Vous êtes sur la page 1sur 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pemerintah sedang menggalakkan kewirausahaan untuk menghidupkan
kembali home industri atau perusahaan keluarga yang dapat meningkatkan
perekonomian masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat lebih mandiri
dengan memiliki tambahan penghasilan yang menunjang perekonomian
keluarganya. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sudah selayaknya
mendukung program pemerintah tersebut dengan cara menciptakan trobosan
baru dalam bidang home industri tersebut salah satunya dalam bidang pangan.
Pangan merupakan kebutuhan pokok bagi semua manusia. Oleh karena
itu, menghasilkan trobosan baru di bidang pangan merupakan peluang usaha
yang sangat besar dan mampu menghasilkan keuntungan yang cukup banyak.
Berbagai jenis makanan sebagian besar menggunakan bahan dasar tepung dari
mulai gorengan, cake, seblak, dan lain-lain. Tepung yang sering kita gunakan
adalah tepung beras dan ketan, sedangkan tepung sendiri juga dapat dibuat
dari bahan dasar singkong, sagu, jagung dan lain sebagainya.
Kelompok kami memiliki keinginan untuk menciptakan makanan yang
enak tetapi dibuat dengan bahan-bahan yang murah dan mudah di dapat salah
satunya dengan kulit petai, selain murah kulit petai juga memiliki kandungan
antioksidan yang tinggi. Kami mempunyai trobosan sehat dengan
memanfaatkan kulit petai yang sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan
sangat menyukai petai tetapi kulitnya di buang sebagai pengganti tepung pada
umumnya. Punglitai atau tepung kulit petai memiliki kandungan antioksidan
yang tinggi serta dapat membantu menurunkan resiko penyakit kardiovaskular
dan membuat tulang lebih kuat. Penggunaan kulit petai sebagai tepung dapat
mengurangi penumpukan sampah, selain itu rasa maupun aroma dari tepung
ini memiliki ciri khas tersendiri.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apakah PUNGLITAI dapat menjadi trobosan sehat dalam bidang
pangan yang berpeluang usaha?
2. Apakah PUNGLITAI akan diminati oleh masyarakat sebagai
pengganti tepung?
3. Sudah adakah cara untuk memasarkan produk PUNGLITAI?
4. Sudah adakah sasaran untuk memasarkan produk PUNGLITAI?
1.3 TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat diketahui tujuan untuk membuat
proposal ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui peluang usaha di bidang pangan khususnya tepung kulit
petai.
2. Untuk mengetahui minat masyarakat terhadap trobosan pangan sehat.
3. Untuk mengetahui bagaimana cara memasarkan produk tepung kulit petai
yang benar.
4. Untuk mengetahui sasaran pasar untuk menggunakan produk tepung kulit
petai sebagai trobosan pangan sehat.

1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN


1. Luaran yang dihasilkan dari usaha ini adalah PUNGLITAI atau Tepung
Kulit Petai yang terbuat dari kulit petai.
2. Memanfaatkan limbah kulit petai menjadi produk yang dapat membantu
menurunkan resiko penyakit kardiovaskular dan membuat tulang lebih
kuat.

1.5 MANFAAT DAN KEGUNAAN


Produk luaran yang dihasilkan mempunyai manfaat dan kegunaan sebagai
berikut:
1. Sebagai trobosan sehat yang dapat membantu menurunkan resiko
penyakit kardiovaskular dan membuat tulang lebih kuat.
2. Sebagai alternatif pengolahan limbah yang lebih bermanfaat di bidang
pangan.
3. Meningkatkan inovasi dalam menemukan hasil karya yang dapat
digunakan sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Usaha yang bernama PUNGLITAI (Tepung Kulit Petai) ini dibuat karena
kami melihat bahwa tanaman petai terdapat di mana-mana dan petaipun sangat
disukai oleh sebagian besar penduduk Indonesia, selama ini masyarakat haya
memanfaatkan buahnya saja sedangkan kulitnya hanya dijadikan limbah rumah
tangga. Padahal tidak hanya buahnya saja yang mengandung manfaat kesehatan
misalnya mampu mencegah kanker, asam urat, meningkatkan kadar hemoglobin
dalam darah, menangkal radikal bebas dan mampu mencegah bahkan mengatasi
berbagai macam penyakit seperti osteoporosis dan kardiovaskular. Ternyata
menurut penelitian di dalam buah petai tidak hanya buahnya saja yang banyak
bermanfaat seperti yang tadi sudah di sebutkan, tetapi kulit petai pun sangat
banyak manfaatnya. Diantaranya menagkal radikal bebas dan mampu mencegah
bahkan mengatasi beberapa macam penyakit seperti kardiovaskular dan
osteoporosis.
Namun kenyataannya sebagian masyarakat belum mengetahui bahwa
kulit petai sangat banyak manfaatnya, masyarakat selama ini memperlakukan kulit
petai sebagai limbah rumah tangga yang terkadang sangat mengganggu karena
aroma yang ditimbulkan dan mengurangi nilai estetika. Masyarakat kurang
memanfaatkan limbah kulit petai dengan baik yang hanya dibuang sia-sia tanpa
menyadari bahwa kulit petai bisa di olah menjadi suatu bahan yang sangat
bermanfaat sebagai pengganti bahan makanan yang mampu mengurangi
pengeluaran khususnya ibu rumah tangga.
Hal tersebut membuat kami berinisiatif untuk membuat trobosan sehat
yang pasti digunakan oleh banyak orang khususnya ibu-ibu rumah tangga, atau
penjual jajanan yang menggunakan bahan dasar tepung. Kulit petai apabila
dimanfaatkkan dengan benar maka akan menghasilkan tepung yang rasaya tidak
kalah dengan tepung yang biasa digunakan oleh para pembuat makanan untuk
bahan baku membuat suatu masakan. Dapat dibayangkan berapa banyak yang
dibutuhkan dalam satu hari oleh pedagang-pedagang makanan yang bahan
dasarnya menggunakan tepung seperti penjual cilok, gorengan, kue, seblak dan
jajanan yang sering kita jumpai diluaran sana. Dengan demikian dapat dilihat
peluang pasar yang sangat besar, dengan memanfaatkan kulit petai sebagai tepung
berarti kita memanfaatkan bahan limbah yang kita bisa peroleh secara gratis
menjadi bahan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar yang menjanjikan.
Petai tidak memiliki musim tertentu untuk berbuah jadi pohon petai
mampu berbuah sepanjang tahun, tetapi ada kalanya petai agak jarang dijumpai di
pasar, namun untuk di daerah Banyumas, Purwokerto dan sekitarnya petai sangat
mudah di dapat, sehingga peluang keberlanjutan usaha punglitai ini akan
berlangsung seterusnya.
BAB III
METODE PELAKSANAAN

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan usaha ini adalah berdasarkan
input, proses dan output produksi sebagai berikut:
3.1 Input pra produksi
a. Sebelum kita melakukan tahap produksi, kami melakukan survey pasar
sebagai langkah awal, dan merencanakan inovasi. Tujuan kami
melakukan survey ini adalah untuk mengetahui kondisi pasar, minat
konsumen.
b. Setelah itu yang akan kami lakukan setelah survey pasar adalah study
kelayakan terhadap usaha yang akan kami jalankan. Studi kelayakan
ini dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan ini memiliki prospek
yang menguntungkan dan memiliki prospek jangka panjang.
c. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta
sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi.

3.2 Proses (Produksi)


a. Pertama kulit petai dipotong-potong menjadi bentuk yang lebih kecil
b. Kemudian kulit petai yang sudah di potong kecil-kecil tadi di jemur di
bawah terik sinar matahari atau di panggang menggunakan microwave
hingga kandungan air yang ada pada kulit petai habis.
c. Lalu kulit petai yang sudah kering di blender hingga halus.
d. Tahap terakhir kulit petai yang sudah menjadi bubuk atau tepung di
kemas semenarik mungkin.

3.3 Output
Output dari produksi yang kami buat ini adalah tepung kulit petai
yang memiliki ragam manfaat bagi kesehatan untuk dijual kepada
konsumen khususnya ibu-ibu rumah tangga maupun penjaja makanan.

3.4 Evaluasi
Tahap ini yang akan kami lakukan adalah tahap evaluasi yang akan
di lakukan pada saat produksi produk kami telah selasai. Tahap evaluasi
ini berisikan laporan pada kegiatan mulai dari tahap pra produksi sampai
tahap produksi dengan lama waktu tertentu. Tahap pelaporan ini kami
buat dan keuntungan yang di dapat, sehingga diperoleh data yang akurat
sebagai bahan evaluasi.
Input Proses Output

 Survey  Kulit petai di


 Punglitai
Pasar potong kecil-kecil
(Tepung
 Studi  Keringkan kulit Kulit
Kelayakan petai di terik Petai)
 Persiapan matahari atau di yang siap
bahan mikrowave sampai di jual
 Persiapan kadar air di kulit
sumber petai habis
daya  Blender hingga
manusia halus
 dana  Kemas semenarik
mungkin
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan Penunjang Rp. 5.250.000,-
a. Microwave
b. Terpal
c. Kompor dan gas
d. Plastik kemasan
e. Blender
f. Pisau

2. Bahan Habis Pakai Rp. 6.000.000,-


a. Petai
b. Gas elpigi
c. Plastik kemasan

3. Perjalanan menuju daerah pemasaran untuk Rp. 700.000,-


memasarkan produk

4. Lain-lain (administrasi, laporan, dan Rp. 550.000,-


publikasi)
Total Pengeluaran Rp. 12.500.000,-

4.2 Jadwal Kegiatan


Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
No. Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Persiapan
2. Pembuatan
proposal
3. Proses
administrasi
4. Proses
produksi
5. Monitoring
dan
Pemasaran
6. Pembuatan
Laporan
Akhir
LAMPIRAN 1 BIODATA KETUA
A. IDENTITAS DIRI
1. Nama Lengkap Anggit Fathiara
2. Tempat, Tanggal, Lahir Jakarta, 3 Agustus 1997
3. Jenis Kelamin Perempuan
4. Program Studi PGSD
5. NIM 1501100015
6. No.Hp 085640160625
7. E-mail anggitfathiaraa@gmail.com

B. Riwayat Pendidikan
Sekolah Sekolah Sekolah Perguruan
Dasar (SD) Menengah Menengah Tinggi
Pertama Atas (SMA)
(SMP)
Nama SD Negeri 4 SMP Al- SMA Universitas
Institusi Kotayasa Hikmah 2 Ma’arif NU Muhammadiya
Sumbang Sirampog- 1 h Purwokerto
Brebes Kemranjen
Jurusan IPA Pendidikan
Guru Sekolah
Dasar
Tahun 2005-2008 2009-2011 2012-2014 2015
Masuk

C. Seminar yang pernah diikuti (Oral Presentation)


No. Judul Seminar Waktu dan Tempat
- - -

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir


No. Jenis Penghargaan Institusi Tahun
Pemberi
Penghargaan
1. Juara III Lomba TK.UPK 2008
Keteladanan Siswa SD/MI Sumbang
Putri
2. Juara I LCCU SD/MI TK.UPK 2008
Sumbang
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini
adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila
kemudian hari ternyata menjumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan,
saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk
memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Program Mahasiswa di
bidang Kewirausahaan.

Purwokerto, 25 Oktober 2017


Ketua Pelaksana

Anggit Fathiara
DAFTAR PUSTAKA

Cooper, MJ., Cockell, KA., and L’Abbe, M.R,. 2006. The Iron Status of Canadian
Adolescent and Adults: Current Knowledge and Practical Implication.
Canadian Journal of Dietetic Practice and Research. Vol 67: No.3.
Widjaja,Lois Olivia, dkk. 2013 Ekstraksi kulit petai sebagai sumber antioksidan
alami dengan metode domestic microwave maceration. E-Journal.com