Vous êtes sur la page 1sur 3

ASMA BRONKIAL

No Dokumen: No Revisi: Halaman


1/3

Ditetapkan oleh
Direktur RS ...............,
Prosedur Tetap Tanggal Terbit :

(PROTAP)

Pengertian Asma Bronkial adalah inflamasi kronik saluran napas yang melibatkan banyak sel dan
elemen. Inflamasi kronik menyebabkan peningkatan kepekaan jalan napas
(hyperesponsiveness) yang menimbulkan gejala berupa mengi, sesak napas, batuk terutama
malam dan atau pagi hari. Gejala tersebut bervariasi, seringkali reversibel dengan atau tanpa
obat.

Tujuan Membuat diagnosis dan tatalaksana yang tepat untuk : menghilangkan / mengendalikan
gejala asma, mencegah eksaserbasi, mempertahankan fungsi paru optimal, mengupayakan
aktivitas optimal, menghindari efek samping obat, mencegah terjadinya hambatan aliran udara
ireversibel, mencegah kematian.

Kebijakan 1. UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2. SK Menkes No. 436 tahun 1993 tentang Penerapan Standar Pelayaran RS dan Standar
Pelayanan Medis.
3. SK Direktur TIM Akreditasi RS ……...
Buku Acuan :
1. Pedoman Diagnostik dan Terapi (PDT) paru tahun 2005.
2. Pedoman PDPI tahun 2004
3. Pedoman Buku ajar tahun 2010.

Prosedur 1. Penegakan diagnosis


 Gejala klinik dan pemeriksaan fisik:
Batuk, sesak napas, rasa penuh di dada. Gejala timbul atau memburuk pada malam /
dini hari. Bersifat episodik, seringkali reversibel secara spontan atau dengan obat.
Didahului oleh faktor pencetus yang bersifat individual. Berespons baik terhadap terapi
bronkodilator. Pada auskultasi: didapatkan wheezing.
 Radiologi:
Foto toraks umumnya normal
 Faal paru:
FEV1 < 80% prediksi atau FVE1 / FVC < 75%
Ada reversibilitas: perbaikan FEV1 > 15%
Variabilitas harian PEFR > 20%
 Uji provokasi bronkus:
Positif bila didapatkan hipereaktivitas jalan nafas Bila ada fasilitas alat
 Status alergi:
Uji tusuk kulit, pemeriksaan IgE spesifik serum
ASMA BRONKIAL

No Dokumen: No Revisi: Halaman


2/3
Indikasi Rawat
1. Respon tidak adekuat dari terapi di UGD atau rawat jalan.
Inap
2. Resiko tinggi distress nafas.
3. Pemeriksaan fisik : gejala ringan s/d sedang.
4. APE > 50% tetapi < 70%.
5. Saturasi O2 tidak ada perbaikan.
Indikasi
1. Respon buruk dalam 1 jam.
Perawatan di
Ruang Rawat 2. Resiko tinggi distress nafas.
Intensif
3. Pemeriksaan fisik : berat, gelisah, dan penurunan kesadaran.
4. APE < 30%.
5. PaCO2 > 45 mmHg.
6. PaO2 < 60 mmHg.
Indikasi Rawat
1. Respon baik / stabil dari terapi di UGD / ruang rawat / rawat jalan.
Jalan
2. Pemeriksaan fisik normal.
3. APE > 70% prediksi / nilai terbaik.
4. Saturasi O2 > 90%.
Tatalaksana 1. Pengobatan serangan akut
 Obat pelega (Reliever)
 Salbutamol (inhalasi, parenteral, per oral)
 Ipratoprium bromida (inhalasi)
 Aminofilin (parenteral, per oral)
 Kortikosteroid (inhalasi, parenteral, per oral)
 Kombinasi steroid + agonis β2 (inhalasi)
 Magnesium sulfat (parenteral)
2. Pengobatan jangka panjang
 Obat pengendali (Controller)
 Kortikosteroid (inhalasi)
 Kombinasi steroid + agonis β2 (inhalasi)
 Antagonis Leukotrien (per oral)
 Kromolin (inhalasi)
 Aminofilin kerja panjang (long acting)
 Antihistamin (per oral)
3. Edukasi penderita
 Nasihat / diskusi / ceramah saat penderita berobat
 Materi: diagnosis asma, faktor pencetus, obat-obat asma, cara pemakaian obat
inhalasi, cara pemakaian obat
ASMA BRONKIAL

No Dokumen: No Revisi: Halaman


3/3
Tatalaksana 4. Evaluasi dan monitor berkala derajat beratnya asma
 Dilakukan pemeriksaan faal paru / kwesioner Tes Kendali Asma / Asthma Control
Test (ACT)
 Evaluasi klinis dengan interval setiap 3-6 bulan

5. Identifikasi dan pengendalian faktor pencetus


 Berdasarkan hasil tes tusuk kulit, kendalikan alergen hirup, paparan lingkungan
kerja, bahan polutan atau iritan, baik di dalam maupun di luar ruangan
6. Penerapan pola hidup sehat
Istirahat cukup, gizi cukup dan seimbang, berhenti merokok, olahraga secara teratur,
hindari / atasi stress
7. Berobat secara teratur
Perlu agar perjalanan penyakit dan derajat beratnya asma dapat dievaluasi secara
berkala

Unit terkait Instalasi Rawat Darurat, Unit Rawat Jalan (poliklinik Paru), Ruang Perawatan Paru, Unit
Perawatan Intensif, Instalasi Radiologi, Instalasi Laboratorium, Ruang pemeriksaan faal
paru