Vous êtes sur la page 1sur 1

Nomor Peserta : 18130152310049

Nama Lengkap : SULISTYONO

Analisis video Modul 1 : Pembelajaran Abad 21

Dalam video berjudul Project Bridge tersebut, kegiatan pembelajaran sudah memenuhi tuntutan untuk
mengusai keterampilan abad 21 yaitu memahami dan memanfaatkan teknologi informasi
dankomunikasi (ICT Literacy Skills).
Ketersediaan sarana belajar berbasis teknologi dan informasi memungkinan guru dan siswa saling terkoneksi
secara digital. Guru bisa memantau progres dan persentase belajar siswa secara langsung (real time), hingga
siswa dapat melakukan wawancara dengan nara sumber atau tenaga ahli melalui layanan teknologi
pesan suara dan video secara langsung.Selain itu, dari video tersebut, interaksi antara guru dan
siswa benar-benar telah mencerminkan karakter guru abad 21 dan karakter siswa abad 21 sesuai
tuntuntan pembelajaran abad 21. Karakter guru abad 21 yang terlihat dalam video tersebut
antara lain :
1. Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus sebagai motivator dan inspirator. Dari
video tersebut dapat dilihat bahwa guru lebih cenderung mengarahkan pembelajaran
lebih banyak pada diskusi, memecahkan masalah, hingga melakukan proyek yang
merangsang siswa berpikir kritis.
2. Guru telah memanfaatkan teknologi digital untuk mendesain pembelajaran yang kreatif
dan inovatif. Dalam video terlihat bagaimana guru sangat pandai menggunakan
Teknologi Informasi dan media pembelajaran yang menarik interactive sehingga
merangsang rasa ingin tahu peserta didik menjadi lebih tinggi serta kegiatan
pembelajaran menjadi menyenangkan.
3. Pembelajaran bertumpu pada siswa (student center) yang berorientasi pada upaya pemecahan
masalah serta memanfaatkan teknologi ICT sebagai sarana mencari informasi.
4. Guru memposisikan diri sebagai mitra siswa dalam belajar.

Sedangkan karakteristik siswa abad 21 yang muncul dalam video tersebut diantaranya :
1. Siswa memiliki keterampilan berfikir kritis, berorientasi pada upaya pemecahan
masalah dalam belajar serta komunikasi kolaboratif dan inovatif.
2. Siswa memiliki keahlian literasi digital yang ditandai dengan penggunaan perangkat teknologi
informasi dan komunikasi dalam aktivitas belajar.
3. Siswa dapat langsung berkomunikasi dengan tenaga ahli dalam upaya mencari sumber
belajar untuk memperkuat gagasan.
4. Siswa diajak melakukan percobaan dan mencari solusi dari kegagalan pertama.