Vous êtes sur la page 1sur 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah

meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap

orang. Sebab derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya

masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduk yang hidup

dengan perilaku dan dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan

untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata,

serta memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh wilayah Republik

Indonesia (Tujuan pembangunan kesehatan. 2003).


Anemia bisa dialami oleh siapa saja tanpa membedakan ras, status,

sosial, maupun tingkat usia. Tahun 2004, data rekapitulasi laporan bulanan

data kesakitan tingkat Puskesmas se-kota Semarang tercatat 828 anak

menderita anemia dari jumlah total 232.537 anak yang sakit. Sedang penyakit

anemia sendiri menduduki peringkat ke-29 dari 102 penyakit yang menyerang

anak–anak (Dinkes, 2004).


Anemia adalah keadaan rendahnya jumlah sel darah merah dan kadar

hemoglobin atau hematokrit dibawah normal. Anemia menunjukan suatu

status penyakit atau perubahan fungsi tubuh (Smeltzer. 2008).


Sedangkan anemia menurut Silvia dan Lorraine adalah berkurangnya

sel darah merah, kuantitas hemoglobin, dan volume packed red cell

(hematokrit) di bawah kadar normal per 100 ml darah (Silvia dan Lorraine.

2006).

1
Menurut Wiwik, h, & Hariwibowo, A. S (2008, hal: 92) patofisiologi

pada pasien anemia ialah timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan

sumsum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya.

Kegagalan sumsum tulang dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi. Pajanan

toksik, invasi tumor, atau akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah

merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis. Lisis sel darah merah

terjadi dalam sel fagostik atau dalam sistem retikulo endothelial, terutama

dalam hati dan limpa. Sebagai hasil samping dari proses tersebut, billirubin

yang terbentuk dalam fagosit akan memasuk dalam aliran darah. Apabila sel

darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi, maka hemoglobin

akan muncul dalam plasma. Apabila konsentrasi plasmanya melebihi

kapasitas hemoglobin plasma, hemoglobin akan berdifusi dalam glumerulus

ginjal dan ke dalam urine.


Setiap individu bisa mengalami anemia dari ringan sampai berat,

dengan berbagai macam penyebab seperti perdarahan hebat, berkurangnya

pembentukan sel darah merah, meningkatnya penghancuran sel darah merah

dan sebagainya. Sehingga daya tahan tubuh berkurang. Akibatnya penderita

anemia akan mudah kelelahan, kelemahan, kurang tenaga, kepala terasa

melayang, dan mudah terkena infeksi.


Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Memiliki afinitas

(daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk

oxihemoglobin di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka

oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan (Evelyn, 2009).


Aktivitas sebagai salah satu tanda bahwa seseorang itu dalam keadaan

sehat. Seseorang dalam rentang sehat dilihat dari bagaimana kemampuannya

2
dalam melakukan berbagai aktivitas seperti misalnya berdiri, berjalan dan

bekerja. Kemampuan aktivitas seseorang itu tidak terlepas dari suplai oksigen

ke sel tubuh yang dibawa oleh sel darah merah atau hemoglobin (Tarwoto dan

Martonah. 2007).
Pada pasien anemia muncul beberapa masalah keperawatan karena

pada pasien anemia mengalami penurunan energi untuk beraktivitas sehari-

hari, salah satunya yaitu ketidakefektifan perfusi jaringan perifer.

Didefinisikan suatu keadaan dimana terjadi penurunan oksigen yang

mengakibatkan kegagalan pengantaran nutrisi ke jaringan pada tingkat kapiler

(Wilkinson dan Ahern. 2012).


Pada buku Nanda Internasional Diagnosis Keperawatan Tahun 2012-

2014 menjelaskan ketidakefektifan pefusi jaringan perifer adalah penurunan

sirkulasi darah ke perifer yang dapat mengganggu kesehatan.


Penulis mengangkat pemenuhan kebutuhan aktivitas untuk dibahas

karena pada pasien anemia mengalami penurunan sel darah merah atau

komponen darah dalam darah yang dibutuhkan oleh sel tubuh, untuk

membawa oksigen ke seluruh sel tubuh. Anemia adalah kekuranagn sel darah

merah atau komponen darah seperti hemoglobin dalam darah. Sehingga dapat

muncul gangguan perfusi jaringan perifer. Untuk mengatasi masalah tersebut

dilakukan tindakan keperawatan salah satunya dengan cara pemberian

tranfusi darah untuk meningkatkan suplai oksigen dalam darah, disamping

pemberian oksigenasi untuk meningkatkan saturasi oksigen pada sel tubuh.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum

3
Tujuan pembuatan karya ilmiah ini untuk memberikan gambaran

tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan

Aktivitas Pada Pasien Dengan Anemia di Rumah Sakit Daerah Kebumen.


2. Tujuan Khusus
a. Mampu melaksanakan pengkajian pada pasien dengan anemia dan

membandingkan secara teoritis


b. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada pasien dengan

anemia dan membandingkannya secara teoritis


c. Mampu mengidentifikasi perlunya tindakan segera dan kolaborasi

pada pasien dengan anemia dan membandingkan secara teoritis


d. Mampu membuat rencana tindakan keperawatan pada pasien dengan

anemia dan membandingkan secara teoritis


e. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada pasien dengan

anemia dan membandingkan secara teoritis


f. Mampu mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang telah diberikan

pada pasien dengan anemia dan membandingkan secara teoritis


g. Mampu mendokumentasikan semua temuan dan tindakan yang telah

dilakukan pada pasien dengan anemia dan membandingkan secara

teoritis
h. Mampu menganalisis tindakan dengan pendekatan teori maupun

jurnal ilmiah.

Vous aimerez peut-être aussi