Vous êtes sur la page 1sur 21

ASUHAN KEBIDANAN

PADA IBU G4 P2 A1 UMUR KEHAMILAN 6 MINGGU


DENGAN ABORTUS IMMINENS
DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI

Pembimbing Akademik : Hj. Nely Sutarni, SKM,S.ST, MKM

Oleh : Sariyatul
NIM 091.10.A.040

AKADEMI KEBIDANAN YAYASAN PENDIDIKAN KESEHATAN


BHAKTI INDONESIA (YAPKESBI) BANJARBARU
TAHUN AJARAN 2013/2014
LANDASAN TEORI
ABORTUS IMMINENS

A. Pengertian
Abortus imminens adalah pengakhiran kehamilan sebelum janin dapat
mencapai 500 gr atau kurang dari 20 minggu yang ditandai dengan :
1. Terdapat keterlambatan datang bulan
2. Terdapat perdarahan disertai perut sakit (mules)
3. Pada pemeriksaan dijumpai besarnya rahim sama dengan umur kehamilan dan
terjadi kontraksi otot rahim
4. Hasil pemeriksaan dalam terdapat perdarahan kanalis servikalis, kanali
servikalis masih tertutup dapat dirasakan kontraksi otot rahim
5. Hadil pemeriksaan tes hamil masih positif

B. Etiologi
Penyebab keguguran sebagian tidak diketahui secara pasti tetapi terdapat
beberapa factor sebagai berikut :
1. Factor pertumbuhan hasil konsepsi dikeluarkan
Gangguan pertumbuhan dapat terjadi karena :
a. Kelahiran kromosom
Kelainan yang sering terjadi pada abortus spontan ialah :
Trisomi polipploidi dan kemungkinan pula kelainana kromosom seks
b. Lingkungan kurang sempurna
Bila lingkungan di endometrium disekitar tempat inflantasi kurang
sempurna, sehngga pemberian zat-zat makanan pada hasil konsepsi
terganggu.
c. Pengaruh dari luar
Radiasi, virus, obat-obatan dan sebagainya dapat mempengaruhi hasil
konsepsi maupun lingkungan hidupnya dalam uterus. Pengaruh ini
umumnya dinamakan pengaruh teratogen.
2. Kelainan pada plasenta
Endartis dapat terjadi dalam vili koriales dan menyebabksn oksigenasi
plasenta terganggu sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan dan
kematian janin.
Keadaan ini bisa terjadi sejak kehamilan muda misalnya karena
hipertensi menahun., gangguan pembuluh darah plasenta diantaranya pada
DM.
3. Penyakit Ibu
Penyakit mendadak seperti pneumonia tifus abdominalis, pielonefritis,
malaikat dan lain-lain dapat menyebabkan abortus toxin.
Virus dan plasmodium dapat melalui plasenta masuk kejanin,sehingga
menyebabkan kematian janin kemudian terjadi abortus.
Anemia berat keracunan, lapatomi, peritonis umum dan penyakit
menahun seperti brusellosis, mononucleosis tosokplasmosis juga dapat
menyebabkan abortus walaupun lebih jarang.
4. Kelainan traktus genetalis
Retroversio uteri, mioma uteri atau kelainan bawaan uterus dapaat
menyebabkan abortus, tetapi harus diingatkan bahwa retroversio uteri gravid
inkarserato atau mioma submokosa yang memegang peranan penting.
Sebab lsin abortus dalam trimester II ialah servik inkompeten yang dapat
disebabkan oleh kelemahan bawaan pada serviks. Dilatasi berlebihan, amputasi
atau robekan serviks luas yang dijahit.

C. Patofisiologis
Patofiologis terjadi keguguran mulai dari terlepasnya sebagian atau seluruh
jaringan plasenta menyebabkan perdarahan, sehingga janin kekurangan nutrisi dan
O2.
Bagian terlepas dianggap benda asing sehingga rahim berusaha untuk
mengeluarkan dengan cara berkontraksi.
Pengeluaran tersebut dapat terjadi spontan seluruhnya sebag9ian masih
tertinggal yang menyebabkan berbagai penyulit. Oleh karena itu keguguran
memberikan gejala umum sakit perut, karena kontraksi rahim terjadi perdarahan
dan disertai pengeluaran seluryh atau sebagian hasil konsepsi.
Bemtuk perdarahan bervariasi diantaranya :
1. Sedikit-sedikit dan berlangsung lama
2. Sekaligus dalam jumlah yang besar dapat disertai gumpalan
3. Akibat perdarahan tidak menimbulkan gangguan apapun atau dapat
menimbulkan syok, nadi meningkat, tekanan darah menurun, tampak
anemis dan daerah akral dingin.
Bentuk pengeluaran hasil konsepsi bervariasi

1. Umur hamil dibawah 14 minggu, dimana plasenta belum terbentuk


sempurna dikeluarkan seluruh atau sebagian hasil konsepsi.
2. Diatas 10 minggu dengan pembentukan plasenta sempurna dapat didahului
dengan ketuban pecah diikuti pengeluaran hasil konsepsi dan dilanjutkan
dengan pengeluaran plasenta, berdasarkan proses persalinannya dahulu
disebut persalinan matures.
3. Hasil konsepsi tidak dikeluarkan lebih dari 3 minggu sehingga terjadi
ancaman baru dalam bentuk gangguan pembekuan darah.

Berbagai bentuk perubahan hasil konsepsi yang tidak dikeluarkan dapat terjadi
:
1. Mola karnosa : hasil konsepsi menyerap darah, terjadi penyerapan
gumpalan mirip daging
2. Mola tuberosa : amnion berbenjol-benjol karena terjadi hematoma antara
amnion dan karion
3. Fetus kompresus : janin mengalami mumifikasi, terjadi penyerapan
kalsium dan tan tertekan sampai gepeng
4. Fetus popiraseus : kompresi fetus berlangsung, terjadi penipisan laksana
kertas
5. Blighted ovum : hasil konsepsi yang tidak dikeluarkan tidak mengandung
janin hanya benda kecil yang tidk berbentuk
6. Missed abortion : hasil konsepsi yang tidak dikeluarkan selama 6 minggu
bila keguguran pada umur lebih tua dan tidak segera dikeluarkan dapat
terjadi moserasi dengan cirri kulit mengelupas, tulang membesar karena
asites / pembentukan gas.

D. KomplikasiI
Keguguran mempunyai penyulit sebagai berikut :
1. Perdarahan
- Dapat terjadi sedikit dalam waktu panjang
- Dapat terjadi mendadak banyak, sehingga menimbulkan syok
2. Infeksi
3. Degenerasi ganas
- Keguguran dapat menjadi korio karsinoma sekitar 15%-20%
- Gejala karsio karsinoma adalah terdapat perdarahan berlangsung lama
terjadi pembesaran/perlukaan rahim terdapat metastase ke vagina atau
lainnya.
4. Penyulit saat melakukan kuretage
Dapat terjadi perforasi dengan gejala
- Kiret terasa tembus
- Penderita kesakitan syok
- Dapat terjadi perdarahan dalam perut dan infeksi dalam abdomen

E. Penanganan
1. Penanganan awal
Untuk penanganan awal yang memadai segera lakukan penilaian dari :
a. Keadaan umum pasien
b. Tanda-tanda syok (pucat, berkeringat banyak, pingsan, tekanan sistilik < 90
mmHg > 112x/menit)
c. Apabila syok disertai masa lunak dianeksa nyeri perut bawah adanya cairan
bebas dalam cavum pelvis. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik yang
terganggu
d. Tanda-tanda infeksi / sepsis (demam tinggi, secret berbau pervaginam nyeri
perut tegang, nyeri goyang portio dehidrasi gelisah atau pingsan)
e. Tentukan evaluasi medis apakah pasien dapat ditatalaksana pada fasilitas
kesehatan setempat atau dirujuk (setelah dilakukan stabilisasi)
2. Penanganan spesifik
Abortus imminens
a. Tidak diperlukan pengobatan medis yang khusus atau tirah baring secara
total
b. Anjurkan untuk tidak melakukan aktrivitas secara berlebihan atau
melakukan hubungan seksual
c. bila perdarahan
1) berhenti : lakukan asuhan medis yang khusus atau tirah baring secara
total
2) terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan/USG), lakukan
konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain (hamil ektopik/mola)
3) pada fasilitas kesehatan dengan sarana terbatasm pemantauan hanya
dilakukan melalui gejala klinik atau hasil pemeriksaan ginekologi.
Daftar Pustaka

Prof. Dr. Manuaba, Ida Bagus Gede. Sp.oG. 1998. Ilmu Kebidanan dan Penyakit
Kandungan.

Jakarta : EGC

Prof. dr. Saifudin. Abdul Bani. Sp.oG. 2001. Asuhan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal.

Yayasan Bina Pustaka. Sarwono Prawihardjo

Prof. dr. Prawihardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Yayasan Bina
Pustaka Sarwono

Prawihardjo

Prof. dr. Moctar, Rustam. MpH. 2001. Synopsis Obtetri. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU G4 P2 A1 UMUR KEHAMILAN 6 MINGGU
DENGAN ABORTUS IMMINENS
DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI

Hari / Tanggal : 14 Februari 2014


Tempat pengkajian : BPM
Jam : 20.00 Wita
No. Register :-

I. PENGKAJIAN DATA
A. Data Subjektif
1. Identitas
Istri Suami
Nama ibu : Ny. H Nama : Tn. S
Umur : 28 tahun Umur : 33 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/bangsa : Banjar/Indonesia Suku/bangsa : Banjar/Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat : Jl. Cempaka Alamat : Jl. Cempaka

2. Keluhan Utama Saat Datang


Ibu mengatakan ada keluar darah sejak tadi siang, tidak ada mules-mules ,
ditempat dokter USG hamil + 6 minggu.
3. Riwayat Kehamilan Sekarang
a. Riwayat Haid
Menarche : 13 tahun
Siklus : 28 hari
Lamanya : 10 hari
Keteraturan : teratur
Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut
Dismenorhoe : tidak ada

b. Riwayat Kehamilan
HPHT : 20-12-2013
TP : 27-09-2014
Hamil ke : 3 (Tiga)

Pergerakan janin pertama kali : belum terasa pergerakan

c. Riwayat ANC
1) Trimester I
Frekuensi : 2 kali
Tempat : Rumah Sakit
Pemeriksa : Dokter
Keluhan : Mual dan muntah
Obat yang didapat : Antasid, Vitamin B Compleks
Imunisasi : Belum dapat
Penyuluhan :- Makan dengan porsi sedikit tapi sering
- Menganjurkan ibu untuk istirahat yang
cukup
- Meminum obat secara teratur
- Memeriksa kehamilan secara teratur
atau jika ada keluhan

2) Trimester II : Belum dilakukan


3) Trimester III : Belum dilakukan

4. Riwayat Perkawinan
 Status perkawinan : Kawin
Usia Kawin : 20 tahun dengan suami 23 tahun
Lamanya : 10 tahun

5. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu


No Tahun Usia Kehamilan Komplikasi Jenis Penyulit
Persalinan
1 2006 40 minggu Tidak ada Spontan Tidak ada
2 2007 38 minggu Tidak ada Spontan Tidak ada
3 2014 Ini

6. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Ibu
Ibu tidak mempunyai penyakit kronik seperti jantuung, hipertensi, asma
dan diabetes mellitus, dan tidak pernah menderita penyakit menular.

b. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu mengatakan dari pihak keluarga tidak pernah menderita penyakit
kronik seperti jantung, asma, hipertensi,jantung dan diabetes melintus,
epilepsy dan tidak ada penyakit menular.
7. Perilaku Kesehatan
Ibu mengatakan selama hamil tidak pernah mengkonsumsi alcohol, merokok
serta konsumsi obat-obatan terlarang dan jamu-jamuan tradisional lainnya.

8. Riwayat Keluarga Berencana


Jenis KB : Pil
Lamnya : 2 tahun
Masalah : Tidak ada

9. Pola kehidupan sehari-hari


a. Pola nutrisi
Jenis makanan : Nasi, Lauk-pauk, Sayur-sayuran dan Buah
Frekuensi : 3 kali sehari
Porsi : 1 piring nasi, 1 potong lauk, 1 mangkok sayur,
dan beberapa potong buah
Pantangan : tidak ada

b. Pola eliminasi
1) BAB
- Frekuensi : 1 kali sehari
- Warna : kuning
- Konsistensi : lembek
- Masalah : tidak ada

2) BAK
- Frekuensi : 4-5 kali dalam sehari
- Warna : kuning jernih
- Bau : pesing
- Masalah : tidak ada
c. Pola hygiene
Frekuensi mandi : 2 kali sehari
Frekuensi gosok gigi : 3 kali sehari
Frekuensi ganti pakaian : 3 kali sehari
Kebersihan genetalia : Setiap kali setelah BAB dan BAK dan setelah
mandi
Masalah : Ibu mengalami keputihan

d. Pola aktivitas
Ibu mengatakan masih bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti
menyapu, mencuci dan lain-lain.

e. Pola tidur dan istirahat


Tidur siang : 2 Jam (14.00 – 16.00 wita)
Tidur malam : 7 Jam (22.00 – 05.00 wita)
Masalah : tidak ada

f. Pola seksual
Sebelum hamil
- Frekuensi : 2 kali dalam 1 minggu
- Masalah : tidak ada

Setelah hamil

- Frekuensi : 1x dalam seminggu


- Masalah : ibu merasa cemas
10. Data Psikologis
 Respon Ibu
Ibu mengatakan sangat sedih karena mengalami keguguran
 Respon Suami
Suami sangat sedih atas musibah yang terjadi dan mencoba bersabar
 Respon Keluarga
Keluarga sangat sedih dan mencoba bersabar karena ini merupakan cucu
yang diharapkan

11. Data Spiritual


Selama hamil ibu tetap menjalankan ibadah shalat 5 waktu

12. Data Psikososial


Ibu mengatakan selama hamil tidak pernah meminum susu juga tidak pernah
pantang terhadap makanan

13. Data Sosial Budaya


Tradisi yang mempengaruhi kehamilan : Tidak ada
Kebiasaan yang merugikan selama kehamilan : Tidak ada

B. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
a. Kesadaran Umum : Lemah
Kesadaran : Compos mentis
Emosional : Baik

b. Tanda-tanda vital
Tekanan Darah : 110/90 mmHg
Temperatur : 36,5° C
Respirasi : 24x /menit
Nadi : 88x /menit

c. Antropometri
BB sebelum hamil : 49 kg
BB saat hamil : 53 kg
Tinggi badan : 156 cm

2. Pemeriksaan Khusus
a. Inspeksi
1. Rambut : lurus, hitam dan tidak rontok
2. Muka : tidak pucat dan tidak oedem
3. Mata : konjungtiva tidak anemis, skelara tidak
ikterik
4. Mulut : mukosa lembab, gigi bersih dan tidak
kotor, lidah bersih dan tidak kotor, tidak
ada sariawan
5. Telinga : bersih, tidak ada otitis media
6. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak
ada kaku leher
7. Dada/mammae : bentuk simetris kiri dan kanan, papila
mammae menonjol keluar.
8. Perut : bentuk simetris, terdapat lineanigra, dan
tidak ada luka bekas operasi.
9. Tungkai : tidak terdapat oedem.
b. Palpasi
1. Leher : tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid
2. Dada/mammae : tidak teraba massa, tidak ada benjolan dan
teraba tegang
3. Abdomen
Leopold I : pada tinggi fundus uteri tidak teraba dan
nyeri tekan sebelah kiri atas symphisis

c. Auskultasi
Tidak dilakukan

d. Perkusi
Reflek patella : Kanan / kiri (+/+)
Cek nyeri ginjal : Kanan / kiri (-/-)

3. Pemeriksaaan penunjang
a. Laboratorium
Tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium

b. USG
Pada pemeriksaan USG oleh dokter janin sudah tidak terlihat ada di uterus
ibu, sehingga harus dikuretase karena tidak dapat dipertahankan.

C. Assesment
Ibu G4 P2 A1 hamil 6 minggu dengan abortus imminens
D. Planning
1. Menjalin hubungan baik antara bidan dengan klien dengan cara
menyambut kedatangan ibu dengan ramah, menciptakan lingkungan aman
dan nyaman.
EV : hubungan baik sudah terjalin antara bidan dan klien

2. Memberitahu hasil pemeriksan:


TD : 110/90 mmHg
N : 88x/ menit
S : 36,5° C
Rr : 24x/ menit
Dan ibu mengalami keguguran
EV : Keluarga dan pasien sudah mengetahui tentang hasil pemeriksaan

3. Melakukan kolaborasi dengan dr. sp.Og tentang keadaan pasien dan


pemberian terapi
“Bidan sudah melakukan kolaborasi dengan dr. Sp.oG dalam pemberian
terapi seperti” :
- Memasang infuse Rl 30 tpm
- Injeksi cefotaxime 1gr tes (-)
Dan pemberian obat oral :
- Cefadroxil 3x1
- Asam Mefenamat 3x1
- Metergin 3x1

4. Menjelaskan kepadA PASIEN tentang hasil kolaborasi dengan dr. Sp.oG


bahwa pasien akan dipasang infus lalu di injeksi sesuai advist dokter dan
besok akan direncanakan kuret
EV : ibu sudah mengerti tentang tindakan yang akan diberikan dan ibu
sudah siap untuk dikuret besok.
5. Mendokumentasikan semua tindakan dan asuhan yang diberikan dalam
bentuk SOAP
EV : semua asuhan sudah didukumentasikan dalam bentuk SOAP
Catatan Perkembangan

No Hari/tanggal SOAP
15 feb 2013 S: Ibu mengatakan masih keluar darah didaerah kemaluannya
Jam 08.30
wita
O:
- Keadaan umum : lemah
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
- Nadi : 88x/ menit
- Respirasi : 26x/ menit
- Suhu : 36,8° C

A : Ibu G3 P2 A0 dengan subs Missed Abortion

P:
- Memberitahukan hasil pemeriksaan
EV : ibu mengetahui tentang hasil pemeriksaan
- Melakukan kolaborasi dengan dokter Sp.Og untuk
15 feb 2013
melakukan USG
Jam 09.30
wita EV : kolaborasi sudah dilakukan, hasil USG menunjukkan
terjadi dead
Conseptus (Missed Abortion) dan perlu dilakukan tindakan
kuretase
- Mengantarkan pasien kekamar operasi untuk melakukan
kuretase
EV : pasien sudah berada dikamar operasi pada jam 09.00
wita
- Mensokumentasikan semua tindakan yang telah diberikan.
EV : asuhan telah didokumentasikan dalam bentuk SOAP
S : ibu mengatakan tidak ada keluhan

O:
Keadaan umum
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
- Nadi : 84x/ menit
- Respirasi : 24x/ menit
- Suhu : 37,3° C

A : ibu dengan post kuret hari ke 0

P:
- Melakukan observasi tanda-tanda vital selama 2 jam
EV : observasi telah dilakukan
- Memberitahukan ibu dan keluarga tentang hasiol
pemeriksaan
EV : hasil pemeriksaan telah diberikan, ibu dan keluarga
telah mengerti
- Melakukan kolaborasi dengan dokter Sp.oG untuk pemberian
theraphy dan asuhan selanjutnya.
 Infuse RL 20 tpm
 Cefodroxil 3x1 tablet
 Asam mefenamat 3x1 tablet
 Metergin 3x1 tablet
 Ibu berpuasa sampai pukul 12.00 wita
 Diperbolehkan pulang sore ini
 Memberitahu ibu untuk ko0ntrol ulang setelah ini
EV : kolaborasi telah dilakukan ibu dan keluarga mengetahui
puasa dan
sore ini boleh pulang
- Memberitahu ibu untuk minum obat secara teratur dan sesuai
dengan jadwal
EV : ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan
berjanji akan
meminum obat secara teratur dan berjanji akan
meminum obatnya
secara teratur
- Mendokumentasikan semua tindakan asuhan yang telah
diberikan
EV : Asuhan telah didokumentasikan dalam bentuk SOAP