeure), meliputi :

a. risiko-risiko khusus yg disepakti sebagai keadaan memaksa

b. kewajiban & hak masing-masing pihak bila terjadi keadaan memaksa

12) Kewajiban para pihak dalam hal kegagalan bangunan, menjelaskan tentang :

a. jangka waktu pertanggung jawaban kegagalan bangunan

b. bentuk tanggung jawab terhadap kegagalan bangunan

13) Ketentuan mengenai perlindungan pekerja, meliputi :

a. kewajiban memenuhi ketentuan perundangan

b. bentuk tangung jawab dalam perlindungan pekerja


14) Ketentuan mengenai aspek lingkungan, menjelaskan tentang :

a. kewajiban memenuhi ketentuan perundangan

b. bentuk tangung jawab mengenai gangguan terhadap lingkungan dan manusia

15) Ketentuan-ketentuan lain diantaranya :

a. mengenai hak atas kekayaan intelektual (hak cipta/paten)

b. mengenai pemberian insentif

c. mengenai sub penyedia jasa (sub kontraktor) dan pemasok

d. mengenai penggunaan dua bahasa

e. bahwa kontrak konstruksi tunduk pada hukum yang berlaku

D. PERUBAHAN PERJANJIAN

Terhadap suatu perjanjian/kontrak dimungkinkan adanya perubahan, yaitu :

• Perjanjian Amandemen (amendment contract)

bila ada satu atau lebih ketentuan harus dirubah (misalnya perubahan waktu pelaksanaan)

• Perjanjian Addendum (addendum contract)

bila ada tambahan ketentuan baru (misalnya tambahan biaya eskalasi)

• Perjanjian Suplemen (supplementary contract)

bila ada tambahan ketentuan diluar substansi kontrak


E. KONSEKUENSI ATAS WAN PRESTASI

Perlu disadari bahwa bagi kedua pihak ada konsekuensi :

Bagi Pihak Kedua : kesalahan memenuhi ketentuan kontrak (wan prestasi) akan
menimbulkan risiko biaya tanpa imbalan pendapatan

Bagi Pihak Kesatu : kesalahan memenuhi ketentuan kontrak (wan prestasi) akan
menimbulkan risiko klaim dari Pihak Kedua, yang akan menambah Anggaran Proyek

Agar hal tersebut tidak terjadi, kontraktor harus :

1. Menyelenggarakan mutu pelaksanaan yang baik

2. Memahami & menerapkan ketentuan kontrak

F. SUBSTANSI /ISI KONTRAK YANG PERLU DIWASPADAI

1) Pembayaran

a. Jaminan pembayaran, bila tidak ada jaminan pembayaran dari Pihak I bisa timbul
masalah dalam kelancaran pembayaran prestasi pekerjaan

b. Pembayaran berdasarkan bagian pekerjaan yang harus selesai penuh (sistim mile –
stone). Bila dalam penyelesaian penuh dari suatu bagian pekerjaan menemui kendala,
maka pembayaran atas bagian tersebut akan bermasalah

c. Pembayaran sistim progres payment dengan nilai besar 25 %, 50 %. 75 %, 100 %,


hal ini akan menuntut Pihak II mempunyai modal kerja yang cukup besar

d. Tidak ada uang muka, menyebabkan Pihak II harus menyediakan modal kerja yang
cukup besar

2) Pekerjaan tambah kurang

Didalam menangani pekerjaan tambah kurang perlu diperhatikan :

a. Segera konfirmasi perubahan tersebut sehingga formal / sah


b. Dibuat analisis dampak pekerjaan tambah kurang tersebut pada harga dan waktu
kontrak

c. Segera ajukan perubahan biaya sampai final

d. Setelah secara legal disetujui baru pekerjaan tambah kurang dilaksanakan (idealnya
begini)

3) Sanksi dan Denda

a. Denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan (satu permil sehari) diberi batas


maksimum 5% dari nilai kontrak

b. Bila denda keterlambatan diterapkan secara parsial, harus manjadi perhatian untuk
tidak dilanggar

c. Perlu mencantumkan kompensasi untuk keterlambatan pembayaran

d. Perlu dicantumkan ketentuan tentang batas keterlambatan


dalam pembayaran dengan sanksi :

• Penyedia Jasa menghentikan kegiatan dan segala risiko ditanggung


Pengguna Jasa

4) Penyelesaian sengketa

Perlu dicantumkan klausul tentang penyelesaian sengketa :

a. Penyelesaian melalui BANI, atau melalui arbitrasi dan menggunakan aturan BANI,
atau

b. Penyelesaian dengan mediasi (melalui mediator) atau dengan konsiliasi (melalui


konsiliator), atau

c. Penyelesaian melalui Pengadilan Negeri

G. PETUGAS YANG HARUS MEMAHAMI KONTRAK

a. Periode Pra Kontrak :

• Petugas yang duduk di Tim Penghitungan Tender di Cabang & Kantor Pusat
b. Periode Pelaksanaan Kontrak :

i. Direktur Operasi / Tehnik (PJT)

ii. Manager Pengendalian

iii. Kepala Proyek / Site Manager

iv. Staf Tehnik Proyek

H. KLAIM

Klaim adalah bentuk permintaan, atau tuntutan, yang diajukan oleh salah satu pihak
dalam suatu perjanjian kepada pihak lainnya berupa pembayaran, atau ganti rugi, atau
tambahan waktu, atau kompensasi atas timbulnya hak dari satu pihak terhadap pihak
lainnya, atau atas kesalahan memenuhi kontrak oleh salah satu pihak.

Klaim oleh Penyedia Jasa

NO. KEJADIAN KLAIM

1. Penyerahan lahan a. Idle cost sumber daya


terlambat (alat, tenaga, material)

b. Biaya umum (overhead)

c. waktu

2. Pembayaran termin Cost


terlambat

3. Pekerjaan tambah Tambahan nilai kontrak


4. Pekerjaan kurang Pegguna jasa mengurangi
nilai kontrak

5. Kejadian pada lingkup a. Penyesuaian harga atau


lokal, nasional, meninjau kembali lingkup
regional atau global pekerjaan
yang berdampak
b. Waktu
kerugian yang
Penalti / denda oleh
signifikan
Pengguna Jasa

Dalam hal timbul kejadian merugikan diluar kekuasaan para pihak, maka :

• Bila ada aturan dalam kontrak, harus diikuti

• Bila tidak ada aturan dalam kontrak, perlu disepakati cara penanganannya

Terdapat dua kelompok klaim

1. Klaim yang dasar pengajuannya ada dalam kontrak (contractual claim)

NO. KEJADIAN PENALTI • klaim biaya

1. Penyerahan Denda (liquidated damage) perubahan pekerjaan

pekerjaan terlambat • klaim biaya dan

2. Kualitas pekerjaan Harga dikurangi/kerja ulang waktu atas penundaan

kurang penyerahan lahan

3. Ada bagian Mengulang kembali, atau


pekerjaan yang tidak dikerjaan oleh pengguna jasa 2. Klaim yang
diterim karena tidak dengan biaya beban penyedia dasar pengajuannya
memenuhi ketentuan jasa tidak tercantum dalam
kontrak (non
contractual claim)
• klaim kenaikan kurs mata uang asing

• klaim biaya dan waktu atas penghentian pekerjaan oleh alasan yang bukan
kesalahan kontraktor

PROSES KLAIM

1. Setiap “kesalahan” Pihak I dikonfirmasi secara tertulis

2. Bila harus mengerjakan diluar lingkup pekerjaan: diminta instruksi/konfirmasi


tertulis

3. Saat melaksanakan pekerjaan butir 1) dan 2), dibuat surat pemberitahuan secara
rinci (kapan, berapa lama, alat apa, material apa, tenaga kerja berapa, dan lain-lain)

4. Buat foto dokumen sebelum, selama dan selesai pelaksanaan

5. Setelah pekerjaan selesai, buat konfirmasi atau Berita Acara

6. Pengajuan klaim dibuat jangan sampai terlambat, karena posisi tawar akan lemah

7. Berkas pengajuan klaim disusun lengkap, akurat, jelas, menarik

8. Diupayakan kondisi yang baik/kondusif, berupa :

a. kinerja pelaksanaan selalu dibuat baik

b. hubungan interpersonal dengan Pihak I dijaga baik

c. suasana perundingan tetap hangat & bersahabat

9. Hasil perundingan dibuat formal


I. KETERKAITAN KONTRAK DENGAN PERATURAN
PERUNDANGAN

- Ketentuan-ketentuan dalam dokumen kontrak tidak dibenarkan


bertentangan dengan Peraturan Perundangan

- Bila terdapat yang bertentangan: ketentuan tersebut batal demi hukum

- Bila terdapat hak satu pihak (kewajiban pihak lain) tidak tercantum tetapi
dibenarkan peraturan per-undangan, maka hak tersebut memenuhi syarat untuk dituntut

1. Ketentuan tentang kegagalan Bangunan

- UU. No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, pasal 25, 26, 27, 28

- Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan


Jasa Konstruksi pasal 34 s/d 48

2. Ketentuan tentang Peran Masyarakat

- UU. No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, pasal 29, 30

3. Kegagalan Bangunan

- keadaan tidak berfungsinya bangunan, sebagian atau keseluruhan, dari segi teknis,
manfaat, K – 3 atau keselamatan umum

- bisa karena kesalahan dari Penyedia Jasa (Pelaksana Konstruksi, Perencana


Konstruksi, dan Pengawas Konstruksi) atau Pengguna Jasa

Langkah preventif penting :

- Bila lingkungan bangunan ( tanah, air,


cuaca, beban dll) mempunyai kondisi yan memungkinkan bangunan
berubah/deformasi, maka dalam BA Penyerahan Pekerjaan diberi catatan bahwa bila
hal itu terjadi bukan tanggung jawab Penyedia Jasa
4. Peran Masyarakat sesuai UU. No. 18/1999 Pasal 29 :

a. Masyarakat berhak untuk :

i. melaksanakan pengawasan untuk mewujudkan tertib pelaksanaan Jasa


Konstruksi

ii. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang dialami


secara langsung s ebagai akibat penyelenggaraan Jasa Konstruksi

b. Masyarakat berkewajiban

i. menjaga ketertiban dan memenuhi ketentuan yang


berlaku dibidang pelaksanaan Jasa Konstruksi

ii. turut mencegah terjadinya pekejaan konstruksi yang membahayakan


kepentingan umum.

Masyarakat bisa memberikan kritik, usulan, protes, pernyataan curiga sampai


tuduhan

c. Sebagai antisipasi, agar diupayakan :

i. Pelaksanaan pekerjaan mengikuti ketentuan-ketentuan


dalam kontrak

ii. Interaksi dengan masyarakat sekitar dilakukan dengan


baik

iii. Tetap menjaga lingkungan sekitar proyek dalam keadaan


baik
J. PENGAKHIRAN KONTRAK

Kontrak konstruksi berakhir bila :

a. Pelaksanaan kontrak selesai s/d penyerahan terakhir, dan semua kewajiban


dan hak masing-masing telah diselesaikan,atau

b. Dilakukan pemutusan kontrak oleh


salah satu pihak oleh suatu sebab sesuai kontrak, dan semua kewajiban dan hak
yang timbu pada masing-masing pihak telah diselesaikan, atau

c. Dilakukan pemutusan kontrak atas kesepakatan para pihak sesuai kontrak, dan
semua kewajiban dan hak yang timbul pada masing – masing pihak telah diselesaikan

K. URUTAN KEKUATAN / PRIORITAS DOKUMEN

Bila terdapat hal-hal yang bertentangan / tidak sama pada satu dokumen gengan dokumen
lainnya, umumnya berlaku :

Dokumen yang lebih akhir adalah yang lebih kuat / mengikat untuk dilaksanakan

Dalam hal tidak ditentukan, urutan prioritas untuk dilaksanakan berdasarkan urutan
adalah :

1. Instruksi tertulis Pengawas/Wakil Pemilik Proyek

2. Kontrak Adendum

3. Surat Perjanjian dan Syarat-syarat Perjanjian

4. Surat Perintah Kerja, Surat Penunjukan

5. Berita Acara Negosiasi

6. Berita Acara Klarifikasi


7. Berita Acara Aanwijzing/Risalah Rapat Penjelasan

8. Syarat-syarat Administrasi

9. Spesifikasi/Syarat Tehnis

10. Gambar Rencana Detail

11. Gambar Rencana

12. Rincian Nilai Kontrak

L. FORMAT STANDAR KONTRAK

Meskipun di Indonesia belum ditetapkan suatu standar kontrak, tetapi sebagai referensi
dapat digunakan antara lain :

a. Standar kontrak dari FIDIC (Federation Internationale Des Ingeuneurs Conseils)


atau International Federation of Consulting Engineers.

b. Standar kontrak dari JCT (Joint Contract Tribunal)

M. BENTUK KONTRAK

Terdapat beberapa jenis bentuk kontrak dalam jasa konstruksi, tetapi yang banyak ditemui
adalah bentuk kontrak :

a. Kontrak Lump Sum (Lump Sum Contract)

- Kontrak Lump Sum nilainya akan tetap sepanjang tidak ada perubahan pada
lingkup/scope pekerjaan, baik menyangkut kuantitas maupun kualitasnya

- Kuantitas pekerjaan pada RAB hanya dipakai sebagai dasar perhitungan dalam
penawaran, dan pembayaran prestasi pekerjaan, sedangkan risiko kekurangan kuantitas
atau kelebihan kuantitas menjadi tanggung jawab Pihak II/kontraktor
b. Kontrak Harga Satuan (Unit Price Contract)

- Kuantitas pekerjaan dihitung bersama oleh kedua pihak berdasarkan keadaan lapangan,
tetapi harga satuan pekerjaan tidak berubah

- Dalam penawaran, kuantitas pekerjaan ditetapkan oleh Pihak I untuk dasar perhitungan
harga penawaran
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

1. Proyek adalah gabungan dari berbagai sumber daya, yang dihimpun dalam suatu
wadah organisasi sementara untuk mencapai suatu sasaran tertentu.

2. Biaya, mutu dan waktu merupakan komponen penting untuk menjadwal dan
mengendalikan pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai dengan schedule.

3. Masing-masing dari bagian struktur organisasi harus berfungsi dengan baik agar
pekerjaan konstruksi dapat selesai dengan tepat waktu, efisien serta dengan kualitas yang
memuaskan.

4. Anggaran biaya merupakan bagian terpenting dalam suatu proyek untuk


melakukan penaksiran dan perkiraan harga dari suatu barang, bangunan atau benda.

B. SARAN

1. Dalam menyiapkan suatu proyek harus dilakukan perencanaan manajemen


sematang-matangnya supaya todak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kegagalan
pada proyek tersebut.

2. Kerjasama antar struktur organisasi juga akan berpengaruh dengan pelaksanaan


proyek. Jadi komunikasi antar personal harus terjalin dengan baik
DAFTAR PUSTAKA

http://yooungengineer.blogspot.co.id/2013/08/makalah-menejemen-
konstruksi-proyek.html

http://linaazhari.blog.st3telkom.ac.id/wp-
content/uploads/sites/287/2016/01/MAKALAH-MANAJEMEN-PROYEK
TUGAS KAPITA SELEKTA

MAKALAH ADMINISTRASI KONTRAK KONSTRUKSI

Disusun Oleh :
Mikhael Caesar Eka Putra
051.12.056

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2018